Pikun dan Sakit Jiwa Ringan, Lansia asal Kepanjen Ditemukan Meninggal di Sungai Brantas Sumberpucung Malang

| More
25 November 2021
4a6a5ba4-6c04-4319-9798-04a919ecf7bc.jpg
Radio ANDIKA - Sesosok jenazah laki-laki ditemukan di Sungai Brantas tepatnya di Dusun Kecopokan, Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi mengapung di tengah sungai, pada Rabu siang 24 November 2021 sekitar jam 12.00 WIB. Jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mengunjungi keramba yang berada di tengah aliran sungai.
 
Kapolsek Sumberpucung Polres Malang, AKP EFENDI saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, awalnya warga setempat yang bernama MASKUR, 66 tahun melihat ada sesuatu yang mencurigakan dengan posisi mengapung di sebelah kerambanya. Setelah didekati ternyata barang yang mengapung tersebut adalah jenazah laki-laki dengan posisi tengkurap. Setelah mengetahui itu adalah jenazah, MASKUR berusaha menarik jenazah tersebut menggunakan perahunya ke pinggir sungai. Selanjutnya MASKUR bersama perangkat desa melapor ke Polsek Sumberpucung. 
 
Setelah mendapatkan laporan, polisi dibantu tim INAFIS Polres Malang langsung mendatangi TKP dan melakukan identifikasi jenazah.Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, kondisi jenazah yang menggunakan kaos  hitam dan memiliki rambut putih itu sudah sulit dikenali. Dari hasil penyelidikan dan pelacakan sidik jari, akhirnya tim INAFIS Satreskrim Polres Malang dapat menemukan rumus sidik jari yang sesuai dengan identitas korban. Korban diketahui bernama MALEK, 71 tahun, warga Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
 
Menurut keterangan dari keluarganya, MALEK memiliki riwayat sering lupa ingatan dan memiliki riwayat penyakit jiwa ringan sehingga MALEK sering pergi keluar dari rumah tanpa pamit dan tanpa diketahui keluarga. Dari hasil pemeriksaan jenazah korban oleh dokter forensik RSSA Malang, bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh jenazah. Kematian korban murni disebabkan karena mati lemas (tenggelam). (arg/nis)