Lintas Jawa Timur

12 December 2018
Banjir Bandang Putuskan Jembatan Antar Dusun di Nganjuk
Pasca diguyur hujan lebat selama 5 jam, sebuah jembatan yang berada di Dusun Dawangan Desa Senggowar Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk, putus total.
Peristiwa putusnya jembatan penghubung antar dusun ke desa ini, bermula dari tiang penahan jembatan tidak kuat menahan arus deras sungai, yang mencapai ketinggian 9 meter. Sebab masuk awal musim hujan, sehingga aliran air sungai membawa batang kayu yang ikut terseret arus sungai.
 
Saat banjir terjadi, air sungai meluap di atas lantai jembatan hingga tenggelam dan tidak terlihat. Sehingga, tiang penyangga jembatan roboh dan terseret arus sungai.
 
Jembatan sepanjang 9 meter ini, dibangun pada tahun 2004, untuk mempermudah akses warga dalam beraktifitas sehari-hari. Sehingga, putusnya jembatan ini, membuat aktifitas warga sangat terganggu. Untuk menuju ketempat lain, warga harus memutar sejauh satu setengah kilo meter.
 
Akibat jembatan putus, anak anak sekolah harus memutar hingga 2 kilo meter, untuk menuju sekolah.(Achmad Syarwani-Pojokpitu.com/jko)
12 December 2018
Keracunan Ikan Pirek Busuk, 2 Nelayan Lamongan Tewas, 3 Lainnya Tak Sadarkan Diri

Dua nelayan, warga Blimbing Paciran Lamongan tewas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Brondong Kecamatan Brondong Lamongan Jawa Timur, Selasa (11/12/2018) petang usai keracunan ikan pirek busuk yang biasa dipakai campuran pakan ternak.

Selain dua nelayan tewas, ada tiga nelayan lainnya yang tak sadarkan diri dan kini dirawat di salah satu rumah sakit di Kabupaten Tuban.

Korban meninggal bernama Kashuri (39) dan Andi (30) keduanya warga Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran.
 

Sementara tiga korban yang harus dirawat intensif di RS Tuban di antaranya Anshori (48 ), Sutikno Al Jalendra (43), Agus Setiawan (28) ketiganya warga Blimbing Paciran.

Menurut dua orang saksi, Riski Kurniawan (14) dan Abdur Rochman (22) warga Blimbing Kecamatan Paciran mengungkapkan, kejadian itu bermula saat perahu Jonijon Bunga Mekar yang dinahkoda Ansori hendak membongkar muatan ikan Pirek di TPI Brondong bersama enam ABK lainnya.

Salah satu ABK bernama Andi masuk ke dalam boks perahu dengan maksud mengangkat ikan pirek atau ikan busuk hasil melaut yang hendak dibawa ke atas atau daratan.

Tiba-tiba korban terjatuh, tidak sadarkan diri. Saksi lalu minta tolong kepada Anshori, yang kemudian masuk ke dalam boks yang berisi sekitar 3 ton ikan pirek.

Namun Anshori juga ikut pingsan, datanglah Agung Setiawan yang hendak berusaha menolong kedua korban tersebut dengan cara yang sama.

"Korban ternyata langsung pingsan," kata Abdur Rochman, saksi pada polisi.

Melihat kejadian tersebut, salah satu ABK, Huri mencoba masuk ke dalam boks tempat penampungan ikan dengan maksud hendak menolong ketiga korban tersebut dengan cara mengangkat ke atas satu persatu.

Pertama, korban Anshori bisa naik ke atas, kemudian Agung Setiawan juga berhasil naik ke atas.

Namun saat ia hendak juga mengangkat Andi dan Huri termyata tidak kuat dan ikut jatuh pingsan.

Melihat kejadian tersebut Sutikno berusaha menolong dari atas boks perahu dengan cara menarik tangan korban, ternyata Sutikno juga ikut pingsan.

Kejadian itu akhirnya banyak diletahui para nelayan lainnya.

Dan selanjutnya para nelayan berdatangan membantu menolong korban di bawa ke PKU Muhammadiyah Blimbing.

Sementara korban Andi dan Kashuri tidak tertolong dan meninggal dunia.
 

Sedangkan tiga korban lainnya Anshori, Sutikno dan Agung dirujuk ke Rumah Sakit Arsyi Paciran.

