Lintas Jawa Timur

18 October 2018
 Seragam Gratis di Tulungagung Belum Kelar Dibagikan, Masih Ada Siswa SMP Berseragam SD

Pemkab Tulungagung telah menganggarkan sekitar Rp 30 miliar untuk pengadaan seragam bagi siswa baru SD, SMP dan MTs.

Namun hingga kini seragam baru itu belum selesai didistribusikan ke para siswa.

Akibatnya masih ada siswa SMP yang mengenakan seragam SD.
 

Kasubbag Program Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tulungagung, Heri Purnomo mengatakan, kontrak pengadaan seragam berakhir pada 20 Oktober 2018.

"Setelah tanggal itu baru akan ada evaluasi. Jika belum ada yang dikirim akan ada klaim," terang Heri.

Saat ini yang sudah dibagikan adalah tas, kaus olahraga, kaos kaki dan hasduk.

Lanjut Heri, batas akhir tanggal 20 Oktober adalah pengiriman sampai di Tulungagung.
 

Setelah itu masih butuh waktu antara satu hingga dua minggu untuk proses distribusi ke setiap lembaga.

Penyebab keterlambatan lainnya karena sistem lelang yang dianggap unik.

Misalnya setelah lelang selesai pada 12 Juli 2018, pemenang lelang harus melakukan pengukuran ke siswa.
 

"Paling tidak butuh waktu dua minggu untuk melakukan pengukuran," tambah Heri.

Belum lagi pemenang lelang harus pesan kain ke pabrik, dan dibutuhkan waktu selama satu bulan.

Pemenang lelang hanya mempunyai waktu efektif selama dua bulan untuk menyediakan barang.
 

Karena itu jika ingin pembagian seragam gratis ini tepat waktu, harus ada perubahan sistem.

Misalnya pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dipercepat.

Dengan demikian ada cukup waktu bagi pemenang lelang untuk mengukur dan menyediakan barang.
 

Selain itu ada kendala teknis yang tak terduga. Misalnya penyedia barang tiba-tiba meninggal dunia.

Ada pula truk kontainer yang digunakan mengirim seragam dari Jawa Tengah ini patah as di Ngawi.

"Terpaksa harus mencari tujuh armada mobil box pengganti untuk melanjutkan perjalanan ke Tulungagung," ungkap Heri.

Namun dengan semua kendala itu, Heri tetap yakin semua seragam akan sampai di gudang penyimpanan, Sabtu (20/10/2018).(David Yohanes-Surya.co.id/jko)


 

17 October 2018
Warga Blitar Desak Polisi Usut Pemalsu Surat KPK
Warga Blitar melakukan aksi damai di depan Mapolres Kota Jalan Panglima Sudirman. Mereka mendesak pihak kepolisian segera mengusut tuntas pelaku beredarnya surat palsu KPK.

Massa gabungan warga Kabupaten dan Kota Blitar itu datang beriringan berjalan kaki dengan membawa berbagai macam poster. Di antaranya, "Tangkap dan Seret Pembuat Surat Palsu Yang Mengatasnamakan KPK","Selamatkan Simbol Kekuasaan Kabupaten Blitar","Lawan Hoax".

Selain itu terpampang poster bertuliskan: "Jangan Takut Bupati, Rakyat Blitar di Belakangmu" dan "Polri Segera Tangkap Pembuat Surat KPK Palsu".
 
Massa berteriak-teriak di depan gerbang Mapolresta Blitar yang tertutup rapat. Mereka juga menggelar orasi yang intinya, mendesak polisi mengusut tuntas kasus yang menggegerkan Blitar ini.

Koordinator aksi Joko Prasetyo menilai, ada upaya sistematis pihak tertentu memanfaatkan situasi. Dan ini termasuk upaya melemahkan dan merusak kredibilitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menjalankan tugasnya.

"Ada perbuatan melawan hukum dalam unggahan di medsos yang kemudian menjadi polemik. Saya yakin di tindakan itu ada pelanggaran hukum. Baik terkait UU ITE maupun KUHP," ujar Joko di sela aksi, Rabu (17/10/2018).

Selain itu, Joko juga mencium aroma pembunuhan karakter pada sosok Bupati Blitar Rijanto.

