Lintas Jawa Timur

23 October 2018
Begini Kemeriahan Seni Rampak Barong Khas Trenggalek Para Seniman Barong yang tergabung dalam Paguyupan Banteng Krido Kabupaten Trenggalek menggelar acara Rampak Barong dan Senam Goyang Dayung. Acara ini untuk menyambut hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018, sekaligus sebagai aksi galang dana peduli Donggala Palu dan Sigi, Sulawesi.

Rampak Barong ini menempuh jarak kurang lebih 1,5 kilometer. Peserta mengambil start di Jalan Dewi Sartika atau Kantor BNNK Trenggalek lalu finish di Alun-Alun Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini ditonton oleh ribuan warga.

"Rampak barong dan goyang dayung ini dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, sekaligus aksi galang dana peduli bencana Dunggala Palu dan Sigi. Guna membantu dan meringankan beban saudara kita yang terkena musibah," ucap Trimo Dwicahyono, selaku pembina Paguyupan Banteng Krido Trenggalek.

Menurutnya, peserta Rampak Barong berasal dari para Seniman Barong Trenggalek. Totalnya sebanyak 1.263 seniman baik dari Trenggalek maupun luar daerah. Seni Barong sendiri merupakan budaya khas Trenggalek yang terus lestari.

"Antusias masyarakat Trenggalek cukup tinggi dan kami mengucapkan terimakasih yang telah menyumbangkan dana untuk peduli Dunggala Palu dan Sigi. Dari dana bantuan yang terkumpul sekitar Rp 9.227.900," bebernya.

Dana yang terkumpul dari kegiatan penggalangan ini selanjutnya akan diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek. Setelah itu, donasi bakal disumbangkan kepada korban bencana di Sulawesi Tengah.(Nanang Masyhari-Beritajatim.com/jko)
23 October 2018
Cabuli Anak Lelaki, Predator Ditangkap UPPA Polres Tulungagung
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resot Tulungagung, menangkap pelaku tindak asusila homoseksual dengan korban anak anak.

Pelaku predator anak adalah Ronni alias Kabul, warga Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Perbuatan pelaku terbongkar berdasarkan pengakuan warga yang curiga dengan perilaku menyimpangnya, karena sering mengajak anak laki-laki dibawah umur untuk diajak kencan.

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar, menjelasnkan, dengan modus memberi uang sebesar Rp 100 ribu  dan memberikan kopi gratis, kemudian pelaku mengajak korban kedalam rumahnya dan mencabulinya.

"Dalam aksi cabulnya, Ronni menciumi pipi kanan kiri korban kemudian bibir serta oral sex dengan cara kemaluan korban di masukkan ke dalam mulut tersangka," terang AKP Tofik Sukendar.

Dari pengakuan tersangka, ia telah telah mencabuli 3 anak dibawah umur. Namun tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah, saat ini polisi masih mengembangkan kasus asusila ini.

Kini selain pelaku beserta barang bukti berupa celana dalam, baju dan sprei digunakan pelaku dimanakan di Mapolres Tulungagung.

Pelaku dijerat pasal 82 Juncto Pasal 76 E UURI NO 17 Tahun 2016 juncto UURI NO 35 tahun 2014 juncto UURI no 23 th 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(Agus Bondan , Muhammad Imron Danu-Pojokpitu.com/jko)
23 October 2018
 Pembobol ATM BCA di Minimarket Trowulan Mojokerto Gondol Rp 673 Juta, Polisi Curigai Pelaku  . . .

Komplotan pembobol mesin ATM BCA di dalam minimarket Jalan Raya Trowulan, Desa Watesumpak, Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (20/10) pukul 00.28 diketahui masuk dengan cara menjebol atap dan plafon.

Mereka berhasil menggasak uang tunai senilai Rp. 673,7 juta. Padahal mesin ATM milik Bank BCA itu baru diisi penuh pada Jumat (19/10) sore dengan uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu senilai Rp 920 juta.

Polisi mencurigai bahwa pelaku pernah berbelanja di minimarket tersebut.
 

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery  mengungkapkan, tersangka diduga sebelumnya berbelanja di minimarket tersebut. Sebab, mereka tahu persis posisi lemari pendingin minuman yang dijadikan pijakan.

"Kemungkinan bisa saja seperti itu (pernah berbelanja di minimarket) karena tahu posisi ATM dan lemari es," katanya, Senin (22/10/2018).

