Lintas Jawa Timur

26 February 2014
Urat Kaki Putus, Atlet Basket Gugat Bupati Banyuwangi
Radio ANDIKA KEDIRI - JATIM - Vidiana Rosadaisyah (18), atlet bola basket Banyuwangi sejak satu tahun terakhir, mengalami cedera di kaki kanannya.

"Sudah enggak bisa jalan normal hampir satu tahun ini. Ada urat yang putus di bagian lutut," ungkap Vidiana kepada Kompas.com, Rabu (26/2/2014).

Ia mengalami cedera saat berlaga di Sidoarjo pada Mei 2013 lalu menjelang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur. "Ya, sejak sakit ini saya enggak bisa melakukan apa-apa. Jangankan main basket, buat jalan saja susah," jelasnya.

Vidiana aktif di olahraga basket sejak kelas 6 SD. Dia bergabung di salah satu klub basket di Banyuwangi.

"Tahun 2009, saya sempat mewakili Olimpiade Olahraga Siswa Nasional. Saat SMA, masuk tim utama basket dan ikut Pekan Olahraga Pelajar Daerah Jawa Timur, dua tahun berturut-turut juara dua. Sempat atletik dan juga futsal. Hampir 5 tahun saya aktif jadi atlet," jelasnya.

Vidiana mengaku sudah beberapa kali melakukan pengobatan secara alternatif untuk menyembuhkan cedera di kakinya. "Ayah saya yang mengupayakan semuanya. Wira-wiri ke Surabaya dan akhirnya diketahui jika ada urat yang putus. Saat ditanyakan biaya untuk operasi sekitar 100 juta lebih," katanya.

Akibat cedera tersebut, Vidiana gagal masuk perguruan tinggi negeri denga beasiswa atlet basket dan juga gagal masuk di IPDN. "Saya sempat dapat beasiswa atlet basket, tapi saat dites basket, kondisi saya ya pas sakit, ahirnya gagal. Setelah itu juga diterima di IPDN, tapi terpaksa mengundurkan diri karena kondisi fisik saya tidak memungkinkan," kata gadis kelahiran 4 Maret 1995 itu.

Sementara itu, Achmad Rosady, ayah Vidiana mengaku sudah mengeluarkan banyak biaya untuk kesembuhan anaknya. Ia juga telah menggadaikan dua sepeda motor yang dimilikinya.

"Sudah habis sekitar 30 juta. Saya sempat meminta bantuan Perbasi dan dapat bantuan 7,5 juta rupiah," jelasnya.

Karena sudah tidak memiliki uang lagi, Achmad Rosady sempat meminta bantuan kepada Pemkab Banyuwangi. "Saya enggak dapat uang, tapi dapat surat pernyataan miskin agar bisa berobat gratis di Surabaya. Saat saya bawa ke Surabaya, ternyata tidak langsung bisa ditangani," kata pria yang berprofesi sebagai sopir tersebut kepada Kompas.com.

Untuk mengembalikan kesehatan putrinya, Achmad Rosady, warga Kelurahan Taman Baru Banyuwangi tersebut, mengajukan gugatan perdata kepada Bupati Banyuwangi, Ketua Komite Olahraga Nasional, dan Ketua Persatuan Basket Seluruh Indonesia Banyuwangi ke Pengadilan Negeri Banyuwangi. Ia menuntut uang Rp 108 juta untuk biaya operasi anaknya.

"Memasukkan gugatan merupakan langkah terakhir agar nasib atlet di Banyuwangi lebih diperhatikan," jelasnya.

Sidang pertama gugatan dilaksanakan Rabu, 26 Februari 2014, dengan Ketua Majelis Hakim Kurnia Yani Darmoni serta dua anggota Imam Santoso dan Ketut Somanasa. Pada sidang tersebut hadir Ketua KONI Banyuwangi, Nurmansyah dan Ketua Perbasi Banyuwangi, Edi Lukisanto, didampingi kuasa hukum, termasuk Muhammad Fahim, kuasa hukum Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Edi Lukisanto, Ketua Perbasi Banyuwangi mengakui hingga saat ini atlet Perbasi belum diasuransikan. "Semoga saja ini bisa menjadi pelajaran penting bagi semua pihak dan bisa segera diselesaikan," pungkasnya.

