Lintas Jawa Timur

28 March 2014
Mahfudi Pembacok Adik Ipar Hingga Tewas Diancam 15 Tahun Penjara
Radio ANDIKA - KEDIRI - JATIM - Polisi menetapkan, Mahfudi (46) warga Dusun Bedok, Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto yang menyabet leher adik iparnya, Sujanji (48) sebagai tersangka. Akibatnya, tersangka dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Luwi Nurwibowo mengatakan, pihaknya resmi menetapkan Mahfudi sebagai tersangka pembunuh Sujanji. "Tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan hukuman maksimal berupa kurungan 15 tahun penjara," ungkapnya, Jum'at (28/03/2014).

Penetapan tersangka, masih kata Kasat Reskrim, dari hasil pemeriksaan tersangka Mahfudi. Tersangka mengaku tega membunuh Sujanji yang merupakan adik ipar tersangka karena selama ini perilaku korban tidak pernah menghormatinya sebagai saudara yang lebih tua. "Mereka sudah seringkali terlibat perkelahian, dari situ akhirnya dendam tersangka mencapai puncaknya tadi malam. Tersangka nekad membunuh korban dengan membacok lehernya menggunakan sabit. Tapi kita masih memperdalam motif pembunuhan ini," katanya.

Rencananya untuk memperdalam motif kasus pembunuhan tersebut, lanjut Kasat Reskrim, pihaknya akan segera memanggil istri korban yang juga adik kandung tersangka, Siti Alfiah. Istri korban akan dipanggil ke Mapolres Mojokerto Kota untuk dimintai keterangannya.

Sebelumnya, Sujanji (48) warga Dusun Bedok, Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto tewas bersimpah darah di pos ronda desa setempat, Kamis (27/03/2014) malam. Korban tewas dengan leher nyaris putus setelah ditebas sabit oleh, Mahfudi.(BERITAJATIM.COM)
28 March 2014
Warga Kabupaten Malang Diminta Waspadai DBD
Warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, diminta untuk mewaspadai serangan penyakit demam berdarah dengue karena pada triwulan pertama 2014 sudah 50 warga daerah itu terserang penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Mursyidah di Malang, Jumat, mengatakan dari 50 orang yang terserang demam berdarah dengue (DBD) tersebut, dua diantaranya meninggal dunia.

"Setiap tahun penyakit ini selalu muncul, bahkan tidak memandang usia. Oleh karena itu, kami minta masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitarnya agar tidak sampai menjadi sarang nyamuk penyebab DBD," ujarnya.

Pada tiga tahun terakhir ini, jumlah penderita DBD di Kabupaten Malang fluktuatif, namun tahun 2013 menjadi puncak serangan DBD. Tahun 2011 jumlah penderita DBD di daerah itu mencapai 200 jiwa, 2012 turun menjadi 173 jiwa dan tahun 2013 naik beberapa ratus persen menjadi 1.165 jiwa.

Lebih lanjut Mursyidah mengatakan upaya yang terus dilakukan Dinkes untuk meminimalkan jumlah penderita, adalah menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat dengan cara tidak menumpuk barang tidak terpakai, jendela rumah rutin dibuka supaya sirkulasi udara tetap terjaga. Sebab, penyemprotan (fogging) bukan menjadi solusi untuk memberantas DB.

Selain mewaspai serangan DBD, warga Kabupaten Malang juga diminta untuk mewaspai serangan infeksi saluran pernafasan akut (Ispa) dan diare karena mulai memasuki perubahan musim (pancaroba) dari musim hujan ke kemarau.

Menurut dia, dua penyakit tersebut, sangat rentan dan sering terjadi pada saat pancaroba karena saat kemarau suhu udara panas dan kering membuat volume debu di udara meningkat. "Diare dan Ispa ini sangat mungkin terjadi saat pancaroba, sebab penyakit ini biasanya dibawa dan disebarkan oleh angin dan lalat," katanya.

Usia yang rentan terhadap serangan Ispa dan diare tersebut, adalah anak-anak mulai bayi sampai usia 5 tahun. Dan, untuk mengantisipasi agar anak tidak sampai mengalami Ispa dan diare, daya tahan tubuh anak harus benar-benar kuat dengan cara memberikan asupan ASI yang cukup, makanan yang sehat dan tambahan suplemen.

"Sebetulnya yang paling paling pokok dan penting adalah kebersihan lingkungan. Biasakan hidup bersih dan sehat, kalau hidup sehat dan bersih sudah kita jalani, Insya Allah tidak akan sampai sakit," tandasnya.

