Lintas Jawa Timur

26 April 2018
Petugas Gabungan Temukan Puluhan Potongan Balok Kayu Sonokeling
Maraknya pembalakan liar, petugas gabungan Polres Mojokerto dan Jagawana Taman Hutan Raya Raden Suryo,melakukan patroli hutan di kawasan jati mencil Kabupaten Mojokerto. Dalam patroli sejauh 10 kilo meter, petugas menemukan puluhan potongan balok kayu sonokeling, yang diduga akan dicuri oleh para pelaku pembalakan hutan.

Selain potongan balok kayu,petugas juga menemukan banyak pohon sonokeling yang roboh dan beberapa bekas potongan pohon. Meski menemukan banyak potongan balok kayu, tak satu pelaku pembalakan yang berhasil ditangkap,

Diduga para pelaku yang kerap melakukan pembalakan hutan, mengetahui kedatangan petugas dan berhasil melarikan diri. Kepala Tahura Raden Suryo Suyanto mengatakan, dengan seringnya dilakukan patroli hutan,diharapkan para pelaku bisa tertangkap.

"kita berhartap tindakan pembalakan liar tidak terjadi lagi, karena maraknya pembalakan hutan akan memicu terjadi longsor," ujar Suyanto.
 
Setelah dilakukan identifikasi, petugas jagawana langsung mengangkut kayu jenis sono keling untuk diserahkan ke Polres Mojokerto, untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara,jenis pohon sono keling ini, memiliki nilai jual yang cukup mahal hingga puluhan juta rupiah.(Aminuddin Ilham-Pojokpitu.com/jko)
26 April 2018
 26 Tersangka Narkoba Tulungagung Ditangkap Selama Operasi Tumpas Semeru 2018

Satresnarkoba Polres Tulungagung menangkap 26 orang selama Operasi Tumpas Semeru (OTS) 2018.

Mereka terdiri dari 8 tersangka kasus narkotika, 7 tersangka kasus obat-obatan terlarang dan 11 tersangka kasus minuman keras (miras).

"OTS 2018 yang dilaksanakan selama 12 hari, ini hasilnya," kata Wakapolres Tulungagung, Kompol Andik Gunawan, mewakili Kapolres AKBP Tofik Sukendar yang tengah menyertai kunjungan Pangdan V Brawijaya, Kamis (26/4/2018).
 

Barang bukti yang disita berupa pil dobel L sebanyak 26.979 butir, sabu-sabu 21,89 gram, dan miras 497 botol. Miras-miras ini disita di 11 titik yang ada di Kabupaten Tulungagung.

Selain itu juga juga sejumlah jeriken berisi ciu, dan sebuah gentong besar berisi tuak yang tengah di fermentasi menjadi arak.

"Barang yang disita rata-rata dipasok dari wilayah Jawa Tengah," tambah Andik.

Yang mengkhawatirkan, sudah ada tersangka yang mencoba mengoplos miras dan dijadikan produk lokal. Produk rumahan ini tidak diketahui kandungannya sehingga bisa membahayakan konsumen.

"Jadi bahan bakunya dari luar, kemudian dioplos dan dikemas di sini. Ini yang menakutkan," ujar Andik.

Selama empat bulan di awal 2018 ini belum ada kasus meninggal karena miras oplosan di Tulungagung. Namun, ada kasus korban meninggal asal Kabupaten Kediri, yang minum di Pantai Gemah.

Sementara tahun 2017 jumlah korban meninggal karena miras kebih dari tiga orang.(David Yohanes-Surya.co.id/jko)



 

 



 

 
26 April 2018
Peringati HKBN, BPBD Kota Kediri Gelar Apel Siaga Sadar Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Kediri menyelenggarakan kegiatan apel siaga dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2018, Kamis (26/4/2018). Kegiatan ini mengambil tempat di Lapangan Gajah  Mada Kecamatan Pesantren.

Apel siaga kegiatan sadar bencana diikuti sekitar 300 orang. Terdiri dari 19 lembaga dan komunitas se-kota Kediri.

Meski sampai saat ini Keputusan Presiden tentang HKBN belum ditanda tangani, kegiatan apel siaga tetap dilaksanakan sebagaimana himbauan dari kepala BNPB tentang himbauan simulasi evakuasi bencana secara serentak pada tanggal 28 Febuari 2018.

