Lintas Jawa Timur

14 December 2018
 Janda Dua Anak Ditangkap saat Tidur di Rumah Kos di Kediri Setelah Setahun Jadi Buronan Polisi

Anggota Satreskrim Polres Tulungagung menangkap seorang janda beranak dua, Ny Nunik Lestari (38) warga Desa Pakisrejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Senin (10/12/2018). Dia ditangkap saat tidur di rumah kos di Kediri.

Ny Nunik merupakan seraong buron yang kabur selama setahun belakangan, dalam perkara penipuan dan penggelapan.

Penangkapan Ny Nunik bermula dari laporan rekan kerjanya, Agus Santoso (47) warga Desa Gadingwetan, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggi, pada Kamis (1/8/2017) silam.
 

Agus melapor, karena uang pembelian katul senilai Rp 100 juta belum dikembalikan. Uang itu diberikan kepada Ny Nunik pada akhir 2012.

“Waktu itu penyidik sudah melakukan gelar perkara, dan menetapkan N (Ny Nunik) sebagai tersangka. Tapi pelaku malah kabur,” terang Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Sumaji.

Polisi kemudian memasukkan Ny Nunik dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Selama setahun Ny Nunik menghilang dari pantauan polisi.

Pada Minggu (9/12/2018) malam polisi mendapatkan informasi, jika Ny Nunik berada di belakang pabrik rokok Gudang Garam Kediri.

Anggota Buru Sergap Satreskrim Polres Tulungagung segera bergerak ke lokasi. Butuh waktu 12 jam untuk memastikan keberadaan Ny Nunik.

Akhirnya pada Senin (10/12/2018) sekitar pukul 15.00 WIB, polisi menangkap Ny Nunik di kamar kosnya, saat sedang tidur.
 

“Dia mengaku selama pelarian tinggal di Kediri. Dia bekerja sebagai pengantar barang,” tambah Sumaji.

Saat ditanya uang hasil kejahatannya, Ny Nunik berkilah sudah habis. Bukan karena dibelanjakan, namun karena ditipu rekan bisnisnya yang lain.

Selebihnya Ny Nunik banyak menjawan lupa, dengan alasan kejadiannya sudah tahun 2012. Ini adalah kali ke-2 Ny Nunik dilaporkan oleh Agus.

Sebelumnya ia pernah dihukum selama 12 bulan, karena kasus yang sama. Agus dulunya adalah majikan suami Nunik.
 

Setelah suaminya meninggal, Ny Nunik yang dipercaya oleh Agus.

“Tersangka sudah kami titipkan ke Lapas Tulungagung,” ujar Sumaji.
 

Atas perbuatannya, Nunik dijerat dengab pasal 378 dan 372 KUH Pidana, dengan ancaman empat tahun penjara.(David Yohanes-Surya.co.id/jko)


 

14 December 2018
Mobil Berpenumpang 1 Keluarga Terjun ke Jurang Mojokerto, Dua Luka
Jalur ekstrem Cangar-Pacet kembali menelan korban. Sebuah mobil rombongan satu keluarga asal Sidoarjo terjun ke jurang sedalam 20 meter. Kecelakaan tunggal ini dipicu kerusakan pada sistem pengereman mobil tersebut.

Kanit Laka Sat Lantas Polres Mojokerto Ipda Edy Widoyono mengatakan, mobil Toyota Avanza nopol L 1376 YE itu berisi 6 orang. Mereka satu keluarga asal Desa Watugolong, Krian, Sidoarjo. Keluarga ini dalam perjalanan pulang usai berwisata di Jatim Park, Kamis (13/12).

Mobil yang melaju dari arah Cangar, Kota Batu itu dikemudikan Abdul Mujib (51). Sementara di kursi penumpang yaitu Istiqoroh (50), Hisam Ashari (21), Hisam Alwi (18), Hikam Mauludi (15), serta Dewi Fara (12).

