Lintas Jawa Timur

10 December 2018
Mahasiswa Lamongan Tuntut Kejari Usut Tuntas Kasus Korupsi
Puluhan mahasiswa berbagai elemen di Lamongan geruduk kantor kejari Jalan Veteran. Puluhan mahasiswa ini mempertanyakan sejumlah kasus korupsi yang dinilai belum ada kejelasan hingga kini.

Dengan melakukan longmarch, puluhan mahasiswa orasi bergantian. Mereka juga membentangkan spanduk berisi tuntutan. Di antaranya, "Tuntutan kami jelas, kami mempertanyakan 8 kasus dugaan korupsi yang ditangani oleh Kejari Lamongan karena seolah Kejari Lambat menangani," terang salah satu korlap aksi, Fahmi Fikri dalam orasinya, Senin (10/12/2018).

Bahkan, menurut Fahmi Fikri, ada juga putusan kasus dugaan korupsi yang sudah berjalan bertahun-tahun tapi belum juga ada keputusan tetap atau inkracht.
 
"Begitu ada pergantian pejabat di kejaksaan, seolah kasus yang sudah masuk lama itu tidak ditangani," kata Fahmi Fikri yang juga ketua PMII Lamongan ini.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lamongan ini mengusung 8 poin kasus dugaan korupsi yang hingga kini masuk penanganan Kejari Lamongan. Salah satunya kasus perjalanan dinas DPRD Lamongan.

Mahasiswa juga mengultimatum Kejari Lamongan agar tahun 2019 ada perbaikan kinerja. "Jika ke depan tahun2019 setelah para mahasiswa demo dan kejaksaan tidak ada perbaikan, kita akan demo lagi mempertanyakan 8 poin kasus yang kami bawa ke Kejaksaan ini," tandas Fahmi.

Sementara Kepala Kejari Lamongan, Diah Yuliastuti mengapresiasi dukungan mahasiswa dalam upaya penegakan hukum. Diah memastikan siap memproses secara hukum jika ada laporan pengaduan dan data.

"Silahkan kalau memang ada data, masukkan. Kami pastikan akan kami proses kalau ada laporan pengaduan dan data," jelas kajari.

Sementara Kasi Pidsus Yugo Susandi merespon apa yang dipertanyakan dan menjadi materi orasi dengan meminta dukungan data. "Kalau memang ada data, kami akan memproses," kata Yugo meminta dukungan.

Aksi mahasiswa ini juga dijaga ketat anggota Polres Lamongan yang juga mengerahkan para polisi wanita. Massa pun membubarkan diri setelah melakukan aksi sekitar 2 jam dan ditemui pihak kejari.(Eko Sudjarwo - detikNews/jko)
10 December 2018
Universitas Brawijaya Pertahankan Akreditasi A
Berdasarkan keputusan BAN-PT No. 328/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2018. Universitas Brawijaya Malang dinyatakan mendapatkan peringkat terakreditasi A. Sertifikat ini berlaku selama lima tahun sejak tanggal 4 Desember 2018 sampai dengan 4 Desember 2023.

\"Nilai batas untuk mendapat akreditasi A adalah 361 keatas. Hal ini berarti dari sisi nilai UB sudah dinyatakan layak, namun masih banyak yang harus kita kerjakan dan perbaiki terutama dari segi SDM,\" kata Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) UB Ir. Achmad Wicaksono,M.Eng.,Ph.D, Senin (10/12/2018).

Dia mengatakan, pengembangan SDM dan percepatan jabatan dosen merupakan hal yang perlu diperbaiki. Beberapa dosen harus didorong untuk mempercepat pengurusan kepangkatan dan melanjutkan jenjang pendidikan S3.

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) menerapkan standar bahwa sebuah perguruan tinggi setidaknya mempunyai 50 persen dosen S3, namun dosen S3 di UB masih sekitar 36 persen.

\"Sedangkan untuk dosen berpangkat lektor kepala di UB baru mencapai hamper 18 persen. Ini masih sangat kurang sekali karena BAN PT menerapkan standar sebuah perguruan tinggi mempunyai nilai minimal 50 persen dosen berpangkat lektor kepala,\" ujarnya.

