Lintas Jawa Timur

10 April 2014
TPS Ambruk, Jam 11 Malam Penghitungan Belum Kelar
Tenda yang menaungi TPS 01 desa Bandung kecamatan Gedeg kabupaten Mojokerto yang berlokasi di halaman kosong samping rumah warga tiba-tiba ambruk diterjang hujan lebat dan angin kencang, Rabu (9/4/2014) pukul 20.00 WIB tadi.

Petugas KKPS/TPS dan warga yang berada di lokasi TPS langsung berjibaku menyelamatkan berbagai logistik yang sedang berlangsung proses perhitungan surat suara. Perhitungan surat suara dilanjutkan tiga jam kemudian setelah seluruh logistik pemilu dipindahkan ke rumah warga.

"Perhitungan hasil suara dilanjutkan kembali pukul 23.00 WIB. Ya mau bagaimana lagi wong hujannya deras sekali sampai tenda TPS ambruk," ujar Mahmud, panitia TPS yang saat itu sedang istirahat makan ketika ditemui tim beritajatim.

"Perhitungan suara DPD telah usai jauh, tapi hujan tiba-tiba turun deras saat proses perhitungan suara DPRD, jadi sekarang tinggal melanjutkan perhitungan suara yang belum terhitung," lanjutnya.

"Beruntung tadi seluruh kotak suara dan seluruh logistik berhasil diselamatkan dan alhamdulillah juga tidak ada korban jiwa," imbuh panitia lainya Kasmin.
09 April 2014
Kasek di Sidoarjo Gelapkan Dana Intensif Guru
Terduga melakukan penggelapan dan markup dana bantuan intensif guru di SMA Darrusalamah Krian, terdakwa M Thofur Kepala  SMA Darussalamah duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Jalan Juanda, Selasa (8/4/2014).

Penyidangan itu menghadirkan saksi Wabup Sidoarjo M.G Hadi Sutjipto, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaaan dan Aset (DPPKA) Joko Sartono, Kepala Dinas PU Cipta Karya Agoes Boedi Tjahyono, dan mantan kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Joko Santoso.

Sebelumnya, para pejabat itu sempat meninggalkan lokasi karena  sidang tak kunjung dimulai sampai siang hari. Sidang baru dimulai sekitar pukul 16.00. Pemanggilan MG Hadi Sutjipto dan lainnya atas permintaan pihak tim penuntut dari Kejari Sidoarjo.

"Saksi MG Hadi Sutjipto dan Agoes Boedi dihadirkan karena sebelumnya berdinas di Dinas Pendidikan. Saksi Joko Sartono sebagai kepala DPPKA serta Joko Santoso yang pernah menjabat sekretaris DPPKA," ucap JPU Wahyu.

Dari kesaksian para pejabat itu, semua mengaku tidak mengetahui kasus itu. "Saya tidak mengetahui kejadian itu. Sebab, dalam program itu, fungsi Dispendik hanya sebatas mengetahui,” ujar MG Hadi Sutjipto dalam kesaksiannya.

Dalam kasus tersebut, Thofur didakwa melakukan markup dan penggelapan dana insentif guru swasta. Dalam APBD tahun 2008-2012 silam, Pemkab mengalokasikan dana itu bagi seluruh guru non-negeri. Nominalnya adalah Rp 200 per bulan, tapi tidak sampai pada guru SMA Darussalamah.

Dana itu diduga diselewengkan Thofur dan kasusnya mencuat setelah para guru di sekolah itu mengetahui jika di sekolah lain mendapat jatah intensif. Kasus itu juga dilaporkan ke Polres Sidoarjo. Dari hasil penyidikan, total dana intensif guru di sekolah tersebut yang digelapkan sang Kasek senilai Rp 94,4 juta.
09 April 2014
381 Tahanan Polrestabes Surabaya Ikut Coblosan
Ada 381 tahanan dari Polrestabes Suabaya serta polsek jajaran akan menyumbangkan suaranya di pemilu legislatif 2014.
Dari 381 tahanan tersebut terdiri  349 laki-laki, dan 32 tahanan perempuan.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti menjelaskan pihaknya serta polsek jajaran telah mengurus formulir A5 untuk para tahanan guna bisa berpartisipasi dalam pemilu legislatif. 

Namun nanti peran dalam pencoblosan para tahanan ada di tempat sudah disiapkan yaitu ruang tahanan. "Besok akan disiapkan tempat di ruang tahanan, termasuk diikuti 23 polsek jajaran," kata Kompol Suparti, Rabu (9/4/2014).