Sampai di turunan curam Gotekan, Jalan Raya Pacet, mobil tersebut mengalami rem blong. Mobil terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter setelah menabrak pengaman di jalur penyelamat.

"Diduga mobil ini mengalami rem blong sehingga masuk ke jurang sedalam 20 meter," kata Edy saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (14/12/2018).

Akibat kecelakaan ini, 2 penumpang Avanza mengalami luka cukup serius. Korban Ashari luka robek pada tangan sebelah kiri, sedangkan Mauludi mengalami patah tangan kanan.

"Korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Sumberglagah (Pacet)," terang Edy.

Selain mengevakuasi korban, polisi juga berusaha mengangkat mobil dari dalam jurang.

Jalur Cangar-Pacet memang terkenal ekstrem. Terdapat sejumlah turunan curam di jalur ini yang kerap mengakibatkan rem kendaraan terbakar. Terbakarnya rem kendaraan akibat pengemudi melakukan pengereman secara terus menerus.

Rem blong di jalur ini juga kerap menimpa kendaraan roda dua. Oleh sebab itu, para pengendara diimbau menggunakan gigi 1, serta rajin mengecek kondisi rem.(Enggran Eko Budianto - detikNews/jko)
13 December 2018
Tengah Malam, Bupati Gresik Hentikan Proyek Yang Dikerjakan Asal-Asalan
Pengerjaaan proyek box culvert di depan Rumah Sakit Ibnu Sina Bunder tadi malam, terpaksa dihentikan oleh Bupati Gresik. Karena dinilai pengerjaanya asal - asalan, tidak sesuai dengan gambar yang ditentukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Gresik.

Tadi malam menjelang jam 24, Bupati Gresik, Sambari Haliim Radianto, mendatangi pengerjaan proyek box culvert di Jalan Dokter Wahidin Sudiro Husodo Gresik, tepatnya di depan Rumah Sakit Ibnu Sina Bunder. Bupati Gresik langsung meminta para pekerja menghentikan pemasangan box curver karena dinilai pemasangannya tidak sesuai alias asal pasang saja.
"Pemasangan tanpa didahului dengan pemadatan pada tanah ini dikhawatirkan akan ambles, apalagi saat ini musim hujan," tegur Bupati Sambari.
 
Para pekerja tak bisa berkelit. Apalagi sebelumnya bupati juga sudah menegur pekerja proyek, tapi tidak dihiraukan.
 
Proyek box culvert yang menelan dana miliaran rupiah dari APBD 2018 tersebut, dikerjakan oleh PT Pusaka Bawean Group ini memang terkesan asal - asalan. Bahkan pekerja proyek mengakui dan membuat pernyataan di atas kertas, dan diberikan kepada bupati, tadi malam. Proyek box culvert tersebut, di samping untuk memperlancar saluran air, supaya tidak banjir juga akan menambah keindahan median jalan di depan Rumah Sakit Ibnu Sina Bunder.(pojokpitu.com/jko)
13 December 2018
 Pemkot Blitar Siapkan Rp 8 Miliar untuk Kenaikan Gaji Pokok PNS pada 2019

Pemkot Blitar sudah mengantisipasi rencana kenaikan gaji pokok untuk pegawai negeri sipil (PNS) mulai 2019. Ini seiring rencana pemerintah pusat menaikkan gaji pokok PNS pada 2019. Rencananya, gaji pokok untuk PNS naik sekitar lima persen.

Pemkot Blitar menyiapkan anggaran sekitar Rp 8 miliar untuk kenaikan gaji pokok para PNS.
 

"Sudah kami antisipasi, kami siapkan anggaran Rp 8 miliar di APBD 2019 untuk kenaikan gaji PNS. Rencananya gaji PNS naik sekitar lima persen," kata Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar, Widodo Sapto J, Kamis (13/12/2018).