Wilayah endemis DBD di Kabupaten Malang di antaranya adalah Kecamatan Lawang, Wagir, Singosari, Pakis, Turen, Kepanjen, dan Bululawang.(ANTARAJATIM.COM)
28 March 2014
Bagikan Sembako, Anggota DPRD Jatim Syamsul Arifin Disidang
Radio ANDIKA - KEDIRI - JATIM - Inilah wajah persidangan pelanggaran pemilu pertama di Kabupaten Malang pada tahun 2014. Pemilu tahun ini, mungkin akan menjadi kenangan seumur hidup bagi sosok Syamsul Arifin.

Syamsul adalah Calon Legislative (Caleg) di Dapil III Malang Raya untuk Kursi DPRD Jawa Timur. Syamsul, adalah caleg incumbent dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) nomer urut 1.

Saat ini, Syamsul masih tercata sebagai Anggota Komisi B DPRD Propinsi Jatim. Syamsul, harus duduk dikursi pesakitan atas tudingan, menjanjikan pada audien dan membagikan paket sembako pada massa saat berada di Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu.

Namun, Syamsul bersikukuh kehadiran dirinya menemui konstituennya di Donomulyo karena diundang panitia dari karang taruna setempat di desa tersebut. "Saya kan diundang. Karena warga Donomulyo adalah konstituen saya, otomatis saya bersedia hadir kan," kenang Syamsul.

Ditemui usai persidangan di PN Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (28/3/2014) siang, Syamsul menganggap jika persidangan untuk dirinya tidak adil. "Bagi saya, ini tidak adil. Karena banyak kasus serupa yang dituduhkan pada saya, tapi tidak berlanjut ke persidangan. Ada apa ini semua," terangnya.

Kata dia, panwaslu Kabupaten Malang seolah tebang pilih dalam memandang satu permasalahan yang mengarah pada pelanggaran pemilu. "Saya seorang politikus. Tidak paham ranah hukum. Biar seluruh permasalahan hukum ditangani kuasa hukum saya. Saya memandang, sidang ini adalah sidang pesanan," tuturnya.

Saat ditanya siapa yang membuat sidang pesanan? Syamsul mengaku bisa saja dari lawan politik dan internal dari Partai Hanura baik di Kabupaten Malang ataupun tingkat Propinsi. "Ini sidang pesanan. Dengan keluar masuk persidangan seperti ini, mereka menginginkan agar waktu terganggu dan pergerakan saya mencari konstituen jadi terganggu," bebernya.

Syamsul melanjutkan, baginya, politik penuh kepentingan. Ia juga sudah menyiapkan mental untuk difitnah, dituding dan dibunuh sekalipun. Permasalahan yang ia hadapi, sudah ditunggangi dan diskenario sedimikian rupa. Kalau saya memberikan sembako dan dipidanakan, ada banyak caleg di Indonesia yang seharusnya bernasib sama seperti saya. Kalau hanya saya saja, itu kan tidak adil.

"Saya sudah bekerja dan memikirkan warga di Kabupaten Malang sejak tahun 2009 lalu. Saya akan tetap bekerja dan menggalang konstituen. Tidak akan terganggu dengan kasus ini. Nanti pasti tahu siapa yang salah dan berbuat dholim," ucap Syamsul.

Pada sidang yang dianggap Syamsul sidang pesanan ini, di pimpin Tuti Budi Utami selaku Ketua Majelis Hakim. Dalam tuntutan hukum yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juni Ratnasari dan Lisdiyati, Syamsul membagikan 250 paket sembako pada warga.

Terpisah, Kasipidum Kejaksaan Negeri Kepanjen selaku Penuntut Umum Caleg Hanura, HM Usman saat ditanya sidang tidak adil bagi terdakwa, ia mengaku jika keadilan tidak ada parameternya.

Di dalam persidangan, penuntut umum tidak harus ada pertimbangan dan testimoni dari orang lain atau caleg serupa. Sebagai penuntut, dirinya hanya membuktikan apa yang di dakwakan. "Jangan kita lalu mengkaitkan dengan lawan politik terdakwa. Sebagai penuntut umum, ia berpegang teguh pada fakta dipersidangan. Dan faktanya, terdakwa memberikan kopi bubuk, mie goreng, gula pasir saat menggalang konstituen," bebernya.

Usman menambahkan, sementara uang Rp 20 ribu dari terdakwa yang diberikan untuk menyantuni anak yatim diacara tersebut, merupakan rangkaian dari pertemuan dengan konstituen. Penuntut umum, akan tetap berpegang teguh pada rasa keadilan bagi masyarakat, terdakwa dan juga penegak hukum.

