Lintas Jawa Timur

16 August 2018
Permintaan Masih Sepi, Harga Kambing Merangkak Naik
Meskipun tinggal seminggu pelaksanaan hari raya kurban, sejumlah pedagang kambing kurban dadakan masih sepi pembeli. Seperti milik salah satu pedagang di Desa Plandi Kecamatan Jombang Kota, dari kambing 70 ekor yang disediakan, tetapi baru terjual 5 ekor.

Sejak menjual kambing kurban, permintaan dari pembeli masih rendah. Meskipun sudah ada yang bertanya, mayoritas dari mereka masih ingin membandingkan harga.

Suwandi, salah satu pedagang, mengaku, selama membuka lapak jualan kambing baru terbeli beberapa ekor. "Untuk harga kambing saat ini cenderung naik berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu perekor," kata Suwandi.

Untuk memudahkan warga yang ingin berkurban, pedagang ini menyediakan jasa penitipan kambing hingga antar ke lokasi. Layanan ini sebagai servis bagi pembeli, agar pembeli tidak kesusahan merawat kambing sampai waktu penyembelihan.(Saiful Mualimin-Pojokpitu.com/jko)
16 August 2018
Misteri Pengrusakan Puluhan Makam di Malang
Warga dikejutkan dengan pengrusakan sejumlah makam di TPU Dusun Bonjagong, Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Tidak diketahui dengan pasti kapan pengrusakan makam ini dilakukan.

Berang, warga pun melaporkan kejadian ini kepada polisi, Rabu (15/8/2018) siang.

"Dilaporkan sekitar pukul 11.30 tadi. Polsek dan Polres masih melakukan penyelidikan agar bisa mengungkap pelakunya," terang Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (15/8/2018).

Tak hanya satu, melainkan 20 makam dirusak oleh orang tak dikenal. Bagian yang rusak rata-rata adalah nisan. Namun ada juga beberapa makam yang hancur berantakan.

"Jumlahnya sampai 20 makam, rusak pada bagian nisannya atau kijing," terang Kapolsek Kasembon AKP Joko TW dalam kesempatan terpisah, Rabu (15/8/2018).

Awalnya warga menyebut jumlah makam yang dirusak adalah 17 buah. Namun ternyata setelah dihitung kembali oleh warga, terdapat 20 makam yang mengalami pengrusakan.

Namun Joko mengungkapkan fakta menarik bahwa tidak sampai terjadi penggalian makam, seperti halnya yang biasa ditemukan pada kasus pengrusakan makam.

"Tidak sampai ada penggalian makam," imbuh Joko.

Fakta lain yang ditemukan polisi adalah adanya batu kali yang ditemukan di sekitar makam. "Ada batu kali di sekitar makam, dugaan sementara pengrusakan menggunakan batu itu," ungkap Joko.

Kendati demikian, sejak laporan diterima, polisi segera melakukan penyelidikan. Namun polisi mengaku kesulitan mengusut kasus ini karena beberapa faktor.

Dari informasi awal, tak ada satupun saksi yang mengetahui pengrusakan ini. "Bisa kemungkinan malam hari (kejadian, red), karena saksi minim," ungkap Budi.

Selain itu, lokasi makam terpencil atau jauh dari pemukiman warga. Lokasi makam ini tepat berada di pinggir hutan pinus milik Perhutani.

"Lokasinya terpencil dan sepi. Karenanya tidak satupun mengetahui saat terjadi pengrusakan," tambah Joko.

Lantas siapa yang tega merusak makam-makam ini?(Rahma Lillahi Sativa - detikNews/jko)
16 August 2018
Pengerjaan Trem, Pemkot Surabaya Ajukan Anggaran Rp 400 Miliar
Pemkot Surabaya tampaknya sangat serius dalam realisasi pembangunan trem. Melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2018, Pemkot telah membentuk panitia lelang untuk mewujudkan moda transportasi massal tersebut. Pemkot mengajukan anggaran senilai Rp 400 miliar pada APBD 2019

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengakui telah membentuk panitia lelang untuk mengakomodir calon investor yang akan ikut membangun trem. Namun, dalam lelang tersebut, pemkot tidak akan 'cawe-cawe' dalam menentukan pemenang. "Kita akan minta bantuan tim ahli," katanya.

