Tutup Lokalisasi, Pemkot Kediri Siapkan Dana Rp 3 Milyar

| More
22 July 2014
kediri_berita.jpg
Kediri (beritajatim.com) - Proses penutupan kawasan prostitusi di bawah Jembatan Semampir Kota Kediri, Jawa Timur terus dirumuskan oleh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) setempat. Berdasarkan hasil rapat terakhir, muspida sepakat untuk menindak tegas para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang kembali beroperasi di kawasan eks lokalisasi tersebut.

Masih hasil rapat muspida, di lokasi bawah Jembatan Semampir tersebut, nantinya hanya untuk rumah tangga saja. Sementara itu, sampai sejauh ini pemkot menghimbau kepada sejumlah satuan kerja untuk ikut mensukseskan penutupan kawasan eks Lokalisasi Semampir.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Agus Wahyudi mengatakan, penegakan aturan akan diterapkan mulai sekarang. Selanjutnya, pemkot akan bergerak cepat untuk merealisasi seluruh proses itu, sesuai rencana yang sudah dibuat.

"Pemkot Kediri sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 milyar untuk peralihan profesi para PSK. Berbagai ketrampilan yang sudah ditawarkan, diantaranya,  ketrampilan menjahit, salon dan lain sebagainya," ujar Agus Wahyudi, Sabtu (19/7/2014).

Sesuai hasil pemetaan permasalahan sebelumnya, masyarakat yang berada di kawasan eks Lokalisasi Semampir meminta ada sertifikasi tanah.  Karena mereka disana hanya menyewa, sedangkan hak milik tanah dan bangunan adalah Pemkot. Tetapi permintaan tersebut tidak disepakati oleh Pemkot Kediri.
 
Sementera itu, Satpol PP Kota Kediri bakal menyiagakan pasukan agar para PSK yang saat ini sudah kembali ke kampung halaman tidak kembali kesana.

A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: parse_str(): Calling parse_str() without the result argument is deprecated

Filename: views/v_newsdet.php

Line Number: 53


Video