Dalam sidang tuntutan hari ini, Syamsul di tuntut penjara 2 bulan dan denda Rp 10 juta atau subsider kurungan 15 hari karena dianggap melanggar Pasal 89 Junto 301 Undang-undang Nomor 8 tahun 2012 tentang Pelanggaran Pemilu.

Isi jeratan hukum pasal diatas adalah,  jika terbukti pelaku bisa dikenakan sanksi pidana 2 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 24 juta. "Terdakwa Syamsul kita tuntut pidana 2 bulan dan denda Rp 10 juta. Kalau tidak mampu membayar denda, terdakwa bisa menjalani pasal subsidernya 15 hari kurungan," tandas Kasipidum Kejaksaan Negeri Kepanjen itu.(Beritajatim.com)
27 March 2014
Rusunawa Unisma Malang Senilai Rp 12,7 M
Radio ANDIKA - KEDIRI - JATIM - Rumah Susun sewa (Rusunawa) senilai Rp 12,7 Milyar milik Universitas Islam Malang (Unisma) diresmikan, Kamis (27/03/2014) pagi.

Peresmian ini dilakukan oleh Direktur Jendral Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum, Imam Santoso.

Rumah susun ini terletak di belakang kampus Unisma, tepatnya di belakang asrama mahasiswa kedokteran Unisma. Rumah susun ini terdiri dari empat lantai, memiliki 92 kamar.

Masing-masing kamar bisa menampung dua hingga empat mahasiswa.

“Rusun ini merupakan bantuan dari Kementrian Pekerjaan Umum,” kata Rektor Unisma Prof Dr Drs Surahmat Msi dalam sambutannya, Kamis pagi,

Surahmat menambahkan, Pemerintah Pusat sudah dua kali membantu pembangunan Rusunawa pada Unisma.

Sebelumnya, Unisma juga pernah mendapat bangunan Rusunawa oleh Kemenpera dengan ukuran bangunan yang serupa dengan bantuan dari Kementerian PU.

Selanjutnya, Rusunawa ini digunakan sebagai tempat tinggal mahasiswa yang tiap tahunnya bertambah 3.000 orang.

Selain meresmikan Rusunawa empat lantai, Unisma juga menggelar prosesi peletakkan batu pertama pembangunan gedung Yayasan Unisma Malang.

Prosesi tersebut berlangsung di halaman rektorat Unisma yang diikuti oleh sejumlah petinggi di perguruan tinggi tersebut.(sURYA.CO.ID)
27 March 2014
80 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis di Situbondo
Radio ANDIKA - KEDIIR - JATIM - Sekitar 80 warga miskin menjalani operasi katarak gratis di Puskesmas Panarukan, Kabupaten Situbondo, Kamis (27/3/2013).

Operasi katarak gratis ini melibatkan 12 dokter mata dari Balai Kesehatan Mata Surabaya dan 15 tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Situbondo.

Asnari, salah seorang warga mengaku dirinya sangat terbantu dengan program yang difasilitasi Pemerintah Daerah Situbondo ini

"Ya sangat terbantu, kalau biaya sendiri jelas tidak ada biaya," ujar Asnari (50) kepada SURYA Online, Kamis (27/3/2014).

Asnari menuturkan, dirinya menderita katarak sejak tahun 2000. Karena tidak memiliki biaya, ia tidak pernah memeriksannya ke dokter dan memilih menjalani pengobatan alternatif.

"Buru-buru kedokter, saya kerja hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga sehari-hari," kata warga Dusun Gunung Sari, Desa/Kecamatan Bungatan.

Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Abu Bakar Abdi mengatakan, operasi katarak ini, merupakan program pelayanan gratis tahunan.

"Hari ini ada 80 warga miskin penderita katarak yang akan dioperasi," jelas Abu Bakar Abdi.

Dari jumlah tersebut, enam warga kedua matanya dioperasi karena kataraknya sudah memenuhi mata.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Situbondo, Hadi Prianto berharap program operasi katarak gratis tidak hanya satu kali, tetapi terus berkesinambungan.(sURYA.CO.ID)

27 March 2014
Toko Peralatan Musik di Ponorogo Dibobol Kawanan Pencuri
Radio ANDIKA - JATIM - KEDIRI - Kawanan pencuri yang diduga lebih dari dua orang berhasil membobol toko peralatan musik yang ada di JL Sultan Agung Nomor 85, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Ponorogo, Kamis (27/3/2014).

Kawanan pencuri masuk ke dalam toko peralatan musik itu, dengan cara memotong dua gembok pintu depan toko itu.