Namun belum sadarkan diri kemudian dirujuk lagi ke RSU dr Koesma Tuban hingga sampai sekarang belum sadarkan diri.(Hanif Manshuri-Surya.co.id/jko)



 

 
12 December 2018
Tiga Jenazah Pelajar Hilang di Air Terjun Coban Talun Dimakamkan
iga pelajar SD Insan Mulia hilang di Air Terjun Coban Talun, Kota Batu, akhirnya ditemukan meninggal dunia. Ketiganya ditemukan tim gabungan dengan waktu yang berbeda. Jenazah pun sudah dibawa keluarga ke rumah duka.

Petugas gabungan berhasil menemukan jasad Nasywa Azalia Hanania (8) dan Tazkya Rahmatulloh (7) Selasa (11/12/2018) sekitar pukul 19.40 WIB. Sedangkan jasad Mohammad Hanan (7) berhasil ditemukan Rabu (12/12/2018) dini hari tadi.

Dan pagi tadi, jenazah Mohammad Hanan telah dimakamkan di TPU Kebonsari, Sukun, Kota Malang. Begitu pula jenazah Tazkya Rahmatulloh. Sementara jenazah Nasywa masih disemayamkan di rumah duka Jalan Simpang Kepuh, Kota Malang.

"Ketiga korban sudah ditemukan dengan waktu yang berbeda. Korban terakhir dini hari tadi atas nama Hanan," ujar Kepala BPBD Kota Batu Sasmito kepada detikcom.

Sebanyak 69 personel gabungan terlibat dalam pencarian ketiga pelajar yang sedang mengikuti outbound yang digelar sekolah. Ketiganya merupakan pelajar yang duduk di bangku kelas 3.

Pelayat berdatangan di rumah Nasywa, begitu juga ketika pemakaman Hanan banyak petakziah mengiringi jenazah menuju TPU Kebonsari.

Tiga pelajar SD Insan Mulia Jalan Janti Selatan, Kota Malang, hilang di wisata Air Terjun Coban Talun, Kota Batu, Selasa (11/12/2018) siang.

Mereka adalah Mohammad Hanan (7), Nasywa Azalia Hanania (8) dan Tazkya Rahmatulloh (7). Keterangan salah satu wali siswa yang enggan disebutkan namanya mengaku, para pelajar datang ke Coban Talun untuk mengikuti outbound yang diikuti pelajar kelas 1 hingga 3.

Mereka diduga terpeleset hingga terjatuh dan terbawa arus sungai. Meningkatnya volume air mengakibatkan ketiga hanyut dan tenggelam. Upaya pencarian kemudian dilakukan, tak lama setelah petugas keamanan wisata memperoleh laporan atas insiden tersebut.(Muhammad Aminudin - detikNews/jko)
12 December 2018
Dua Pengedar Sabu Dibekuk Polisi
Aksi pemberantasan obat terlarang jenis sabu terus dilakukan Satuan Narkoba Polres Jombang. Kali ini, dua orang pengedar sabu ditangkap setelah dibuntuti selama dua pekan. Barang bukti sabu seberat 0,34 gram sisa paket sabu yang telah terjual berhasil disita petugas. Petugas kini masih memburu pemasok barang haram pada kedua pelaku yang sudah dibekuk.
Untuk mempertanggungjawab aksinya dua tersangka pengedar sabu ini langsung digiring ke Mapolres Jombang. Dua tersangka bernama Udin (36) dan Agus (38) ditangkap di rumah masing-masing di Dusun Gambiran Utara Desa Gambiran Kecamatan Mojoagung.   
 
Kedua pelaku ini dibekuk setelah petugas melakukan penyamaran sebagai pembeli. Awalnya, polisi berhasil menangkap Udin. Dari tangan Udin, polisi mendapati barang bukti sabu seberat 0,34 gram serta alat hisap dan ponsel. Dari pemeriksaan Udin, polisi kemudian mendapatkan Agus sebagai pemasoknya. Agus mengaku, sabu dipasok oleh SP yang kini dalam pengejaran polisi.
 
AKP Moch Mukid Kasat Narkoba Polres Jombang mengatakan masih memburu SP yang menjadi penyuplai barang haram kepada kedua pelaku.
 
