Berita- Info ANDIKA

01 August 2021
Tidak Lapor Satgas Saat Terpapar, Menjadi Penyebab Kasus Covid Meningkat
Radio ANDIKA - Angka kasus Covid-19 masih mengalami peningkatan selama beberapa pekan di Kabupaten Kediri. Salah satu pemicunya, banyak warga yang terpapar virus dan melakukan isolasi mandiri tanpa melapor ke Satgas Covid-19. Tanpa adanya pengawasan dan perawatan dari petugas medis atau pantauan satgas, resiko penularan kepada warga lainnya bisa saja terjadi.
Diduga banyak juga warga yang takut dicovidkan, setelah melakukan swab atau PCR. Hal ini juga yang menjadi alasan warga memilih isoman tanpa melapor.
 
dr. Ahmad Khotib Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, cukup disayangkan jika ada warga yang berpikir tidak rasional terhadap tenaga medis maupun sarana perawatan kesehatan. Karena tanpa pemantauan dari satgas, warga yang terkena Covid akan membahayakan dirinya dan orang lain. Karena tidak ada pemantauan, pemberian obat yang dikonsumsi, asupan nutrisi, pantauan kondisi warga yang terpapar serta pemantauan riwayat perjalanannya.
 
dr. Ahmad Khotib menghimbau,  kepada seluruh komponen masyarakat untuk ikut bekerja sama dalam mengikuti peraturan yang ada saat ini. Untuk segera melaporkan kepada Satgas desa masing-masing atau bisa melaporkan kepada ketua RT setempat. Para tetangga juga bisa melaporkan bila mengetahui adanya warga terindikasi Covid-19.
 
dr. Ahmad Khotib memberikan informasi, bahwa besok senin Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI)  Kabupaten Kediri, akan meluncurkan relawan dokter untuk pendampingan kepada warga yang isolasi mandiri secara online. Pendampingan tersebut meliputi pemantauan asupan nutrisi, kondisi, serta obat-obatan yang resepnya dikirimkan secara online dan bisa menebusnya di apotek rujukan dengan harga terjangkau.(kin/eko)
01 August 2021
Langgar Prokes Saat PPKM Level 4, Warga di Blitar Disanksi Push Up
Radio ANDIKA - Terbukti melanggar protokol kesehatan saat pelaksanaan PPKM level 4, petugas gabungan Polres Blitar beri sanksi push up terhadap empat warga. Keempat warga itu kedapatan melanggar protokol kesehatan saat berlangsung Operasi Yustisi Minggu, 01 Agustus 2021 dari pagi hingga siang hari.
 
KOMPOL WIJI RAHAYU Wakapolres Blitar saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, selama PPKM level 4 berlangsung Polres Blitar secara rutin mengadakan giat operasi yustisi menyasar sejumlah kawasan yang disinyalir menjadi tempat kerumunan warga. Dalam operasi tersebut, petugas melakukan himbauan dan edukasi kepada pedagang kaki lima dan warung makan untuk mengetatkan protokol kesehatan, sekaligus memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak imbas PPKM. 
 
Dalam operasi yustisi ini, petugas juga memberikan sanksi  kepada beberapa warga yang telah melanggar protokol kesehatan. Ada empat orang yang diberikan sanksi 20 kali push up. Empat warga tersebut diketahui tidak menggunakan masker saat berada di Hutan Jati Kesamben Blitar bersama sejumlah warga lainnya tanpa menjaga jarak. Selanjutnya, keempat pelanggar diberikan masker serta himbauan untuk kembali pulang ke rumah.
 
KOMPOL WIJI menambahkan, selama melakukan operasi, pantauan arus lalu lintas di akhir pekan sangat lengang yang dikarenakan PPKM level 4 masih berlangsung. (kin/eko)
01 August 2021
Vaksin Mencegah Keparahan, Tak Ada Alasan Menolak Vaksinasi
Radio ANDIKA - Upaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Indonesia masih menemui sejumlah kendala, antara lain informasi bohong atau hoaks seputar vaksinasi itu sendiri. Sebuah studi yang dilaksanakan di Inggris membantah peredaran hoaks tersebut, menegaskan vaksin dapat mencegah keparahan atas serangan sebuah virus.