Tahun ini telah memasuki tahun kedua. Kesiapsiagaan sangat penting bagi setiap orang, bencana bisa terjadi kapan dan di mana saja. Untuk itu segala upaya kesiapsiagaan yang dilakukan pada hari tersebut menjadi investasi yang sangat bernilai.

Bertindak sebagai inspektur upacara Mandung Sulaksono selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Kediri memberikan sambutan dihadapan peserta upacara.

Dalam sambutannya, Mandung mengajak seluruh OPD di lingkup Pemerintah Kota Kediri untuk bisa mengalokasikan anggaranya dalam kegiatan latihan kesiapsiagaan melalui simulasi evakuasi mandiri minimal satu tahun sekali, serta dapat membentuk tim siaga bencana dilingkungan perkantorannya masing-masing.

Selain itu, Mandung juga menghimbau seluruh komuitas dan lembaga agar mengubah paradigma penanggulangan bencana yang selama ini bersifat reaktif, reponsif  beralih kepada penanggulangan bencana yang bersifat preventif yaitu dengan membuka ruang yang lebih luas terhadap kegiatan-kegiatan resiko bencana.

Sebagai informasi, dari data kejadian tahun 2017 dari 2341 kejadian bencana yang terjadi di Indonesia sekitar 413 kejadian bencana terjadi di Jawa Timur di mana sekitar 97%  atau 399 kejadian bencana di dominasi oleh banjir, longsor, angin putting beliung, kebakaran hutan.

Di Kota Kediri yang terdampak bencana  terdiri dari bencana banjir sebanyak 150 rumah serta kemarin tahun 2017 angin kencang , puting beliung sebanyak 65 rumah sedangkan bencana kebakaran sebanyak 8 rumah.

Kegiatan utama dari latihan kesiapsiagaan mandiri berupa latihan evakuasi mandiri yang diawali dengan aktivasi sirine atau tanda peringatan dini lainnya dan diuji tempat evakuasi sementara atau tempat kumpul serta tempat evakuasi akhir.

Adapun sasaran lokasi dari kegiatan ini adalah institusi pendidikan, perkantoran pemerintah maupun swasta, kawasan perdagangan dan industri, kawasan pemukiman yang rentan terdampak bencana serta kawasan objek vital dan fasilitas umum.(Nanang Masyhari-Beritajatim.com/jko)
26 April 2018
Produksi Arak, Empat Pelaku Dibekuk Polisi
Satreskrim Polres Bojonegoro mengamankan empat orang yang diduga sebagai pengedar dan memproduksi minuman keras (miras) jenis arak. Penangkapan berawal dari pengembangan hasil operasi kendaraan bermotor di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, penangkapan keempat tersangka berawal dari tertangkapnya dua tersangka yaitu HD (46) warga Desa Jeruk Gamping, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo dan IC (42) warga Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Keduanya diamankan karena terkena razia kendaraan bermotor di Desa Banjarsari, Bojonegoro, pada Senin 23 April 2018 sekitar pukul 11.00 WIB. Keduanya diamankan saat mengendarai mobil Jenis Daihatsu Terios warna hitam nomor polisi L-1923-LS yang bermuatan minuman keras jenis Arak sebanyak 25 Dus. Setiap dusnya berisi 12 botol berisikan 1,5 Liter arak.

"Setelah mereka ditangkap anggota Sat Lantas kemudian diserahkan kepada Satreskrim dan dilakukan pengembangan," ucap Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, Rabu (24/4/2018).

Dari hasil pengembangan, dua tersangka lain berhasil diamankan. Keduanya, TD (67) warga Desa Plumpang Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban, selaku pemasok minuman keras jenis arak dan BS (37) warga Kelurahan Gedungombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, selaku perantara yang menjual arak dari TD kepada HD (46).

Dari pengakuan TD, sebelum dijual, arak ditampung terlebih dahulu di salah satu rumah milik warga di Desa Sendangrejo, Kabupaten Tuban. Namun setelah anggota mendatangi lokasi tersebut, didapatkan bahwa di pekarangan belakang rumah terdapat pabrik minuman keras jenis arak.

"Mereka belum sempat memproduksi, namun dari lokasi anggota berhasil mengamankan sejumlah barang bukti," terang Kapolres.