Kesempatan pencoblosan dilakukan satu jam sebelum batas pemungutan suara berakhir. Sehingga pihak Panitia Pemungutan Suara (PPS) terdekat dari Polrestabes datang guna melakukan pemungutan suara.

"Jadi TPS usai memberikan pelayanan ditempatnya, baru datangi Polrestabes begitu juga di polsek-polsek, satu jam sebelum batas akhir pemungutan suara yang telah ditetapkan KPU," ujarnya.
09 April 2014
Polrestabes Razia di Pintu Masuk Kota Surabaya
Mendekati pelaksanaan pencoblosan di pemilihan legislatif  Polrestabes Surabaya menggelar razia guna menciptakan kondisi kondusip sesuai slogan Ayo Rek Suroboyo Dijogo.

Dalam gelar razia ini diterjunkan  sebanyak 167 personil dari Polda Jatim, Gegana, Sabhara, Intel dan Reskrim Polrestabes dibantu Petugas Satpol PP Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta, menerangkan jika razia ini dibagi dua tempat pertama Bundaran Waru, pintu masuk Kota Surabaya dari arah Sidoarjo dan ruas Jalan Kedung Cowek, Jembatan Suramadu mengarah ke Madura.

"Konsentrasi razia kali ini bukan pada surat suara, melainkan fokus pada hadak, senpi serta teroris, dan dugaan maney politik," kata Setija.

Munurt mantan kapolres Sidoarjo ini, dua lokasi ini cukup strategis dalam melakukan maney politik, atau "serangan fajar" maka guna menciptakan pemilihan legislatif  aman dan kondusip perlu dilakukan gelar razia.

"Razia pertama kita turunkan jam 24.00 sampai jam 02.00 WIB, dilakukan secara terbuka, dan tim lainnya melakukan patroli yang dimulai pukul 03.00 WIB," urai Setija Junianta.
09 April 2014
Inilah Hasil Pemilu 2004 dan 2009 di Kabupaten Mojokerto
Hasil perolehan suara Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2004 di Kabupaten Mojokerto berbeda dengan Pileg tahun 2009. Pileg tahun 2004 lalu, PKB meraih suara terbanyak di Kabupaten Mojokerto, sedangkan suara terbanyak pada Pileg tahun 2009 adalah PDIP.

Data di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, jika pada Pileg tahun 2004, PKB meraup suara terbanyak yakni sebanyak 147.297 suara dari 575.094 suara sah dengan perolehan 11 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto dari total 45 kursi yang diperebutkan. PDPI dengan 111.929 suara di peringkat ke 2.

Partai berlambang banteng moncong putih ini mendapatkan 10 kursi atau satu kursi dibawah PKB. Di peringkat ke-3 bertengger Partai Golongan Karya (Golkar) dengan perolehan sebanyak 79.907 suara dengan tujuh kursi dan peringkat ke-4 yakni Partai Demokrat (PD) dengan perolehan sebanyak 50.942 suara dengan enam kursi.

Sementara PPP menduduki peringkat ke-5 dengan perolehan suara yakni sebanyak 34.234 suara dan mendapatkan lima kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto. Berbeda dengan perolehan suara pada Pileg 2009, PDIP menduduki peringkat pertama dengan perolehan suara 79.063 suara dari suara sah sebanyak 532.095 suara.

Meski meraup suara terbanyak, PDIP hanya mendapatkan tujuh kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto. Partai Demokrat (PD) mendapatkan suara terbanyak kedua dengan 61.514 suara dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Mojokerto sebanyak 789.064 pemilih. PD mendapatkan lima kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto.

Sementara, partai politik (parpol) dengan perolehan suara tertinggi ketiga yakni PKB 55.470 suara dengan perolehan lima kursi. Partai berlambang beringin, Golkar mendapatkan suara tertinggi keempat dengan 49.189 suara serta perolehan lima kursi dan peringkat ke-5 Partai Bulan Bintang sebanyak 40.839 suara dengan perolehan kursi sebanyak tiga
09 April 2014
Rp 500 Miliar untuk Kembangkan Trowulan
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Kacung Marijan menegaskan, pihaknya telah menyiapkan anggaran Rp 500 miliar untuk mengembangkan kawasan bekas Kerajaan Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
    
"Kami sudah memutuskan Trowulan sebagai kawasan strategis nasional berbasis kebudayaan. Kalau dulu sifatnya hanya konservasi tapi sekarang lebih utuh, yakni konservasi, pengembangan dan pemanfaatan," kata Kacung di Surabaya, Selasa (8/4/2014).
    