Sementara, di bidang tata kelola dan standar penjaminan mutu, UB sudah bagus dan menjadi tolok ukur nasional karena dinilai oleh BAN PT sudah cukup bagus.

Akreditasi UB sendiri akan habis masa berlakunya pada akhir Januari 2019. UB kemudian menyusun dokumen borang akreditasi dan evaluasi diri sejak satu tahun yang lalu dan mengirimkannya pada pertengahan Juli lalu.

Kemudian BAN-PT telah melakukan Asesmen Lapang (Visitasi) Akreditasi UB dengan mengirimkan tujuh asesor ke UB. Ketujuh asesor tersebut adalah Dr. Ir. Suhanan, DEA dari Universitas Gadjah Mada (Ketua Tim), Prof. Dr. Zulkifli Dahlan, M.Si., DEA dari Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. HM. Arfin Hamid, S.H., M.H dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Nadra, M.S dari Universitas Andalas, Prof. Norma Afiati, M.Sc., Ph.D dari Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ahmad Rodoni, M.M dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, dan Dr. Dra. Dewi Susanna, M.Kes dari Universitas Indonesia.

Sementara itu, Ketua Pusat Jaminan Mutu (PJM) UB  Dr. Shinta Hadiyantina, S.H., M.H berharap UB bisa  mempertahankan prestasi tersebut dengan menekankan pada outcame based education untuk menyiapkan revolusi industri 4.0.

\"Sebagai anggota tim penjaminan mutu, saya merasa penjaminan mutu proses Tridharma PT dan Kerjasama di UB masih perlu pembenahan di sana sini. Banyak indikator utama yang capaiannya perlu ditingkatkan,\" katanya.

Sedangkan, Rektor UB Prof Nuhfil mengatakan setelah mendapat akreditasi A, UB akan mengejar akreditasi internasional. Menurutnya Raihan akreditasi yang diperoleh UB saat ini semakin menunjukkan kredibilitas perguruan tinggi di mata publik.

\"Selain itu, akreditasi merupakan hal penting terutama bagi alumni. Hal ini berpengaruh terhadap kesempatan seorang Alumni dalam mencari lapangan pekerjaan saat ini,\" tandasnya.(Lucky Aditya Ramadhan-Beritajatim.com/jko)
10 December 2018
 Desainer Nasional Didiet Maulana & Leny Agustin akan Ramaikan Dhoho Fashion Street 2018 Kota Kediri

Pemerintah Kota Kediri kembali menggelar Dhoho Fashion Street 2018. Kegiatan yang bakal berlangsung di Taman Sekartaji, Kota Kediri, Kamis (13/12/2018), ini nanti akan mengundang desainer nasional Didiet Maulana dan Lenny Agustin.

Even tahunan Dhoho Fashion Street Pemerintah Kota Kediri ini memadukan fashion show jalanan di area terbuka dengan mengundang desainer busana nasional Didiet Maulana dan Lenny Agustin.

Dhoho Fashion Street Pemerintah Kota Kediri tahun ini mengusung tema Warisan Agung Panji Sekartaji. Panji Sekartaji merupakan epos yang lahir pada masa kejayaan Kerajaan Kadiri dengan ibukota Dhaha (saat ini diambil nama Jl Dhoho). Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji merupakan tokoh utama dalam epos ini.
 

Dua desainer Didiet Maulana dan Lenny Agustin menafsirkan kisah tersebut melalui busana rancangan mereka di Dhoho Fashion Street 2018 Kota Kediri nanti.

Didiet Maulana akan menampilkan busana berbahan tenun ikat yang merupakan produk unggulan Kota Kediri.

Sedangkan Lenny Agustin akan menampilkan busana berbahan batik karya perajin Kota Kediri. Masing-masing desainer akan menampilkan 24 karya.

Sementara talenta desainer lokal Kota Kediri juga ikut memeriahkan Dhoho Fashion Street 2018 antara lain Desty Rachmaning, Ahmad Qosim, Numansa, dan SMKN 3 Kota Kediri.

Ketua Dewan Kerajian Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar, menjelaskan even Dhoho Fashion Street 2018 ini bagian dari upaya mengangkat nilai tenun ikat Kota Kediri.