Widodo mengatakan kebetulan rencana kenaikan gaji pokok PNS itu seiring dengan kenaikan dana alokasi umum (DAU) Kota Blitar pada 2019. DAU Kota Blitar pada 2019 naik sekitar Rp 15 miliar. Dari sebelumnya, Rp 421,2 miliar pada 2018 naik menjadi Rp 436,2 miliar pada 2019.

Sebagian DAU itu disiapkan untuk mengantisipasi kenaikan gaji pokok PNS mulai 2019.

"DAU kami naik Rp 15 miliar., yang Rp 8 miliar kami siapkan untuk kenaikan gaji pokok PNS. Selanjutnya yang Rp 7 miliar kami berikan ke masing-masing kelurahan," ujar Widodo.

Dikatakannya, Pemkot Blitar masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat soal kenaikan gaji pokok PNS. Jika pemerintah pusat mengumumkan kenaikan gaji pokok PNS pada Maret 2019, maka kenaikan gaji pokok untuk Januari-Februari 2019 akan diberikan secara dirapel.

"Kami menunggu instruksi dari pusat untuk pencairannya. Intinya kami sudah mengantisipasi rencana kenaikan gaji pokok PNS itu," katanya.

Menurutnya, kenaikan gaji pokok PNS otomatis akan berpengaruh pada besaran tunjangan penghasilan pegawai (TPP). Sebab, penghitungan besaran TPP berdasarkan prosentase dari gaji pokok.

"Otomatis berpengaruh dengan tunjangan pegawai. Kalau jumlah pegawai di Pemkot Blitar sekitar 3.000-an pegawai," ujarnya.(Samsul Hadi-Surya.co.id/jko)



 

 


 

 
13 December 2018
Mark Up Dana Desa, Kades dan Bendahara di Pasuruan Dicokok
Dana besar pemerintah yang mengalir ke desa sangat menggiurkan. Sejumlah kades dan perangkat tergoda untuk 'memainkannya' demi mengambil keuntungan pribadi.

Modus 'memainkan' uang negara dengan cara melakukan penggelembungan (mark up) anggaran ini dilakukan Kades Dompo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, MN (50). Dalam aksinya, MN mengajak serta bendaharanya, MS (42).

Kejahatan korupsi kades dan bendahara ini terendus aparat penegak hukum. Setelah melalui proses penyelidikan mendalam, keduanya akhirnya diamankan penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Pasuruan.
 
"Keduanya kami amankan setelah dilakukan penyelidikan sejak Maret 2017," kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso di Polres Pasuruan Kota, Jalan Gajah Mada, Pasuruan, Kamis (13/12/2018).

Menurut Slamet, kades dan bendahara tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka mark up anggaran desa yang bersumber dari alokasi dana desa (ADD) maupun dana desa (DD). Keduanya diduga secara bersama-sama 'memainkan' aliran dana dari dua sumber tersebut pada tahun anggaran 2015.

Slamet mengatakan sebelum oknum kades dan bendahara diamankan dan ditetapkan tersangka, penyidik memeriksa 84 saksi. Mulai unsur posyandu, ketua RT, tokoh masyarakat hingga saksi ahli auditor BPKP Perwakilan Jawa Timur, serta saksi ahli hukum pidana dari perguruan tinggi. Penyidik juga memeriksa 5 bendel surat pertanggungjawaban (SPj) Desa Dompo untuk tahun anggaran 2015.

Slamet menjelaskan, aliran dana yang bersumber ADD tahun anggaran 2015, digunakan untuk membayar honor 19 Ketua RT dan 21 kader Posyandu. "Setiap bulan, ketua RT dan kader posyandu menerima honor sebesar Rp 100 ribu. Namun dalam SPj di-mark up menjadi Rp 150 ribu," terangnya.

Sementara modus korupsi anggaran Dana Desa dilakukan dengan me-mark up anggaran terkait kebutuhan tiga proyek infrastruktur di Desa Dompo. Yakni proyek plengsengan, pavingisasi, dan tembok penahan tanah

"Dalam belanja material, harga tak sesuai dengan SPj. Ada juga pembelanjaan yang fiktif," tandas Slamet.