Menurut Kacung yang juga Guru Besar Ilmu Politik Fisip Unair itu, penetapan Trowulan sebagai kawasan strategis nasional berbasis kebudayaan itu bertujuan untuk melindungi kawasan bersejarah.
    
"Tapi kawasan arkeologi itu ke depan bukan hanya untuk kepentingan akademik, melainkan ideologis atau jati diri. Karena itu, siapa yang merusak cagar budaya berarti merusak bangsa," tukasnya.
    
Selain arkeologis (akademis) dan ideologis (jati diri), pengembangan kawasan Trowulan juga memiliki aspek ekonomi karena kawasan itu akan berkembang dengan potensi ekonomi yang tidak kecil.
    
"Nantinya, industri juga boleh berkembang di kawasan itu, tapi industri yang terintegrasi dan berdiri pada salah satu dari tiga kawasan yakni kawasan inti, penyangga, dan pengembangan," tuturnya.
    
Ia menyatakan, perencanaan ulang kawasan Trowulan itu sudah dirintis sejak Tahun 2013 melalui pembicaraan dengan Pemerintah Daerah dan tim lintas kementerian.
    
"Sejak tahun lalu ada perencanaan ulang kawasan itu menjadi kawasan strategis nasional yang berbasis kebudayaan. Saya sudah menyurati Dirjen Tata Ruang, saya juga sudah mengundang Bappeda Mojokerto untuk melakukan kajian secara rinci," ujarnya.
    
Sebelumnya, Wamendikbud Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti saat menghadiri Rakor Kebudayaan Pusat-Daerah di Surabaya (3/4/2014) menegaskan, pihaknya sudah memiliki cetak biru pembangunan kebudayaan yang berisi pemetaan kondisi, kebijakan makro, strategi dan program.
    
"Intinya ada tujuh pilar pembangunan kebudayaan yakni hak berkebudayaan yang meliputi tradisi, seni, situs dan sebagainya yang tertindas kepentingan industri, maka kita koordinasikan bersama," ucapnya.
    
Pilar selanjutnya adalah pembangunan jatidiri dan karakter yang akan diupayakan lewat jalur pendidikan (pilar kedua), serta pengembangan warisan budaya seperti candi, monumen, museum, situs, kota lama dan sebagainya (pilar ketiga).
    
"Kami senang Jatim sudah memiliki Tim Ahli yang mencatat warisan yang ada, sehingga tim serupa bisa dicontoh untuk provinsi lain sebagai mitra Pemerintah," katanya.
    
Pilar berikutnya adalah diplomasi budaya melalui komunikasi dengan dunia atau pembangunan rumah-rumah budaya (pilar keempat), industri budaya seperti ekonomi kreatif, cendera mata, kuliner dan industri ikutan lainnya (pilar kelima).
    
"Yang tak kalah pentingnya adalah pilar sumberdaya manusia kebudayaan (pilar keenam) untuk mengantisipasi masuknya penyanyi atau budayawan dari negara lain, serta pemetaan potensi kebudayaan yang belum diketahui masyarakat tapi perlu diangkat (pilar ketujuh)," tandasnya.
09 April 2014
Bawa Amplop Serangan Fajar, 2 Orang Ditangkap
Razia Gabungan dari Brimob, Gegana Polda Jatim, Sabhara, Intel dan Reskrim dari Polrestabes yang terbagi dua kelompok akhirnya membawa hasil di Jalan Kedung Cowek, Jembatan Suramadu mengarah ke Madura.

Petugas mengamankan dua orang pengendara yang kedapatan membawa satu pak amplop berisi uang, repelika (contoh surat suara), gambar wajah caleg dari dua partai berbeda yang siap dibagikan.

Guna memastikan atas bawaan, maka dua orang laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu langsung dibawa ke Polrestabes untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Kita hanya mengamankan saja dan belum bisa menahan, sebab harus menunggu gakkumdu," ungkap Kapolrestabes Kombes Setija Junianta, Rabu (09/04/2014) .

Sebab peran gakkumdu (penegakan hukum terpadu) adalah  menyidik pelanggaran pidana  pemilu yang telah ditetapkan oleh pemerintah
08 April 2014
Dana UN Belum Cair, Disdik Jombang Sibuk Cari Utangan
Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Dinas Pendidikan (Disdik) Jombang dibuat pusing. Pasalnya, anggaran untuk pelaksanaan UN sebesar Rp 5,8 miliar dari pusat belum juga cair. Sebagai langkah antisipasi, Disdik sibuk mencari utangan untuk menutupi kebutuhan tersebut.