Konsep Warisan Agung Panji Sekartaji adalah bagian dari konten marketing.

"Kami percaya pemasaran modern saat ini adalah membangun cerita dibalik sebuah produk atau story-telling” kata Ferry Silviana Abu Bakar, Senin (10/12/2018).

Dengan mengundang perancang busana berkelas nasional, kami berharap bisa mengangkat kepercayaan diri desainer lokal dan mengajak mereka berkolaborasi dan berbagi pengalaman.

Sementara Abdul Hakim Bafagih, Direktur Kediri Creative City Forum memberikan apresiasi agar pemerintah tidak hanya fokus pada upaya peningkatan kapasitas produksi produk UMKM.

"Dengan even seperti Dhoho Fashion Street 2018 ini, kami berharap nilai jual produk tenun ikat Kota Kediri bisa meningkat,” ungkapnya.

Dijelaskan, dengan mengundang desainer Didiet Maulana dengan brand Ikat Indonesia.

Deasainer ini telah melanglang buana di industri fashion dunia, begitu juga Lenny Agustin.

"Semoga ke depan kolaborasi ini bisa mengundang nama besar di industri fashion lainnya,” tambahnya.

Tenun Ikat khas Kediri telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.

Pada mulanya yang mempelopori industri tenun ikat di Kota Kediri kebanyakan pada pendatang Tionghoa.

Setelah sempat mengalami masa-masa keemasan, pada tahun 1985 ketika alat tenun mesin masuk ke Indonesia, seketika kejayaan tenun ikat ini surut, sebab tidak bisa bersaing dengan alat tenun modern yang menawarkan harga kain menjadi sangat murah.

Namun, alat tenun mesin bukan lantas tidak mempunyai kelemahan, karena hanya bisa menghasilkan kain bermotif kotak-kotak.

Keragaman motif yang dimiliki oleh alat tenun bukan mesin (ATBM) menjadi keunggulan yang tidak bisa ditiru oleh mesin.
 

Perajin tenun ikat Kota Kediri mulai bangkit dengan memproduksi tenun ikat berbagai motif yang bervariasi diantaranya motif ceplok, kawung, tirto tirjo, kuncup, es lilin, bunga, gelombang air, dan beberapa motif abstrak lainnya.

Kini, banyak motif makin berkembang hingga ke rupa kontemporer.

Kelurahan Bandar Kidul menjadi sentra produksi tenun ikat Kota Kediri dengan 11 pengusaha tenun yang menyerap setidaknya 500 pekerja.(Didik Mashudi-Surya.co.id/jko)


 

10 December 2018
Srikandi Pemimpin Baru Kota Mojokerto Hari Ini Dilantik
Warga Kota Mojokerto bakal resmi memiliki pemimpin baru, Senin (10/12). Wali Kota Ika Puspitasari dan Wakil Wali Kota Ahmad Rizal Zakaria akan dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

"Bismillah, ini amanah yang berat, mohon dukungannya agar Kota Mojokerto bisa terus berkembang dengan warga yang semakin sejahtera," ujar Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari, Minggu (9/12).

Wanita berusia 39 tahun itu mengaku sudah mengantongi sejumlah isu kota yang akan dia tangani dengan cepat. Mulai dari isu infrastruktur, administrasi kependudukan, reformasi birokrasi, ekonomi kerakyatan, pendidikan, pariwisata, hingga pengembangan Kota Mojokerto ke depan dari berbagai sisi.

Karena itu, begitu tongkat komando diserahkan, Ning Ita bakal langsung setel kencang.

Sejak resmi dinyatakan sebagai pemenang Pilkada Kota Mojokerto sesuai hasil Rapat Pleno Terbuka KPU Kota Mojokerto pada 24 Juli 2018 lalu, Ita mengaku terus bergerak dan bertemu masyarakat untuk mempertajam rumusan langkah dalam membangun daerah tersebut.

Dia rutin bersilaturahim dengan tokoh dan warga untuk menjaring masukan. Hal itu dia jalankan untuk menerapkan pendekatan pembangunan berbasis partisipasi yang bakal dilakoninya dalam lima tahun ke depan.

