Lintas Jawa Timur

18 May 2019
Kelenteng Tri Dharma Sumbernaga Terbakar Satu Hari Sebelum Waisak
Detik.com, Probolinggo - Kebakaran meludeskan Kelenteng Tri Dharma, Sumber Naga di Kota Probolinggo. Ironisnya, kebakaran ini terjadi sehari sebelum Hari Raya Waisak yang jatuh pada Minggu 19 Mei 2019.
 
Wali Kota Probolinggo HADI ZAINAL ABIDIN mengaku prihatin atas apa yang menimpa Kelenteng berusia 150 tahun ini. HADI mengatakan Kelenteng Tridarma, Sumbernaga merupakan bangunan cagar budaya yang ada di kota setempat. Keberadaannya sudah ada sejak ratusan tahun serta telah jadi jujugan wisata tersendiri di Kota Probolinggo.
 
"Sungguh terjadinya kebakaran ini di luar dugaan, semoga apinya lekas padam dan tak merembet ke lokasi lainnya," harap Hadi, Sabtu (18/5/2019).
 
Hadi berjanji ke depan akan mengevaluasi sejumlah tempat penting yang ada di Kota Probolinggo, dengan melengkapi alat pemadam api sebagai sarana dan prasarananya. Tujuannya, agar peristiwa serupa tidak terjadi kembali di Kota Probolinggo.
 
Meski kobaran api di areal Klenteng sudah berangsur padam, namun warga Kota Probolinggo masih terus bertumpuk di lokasi. Banyak warga yang penasaran, hendak melihat sisa-sisa kebakaran yang menimpa Klenteng, Sumbernaga.(M Rofiq-detik/ev)       
17 May 2019
Agar Lebih Berani, Komplotan Begal Motor Pesta Miras Sebelum Beraksi
MAGETAN, KOMPAS.com - Komplotan begal motor di Kabupaten Ngawi Jawa Timur mengaku melakukan kekerasan terhadap pemilik motor yang jadi target mereka. Komplotan begal motor terdiri dari Puput HANDOKO PUTRO (21), ABDUL ROHIM (19), dan ARIF RUDIANSYAH (20). Ketiganya adalah warga Kabupaten Ngawi.
 
"Saya pepet pengendara. Saya tendang, saya ajak berantem,” ujar salah satu pelaku saat konferensi pers di Polres Ngawi, Rabu (15/05/2019).
 
Kapolres Ngawi AKBP PRANATAL HUTAJULU mengatakan, sebelum beraksi anggota komplotan begal menggelar pesta miras agar lebih berani. Milwati, salah satu korban komplotan begal motor pada Rabu (24/4/2019) lalu mengaku pelaku menendang motornya hingga jatuh dan menginjak tangannya. Komplotan tersebut juga menendang wajah perempuan tersebut.
 
“Mereka pepet, melakukan kekerasan dengan menendang dan memukul lalu merampas motor,” ujarnya. Polisi terpaksa menembak kaki tiga pelaku begal motor yang menyamar sebagai anak punk karena mereka melawan petugas saat ditangkap.
Untuk mengantisipasi keterlibatan anak anak punk lainnya dalam kejahatan begal motor, Kepolisian Resort Ngawi akan melakukan penertiban. "Mereka ini anak-anak punk yang sering berkeliaran di Ngawi. Kita akan melakukan penertiban,” imbuh Pranatal.
 
Selain mengamankan 3 pelaku, polisi juga mengamankan dua motor hasil kejahatan dan tiga motor untuk melakukan aksi mereka, Polres Ngawi juga mengamankan satu orang terduga sebagai penadah barang hasil kejahatan kelompok tersebut.( Sukoco-kompas/ev)
17 May 2019
Polisi Gagalkan Pengiriman 5 Ribu Botol Jamu Ilegal dari Probolinggo ke Surabaya dan Madura
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Polrestabes Surabaya menggagalkan pengiriman ribuan botol jamu ilegal di jalan Tol Satelit, Surabaya. Ada sebanyak 5250 botol yang dikemas di dalam 105 dus dan diangkut menggunakan muatan dua pickup.
 
Ribuan botol jamu dengan nama Binaraci itu akan dikirim dan dijual ke Surabaya, Madura dan sekitarnya. Kanit Tindak Pidana Ekonomi (Tipidek) Polrestabes Surabaya AKP TEGUH SETIAWAN, mengatakan, pengiriman jamu tersebut tanpa izin edar.
 
"Ini operasi pangan, ada minuman jamu yang dipasarkan tanpa dilengkapi izin edar," kata Kanit Tindak Pidana Ekonomi (Tipidek) Polrestabes Surabaya AKP TEGUH SETIAWAN, Kamis (16/5/2019).
 