Pelaku melancarkan aksinya ketika minimarket telah tutup sekitar pukul 22.00 WIB.

Mereka masuk melalui rumah kosong yang berada di samping kiri minimarket. Terkait kendaraan yang digunakan pelaku, Fery masih belum dapat memastikan. Pasalnya, tak ada kamera CCTV yang mengarah langsung ke jalan atau rumah kosong.
 

Di sisi lain, para tersangka juga menyemprotkan cat ke sejumlah CCTV. Dari delapan CCTV ada enam yang disemprot cat oleh terasangka. Dua CCTV itu menyorot ruang gudang dan depan minimarket.

"Di rumah kosong kami mendapati ada bekas kaki di tembok. Untuk kendaraan yang digunakan pelaku kami belum dapat memastikan," terangnya.

Demikian halnya terkait Jenis kelamin dua pelaku Fery juga belum memastikan.
 

"Kalau kelamin tidak tahu pastinya. Karena wajahnya tertutup, tetapi dilihat dari cctv, sepertinya laki-laki," terangnya.

Fery menambahkan, pembobolan ATM menggunakan las merupakan kasus pertama di Mojokerto. Kasus ini masih dalam penyelidikan Polres Mojokerto.

"Kasus ini baru sekali terjadi di Mojokerto. Untuk pelaku belum diketahui berasal dari kelompok mana," pungkasnya.
 

Peristiwa ini pertama kali diketahui pegawai minimarket pada keesokan harinya sekira pukul 08.00. Sesaat minimarket buka pegawai ini  terkejut melihat ATM BCA rusak.

Kemudian, pegawai tersebut melaporkan aksi pencurian ke Polsek Trowulan. Petugas langsung merespons dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Di tempat kejadian petugas kepolisian menemukan sebuah kacamata warna hitam yang diduga dipakai pelaku saat mengelas kotak uang di mesin ATM.

Selain itu polisi menemukan sebuah botol berisi air minum yang diduga untuk mendinginkan alat las.(Danendra Kusumawardana-Surya.co.id/jko)


 

 



 

 



 

 


 

22 October 2018
Gus Sholah: Saya Belum Menentukan Pilihan
Pengasuh pondok pesantren Jombang KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah menegaskan bahwa dirinya belum menentukan pilihan terkait pilpres 2019. Alasannya, hal tersebut masih terlalu pagi.

"Masih terlalu pagi untuk menentukan pilihan. Karena saya belum tahu apa yang akan dikerjakan oleh masing-masing calon. Saya tidak akan memihak," kata adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

"Bahwa saya punya pilihan itu iya. Saya tidak akan golput. Tapi pilihan tersebut tidak harus disampaikan ke publik," katanya menambahkan.

Gus Sholah juga menandaskan bahwa diterimanya Prabowo-Sandi di Tebuireng tidak ada kaitannya dukung mendukung dalam pilpres. Pasalnya, mereka datang untuk silaturahmi.

"Siapa pun yang datang ke Tebuireng untuk silaturahmi kita terima. Ketika Pak Jokowi atau Kiai Ma'ruf ke Tebuireng juga kita terima. Karena dua pasangan calon merupakan putra terbaik bangsa," ujar Gus Sholah.

Sebelumnya, pasangan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersilaturahmi ke pesantren Tebuireng. Kedatangan mereka bersama rombongan disambut hangat oleh Gus Sholah.

Selain melakukan pertemuan, rombongan Prabowo juga melakukan ziarah ke makam Hadratus Syaikh Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim, serta KH Abdurrahman Wahid.

Usai dari Tebuireng, Prabowo memipin apel Hari Santri Nasional di lapangan parkir makam Gus Dur. Capres nomor urut 2 ini juga memberangkatkan peserta napak tilas kebangsaan resolusi jihad.(Yusuf Wibisono-Beritajatim.com/jko)
22 October 2018
 Cafe Milik Pelaku Pencabulan Bocah 14 Tahun di Tulungagung Sering Diprotes Warga, Ini Sebabnya

Polisi telah menangkap pemilik Cafe Cendana di Dusun Pasir, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Rony (45) alias Kabul karena pencabulan sesama jenis terhadap Tono (14), nama samaran.

Menurut ketua RT setempat, Badelan, selama ini Rony jarang bergaul.

Selain itu keberadaan Cafe Cendana milik Rony juga membuat resah warga dan kerap diprotes.
 