Kerugian negara akibat penggelembungan anggaran yang diduga dilakukan kedua tersangka mencapai Rp. 152.278.183.

Kedua tersangka dijerat pasal 2 atau Pasal 3 atau Pasal 9 UU RI nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman minimal 4 tahun, maksimalnya 20 tahun pidana penjara.(Muhajir Arifin - detikNews/jko)
13 December 2018
Ditabrak Kereta Api, Tubuh Seorang Pria Sampai Hancur
Seorang pria tanpa identitas tewas dengan kondisi tubuh hancur, akibat ditabrak kereta api di rel kereta api Desa Pesisir, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Rabu sore (12/12). Sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut, langsung berdatangan dan memilih potongan tubuh korban, kemudian dilarikan ke rumah sakit umum setempat.

Aksi simpati warga tampak saat mengetahui ada pria tertabrak kereta di sekitar Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Tanpa rasa jijik, warga ini memilih satu persatu potongan tubuh korban yang hancur, usai ditabrak Kereta Api Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi.
 
Warga mengumpulkan potongan tubuh korban tanpa identitas ini ke dalam karung dan selanjutnya dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Dokter Mohamad Saleh, Kota Probolinggo.
 
Tidak ada yang tahu persis saat korban ditabrak kereta api tersebut. Hanya saja, tiba- tiba kereta berhenti dan menginformasikan kepada warga sekitar bahwa baru saja menabrak sesorang. Kereta selanjutnya meneruskan perjalanan menuju Surabaya.
 
"Memang tidak ada yang tahu persis kejadian ini, hanya saja ada orang yang melihat korban pada saat itu sempat turun dari becak. Mungkin hendak buang air kecil melewati lintasan kereta api," kata Sugi, salah satu warga. 
 
Mengetahui ada kejadian tersebut anggota Polsek Sumber Asih langsung mendatangi lokasi kejadian dan menggelar olah TKP untuk memastikan kronologis kejadian sebenarnya, serta mencari titik kecelakaan di tanah sebidang ini.
 
Sementara itu, AKP Wahyudi, Kapolsek Sumberasih, mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti dan meminta keterangan dari saksi-saksi di tempat kejadian.
 
Akibat banyaknya warga melihat serta pengguna jalan berhenti, membuat jalur pantura Probolinggo menuju Surabaya, sempat mengalami kemacetan.(Farid Fahlevi-Pojokpitu.com/jko)
13 December 2018
Cerita Horor di Balik Tembok Tinggi Rupbasan Blitar
Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Blitar yang terletak di Jalan Sumatera 187 ini selalu terlihat sepi. Temboknya pun menjulang tinggi, seakan-akan menutup cerita-cerita horor di baliknya.

Saat masuk ke halaman belakang Rupbasan, detikcom hanya melihat puluhan kendaraan sitaan atau barang bukti kecelakaan lalu lintas yang terhampar di lahan seluas dua hektare tersebut.

Namun yang menarik adalah cerita horor di balik barang-barang yang disimpan di kantor ini. Menurut Kasubsie Administrasi dan Pengelolaan Rupbasan Blitar, Wulandari, kesaksian janggal sering mereka dengar dari aparat kepolisian yang mengantarkan mobil barang bukti laka lantas ke kantor ini.

"Teman-teman polisi itu sering lihat ada orang berdiri di atas gedung ini, seperti menyambut mereka. Woo.. gaya ndadak disambut barang, wong mobil remek ae. Padahal semua staf sedang berada di lantai bawah. Kami ya saling memandang sambil senyum aja kalau mereka bilang seperti itu," tutur Wulandari membuka cerita, Kamis (13/12/2018).

Diakui Wulandari, mobil-mobil yang menjadi barang bukti laka lantas tak semuanya datang dalam keadaan utuh. Bahkan banyak juga yang masih ditemukan darah segar di beberapa bagian mobil, termasuk cuilan tubuh korban.

