Lintas Jawa Timur

27 March 2019
KPU Tulungagung Disribusikan Logistik Bilik dan Kotak Suara ke Kecamatan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung mulai melakukan distribusi kebutuhan logistik ke 19 kecamatan. Pendistribusian logistik ini dibagi dalam beberapa tahap, untuk tahap pertama KPU mengirimkan bilik dan kotak suara. Selanjutnya logistik ini akan disimpan di tiap kecamatan, untuk dirakit sebelum didistribusikan ke desa dan tempat pemungutan suara.

Dalam proses pendistribusian ini, KPU menggunakan armada enam buah truck, setiap hari mereka melakukan pengiriman maksimal ke lima kecamatan.

Distribusi ini ditargetkan rampung dalam waktu lima hari, nantinya setelah bilik dan kotak suara dirakit di kecamatan sudah selesai, KPU kemudian mengirimkan kebutuhan logistik lainnya, seperti surat suara dan formulir kelengkapan lain.

Semua kebutuhan logistik tersebut akan disimpan di kecamatan hingga tiga hari sebelum pelaksanaan pemilu. Setelah itu akan didistribusikan ke setiap desa dan disimpan hingga satu hari sebelum pencoblosan, selanjutnya logistik ini akan didistribusikan ke tempat pemungutan suara.

Ketua KPU Tulungangung, Suprinho, menjelaskan, proses pendistribusian logistik ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian bersenjata, yang ikut langsung di kendaran pengangkut logistik.

"Pengawalan ini untuk memastikan tidak terjadi masalah keamanan dalam proses distribusi," jelas Suprinho.

Pihak KPU sendiri menyatakan semua kebutuhan logistik sudah lengkap dan tidak ada kekurangan.

Pemilihan umum ini akan berlangsung 17 April mendatang, masyarakat diminta untuk datang ke tempat pemungutan suara yang telah ditentukan, untuk menggunakan hak pilihnya.(Agus Bondan-Pojokpitu.com/jko)
27 March 2019
Candi Pra-Majapahit, Jasa Marga: Jalur Tol Malang Tunggu Rakor
PT Jasa Marga Tbk menyatakan belum memutuskan untuk memindahkan jalur tol Pandaan-Malang karena adanya situs purbakala Pra-Majapahit di wilayah itu, dan masih menunggu hasil rapat koordinasi antarinstansi yang dijadikan dasar keputusan.

"Hingga hari ini masih belum ada keputusan, dan tetap seperti semula," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Pandaan Malang (JPM) Agus Purnomo dikonfirmasi Selasa, 26 Maret 2019, di Surabaya.
 

Sebelumnya, pihak JPM mendukung pengembangan dan pelestarian Situs Sekaran yang ditemukan di area pembangunan tol Pandaan-Malang Seksi V, di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Project Manager II PT Jasa Marga Lawang-Malang Indrawan mengaku bersedia untuk memberikan fasilitasi berupa akses jalan, apabila nantinya Pemerintah Kabupaten Malang memutuskan untuk mengembangkan dan melestarikan situs pra-Majapahit itu menjadi salah satu destinasi wisata.

"Pengembangan dan pelestarian situs, Jasa Marga mendukung. Jika nanti Pemerintah Kabupaten mengembangkan lokasi itu menjadi daerah destinasi wisata, atau rest area, kami akan mendukung untuk menyediakan akses meskipun tidak ada rencana dari kami," katanya.

Indrawan mengemukakan, keputusan untuk menjadikan area temuan Situs Sekaran tersebut menjadi salah satu destinasi wisata, sepenuhnya menjadi keputusan Pemerintah Kabupaten Malang. Pihaknya hanya berupaya untuk menyediakan fasilitas berupa akses jalan.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur menemukan struktur bangunan batu bata, yang ukurannya lebih besar dari batu bata di Kawasan Cagar Budaya Trowulan. Kesimpulan sementara para arkeolog, bangunan di Desa Sekarpuro itu berasal dari masa pra Majapahit.
 