Barang bukti yang diamankan diantaranya 25 dus arak 12 Botol yang tiap botol berisi 1,5 liter, satu unit mobil jenis Daihatsu Terios No Pol L 1923 LS warna hitam, 40 tong warna biru (kosong), 450 botol kosong, 33 bungkus besar gula merah, 55 buah tabung gas elpiji 3 Kg, satu set alat suling dan uang tunai sebesar Rp8 juta.

"Tersangka dikenakan Pasal 204 Jo Pasal 55 KUHP dan Pasal 140 No 18 tahun 2012 tentang Pangan, ancaman hukuman pidana penjara selama-lamanya 15 tahun," pungkasnya.(Tulus Adarrma-Beritajatim.com/jko)
26 April 2018
 Di Mojokerto, KPK Juga Sita Lima Jet Ski Bernilai Miliaran Rupiah, Milik Bupati Mustofa Kamal Pasa?

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menguak kasus dugaan korupsi terkait gratifikasi di wilayah Pemerintahan Kabupaten Mojokerto.

Selama tiga hari penyidik Komisi antirasuah tersebut telah melakukan penggeledahan di sejumlah kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Mojokerto hingga rumah tinggal Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa.

Seluruh tempat yang disinyalir terkait dalam kasus dugaan korupsi tidak luput dari sasaran penggeledahan.
 

Penggeledahan itu juga menyasar sebuah showroom mobil milik orang kepercayaan Bupati Mojokerto di Jalan Gajah Mada, Menanggal, Kecamatan Mojosari, Selasa (24/4/2018).

Dari rentetan penggeledahan itu KPK mengamankan sebanyak 13 kendaraan yang diduga tersangkut kasus gratifikasi.

Tidak tanggung-tanggung seluruh kendaraan itu nilainya miliaran rupiah.
 

Adapun kendaraan yang disita oleh KPK berupa lima unit Jet Ski Sea Doo RXP300, yang informasinya harga satu unitnya mencapai Rp 399 juta.

Deretan mobil mewah juga berhasil diamankan yakni mobil Range Rover Nopol L 1213 HX warna merah marun dan satu unit mobil Subaru WRX AWA Nopol S 1168 P warna putih.

Kemudian, dua unit mobil All New Kijang Innova L 1724 YY warna hitam dan S 1020 N warna silver serta satu unit mobil Daihatsu Granmax S 8021 NC warna putih.
 

Dua unit sepeda motor merek Yamaha NMAX warna putih dan Honda Sonic 150R yang masing-masing tanpa pelat nomor.

Teranyar, KPK menyita mobil Honda New CR-V nopol S 1001 NB dari kediaman pribadi Bupati Mojokerto, Kamis dini hari (26/4/2018).

Seluruh kendaraan hasil sitaan KPK itu untuk sementara dititipkan di Mapolsek Magersari, Jalan By Pass Kota Mojokerto.

Dari pengamatan di lokasi lima jet ski Sea Doo diparkir di halaman Mapolsek Magersari.

Sedangkan, mobil Range Rover, Subaru, dua unit mobil All New Kijang Innova di parkir di samping bangunan Mapolsek.

Satu unit pikap yang diatasnya terdapat dua unit motor Yamaha Nmax dan Honda Sonic 150R diparkir paling belakang gedung Mapolsek.
 

Di sisi lain, anggota polisi Polsek Magersari membenarkan bahwa 13 kendaraan tersebut merupakan barang sitaan KPK yang untuk sementara dititipkan di dalam Mako.

"Kendaraan sitaan yang dibawa ke mako ini dikawal mobil Patwal," ujarnya.

Anggota KPK enggan berkomentar terkait penyitaan 13 kendaraan ini.

Mereka terlihat keluar dari Mapolsek Magersari kembali mengendarai mobil Innova warna hitam menuju ke arah Surabaya.(Mohammad Romadoni-Surya.co.id/jko)



 

 



 

 



 

 



 

 



 

 
26 April 2018
Brantas Narkoba, 8 Tersangka Diringkus Polisi
Aparat kepolisian Resort Kota Batu, melalui satuan petugas reserse narkoba selama 12 hari, melakukan operasi tumpas semeru berhasil mengamankan 8 orang tersangka kasus narkoba yakni sabu-sabu. Diketahui, kedelapan tersangka tersebut merupakan pengedar, kurir, dan pemakai.

Kasatreskoba Polres Batu AKP Subijanto menjelaskan, kedelapan tersangka yang berinisial ABS, YW, IS, R, J alias A, W alias T, OAP, RWS, tersebut merupakan pengedar, kurir, dan pemakai.