Tim ahli yang dimaksud berasal dari perguruan tinggi dan Kementrian Perhubungan. Nantinya, ujar Risma, tim ahli itu akan melihat tawaran dari masing-masing investor terhadap kelayakan trem yang akan beroperasi dari Terminal Joyoboyo hingga Siola.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) ini menegaskan, dalam beauty contest yang dilakukan oleh tim ahli terhadap investor trem akan dilihat keunggulan dalam mega proyek yang ditawarkan. Tidak hanya canggih tetapi juga murah. "Nantinya dilihat bagus-bagusan proyeknya dan murah-murahan," ucap Wali Kota dua periode ini.

Dari informasi yang dihimpun, Pemkot mengajukan anggaran senilai Rp 400 miliar pada APBD 2019. Anggaran yang masih digodok dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tersebut nantinya untuk menggarap proyek yang batal didanai oleh pemerintah pusat itu. Dia mengungkapkan, trem nantinya akan menggunakan energi baterai.

Di beberapa tempat juga akan dibangun tempat ngecash trem untuk mengisi daya. Trem tetap menggunakan lintasan rel yang akan dibangun secara bertahap. "Teknologinya ramah lingkungan karena menggunakan baterai," ujar mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini.

Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha mengatakan jika pembahasan dalam KUAPPAS untuk kepentingan trem akan dibahas lebih lanjut. Dia memastikan kebutuhan anggaran akan diperlukan untuk kepentingan masyarakat Surabaya.

"Saya sudah dengar tentang usulan itu (trem) tapi kan nanti dibahasa oleh tim anggaran secara bersama-sama," katanya.

Politisi PKB ini menegaskan, nantinya trem menjadi bagian alat transportasi yang urgensi maka realisasi anggaran akan disetujui. Namun, jika sebaliknya maka kebutuhan anggaran bisa dialihkan untuk infrastruktur lain. "Kita lihat dulu," pungkasnya.(Ibnu F Wibowo-Beritajatim.com/jko)
15 August 2018
Membeludak Peminat Rusunawa, Pemkot Mojokerto Lakukan Seleksi Ketat
Pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto bakal menuai persoalan baru yang cukup kompleks. Belum kelar pembangunan rusunawa ini, jumlah calon penghuni jauh melebihi kapasitas rusunawa.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pemkot Mojokerto Samsul Hadi mengatakan, pihaknya sudah mulai menerima pengajuan calon penghuni dari kelurahan melalui kantor kecamatan masing-masing. Saat ini, sedikitnya ada 346 kepala keluarga (KK) yang mengajukan diri menjadi calon penghuni. Jumlah itu jauh lebih besar dibandung rusunawa yang saat ini dibangun dengan kapasitas tampung 58 KK.

Samsul Hadi menegaskan, pihaknya sudah mulai membentuk tim dari lintas sektor untuk melakukan verifikasi data calon penghuni. Tim ini akan menyeleksi pengaju yang sesuai dengan kriteria. Salah satunya, calon penghuni adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Di samping itu, mereka saat ini menempati tanah atau aset pemerintah. ”Seperti tinggal di bantaran sungai, rel kereta api dan liposos,” kata Samsul Hadi, Rabu (15/8/2018).

Semua calon penghuni yang masuk dalam kriteria, akan dilakukan seleksi lagi untuk diambil 58 KK. Dengan begitu, dimungkinkan akan ada banyak calon penghuni yang terpaksa gigit jari lantaran tak bisa menempati rusunawa tahun ini. ”Ini akan bertahap. Kita ambil 58 KK dulu. Sisanya, nanti akan kita pikirkan. Kita sudah melangkah untuk memikirkan kelebihan pengaju ini,” tandasnya.