Hal tersebut didukung dari temuan lepas berupa fragmen porselen dan mata uang Tiongkok yang didominasi berasal dari masa Dinasti Song, atau abad X hingga XIV.

Pada situs yang dinamakan Sekaran itu juga telah ditemukan tiga sisa pondasi struktur bata yang berdasarkan denahnya memiliki orientasi Barat laut-Tenggara, dan masih memiliki potensi yang cukup besar untuk ditemukan sisa-sisa pondasi lainnya di area singkapan seluas 380 meter persegi.

Berita lain tentang situs Majapahit lainnya, bisa Anda ikuti di Tempo.co.(Yudono Yanuar-tempo.co/jko)
 

 

 

26 March 2019
Warga di Nganjuk Demo Tuntut Perbaikan Jalan Rusak
Parahnya kerusakan jalan di Nganjuk membuat marah warga, ratusan warga melampiaskan kekesalannya dengan aksi demo di depan kantor kecamatan. Warga meminta agar pemerintah segera memperbaiki jalan yang rusak.

Ratusan warga Sukomoro mendatangai kantor kecamatan menuntut perbaikan jalan di wilayah Kelurahan Sukomoro diperbaiki, karena seama ini jalan lingkungan templek sukomoro kondisinya rusak parah.

Dengan menggunakan pengeras suara, warga menuntut untuk secepatnya akses jalan diperbaiki, karena sangat mengganggu aktifitas warga, juga anak sekolah.

Hendro Santoso, koordinator aksi, mengatakan, camat saat musrenbang pernah menjanjikan akan membangun akses jalan yang rusak. "Tetapi hingga saat ini akses jalan lingkungan templek masih rusak," kata Hemdro Santoso.

Usai orasi seluruh pendemo diterima, Tri Basuki, Camat Sukomoro, berdialog menyampaikan pendapatnya, seperti dalam orasi tuntutan warga pavingisasi jalan lingkungan templek segera direalisasikan.

Tri Basuki, mengatakan, tuntutan warga itu sudah masuk dalam daftar rencana pembangunan kecamatan, semua tuntutan masyarakat telah diajukan ke Bappeda.

"Saya meminta kepada masyarakat untuk ikut serta mengawal pengajuannya supaya segera direalisasi pemerintah daerah," ujar Tri Basuki.

Usai mendapatkan penjelasan dari camat, seluruh peserta demo membubarkan diri dengan tertib. Warga mengancam bila jalan tidak juga diperbaiki maka warga akan menggelar aksi yang lebih besar.(Achmad Syarwani-Pojokpitu.com/jko)
26 March 2019
 Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Hutan Lamongan, Tubuhnya Melepuh, Rambut Rontok & Tangan Hancur

Mayat yang belum identitasnya ditemukan dalam kondisi membusuk di hutan Kali Lunyu, Desa Moronyamplung, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan, Selasa (26/03/2019) siang.

Saat ditemukan, mayat itu tidak bisa dikenali.

Bagian tubuh mayat itu sudah melepuh, rambut rontok, dan tangannya hancur.
 

Wayat itu ditemukan warga yang hendak ke hutan.

Tim Inafis Polres Lamongan harus ekstra hati-hati untuk mengevakuasi jasadnya.

“Tubuhnya sudah hancur. Kami belum tahu mayat itu perempuan atau laki - laki.”

“Bagian tubuhnya sudah rapuh semua. Tapi kelihatannya mayat ini adalah wanita,” kata AKP M. Andi Lilik, Kapolsek Kembangbahu kepada SURYAMALANG.COM.

Pihaknya masih mengidentifikasi untuk memastikan penyebab kematian korban.
 

“Sekarang mayat itu dalam penanganan Tim Inafis,” kata Lilik.(Hanif Manshuri-Surya.co.id/jko)


 

26 March 2019
Puluhan Siswa SMP di Kota Mojokerto Mendadak Kesurupan
Puluhan siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Mojokerto mendadak kesurupan. Kesurupan massal ini terjadi saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sedang berlangsung.