Kabid Pendidikan Menengah Umum (Dikmenum) Disdik, Fatkhurrahman mengungkapkan, sampai hari ini pihaknya belum mendapatkan kejelasan kabar kapan cairnya anggaran dari pusat itu. Rinciannya,  anggaran ujian sebesar Rp 30 ribu per siswa. "Makanya saat ini kita berupaya mancari utangan," katanya menjelaskan, Selasa (8/4/2014).

Dia merinci, jumlah peserta UN 19.562 siswa. Dari jumlah tersebut dikalikan dengan anggaran sebesar Rp 30 ribu per siswa. Jadi anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 5,8 miliar. "Sebanyak 19.562 peserta itu terdiri dari siswa SMK sebanyak 7.865 orang, peserta SMA sebanyak 5.890 orang, dan Madrasah Aliyah 5.135 siswa, serta 661 siswa kejar paket C  dan 11 peserta dari SMA luar biasa," ujarnya.

Fatkhurramhman menambahkan, selama proses distribusi dan penyimpanan naskah ujian, Disdik sudah menggunakan dana talangan Rp 15 juta. Dana hasil piutang pihak swasta ini telah habis menutup biaya operasional. "Diantaranya untuk transportasi pengambilan naskah ke Surabaya, sewa mobil bok, pengamanan naskah di aula Mapolres Jombang," pungkasnya.
08 April 2014
Semua Parpol di Kota Mojokerto Lakukan Pelanggaran
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Mojokerto mencatat, selama masa kampanye Pemilihan Legislatif (Pileg) berlangsung, semua partai politik (parpol) peserta pemilu melakukan pelanggaran. Mulai laporan adanya money politics atau politik uang hingga pelanggaran adminustrasi.

Ketua Panwaslu Kota Mojokerto, Elsa Fifajanti mengatakan, saat masa kampanye berlansung sedikitnya ada laporan tiga parpol yang melakukan money politics. "Tapi hanya berisi laporan, pelapor tidak mau mengisi form. Ini dinilai tak memenuhi unsur formal dan material delik pelanggaran pidana pemilu," ungkapnya, Selasa (08/04/2014).

Meskipun pihaknya langsung mengecek ke lapangan, namun sudah tidak mendapatkan bukti di lapangan. Pelanggaran lain, adalah pelanggaran administrasi yakni adanya kampanye di putaran berikutnya serta pencurian bendera parpol oleh anak dibawah umur. Masih kata Elsa, ada tiga parpol yang diambil.

"Melibatkan anak dibawah umur, ini karena mereka tidak tahu. Tujuan mengambil juga untuk dibuat sendiri tapi parpol yang benderanya diambil tidak terima. Rata-rata semua parpol melakukan pelanggaran tapi belum ada yang kita laporkan sebagai pelanggaran pidana,"
08 April 2014
Menari di Tengah Rel, Perempuan Stres Tewas Tertabrak KA
Seorang perempuan tewas tertabrak kereta api (KA) di KM 52+2/4 di Dusun Damarsih, Desa Kepuh Anyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Diduga korban menderita gangguan jiwa karena sebelum tertabrak KA Argo Wilis, korban menari-nari di tengah rel.

Saksi mata, Bambang (56) menuturkan, sebelum tertabrak, korban berjalan dari arah timur di tengah rel. "Saat ditegur petugas palang pintu, dia tidak menjawab. Justru dia berlalu sambil menari-nari di tengah rel KA, sampai akhirnya ada KA Argo Wilis dari arah timur," ungkapnya, Selasa (08/04/2014).

Kapolsek Mojoanyar, AKP Subiyanto mengatakan, diduga korban stres dan bunuh diri dengan menabrak ke KA. "Saksi mengatakan kalau sebelum tertabrak kereta api, dia menari-nari di tengah rel. Saat ditegur tidak menghiraukan, kemungkinan bunuh diri," katanya.

Kapolsek menambahkan, ada keluarga korban yang datang ke lokasi dan mengatakan jika korban merupakan warga Desa Pekingan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Namun pihaknya masih menunggu kebenaran pernyataan keluarga korban tersebut.

"Ada yang mengaku jika korban adalah keluarganya yakni orang Pekingan, Dlanggu, kita masih menunggu kebenaran. Umur korban diperkirakan antara 25 sampai 30 tahun, tinggi 150 cm, kulit putih, rambut pendek, pakaian atasan biru dongker dan sandal cokelat," tambahnya.

Kondisi jenazah korban hancur dan mengenaskan karena terseret sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Jenazah langsung dievakuasi ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Akibat kejadian ini, lokasi kejadian sempat menjadi tontotan warga yang penasaran.
Page 794 of 854     ‹ First  < 792 793 794 795 796 >  Last ›