"Para tersangka, ditangkap di tempat yang berbeda dan kebanyakan tersangka diamankan rumahnya." ujar AKP Subijanto.

Mirisnya, salah satu dari kedelapan tersangka merupakan ibu rumah tangga, yakni berinisial W alias T, yang tertangkap saat menjadi kurir.

Dari hasil penangkapan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 3,88 gram sabu, alat hisap, 7 unit handphone, serta uang tunai sebesar Rp 700 ribu.

Guna menanggung perbuatannya, kini para tersangka dikenakan pasal 112 dan 114 undang-undang RI NO 35 tahun 2009, dengan ancaman 5 tahun hingga 20 tahun kurungan penjara, serta denda hingga Rp 1 milliar.(Rafli Firmansyah-Pojokpitu.com/jko)
25 April 2018
Gempa Guncang Laut Utara Tuban
Gempa dengan kekuatan 3,3 skala richter mengguncang laut utara Tuban, Rabu (25/4) pagi, hingga kini belum ada laporan kerusakan atau dampak dari gempa tersebut. Informasi tersebut berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kelas 2 di Desa Wadung, Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban.
Pusat gempa tersebut berada titik 6,7 lintang selatan 112,37 bujur timur, dengan jarak 42 kilometer timur laut pusat Kota Tuban, gempa yang terjadi gesekan sesar lokal ini terjadi selama 9 menit 26 detik. Sampai saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat gempa.

Kepala Obsevasi dan Teknisi BMKG Tuban Andrie  Wijaya, dampak dari gempa ini sangat kecil, sehingga kemungkinan besar tidak terasa di darat. Untuk itu, ia menghimbau agar masyarakat berhati-hati dengan isu-isu yang menyesatkan di media sosial.

"Untuk info lebih detail, warga bisa langsung mengakses akun media sosial BMKG Tuban, atau konfirmasi langsung ke kantor BMKG setempat," ujar Andrie Wijaya.

Selain itu, BMKG juga memprediksi tidak ada gempa susulan. Kalaupun ada, skalanya akan lebih kecil dibandingkan gempa pertama.(Khusni Mubarok-Pojokpitu.com/jko)
25 April 2018
Empat Kantor Dinas di Mojokerto Digeledah KPK
Penyidikan kasus korupsi di Pemkab Mojokerto terus berlanjut. Penyidik KPK hari ini menggeledah 4 kantor dinas sekaligus.

Penggeledahan kali ini menyasar kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan kantor Dinas Kesehatan di Jalan RA Basuni, kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di Jalan Ahmad Yani, serta Kantor Satpol PP Kabupaten Mojokerto di Mojosari.

Penggeledahan di kantor DPMPTSP berjalan sekitar pukul 10.00 WIB. Sedikitnya 12 penyidik lembaga antirasuah mengobok-obok seluruh ruangan di kantor yang biasa disebut Dinas Perizinan.

"Seluruh ruangan digeledah," kata salah satu pegawai DPMPTSP kepada detikcom, Rabu (25/4/2018).

Di waktu yang sama, tim penyidik KPK lainnya menggeledah kantor Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Bapenda. Setiap tim datang dengan 3 mobil.

Tim yang berjumlah belasan orang ini, menggeledah seluruh ruangan di masing-masing dinas. Hingga pukul 13.35 WIB, penggeledahan di keempat kantor dinas masih berlangsung.

Kedatangan penyidik KPK awalnya menyasar ruang kerja Bupati, Wabup dan Sekda di lantai 2 gedung Sekretariat Pemkab Mojokerto, Selasa (24/4). Penggeledahan dilanjutkan di rumah dinas Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa dan seluruh bagian di Setda Kabupaten Mojokerto.

Di hari yang sama, penyidik KPK juga menggeledah kantor Dinas Pendidikan serta kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mojokerto. Bahkan, rumah pribadi Kepala Dinas Pendidikan Zaenal Abidin.(Enggran Eko Budianto - detikNews/jko)
25 April 2018
Kejaksaan Negeri Kepanjen Musnahkan BB Narkoba
Pemusnahan barang bukti 62.439 butir pil koplo jenis dobel L dilakukan Kejaksaan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (25/4/2018). Selain pil koplo, turut dimusnahkan 123 gram daun ganja kering dan 219 gram sabu-sabu (SS) ikut dihancurkan.
 