Salah seorang siswa kelas IX, Haikal mengatakan, kesurupan massal ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu siswa kelas VIII sedang belajar, sedangkan siswa kelas IX baru menyelesaikan ujian sekolah mata pelajaran Matematika.

"Awalnya yang kesurupan siswa kelas VIII A, lalu merembet ke kelas VIII H dan I," kata Haikal kepada detikcom di SMPN 1 Kota Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Selasa (26/3/2019).

Mendengar keributan dari kelas VIII A, I dan H, Haikal datang untuk membantu. Dia menghitung lebih dari 20 siswa yang mengalami kesurupan. Mayoritas yang kesurupan merupakan siswa perempuan.

"Yang kesurupan 20 lebih. Mereka mengerang kesakitan di dada kiri, telinganya seperti tuli, ada yang kepala dan kakinya sakit, ada juga yang matanya seperti buta," ujarnya.

Kesurupan massal ini sempat membuat para guru kewalahan. Pihak sekolah sampai mendatangkan 2 orang pintar untuk menyembuhkan para siswa yang kesurupan. Puluhan siswa itu bisa ditenangkan setelah kesurupan sekitar 15 menit.

"Yang menyembuhkan guru sini satu orang sama dua orang dari luar sekolah. Siswa yang kesurupan dibawa ke musala, ruang Kepala Sekolah dan di ruang kelas," terangnya.

Pantauan di lokasi pukul 12.00 WIB, kondisi di SMPN 1 Trowulan sudah kembali tenang. Sebagian besar siswa korban kesurupan sudah dipulangkan. Hanya ada beberapa yang menunggu dijemput orang tuanya di depan ruang Kepala Sekolah.

Salah seorang di antaranya adalah Salsa (14), siswi kelas VIII A SMPN 1 Kota Mojokerto. Sebelum kesurupan, dia sempat merasakan pusing di kepala dan tubuhnya menggigil kedinginan.

"Rasanya pusing, dingin sampai menggigil, setelah itu saya tidak ingat," ungkapnya sembari merebahkan diri di kursi didampingi sejumlah teman sekelasnya.(Enggran Eko Budianto - detikNews/jko)
26 March 2019
Sopir Ekspedisi Tewas di SPBU, Polisi Amankan Obat Herbal
Ketenangan di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Karangkletak, Kecamatan Perak, berubah menjadi kepanikan, Selasa (26/3/2019). Hal itu menyusul ditemukannya sopir ekspedisi yang meninggal di area parkir SPBU tersebut.

Korban adalah Mujiono (64), warga Banyakan, Kabupaten Kediri. Dugaan sementara, korban meninggal akibat kelelahan. Guna penyelidikan, polisi menyita satu bungkus bekas obat herbal masuk angin yang diduga sempat dikonsumsi korban sebelumnya.

Selanjutnya, jasad korban dibawa ke kamar jenazah RSUD Jombang. “Tidak ada bekas kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit dan kelelahan,” ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu.

Azi mengatakan, Mujiono bekerja di perusahaan ekspedisi makanan ringan asal Semarang. Saat itu, korban dalam perjalanan pulang menuju Kediri. Sebelum ditemukan meninggal, beberapa jam sebelumnya, sopir ini mengeluh sakit pada bagian dada sebelah kiri.

“Dia mengeluh kepada rekannya sesama sopir, yaitu Hadi asal Kecamatan Diwek, Jombang. Rekannya sudah menyarankan agar Mujiono periksa ke rumah sakit. Namun saran itu ditolaknya,” kata Azi menambahkan.

Hadi membenarkan permasalah tersebut. Menurut Hadi, pada Senin malam, saat bongkar muatan di gudang Indomaret, Mujiono mengeluhkan sakit di dada kiri. Bibir korban juga nampak pucat. Hadi kemudian mengajak rekannya itu berobat ke rumah sakit.

Hanya saja, yang bersangkutan tidak mau. Mujiono sempat pamit hendak tidur di truk nopol AG 8187 AG yang ia parkir di SPBU Karangkletak. Hadi baru mengetahui rekannya ini meninggal setelah mendapat kabar melalui grup Whatsapp.

