Lintas Jawa Timur

19 July 2017
Avanza Rombongan Keluarga Hancur Tabrak Truk, Balita Terlempar
Kecelakaan tragis terjadi di jalur Pantura Tuban tepatnya di jalan Tuban-Semarang KM 23-24 Desa Socorejo, Kecamatan Jenu. Kecelakaan itu melibatkan mobil Avanza dengan truk Tronton, Rabu (19/7/2017).

Akibat benturan yang sangat keras, mobil Avanza yang berpenumpang satu keluarga itu  hancur bagian depannya. Sedangkan seluruh penumpang dan pengemudinya mengalami luka parah karena terjepit dalam kendaraan.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, mobil Avanza tersebut bernopol B 1811 ZUM yang belum diketahui identitas pengemudinya. Mobil itu berpenumpang sebanyak 7 orang yang berjalan dari arah Semarang menuju Tuban.

Selanjutnya saat sampai di lokasi kejadian, Avnaza itu melaju dengan kecepatan tinggi dan mengambil jalur kanan. Sedangkan dari arah berlawanan melaju truk tronton nopol B 9646 TEU yang dikemudikan oleh Kusnadi (41), warga Jakarta.

"Mobilnya itu sudah ambil jalan sebelah kanan terus, sudah keliatan dari jauh. Saya sudah klakson tapi tidak berhenti juga," ujar Kusnadi, pengemudi truk tronton itu.

Karena jarak yang sudah terlalu dekat membuat mobil Avanza itu menabrak bagian kanan truk tronton. Sehingga kondisi mobil Avanza hancur dan membuat penumpangnya terjepit. Dalam juga ada balita yang terlempar keluar dari mobil.

"Di dalam mobil itu ada tujuh orang. Korban yang kondisinya parah berada di bangku tengah atau belakang sopir. Tadi ada juga korban baluta yang terpental keluar mobil," kata salah satu warga yang ada di lokasi kejadian.

Sejumlah warga yang berada di lokasi langsung beramai-ramai menolong para korban. Sebanyak tujuh orang korban yang semuanya penumpang Avanza itu kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.(Reporter : M Muthohar-Beritajatim.com/ko)
18 July 2017
Striptis di Inul Vista Kediri, Polisi: Kita Panggil Pemiliknya
Kasus dugaan asusila yang terjadi di rumah karaoke Inul Vizta Kediri, terus diselidiki polisi. Polisi akan memanggil pemilik Inul Vizta Kediri, terkait kasus striptis dan praktek ML di ruang karaoke, hingga penjualan minuman beralkohol (minol) yang tidak ada izinnya.

"Kasus tetap diproses. Kami terus mengumpulkan alat bukti, termasuk memintai keterangan dari saksi-saksi maupun pemilik rumah karaoke tersebut," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo, Selasa (18/7/2017).

Untuk penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan asusila dan pelanggaran penjualan mihol, penyidik dari Subdit Renakta akan menanganinya.

"Dalam waktu dekat, pemiliknya kita panggil," kata Kasubdit Renakta AKBP Rama Samtama Putra.

Apakah polisi akan memanggil Inul Daratista?. "Tidak. Kan karaoke Inul Vizta itu franchise atau waralaba. Pemilik (Inul Vizta) yang di Kediri itu yang kita panggil sebagai saksi," jelasnya.

Unit Asusila Subdit Renakta Ditreskimum Polda Jatim menggrebek rumah karaoke Inul Vizta Kediri. Polisi mengamankan 10 orang diantaranya manajer, kasir, waitress, security, tamu hingga empat wanita pemandu lagu yang melakukan adegan striptis hingga ML (nge-seks) di ruang karaoke.

Dari 10 orang tersebut, polisi menetapkan 1 tersangka yakni inisial I-manajer. 4 penari striptis dikenakan wajib lapor. Sedangkan lainnya statusnya sebagai saksi.

Selain uang jutaan rupiah dari tersangka, serta keempat penari dan kasir. Celana dalam dari para penari. Polisi juga mengamankan botol yang berisi minuman beralkohol dari rumah karaoke tersebut diantaranya Chivas Regal 2 botol, Vibe 1 botol, kahlua 1 botol, cointreau 1 botol, mansion house 2 botol, blue caracao 1 botol, baileys 1 botol.(Rois Jajeli - detikNews/jko)
18 July 2017
690 CJH Asal Kabupaten Mojokerto Resiko Tinggi
Dari 1.790 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Mojokerto, sebanyak 690 CJH masuk kategori resiko tinggi (risti). Meski masuk dalam resiko tinggi, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto memastikan semua bisa berangkat ke tanah suci.

