Modus Pencurian Rumah Ditinggal Tarawih, Dua Residivis di Tulungagung Dilumpuhkan Polisi

| More
06 May 2021
residivis1.jpg
Radio ANDIKA-Polsek Ngantru Tulungagung berhasil meringkus dua pencuri yang kerap menyasar rumah-rumah kosong saat ditinggal pemiliknya tarawih di masjid. Polisi mengamankan KOLIQ, warga Jatisari Kelurahan Pepelegi, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo dan PANJI, warga Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Bahkan pelaku terpaksa dilumpuhkan petugas karena bermaksud melarikan diri.
 
Kapolsek Ngantru Polres Tulungagung AKP PUDJI WIDODO saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, kedua pelaku menggasak sejumlah barang berharga milik WIYONO, warga Dusun Sumputan, Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.
 
Kejadian tersebut bermula pada hari Kamis, 15 April korban yang baru pulang dari sholat tarawih sekitar pukul 19.30 WIB mengetahui rumah sudah dalam keadaan acak–acakan dan sejumlah barang miliknya raib. Pintu belakang rumah korban berada dalam keadaan terbuka dan rusak. Polisi yang melakukan serangkaian penyelidikan akhirnya berhasil meringkus salah satu pelaku, KOLIQ, di Terminal Jombang. Saat tertangkap, KOLIQ mengaku beraksi bersama PANJI, pedagang di Jalan Kapten Kasihin Tulungagung. PANJI ditangkap di tempatnya berjualan.
 
Kapolsek Ngantru mengatakan kedua pelaku merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan di beberapa kota. Dari tangan kedua pelaku, petugas berhasil mengamankan empat unit HP, dua unit sepeda motor masing-masing Honda Vario hitam AG 3319 RBE dan Honda Beat hitam nopol AG 6518 REE, uang tunai Rp500 ribu, satu set perhiasan, tiga buah linggis kecil dan satu tang.
 
Dari hasil pengembangan kedua pelaku, diketahui bahwa KOLIQ dan PANJI juga melakukan tindak pencurian pemberatan dengan modus yang sama di rumah YOSI SANTOSA, warga Desa Mojoagung Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung, Selasa 6 April 2021. Dari rumah tersebut pelaku menggasak perhiasan jenis kalung, cincin, gelang dari Toko Emas Basroni senilai sekira Rp 12 juta, 2 buah Laptop, 2 HP dan uang tunai Rp 15 juta. (arg/adr)