Sementara itu, majelis hakim menunda persidangan selama satu pekan untuk memberi kesempatan kedua belah pihak menempuh jalur mediasi.
(KOMPAS.COM)
26 February 2014
Antisipasi Banjir Sidoarjo, BPLS Keruk Kali Ketapang
Radio ANDIKA - KEDIRI - JATIM - Antisipasi banjir parah melanda lagi kawasan Tanggulangin dan sekitar exit Tol Porong, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mengeruk sungai Ketapang Tanggulangin, Rabu (26/2/2014).

Selain dinormalisasi, tangkis bibir sungai juga ditinggikan dari tanah hasil pengerukan sungai yang dijadikan pembuangan air lumpur panas Lapindo itu.

"Normalisasi ini untuk antisipasi banjir susulan di exit tol Porong yang kapan hari menerndam rel KA di Porong," ucap Humas BPLS Dwinanto Prasetyo, Rabu (26/2/2014).

Dwinanto menambahkan selain normalisasi, tangkis sungai ditinggikan antisipasi airnya melap atau melebur. "Dampak luapan sungai ini, kadang mengakibatkan rel KA dan jalan depan exit Porong banjir," imbuhnya.

Pantauan beritajatim.com, di lokasi proyek tampak  ada 2 (dua) eskaontong dan 1 alat berat exsavator. "Normalisasi dilakukan mulai kawasan Ketapang sampai dengan Gempolsari Kec Tanggulangin." Pungkas Dwinanto.(BERITAJATIM.COM)
25 February 2014
Tuntut Paguyuban Pasar Bubar, PKL PPS Merjosari Demo
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Para pedagang kaki lima (PKL) Pasar Penampungan Sementara (PPS) Merjosari menggelar demo di depan kantor PPS Merjosari, Selasa (25/2/2014).
 
Dalam aksi itu, para PKL membawa poster yang berisi kecaman terhadap pengurus paguyuban pasar.
 
Mereka meminta agar pengurus paguyuban pasar dibubarkan.
 
Perwakilan PKL, Safi'i, mengatakan, para PKL meminta agar tetap ditampung saat pedagang pindah dari PPS Merjosari ke Pasar Dinoyo.
 
Sebab, sebelumnya, para PKL juga berasal dari Pasar Dinoyo.
 
"Para PKL juga minta diakui. Kalau pedagang pindah ke Pasar Dinoyo, kami juga harus ikut pindah," katanya.
 
Dikatakannya, jumlah PKL yang ditampung di PPS sekitar 150 pedagang. Para PKL juga membayar retribusi Rp 2.000 per hari.
 
Selain itu, PKL diwajibkan membayar uang keamanan Rp 5.000 per bulan dan uang sampah Rp 3.000 per bulan.
 
"Dulu waktu menempati lokasi di Pasar Dinoyo kami juga beli. Ketika itu, kami membayar Rp 450.000. Kira-kira tahun 1995," ujarnya.(Surya.co.id)
 
 
 
25 February 2014
Tuntut Kepsek Mundur, Siswa dan Guru Mogok Belajar
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pamekasan, Jawa Timur, didukung puluhan guru, melakukan aksi mogok kegiatan belajar mengajar, Selasa (25/2/2014). Aksi itu merupakan protes terhadap Kementrian Agama Kabupaten Pamekasan yang tak kunjung mengganti Kepala MAN Pamekasan, Ahmad Taufiki, yang dianggap arogan.
 
Sejak bel sekolah dibunyikan, tak ada satupun siswa dan guru yang mau masuk kelas. Para siswa hanya duduk di emper kelas. Sebagian guru duduk di ruang guru sementara yang lain berbincang-bincang dengan siswa.
 
Di dalam kelas, ada pula siswa yang sambil menyanyi sambil berjingkrak-jingkrak. Tidak ada satupun guru yang mau menegur mereka meskipun suaranya riuh sampai ke kelas-kelas lainnya.
 
Beberapa menit kemudian, semua siswa berkumpul di aula sekolah. Ada siswa yang membawa poster bertuliskan protes terhadap kehadiran kepala MAN, ada pula yang menulis di papan tulis seperti, "MAN Pamekasan mogok belajar".
 
Yuli, pengurus OSIS MAN Pamekasan mengatakan dalam orasinya mengatakan, sejak MAN Pamekasan dipimpin Ahmad Taufiki, situasi sekolah tidak kondusif. Bahkan Taufik sering terlibat perselisihan dengan wakil kepala lainnya serta para guru.
 