Dia mengaku, beberapa waktu lalu bersama Wakil Wali Kota Mojokerto Suyitno telah mengajukan bantuan rusunawa tambahan. Kemungkinan, tahun depan pihaknya kembali mendapatkan bantuan rusunawa yang sama dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

”Kemungkinan ini akan diberikan satu unit rusunawa lagi. Ini akan menampung sisa calon penghuni yang masuk kriteria,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Satpol PP Kota Mojokerto ini.

Samsul memastikan, penentuan penghuni rusunawa akan dilakukan secara transparan dan profesional sesuai dengan hasil seleksi. Dia tak ingin ada masalah dikemudian hari.

”Kita harus putar otak untuk memenuhi kekurangannya. Dan saya pastikan, untuk 58 penghuni nanti, semua diseleksi ketat. Tidak ada titipan dari mana pun. Mereka yang menjadi penghuni, berari benar-benar memenuhi kriteria,” pungkasnya.(Tritus Julan-Sindonews.com/jko)
15 August 2018
Dikira Karnaval, Polisi di Kediri Beri Layanan dengan Baju Pejuang
Semangat Hari Kemerdekaan ditunjukkan petugas Kepolisian Resor Kediri Kota, khususnya Satuan Lalu Lintas. Salah satunya dengan mengenakan seragam pejuang.

Pemandangan ini terlihat pada hari ini, Rabu (15/8/2018). Bahkan apa yang dikenakan para petugas ini sempat menarik perhatian masyarakat. Tak sedikit pula pengguna jalan yang menganggap polisi yang bertugas adalah peserta karnaval.

"Saya pikir peserta karnaval 17 Agustus, kok bercanda mengatur lalu lintas, ternyata polisi beneran. Seru kalau begini ada pemandangan yang beda menggambarkan zaman perjuangan," ucap Rully, seorang ibu rumah tangga kepada detikcom.

Tak hanya di jalan, pemandangan serupa juga nampak di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Kota Kediri. Mulai dari pos penjagaan, bagian pendafaran, pengolah berkas data, petugas foto, petugas ujian teori hingga praktik, semuanya mengenakan seragam tentara atau polisi zaman perang.

"Bagus mas, pelayanannya, apalagi ditambah pakai baju pejuang, lebih familiar. Sering-sering polisi seperti ini agar lebih nyaman dan bersahabat," ucap Ida, salah seorang warga yang sedang mengantri untuk foto SIM.

Kasatlantas Polres Kediri Kota, AKP Adi Nugroho, menjelaskan bahwa dengan mengenakan baju pejuang, mereka ingin merefleksikan perjuangan para pahlawan ketika meraih kemerdekaan Indonesia, baik kepada masyarakat maupun anggota Polri sendiri.

"Kita ingin menampilkan sosok pahlawan dalam memperingati kemerdekaan ini, agar dapat menularkan semangat berjuang kepada anggota polisi dan kepada warga masyarakat pada umumnya, melayani masyarakat dengan hati secara tulus dan maksimal," jelas Adi.

Adi menambahkan, melalui semangat patriotisme, pihaknya juga ingin menunjukkan adanya transparansi pelayanan sekaligus pengabdian yang tulus.(Andhika Dwi - detikNews/jko)
15 August 2018
 Heboh 15 Makam Lama Mendadak Dirusak di Kota Batu, Sempat Viral di Media Sosial, Ada Apa?

Warga Dusun Tangkil, Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kota Batu dihebohkan makam yang mendadak dibongkar dan dirusak, Rabu (15/8/2018).

Bahkan, saking hebohnya, kabar ini viral di grup media sosial, menunjukkan foto-foto makam yang dirusak.

Ada sekitar 15 makam yang dibongkar orang yang tidak bertanggung jawab.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Pait, Sunarto.

"Ya benar. Itu kemungkinan orang gila yang merusak karena hanya dirusak kijingnya," kata Sunarto saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Rabu (15/8/2018).