"Kemungkinan juga ada upaya seperti itu untuk menjatuhkan karakter Bupati Blitar. Karena sebelumnya juga sering beredar kabar jika bupati akan ditangkap KPK," imbuhnya.

Pihaknya berjanji akan terus mendorong kinerja pemerintahan Pemkab Blitar yang bersih dan transparan. Agar Kabupaten Blitar menjadi percontohan bagi Indonesia, bahwa Kabupaten Blitar memang bersih pemerintahannya.

Selain melakukan aksi, massa juga akan mengirim surat ke kapolda dan kapolri untuk memback up Polres dan Polres Blitar Kota menangani masalah ini.

Aksi yang dilakukan sekitar 1 jam ini berlangsung tertib. Massa juga melanjutkan aksi serupa di depan kantor Pemkab Blitar di Kanigoro.(Erliana Riady - detikNews/jko)
17 October 2018
 Sebelum Digerebek, Ibu Guru dan Mantan Siswa di Tulungagung Itu Sempat Chat, Isinya Bikin Melongo

Warga menggerebek rumah TA (36) di Perumahan Jepun Permai I, Selasa (17/10/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.

Di dalam rumah itu, warga menemukan BS (21), mantan muridnya di sebuah SMK Swasta di Tulungagung.

Menurut seorang warga bernama Ahmad (49), sebenarnya warga sudah tahu kedatangan BS sejak sekitar pukul 19.00WIB.
 

"Sepeda motornya diparkir di depan rumah," tutur Ahmad.

Hingga pukul 22.00 WIB motor itu masih berada di depan rumah, sementara pintu rumah dalam keadaan tertutup.
 

Warga kemudian berinisiatif menghubungi Ketua RT setempat, kemudian melapor ke Polsek Tulungagung.

Beramai-rama warga mendatangi rumah TA dan menanyakan keberadaan laki-laki di rumahnya.

"Saat itu dia bilang sendirian di rumah. Padahal warga mendengar ada suara laki-laki," tambah Ahmad.

TA beralasan dia sedang menyalakan televisi.

Suara laki-laki itu disebutnya berasal dari televisi yang menyala.
 

Namun warga tidak percaya begitu saja dan memeriksa ke dalam rumah.

Saat itulah BS ditemukan di loteng lantai dua.

Polisi yang datang kemudian menginterogasi BS. Pemuda ini mengaku hanya bertamu biasa.
 

Polisi kemudian memeriksa telepon genggam miliknya. Di dalamnya ada komunikasi BS dengan TA.

Bima mengajak TA berbuat mesum. BS malu isi telepon genggamnya dibaca, dan merebutnya dari polisi.

"Sama polisinya dia kemudian diringkus supaya tidak melawan," tutur Ahmad.

Keduanya kemudian dibawa ke Mapolsek Tulungagung.

Karena terkait perkara perzinahan, keduanya diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung.(David Yohanes-Surya.co.id/jko)


 

 
17 October 2018
KPU Kabupaten Kediri Gelar Deklarasi Kampanye Damai
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kediri menggelar Deklarasi Kampanye Damai bareng tim sukses dua pasangan calon presiden wakil predisen tahun 2019 dan seluruh partai politik peserta pemilu. Melalui deklarasi ini, seluruh elemen sepakat menciptakan pemilu damai, aman, demokratis dan kondusif.

Deklarasi ini berlangsung di halaman Kantor KPU Kabupaten Kediri jalan pamenang nomor 1 Kediri. Hadir dalam kegiatan ini, musyawarah pimpinan daerah (muspida) setempat terdiri dari Pemkab Kediri, kepolisian dan TNI.

Deklarasi kampanye damai diikrarkan oleh seluruh ketua partai peserta pemilu tahun 2019. Selanjutnya diteruskan dengan penandatanganan komitmen bersama untuk menciptakan pemilu yang damai, aman kondusif serta demokratis, serta anti hoax, bebas isu sara maupun praktek politik uang.

Pada deklarasi kampanye damai ini juga diluncurkan gerakan melindungi hak pilih (GMHP). Dimana, KPU Kabupaten Kediri menghimbau seluruh masyarakat yang sudah memiliki hak pilih dibuktikan dengan nomor induk kependudukan (NIK) agar memastikan namanya tercantum dalam daftar pemilih.

