Hari Pertama Perpanjangan PPKM Darurat: Positif Harian Turun, Kematian Pecah Rekor

| More
21 July 2021
ppkm2.jpg
Radio ANDIKA - Pemerintah secara resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat hingga 25 Juli mendatang. Di hari pertama perpanjangan, catatan kasus positif harian Covid-19 turun, namun angka kematian mencetak rekor baru.
 
Berdasarkan update data yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Rabu sore tadi, sepanjang hari ini terjadi penambahan 33.772 kasus positif harian, sehingga total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 2.983.830. Dari jumlah itu sebanyak 2.356.553 orang sudah dinyatakan sembuh, sehingga kasus aktif tersisa sebanyak 549.694.
 
Meski catatan kasus positif harian turun, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia melonjak jadi 77.583 orang, atau dengan kata lain sepanjang hari ini saja ada 1.383 kematian, yang itu merupakan rekor baru selama pandemi berlangsung.
 
Juru bicara Kementerian Kesehatan, dr.Siti Nadia Tarmizi, pada konferensi pers secara virtual Rabu sore tadi mengatakan, pada tingkat provinsi belum ada perubahan status di hari pertama perpanjangan PPKM darurat itu. Khusus  di Jawa Timur bahkan disebutkan saat ini ada 30 kota dan kabupaten yang berstatus level IV, bertambah 6 jika dibandingkan data sebelumnya hanya 24 kota dan kabupaten. 6 kota dan kabupaten di Jawa Timur yang naik status dari level III ke level IV adalah Kabupaten Trenggalek, Nganjuk, Lumajang, Kota Probolinggo, Kabupaten Jember dan Bondowoso. 
 
Sementara juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus mau menerapkan disiplin protokol kesehatan, sehingga membantu terjadinya penurunan kasus positif harian. Meski demikian Ia juga menyesalkan masih adanya beberapa daerah yang tidak mengindahkan surat edaran Kementerian Agama dan imbauan Majelis Ulama Indonesia perihal larangan menggelar salat Idul Adha berjamaah di masjid atau tempat terbuka yang mengakibatkan terjadinya kerumunan.
 
Dalam keterangannya Jodi menekankan saat ini tidak ada wilayah di Indonesia yang tidak memiliki resiko terjadinya penularan Covid-19, khususnya varian delta yang disebut dapat menyebar lebih cepat dibandingkan varian virus sebelumnya. Oleh karena itu Ia meminta dalam setiap aktifitas yang dijalankan masyarakat dapat meminimalisir resiko yang ada dengan penerapan disiplin protokol kesehatan. (shk/dip)