"Kota Mojokerto ke depan adalah kota yang mengusung semangat kebangkitan masa keemasan Majapahit. Majapahit bukan hanya Pulau Jawa. Bukan hanya Indonesia, tapi Nusantara. Menjangkau hingga lebih dari sepertiga wilayah Asia Tenggara. Kebesaran tersebut menginspirasi mimpi kita untuk Kota Mojokerto di masa depan," ujar alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tersebut.

"Kota Mojokerto memang secara geografis berukuran kecil, tapi kami punya semangat yang besar seperti semangat kebesaran Majapahit," imbuh Ita yang merupakan aktivis Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Mojokerto Choirul Anwar mengatakan, pelantikan tersebut menandai bahwa secara resmi Kota Mojokerto memiliki pemimpin baru. Usai dilantik di Surabaya, wali kota dan wakilnya langsung kembali ke Kota Mojokerto untuk menjalankan langkah-langkah pertama. "Mereka ingin langsung bekerja untuk rakyat. Tak ingin menunda-nunda lagi," katanya.

"Selama ini kami sudah beberapa kali berdiskusi dengan beliau. Ibu Wali Kota mempunyai pemahaman yang komprehensif tentang permasalahan dan solusi untuk membawa Kota Mojokerto lebih baik. Beliau mengajak kita semua untuk maju melangkah dan berbenah demi kota tercinta ini," pungkas Anwar.(adk/jpnn/pul-Pojokpitu.com/jko)
10 December 2018
Korban Keracunan Aqiqah di Nganjuk Capai 156 Orang
Jumlah korban keracunan massal yang menimpa warga Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk seusai hajatan aqiqah tercatat mencapai 156 orang. Dari angka itu, sebanyak 106 harus menjalani opname dan sisanya hanya rawat jalan.

"Data terakhir jumlah korban keracunan mencapai 156 orang. Dari 156 korban keracunan itu, 106 opname dan sisanya langsung pulang rawat jalan," terang Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta kepada wartawan, Minggu (9/12/2018) malam.

Namun untuk perkembangannya, saat ini masih ada 76 korban yang menjalani opname di RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara serta RSI Nganjuk. Selain di RS, sebagian korban ada yang dirawat di puskesmas, yaitu Puskesmas Ngetos dan Puskesmas Berbek.
 
"Data real masih ada 76 korban yang rawat inap dan lainnya sudah dipulangkan," tambah Dewa.

Dewa menegaskan, saat ini polisi masih menyelidiki penyebab keracunan massal yang menimpa warga Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk tersebut. Empat sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah diambil Polda Jawa Timur dari pemilik hajatan untuk dilakukan pemeriksaan.

Diberitakan sebelumnya, pada Kamis (6/12) lalu, 150 nasi kotak diantarkan pemilik hajatan saat acara aqiqah anaknya ke rumah tetangga di Dusun Sumberbendo.

Namun pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB, beberapa warga mulai merasakan mual dan muntah. Korban keracunan dari berbagai usia, mulai anak-anak, orang dewasa hingga lansia.(Sugeng Harianto - detikNews/jko)
10 December 2018
 Libur Panjang Natal dan Tahun Baru, Simpang Mengkreng Kediri Bebas Macet

Kemacetan lalu lintas yang biasa terjadi di Simpang Mengkreng, Kediri, akan teratasi pada libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019.

Sebab pemerintah bakal membuka ruas Tol Kertosono-Wilangan secara fungsional sekitar sepekan sebelum Natal.

Hingga pertengahan pekan lalu, progres pembangunan ruas tol itu mencapai 94 persen.

Pengerjaan jalan bebas hambatan dua jalur sepanjang 38 kilometer (km) sudah rampung dan siap dilalui kendaraan.

Lapisan atas jalan seluruhnya berupa pengerasan kaku beton semen (rigid pavement).

Meski berdasarkan pantauan SURYA.co.id di lokasi masih banyak fasilitas yang belum rampung tergarap.

Antara lain, di sepanjang ruas tol itu masih banyak yang belum terpasang median barrier dan pagar pengaman (guard rail).

Padahal fasilitas ini penting, karena kondisi jalan tol lebih tinggi dari lahan di kanan-kirinya.

