Lintas Jawa Timur

07 February 2014
Porong Banjir, 12 Jadwal KA Batal Berangkat
ANDIKA FM, Kediri- Akibat genangan air yang membanjiri rel KA di Porong, sedikitnya 12 jadwal keberangkatan KA Surabaya-Banyuwangi-Malang dan sebaliknya, dibatalkan.
 
Yang mengalami pembatalan berangkat, yaitu 4 KA Penataran (Ekonomi), 4 KA Penataran Ekspres, 1 KA Sri Tanjung, 1 KA Logawa, 1 KA Mutiara Timur dan 1 KA angkutan barang. Keberangkatan KA dibatalkan karena tingginya genangan air yang berada di lintasan  KA 32,6 hingga 33,9 KM Porong, mencapai 35 centimeter.
 
Menurut Humas KAI Daops 8 Surabaya Sri Winarto, ketinggian air sudah melebihi batas dari batas normal 10 centimeter. "Jika tetap dilajukan melalui Porong, akan membahayakan kereta yang ada. Makanya untuk kepentingan dan keamanan bersama, rel KA Porong tidak dilewati terlebih dahulu," ucap Sri Rabu (5/2/2014).
 
Untuk menanggulangi penumpang KA yang batal berangkat pihak PT. KAI Daops 8 Surabaya sudah melakukan solusi dengan menyediakan 6 Bus Untuk mengalihkan 350 penumpang yang batal berangkat.
 
Rencananya pihak KAI akan meninggikan rel dengan menambah batu kricak. Dalam peninggian itu, petugas membutuhkan 90 meter kubik melalui alat Multi Track Tempelear (MTT). [beritajatim.com]
07 February 2014
Toko emas Bulan Purnama Malang dirampok
Radio, Kediri- Jatim- Toko emas Bulan Purnama terletak di Jalan S Wiryopranoto 15-17 Malang, Jawa Timur, dirampok pria bersenjata.
 
Aksi perampokan terjadi pukul 18.00 WIB itu cukup mengejutkan, karena kondisi jalan agak sepi dan diguyur hujan.
 
Kawasan pertokoan di dekat Alun-alun Merdeka Kota Malang ini pun mendadak ramai karena perampok mengeluarkan tembakan beberapa kali.
 
Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan mengatakan, saat  polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara. "Masih olah TKP," katanya singkat, Kamis (6/2/2014).
 
Sementara itu, Nia salah seorang penjaga toko emas itu mengatakan, pelaku memakai tas ransel dan masker serta memakai helm. "Kejadiannya cepat, ada yang menunggu di jalan dan yang lain masuk," katanya.
 
Saat ini, toko emas yang berjarak sekira 100 meter dari pos polisi Alun-Alun Merdeka Malang ini dijaga ketat aparat kepolisian.  Sedangkan olah TKP masih dilakukan di dalam dengan pintu toko ditutup.(Beritajatim.com)
07 February 2014
Blitar terus validasi zona bencana
Radio ANDIKA- Kediri- Jatim- Pemerintah Kabupaten Blitar terus melakukan validasi data jumlah penduduk dan desa yang terdampak langsung erupsi (letusan) Gunung Kelud.
 
Selain itu, penetapan zona evakuasi (pengungsian), melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemkab juga terus melakukan evaluasi.
 
"Terkait hal ini kami telah melakukan koordinasi dengan camat dan kepala desa setempat," terang Kepala BPBD Kabupaten Blitar Heru Irawan kepada wartawan, Kamis (6/2/2014)
 
Tercatat dari 23 ribu jiwa yang terdampak letusan Gunung Kelud tervalidasi menjadi 25 ribu jiwa.
Secara statistik, semua warga tersebut tersebar di 11 desa di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Nglegok, Gandusari, Garum dan Ponggok.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Katidjan menambahkan, kuantitas yang terdata tersebut masih bisa berubah. "Masih bisa bertambah banyak lagi. Sebab proses validasi data masih terus berjalan," jelasnya.
 
Mengenai lokasi evakuasi, menurut Katidjan akan dipilih wilayah yang terentang tidak jauh dari tempat tinggal warga. Misalnya warga Kecamatan Nglegok akan diungsikan di tempat yang masih satu kewilayahan.
 
Begitu juga dengan warga Kecamatan Gandusari, Garum maupun Ponggok, akan dievakuasi di daerah masing-masing. "Tidak mungkinlah diungsikan ke Blitar selatan. Selain terlampau jauh, juga tidak efektif," jelasnya.
 