Saat ON AIR Jurnalis Radio ANDIKA di Jakarta SAMSUL HADI mengatakan mengutip data yang dipublikasikan di laman resmi Kementerian Kesehatan, hingga 27 Juli 2021, vaksinasi secara lengkap sebanyak 2 dosis baru bisa dilaksanakan terhadap 20.673.079 orang atau 9,93% dari total jumlah penduduk Indonesia. Angka itu tergolong sangat kecil, mengingat untuk terbentuknya herd immunity atau kekebalan komunal, minimal vaksinasi harus bisa diberikan terhadap 70% dari total jumlah penduduk.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, DEDI PERMADI, dalam beberapa kesempatan konferensi pers mengatakan, masih rendahnya capaian vaksinasi tak lepas dari banyaknya hoaks seputar vaksinasi yang beredar di masyarakat. Antara lain vaksin yang di dalamnya mengandung chip tertentu, terjadinya pembekuan darah yang mengakibatkan kematian, hingga daya tahan vaksin yang tidak berusia panjang.
 
Terkait daya tahan vaksin yang tidak berusia panjang, sebuah studi yang dilaksanakan oleh sekelompok ilmuan ahli virus dan epidemologi dari Imperial College London, Universitas Birmingham, Inggris, sebagaimana dikutip dari laman CNBC, mempublikasikan bantahannya. Studi itu berhasil membuktikan  vaksin yang disuntikkan pada tubuh manusia bisa membantu mencegah keparahan terhadap paparan virus SARS-Cov2 atau Covid-19, dalam jangka waktu tertentu.(shk/ssi)
 
01 August 2021
Depresi, Wanita Asal Binangun Blitar Ditemukan Tenggelam di Sungai
Radio ANDIKA - TUMINEM, warga Desa Sambigede Binangun Blitar ditemukan meninggal dunia karena tenggelam. Wanita berusia 57 tahun itu tenggelam di Sungai Lemon Desa Sambigede yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya pada Sabtu, 31 Juli 2021 sekitar jam 06.30 WIB. Korban diketahui mengalami gangguan jiwa dan beberapa hari terakhir terlihat linglung serta depresi.

AIPDA DIDIK DWIWAHYUDI Ps Paur Humas Polres Blitar saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, insiden tersebut berawal pada Sabtu dini hari sekitar jam 01.00 WIB, saat anak korban bernama IDA mencari keberadaan ibunya yang tidak berada dirumah. Selanjutnya, sekitar jam 06.30 WIB, mendengar kabar ada orang meninggal karena hanyut di sungai Lemon. Mendengar itu, IDA langsung menuju ke lokasi bersama warga untuk memastikan siapa korban yang meninggal. Setelah melihat ciri-ciri baju yang dipakai, dipastikan bahwa korban yang meninggal tersebut adalah ibunya, TUMINEM. Atas kejadian ini, warga menghubungi Polsek Binangun agar korban segera dievakuasi.

Setelah mendapatkan laporan, petugas Polsek Binangun bersama Tim Inafis Polres Blitar menuju ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan identifikasi. Hasil dari penyelidikan tersebut, tidak terdapat luka kekerasan pada tubuh korban.

Berdasarkan keterangan keluarga, TUMINEM mempunyai penyakit gangguan kejiwaan. Dalam beberapa hari terakhir, juga terlihat linglung dan depresi, serta sering keluar rumah tanpa pamit.(kin/stm)
01 August 2021
Motor Vs Motor, Satu Orang Meninggal Dunia di Puncu Kediri
Radio ANDIKA - Insiden kecelakaan dua sepeda motor di Puncu Kabupaten Kediri, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Kejadian tersebut terjadi di  Jalan umum Dusun Karanganyar Desa Watugede Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri pada Minggu, 01 Agustus 2021 sekitar pukul 07.15 WIB.

Kendaraan yang terlibat, sepeda motor Honda Vario bernomor polisi  AG 3804 CO yang dikendarai ZAKARIA umur 24 tahun, warga Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, menabrak sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi AG 6033 GF yang dikendarai ANGGUN umur 15 tahun warga Desa Watugede Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri.

IPDA ARIS WIGIARTO Kanit Laka Satlantas Polres Kediri yang dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, kecelakaan tersebut bermula saat sepeda motor Honda Vario mengarah dari Plosoklaten menuju Gedangsewu. Sesampainya di TKP kecelakaan, datang sepeda motor Mio yang menyebrang dari arah Puncu mengarah Karanganyar. Karena kurang berhati-hati motor Honda Vario yang dikendarai ZAKARIA menabrak sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai ANGGUN, dan terjadi kecelakaan.