"Seharusnya kepala sekolah itu menciptakan suasana yang nyaman di sekolah, bukan justru mendatangkan kericuhan dan perselisihan," kata Yuli, diikuti teriakan kawan-kawannya.
 
Untuk menenangkan aksi mogok belajar itu, Kepala Kemenag Pamekasan, Muarif Tantowi, langsung mendatangi MAN 1 Pamekasan. Kepada para siswa, Muarif menyampaikan bahwa tuntutan siswa untuk memberhentikan Kepala MAN Pamekasan sudah disampaikan ke Kanwil Kemenag Jawa Timur. Namun surat pergantiannya belum turun.
 
"Di Kanwil Kemenag Jatim akan ada pergantian kepala dan surat pergantian Kepala MAN Pamekasan belum bisa diproses. Mungkin setelah serah terima jabatan akan ada kejelasan," ungkap Muarif.
 
Penjelasan Muarif, tidak serta merta meredakan aksi siswa. Imbauan agar siswa masuk ke ruang kelasnya masing-masing tidak dihiraukan. Sebaliknya mereka justru melontarkan ancaman.
 
"Jika tidak ada kejelasan pada hari Senin mendatang, maka aksi mogok belajar akan berlangsung," Yuni, yang diamini kawan-kawannya. Siswa langsung membubarkan diri dan tidak masuk kelas. Tetapi langsung pulang.(Kompas.co.id)
 
25 February 2014
 Pendeta di Malang Ajak Anak-anak Nonton Film Porno lalu Dicabuli
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Seorang pria yang ditenggarai berprofesi pelayan rohani atau biasa dikenal pendeta oleh masyarakat Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, diringkus Tim Buser Satuan Reserse Kriminal Polres Malang, Kamis (13/2/2014).
 
Pendeta berinisial YF itu, ditangkap Polisi atas laporan keluarga korban atas tuduhan perbuatan cabul terhadap 2 anak kecil. Aksi ini terbongkar setelah para korban, bercerita pada guru les privat telah diperlakukan tidak senonoh saat bermain ke rumah YF.

 
"Anak saya ngaku kalau kemaluannya dicolok-colok oleh YF. Saat main ke rumah YF, anak saya juga disuruh melihat film porno," tegas Satuni, Kamis (13/2/2014) siang.
 
Satuni adalah ibu kandung dari Ina (bukan nama sebenarnya). Ina adalah korban perbuatan cabul YF yang masih berumur 7 tahun. Satuni sudah melaporkan perbuatan YF ke Reskrim Polres Malang, Selasa (11/2/2014) lalu. Bersama Ina dan 1 korban lainnya, Satuni melaporkan tindak pidana asusila yang dilakukan YF.
 
Triayu, kakak Ina menjelaskan, adiknya jadi korban cabul saat bermain ke rumah YF. "Adik saya kalau pulang sekolah main ke rumah YF. Di rumah itu, ternyata dicabuli. Adik saya dan temannya cerita ke guru les," tuturnya.
 
Melalui guru les, lanjut Triayu, adiknya juga sempat diminta melihat film porno. Usai dicabuli, adiknya dan temannya diiming-imingi uang lima ribu rupiah. "YF itu seperti pelayan rohani. Sudah tiga tahun tinggal satu tetangga dengan kami. Keluarga kami berharap YF bisa diproses secara hukum," tandasnya.
 
Hingga berita ini diunggah, YF sudah diamankan Tim Reskrim Polres Malang. Usai tertangkap tadi malam, rumah YF nyaris dibakar massa. Sejumlah kaca rumah pecah akibat emosi massa yang tak terkendali.(Beritajatim.com)
25 February 2014
Judi Lewat TTmini.net Diringkus Polisi
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Dwi Budi alias Selep (41) warga dusun Jambe Desa Banjar Kemantren Kecamatan Buduran, yang selama memanfaatkan online untuk berjudi, tertangkap tangan.
 
Dia diringkus saat melakukan transaksi dan mengoperasikan website TTmini.net. "Tersangka tertangkap tangan saat memasukkan nomor togel yang ditombokan ke dalam website," Kapolsek Buduran Kompol Hendy Kurniawan ucapnya Senin (24/2/2014)
 
Dari penangkapan pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan umum itu, petugas mendapatkan barang bukti selembar rekapan nomor judi togel dan handpone Samsung.
 