“Saya kemudian bergegas ke lokasi untuk memastikan kabar tersebut. Ternyata benar, kawan saya meninggal di dalam truk. Semalam dia memang mengeluhkan sakit di dadanya,” ujar Hadi ketika dikonfirmasi.(Yusuf Wibisono-Beritajatim.com/jko)
26 March 2019
KPU Siapkan Dua TPS di Lapas Blitar KPU Kota Blitar menyiapkan dua tempat pemungutan suara (TPS) di Lapas Klas IIB Blitar. Persiapan dua TPS ini merujuk pada aturan baru, jika satu TPS maksimal melayani sebanyak 300 pemilih.

Sementara data KPU Kota Blitar mencatat, jumlah warga binaan Lapas Klas IIB Blitar yang mempunyai hak pilih sebanyak 337. Mereka ini termasuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang dihitung per 17 Maret lalu, sebanyak 826 pemilih.

Dari total DPTb itu, paling banyak berasal dari pemilih di lapas sebanyak 432 orang. Jumlah itu terdiri atas 337 warga binaan lapas dewasa atau lapas Klas IIB Blitar dan sebanyak 95 merupakan warga binaan di lapas anak atau LPKA Blitar.

"Kalau Pilgub Jatim tahun lalu, batas maksimal pemilih di tiap TPS sekitar 800 orang. Kami cukup mendirikan satu TPS saja di lapas dewasa. Ini sesuai aturan yang baru, satu TPS untuk 300 orang, maka kami siapkan dua TPS di dalam lapas dewasa," kata Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Kota Blitar, Choirul Umam kepada detikcom, Selasa (26/3/2019).

Dia menambahkan, untuk warga binaan LPKA akan difasilitasi menggunaan TPS mobile. Yakni TPS 11, 12 dan 13 Kecamatan Sananwetan. Untuk TPS di lapas Klas IIB Blitar, pelaksanaan pencoblosan dimulai pukul 07.00 - 13.00 wib. Sedangkan untuk TPS mobile, pencoblosan dimulai pukul 12.00 wib.

Sebenarnya, jumlah warga binaan lapas total sebanyak 612. Jumlah itu terdiri sebanyak 463 di Lapas Klas IIB Blitar dan sebanyak 149 di LPKA Blitar. Jika dilihat dari jumlah total warga binaan itu, maka sebanyak 180 warga binaan belum masuk DPTb.

"Kemarin laporan ke KPU Jatim itu, dari 180 yang belum masuk DPTb di Kota Blitar ada yang sudah masuk DPT tempat asalnya. Namun saya harus menunggu instruksi pusat apakah sekarang perlu mengurus A5 mereka atau bagaimana," ungkapnya.

Pengurusan A5, tambah Umam, terkait ketersediaan surat suara bagi warga binaan lapas. Karena bagi warga binaan dari luar Blitar yang berpindah tempat memilih di Blitar, otomatis hanya menerima surat suara sesuai daerah pemilihannya (dapil). Sedangkan bagi warga binaan yang asli Blitar, akan penuh mendapat lima surat suara.(Erliana Riady - detikNews/jko)

26 March 2019
Baru Empat Jemaah Haji di Kota Kediri Lunasi BPIH
Baru empat jemaah haji yang melakukan pulunasan biaya penyelenggara ibadah haji BPIH , di Kota Kediri pada hari pertama pembukaan. Pemerintah telah menetapkan BPIH tahun 2019 untuk Kota Kediri di bawah Embarkasi Surabaya sebesar Rp 36,5 juta.
Pelunasan BPIH dilakukan oleh masing-masing jemaah haji melalui perbankan syariah. Selanjutnya bukti pelunasan diserahkan ke Kantor Kemenag Kota Kediri. Bukti tersebut dipergunakan untuk pengurusan visa dan Sima di Kantor Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Bila jemaah sudah bayar biaya awal Rp 25 juta, maka kekurangan BPIH tahun haji 2019 sebesar Rp 11,4 juta yang harus dilunasi. "Berdasarkan informasi yang diterima Kemenag Kota Kediri, setiap jemaah haji yang melakukan pelunasan di bank mendapatkan mukena untuk jamaah perempuah, kain ihrom untuk jamaah laki-laki dan kain batik nasional," kata Cici Rahmawati Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kota Kediri.