Untuk spesifikasi lokasi evakuasi, ditetapkan adanya bangunan yang kukuh, kuat dan aman dari jangkauan material erupsi kelud. Selain balai desa, fasilitas umum seperti gedung sekolah juga menjadi pilihan.
 
Seperti diketahui, hingga kini status Kelud masih level II (waspada). Berdasarkan catatan seismik mulai pukul 00.00-06.00 Wib Kamis (6/2), Kelud telah mengalami vulkanik dangkal (VB) 21 kali, vulkanik dalam (VA) 2 kali, dan tektonik jauh 2 kali. Suhu air di pusat erupsi mencapai 57 derajat celcius.(Sindonews.com)
 
 
06 February 2014
5.200 warga Malang terancam letusan Gunung Kelud
Radio ANDIKA, Kediri- Jatim- Sebanyak 15.200 warga yang tinggal di Kecamatan Ngantang dan Kasembon, Kabupaten Malang terancam letusan Gedung Kelud.
 
Untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melakukan sosialisasi kepada masyarakat di dua kecamatan itu.
 
Kepala BPBD Kabupaten Malang Hafi Lutfi menegaskan, pihaknya telah mengumpulkan warga Desa Pandansari, Pagersari dan Sumbersari, di Kecamatan Ngantang untuk diberi penjelasan terkait dampak letusan Gunung Kelud.
 
"Sesungguhnya di wilayah Kecamatan Ngantang ada sembilan desa yang bisa terkena dampak letusan Gunung Kelud. Di Kecamatan Kasembon ada tiga desa juga rawan terkena dampaknya. Warga di 11 desa itu sesungguhnya sudah paham terhadap ancaman yang terjadi. Sehingga kita mengimbau mereka agar tidak panik," ucap Lutfi, Rabu 5 Februari 2014.
 
Menurut dia, di Kecamatan Ngantang, jumlah penduduk yang rentang terkena asap dan abu vulkanik Gunung Kelud diperkirakan mencapai 6.312 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 13.000 jiwa.
 
Sedangkan di Kecamatan Kasembon, terdapat 106 KK atau 2.200 jiwa yang masuk dalam daerah rawan bencana letusan Gunung Kelud.
 
"Sembilan desa di Kecamatan Ngantang antara lain terdiri dari Desa Pandansari, Sumbersari, Pagersari, Sidodadi, Desa Ngantru dan Baturejo. Di Kecamatan Kasembon ada Desa Bayem, Pondokagung dan Kasembon," terang dia.
 
Kata Lutfi, pihaknya juga telah memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang rute evakusi atau jalur pengungsian, tempat pengungsian, jumlah relawan yang akan diterjukan ke lapangan, termasuk peralatan yang akan disiapkan pemerintah untuk menolong masyarakat ketika Gunung Kelud jadi meletus.
 
"Semoga ancaman letusan Gunung Kelud itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang besar. BPBD dibantu relawan bencana alam terus memantau setiap perkembangan yang terjadi di Kecamatan Ngantang dan Kasembon. Saat terjadi hal buruk ditengah masyarakat BPBD Kabupaten Malang bersama relawan lainnya siap turun ke lokasi yang terkena dampak bencana alam itu," sebut dia.
 
Kordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Malang Twi Adi menambahkan, terkait meningkatnya status Gunung Kelud, pihaknya sudah menyiapkan tenda, masker, truk dan mobil reaksi cepat.
 
"Masker sebanyak 35.000 lembar akan kami bagikan jika kondisi memburuk," jelasnya.(Sindonews.com)
06 February 2014
Banjir Porong, penumpang di Jombang dialihkan ke Kertosono Radio, ANDIKA- Kediri- Jatim- Banjir setinggi 30 centimeter menggenangi jalur rel kereta api (KA) di Porong, Sidoarjo. Akibatnya, arus lalu lintas KA kini terpaksa dialihkan dari timur melewati Malang.
 
Kondisi tersebut memaksa ratusan penumpang KA Logawa dan Sritanjung tujuan Purwokerto dan Yogyakarta di Stasiun Jombang dipindahkan dengan kereta lainnya untuk selanjutnya diberangkatkan dari Stasiun Kertosono. Mereka diangkut dengan KA Rapih Doho, KA Ekspres Sarangan dan KA Pasundan.
 
"Iya, informasinya rel KA di wilayah Porong Sidoarjo masih terendam banjir, sehingga KA tidak bisa melintas," ungkap salah seorang penumpang KA Logawa, Karmila, Kamis (6/2/2014).
 