Ia menjelaskan jika warga baru tahu sekitar Sabtu (11/8/2018) malam saat akan memakamkan warga yang meninggal dunia.

Makam yang dirusak itu tidak ada bekas galian, namun bagian kijing rusak.

Sebanyak 15 makam yang dirusak ini ialah makam lama.

"Bukan makam baru, makam lama. Tidak ada bekas galian, warga tahunya pas mau memakamkan, kok rusak makamnya," imbuhnya.

Pihak desa tidak melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Ia menambahkan kalau pihak keluarga yang makamnya dirusak, tidak bisa menuntut karena pelaku masih belum diketahui.

"Ini baru pertama kali terjadi," pungkasnya.(Sany Eka Putri-Surya.co.id/jko)


 

15 August 2018
Jelang Idul Adha, Harga Hewan Kurban di Kota Blitar Mulai Naik
Menjelang hari raya idul adha atau hari raya kurban, harga hewan kurban di Kota Blitar, mengalami kenaikan. Seperti di pasar hewan dimoro Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar, untuk harga hewan ternak sapi, naiknya hingga Rp 1 juta lebih per ekornya.

Untuk sapi layak untuk berkurban, saat ini harganya mulai Rp 20 juta hingga Rp 40 juta, tergantung besar-kecilnya sapi. Kenaikan dipicu karena mendekati hari-raya kurban.

Samsuri, salah satu penjual sapi, mengaku, sejak seminggu terakhir harga sapi naik mulai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Selain itu, penjualan hewan kurban mulai mengalami kenaikan.

"Bila biasanya mereka menjual 1 atau 2 ekor perhari, kini bisa 3 hingga 4 ekor setiap kali datang ke pasar," kata Samsuri.

Tidak hanya sapi, harga kambingpun juga berangsur-angsur naik sejak seminggu terakhir. Harga kambing naik mulai Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu rupiah per ekornya.

Saat ini, harga kambing yang layak untuk dijadikan hewan kurban, mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta. Harga ini tergantung besar dan kecil ukuran kambing.(Moch.Asrofi-Pojokpitu.com/jko)
15 August 2018
Duka dari Jerman, Mahasiswi Indonesia Tewas di Danau Dekat Kampus
Kabar duka datang dari seorang mahasiswi Indonesia, tepatnya Kota Malang, yang tengah menempuh pendidikan di Jerman. Ia dikabarkan tewas tenggelam saat berenang di danau dekat kampusnya.

Shinta Putri Diana Pertiwi ditemukan tewas tenggelam di Danau Trebgast, Bavaria, Jerman pada hari Rabu (8/8/2018). Danau ini tak jauh dari kampusnya di Universitas Bayreuth.

Menurut sang ibu, Umi Salamah, Shinta dilaporkan hilang oleh dua orang temannya saat berenang bersama di Danau Trebgast.
"Jadi kemarin pas kegiatan summer school, kegiatan diikuti sesuai hobi masing-masing. Shinta berenang bersama temannya asal Maroko, tapi setelah dua jam tak ditemukan lagi. Dicari-cari melalui pengeras suara juga tak muncul, kemudian temannya lapor polisi dan dilakukan pencarian," beber Umi saat ditemui detikcom di kediamannya, Selasa (14/8/2018).

Namun korban baru ditemukan keesokan harinya dalam keadaan sudah meninggal dunia, Kamis (9/8/2018). Jenazah Shinta ditemukan di sekitar pulau kecil yang ada di ujung danau. Jaraknya sekitar 30 meter dari bibir danau atau titik awal Shinta berenang.

"Danaunya cukup luas, ada pulau kecil di ujungnya. Shinta ditemukan di sekitar situ," tambah Umi.

Saat ditemukan, Shinta juga masih mengenakan baju renang yang sama dengan ketika ia dinyatakan hilang.

Jenazah kemudian dievakuasi dan disemayamkan di rumah duka di kawasan Kumbalch. Jenazah Shinta juga diautopsi.