Tahun ini, Kemenag Kota Kediri akan memberangkatkan sebanyak 250 orang jemaah haji. Jumlah ini lebih kecil dari tahun haji sebelumnya sebesar 350 orang. Penurunan jumlah jemaah menurut Kemenag, karena waktu pendaftaran haji selama 3 bulan dimulai 24 Nopember 2010 - 24 Februari 2011 lalu , bertepatan dengan tahun ajaran baru. Sehingga masyarakat dihadapkan pada kebutuhan untuk pendidikan anak.

Karena jumlahnya sedikit dan hanya satu kloter, jemaah haji Kota Kediri rencananya digabung dengan daerah penyangga yaitu Surabaya.(Benny Kurniawan-Pojokpitu.com/jko)
25 March 2019
Pemkab Jember Tarik Combine Pengolahan Padi, Petani Mengeluh
Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menarik sejumlah mesin combine yang digunakan untuk mengolah padi yang baru panen dari kelompok tani. Mesin tersebut kini diparkir di halaman kantor Disperta, sementara petani membutuhkannya saat musim panen.

Ada sepuluh kelompok tani dan gabungan kelompok tani yang meminjam combine yang masuk dalam program Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) tersebut. Penarikan dilakukan pada akhir 2018, setelah Musim Kemarau I. Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Jember Sucipto mengatakan, combine tersebut berstatus pinjam pakai.

“Sebenarnya bisa diperpanjang. Yang penting disiapkan garasinya. Kelompok tani sudah siap semua, sudah dibikinkan garasinya. Seharusnya bisa diperpanjang setelah ada sertifikasi dari penyuluh atau dinas, mengecek kondisi di lapangan,” katanya.

Kelompok tani sudah membuat proposal untuk perpanjangan masa peminjaman combine ini dan memasukkannya ke Disperta dua tiga bulan terakhir. Namun hingga memasuki masa panen saat ini, permohonan itu belum dikabulkan. Padahal, menurut Sucipto, combine sangat membantu petani saat panen. “Pertama, untuk mengurangi loses atau kehilangan (isi gabah). Hasil gabah juga lebih bagus dan lebih mahal dibandingkan dengan manual,” katanya.

Sucipto mendengar penarikan dilakukan untuk penataan ulang. “Tapi menjalankan combine ini banyak biayanya, sampai Rp 20 juta untuk mengadakan gerobaknya. Kalau tidak ada gerobaknya, untuk menyeret (combine) ke sawah kan tidak bisa,” katanya.

Sebenarnya sejumlah kelompok tani memiliki combine bantuan hibah pemerintah. Namun, menurut Sucipto, jumlahnya masih kurang memadai. “Padi ini kan hamparannya luas sekali. Kalau pakai combine Hamster, dalam waktu satu hari kalau medannya tidak enak, seperti becek, ada kendala cuaca hujan, minimal (padi yang diolah) bisa dua hektare. Tapi kalau enak, ngejos, bisa tiga hektare,” katanya.

Menurut Sucipto, efektivitas pemakaian combine juga tergantung lokasi lahan. Jika lahan terpisah-pisah, maka butuh waktu untuk membawanya dari lahan satu ke lahan lainnya. Namun jika sawah yang hendak digarap terkumpul dalam satu blok lokasi, maka pengerjaan combine bisa lebih cepat dan luas. Kelompok-kelompok tani yang meminjam combine ini mengelola 20-100 hektare lahan, sementara gabungan kelompok tani menggarap 400-500 hektare. Kelompok tani dan gapoktan ini sudah berbadan hukum.

Combine sudah digunakan selama tiga musim panen. “Sebenarnya (penggunaan) combine ini sudah terkoordinasi. Ada asosiasi atau paguyuban combine. Satu combine ini bisa mengerjakan hingga 20 hektare,” kata Sucipto. Alhasil tanpa combine, panen pun dilakukan secara manual.