"Kedua pelaku ini hingga saat ini masih bungkam mengenai peredaran sabu yang biasa mereka lakukan. Keduanya tercatat sudah lama menjadi pengedar meskipun dengan omzet belum besar," tutur AKP MOch. Mukid.
 
Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 114 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya mencapai 12 tahun penjara. Petugas berjanji akan terus memburu dan melakukan pemberantasan jaringan pengedar dan pelaku bisnis narkoba di kota santri.(Saiful Mualimin-Pojokpitu.com/jko)
 
12 December 2018
 Jembatan Lama Kota Kediri Kembali Terbakar, Gara-gara Puntung Rokok Dibuang Sembarangan?

Jembatan Lama Kota Kediri kembali terbakar, Selasa (11/12/2018) malam.

Diduga penyebab kebakaran kali ini akibat puntung rokok yang dibuang warga sembarangan.

Beruntung api yang telah mengakibatkan bantalan kayu jembatan terbakar dapat segera dipadamkan.
 

Petugas terpaksa membongkar sebagian bantalan kayu untuk memadamkan bara api.

Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan satu unit mobil PMK Kota Kediri.

Selain menyemprot bagian kayu yang terbakar, juga disemprot bagian bawah jembatan.

Untuk memadamkan kebakaran, arus lalu lintas di Jembatan Lama sempat dibuka tutup hingga ditutup total.
Petugas PMK dibantu Satpol PP membongkar bantalan kayu untuk memadamkan bara api.

Konstruksi Jembatan Lama Kota Kediri yang dibangun di era penjajah Belanda dibuat dari rangkaian besi.

Sedangkan alas jembatan serta bagian trotoarnya dilapisi bantalan kayu.

Sehingga saat ada warga yang melintas membuang puntung rokok sembarangan rawan membakar jembatan.
Apalagi kondisi kayu bagian trotoar juga sangat kering sehingga mudah terbakar tatkala ada puntung rokok.

Selama 2018 tercatat sudah 7 kali Jembatan Lama Kota Kediri terbakar.

Api dapat dipadamkan karena petugas Satpol PP bersama mobil PMK sigap mengatasinya.

Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid menjelaskan, laporan awal kejadian Jembatan Lama terbakar sekitar pukul 19.00 WIB.

Petugas patroli satpol kemudian berupaya melakukan pemadaman dengan menyiram air bagian kayu yang terbakar.

Namun setelah dilakukan pengecekan di bagian bawah jembatan ternyata kondisinya sudah membara.

Sehingga untuk memadamkannya didatangkan satu unit mobil PMK.

"Arus lalu lintas sempat kami buka tutup hingga ditutup total. Karena bagian bantalan kayu ada yang dibongkar sekaligus dilakukan pengaspalan," jelasnya.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran jembatan sebenarnya telah dipasang papan peringatan larangan membuang puntung rokok sembarangan di pintu masuk sisi timur dan barat.
 

Termasuk di pagar jembatan juga dipasang papan larangan.

Namun peristiwa yang mengakibatkan kayu jembatan terbakar masih sering terjadi.(Didik Mashudi-Surya.co.id/jko)



 

 
12 December 2018
Rembug Stunting Jadi Bahasan Utama Muspika Donomulyo
Masih tingginya angka stunting atau bayi kurang gizi memadai di Kabupaten Malang, menjadi bahasan utama Muspika Donomulyo, Selasa (11/12/2018).

Dalam kegiatan bertajuk Program Inovasi Desa (PID) tersebut, tema bahasan yakni \'Rembug Stunting\' Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang di Gedung Trisula, Desa Donomulyo.

Hadir dalam Rembug Stanting seluruh pimpinan tingkat Kecamatan Donomulyo. Serta, seluruh perwakilan desa di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar itu.

Rembug Stanting melalui Program Inovasi Desa yakni, suatu pola dalam menanggulangi Stunting atau kekurangan gizi hingga mengakibatkan pertumbuhan manusia terhambat atau kekerdilan di Kecamatan Donomulyo.

Digelarnya acara tersebut, untuk menekan angka Stunting atau kekerdilan di Kecamatan Donomulyo. Sehingga, tidak ada lagi anak atau orang yang kekurangan gizi hingga menimbulkan pertumbuhan tubuh menjadi terhambat dan menimbulkan kekerdilan.