Umi sendiri mengaku pertama kali memperoleh kabar duka ini dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Frankfurt pada Jumat (10/8/2018). "Teman dan KJRI menghubungi kami, menyampaikan peristiwa yang menimpa Shinta," ujarnya.

Warga Jalan Bandulan 12, Sukun, Kota Malang itu tak menyangka anaknya bisa tenggelam di danau mengingat Shinta dikenal jago berenang.

Secara mengejutkan, Umi menceritakan tentang sempat munculnya masalah biaya kepulangan jenazah Shinta. Dikisahkan Umi, pihaknya mendapatkan informasi dari KJRI bahwa biaya pemulangan jenazah dibebankan kepada keluarga.

"Kami awalnya dapat informasi dari KJRI jika biaya pemulangan jenazah ditanggung KJRI, tetapi besoknya pernyataan itu berubah, biaya dibebankan semua oleh keluarga, KJRI hanya memfasilitasi penyelesaian administrasi saja," ungkap Umi.

Umi menambahkan, ia bukannya tidak mau menanggung biaya pemulangan jenazah putri keduanya itu. Hanya saja ia baru saja mengirim uang perpanjangan visa untuk Shinta yang jumlahnya cukup besar sehingga ia belum bisa menyediakan dana dalam jumlah besar lagi dalam waktu dekat.

Ditambah lagi, Umi mendengar cerita dari ibu salah satu rekan Shinta yang sempat menjadi korban oknum ketika ingin memulangkan jenazah dari luar negeri.

"Ibu dari teman Shinta cerita jadi korban diduga oknum, dengan habis miliaran untuk pemulangan jenazah," tuturnya.

Keluarga kemudian berinisiatif membuka penggalangan dana lewat situs kitabisa.com. "Banyak teman-teman Shinta, seperti di PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) dan sejumlah orang membantu sampai terkumpul cukup banyak, lebih dari Rp 111 juta," beber ibu tiga anak ini.

Namun saat penggalangan dana masih berlangsung, warga Jalan Bandulan 12, Sukun, Kota Malang ini kembali mendapatkan telepon dari Kementerian Luar Negeri, yang menyatakan jika semua biaya pemulangan tidak dibebankan kepada keluarga.

"Beberapa waktu kemudian Kemenlu telepon menyatakan menanggung semua biaya. Pernyataan yang berubah lagi, tetapi ada syaratnya yaitu memberikan surat keterangan tidak mampu," ujar Umi.

Lagi-lagi Umi dan suaminya dibuat bimbang. Namun demi kepulangan jenazah Shinta, mereka akhirnya menuruti persyaratan tersebut. Seketika itu juga penggalangan dana lewat situs dihentikan.

Pernyataan keluarga ini kemudian ditepis oleh KJRI Frankfurt. "KJRI hanya sekali menanyakan terkait pemulangan jenazah, 'terkait dengan biaya pemulangan, dari pihak keluarga, kami bisa berkoordinasi dengan siapa, Pak?'. Bukan meminta keluarga untuk bayar. Ini kan harus dibicarakan dan dikoordinasikan dulu. Biaya pemulangan bisa tanggung pemerintah dengan kelengkapan administratif," tutur Konsul di KJRI Frankfurt, Joneri Alimin dalam kesempatan terpisah.

Kini setelah masalah selesai, Umi mengabarkan bahwa keluarga tinggal menunggu hasil autopsi terhadap jenazah Shinta untuk memastikan penyebab kematiannya.

"Autopsi sudah, tapi penyebab kematiannya kami belum menerima penjelasannya. Kami masih menunggu," terang Umi.

Rencananya, jenazah dara berusia 24 tahun itu akan dipulangkan ke Indonesia pada hari Rabu (15/8/2018) atau Kamis (16/8/2018).

"Kabar kami terima dari KJRI maupun Kemenlu pada Rabu atau Kamis besok diterbangkan ke Indonesia," tuturnya.