Kini, toko peralatan musik Telaga Emas itu, mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta sampai Rp 60 juta. Kawanan pencuri berhasil membawa kabur puluhan peralatan musik yang harganya mulai Rp 1 juta sampai Rp 4 juta.

Berdasarkan datanya, kasus pencurian di JL Sultan Agung ini, bukan kali pertama. Akan tetapi, sudah terjadi 3 kali. Sebelum pembobolan toko peralatan musik itu, toko komputer dibobol kawanan pencuri.
Dilanjutkan, pembobolan toko komputer Griya Laptop dengan kerugian antara puluhan sampai ratusan juta.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kasus pencurian itu bukan dilakukan seorang pencuri. Akan tetapi, dipastikan lebih dari dua orang.

Selain itu, pencuri  menggunakan mobil bukan menggunakan motor.  Ini menyusul, barang-barang curian itu tergolong cukup banyak dan dalam jumlah besar. Disamping itu, para pelaku juga merupakan kawanan pencuri spesialis peralatan musik karena cara memotong dua gembok menggunakan peralatan khusus yakni gunting baja.

Aksi pencurian itu, diketahui saat toko peralatan musik itu hendak dibuka dan memulai usaha perdagangannya itu.

Nyonya Nurhidayah (63) saksi yang rumahnya berdekatan dengan toko peralatan musik Telaga Emas ini mengatakan sekitar pukul 03.00 WIB, saat dirinya menjalankan sholat tahajud mendengar ada suara gelodak seperti barang jatuh serta suara pintu bergeser.

Saat itu, perempuan ini hanya melongok ke pintu rumahnya. Karena masih utuh, maka saksi  tidak curiga terhadap toko peralatan musik Telaga Emas di depannya. Saksi baru sadar, saat pulang dari salat subuh sekitar  pukul 05.00 WIB.

"Sepulang salat subuh saat hendak jalan-jalan ternyata dua gembok toko sudah tidak ada dan toko terbuka pintunya. Makanya langsung saya laporkan warga. Apalagi, pemilik toko Aji Prabowo tidak tidur di dalam toko itu," terangnya kepada Surya, Kamis (27/3/2014).

Sementara salah seorang karyawan toko peralatan musik Telaga Emas, Udin (23) mengaku kaget toko milik majikannya dibobol kawanan pencuri. Menurut Udin, barang-barang yang digondol kawanan pencuri tersebut tergolong barang-barang mahal dan berat.

Diantaranya  11 unit keybord seharga Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per unit, Gitar Vikson sebanyak 3 unit dengan harga Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per unit, Mix dan Wireless 1 unit seharga Rp 9 juta sampai Rp 10 juta serta 6 unit mix seharga Rp 500.000 sampai Rp 1 juta.

"Kami yakin pencurinya membawa mobil. Kalau membawa motor nggak bisa. Pelakunya juga lebih dari seorang," pungkasnya.9sURYA.CO.ID)
27 March 2014
Pelaksanaan Unas Diperketat, Tambah Jumlah Pengawas
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM -Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Jember akan memperketat pengawasan ujian nasional (unas) tingkat SMP dan SMA atau sederajat tahun 2014 dengan menambah jumlah pengawas.
 
"Unas tahun ini dijamin lebih bermutu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena pemerintah memperketat pengawasan pelaksanaan unas," kata Kepala Bidang SMP, SMA, dan SMK Dindik Jember Tatang Priyanggono, Kamis (27/3/2014).
 
Pihaknya akan menambah jumlah pengawas satuan pendidikan di masing-masing sekolah penyelenggara.
 
Misalnya, jumlah ruangan yang digunakan unas sebanyak 5-10 ruangan dalam satu sekolah, maka jumlah pengawas lebih dari satu orang.
  
"Tahun lalu, satu sekolah hanya menggunakan satu pengawas independen dari perguruan tinggi, sedangkan tahun ini jumlah pengawas bisa dua atau lebih sesuai dengan jumlah ruangan yang digunakan peserta unas," tuturnya.
 
Selain itu, lanjut dia, soal ujian yang dibagikan kepada peserta tidak sama karena terdapat 20 soal yang berbeda dalam satu ruangan yang diisi sebanyak 20 peserta.
 
Hal ini untuk menekan terjadinya kecurangan atau saling mencontek dalam pelaksanaan UN tersebut.
 
Jumlah peserta unas tingkat SMA/MA/SMK di Kabupaten Jember sebanyak 21.032 siswa.
 
