Lintas Jawa Timur

14 September 2019
Polda: Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas Di Jatim Masih Tinggi
SURABAYA - Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Provinsi Jawa Timur masih tergolong tinggi yakni sekitar enam orang meninggal dunia setiap harinya.

Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Polda Jatim, KOMPOL DADANG KURNIA menyampaikan kepada berbagai pihak untuk bersama sama untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas ini. Ia juga menyambut baik apa yang sudah dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim, dengan memberikan pelatihan "safety riding" kepada pekerja di sejumlah perusahaan di Jatim.

DODO SUHARTO selaku Deputi Direktur Wilayah Jawa Timur mengatakan pada kegiatan itu pihaknya mengajak 320 peserta dari 98 perusahaan di Jawa Timur. Ia juga memberikan alat pelindung diri (APD) berupa helm motor sebanyak 500 unit kepada tenaga kerja. Melalui pelatihan ini diharapkan bagi peserta yang telah mendapatkan pemahaman safety riding dapat berbagi pengetahuan kepada rekan kerja di perusahaan. (antara-art)
04 September 2019
Anggota DPRD Tulungagung Meninggal
TULUNGAGUNG - Seorang anggota DPRD Tulungagung, periode 2019-2024 yang baru dilantik pada 24 Agustus 2019, MAKIN, meninggal dunia diduga akibat menderita sakit lambung akut.

Ketua sementara DPRD Tulungagung SUPRIYONO menjelaskan legislator dua periode dari Partai Bulan Bintang itu sempat menjalani perawatan intensif di RSUD dr Iskak, namun nyawanya tak tertolong dan mengembuskan nafas sekitar pukul 05.00 WIB. Kabar duka itu cepat beredar, dan seluruh koleganya di DPRD Tulungagung melakukan takziah di rumah duka di Desa Sukodono, Kecamatan Karangrejo. MAKIN menjadi legislator dua periode (2014-2019 dan 2019-2024). Ia juga menjadi satu-satunya kader dari Partai Bulan Bintang yang lolos ke kursi legislatif pada Pemilu 2019.

SUPRIYONO mengatakan, kursi yang ditinggalkan almarhum selanjutnya akan diisi oleh kader PBB yang perolehan suaranya di dapil sama, berada di bawah almarhum MAKIN melalui mekanisme pergantian antarwaktu atau PAW. Namun proses itu (usulan) diserahkan ke Partai Bulan Bintang, setelah prosedur administrasi dilakukan atas rekomendasi dari KPU Tulungagung. Terkait proses pembentukan alat kelengkapan DPRD, SUPRIYONO memastikan meninggalnya MAKIN selaku anggota legislatif setempat tidak terlalu berpengaruh. Alasannya, pembentukan fraksi saat ini sudah selesai, dan PBB bergabung dengan partai lain.  (antara-art)
04 September 2019
Bupati Trenggalek Lantik 204 Pejabat OPD Di Tempat Terbuka
TRENGGALEK - Bupati Trenggalek MOCHAMAD NUR ARIFIN menggelar pelantikan 204 pejabat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dengan cara unik, yakni dilakukan di tempat terbuka dan dengan menggunakan pakaian tradisional adat Jawa.

Bupati NUR ARIFIN menjelaskan pelantikan itu dilakukan di tempat terbuka di bawah tugu Garuda, Alun-alun Kota Trenggalek. Menurutnya, filosofi memakai pakaian Jawa, itu bermakna pekerjaanmu yang "njawani". 

Bupati mengingatkan kepada pejabat yang dilantik, bahwasannya mereka telah membuat kontrak kinerja. Apa yang dijanjikan sebagai bentuk kontrak kerja kepada masyarakat yang harus segera dilaksanakan dan diwujudkan. Secara umum Bupati NUR ARIFIN menjelaskan bahwa pakaian adat Jawa dijadikan simbol bahwasanya pejabat yang dilantik sebagai abdi masyarakat dan bertugas wajib memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat.

Dijelaskan, 204 pejabat yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya ini meliputi tujuh (7) pejabat tinggi pratama, 57 pejabat administrator, 124 pejabat pengawas dan 16 pejabat fungsional (pengawas sekolah, penilik, guru dan auditor). (antara-art)
02 September 2019
Batu Mirip Arca Ditemukan Di Blitar
BLITAR - Sebuah batu mirip arca ditemukan di Kelurahan Gedog, Kota Blitar dan saat ini masih diteliti oleh dinas terkait guna kepastian apakah itu benda situs arkeologi atau bukan. TOIRON, warga yang mengetahui batu itu mengaku sebelumnya sudah melihatnya sejak tiga pekan lalu. Dirinya merasa batu itu aneh, sebab ada lekukan mirip arca.