Caranya dengan datang ke kantor desa untuk melihat pengumuman DPT. Kedua melakukan pengecekan pemilih di laman www.lindungihakpilihmu.kpu.go
Id. Terakhir mendownload aplikasi mobil KPU RI PEMILU 2019.


"Tahapan pemilu begitu panjang. Kita sepakati bersama agar pemilu berjalan damai, aman demokratis dan kondusif. Ini komitmen bersama tidak hanya dalam pembacaan ikrar saja. Tetapi kita implementasikan. Ini harus menjadi perhatian kita bersama," kata Ketua KPU Kabupaten Kediri, Sapta Andaru Iswara, Rabu (17/10/2018).


"Harus disepakati bersama babwa pelaksanaan kampanye tanpa hoax, tanpa isu SARA, politik uang dan mengedukasi kepada masyarakat dengan cara yang baik sesuai cara sesuai aturan dan UU yang berlaku," imbuhnya.

Rangkaian deklarasi kampanye damai ini diakhiri dengan pelepasan balon ke udara. Ratusan balon tersebut membawa spanduk bertuliskan pemilu damai agar seluruh masyarakat mengetahuinya.(Nanang Masyhari-Beritajatim.com/jko)
17 October 2018
Bersihkan Ladang, Kakek di Blitar Ini Ditemukan Tewas Terbakar
Nyono, seorang kakek di Kabupaten Blitar ditemukan tewas di selokan. Kondisi tubuh Nyono, warga Desa Panggungrejo, terbakar 100 persen. Diduga pria berusia 65 tahun itu tersambar api saat membakar dahan dan daun kering di ladangnya. Lalu jatuh terperosok di dalam selokan.

Tubuh si kakek ditemukan keluarganya, setelah seharian mereka mencari keberadaan pria tersebut.

"Korban ini pamitnya ke keluarga mau pergi membersihkan ladang. Tapi sampai malam kok belum pulang. Ketika dua adiknya menyusul ke ladang, ternyata tubuh korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam selokan," jelas Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanuddin saat dikonfirmasi, Rabu (17/10/2018).
 
Dia menambahkan, selokan sedalam tiga meter itu penuh dengan daun dan dahan yang telah terbakar. Posisi ladang milik korban sendiri berada pada kemiringan 45 derajat.

Begitu menemukan korban telah meninggal, kedua adiknya langsung membawa jenazah Nyono ke rumahnya. Keluarganya enggan membawa ke rumah sakit, namun mereka tetap melaporkan kejadian ini ke polisi.

"Kami datang ke rumah duka bersama tim medis Puskesmas Panggungrejo. Hasil pemeriksaan tim medis menyatakan, korban telah meninggal lebih dari 4 jam. Korban telah mengalami luka bagian kepala, dahi dan hidung akibat benturan. Diduga korban terjatuh di lereng curam kurang lebih sedalam 3 meteran," jelasnya.

Tak hanya mengalami luka di dahi, kepala dan hidung, namun sebagian besar kulit tubuhnya juga terkelupas akibat terbakar. Jenazah Nyono saat ini telah disemayamkan di rumah duka. Pihak keluarga akan memakamkannya di TPU desa terdekat.(Erliana Riady - detikNews/jko)
17 October 2018
 Ibu Guru dan Mantan Murid di Tulungagung Digerebek saat Berduaan, Cowoknya Sempat Lakukan Ini

Sepasang laki-laki berinisial BS dan perempuan berinisial TA digerebek warga di Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung, Selasa (16/10/2018) pukul 22.00 wib.

Mereka digerebek di rumah TA, yang menurut informasi warga bekerja sebagai ibu guru SMK swasta di Tulungagung.

Sedangkan BS yang warga Moyokaten, merupakan mantan muridnya yang sudah lulus tiga tahun lalu.
 

Sebelumnya warga melapor ke Polsek Tulungagung terkait keberadaan dua orang ini.

Padal Polsek Tulungagung, Ipda Joko Basuki kemudian mendatangi lokasi.

BS sempat diringkus karena berusaha melarikan diri.

Menurut Kapolsek Tulungagung, Kompol Mukalam, keduanya sempat dibawa ke Mapolsek Tulungagung.