Batas antara jalur satu dengan lainnya pun tak terlalu lebar.

Selain itu, pembangunan overpass untuk jalan desa di beberapa titik juga belum rampung.

Akibatnya, warga masih menggunakan jalan tol untuk persimpangan jalan. Salah satunya berada di Desa Ngrengket, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jalan Tol Saradan-Kertosono Bedru Cahyono mengakui, masih belum terselesaikannya fasilitas-fasilitas pendukung di tol tersebut.

Sebab saat ini kontraktor masih fokus menyelesaikan pembangunan overpass.

“Yang paling wajib (diselesaikan) overpass. Mau tidak mau, itu harus close. (Warga sekitar) lewat atas. Konsentrasi kami utama di overpass,” kata Bedru, pekan lalu.

Ia memastikan, jalan tersebut sudah mendukung untuk dilewati pada libur Natal dan Tahun Baru.

Saat ini, pihaknya tinggal menunggu tinjauan terakhir dari Korlantas Polri, Kementerian PUPR, dan pihak terkait lain yang berwenang menentukan kelaikan pembukaan jalan tol secara fungsional.

“Inginnya dari Kementerian PUPR, sudah tuntas semua pengerjaannya, seperti jalan tol yang operasional, sebelum Natal,” ucapnya.

Ruas Wilangan-Kertosono merupakan bagian dari tol Trans Jawa Surabaya-Jakarta yang belum operasional di Jatim.

Keberadaan ruas tol ini berguna untuk mengurangi penumpukan arus lalu lintas di Simpang Mengkreng, Kediri.

Selama tol ini belum dibuka, kendaraan roda empat atau lebih dari Surabaya ke Jawa Tengah harus keluar pintu Tol Bandar di Jombang.

Mereka baru bisa masuk tol kembali di Tol Wilangan, Nganjuk. Kemacetan lalu lintas di Simpang Mengreng pun tak terhindari dengan kondisi seperti itu.
 

Bedru optimistis, tol tersebut akan menggaet para pengendara tujuan Madiun ke arah Jakarta.

“Mereka pasti akan memilih tol untuk menghindari macet. Gambaran saya, kalau tol ini dibuka, apalagi gratis, 100 persen orang lurus lewat tol. Kecuali yang tujuannya Kediri, Nganjuk, dan sekitarnya,” tutur dia.(Aflahul Abidin/Wiwit Purwanto-Surya.co.id/jko)

30 November 2018
Banjir Landa Trenggalek, 6 Desa Terendam Air Hingga 1 Meter
Banjir di Kabupaten Trenggalek meluas hingga ke 10 desa dan kelurahan. Daerah yang terdampak berada di 6 kecamatan dengan ketinggian air 30 cm-1 meter.

10 Desa/kelurahan yang terdampak banjir yakni, Kelurahan Tamanan, Kelutan, Desa Ngares Kecamatan Trenggaek, Desa Salamrejo Kecamatan Karangan, Desa Ngadirenggo Kecamatan Pogalan, Desa Ngrayung, Gandusari, Karanganyar, dan Sukorejo Kecamatan Gandusari serta Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo.

Di Kelurahan Kelutan luapan banjir masuk hingga perumahan warga dan beberapa sekolah dan pondok pesantren. Akibatnya aktivitas belajar mengajar menjadi terganggu.
 
Salah seorang siswa, Ilyas mengatakan, seluruh ruang kelas di SMP Islam Darunnajah Kelurahan terendam banjir. Saat ini sejumlah siswa dan pengurus sekolah kerja bakti membersihkan material lumpur yang terbawa banjir.

"Iya semua kelas kena, ini langsung kami bersihkan, karena besok akan dipakai untuj ujian," kata Ilyas, Jumat (30/11/2018).

Menurutnya luapan Sungai Ngasinan tersebut mulai masuk ke sekolah sekitar Pukul 04.00 WIB, atau terjadi setelah daerah Kelurahan Tamanan. Ketinggian air di jalan raya mencapai satu meter.

Hal senada diungkapkan warga setempat, Mohammad. Menurutnya luapan air Sungai Ngasinan kali ini berlangsung lebih lebih cepat dibanding banjir tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dipicu jebolnya tanggul sungai.