Camat Donomulyo, Marendra, menjelaskan, angka Stunting diwilayahnya cukup banyak. \"Dengan di adakannya Program Inovasi Desa ( PID ) Rembug Stunting, kami berharap dalam waktu secepatnya angka stunting bisa ditekan dan menurun,\" kata Marendra.

Sementara itu, Kapolsek Donomulyo AKP Gianto melalui Kepala SPK Donomulyo Aiptu Siswanto mengatakan, Polsek Donomulyo mendukung penuh kegiatan Rembug Stunting kecamatan ini. \"Semoga lewat Rembug Stanting hari ini, bisa memperoleh hasil yang baik. Terutama dampak dari stunting di wilayah Donomulyo sendiri, bisa ditekan dan tidak ada lagi bayi maupun balita yang mengalami kekurangan gizi,\" pungkasnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Malang darurat bayi atau anak yang masih kekurangan gizi (Stunting) dikatakan langsung Wakil Bupati Malang yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang, HM Sanusi usai mengikuti rapat paripurna istimewa (PAW) di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Rabu (21/11/2018) lalu.

Di hadapan wakil rakyat dan pejabat eksekutif Kabupaten Malang, Sanusi menyampaikan, jika diwilayah kabupaten Malang masih ada 30 ribu bayi yang baru lahir mengalami masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi (Stunting).

Hal ini, kata Sanusi, berdasarkan hasil pertemuan dengan 39 Kepala Puskesmas yang ada di Kabupaten Malang. Karena saat dalam kandungan mengalami maal nutrisi, sehingga bayi saat lahir mengalami gangguan fisik.(Brama Yoga Kiswara-Beritajatim.com/jko)
11 December 2018
Hore, Warga Blitar Tidak Perlu Antre Urus Empat Dokumen
Kabar gembira bagi warga Kabupaten Blitar. Mulai saat ini tidak perlu antre lama-lama mengurus empat dokumen kependudukan. Pasalnya Dispendukcapil Pemkab Blitar telah melengkapi sarana dengan memberikan layanan secara online.

Meski masih empat item dokumen dari 22 item administrasi kependudukan (adminduk) yang bisa terlayani, namun sarana ini diklaim mampu mengurangi parahnya jumlah masyarakat yang antre. Empat dokumen itu adalah akta kelahiran, akta kematian, perubahan KK dan cetak e-KTP.

"Sekarang tidak perlu antre. Bisa diurus lewat anjungan atau praktis lagi pakai android. Buka alamat web siak.blitarkab.go.id. Nanti pemohon diminta registrasi pendaftaran dengan menuliskan nomor KK, NIK dan nomor handphone," kata Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Dispendukcapil Pemkab Blitar Budi Santoso ditemui di kantornya Jalan Satrian Kanigoro, Selasa (11/12/2018).
 
Kalau sudah teregistrasi, lanjut Budi, pemohon akan mendapat password user untuk memanfaatkan SMS gateway. Baru bisa mendaftar keperluan dokumen apa yang akan diurus. Nanti diakhir pendaftaran, pemohon diminta melampirkan dokumen pendukung.

"Kalau lewat android bisa langsung diupload disitu. Kalau melalui anjungan, kita lengkapi webcam jadi tinggal tunjukkan dokumen pendukung didepan kameranya itu. Selesai sudah," bebernya.

Data yang sudah masuk akan diverifikasi oleh tiga operator. Untuk akta kelahiran dan kematian akan diverifikasi petugas bagian catatan sipil. Untuk perubahan KK diverifikasi oleh petugas bagian pendaftaran penduduk. Sedangkan cetak e-KTP akan diverifikasi bagian sekretariat.

"Permohonan terbanyak untuk cetak e-KTP, itu kami batasi 20 pemohon per hari. Karena kapasitas cetak kami hanya 500 keping per hari. Kalau permohonan secara manual kita batasi 150 orang per hari," imbuh Budi.

Jika data yang masuk sudah terverifikasi, pemohon ada mendapat notifikasi melalui SMS kapan waktu pengambilannya.

"Lebih praktis, efektif. Saya jadi tidak perlu izin cuti kalau ngurus adminduk disini. Ini saya coba urus akta kematian pakai HP, selang satu jam langsung dapat SMS kapan jadinya," ujar warga Kecamatan Sutojayan Lia pada detikcom.(Erliana Riady - detikNews/jko)
11 December 2018
 Kisah Kakek Djito Tinggal di Gua Desa Rejotangan Tulungagung, Sempat Lontang-lantung Karena Hal Ini

Kakek Djito (86) telah tinggal di gua yang ada di Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung selama enam bulan.