Polisi juga menangkap MARJONLIS DAULY (40) pemilik usaha jamu tersebut. Penangkapan tersebut, dilanjutkan Teguh, berawal dari adanya informasi pengiriman minuman berupa jamu yang dipasarkan tanpa ijin edar.
 
"Satu boks isi 50 botol, kami amankan di Tol Satelit dari Probolinggo masuk ke Surabaya," katanya. Setelah diselidiki, jamu tersebut berjenis jamu herbal. Meski demikian, TEGUH mengatakan minuman tersebut dipasarkan tanpa ijin edar dari BPOM. (Nur Ika Anisa - suryamalang.tribunnews/ev)
17 May 2019
Polisi dan Dishub Gencarkan Razia Kendaraan Angkutan Barang di Sidoarjo
SURYA.co.id | SIDOARJO - Penertiban kendaraan di jalanan Sidoarjo semakin intens digelar. Selain sepeda motor yang banyak melanggar, petugas juga terus menertibkan angkutan barang.
 
Kali ini, razia digelar di Jalan Raya Ketapang, Tanggulangin, oleh petugas gabungan Sat Lantas Polresta Sidoarjo bersama petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo, Kamis (16/5/2019).
 
Dalam razia tersebut, sedikitnya ada 43 kendaraan angkutan yang ketahuan melanggar. Pelanggarannya terdiri dari over dimensi tiga kendaraan, surat uji kir mati sebanyak lima kendaraan, dan sisanya sebanyak 35 kendaraan tidak lengkap surat-suratnya.
 
"Semua kendaraan yang tidak layak jalan harus ditindak. Demikian halnya kendaraan yang dokumennya tidak lengkap," ucap Kasi Pengendalian dan Operasi (Dalops) Dishub Sidoarjo ARIE PRABOWO..
 
Dalam razia tersebut, sejumlah pengemudi mobil angkutan terlihat protes dan seperti tidak terima hendak ditilang. Beragam alasan mereka keluarkan, padahal kendaraanya terbukti melanggar.(M Taufik –tribunnews/ev)
02 May 2019
Cabuli Anak Tetangga, Remaja di Jombang Ditangkap Polisi
JOMBANG, iNews.id - Seorang remaja di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), ditangkap polisi setelah dilaporkan telah mencabuli anak tetangganya yang baru berusia tujuh tahun. Aksi bejat itu dilakukan setelah pelaku menggelitiki korban yang sedang main ke rumahnya.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jombang, Iptu Retno Dwi mengatakan, kronologinya berawal ketika pelaku, ABH (17) mengajak korban dan teman-temannya bermain ke dalam kamar rumahnya.

"Di sana korban digelitiki oleh pelaku sampai tertawa geli, di sanalah timbul niat mencabuli korban," kata Retno kepada wartawan di Mapolres Jombang, Rabu (1/5/2019).

Mirisnya, aksi cabul pelaku terhadap korban dilakukan di hadapan teman-teman korban. Perilaku ABH diketahui orang tua bocah yang duduk di kelas 1 SD tersebut setelah dia mengeluh kalau kemaluannya sering sakit.

Ketika ditanya orang tuanya, barulah korban cerita bahwa dirinya telah dikerjai oleh remaja yang juga tetangganya itu. Tidak lama, orang tua korban pun mendatangi Mapolres Jombang untuk membuat laporan kasus tersebut.

"Korban dan barang bukti sudah diamankan. Kasus tersebut kini masih didalami kepolisian," ujarnya.
ABH kini ditahan di Mapolres Jombang atas tindakannya mencabuli korban. Dia terancam Undang-Undang Perlindungan Anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. 
Inews-Muchtar Bagus
29 April 2019
Walikota Mojokerto Berikan Bantuan Gerobak
Radio ANDIKA - Keluarga Alm. ISMAN mendapatkan bantuan dan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur KHOFIFAH INDAR PARAWANSA pada Sabtu 27 april. Wali Kota Mojokerto IKA PUSPITASARI, turut memberikan bantuan berupa gerobak dorong  dan perlengkapan dagang kepada TUINAH, Istri Alm. ISMAN.

Gerobak dorong untuk usaha ini diberikan langsung Ning ITA di rumah Alm. ISMAN di Pakuncen Gang 3 Lingkungan Surodinawan Kota Mojokerto. Ning ITA memberikan gerobak setelah sebelumnya TUINAH ditanyai kebutuhannya untuk menyambung hidup. Usai diberikannya gerobak tersebut, Ning ITA menyampaikan akan memberikan pembinaan usaha melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto.