"Polisi juga mendapatkan uang sisa saldo dari ATM untuk melakukan transaksi judi online, sebedar Rp 350 ribu dari ATM tersangka," ungkapnya.
 
Tersangka mengaku baru tiga bulan menjadi pengecer judi online, dan para penombok yang menyetorkan nomor togel kepada tersangka kebanyakan dari temannya yang seprofesi sebagai supir angkutan umum.
 
"Setelah ada SMS dari penombok, lalu saya masukkan ke Website TTmini.com. setiap tombokan saya mendapat untung Rp 12 persen," imbuhnya.
 
Hendy menegaskan, tersangka melanggar hukum sesuai pasal 303 KUHP tentang  perjudian. “ untuk ancamannya maksimal 5 tahun penjara “ tegasnya.(Beritajatim.com)
24 February 2014
Istri Selingkuh, Dodik Wadul Wartawan
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Kesal lantaran laporannya beberapa kali ke pemkab dan Badan Kepedawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sidoarjo, tak ditanggapi, Dodik (46), warga Sidoarjo, melaporkan dugaan perselingkuhan Asmini (42), isterinya yang berstatus PNS di Puskesmas Gedangan, kepada wartawan, Senin (24/2/2014).

Menurut Dodik, dirinya memilih melaporkan keretakan keluarganya karena isterinya dituduh selingkuh keempat kalinya. Mulanya, perselingkuhan itu terjadi pada tahun 2012 dari mulut ke mulut hingga ia memergokinya sendiri. "Saya mergoki sendiri Asmini keluar dengan pria lain di Hotel Kartini Sidoarjo. Saat itu, dia (Asmini) juga saya tegur," ucapnya.

Namun, lanjutnya, teguran beberapa kali itu tidak dihiraukan. Malahan yang membuat Dodik jengkel, istrinya berbuat nekat dengan selalu bergonta-ganti pasangan setiap ketahuan suaminya. "Karena dia tidak insaf dan justru menjadi-jadi, maka saya mengajukan perceraian," terangnya.

Dirinya juga meminta kepada Pemkab Sidoarjo, diberi status yang jelas karena istrinya telah ketahuan selingkuh 4 kali dengan pria lain. "Saya ingin kejelasan sikap dari Pemkab Sidoarjo, masa ada pegawainya selingkuh, perbuatannya seperti itu dibiarkan," kesalnya.

Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Sidoarjo, Sri Witarsih, menyatakan akan mendalami perkara atau laporan yang masuk ke SKPD nya. "Tentunya nanti ada tindakan tegas dari Pemkab Sidoarjo, jika ada PNS yang terbukti melanggar. Tapi kami belum menyatakan ada yang bersalah, karena masih didalami laporan yang ada," terangnya pada wartawan.(Beritajatim.com)
24 February 2014
Dua Mobil Kejar-kejaran, Tabrakan Lalu Terbakar
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Diduga kebut-kebutan mobil Daihatsu Luxio D 1124 KI, terlibat tabrakan dengan mobil Toyota Avanza M 1407 E, di Jl Jokote, Asmanis, depan kantor Jasa Raharja, Pamekasan, Minggu malam (23/2/2014), sekitar pukul 23.35.

Akibat kejadian itu, mobil Luxio yang dikemudikan Wahdis (25), warga Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan, hangus terbakar dan tinggal kerangka. Sedang mobil Avanza yang dikemudikan Feri (22), warga Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan, moncong bagian depan penyok dan kaca depannya pecah.

Wahdis dan Ferri, hanya luka lecet di bagian dada dan kaki, kini dimintai keterangan di Satlantas Polres Pamekasan. Begitu juga kedua mobil yang terlibat tabrakan itu, disita sebagai barang bukti.

Menurut sumber di lokasi kejadian, dua mobil itu merupakan mobil rental yang disewa Aprilianto, warga Desa Polagan, Galis, Pamekasan, bersama tiga mobil lainnya. Siang harinya ke lima mobil itu digunakan untuk acara resepsi pernikahan ke Pakong, Pamekasan.

Malam harinya, Aprilianto meminta mengembalikan seluruh mobil sewaan ke pemiliknya, termasuk mobil Luxio dan Avanza  yang keduanya milik rental Taha, di Jl Pintu Gerbang, Pamekasan.