Abdul Rasyid, Ketua Gabungan Kelompok Tani Bina Rejeki yang menaungi delapan kelompok tani di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, mengatakan, penggunaan combine di kalangan petani sebagai bagian dari program mekanisasi pertanian sudah berlangsung sejak 2011. “Tingkat kehilangan hasil (loses) bisa ditekan sampai dua hingga lima persen, dibandingkan jika panen secara konvensional, tingkat kehilangan bisa sampai 15 persen,” katanya.

“Kedua, biaya operasional pasca panen jika menggunakan combine lebih sedikit. Ketiga, mutu padi sangat terjamin. Jika hasil panen konvensional dihargai Rp 400 ribu per kuintal, kalau pakai combine Rp 410 ribu per kilogram. Terakhir, produksinya lebih tinggi. Kalau pakai konvensional, petani memanen tujuh ton padi per hektare. Kalau pakai combine, bisa 7,5 ton padi,” kata Rasyid.

Menurut Rasyid, banyak petani yang bertanya soal keberadaan combine itu setelah ditarik pemerintah Pemkab Jember pada Desember 2018. “Teman-teman sepuluh kelompok pemakai combine sudah mengajukan proposal peminjaman lagi sejak tiga bulan lalu, dari Bangsalsari, Balung, Kencong, Wuluhan, Puger. Petani sekarang sangat butuh. Petani kalau sudah pakai mekanisasi pertanian, tidak mau konvensional,” katanya.(Oryza A. Wirawan-Beritajatim.com/jko)
25 March 2019
6 Hari Dirawat, Perempuan Berbobot 200 Kg Asal Lamongan Meninggal
Kabar duka datang dari ibu muda asal Lamongan yang diduga menderita obesitas. Nurhidayati Khusnul menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD dr Soegiri Lamongan pada Minggu (24/3/2019).

Kabid Pelayanan RSUD dr Soegiri Lamongan, dr Maya Hangraningrum membenarkan informasi tentang meninggalnya Nurhidayati Khusnul ini.

"Ya mas, keadaan atau kondisi pasien semakin turun sekitar jam 14.00 WIB dan meninggal dunia pada pukul 15.00 WIB," kata Maya saat dihubungi detikcom, Minggu (24/3/2019).

Maya mengatakan kondisi pasien obesitas drop sejak Minggu siang dan sebenarnya pasien sudah dibantu alat pernafasan sejak Kamis lalu. Kondisi pasien, kata Maya semakin menurun dan ditambah komplikasi penyakit yang diderita oleh pasien.

"Selain sesak nafas, pasien juga mengidap sepsis. Komplikasi berbahaya akibat infeksi," jelasnya.

Komplikasi infeksi tersebut, menurut Maya, dapat menimbulkan tekanan darah turun drastis serta kerusakan pada banyak organ. "Tidak ada penyakit baru, tapi komplikasi dan infeksi sebelum-sebelumnya sudah parah," ujarnya.

Sejak dilarikan ke RSUD dr Soegiri Selasa lalu, lanjut Maya, pasien langsung dirawat di ruang intensive care unit (ICU). Setelah beberapa kali pemeriksaan, kata Maya, selain sesak nafas, Nurhidayati juga didiagnosa mengidap sepsis, yaitu komplikasi berbahaya akibat infeksi.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin agar pasien tetap stabil, tetapi Allah berkendak lain," ujarnya.

Seperti diketahui, seorang ibu muda di Lamongan, Nurhidayati Khusnul (31) warga Desa Kebalandono, Kecamatan Babat dilarikan ke RSUD dr Soegiri Lamongan. Nurhidayati mengalami gangguan pernapasan yang diduga akibat obesitas yang dideritanya. Nurhidayati diketahui mempunyai bobot 200 kg.(Eko Sudjarwo - detikNews/jko)
Page 3 of 164      < 1 2 3 4 5 >  Last ›