Di sekitar lokasi itu, terdapat sisa puing Candi Gedog atau yang dikenal Punden Joko Pangon. Jaraknya sekitar 10 meter dari lokasi temuan batu mirip arca tersebut. Situs Candi Gedog merupakan reruntuhan candi yang terletak di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Keberadaan reruntuhan candi tersebut berkaitan erat dengan asal muasal Kelurahan Gedog dan legenda-legenda yang melingkupinya. Temuan itu juga langsung mendapatkan respon dari aparat dan pemerintah kota terkait. Petugas Polresta Blitar bahkan memasang garis polisi guna mengamankan tempat itu dari warga yang iseng.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Blitar AKP HERI SUGIONO menjelaskan terdapat tiga titik yang diberi garis polisi, yakni titik temuan batu mirip arca, struktur batu bata dan temuan koin. Polresta Blitar juga masih menunggu hasil kajian dari dinas terkait untuk menindaklanjutinya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar TRI IMAN PRASETYONO mengaku petugas sudah ke lokasi dan melakukan pengecekan dan menemukan beberapa benda. Temuan terakhir berupa batu bata yang terstruktur mirip fondasi.

TRI menambahkan temuan itu sudah diamankan dan selanjutnya koordinasi dengan BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Trowulan, Mojokerto. Diharapkan, ada penelitian lebih lanjut terkait temuan tersebut. (antara-art)
02 September 2019
Anggota TNI Selamatkan Ikan Lumba-Lumba Terdampar Di Tulungagung
TULUNGAGUNG - Seorang anggota TNI yang masih berseragam lengkap terekam kamera menyelamatkan ikan lumba-lumba yang terdampar di Pantai Klathak, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu 1 September 2019.

Aksi heroik anggota provost bernama SERDA MOCHTAR yang kemudian menjadi konten video yang viral di media sosial facebook dan instagram itupun mendapat apresiasi Komandan Kodim 0807 Tulungagung LETKOL INF WILDAN BAHTIAR yang memberinya penghargaan saat apel pagi di halaman Makodim 0807, Senin 2 September 2019.

Dandim 0807, LETKOL INF WILDAN BAHTIAR di Tulungagung berharap, semangat kepedulian tersebut bisa ditiru seluruh jajaran anggota TNI setempat maupun masyarakat umum. Dalam video berdurasi 57 detik yang viral itu, terlihat seorang anggota TNI AD berseragam lengkap berikut tanda pengenal dari satuan provost, terjun ke pantai dan menggendong ikan lumba-lumba yang terdampar hingga nyaris menyentuh daratan.

Ia bahkan rela berbasah-basah saat membopong ikan lumba-lumba dan menyeburkannya kembali ke arah laut yang lebih dalam, sehingga binatang dilindungi itu bisa berenang ke tengah. Dalam aksinya, SERDA MOCHTAR dibantu dua warga. Diduga, ikan lumba-lumba dewasa seukuran tabung gas elpiji isi 12 kilogram dan panjang sekitar satu meteran itu terdampar saat berenang mencari suhu hangat di sekitar pantai Klathak Tulungagung. (antara-art)
29 August 2019
Kerusakan Infrastruktur Sungai Brantas Makin Mengkhawatirkan
TULUNGAGUNG - Sejumlah pihak mulai mengkhawatirkan dampak kerusakan yang ditimbulkan aktivitas penambangan pasir mekanik di sepanjang Sungai Brantas, karena dianggap telah merusak kontur alami dan infrastruktur sungai yang memiliki panjang 600 kilometer, membentang melintasi 12 kabupaten/kota mulai Kabupaten Malang hingga Gresik, jawa Timur itu.

Kepala Subdivisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) I/3 Tulungagung HADI WITOYO, mengungkapkan dasar Sungai Brantas saat ini terus mengalami penurunan drastis hingga kisaran sembilan (9) meter dibanding gradasi sebelumnya. Hadi menyebut dampak kerusakan secara lokal di titik area penambangan pasir memang tidak terlihat mencolok.