"Tanggulnya jebol di beberapa titik, sehingga air itu lebih cepat masuk ke kempung. Sedangkan saat ini waktunya surut justru cukup lambat, karena di jembatan itu ada rumpun bambu yang mengalangi," ujar Mohammad.

Sementara Bupati Trenggalek Emil Elestiangto saat mengunjungi sejumlah titik banjir mengakui intensitas curah hujan yang terjadi semalam cukup lebat dan berlangsung lama.

"Sehingga dampaknya sungai-sungai kita tidak mampu untuk menampung air, kemudian jebolnya tanggul juga ikut memperparah keadaan," kata Bupati Emil Dardak saat di Kelurahan Kelutan.

Dia mengatakan banjir yang terjadi sporadis di sejumlah desa mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Pihaknya telah memerintahkan jajaran terkait mulai dari BPBD maupun Dinas Sosial untuk bergerak lebih cepat guna melakukan proses penanggulangan.

"Untuk jangka pendeknya kami lakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondusi di lapangan. Seperti di Ngares tadi butuh pasokan air bersih, langsung saya perintahkan untuk mengirim. Jalan yang kondisinya berlumpur butuh penyemprotan atau pengerukan, sedangkan untuk Tamanan dan Kelutan kelihatannya masih belum bisa memasak, kami usahakan agar ada dapur umum," ujarnya.

Menurutnya penanganan secara cepat dan tepat dibutuhkan masyarakat, sehingga aktivitas yang lain bisa kembali normal apabila kondisi air telah surut. Sementara itu sejumlah tim Dinas Sosial juga menyisir beberapa titik bencana untuk memberikan bantun untuk para korban.(Adhar Muttaqin - detikNews/jko)
30 November 2018
 Remaja Asal Kediri Curi Ponsel Milik Karyawan SPBU Pakunden Kota Blitar

Diki Kurniawan (19), digelandang petugas ke Polsek Sukorejo,Kota Blitar,  Jumat (30/11/2018). Remaja yang mengaku asal Kediri ini tertangkap tangan mencuri ponsel milik pegawai kebersihan di SPBU Pakunden, Kota Blitar.

"Pelaku mengaku dari Kediri curi ponsel, dia tidak bawa identitas. Sekarang masih kami periksa," kata Kapolsek Sukorejo, Kompol Agus Fauzi.
 

Aksi pencurian ponsel itu terjadi menjelang salat Jumat. Saat beraksi, Diki tidak sendirian. Dia bersama satu temannya lagi yang sekarang masih buron. Dia mencuri ponsel milik Khoirul Huda (31), pegawai kebersihan di SPBU Pakunden. "Satu pelaku lagi kabur, kami masih mengejarnya," ujar Kompol Fauzi.

Awalnya, Diki bersama temannya datang dengan jalan kaki ke SPBU Pakunden. Mereka langsung menuju ke musala di SPBU itu. Setelah istirahat sebentar di musala, keduanya menuju ke toilet di dekat musala. Keluar dari musala, mereka kembali ke musala. Keduanya terlihat berjalan mondar-mandir di sekitar musala.

Sebenarnya, korban sudan curiga dengan dua remaja yang mondar-mandir di sekitar musala. Saat itu, korban sedang membersihkan toilet. Tapi, korban tidak menghiraukan gerak-gerik pelaku. Korban tetap melanjutkan membersihkan toilet.

Selesai membersihkan toilet, korban bergeser membersihkan swalayan yang ada di SPBU. Korban tidak memperhatikan lagi tingkah kedua pelaku. Setelah membersihkan swalayan, korban menuju ke ruang jenset di dekat musala untuk mengambil ponselnya.

Korban kaget mengetahui ponselnya tidak ada di lokasi. Korban berusaha mencari ponselnya di sekeliling lokasi, tapi tidak ketemu. Korban curiga ponselnya telah dicuri dua remaja yang mondar-mandir sekitar musala SPBU. Sebab, ponsel korban hilang bersamaan dengan perginya dua remaja itu.
 