Namun karena menyangkut asusila, perkara ini dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung.

"Sudah saya limpahkan ke UPPA," ujar Mukalam.
 

BS dan TA masih menjalani proses hukum di UPPA Polres Tulungagung.

Namun Kepala UPPA, Ipda Retno Pujiarsih menolak memberikan penjelasan.

Saat digerebek, TA mengaku tidak tahu keberadaan BS.

Menurutnya, saat lampu rumah mati tiba-tiba BS melompat pagar.(David Yohanes-Surya.co.id/jko)



 

 


 

 
17 October 2018
Mirip Sakura, Tabebuya Kuning Bermekaran Di Pendem Jadi Spot Foto Warga
Jika negara Jepang terkenal dengan bunga sakuranya disaat musim semi, maka di Kota Batu tepatnya di sepanjang jalan Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud), Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, dijadikan ajang berselfi dadakan. Pasalnya disepanjang jalan kanan dan kirinya telah tumbuh bunga tabebuya.

Bunga tabebuya yang berwarna kucing ini sangat cantik ketika bermekaran, lantaran diseluruh pohonnya dipenuhi oleh bunga tersebut.

Ditambah lagi dengan suasana disekitar Pusdik yang cukup sepi, membuat beberapa pengendaran banyak yang berhenti untuk sekadar berselfi. Bahkan disaat sore hari, pemandamangan di sana cukup bagus untuk dijadikan spot foto .

Seperti salah satu pengendara dari Kota Malang, Tika dan Tutik yang memakirkan kendaraannya serta ikut berselfi ria di sepanjang jalan. Bahkan mereka mengaku tertarik untuk datang kesini setelah melihat hasil foto temannya dan diakui seperti di Jepang dengan bunga sakuranya.

Untuk diketahui, bunga tabebubaya kuning ini hanya akan mekar satu sampai dua kali dalam setahun, bunga-bunganya akan tumbuh pada tiap-tiap ranting pohon.

Sebelumnya tampilan pohon dirantingnya ditumbuhi daun akan berubah menjadi pohon yang ditumbuhi ribuan kumtum bunga yang membuat mata menjadi segar.

Bahkan sebagian ahli pertamanan juga berpendapat bahwa pohon tabebuya merupakan pohon sakuranya Indonesia.(Rafli Firmansyah-Pojokpitu.com/jko)
16 October 2018
Aneh.. Sumur di Mojokerto Keluarkan Minyak dan Bau Menyengat
Sejumlah sumur milik warga di Dusun Panjer, Desa Tunggal Pager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto mengeluarkan minyak dan menimbulkan bau menyengat. Sumur milik warga tersebut diketahui dalam kondisi seperti itu sejak beberapa hari yang lalu.

Salah satu warga, Isti Mesrsiawan menuturkan, selama enam bulan terakhir dirinya menggunakan PDAM, karena sumur miliknya tercemar limbah berupa minyak berbau menyengat mirip bahan bakar. "Empat hari ini baunya cukup menyengat," ungkapnya, Selasa (16/10/2018).

Masih kata Isti, bahkan warga yang mendengar kabar tersebut langsung mendatangi rumahnya dan mengambil air dari dalam sumur. Warga mengambil air dari sumur milik Isti untuk digunakan sebagai bahan bakar kendaraan. Ia tidak tahu penyebab sumur miliknya dan beberapa warga yang lain berubah.

"Jarak rumah dengan sebuah SPBU kurang lebih berjarak 200 meter, apa ini dari SPBU atau bukan. Kita tidak tahu, yang jelas sejak empat hari lalu baunya cukup menyengat seperti bahan bakar. Airnya diambil warga untuk digunakan sebagai bahan bakar kendaraan ternyata bisa," katanya.

Pihak kepolisian dari Polsek Pungging langsung mendatangi lokasi sumur milik warga yang mengeluarkan minyak dan menimbulkan bau yang menyengat tersebut. Pihak kepolisian memasang garis polisi di lokasi kejadian.(Misti P.-Beritajatim.com/jko)
16 October 2018
 Mencegah Bentrok Perguruan Silat, Ini yang Dilakukan Pemkab Tulungagung

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tulungagung mengundang 14 perguruan silat di Tulungagung.