IPDA ARIS menambahkan, setelah mendapatkan laporan, petugas Unit Laka Satlantas Polres Kediri menuju ke lokasi kejadian kecelakaan, untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan melakukan evakuasi kedua korban untuk dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan. Namun, saat mendapatkan perawatan, nyawa ZAKARIA tidak tertolong, karena mendapatkan luka berat dibagian kepala dan untuk ANGGUN mengalami luka ringan.

Selanjutnya, petugas melakukan olah TKP dan mengamankan kedua kendaraan untuk dijadikan barang bukti.(kin/atc)
01 August 2021
Korban Tabrak Lari Asal Jetis Mojokerto Meninggal Dunia
Radio ANDIKA - FATCHUR ROZI, warga Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari di jalan raya Mlirip, Jetis, Mojokerto. Kecelakaan terjadi sekitar jam 14.00 WIB, Sabtu siang. 
 
Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto Kota, IPDA BASOENI saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA menjelaskan awalnya, FATCHUR yang mengendarai sepeda motor Honda CBR 150 nopol S 5865 SH melaju dari Mojokerto mengarah ke Surabaya. Sesampainya di lokasi kejadian, FATCHUR bermaksud mendahului kendaraan truk yang melaju searah di depannya. Karena ruang gerak yang sempit, akhirnya sepeda motor oleng ke kanan. Disaat bersamaan, melaju truk lain dari arah berlawanan, hingga akhirnya FATCHUR tertabrak truk. 
 
Namun setelah insiden terjadi, truk yang belum diketahui identitasnya itu tidak berhenti dan terus melaju. Hingga saat ini Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto Kota masih mendalami kasus tersebut. Sementara FATCHUR yang mengalami luka berat langsung dibawa ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo untuk mendapatkan perawatan medis. Tetapi dalam perkembangannya, FATCHUR meninggal dunia. (nis/atc) 
 
01 August 2021
Tabrak Truk Muatan Sengon, Warga Ringinrejo Kediri Meninggal
Radio ANDIKA-Insiden lalulintas terjadi di Jalan Raya Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, Sabtu 31 Juli 2021 sekitar pukul 21.15 WIB. Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario dan truk Mitsubishi bermuatan kayu sengon. Pengendara motor meninggal dunia di lokasi karena luka parah dibagian kepala.
 
AKP IMRON, S.H, M.Hum Kapolsek Kras Polres Kediri saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, insiden lalulintas terjadi ketika sepeda motor Honda Vario nopol AG 6101 NR dikendarai WILLY warga Ringinrejo Kabupaten Kediri melaju dari Kediri menuju Tulungagung dengan kecepatan tinggi. Sesampainya dilokasi sepeda motor korban oleng hingga menabrak truk Mitsubishi yang dikemudikan SUHARIN warga Pucanglaban Kabupaten Tulungagung yang melaju dari Tulungagung menuju Kediri. Benturan yang cukup keras mengakibatkan korban mengalami luka parah dibagian kaki dan kepala hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. 
 
AKP IMRON menambahkan, lokasi kecelakaan merupakan jalan yang minim penerangan jalan dan rawan terjadinya kecelakaan. Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Arga Husada Branggahan Ngadiluwih Kediri. Kasus kecelakaan langsung ditangani Unit Laka Satlantas Polres Kediri.(eko/dip)
31 July 2021
Insiden Laka di Nglegok Blitar, Polisi Tetapkan Sopir Truk Sebagai Tersangka
Radio ANDIKA - Sopir truk ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan yang mengakibatkan satu korban pengendara motor meninggal dunia, di Jalan Raya Penataran Nglegok Kabupaten Blitar. Kecelakaan terjadi Jumat, 30 Juli 2021 sekitar pukul 04.30 WIB.
 
IPDA AHMAD AFANDI S. H. Kanit Laka Satlantas Polres Blitar Kota saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, hasil dari penyelidikan dan pemeriksaan, akhirnya polisi menetapkan sopir truk yang berinisial S sebagai tersangka. Penetapan tersangka tersebut, berdasarkan dari pengakuan sopir truk yang tidak menyalakan lampu hazard ataupun memasang segitiga darurat, dan memakirkan truk dijalan yang tidak aman bagi pengendara lain, saat berhenti dijalan untuk mengganti ban truk.
 
IPDA AHMAD menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan pada truk, kendaraan tersebut masih layak jalan dengan surat-surat yang masih lengkap. Saat ini, tersangka masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut, dan terancam pasal 310 ayat 4 karena kelalaian mengakibatkan orang lain meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas, dengan maksimal 6 tahun penjara.
 
