Satpol PP Kota Kediri: Bukan PKL Yang Buka Segel di Bantaran Sungai Brantas

| More
12 June 2021
eko_lukmono1.jpg
Radio ANDIKA-Masyarakat yang melintas di sekitar jembatan Brawijaya Kediri mempertanyakan ramainya PKL yang kembali berjualan di bantaran Sungai Brantas. Warga menduga para pedagang telah membuka paksa garis pembatas yang dipasang oleh Satgas beberapa hari sebelumnya.
 
Menanggapi hal ini, Kasatpol PP Kota Kediri EKO LUKMONO saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan  garis pembatas bukan dibuka paksa oleh para PKL melainkan Satgas Covid-19. Hal ini berdasarkan kesepakatan yang dicapai dalam rapat yang digelar di kantor Kelurahan Mojoroto Kota Kediri, Jumat kemarin. Pertemuan dihadiri  PKL dan Satgas Covid yang terdiri Satpol PP, TNI dan Polri. Para PKL yang membuka usaha di bantaran sungai Brantas diberi edukasi mengenai protokol kesehatan. Kemudian mereka membuat pernyataan tertulis untuk menjaga ketertiban selama berjualan, mengedukasi pembeli supaya memakai masker dan menjaga jarak, dan segera membentuk satgas PKL untuk memastikan penerapan prokes di bantaran Sungai Brantas. Karena telah ada kesepakatan dan niat baik dari para PKL, akhirnya Satgas Covid-19 membuka garis pembatas.
 
Sebelumnya, PKL di bantaran Sungai Brantas dikeluhkan warga karena parkir motor pengunjung tidak teratur dan para pembeli tidak melaksanakan protokol kesehatan. Hal ini yang membuat petugas gabungan memasang garis polisi untuk menutup sementara kawasan bantaran sungai Brantas. Akhirnya pihak PKL dikumpulkan dalam pertemuan di Kelurahan Mojoroto untuk memastikan kegiatan usaha atau ekonomi tetap berjalan, namun di sisi lain kesehatan juga harus dijaga. PKL diminta jangan asyik berjualan tapi juga mengedukasi ke pembeli mengenai prokes.
 
EKO LUKMONO menambahkan Satpol PP rutin patroli melakukan pengawasan dan penindakan sekaligus mengedepankan edukasi. Jika PKL melakukan pelanggaran maka terancam dilarang berjualan.(hil/eko/dip)