Keberadaan kakek renta ini menjadi buah bibir, setelah warganet menyebarkan foto-fotonya.

Dari informasi yang dihimpun, Djito aslinya berasal dari Dukuh Kumar Kajan, Desa Sumberwuluh Kec. Candipuro, Kabupaten Lumajang.
 

Ia mempunyai seorang anak perempuan, namun sudah meninggal.

Karena tidak enak tinggal bersama menantu, Djito pergi ke rumah saudaranya di Ngunut, Tulungagung.

Niatnya untuk berobat, karena sakit lambung dan gangguan liver.

Namun selama di Ngunut, Djito juga tidak ada kecocokan dengan saudaranya.

Kakek malang ini sempat lontang-lantung, sebelum akhirnya tinggal di gua ini.

Gua tersebut semacam punden dan sudah dikenal warga.

Kapolsek Rejotangan, AKP Tohir membenarkan cerita mengenai Djito.

Menurutnya, Djito waktu itu datang dan membersihkan gua.

“Waktu itu sudah didatangi warga, tapi dia ingin tinggal di situ. Warga juga berinteraksi dengan dia,” ujar Tohir.

Setelah keberadaan Djito, keadaan gua jadi semakin bersih.

Warga setiap hari memberikan makan untuk kakek ini.

Awalnya Djito tinggal di lantai gua.

Namun warga kemudian membangun gubuk kecil, agar Djito tidak kedinginan dan lebih nyaman.

Keberadaan Djito diketahui secara luas, setelah kisahnya dibagikan di media sosial.

Petugas medis dari Puskesmas Rejotangan juga datang untuk memeriksa kesehatannya.
 

Djito kemudian dievakuasi ke Puskesmas Rejotangan, Senin (10/12/2018) malam untuk mendapatkan perawatan.

“Katanya ada keluarga yang akan menjemputnya. Syukur kalau ada yang merawat dia,” ucap Tohir.(David Yohanes-Surya.co.id/jko)


 

11 December 2018
Soal Proyek Bandar Udara, Ini Persiapan Pemkot Kediri
Groundbreaking atau peletakan batu pertama Bandara Kediri diperkirakan dilakukan Maret 2019 mendatang.

Meskipun lokasi airport berada di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, namun Pemerintah Kota Kediri juga melakukan berbagai persiapan.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengatakan, pihaknya sedang membuat analisa tentang hal-hal yang harus dipersiapkan dalam mendukung program strategis Nasional tersebut. Sebab, Kota Kediri merupakan daerah paling dekat dengan lokasi pembangunan bandara.

“Yang sudah dilakukan, pertama kita meningkatkan sumber daya manusianya (SDM). Indek Pembangunan Manusia (IMP) kita meningkat dibanding daerah lain. Juga pada tingkat Nasional, IPM kita lebih unggul,” jelas Abdullah Abu Bakar kepada beritajatim.com beberapa waktu lalu.

Persiapan lainnya adalah tentang jalur jalan. Pemkot Kediri melalui dinas terkait sedang melakukan analisa jalan. “Di Kota Kediri, kita sedang mencoba menganalisa apakah membuat jalur baru atau tidak untuk mengurai kemacetan,” bebernya.

Walikota yang akrab dengan panggilan Mas Abu ini menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur tentang keberadaan Jembatan Mrican. Jembatan yang sebelumnya melintang di atas Sungai Brantas tersebut putus pada 2017 lalu.

Bangunan peninggalan zaman Kolonial Belanda ini sangat vital karena menghubungkan wilayah Kota dan Kabupaten Kediri. Menurut Mas Abu, keberadaan jembatan bisa menjadi solusi pengurai kemacetan, apabila arus lalu lintas meningkat saat Bandar Udara Kediri telah operasional.

“Jembatan Mrican ini bibir antarjembatannya ada di Kabupaten Kediri. Ada yang bilang itu jembatan milik Pabrik Gula Mrican. Makanya, saya berharap provinsi bisa men-take over itu, sembari mengurai kemacetan. Kita sengaja persiapan sekarang agar nanti apabila airportnya sudah jadi, bisa mengurai kemacetan,” beber Mas Abu.