Menurutnya, banjir tersebut juga berdampak pada molornya jadwal keberangkatan KA Logawa yang akan ditumpanginya. Bila sebelumnya dari Stasiun Jombang penumpang dapat berangkat pukul 10.00, kali ini penumpang baru dapat naik kereta api Logawa sekira pukul 14.00 WIB.
 
"Banyak penumpang memilih tetap melanjutkan perjalanan. Karena kami sudah terlanjur membeli tiket," lanjut Karmila.
 
Meski begitu, ada sebagian penumpang pula yang memilih mengembalikan tiket dan beralih menggunakan moda transportasi lainnya.
 
06 February 2014
Dua Tersangka UIN Maliki Jadi Tahanan Kota
Radio, ANDIKA- Kediri- Jatim- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Malang, Munasim memastikan penahanan dua tersangka pengadaan lahan kampus II UIN Maliki Malang, Jamalullail dan Musleh Herry.

Hal tersebut dingkapkan Munasim, saat menemui para aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) UIN Maliki.
Namun keduanya hanya dikenakan status sebagai tahanan kota, sejak 24 Januari 2014.

"Saya mohon maaf karena tidak sempat mengumumkan status para tersangka. Karena saat itu saya sedang berduka karena ada keluarga yang meninggal dunia," ucap Munasim, Kamis (6/2/2014).

Terkait status tahanan kota, Munasim mengakui atas dasar pertimbangan subyektif penyidik.
Alasannya, kedua tersangka bersikap kooperatif selama proses penyidikan.

Namun jika sekali saja tersangka tidak memenuhi panggilan, pihaknya akan melakukan penahanan di rutan.
"Sekali saja mangkir, akan langsung saya tahan," tegasnya.

Sebelumnya para aktivis HMI mempertanyakan tidak ditahannya Jamal dan Musleh.
Sebab dua perangkat Desa Tlepung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu telah lebih dulu ditahan.(Surya.co.id)
 
06 February 2014
Stok Pangan Jatim Masih Aman
Radio ANDIKA, Kediri- Jatim Soekarwo Gubernur Jawa Timur memastikan stok pangan aman meskipun berbagai bencana terus menerjang Jawa Timur. Bahkan stok pangan Jawa Timur diklaim mampu menutupi kebutuhan stok pangan untuk Indonesia kawasan timur.
 
Soekarwo mencontohkan, stok padi di Jawa Timur saat ini masih surplus 4,5 juta ton. Tak hanya itu, bulog Jawa Timur juga masih memiliki stok 1,050 juta ton beras. "Surplus dari Jawa Timur ini masih mampu memenuhi kebutuhan 55 juta orang di luar Jawa Timur, atau setara dengan kebutuhan Indonesia timur plus Kalimantan," kata Soekarwo, Kamis (6/2/2014).
 
Selain beras, produksi gula Jawa Timur hingga kini juga melimpah karena mencapai 1,1 juta ton. Padahal kebutuhan masyarakat Jawa Timur hanya 450 ribu ton. Untuk gula sebenarnya ada penurunan produksi karena hujan, tapi tetap saja produksi gula masih cukup.
 
Hujan dan longsor, kata Soekarwo, memang sempat merendam 113 ribu hektar dari 1,9 juta hektar sawah yang ada di Jawa Timur. Meski begitu, banjir dan longsor diklaim tak sampai memberikan pengaruh terhadap stok pangan.
 
Bahkan stok jagung saat ini masih mencapai 6,2 juta ton. Padahal kebutuhan masyarakat Jawa Timur hanya 2,5 juta ton. "Semua masih cukup, kecuali kedelai memang masih kurang," kata dia.
 
Kebutuhan daging, kata Soekarwo, saat ini juga masih cukup karena mencapai 800 ribu ekor. Bahkan Jawa Timur hingga saat ini masih mampu menyuplai kebutuhan sapi untuk DKI Jakarta sebesar 190 ribu ton dan Jawa Tengah sebesar 89 ribu ton pertahun. (Surya.co.id)
06 February 2014
NU Jatim Rekomendasikan Lima Calon Anggota DPD
Radio ANDIKA, Kediri- Jatim- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur merekomendasikan lima kadernya sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari provinsi berpenduduk hampir 40 juta jiwa itu.
 
"Pada Pemilu 2014, PWNU Jatim hanya merekom lima nama dari 40 calon DPD RI asal Jatim. Kelimanya memiliki darah potensial dan jejak pengabdian untuk NU yang tidak diragukan," kata Sekretaris PWNU Jatim, Dr Akh Muzakki, di Surabaya, Kamis.
 