Namun penurunan dasar Sungai Brantas daerah itu, mulai dari wilayah perbatasan Kademangan, Blitar hingga Ngantru dan Karangrejo, Tulungagung secara keseluruhan sangat parah. Akibatnya bisa dilihat dari ambles dan rusaknya struktur pemecah air di Bendung Serut, ambrolnya salah satu sisi plengseng Jembatan Ngantru, fondasi Jembatan Ngantru serta jembatan perlintasan KA yang menggantung, hingga penurunan level permukaan air tanah sebagai dampak ikutan penurunan dasar Sungai Brantas. Atas dasar pertimbangan dan latar belakang itulah, pihak Perum Jasa Tirta, BBWS Brantas, Satpol Jatim, kepolisian dan pihak lain terkait merasa berkepentingan untuk melakukan persuasi pencegahan.

Sebagaimana diungkapkan panjang lebar oleh Kasatpol PP Jatim BUDI SANTOSA, pihaknya saat ini berkepentingan untuk melakukan penanganan komprehensif terkait masalah penambangan pasir ilegal di seluruh wilayah Jatim. Untuk daerah-daerah yang ada wilayah pertambangannya seperti di Blitar (beberapa daerah aliran sungai lahar Gunung Kelud), penambang rakyat didorong untuk mengajukan perizinan secara berkelompok. (antara-art)
29 August 2019
Empat Kecamatan Di Kabupaten Malang Alami Kekeringan
MALANG - Sebanyak empat kecamatan di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami kekeringan pada musim kemarau yang diproyeksikan akan berlangsung hingga September 2019.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Bambang ISTIAWAN mengatakan bahwa empat kecamatan di Kabupaten Malang tersebut adalah Kecamatan Sumberpucung, Sumawe, Donomulyo, dan Pagak. Bambang menambahkan, dalam menghadapi musim kemarau yang terbilang cukup panjang di wilayah Kabupaten Malang tersebut, pihaknya telah memasok kebutuhan air warga.

Hingga saat ini, pihaknya terus melakukan pemantauan di berbagai wilayah yang berpotensi terjadi kekeringan.  Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangkates MUSRIPAN mengatakan bahwa, saat ini merupakan puncak musim kemarau. Diperkirakan, musim hujan akan dimulai pada Oktober 2019. Ia menjelaskan, musim hujan pada 2019 umumnya mundur jika dibandingkan dengan periode selama 30 tahun ke belakang. Curah hujan diperkirakan berkisar antara 1.001 hingga 1.500 milimeter.

Kabupaten Malang merupakan wilayah kabupaten yang memiliki luas mencapai 2.977,05 kilometer persegi, atau terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur setelah Kabupaten Banyuwangi, yang terdiri dari 33 kecamatan, 378 desa dan 12 kelurahan. Potensi kekeringan ekstrim atau lebih dari 60 hari, diperkirakan terjadi di dua desa, yakni, Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran, dan Desa Kemulan, Kecamatan Turen.

Selain itu, ada lebih dari tujuh titik di Kabupaten Malang yang diperkirakan berpotensi mengalami kekeringan panjang tanpa hujan berkisar antara 31 hari hingga 60 hari. (antara-art)
27 August 2019
Pemkab Ponorogo Dorong Desa/Kelurahan Kembangkan Reog
PONOROGO - Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo BAMBANG WIBISONO mengatakan Pemerintah Kabupaten mendorong setiap desa dan kelurahan di Ponorogo untuk terus mengembangkan seni budaya reog.

BAMBANG mengatakan sejak 2013 Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah memberikan bantuan stimulan untuk desa dan kelurahan yang mengembangkan reog. Hingga 2018 sudah ada sekitar 250 desa yang mendapatkan bantuan tersebut. Selain memberikan bantuan, Pemerintah Kabupaten Ponorogo bekerja sama dengan Yayasan Reyog Ponorogo dan Dewan Kesenian Kabupaten Ponorogo mengadakan gelar reog di masing-masing kecamatan setiap tanggal 11 setiap bulan.

Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Ponorogo ARIM KAMANDOKO mengatakan seni budaya reog sudah mendarah daging di kalangan masyarakat Ponorogo sehingga masing-masing desa dan kelurahan memiliki grup reog, bahkan bisa dua grup. Sementara itu, peneliti reog RIDO KURNIANTO mengatakan yang lebih berkembang saat ini adalah reog garapan yang ditampilkan di panggung festival. Sedangkan reog obyog yang merupakan seni pertunjukan reog yang tidak terikat oleh aturan atau pakem, oleh sebagian pelaku reog garapan dipandang sebelah mata.

Sebagai salah satu upaya untuk semakin memperkenalkan reog kepada masyarakat Indonesia dan dunia internasional, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar Festival Reyog Mini dan Festival Nasional Reyog Ponorogo yang merupakan bagian dari Festival Bumi Reyog dan rangkaian Hari Jadi ke-523 Kabupaten Ponorogo dan Perayaan Grebeg Suro.

Pada 2019, Festival Reyog Mini merupakan penyelenggaraan yang ke-17, sedangkan Festival Nasional Reyog Ponorogo merupakan penyelenggaraan yang ke-26 yang didukung Platform Indonesiana dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  (ant-art)
27 August 2019
DJP Jatim I Jebloskan Komisaris CV RKB Karena Utang Pajak Rp2,9 Miliar
SURABAYA - Kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim I menjebloskan Komisaris CV RKB berinisial FK dari Surabaya ke Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang, karena mempunyai utang pajak sebesar Rp2,9 miliar kepada negara, kata salah satu pejabat Kanwil DJP I Jatim.

Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Timur l, EKA SILA KUSNA JAYA mengatakan, tersandera FK merupakan warga Surabaya dan saat ini sudah dilakukan medical check up untuk berikutnya dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang.

Dalam pengamanan wajib pajak, Kanwil DJP Jatim I bekerja sama dengan tim yang terdiri dari KPP Pratama Surabaya Gubeng, Polda Jatim serta Direktorat Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, dan mereka secara bersama-sama melaksanakan kegiatan penyanderaan.

Sebelumnya, penagihan pajak aktif dilakukan dengan tindakan menegur atau memperingatkan, kemudian melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan Surat Paksa, lalu mengusulkan pencegahan, melaksanakan penyitaan, dan sampai yang terakhir adalah melaksanakan penyanderaan. Kanwil DJP I, tetap melakukan upaya pendekatan secara persuasif dengan komunikasi aktif sebagai prioritas untuk menghindarkan wajib pajak dari pengenaan tindakan penyanderaan. (ant-art)
27 August 2019
Kuasa Hukum ARIS Ajukan Peninjauan Kembali Kasus Kebiri
MOJOKERTO - Kuasa hukum MUHAMMAD ARIS YAKNI HANDOYO mengajukan peninjauan kembali (PK) atas kliennya yang divonis menjalani hukuman kebiri kimia terkait kasus pemerkosaan kepada anak-anak di Kabupaten Mojokerto. Ia mengatakan, alasan dirinya melakukan peninjauan kembali atas kasus yang dihadapi kliennya itu adalah belum adanya petunjuk teknis terkait dengan pelaksanaan hukuman kebiri itu.

Ia menjelaskan, pihaknya sendiri tidak memiliki kapasitas kesehatan yang menyebutkan jika kode etik ikatan dokter Indonesia (IDI) tidak bisa melakukan kegiatan kebiri itu. Ia juga mengakui, jika kliennya itu termasuk orang yang agak lambat jika diajak berkomunikasi, sehingga diperlukan pemeriksaan psikologi lanjutan kondisi kesehatan kliennya itu. Namun, hal itu tidak akan digunakan dalam materi pembelaan dalam PK nanti, karena yang penting adalah hukuman kebiri itu belum ada petunjuk teknisnya.

Sebelumnya, ARIS saat dikonfirmasi sejumlah media mengatakan kalau dirinya lebih memilih hukuman seumur hidup jika memang harus dikebiri suntik kimia. Sebagaimana diberitakan, MUH ARIS pemuda asal Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, harus menjalani hukuman kebiri kimia setelah terbukti melakukan perkosaan terhadap 9 anak.
Berdasarkan putusan pengadilan, terpidana kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak-anak itu juga harus mendekam di penjara selama 12 tahun, serta denda Rp100 juta subsider 6 bulan penjara dan juga. Putusan pidana 12 tahun kurungan dan kebiri kimia terhadap Aris sudah inkrah berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. (ant-art)
Page 4 of 191     ‹ First  < 2 3 4 5 6 >  Last ›