Satgas Ungkap Penyebab Gelombang Ketiga Covid-19, Masyarakat Diminta Waspada

| More
25 September 2021
a9335d8a-c4ef-4999-8bb4-69b6cd476f8b.jpg
Radio ANDIKA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional, mengungkap penyebab terjadinya gelombang ketiga Covid-19 di sejumlah negara di dunia yang berbeda-beda. Masyarakat diminta waspada, mengingat potensi yang sama bisa juga terjadi di Indonesia. Pada konferensi pers secara virtual penyampaian update penanganan Covid-19, Jumat sore kemarin, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, WIKU ADISASMITO  mengatakan, sedikitnya ada 5 negara di dunia yang kembali mengalami peningkatan kasus Covid-19,  yaitu Singapura, Finlandia,  Inggris, Jepang, dan Amerika Serikat.

Di Singapura, WIKU menyebut cakupan vaksinasi mencapai 79,12% dari populasi warga, namun Covid-19 kembali mengamuk karena rendahnya kedisiplinan terhadap penerapan protokol kesehatan. Singapura sebelumnya sudah menyatakan berdamai dengan Covid dan tidak mewajibkan warganya mengenakan masker. Akibatnya, kini muncul klaster-klaster baru.

Di Finlandia, cakupan vaksinasi dilaporkan mencapai 73,99% dari jumlah warga. Namun masyarakat setempat disebut tidak mengindahkan upaya tracing atau penelusuran yang tetap dilakukan otoritas setempat,  sehingga menghambat upaya penemuan kasus baru dan penanganan secaa cepat. Selain itu di Finlandia kasus kembali meroket karena suporter sepakbola dari Rusia yang masuk tanpa adanya screening secara ketat.

Inggris juga melaporkan kasus Covid-19 kembali melonjak setelah aktifitas sosial ekonomi masyarakatnya kembali berjalan normal, termasuk pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah. Padahal cakupan  vaksinasi di Inggris dilaporkan sudah mencapai 71,28% dari total populasi masyarakat. Sementara di Jepang, kasus Covid-19 dilaporkan kembali meroket pascagelaran Olimpiade dan Paralimpiade. Meski pelaksanaannya sangat terbatas, namun tidak demikian dengan masyarakatnya yang tetap menyaksikannya secara berkerumun di bar atau cafe.

Sementara itu, di Amerika Serikat cakupan vaksinasi dilaporkan sudah menembus angka 63,04%, .Namun, hal itu ternyata tidak mampu menghadang gelombang ketiga Covid-19 lantaran masyarakatnya tak patuh terhadap anjuran penggunaan masker di tempat-tempat umum. Dari semua contoh di atas, dapat disimpulkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan adalah kunci mencegah agar kasus Covid-19 kembali melonjak.

Pada kesempatan yang sama WIKU  juga menjelaskan, dalam menghadapi potensi kemunculan gelombang ketiga, Pemerintah tak hanya meminta masyarakat terus waspada, tapi  juga melakukan sejumlah langkah persiapan. Selain peningkatan cakupan vaksinasi, pelaksanaan tracing, testing, dan treatment terus dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Pemerintah juga memperbaiki manajemen penanganan kasus di rumah sakit, khususnya terkait kesiapan tenaga kesehatan, ketersediaan obat, dan oksigen, yang disebut sudah semakin baik dibandingkan sebelumnya. (shk/arg)