Pertemuan yang digagas Plt Bupati, Maroto Birowo, selasa (16/10/2018) ini untuk menindaklanjuti penyerangan di Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung, Minggu (7/10/2018) dini hari.

Pertemuan di Ruang Prajamukti, Pemkab Tulungagung ini berlangsung tertutup bagi awak media.
 

"Ini tindaklanjut paskapenyerangan Suruhan Lor. Di sini kami menegaskan untuk menjaga perdamaian Tulungagung," terang Maryoto, seusai pertemuan.

Lanjutnya, dalam pertemuan ini setiap pimpinan perguruan pencak silat diminta untuk melakukan instropeksi.

Diharapkan ada proses penyadaran di internal perguruan dan tidak saling menyalahkan pihak lain.

Selain itu Maryoto menegaskan, semua pihak harus menahan diri agar tidak terjadi iring-iringan massa.

"Ke depan kita akan menghadapi Pemilu. Semua komitmen menjaga kondisi wilayah masing-masing," ujar Maryoto.

Selain itu muncul wacana penghancuran tugu pencak silat.

Masih menurut Maryoto, tugu-tugu ini dibangun oleh perguruan silat seolah sebagai penanda teritori.

Keberadaan tugu ini yang kerap menyulut konflik.

Sebab ada gangguan sedikit saja di tugu ini, maka akan membangkitkan amarah anggota pencak silat terkait.

Karena itu Maryoto meminta agar wacana ini segera disosialisasikan.

"Sehingga nanti jika sudah saatnya, kebijakan ini tidak dianggap tiba-tiba," pungkas Maryoto.

Minggu (7/10/2018) dini hari, ribuan pendekar silat menyerbu Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung.

Dalam kejadian ini, tiga orang warga menjadi korban, satu di antara sempat koma.

Selain itu ada 12 rumah yang dirusak, delapan motor yang dirusak dan dibakar serta musala juga ikut menjadi sasaran amuk massa.(David Yohanes-Surya.co.id/jko)


 

16 October 2018
Pikap Tabrak Truk di Kediri, Sopir Meninggal Tergencet
Sebuah pikap menabrak iring-iringan truk TNI di Kabupaten Kediri. Akibat kecelakaan di Desa Blabak, Kecamatan Kandat, sopir pikap meninggal di lokasi dengan kondisi tergencet.

Seorang warga, Nur Khamid mengaku kejadian pukul 03.00 Wib, Selasa (16/10/2018) itu terjadi saat pikap Nopol AG 8610 GF mengangkut unggas berjalan dari arah Kediri menuju ke Blitar. Sedangkan mobil TNI dari arah Blitar menuju Kediri.

Diduga sopir pikap bernama Yasmuin (56) mengantuk. Pasalnya, kendaraan yang dibawa melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak bagian depan truk TNI.
 
"Sopir mobil pikap ini tampaknya mengantuk. Dengan kecepatan tinggi, dia menabrak bagian depan truk TNI hingga ringsek," jelas Nur Khamid saat ditemui di lokasi, Jalan Raya Kediri-Blitar.

Sang sopir warga Desa Kesamben, Kecamatan Peterongan Jombang, jelas Khamid, meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan Rifai (35), kenek pikap warga Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, mengalami luka berat.

Sementara pengemudi truk TNI yang dikemudikan Suhermanto ( 49), warga Turen, Malang, mengalami luka ringan.

Kasatlantas Polres Kediri AKP Ris Andrian membenarkan peristiwa itu. "Iya mas benar, telah terjadi laka lantas antara mobil pikap angkutan unggas dengan truk TNI, 1 orang MD yaitu sopir pikap. Untuk itu warga harap berhati-hati saat mengendarai kendaraan, utamanya dini hari, kalau mengntuk istirahat," jelas kasat lantas, Selasa (16/10/2018).

Pihaknya, jelas dia, membawa korban luka berat dan luka ringan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara pikap dan truk telah dievakuasi dan dipindahkan agar tidak mengganggu arus lalu lintas dari Kediri menuju Blitar.(Andhika Dwi - detikNews/jko)
Page 3 of 833      < 1 2 3 4 5 >  Last ›