"Cafenya sering ribut, bukanya sampai dini hari, knalpot pengunjung sering membuat warga terganggu," ujar Badelan, saat menjadi saksi pemasangan garis polisi di Cafe Cendana, Senin (22/10/2018).

Bukan itu saja, di cafe ini juga sering terjadi keributan sesama pengunjung.

Perkelahian antar pengunjung ini yang membuat warga sekitar tidak nyaman.

Mereka menilai Cafe Cendana telah membuat suasana lingkungan tidak aman.

"Kalau kami maunya, asal semua aman-aman saja," tambah Badelan.

Biasanya Badelan yang menegur Rony. Namun hanya sehari suasana Cafe berubah menjadi kondusif.

Keesokan harinya suasana hingar bingar kembali dipertontonkan.
 

Hal itu terus berlangsung selama lima tahun, sejak cafe ini pertama beroperasi.

"Rata-rata pengunjungnya berasal dari luar wilayah Sumbergempol," ungkap Badelan.

Warga juga pernah mengumpulkan tanda tangan penolakan aktivitas Cafe Cendana.

Namun penolakan itu tidak pernah digubris Rony.

"Dia selalu bilang, rumah saya sendiri mau apa?" ujar Badelan menirukan Rony.(David Yohanes-Surya.co.id/jko)



 

 



 

 



 

 
22 October 2018
Polisi Ajak Santri Kediri Perangi Hoax dan Intoleransi
Kepolisian Resor Kota Kediri meminta santri berperan aktif memerangi hoax dan intoleransi yang berkembang saat ini. Dalam Peringatan Hari Santri 2018 di Kediri, polisi mengajak dan menjadikan santri sebagai agen perubahan.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Hariyadi mengatakan, dalam momentum peringatan hari santri, para santri dapat menjadi agen perubahan dalam hal positif. Utamanya melawan dan menangkal kabar hoax, intoleransi terhadap keberagaman budaya, keyakinan maupun SARA.

"Saya berharap para santri bisa menjadi agen perubahan dan menjadi bagian dari usaha polisi dalam melawan hoax, intoleransi maupun faham radikal yang berkaitan dengan SARA," kata Anthon usai memimpin apel pasukan petingati Hari Santri di Mapolres Kediri Kota, Jalan KDP Slamet, Senin (22/10/2018).
 
Menurut Anton, santri sangat bisa berperan aktif dalam memerangi hoax, intoleransi, SARA maupun paham radikal. Karena santri bisa bergerak disemua lini masyarakat.

"Santri sangat bisa masuk ke lini masyarakat. Bersama Babinkamtibmas kita butuh dukungan para santri," pungkasnya.

Sementara itu ada yang unik dalam upacara apel pasukan petingatan Hari Santri di Mapolres Kediri Kota. Seluruh polisi yang bertugas tidak menggunakan topi selayaknya polisi. Mereka memakai peci atau kopiah yang biasa digunakan santri dalam kesehariannya.

Tak hanya apel pasukan Polres Kediri Kota bersama TNI, Dandim 0809 Kediri Letkol Dwi Agung juga ikut dalam upacara Hari Santri di lapangan Ponpes Lirboyo Kediri. Sekitar 1.000 orang santri ikut hadir dan memeriahkan Hari Santri 2018.

Ketua PC NU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abdul Jalil atau yang akrab disapa Gus Ab, mengaku ikut mengapresiasi ajakan dan antusias TNI-Polri peringati hari santri. Sejumlah atraksi juga ditampilkan. Mulai dari pencak silat, drum band dan paduan suara santri Ponpes Lirboyo Kediri.

"Alhamdulillah, TNI-Polri dan santri merupakan bagian dari saksi sejarah perjuangan bangsa, dan saat ini tantangan bangsa adalah Hoax dan intoleransi serta radikalisme, kami bersma santri siap memerangai hoax," tegas Gus Ab.(Andhika Dwi - detikNews/jko)
22 October 2018
Pembacaan 1 Miliar Salawat Nariyah di Ponpes Lirboyo Kediri
PBNU menggelar pembacaan satu miliar Salawat Nariyah secara serentak dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional ke-4. Pembacaan Salawat Nariyah ini dipusatkan di Aula Al Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Minggu, (21/10/2018) Malam.

Sekitar 3.000 orang lebih santri dilibatkan dalam pembacaan sholawat ini. Mereka dari semua pondok pesantren se Kota Kediri yang didominasi oleh santri dari Pondok Pesantren Lirboyo.