Kemudian kelima mobil itu bergerak beriringan menuju kota untuk dikembalikan. Posisi mobil Luxio berada di urutan nomor 4 dan mobil Avanza di urutan nomor 5 (belakang.Red). Saat itu laju ke lima mobil itu kencang dan terlihat saling kejar-kejaran.

Ketika sampai di lokasi kejadian, mobil Luxio kehilangan kendali dan terpelanting ke kanan jalan, hingga menabrak tiang telepon, pagar kantor Jasa Raharja dan pohon di pinggir jalan.

Mobil Avanza yang berada di belakang berusaha menghindar. Namun karena jaraknya terlalu dekat, Feri sopir Avanza tidak mampu menguasai setirnya, sehingga menabrak bagian belakang Luxio.

Semula, mobil Luxio menghadap barat, arah kota, langsung berbalik ke timur arah Sumenep. Rupanya tangki mobil Luxio itu bocor dan bensinnya menetes, sehingga Wahdis, buru-buru ke luar mobil. Tiba-tiba dari mesin mobil Luxio memercikkan api disusul suara ledakan hebat. Sehingga dalam waktu sekejab, seluruh mobil itu sudah terbakar.

Sementara mobil Avanza, usai menabrak mobil Luxio, berhenti beberapa meter sebelah barat mobil Luxio. Kondisi Feri, duduk bersandar di belakang kemudi dalam kondisi pingsan tidak sadarkan diri.

Sejumlah warga sekitar yang melihat kejadian itu berdatanga menolong Feri dan mengeluarkan dari mobilnya untuk dilarikan ke UGD RSUD Pamekasan. Warga lainnya menghubungi petugas mobil PMK Pamekasan.

Mohamamd Amri (34), warga Jl Jokote, yang saat itu makan nasi di warung pinggir jalan mengatakan, dari arah timur kedua mobil yang terlibat tabrakan itu kejar-kejaran, seperti balapan.

“Begitu saya merdengar benturan keras,  saya melihat api berkobar. Saya bersama warga di sini membantu menolong sopir mobil Avanza yang pingsan,” kata Mohammad Amri.

Kepada Surya, Feri yang ditemui di UGD RSUD Pamekasan, mengatakan, ia tidak apa tahu pasti bagaimana kejadiannya hingga mobil yang dikemudikan itu menabrak mobil Luxio. Ia baru sadar, saat dirinya berada di UGD.

Di hadapan petugas, Wahdis mengaku sebelum kejadian ia melihat kucing menyeberang jalan, sehingga ia menghindar, namun oleng ke kanan jalan, menabrak tiang telepon dan pohon lalu ditabrak Avanza dari belakang.

Kasatlantas Polres Pamekasan, AKP Bambang Sugiharto, didampingi Kanit Laka Lantas Polres Pamekasan, Iptu Mohammad Adnan, yang dimintai konfirmasinya mengatakan, dugaan sementara kejadian itu lantaran kedua mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi dan kejar-kejaran, sehingga ketika terdapat rintangan di depannya, sopir mobil Luxio tidak bisa menguasai.

“Tapi untuk kepastian penyebab kejadian itu, kan masih meminta keterangan kedua sopir mobil yang terlibat tabrakan dan saksi di lapangan,” kata Bambang Sugiharto.(Surya.co.id)

24 February 2014
Tim UB Data Rumah Rusak Korban Gunung Kelud
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Tim dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) mulai melakukan pendataan jumlah rumah rusak akibat terdampak erupsi Gunung Kelud. Saat ini tim masih melakukan pendataan di empat kecamatan terdampak yakni Kecamatan Puncu, Kepung, Ngancar dan Plosoklaten.

"Menurut data tim dari Satlak Kabupaten  Kediri jumlah rumah rusak lebih dari 17.000 unit. Namun rumah yang rusak itu sekarang masih terus diverifikadi tim dari Universitas Brawijaya Malang," ungkap Drs Masykuri,MM Ketua Satlak Penangulangan Bencana dan Pengungsi (PBP), Senin (24/2/2014).

Dijelaskan Masykuri, tim dari UB yang akan menentukan tingkat kerusakan rumahnya. Tim ini melibatkan sekitar 76 orang personel mulai melakukan pendataan sejak Sabtu (22/2/2014). "Sekarang tim masih melakukan pendataan di Kecamatan Kepung dan Puncu," tambahnya.