Kelimanya adalah KH Hasib Wahab Chasbullah (pengasuh Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang), Prof Istibsjaroh dan Dwi Astutik (keduanya pengurus PW Muslimat NU Jatim), Khodijatul Qodriyah (mantan pegiat/aktivis IPPNU Jatim), dan N Ainul Yaqin (Wakil Ketua PW ISNU Jatim).
 
"Kami berharap mereka lolos untuk mewakili masyarakat Jatim yang mayoritas nahdliyyin, jadi mereka bukan hanya mewakili masyarakat NU, tapi juga masyarakat Jatim, sehingga aspirasi Jatim didengar di tingkat pusat," kata dosen UIN Sunan Ampel Surabaya itu.
 
Secara terpisah, Ainul Yaqin mengaku siap mengemban amanah para kiai. "Jika saya berhasil masuk empat besar di Jatim, maka saya harus menjadi bagian dari misi NU dalam perspektif keagamaan, kebangsaan, dan keumatan," katanya.
 
Baginya, rekomendasi PWNU Jatim itu setidaknya memiliki empat makna, yakni makna al Akhlaq (etika), as-Syiyasah (strategis-politis), al Khabar wa al Amr (pesan dan instruksi), dan al Amanah (tanggung jawab).
 
"Makna al-Ahlaq (etika) itu karena NU merupakan organisasi ulama ibarat sebuah pesantren besar yang dipimpin oleh para ulama atau kiai dengan hirarki yang jelas, dari atas ke bawah dan dengan pendelegasian yang jelas pula atas sejumlah organ yang dimilikinya," katanya.(Antarajatim.com)
06 February 2014
Korupsi TKD: Kejaksaan Tetapkan Tiga Tersangka
Radio ANDIKA, Kediri- Jatim- Penyidikan kasus dugaan korupsi karena lenyapnya tanah kas desa (TKD) di Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, sudah sampai pada penetapan tersangka. Satu pejabat, satu PNS, dan satu warga setempat kini harus mempertanggungjawabkan secara hukum.
 
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto,  Mursito saat dicegat di kantornya Kamis (6/2/2014) menyatakan bahwa tiga orang tersebut sudah layak ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya, mereka sempat diperiksa sebagai saksi.
 
"Nanti detailnya ke Kasi Pidsus. Sudah ada tiga tersangka," kata Mursito.
 
Informasi yang diterima, pejabat tersebut berinisial AZ. PNS berinisial TH dan warga yang juga ikut jadi tersangka adalah MU. Pejabat tersebut saat ini masih aktif di Pemkot. PNS juga masih aktif di kantornya. Sementara warga itu adalah pemilik tanah.
 
Lenyapnya TKD seluas 1.990 meter persegi di Kelurahan Gunung Gedangan menggelinding seiring ditemukannya kejanggalan pada proses jual beli tanah tersebut. Kasus ini sempat menyeret nama mantan Wali Kota Mojokerto Abdul Gani Soehartono karena tanah itu dibelinya. Kejaksaan menetapkan bahwa tanah itu TKD. Gani juga dua kali diperiksa sebagai saksi.(Surya.co.id)
05 February 2014
Separuh Badan Jalan Desa Tlonto Ambles
Hujan deras dalam seminggu terakhir mengakibatkan separuh badan jalan raya di Dusun Ahadan, Desa Tlonto Raja, Kecamatan Pasean, ambles hingga mencapai kedalaman 1 meter.

Hal tersebut membuat pengguna jalan dari dan menuju kota Pamekasan, terganggu dan sulit melintas. Terlebih lagi bila berpapasan dengan pengendara lain dari arah berlawanan.

Bahkan, di sekitar jalan berlobang tersebut ditanami batang pohon pisang serta terpasang tulisan 'Hati-Hati!! Jalan Longsor'. "Wah ini sangat mengganggu mas. Lebih-lebih bila ada pengendara lain dari arah berlawanan," kata M Rokib, salah satu warga asal Pasean, yang melintas menuju kota Pamekasan, Rabu (05/02/2014).

Rokib menambahkan, di samping jalan yang amblas. Posisi jalan tersebut juga tepat pada posisi tikungan di bawah bukit yang mengakibatkan para pengendara tidak bisa melihat dari arah berlawanan. "Keluhan ini juga sering disampaikan oleh penggun jalan lain yang sering melewati jalan ini, kondisi seperti ini sangat berbahaya mas," imbuhnya.

Dirinya berharap kondisi tersebut segera mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat, agar diperhatikan dan diperbaiki. "Bila dibiarkan, khawatir seluruh badan jalan ikut terbawa amblas. Apalagi musim seperti saat ini mas," harapnya.(beritajatim.com)
Page 785 of 830     ‹ First  < 783 784 785 786 787 >  Last ›