Anjloknya Harga Cabai, Seorang Guru di Kediri Sulap Lahan Cabainya Jadi Tempat Wisata

| More
01 September 2021
1_sept.jpg
Radio ANDIKA - Di tengah anjloknya harga cabai, justru memunculkan peluang baru bagi ABDUL HADI. Lelaki 45 tahun ini menyulap lahan cabai miliknya menjadi tempat wisata. Berawal dari iseng memasarkan melalui media sosial, perlahan banyak pembeli cabai datang dan memetik sendiri di lahan miliknya.
 
ABDUL HADI, warga Kelurahan Banaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri saat ditemui Jurnalis Radio ANDIKA mengatakan, awal Agustus lalu, cabai miliknya sempat panen dengan harga lumayan yaitu 18 ribu rupiah. Tetapi pada panen kedua turun menjadi 9 ribu rupiah. Kondisi itu berlanjut hingga masa panen berikutnya sampai di kisaran 4 ribu rupiah per kilogramnya. Tidak ingin terus merugi, ABDUL HADI memikirkan cara agar cabai miliknya tetap bisa terjual. Melalui media sosial miliknya, lelaki yang berprofesi sebagai guru SDN Pesantren 2 Kota Kediri ini memasarkan wisata petik lombok miliknya. Pembeli bisa langsung datang dan memetik sendiri dengan harga per kilogramnya 5 ribu rupiah. 
 
ABDUL HADI mengaku, belum mendapatkan keuntungan atau bahkan sekedar kembalinya uang modal. Tetapi paling tidak cabai yang ditanamnya tidak rusak sia-sia. Hasil wisata petik lombok miliknya kini bisa menjual sekitar 50 kilogram lebih tiap harinya. Sehingga cukup untuk biaya perawatan. Sambil menunggu dan terus berharap, harga cabai kembali naik. (mld/dip)