Sementara data sementara rumah yang rusak parah di Kabupaten Kediri tercatat 8.622 rumah, 5.426 rusak sedang dan 5.088 rusak ringan. Letusan Gunung Kelud juga mengakibatkan 166 ruang kelas rusak berat, 52 ruang rusak sedang dan 176 ruang kelas  rusak ringan.

Sementara perbaikan rumah dan fasilitas umum di desa-desa terdampak terus dilakukan personel TNI yang diterjunkan di Kabupaten Kediri. Salah satu contohnya personel TNI telah memperbaiki pipa air yang rusak terkena letusan Gunung Kelud.

Pipa yang mengalirkan air bersih bagi warga di Laharpang ini sudah berhasil disambungkan lagi. "Warga Laharpang sekarang sudah dapat menikmati air bersih," ungkap Letkol Inf Heriyadi, Dandim 0809 Kediri.
Pasukan TNI sejak hari pertama pasca erupsi sudah mulai melakukan karya bakti dengan membersihkan pasir di jalan-jalan protokol, tempat ibadah dan sejumlah fasilitas umum.

Rencananya desa-desa terdampak erupsi Gunung Kelud dengan kerusakan paling parah yang mendapatkan prioritas perbaikan.(Surya.co.id)

24 February 2014
Penambangan Belerang di Ijen Terus Berjalan
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Status waspada untuk Gunung Ijen yang mengharuskan satu kilometer dari puncak steril dari manusia tidak menyurutkan para penambang belerang terus bekerja.
 
Para penambang yang berjumlah sekitar 400 orang tetap menjalankan aktivitasnya, yakni mengambil belerang dari bibir kawah.
 
Mursid (35) penambang dari Kecamatan Licin, Banyuwangi ini mengatakan meski status Ijen waspada, dia bersama teman-temannya yang lain tetap nekat mengambil belerang.
 
Setiap hari, belerang yang sanggup dibawanya dari puncak sekitar 65kilogram, atau dengan kata lain penghasilannya sehari sekitar Rp50.000 sampai Rp 52.000.
 
Selain karena  tuntutan hidup untuk terus mendapatkan uang, para penambang semangat mengambil belerang karena saat ini harga pembelian belerang oleh PT Candi Merimbi naik Rp 20 per kilogramnya.
 
Saat ini harga belerang menjadi Rp 800 per kilogram dari sebelumnya hanya Rp 780.
 
Meski hanya naik Rp20, kenaikan ini tetap disyukuri para penambang. Kenaikan yang sedikit tersebut, jika diakumulasi membuat para penambang punya penghasilan sedikit lebih banyak dari sebelumnya.
 
"Harga naik dua puluh rupiah mulai awal tahun ini. Memang terlihat sedikit tapi tetap senang karena ada kenaikan harga," kata Mursid saat ditemui Surya di lokasi penimbangan belerang di Pal Tuding,  kawasan kaki Gunung Ijen, Senin (24/2/2014).
 
Sarkoni (35) juga merasakan hal yang sama. Kenaikan harga belerang membuatnya tetap semangat untuk menambang. Apalagi dirinya punya tanggungan kridit sepeda motor Honda Revo sebesar 475.000 per bulannya.
 
"Meski naiknya sedikit,  tapi tetap membuat senang," ucap Sarkoni yang sudah lima tahun jadi penambang belerang di Ijen.
 
Selain dari hasil penjualan belerang. Mursid maupun Sarkoni, dan juga penambang lainnya terkadang mendapat rejeki lain dengan menjadi guide bagi pengunjung.
 
Tak ada tarif pasti untuk jasa mereka sebagai guide atau pembawa ransel wisatawan. Para penambbang tak pernah mematok harga untuk mengantar wisatawan menuju puncak dan turun ke kawah.
 
"Ada yang kasih seratus ribu, seratus lima puluh terserahlah," ucap Sarkoni  sambil tersenyum.
 
Hanya saja, menurut Sarkoni, pada bulan Februari seperti ini, jumlah pengunjung ke kawah Ijen sangat sedikit. Selain musim hujan, bulan Februari tidak bebarengan dengan musim liburan wisatawan mancanegara.
 
"Ramainya bulan Juni sampai Oktober, banyak bule datang. Kalau sekarang kebanyakan lokal dan ramainya hanya sabtu atau minggu," ucap Sarkoni (Surya.com)
 
 
Page 759 of 808     ‹ First  < 757 758 759 760 761 >  Last ›