Shinta merupakan mahasiswa jurusan kedokteran forensik di Universitas Bayreuth. Untuk saat ini, Shinta sebenarnya tengah menyelesaikan tesis.

"Kuliah sudah lima tahun ini, karena disana (Jerman) kuliah S1 selesai lima tahun seperti S2 disini. Desember nanti selesai dan Shinta pulang. Tapi rencananya kuliah di Jerman sampai S3," ungkap dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya ini.

Shinta direncanakan menyelesaikan studinya akhir tahun ini lalu kembali ke Tanah Air untuk menikahi pujaan hatinya. Setelah menikah, Shinta berencana melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3 di kampus yang sama.

"Pulang juga mau menikah, dengan pacarnya teman SD. Sekarang kuliah di ITB. Shinta memang berbeda, dalam menjalin hubungan memilih jarak jauh, karena takut dosa," kata Umi.

Namun semua hanya tinggal rencana, Tuhan berkehendak lain untuk Shinta. Selamat jalan Shinta.(Rahma Lillahi Sativa - detikNews/jko)
15 August 2018
Kakanwil Lepas CJH Kloter Terakhir
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur selaku ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Syamsul Bahri melepas keberangkatan CJH (Calon Jemaah Haji) kloter 83. Jemaah kloter ini merupakan yang terakhir di embarkasi Surabaya, Rabu (15/8/2018) pukul 05.00 WIB.

Dalam sambutannya, Syamsul Bahri mendoakan jamaah diberikan kelancaran dan kesehatan selama menjalankan ibadah haji dan kembali ke tanah air dengan predikat mabrur.

"Alhamdulillah dari kloter satu sampai delapan puluh tiga, jamaah haji selalu diberikan kesehatan oleh Alloh SWT dan menjadi haji yang mabrur," jelas Kakanwil di teras hall Bir Ali pada 340 CJH Kloter 83.

Ia juga meminta agar CJH menjaga kesehatan dan nama baik bangsa Indonesia selama berada di tanah suci, serta meluruskan niat ibadah haji karena berharap ridlo Alloh SWT.

"Jaga kondisi kesehatan, nama baik diri, keluarga serta nama baik bangsa Indonesia, jangan lupa luruskan niat ibadah haji lillahi ta'ala," pesan Syamsul Bahri pada CJH yang berasal dari gabungan 17 kabupaten kota se-Jawa Timur yakni dari Kota Surabaya, Kota Malang, Tulungagung, Sumenep, Sidoarjo,  Probolinggo, Mojokerto, Magetan, Madiun,  Lumajang,  Kediri,  Gresik, Bangkalan, Bondowoso, Jombang,  Pamekasan dan Trenggalek.

Kakanwil juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua komponen yang telah bekerja sama bertanggung jawab dalam kelancaran pemberangkatan jamaah calon haji Embarkasi Surabaya.

"Alhamdulillah, tidak ada persoalan yang berarti, semua dapat diselesaikan berkat kerja sama semua komponen yang bertanggung jawab pada pemberangkatan ibadah haji ini," terangnya.

Kloter 83 diterbangkan dari bandara internasional Juanda menuju Jeddah menggunakan pesawat Saudi Arabia Airline dengan nomer penerbangan SV 5215 pukul 07.25 WIB.

Hingga pemberangkatan kloter terakhir, embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 37.050 orang dengan rincian CJH Jawa Timur sebanyak 35.287 orang, Bali 694 orang, NTT 654 orang serta 415 petugas haji yang menyertai jamaah.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Pulahta (pengumpulan dan pengolahan data) PPIH menyebutkan terdapat 11 orang yang dipulangkan tunda berangkat karena sakit, serta 4 orang jamaah hamil yang tidak layak terbang sehingga mengalami penundaan berangkat ketika telah masuk di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

Berdasarkan data yang ada, hingga kloter terakhir, terdapat 673 jamaah haji yang memakai kursi roda karena kondisi resiko tinggi (resti).

Sementara hingga hari ini, terdapat 9 jamaah haji Jawa Timur yang telah dinyatakan wafat di tanah suci.

