Pria Bunuh Diri Tabrak KA di Jombang Diduga Pelaku Pembunuhan di Gresik

| More
25 November 2021
7aaf1f32-729f-47d8-a136-fa0fffb9f6d0.jpg
Radio ANDIKA - Identitas pria yang diduga sengaja menabrakkan diri ke kereta api yang lewat di perlintasan Desa Sembung Kecamatan Perak Kabupaten Jombang pada Rabu sore, 24 November 2021 kini sudah diketahui. Korban berinisial JS, 64 tahun, warga Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Identitas jenazah berhasil terungkap dari hasil sidik jari tim identifikasi Polres Jombang.
 
Wakapolsek Perak Polres Jombang IPTU SUDARSONO saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, JS diduga kuat merupakan pelaku pembunuhan di wilayah Gresik, setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Polres Gresik. JS adalah DPO terduga kasus penusukan kepada istrinya sendiri, TR, 54 tahun dan anaknya ZA, 25 tahun di dalam rumahnya. Dalam kasus itu, TR meninggal, sedangkan anaknya kritis di rumah sakit.  Diduga setelah menghabisi nyawa istrinya, JS melarikan diri ke Jombang lalu bunuh diri.
 
JS diduga menabrakkan dirinya ke kereta Jayakarta jurusan Surabaya-Jakarta yang tengah melintas. Anggota Unitreskrim Polsek Driyorejo Polres Gresik bersama pihak Desa setempat telah mengambil jenazah JS di RSUD Jombang untuk dibawa ke Gresik. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban sengaja bunuh diri dengan menabrakkan diri di kereta api yang melintas. IPTU SUDARSONO mengatakan, korban diketahui pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.
 
Sementara itu Kades Bambe Driyorejo, Gresik MUJIONO saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, peristiwa pembunuhan pertama diketahui oleh tetangga JS, MIRA. Saat itu sekitar jam 05.30 WIB MIRA melihat pintu samping rumah JS terbuka di bagian bawah. Setelah dilihat, ternyata TR sudah meninggal dalam kondisi berlumuran darah sementara ZA terusngkur di depan kamar ibunya dalam kondisi mengenaskan. ZA mengalami luka berat di kepala, rahang, sayatan di kedua tangan dan luka-luka lainnya.
 
MUJIONO mengatakan, peristiwa itu diduga dipicu lantaran masalah ekonomi. JS yang sebelumnya bekerja sebagai security, diketahui sudah di PHK dari perusahaan tempatnya bekerja. Menurut MUJIONO, motif pembunuhan tersebut masih belum diketahui dan dalam penyelidikan polisi. (arg/eko)