"Namanya barang bukti ya nggak boleh berubah kondisinya. Justru ketika datang kami catat secara detail bagaimana kondisi ketika datang. Jadi ketika dijadikan barang bukti, ya sama seperti waktu kejadian," jelasnya.

Wulandari melanjutkan, dari cerita para staf yang berjaga selama 24 jam, banyak yang melihat mesin mobil yang tiba-tiba menyala sendiri meski kondisi luarnya sudah hampir hancur. Ada juga yang lampunya menyala sendiri atau berjalan tanpa mesin menyala.

"Sering kalau staf sini bawa putranya yang masih balita, itu banyak yang nangis histeris. Ada anaknya yang bilang, itu ada orang jelek banyak darahnya di sana, sambil tangannya menunjuk ke arah mobil BB (barang bukti) laka lantas," ujar wanita asli kelahiran Blitar ini.

Di balik tembok gedung yang dibangun sejak tahun 2003 ini, para staf juga menceritakan pengalaman mereka saat memeriksa beberapa gudang tempat menyimpan aset atau barang sitaan.

"Pernah suatu malam, petugas memantau kondisi dalam gedung melalui CCTV. Kalau muncul gambar putih bersliweran itu sudah biasa bagi kami. Tapi ini anehnya, kondisi CCTV tiba-tiba posisinya terbalik. Petugas langsung lari menuju lokasi penempatan CCTV itu kan, khawatir sengaja diputar oleh penyusup begitu, nah pas sampai di tempat lho posisi CCTV itu tetap seperti semula. Bolak-balik begitu, kesannya menggoda," papar Wulandari.

Kejadian aneh pun tak hanya ditemukan di malam hari, namun di siang bolong. Menurut Wulandari, suatu ketika seluruh staf mendengar seorang wanita menyanyikan lagu berbahasa Hokkian. Suaranya berasal dari salah satu gudang di sisi utara.

Mereka langsung bergegas membuka gudang dan memeriksa setiap sudut ruangan. Namun meski para staf dikerahkan untuk mencari sumber suara itu selama berjam-jam, nyatanya mereka tak menemukan siapa-siapa.

"Saya baru sadar ini bukan hal biasa. Teman-teman saya suruh menutup gudang kembali. Dan lama kelamaan suara itu hilang sendiri," pungkas wanita yang dianggap pawang makhluk sakral di tempat itu.(Erliana Riady - detikNews/jko)
13 December 2018
 Peragawati Tampilkan Busana Kreasi Di Dhoho Fashion Street Kota Kediri

Peragawati dan peragawan menampilkan busana rancangan terbaru para desainer yang tampil pada Dhoho Fashion Street 2018 di Taman Sekartaji, Kota Kediri, Kamis (13/12/2018).

Acara yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kediri bekerja sama dengan Pemkot Kediri berkonsep fashion show di area terbuka Taman Sekartaji.

Tahun ini tema yang diusung pada Dhoho Street Fashion tahun ini Warisan Agung Panji Sekartaji. Para desainer bakal menampilkan kisah panji pada busana hasil rancangannya.
 

Kegiatan ini menghadirkan dua desainer nasional yakni Lenny Agustin dan Didiet Maulana.

Leny menampilkan busana berbahan batik karya perajin Kota Kediri. Sedangkan Didiet membuat busana hasil karyanya darj bahan kain tenun ikat khas Kota Kediri.

Sementara desainer muda asal Kediri yang tampil masing-masing, Desty Rachmaning Caesar menampilkan 4 outfit dengan desain kasual.

Sedangkan Ahmad Khosim menampilkan 4 outfit busana batik. Ia menerjemahkan tema dengan menampilkan corak sekar teratai mekar, sekar jagad Kota Kediri, dan batik abstrak.

Masih dengan batik, Numansa Batik menyajikan motif Panji Laras dan Galuh Candra Kirana dalam 3 outfit sarimbit (couple).