Pengasuh pondok pesantren Al -Mahrusiyah, Kota Kediri, KH. Reza Ahmad Zahid LC MA  atau yang akrab disapa Gus Reza  mengatakan, pembacaan Salawat Nariyah dimaksudkan untuk mengharap berkah sekaligus memohon pertolongan kepada Allah agar bangsa Indonesia selamat dari ancaman apapun.
Selain itu agar warga masyarakat Kediri pada khususnya dan Indonesia pada umumnya senantiasa hidup damai berdampingan dan semoga menjadi apa yang disebut sebagai Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur.

"Mari kita mengenang dan mendoakan para pahlawan dan para ulama yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia," ajak Gus Reza.

Ketua PCNU Kota Kediri, KH. Abu Bakar Abdul Jalil atau yang akrab disapa Gus Ab menuturkan sholawat nariyah yang hari ini dibaca di aula Pondok Pesantren Lirboyo ini adalah rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari santri 2018.

"Dalam rangkaian perayaan hari santri 2018, kemarin diawali dengan sepak bola api, lalu dilanjutkan dengan seminar diskusi hari santri, dan hari ini yang ketiga kali pembacaan 1 milyar Sholawat Nariyah yang diikuti oleh kurang lebih sekitar 3.000 Santri perwakilan dari semua pondok pesantren se kota Kediri yang didominasi oleh santri dari Pondok Pesantren Lirboyo," terang Gus Ab.

Hadir dalam kegiatan malam ini, Pengasuh ponpes Al-Amin Kota Kediri (KH. M. Anwar Iskandar/Gus War), Ketua PCNU Kota Kediri (KH. Abu Bakar Abdul Djalil/Gus Ab), Ketua MUI Kota Kediri (KH Abdullah Kafabihi Mahrus), Pengasuh ponpes Al-Mahrusiyah Kota Kediri (KH Reza Ahmad Zahid, L.C, M.A (Gus Reza), KH An'im Falahudin Makhrus, KH Ahmad Zamzami Makhrus, KH Abd Hamid Abd Qodir, KH Oing Abd Muid, Gus Sholahudin Faturohman, Kapolres Kediri Kota (AKBP Anthon Haryadi, S.I.K, M.H ), Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kota Kediri Nur Muhyar.(Nanang Masyhari-Beritajatim.com/jko)
22 October 2018
Hut ke193, Klenteng Eng An Kiong Gelar Kirab Budaya
Memperingati HUT klenteng ke 193 tahun , Klenteng Eng An Kiong kembali menggelar kirab ritual budaya. Kegiatan kirab budaya ini diikuti puluhan klenteng yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali.

Kirab budaya dimulai dari di Klenteng Eng An Kiong di Jalan Laksamana Martadinata Kota Malang. Kirab dengan mengelilingi jalanan di tengah Kota Malang. menampilkan seni barongsai , mengusung dewa-dewi dengan tandu yang duduk di singgasana.

Menurut Humas Klenteng Eng An Kiong, Bonsu Anton, kirab budaya ini merupakan perpaduan antara budaya dan religi. Tradisi ritual kirab budaya diselenggarakan oleh Klenteng Eng An Kiong 3 tahun sekali, dan sudah dimulai sejak tahun 1.825, atau tepat sejak berdirinya klenteng.(Ali Makhrus-Pojokpitu.com/jko)
22 October 2018
Saat Nyawa Satu Keluarga Melayang di Perlintasan Sebidang
Tiga nyawa melayang saat sebuah mobil Mitsubishi Pajero tertabrak kereta api di perlintasan Pagesangan, Jambangan, Surabaya. Korban merupakan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak.

Peristiwa pada Minggu (21/10) sekitar pukul 14.00 WIB itu berawal saat Gatot Sugeng Priyadi (54) berkendara bersama istri, Indah Widyastuti (45) dan anaknya, Gilang Reswara Ilham Wicaksana (11), di dalam mobil Pajero.

Mobil bernopol W 1165 YV itu melaju dari arah timur ke barat saat melewati kawasan Pagesangan. Namun saat melewati sebuah perlintasan, mobil berwarna hitam itu mendadak berhenti.

Seorang saksi mata Danang Wijoyo (16) yang kebetulan juga akan melintas menuturkan, mobil memang tepat di tengah perlintasan. Kemudian disambar kereta. Mobil sempat menghantam tiang listrik dan kemudian terpental sekitar 20 meter.