Sebelumnya, seorang pemotor meninggal setelah menabrak truk di Jalan Raya Penataran Desa Nglegok Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Insiden lalu lintas tersebut terjadi pada Jumat, 30 Juli 2021, sekitar jam 04.30 WIB. Motor Honda CBR Nopol AG 4537 QC yang dikendarai SUGENG, menabrak truk Mitsubishi Nopol AG 8671 UH yang sedang parkir di pinggir jalan. Akibat  kecelakaan tersebut, SUGENG mengalami luka berat di kepala dan tidak sadarkan diri. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar untuk mendapatkan penanganan medis. Naas, nyawa SUGENG tak tertolong dan meninggal saat mendapat perawatan medis.(kin/dip)
31 July 2021
Informasi Bantuan Uang 1 Juta Bagi Pemilik Kartu Vaksin, dipastikan HOAX
Radio ANDIKA - Beredar informasi melalui pesan grup WhatsApp, tentang pemberian uang sebesar 1 juta rupiah kepada masyarakat yang sudah memiliki Kartu Vaksinasi. Uang tersebut diberikan kepada warga untuk bantuan kompensasi selama masa PPKM, yang dimulai per tanggal 1 Agustus 2021. Dengan mengecek NIK E-KTP sudah terdaftar, melalui link yang tersedia di pesan tersebut. Pesan grup WhatsApp tersebut juga diterima puluhan pendengar Radio ANDIKA.
 
Dr. Fauzan Adima M. Kes. Kepala Dinkes Kota Kediri saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, informasi tersebut dipastikan adalah HOAX dan dihimbau kepada masyarakat untuk berhenti menyebar luaskan informasi tersebut. Dalam pesan tersebut juga melampirkan link, yang dicurigai akan membahayakan data pemilik dalam perangkat HP ataupun komputer. Masyarakat jangan mempercayai bantuan sosial dalam bentuk apapun, kecuali informasi dari website atau media sosial resmi pemerintah pusat.
 
Dr. Fauzan menambahkan, masyarakat juga jangan tergiur dengan jasa pembuatan kartu vaksin palsu dengan harga murah. Hal itu menyebabkan, pemilik kartu vaksin palsu tersebut akan mendapatkan masalah pemalsuan dokumen saat dilakukan pengecekan. Dikarenakan, pengecekan kartu vaksin dimulai dengan meminta nomor HP dan NIK apakah sudah terdaftar sebagai masyarakat yang sudah mengikuti vaksinasi atau belum.
 
Vaksinasi ini adalah upaya yang dilakukan pemerintah khususnya di wilayah Kota Kediri untuk memutus rantai persebaran Covid-19. Keutamaannya, untuk menambah kekebalan imun dalam tubuh, sehingga bisa mengurangi resiko tertular virus Covid-19.(kin/dip)
31 July 2021
PPKM Darurat,  Kasus Kecelakaan di Trenggalek Turun Hingga 22,2 Persen
Radio ANDIKA - Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, berdampak pada penurunan kasus kecelakaan di Trenggalek. Tercatat, mulai 6 hingga 22 Juli 2021, kasus kecelakaan di Trenggalek turun hingga 22,2 persen. Hal itu disebabkan lantaran mobilitas masyarakat baik yang masuk maupun keluar Kabupaten Trenggalek mengalami penurunan signifikan. 
 
Kanit Laka Lantas Polres Trenggalek IPDA SINGGIH MARSUDI S.H., saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, sebelum diberlakukan PPKM Darurat pada bulan Juni, jumlah kecelakaan 22 kasus. Setelah PPKM di bulan Juli, kecelakaan di Trenggalek turun menjadi 14 kasus. Selain menurunkan angka kecelakaan, kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas juga berkurang drastis. Penurunan mobilitas masyarakat juga dipengaruhi karena adanya pos penyekatan di sejumlah titik seperti pos penyekatan di perbatasan Trenggalek-Ponorogo, Trenggalek-Pacitan dan Trenggalek-Tulungagung.
 
Penyekatan di  titik - titik perbatasan selama PPKM membuat mobilitas masyarakat yang keluar masuk Trenggalek jauh berkurang. IPDA SINGGIH mengatakan, setelah masa PPKM berakhir, pihaknya akan tetap mempertahankan patroli lalu lintas terpadu dan sosialisasi pada masyarakat terutama di sejumlah jalur yang rawan kecelakaan. Selain itu, menurutnya pemadaman lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) mulai pukul 20.00 WIB juga menjadi salah satu faktor yang mampu menurunkan mobilitas masyarakat. (arg/stm)
Page 1 of 1324      1 2 3 >  Last ›