Desainer SMK Negeri 3 Kediri juga menampilkan karya-karya para peserta didik jurusan tata-busana. Karya siswa-siswi sekolah ini sudah mendapatkan bimbingan dari para desainer.

Siswa-siswi SMK Negeri 3 Kediri dilibatkan untuk mencari bakat-bakat muda agar dapat membawa batik dan tenun ikat menjadi karya yang lebih bernilai kelak.(Didik Mashudi-Suryamalang.com/jko)


 

13 December 2018
Nelayan Tenggelam di Pantai Watukarung Pacitan Akhirnya Ditemukan
Gunawan (37), nelayan Pantai Watukarung Pacitan akhirnya ditemukan meninggal. Jenazahnya ditemukan mengapung tak jauh dari lokasi tenggelamnya korban. Jasad korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

"Begitu ditemukan langsung dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga," kata Didik Alih Wibowo, Kepala Pelaksana BPBD Pacitan dihubungi detikcom, Kamis (13/12/2018) pagi.

Secara terpisah Komandan Tim Operasi Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Trenggalek, Yoni Fariza menjelaskan jenazah korban pertama kali diketahui nelayan yang akan kembali ke pantai. Lokasinya di koordinat 8°14'33.99" S 110°58'57.90" E.

"Kemudian dilakukan evakuasi pada Rabu (12/12/2018), pukul 19.00 WIB," terang Yoni.

Setibanya di pantai, petugas langsung melakukan visum. Hasilnya dipastikan jika jenazah tersebut adalah korban atas nama Gunawan. Operasi pencarian pun dinyatakan selesai.

Seorang nelayan hilang setelah tercebur ke laut saat hendak menangkap lobster di Pantai Kasap, Watukarung, Selasa (11/12). Saat musibah terjadi korban baru berangkat melaut.

Dia berada satu perahu dengan dua temannya sesama nelayan. Masing-masing Winarto (25) dan Purwadi (36). Pencarian melibatkan Tim Reaksi Cepat BPBD, TNI/Polri, SAR dan masyarakat setempat.(Purwoto Sumodiharjo - detikNews/jko)
13 December 2018
PT STM Belum Bayar Kontribusi Tahunan ke Pemkot
PT Sri Tanaya Megatama selaku investor Plaza Lawu hingga kini belum membayarkan kontribusi tahunan ke Pemerintah Kota Madiun. Walikota Madiun meminta agar PT Sri Tanaya Megatama segera melakukan pembayaran sesuai perjanjian kontrak. Kontribusi yang harus dibayarkan oleh investor Plaza Lawu tersebut sebesar Rp 1,25 miliar.

Hal itu ditegaskan oleh Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto saat opening Plaza Lawu. Walikota mendorong PT Sri Tanaya Megatama (PT STM), selaku pemenang tender Plaza Lawu Madiun, agar segera memenuhi sejumlah item kewajiban sesuai surat kerja sama pemanfaatan (KSP). Termasuk berkaitan dengan kontribusi tahun, yang hingga kini belum dibayarkan.
 
"PT STM wajib melakukan pembayaran kontribusi tahunan sebesar Rp 1,25 miliar setiap tahunnya. Tahun ini memasuki tahun kedua untuk pembayaran kontribusi tersebut. Sesuai kontrak, pembayaran paling lambat setiap tanggal 31 Desember," tegas Sugeng Rismiyanto.

Sementara itu, General Manager PT STM, Purhandoko, menjelaskan pihaknya akan segera melakukan pembayaran kontribusi tahunan Rp 1,25 miliar tersebut. Pembayaran akan dilakukan sebelum jatuh tempo.

Sementara, meski Plaza Lawu sudah dibuka, okupansi tenant (penyewa) belum 100 persen. Manajemen Plaza Lawu menargetkan Februari 2019 mendatang seluruh okupansi bisa terisi 100 persen.(Kriswanto-Pojokpitu.com/jko)
Page 2 of 854      < 1 2 3 4 >  Last ›