"Saya persis di depan mobil itu. Karena saya mau ke arah Jambangan (barat). Saya lihat mobil memang tidak bergerak. Mesinnya seperti mati di tengah rel," tutur Danang kepada detikcom, Minggu (21/10/2018).

Tabrakan keras lalu tak terhindarkan. SUV itu terpelanting hingga terguling sebelum berhenti sendiri. Warga awalnya takut untuk mendekat demi menghindaari ledakan karena mesin mobil masih menyala. Setelah dipastikan aman, warga segera melakukan evakuasi.

Mobil terlihat hancur diterjang kereta Sri Tanjung yang berangkat dari Stasiun Wonokromo tersebut. Bagian kiri dan depan mobil ringsek. Warga juga mengembalikan mobil ke posisi semula.

Perlintasan yang dilewati mobil tersebut memang merupakan perlintasan sebidang. Perlintasan itu dijaga secara tidak resmi oleh warga setempat. Peralatan pengaman yang ada di perlintasan adalah palang pintu yang difungsikan secara manual dan lampu sirene.(Imam Wahyudiyanta - detikNews/jko)
19 October 2018
 Jalan Merdeka Kota Blitar akan 'Disulap' Jadi Sentra Kuliner Malam, Seperti Ini Konsepnya

Pemkot Blitar akan menyulap Jl Merdeka sisi utara menjadi sentral kuliner pada malam hari.

Sejumlah kuliner khas Kota Blitar seperti nasi pecel, jajanan pasar, dan es pleret, akan dijajakan di sepanjang Jl Merdeka sisi utara pada malam hari.

"Kami ingin menghidupkan suasana malam di Kota Blitar. Rencananya, kami akan membuat sentral kuliner khas Kota Blitar di Jl Merdeka pada malam hari," kata Wakil Wali Kota Blitar, Santoso, Jumat (19/10/2018).
 

Santoso mengatakan konsep sentral kuliner malam di Jl Merdeka masih dibahas.

Sesuai rencana, lokasi yang digunakan sebagai sentral kuliner di Jl Merdeka sisi utara.

Para pedagang mulai berjualan sekitar pukul 20.00 WIB setelah pertokoan di kawasan itu tutup.
 

"Konsep berjualannya pakai tenda di pinggir jalan atau lesehan di trotoar masih kami bahas. Sistemnya tetap bongkar pasang, setelah tutup kondisi harus kembali bersih," ujar Santoso.

Sentral kuliner malam itu untuk meramaikan suasana malam di Kota Blitar.

Selama ini, jarang ada penjual makanan yang bertahan sampai larut malam di Kota Blitar.

Pada malam hari, suasana di Kota Blitar terlihat sepi.
 

Pemkot Blitar memilih Jl Merdeka sebagai tempat kuliner malam, karena lokasinya di tengah kota.
Selain itu, Jl Merdeka berdekatan dengan Alun-alun dan Taman Pecut.

Harapannya, masyarakat yang berkunjung ke Alun-alun atau Taman Pecut bisa mampir mencicipi kuliner khas Kota Blitar di Jl Merdeka.

"Apalagi, sekarang juga sudah dibuka mal di Jl Merdeka. Jadi bisa satu paket, masyarakat selesai dari mal, bisa mampir jalan-jalan di Alun-alun dan Taman Pecut. Setelah itu, mereka bisa mencari makan dan minum di sentral kuliner malam," katanya.
 

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Pande Ketut Suryadi mengatakan Taman Pecut memang dikonsep untuk wisata malam di Kota Blitar.

Yang menjadi andalan di taman itu, yaitu, air mancur menari. Air mancur menari hanya dinyalakan tiap Sabtu malam.

"Setiap malam minggu, pengunjung di Taman Pecut selalu membeludak. Kalau ada sentral kuliner malam pastinya akan ikut ramai," katanya.
 

Saat ini, DLH sedang menambah fasilitas penunjang untuk pengunjung di Taman Pecut dan Alun-alun.
DLH membangun taman dan tempat duduk di Alun-alun sisi selatan atau di seberang Taman Pecut.
Tempat duduk ini untuk fasilitas pengunjung saat melihat air mancur menari di Taman Pecut.

"Sekarang sudah proses pembangunan, akhir tahun ini targetnya selesai. Nanti, pengunjung bisa duduk santai melihat air mancur menari dari Alun-alun," katanya.(Samsul Hadi-Surya.co.id/jko)



 

 



 

 
Page 1 of 833      1 2 3 >  Last ›