"Barang bukti yang kami musnahkan tersebut adalah hasil ungkap kasus narkotika mulai tahun 2017 yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap," ungkap Hamidi, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kepanjen, usai pemusnahan Rabu (25/4/2018).

Hamidi mengatakan, semua barang bukti narkotika yang diamankan tersebut, disita dari 264 terpidana. Termasuk kasus Undang-undang Kesehatan, Undang-undang Darurat serta perjudian. Karena selain barang bukti narkoba, juga barang bukti perjudian serta senjata tajam. "Pemusnahan barang bukti ini sesuai dari keputusan pengadilan bahwa barang bukti narkotika, yang mempunyai kekuatan hukum tetap harus dimusnahkan," bebernya.

Ditempat sama, Kepala Kejari Kepanjen, Nasril, menambahkan selain barang bukti narkotika yang dimusnahkan, juga ada senjata tajam dan perjudian adalah dari perkara yang sudah inkrah atau memiliki kekuatan hukum tetap. Kasusnya mulai tahun 2017 sampai bulan April 2018.

"Barang bukti yang memiliki kekuatan hukum tetap harus kami musnahkan. Kalau tidak dimusnahkan, khawatir berpindah tangan atau disalahgunakan. Maka untuk mengamankannya, harus dimusnahkan," tegas Nasril.

Pemusnahan barang bukti sendiri, kemarin selain disaksikan oleh petugas dari Kejari Kepanjen, juga oleh BNN Kabupaten Malang, Satreskoba dan Satreskrim Polres Malang. Semua barang bukti dimusnahkan dengan cara dibakar.(Brama Yoga Kiswara-Beritajatim.com/jko)
25 April 2018
Aneh, Air Sumur di Ngawi Asin Seperti Air Laut
Aneh tapi nyata, ada dua dusun di Ngawi yang sumber airnya asin seperti air laut. Padahal letak Ngawi sangat jauh dari pesisir pantai maupun laut. Fakta ini pun tidak banyak diketahui orang.

Kedua dusun yang dimaksud adalah Dusun Grogolan dan Dusun Wangkuk, Desa Warukkalong, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi.

"Iya betul di sini airnya asin. Ndak tahu kenapa kok asin padahal jauh dari laut Ngawi ini. Berbeda dengan air pada umumnya kan tawar tidak berasa" jelas salah satu warga RT 1 Dusun Grogolan, Rebi (64) kepada detikcom, Rabu (25/4/2018).

Karena air sumurnya berasa asin, warga mengambil air dari desa lain, yaitu Desa Bagi Kecamatan Madiun yang jaraknya 4 km, untuk keperluan memasak. Alternatif lainnya adalah membeli air yang diambil dari sumber yang sama dan dihargai Rp 4.000 per jerigen ukuran 25 liter.

"Untuk memasak biasanya saya beli dianter langganan air dari sumber Desa Bagi Madiun harga Rp 4 ribu. Ada juga yang mengambil sendiri ke lokasi membayar kotak amal seikhlasnya di sana," tutur Rebi sambil menyuci pakaian di sumur.

Sumber airnya pun hanya bisa digunakan untuk keperluan lain, seperti mandi, mencuci pakaian, perabot dapur atau menyirami tanaman saja.

Hal senada juga diungkapkan oleh warga lain, Samiyo (50), warga RT 2 Dusun Grogolan. Ia mengaku air asin di dua dusun ini juga tidak baik untuk campuran adonan membangun rumah serta mencuci benda berbahan besi, karena bisa membuat besi berkarat dan keropos.

"Buat bangun rumah paling lama 20 tahun sudah rusak temboknya, juga buat besi cepat keropos misal buat cuci kendaraan gitu. Buat mandi juga seperti lengket di kulit seperti air laut," terang Samiyo.

Fakta tentang air asin di dua dusun ini juga diamini oleh sang kepala dusun. "Itu memang benar. Ada dua dusun semua sumur warga airnya asin, sehingga untuk memasak harus beli airnya," terang Kepala Dusun Wangkuk, Sumadi di kantornya.

Dari data yang dimiliki perangkat Desa Warukkalong, dua dusun yang sumber airnya asin didiami sekitar 700 jiwa (Dusun Grogolan) dan 450 jiwa (Dusun Wangkuk).(Sugeng Harianto - detikNews/jko)
Page 1 of 772      1 2 3 >  Last ›