Kabid P2P Dinkes Kabupaten Mojokerto, Hartadi mengatakan, data risti dari pemeriksaan kesehatan tahap kedua belum fix. "Namun risti di pemeriksaan kesehatan pertama ada 690 CJH dengan jumlah CJH yang diperiksa sebanyak 1.683 CJH. Sementara, 993 CJH dinyatakan sehat," ungkapnya, Selasa (18/7/2017).

Masih kata Hartadi, yang masuk kategori risti mulai dari hipertensi, diabetes dan obesitas. Menurutnya, sejak 30 tahun terakhir pola penyakit masyarakat berubah, yang sebelumnya didominasi penyakit menular, namun saat ini didominasi penyakit tidak menular.

"CJH dengan risti masih bisa diberangkatkan dan insya Allah, CJH asal Kabupaten Mojokerto semua bisa berangkat karena di pemeriksaan kesehatan pertama, yang masuk dalam daftar risti dilakukan pembinaan. Seperti berobat teratur dan bimbingan olahraga mempersiapkan keberangkatan," katanya.

Menurutnya, jika CJH yang berangkat di atas usia 60 tahun diharapkan ada pendamping karena sesuai Kemenkes CJH masuk usia lanjut usia (lansia) yakni 60 tahun. Hartadi menjelaskan, yang dilarang untuk berangkat yakni jantung kategori parah atau stadium 4. Untuk ginjal dengan cuci darah masih diperbolehkan.

"Resiko tinggi, tidak hanya didominasi CJH di usia lansia. Karena ada usia 40 tahun, yang sering terkena resiko tinggi yakni usia 45 tahun sampai 70 tahun. Namun untuk CJH asal Kabupaten Mojokerto tidak ada yang dilarang berangkat," jelasnya.(Reporter : Misti P-Beritajatim.com/jko)
18 July 2017
Perbaikan jalan rusak di Kota Malang ditarget tuntas pada akhir 2017
Pemerintah Kota Malang memastikan bahwa perbaikan jalan rusak di wilayah mereka bakal tuntas pada akhir 2017 ini. Dilansir dari Antara Jatim, hal itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Malang, H. Mochammad Anton.

"Jika perbaikan jalan rusak di perkampungan maupun jalan penghubung antar kecamatan yang belum mendapatkan anggaran dalam APBD 2017, harus diupayakan mendapatkan anggaran dalam PAK," ujar Abah Anton.

Abah Anton menyatakan bahwa hal ini dilakukan menyusul banyaknya warga yang mengeluhkan kerusakan jalan ini. Bahkan mereka menyebut banyak jalan di kampung yang rusak parah dan belum tersentuh perbaikan sama sekali, tak hanya itu saja, pada jalan alternatif juga ditemui banyak kerusakan.

"Jalan kampung atau jalan penghubung yang belum selesai diperbaiki, tahun ini harus sudah tuntas," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Hadi Santoso mengaku bahwa proses perbaikan dengan nilai kurang dari Rp200 juta ini sudah dilakukan penunjukan langsung.

"Proyek rehabilitasi jalan dengan proses penunjukan langsung ini sudah selesai, tinggal beberapa titik saja," katanya.

Sedangakan pada beberapa jalan dengan nilai proyek di atas Rp200 juta masih berada pada tahap lelang.

"Kami akan kebut penyelesaiannya dan hingga saat ini ada 17 paket perbaikan jalan (hotmix) yang diselesaikan, namun khusus proyek di bawah Rp200 juta," ucapnya.

Beberapa proyek rehabilitasi jalan yang sudah rampung di antaranya terletak pada jalan Bandulan, Simpang Klayatan, Ciwulan Barat, makam Polowijen, dan Kuping Gajah. Berdasar data DPUPR Kota Malang, terdapat 31 proyek perbaikan jalan yang menggunakan sistem penunjukkan langsung. Perbaikan yang dilakukan adalah dalam bentuk rehabilitasi jalan serta pavingisasi.

"Untuk proyek rehabilitasi jalan sudah hampir selesai seluruhnya, namun untuk pavingisasi masih berjalan," tandasnya.(Reporter : Rizky Wahyu Permana-Merdeka.com/jko)
Page 191 of 191     ‹ First  < 189 190 191