ISMAN adalah salah seorang anggota Linmas yang meninggal saat menjalankan tugasnya dalam pemungutan suara Rabu 17 April lalu. ISMAN meninggal dunia sekitar jam 21.00 WIB saat mengawal pengiriman surat suara dari TPS 3 menuju ke Kelurahan Surodinawan, Kota Mojokerto. (gk/ssi)
27 March 2019
 1.097 CJH Lamongan Sudah Lunasi BPIH, Kemenag Minta yang Belum untuk Jangan Menunda. Ini Alasannya

Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan Jawa Timur mulai melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1440 H ini.

"Per hari ini, pukul 12.50 WIB, jumlah CJH yang melunasi sudah sudah mencapai 1.097 orang," kata Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh kantor Kemenag Lamongan, M Khoirul Anam, Rabu (27/03/2019).

Sementara tahun ini jumlah CJH asal Lamongan ada sebanyak 1.696 orang. Sebanyak 76 orang masuk cadangan yang berhak melakukan pelunasan BPIH. Besaran biaya haji ditetapkan mencapai sebesar Rp. 36.586.945 per jamaah.
 

Ketentuan, pelunasan BPIH bisa dilakukan mulai 19 Maret sampai dengan 15 April 2019.

Untuk proses pelunasan, CJH perlu menyiapkan sejumlah berkas, di antaranya berkas setoran awal, SPPH, Surat Keterangan Sehat tahap II (Istithoah kesehtan) dan dokumen kependudukan lainnya.

Ia berharap, para jamaah tidak perlu menunda-nunda pelunasan.

"Kalaupun ada kesulitan atau ketidakpahaman, jamaah bisa langsung menghubungi petugas," ujarnya.

Anam menambahkan ada sejumlah CJH di Lamongan yang memutuskan untuk menunda berangkat tahun ini.

Di antara mereka bahkan sudah membuat pernyataan menunda keberangkatan dengan alasan yang dibenarkan seperti ada yang karena ekonomi, ada yang kesehatan dan lainnya.
 

"Sedikitnya ada 20 orang CJH yang resmi menyatakan penundaan berangkat," pungkasnya.(Hanif Manshuri-Surya.co.id/jko)

27 March 2019
Wabup Mojokerto Diperiksa KPK Sebagai Saksi Kasus Jual Beli Jabatan
Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Pungkasiadi terseret kasus korupsi yang menjerat Bupati Nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP). Hari ini dia diperiksa penyidik KPK sebagai saksi.

Pungkasiadi tiba di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara pukul 10.16 WIB. Memakai kemeja putih lengan panjang dan celana hitam, dia masuk melalui pintu lobi.

Dengan santai sembari melambaikan tangan ke para wartawan, Pungkasiadi meniti tangga menuju ke Aula Wira Pratama di lantai dua Mapolres Mojokerto Kota. Di aula tersebut, penyidik KPK sudah menunggu untuk memintai keterangan orang nomor dua di Pemkab Mojokerto tersebut.

"Assalamualaikum," lontar Pungkasiadi sambil tersenyum ke arah wartawan, Rabu (27/3/2019).

Seperti informasi yang dihimpun detikcom, pemeriksaan Wabup Pungkasiadi terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Mojokerto, yang diduga dilakukan Bupati Mustofa Kamal Pasa.

Rumor jual beli jabatan semasa kepemimpinan Bupati Mojokerto Nonaktif itu sudah menjadi rahasia umum. Pungkasiadi dikabarkan diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Selain wabup, penyidik KPK hari ini juga memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Mojokerto. Antara lain Kepala Dinas Pertanian Suliestyawati, Kepala Inspektorat Bambang Wahyoadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Zainul Arifin serta Kepala Dispendukcapil Bambang Eko Wahyudi. Kemudian tampak pula mantan ajudan sekaligus mantan Camat Trowulan Ali Kuncoro, serta seorang kontraktor.

Pemeriksaan secara maraton oleh KPK di Kota Mojokerto terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka MKP. Lembaga antirasuah itu menemukan dugaan pencucian uang yang dilakukan MKP terhadap uang gratifikasi Rp 34 miliar.

MKP diduga menyimpan secara tunai atau sebagian ke rekening bank miliknya atau perusahaan milik keluarganya, Musika Group yaitu CV Musika, PT Sirkah Purbantara, dan PT Jisoelman Putra Bangsa. Modus yang digunakan adalah utang bahan atau beton.

MKP juga diduga menempatkan, menyimpan, dan membelanjakan hasil penerimaan gratifikasi berupa uang tunai sebesar Rp 4,2 miliar, kendaraan roda empat sebanyak 30 unit atas nama pihak lain, kendaraan roda dua sebanyak 2 unit atas nama pihak lain dan jetski sebanyak 5 unit. Dia disangka melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. KPK juga telah menyita sejumlah aset dan dokumen milik Mustofa.