Walikota berusia muda ini mengaku, telah melakukan komunikasi secara langsung dengan Gubernur Jawa Timur, H. Soekarwo terkait dengan jembatan Mrican. “Kita sudah bilang ke Pakde Karwo. Nanti kita ulang ke Bu Khofifah (Gubernur Jatim baru, Khofifah Indar Parawansa). Tanggapan Pakde Karwo bagus. Kalau harus diselesaikan provinsi, ya provinsi siap,” ungkap Mas Abu.

Persiapan lainnya adalah rencana pembuatan jalan ring road yang nyambung antara wilayah Kota dan Kabupaten Kediri. Akses tersebut akan menjadi bagian dari jalan nasional. Sehingga, Pemkot Kediri melakukan komunikasi secara langsung dengan Pemerintah Pusat.

“Mulai persiapan berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat terkait ring road Pemerintah Kota dan Kabupaten Kediri. Kita masih komunikasi, dan ini menjadi jalan nasonal, maka menjadi wewenang pemerintah pusat,” jelasnya.

Lalu di mana titik jalan ring road tersebut? Mas Abu mengatakan, titik ring road berada di jalan outer Kota Kediri atau pembatas antara Kota dan Kabupaten Kediri.

Pihaknya akan mencari lokasi untuk jalan tersebut pada aset pemerintah daerah. Sehingga dalam proses pembebasannya tidak membutuhkan biaya besar.(Nanang Masyhari-Beritajatim.com/jko)
10 December 2018
Mahasiswa Lamongan Tuntut Kejari Usut Tuntas Kasus Korupsi
Puluhan mahasiswa berbagai elemen di Lamongan geruduk kantor kejari Jalan Veteran. Puluhan mahasiswa ini mempertanyakan sejumlah kasus korupsi yang dinilai belum ada kejelasan hingga kini.

Dengan melakukan longmarch, puluhan mahasiswa orasi bergantian. Mereka juga membentangkan spanduk berisi tuntutan. Di antaranya, "Tuntutan kami jelas, kami mempertanyakan 8 kasus dugaan korupsi yang ditangani oleh Kejari Lamongan karena seolah Kejari Lambat menangani," terang salah satu korlap aksi, Fahmi Fikri dalam orasinya, Senin (10/12/2018).

Bahkan, menurut Fahmi Fikri, ada juga putusan kasus dugaan korupsi yang sudah berjalan bertahun-tahun tapi belum juga ada keputusan tetap atau inkracht.
 
"Begitu ada pergantian pejabat di kejaksaan, seolah kasus yang sudah masuk lama itu tidak ditangani," kata Fahmi Fikri yang juga ketua PMII Lamongan ini.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lamongan ini mengusung 8 poin kasus dugaan korupsi yang hingga kini masuk penanganan Kejari Lamongan. Salah satunya kasus perjalanan dinas DPRD Lamongan.

Mahasiswa juga mengultimatum Kejari Lamongan agar tahun 2019 ada perbaikan kinerja. "Jika ke depan tahun2019 setelah para mahasiswa demo dan kejaksaan tidak ada perbaikan, kita akan demo lagi mempertanyakan 8 poin kasus yang kami bawa ke Kejaksaan ini," tandas Fahmi.

Sementara Kepala Kejari Lamongan, Diah Yuliastuti mengapresiasi dukungan mahasiswa dalam upaya penegakan hukum. Diah memastikan siap memproses secara hukum jika ada laporan pengaduan dan data.

"Silahkan kalau memang ada data, masukkan. Kami pastikan akan kami proses kalau ada laporan pengaduan dan data," jelas kajari.

Sementara Kasi Pidsus Yugo Susandi merespon apa yang dipertanyakan dan menjadi materi orasi dengan meminta dukungan data. "Kalau memang ada data, kami akan memproses," kata Yugo meminta dukungan.

Aksi mahasiswa ini juga dijaga ketat anggota Polres Lamongan yang juga mengerahkan para polisi wanita. Massa pun membubarkan diri setelah melakukan aksi sekitar 2 jam dan ditemui pihak kejari.(Eko Sudjarwo - detikNews/jko)
Page 3 of 854      < 1 2 3 4 5 >  Last ›