Sedangkan untuk tingkat SMP/MTS mencapai 31.600 siswa dan peserta untuk kejar paket B dan C sebanyak 1.500 siswa yang tersebar di 31 kecamatan..(sURYA.Com)
27 March 2014
64 Jabatan Kasek di Kabupaten Pasuruan Kosong

Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Sebanyak 64 jabatan kasek (Kepala Sekolah) di Kabupaten Pasuruan hingga sampai saat ini masih kosong dan belum ada penggantinya.
 
Menanggapi hal tersebut, pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat berjanji dalam waktu dekat akan berupaya untuk mengisi kekosongan tersebut sebelum diselenggarakannya ujian nasional (Unas).
 
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Kabupaten Pasuruan, Sunyono mengatakan, bahwa kekosongan itu sendiri disebabkan dari berbagai faktor, yaitu dikarenakan ada kasek yang sudah pensiun serta ada yang meninggal dunia.
 
Dijelaskannya, kekosongan itu sendiri paling banyak tersebar di jenjang pendidikan sekolah dasar (SD), dan sisanya pada jenjang SMP atau sederajat.
 
"Untuk kekosongan kasek tersebut, dalam waktu dekat akan kami upayakan untuk segera  diisi sebelum diselenggarakannya Unas,"terangnya kepada beritajatim.com, Kamis, (27/3/2014).(Beritajatim.Com)
26 March 2014
Jualan Kopi Nyambi Ngecer Togel, Siti Dibekuk
Jualan kopi sambil 'nyambi' sebagai pengecer togel mengantarkan Siti Sami’ah (45) warga Desa Wedoro Klurak Kecamatan Candi ke dalam penjara, Rabu (26/3/2014).

Ibu 4 anak itu ditangkap petugas, setelah salah satu anggota Polsek Candi menyamar menjadi penombok saat berada di warungnya.

Menurut Kapolsek Candi Kompol Andi Febrianto Ali, saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti, kertas yang berisi catatan nomor togel dari penombok dan uang tunai senilai Rp 38 ribu. "Siti terbukti membawa rekapan togel dari para penombok yang juga pelanggan di warungnya," ucapnya.

Saat diperiksa,  tersangka mengaku baru menjalani pekerjaan sebagai pengecer togel. "Taseh nembe mawon pak ngecer togel, (masih baru jadi pengecer togel)," akunya kepada penyidik.

Siti juga masih menutup-nutupi pengepul yang disetori togel. Dia hanya mengatakan saat menyetor hasil tombokannya, ditemui orang yang tak dikenalnya. "Ketemuannya saat setor, biasanya di Jalan Raya Lingkar Timur," tukas wanita yang dijerat pasal 303 KUHP itu.

Dia beralasan, nekat jadi pengecer togel lantaran pengasilah dari warung kopinya itu tak mencukupi untuk kebutuhan hidup dengan 4 orang anaknya. "Suami sebagai kuli serabutan tak bisa diharapkan belanjanya," pungkasnya sedih.
26 March 2014
Truk Tabrak Truk, Seorang Sopir Tewas Terpejit
Kecelakaan maut yang melibatkan dua truk, terjadi di jalur pantura Tuban tepatnya di alas Jati Peteng jalan Tuban-Semarang KM 15, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu (26/03/2014).

Akibatnya, seorang pengemudi tewas dengan kondisi mengenaskan setelah tubuhnya terjepit di dalam kabin truk setelah terjadi benturan. Diduga kecelakaan itu terjadi akibat pengemudi mengantuk dan kendaraannya oleng.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian kecelakaan tersebut berawal saat kendaraan truk nopol N 8602 UA yang dikemudikan oleh Wahyudi Utomo (33), asal Desa Talangsoko, Kecamatan Turen, Malang berjalan dari arah timur menuju arah Semarang.

Diduga karena ia mengantuk, akhirnya truk yang dikemudikannya tersebut berjalan masuk di jalur kanan. Sedangkan dari arah barat ada kendaraan truk nopol N 9383 UR yang dikemudiankan oleh Suhermanto (35), warga Probolinggo, hingga tabrakan tidak bisa terhindarkan.

"Untuk kendaraan N 9383 UR sudah berusaha menghindar ke kiri, akhirnya truk yang dari arah timur itu menabrak samping truk yang berjalan dari arah barat," terang IPTU Frihamdeni, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban.

Akibat benturan yang sangat keras itu, Wahyudi untuk pengendara truk yang dari timur itu terjepit di dalam kabin kendaraan. Sehingga korban akhirnya tewas dengan kondisi mengenaskan di lokasi kejadian perkara.

"Korban meninggal di TKP, kemudian langsung kita evakuasi dan dibawa ke kamar mayat. Kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini," pungkasnya.
Page 770 of 825     ‹ First  < 768 769 770 771 772 >  Last ›