Selain TPPU, MKP juga dijerat dengan sangkaan gratifikasi terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto bersama-sama Zaenal Abidin, Kepala Dinas PUPR Pemkab Mojokerto periode 2010-2015. Salah satunya proyek pembangunan jalan pada 2015. Saat ditetapkan sebagai tersangka, KPK menduga gratifikasi yang diterima keduanya Rp 3,7 miliar. Dalam proses penyidikan, jumlah gratifikasi yang ditemukan bertambah hingga mencapai Rp 34 miliar.(Enggran Eko Budianto - detikNews/jko)
27 March 2019
Bayi Laki-Laki Ditemukan Mengapung di Bendungan
Jasad bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengapung di Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (27/3/2019).

Bayi naas itu ditemukan pertama kali oleh Kamari (68), seorang pencari rosokan sampah plastik di area bendungan. Jasad bayi mengapung di 200 m sisi timur pintu turbin, bendungan Sengguruh.

“Saksi ini dalam kesehariannya bekerja sebagai pencari rongsokan. Saat itu, ia sedang bekerja mencari barang bekas didekat Bego dan melihat ada orok bayi yang mengapung,” ungkap Kompol Bindriyo, Kepala Polisi Sektor Kepanjen.

Melihat orok bayi tersebut, lanjut Bindriyo, saksi mengangkat dan dinaikkan kedalam perahunya untuk dilaporkan ke satpam bendungan Sengguruh.

“Saksi membawa ketepi dan melaporkan penemuan orok bayi itu ke satpam yang berjaga dan diteruskan Ke Polsek Kepanjen,” jelasnya.

Mendapat laporan tersebut, tambah Bindriyo, pihaknya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Melihat kondisi fisik, bayi ini belum waktunya lahir, atau dari proses aborsi. Kami perkirakan usia kematian sekitar 6-7 hari lalu. Kami menduga jasad bayi ini sengaja sengaja dibuang disepanjang aliran DAS Brantas mulai kota Malang,” pungkasnya.

Orok bayi tersebut, akhirnya dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang, untuk dilakukan visum.(Brama Yoga Kiswara-Beritajatim.com/jko)
27 March 2019
Mantan Perawat di Blitar yang Diduga Alih Profesi Buka Jasa Aborsi
Sebuah rumah di Jalan Cokroaminoto, Kota Blitar mendadak jadi sorotan. Di rumah itu, pensiunan perawat berusia 80 tahun menjalankan praktik aborsi selama puluhan tahun.

Dalam keseharian, manula berinisial N ini menggunakan kursi roda. Namun siapa sangka, di rumah itulah N diduga melakukan praktik aborsi selama 24 tahun. Yakni sejak pensiun sebagai perawat dari sebuah rumah sakit pemerintah di Blitar.

Polisi sudah lama menerima laporan warga sekitar, terkait dugaan aborsi ilegal di rumah N. Namun baru bisa menemukan bukti ketika ada perempuan berusia 21 tahun yang rumah itu dalam kondisi hamil muda.


"Kami lakukan penggerebekan dan di dalam rumah itu ada wanita sedang hamil muda. Menurut pengakuan wanita itu, dia sudah diberi obat untuk menggugurkan kandungannya yang berusia 4 minggu," kata Kasat Reskrim Polresta Blitar AKP Heri Sugiono pada detikcom di Mapolresta, Rabu (27/3/2019).

Begitu mendengar pengakuan pasien, polisi lalu membawanya ke RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar. Hasil visum luar tim medis menyatakan, jika janin masih berada di dalam kandungan. Sang pasien mengaku tahu praktik aborsi yang dilakukan N dari temannya. Menurutnya, sang teman telah menggugurkan kandungannya di rumah N setahun yang lalu.

"Kami kembangkan penyelidikan. Di dalam rumah N, kami temukan peralatan medis lengkap untuk penanganan proses persalinan. Saat ini, kami juga menyusuri semua bagian rumah, untuk menemukan bukti-bukti pendukung adanya praktik aborsi di rumah ini," imbuh Heri.

Dari perempuan muda itu, diperoleh keterangan jika proses menggugurkan kandungan tidak langsung aborsi. Namun pasien akan diberi obat peluntur terlebih dahulu. Jika obat bereaksi, pasien diminta untuk datang dan dilakukan proses pembersihan kandungan.

"Tapi kalau obat tidak bereaksi, penuturan perempuan ini, baru akan dilakukan tindakan aborsi," tambahnya.

Selama masih mencari bahan bukti, polisi belum menetapkan N sebagai tersangka. N belum ditahan, namun bersedia kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung.

"Keterangan lain yang diungkapkan perempuan muda itu, N mematok tarif Rp 5 juta untuk menggugurkan kandungannya," pungkasnya.(Erliana Riady - detikNews/jko)
Page 2 of 164      < 1 2 3 4 >  Last ›