Lalu, korban bertanya ke satpam SPBU ke mana perginya dua remaja itu. Dari SPBU, kedua remaja itu berjalan kaki menuju ke arah barat. Korban bersama satpam SPBU berusaha mengejar kedua pelaku. Korban menemukan kedua pelaku berjalan di depan toko tidak jauh dari SPBU. Korban langsung menyergap pelaku. Tapi, satu pelaku berhasil kabur.
"Pelaku yang berhasil kabur itu yang membawa ponsel korban. Saat dikejar korban, dia lari sambil membuang ponselnya ke jalan," kata Kompol Agus Fauzi.(Samsul Hadi-Surya.co.id/jko)


 

30 November 2018
Kantor Imigrasi Kediri Ciduk 4 WNA Asal China
Empat Warga Negara Asing (WNA) asal Republik Rakyat China (RRC) diamankan oleh Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kediri. Pasalnya, mereka melanggar dokumen keimigrasian.

Keempatnya diciduk petugas dari pabrik alas kaki Ex PT Volma di Jalan Raya Sumobito Km 2-C Dusun Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Terdiri dari Liu Dong asal Sichuan China, Xiao Mogen asal Jiangxi China, Dai Qianming asal Chongging dan Jian Tianxing asal Guangxi China.

"Empat WNA asal China ini melanggar dokumen izin tinggal. Oleh karena itu kita amankan terlebih dahulu untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," Kepala Imigrasi Kelas III Non TPI Kediri, Rakha Sukma Purnama  di Sekretariat Timpora Imigrasi Kediri, Jumat (30/11/2018).

Mereka diamankan saat berada di ruang mesin pabrik Ex. PT Volma. Saat itu keempatnya diduga sedang memperbaiki mesin pabrik.

"Paspor keempatnya ini setelah kita cek pada izin tinggal yang dimilikinya menunjukan keterangan untuk kegiatan sosial dan budaya. Sementara di lokasi, yang bersangkutan ternyata bekerja di sini," imbuhnya.

Mereka masuk ke Indonesia secara bergantian, ada yang masuk pada bulan Agustus, September serta November lalu. Kini mereka berada di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kediri untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut. Petugas mendatangkan penerjemah bahasa untuk memeriksa para WNA tersebut.

"Jika nanti memenuhi bukti yang jelas akan kita deportasi dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperbaiki dokumennya," jelasnya.

Kepala Disnaker Kabupaten Jombang Heru Widjajanto mengaku akan terus berkoordinasi dengan pihak Imigrasi. Pihaknya tidak ingin kecolongan akan adanya WNA yang tidak melengkapi dokumen keimigrasian.(Nanang Masyhari-Beritajatim.com/jko)
30 November 2018
Jalur Antar Kabupaten di Trenggalek Putus Tertimbun Longsor
Jalur utama antar kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Bendungan, Trenggalek dengan Pagerwojo, Tulungagung tertimbun longsor. Akibatnya arus lalu lintas putus total.

Camat Bendungan Nur Kholiq, mengatakan titik longsor berada di KM 2. Bencana tersebut dipicu tingginya intensitas curah hujan yang terjadi sejak Kamis (29/11) malam. Akibatnya tebing setinggi 10 meter di ruas jalur Bendungan-Pagerwojo longsor.

"Timbunan material longsor cukup banyak dan menutup seluruh badan jalan, sehingga tidak bisa dilalui semua jenis kendaraan. Panjang longsor ada 6 meter," kata Kholiq.

Menurutnya, proses pembersihan longsor rencananya akan dilakukan hari ini dengan mendatangkan alat berat. Untuk sementara akses dari kedua arah masih terputus total.

"Ini kami masih menghubungi pihak-pihak terkait untuk melakukan proses pembersihan," jelasnya.

Sementara tingginya curah hujan semalam sempat menutup jalur utama Trenggalek-Ponorogo, tepatnya di KM 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu.

"Tadi malam kami tutup total karena rawan longsor, namun untuk pagi ini sudah kita buka kembali dengan sistem buka tutup," kata Kapolsek Tugu Iptu Bambang Purwanto.(Adhar Muttaqin - detikNews/jko)
Page 1 of 851      1 2 3 >  Last ›