Berikut daftar jamaah haji Jatim yang meninggal dunia:
1. Sanusi Musthofa Khafid (73 tahun) kloter 6 asal Jember wafat pada 25 Juli 2018 di KKHI Madinah  (pemondokan) karena respiratory diseases.
2. Sholeh Abu (74 tahun) kloter 23 asal Kab. Malang  wafat pada 27 Juli 2018 di KKHI Madinah  (pemondokan) karena cardiovascular diseases.
3. Rasnam Ponidjan (64 tahun) kloter 23 asal Kota Malang  wafat pada 29 Juli 2018 di KKHI Madinah  (pemondokan) karena cardiovascular diseases.
4. Masriah Sejadi (59 tahun) kloter 46 asal Kab. Lamongan  wafat pada 4 Agustus 2018 di KKHI Mekkah karena cardiovascular diseases.
5. Mium Usup Dito Redjo (64 tahun) kloter 35 asal Kab. Ngawi  wafat pada 5 Agustus 2018 di KKHI Madinah  (pemondokan) karena cardiovascular diseases.
6. Murti Wiji Tajid (82 tahun) kloter 47 asal Kab. Lamongan  wafat pada 8 Agustus 2018 di KKHI Mekkah karena cardiovascular diseases.
7. Rohmat Abdul Latif (62 tahun) kloter 54 asal Kab. Kediri wafat pada 9 Agustus 2018 di KKHI Mekkah karena cardiovascular diseases.
8. Sarun Karim Bakri (52 tahun) kloter 8 asal Kab. Jember wafat pada 9 Agustus 2018 di KKHI Madinah karena cardiovascular diseases.
9. Mat Khaer Iskak (76 tahun) kloter 39 asal Kab. Bojonegoro wafat pada 10 Agustus 2018 di KKHI Makkah karena cardio pulmonary arest.(Dyah Ayu Setyorini-Beritajatim.com/jko)
14 August 2018
 Duka Bocah 12 Tahun di Lamongan saat Tahu Sang Ibu Meninggalkannya dengan Cara Mengenaskan Ini

Kasus gantung diri kembali di wilayah Kabupaten Lamongan.

Kali ini korbannya bernama Painten (48) warga Dusun Blawi, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ketimbang, Lamongan Jawa Timur.

Ia ditemukan tewas gantung diri di bagian tengah rumah, Selasa (14/8/2018).

Jasad korban ditemukan menggantung terikat selendar di belandar rumah oleh sang anak yang baru berusia 12 tahun.

Awalnya, si bocah kaget saat mendapati jasad ibunya menggantung di bagian rumahnya

"Saksi kemudian jatuh pingsan begitu mendapati ibunya menggantung," kata Kasubag Humas Polres Lamongan, AKP Harmuji, Selasa (14/8/2018).

Kasidi, suami korban mengetahui istrinya bunuh diri ketika mencarinya ke dapur.

Ketika keluar kamar, Kasidi melihat anaknya pingsan.

Penasaran, Kasiadi mendekati anaknya. Tanpa diduga ia juga melihat istrinya menggantung di belandar rumah bagian tengah.

Kasidi menurunkan jasad istrinya dan berteriak meminta tolong bantuan warga.

Teriakan Kasidi didengar tetangganya, yang kemudian berdatangan ke rumahnya.

Saat petugas polsek dan petugas Puskesmas tiba di lokasi, posisi korban sudah diturunkan.

Petugas memastikan kematian korban murni bunuh diri dan bukan karena tindak pidana atau kekerasan orang lain.

Meski penyebab kematiannya sudah jelas, polisi tetap melakukan penyelidikan.

Korban divisum di Puskesmas Ngimbang untuk memastikan penyebabnya.

Kematian korban Painten menambah panjang jumlah orang meninggal akibat bunuh diri di Lamongan.(Hanif Manshuri-Surya.co.id/jko)


 

Page 1 of 808      1 2 3 >  Last ›