Lintas Jawa Timur

14 August 2018
Nekat Abrosi dan Memasukannya Dalam Jok Motor Hingga Tewas, Sepasang Kekasih Ditetapkan Tersangka
Sepasang kekasih yang nekat melakukan aborsi dan memasukan bayi yang baru lahir kedalam jok sepeda motor hingga tewas, akhirnya ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Mojokerto. Tindakan aborsi yang dilakukan di villa pacet Senin (13/8) kemarin sore, karena hubungan cinta terlarang kedua tersangka tidak direstui oleh kedua orang tuanya.

Setelah dilakukan pengembangan dan pemeriksaan,sepasang kekasih, Dimas Sabhira Listianto (21) warga Cerme Gresik, yang bekerja sebagai satpam dan Cicik Rohmatul Hidayati (21) warga Mojokerto, mahasiswi kebidanan, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Mojokerto.
 
Kedua sepasang kekasih yang menjalin hubungan asmara selama setahun ini ditetapkan sebagai tersangka, karena nekat melakukan aborsi dan memasukan bayinya yang baru lahir ke dalam jok sepeda motor hingga tewas.
 
AKBP Leonardus Simarmata, Kapolres Mojokerto, mengatakan, tindakan aborsi yang dilakukan sepasang kekasih sudah direncanakan. Bahkan, untuk menggurkan bayi didalam kandungannya keduanya memesan obat dari salah satu bidan di Aceh.

"Atas perbuatanya itu, keduanya dijerat dengan pasal berlapis tentang aborsi, kekerasan terhadap anak dan undang undang kesehatan," kata AKBP Leonardus Simarmata.
 
Setelah melakukan aborsi, Cicik Rohmatul Hidayati, mahasiswi kebidanan yang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Mojokerto, masih menjalani perawatan di RSUD Mojosari.

Atas perbuatannya, sepasang kekasih yang dijerat dengan pasal berlapis, dengan ancaman hukuman diatas 20 tahun penjara.(Aminuddin Ilham-Pojokpitu.com/jko)
14 August 2018
Hari Pertama RAJA Brawijaya, Ribuan Mahasiswa Bikin Koreografi
Hari pertama Rangkaian Acara Jelajah Almamater (RAJA) Brawijaya dilakukan dengan memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru yang diterima di UB, Rabu, (14/8/2018) di Lapangan Rektorat UB.

Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani mengatakan RAJA Brawijaya akan digelar selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat. Ada tiga kegiatan, yakni PK2MABA, Pembinaan Budi Pekerti dan Kepemimpinan, dan Open House.

"Hari pertama PK2MABA diikuti oleh 11.033 maba. Setelah upacara maba membentuk koreografi dan mengikuti kegiatan pengenalan kehidupan kampus (PK2). Maba ditempatkan di 3 gedung yaitu Sakri, GOR Pertamina, dan UB Sport Center," kata Nuhfil.

Dalam PK2MABA tahun ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi dosen tamu. Ia menyampaikan materi pembekalan di hadapan mahasiswa baru di gedung Samantha Krida dan dilihat secara live oleh maba di GOR Pertamina dan UB Sport Center.

"Saya merasa bangga dengan kehadiran maba di kampus UB. Saya beserta seluruh pimpinan UB dengan ban?ga dan bahagia menyambut kehadiran Saudara sebagai bagian penting dari komunitas UB, dalam kerangka membangun karakter anak bangsa yang kuat sekaligus meraih masa depan yang cerah sesuai yang Saudara cita-citakan," paparnya.

PK2 cukup meriah karena sebelum upacara ditampilkan tari tradisional, marching band, atraksi flying fox, dan paduan suara. Setelah upacara ada kegiatan mob yang diperankan oleh maba dengan memakai 'tampah' warna-warni untuk membentuk koreografi berupa tulisan UB, 73 tahun RI, Asian Games, serta Pramuka.

"Maba akan dibekali dengan berbagai materi yaitu wawasan kebangsaan, budi pekerti, menangkal radikalisme. Diharapkan dengan kegiatan PK2 ini, maba akan mengenal UB lebih dalam sebelum mengikuti kuliah di UB," tandasnya.(Lucky Aditya Ramadhan-Beritajatim.com/jko)
14 August 2018
Pembawa Bayi dalam Jok Motor Ditetapkan sebangai Tersangka
Pembawa bayi dalam jok sepeda motor Yamaha Nmax, Dimas Sabhra Listianto (21) warga Agung, Desa Cagak Agung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik merupakan orang tua bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut. Pelaku ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan.

Tak hanya menetapkan satpam pabrik elektronik di Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik ini sebagai tersangka, polisi juga menetapkan ibu bayi tersebut sebagai tersangka. Yakni Cicik Rocmatul Hidayati (21) warga Desa Gunung Sari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, dari pengakuan pelaku, keduanya menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih kurang lebih satu tahun. "Pengakuannya tujuh kali berhubungan dan hamil. Saat usia kehamilan 8 bulan sepakat aborsi," ungkapnya, Selasa (14/8/2018).

Masih kata, pelaku laki-laki merupakan satpam pabrik elektronik di Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Sementara pelaku perempuan merupakan mahasiswi aktif di Kediri. Keduanya sepakat melakukan aborsi saat usia kehamilan delapan bulan karena takut diketahui orang tua.

"Melahirkan sendiri tanpa bidan, usia keduanya sama. Yang laki-laki satpam dan yang perempuan merupakan mahasiswi aktif di Kediri. Saat ini masih dalam perawatan karena baru melahirkan, namun sudah diproses dan sidik kasus ini," katanya.(Misti P.-Britajatim.com/jko)
14 August 2018
 Emak-emak Penebar Teror di Tulungagung, Sering Mendadak Muncul Naik Motor Bikin Takut Warga

Warga Dusun Dawuhan, Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol mengusir seorang ibu-ibu berinisial BK (41), karena sering melakukan teror terhadap perempuan dan anak-anak.

BK kerap melempari rumah warga dengan batu, mengatai pelacur pada perempuan yang ditemui, bahkan mengancam dengan senjata tajam kepada anak-anak.

Kepala Desa Podorejo, Domo membenarkan pengusiran itu.

Menurutnya, BK mengalami ganggun jiwa.

“Sebenarnya sudah diobatkan ke RSUD dr Iskak (Tulungagung) dan RSJ di Lawang (Malang). Tapi kambuh lagi,” ungkap Domo.

Lanjut Domo, sebenarnya BK sudah dalam pengawasan tim medis dari Puskesmas dan harus rutin minum obat.

Sayangnya tidak ada keluarga yang menjadi pendamping minum obat.

Akibatnya BK jarang minum obat yang disediakan, karena merasa sudah sehat.

“Kambuhnya karean obat yang diberikan tidak diminum,” ucapnya.

“Padahal kalau keluarga memastikan obatnya diminum, pasti tidak sampai kambuh,” sambung Domo.

Kini BK dititipkan ke rumah orang tuanya di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol.

Namun saat kambuh BK sering mengendarai motor dan kembali meneror warga.

Domo pun berpesan kepada orang tua BK, agar tidak memberikan sepeda motor kepada anaknya.

“Makanya sampai sekarang warga juga masih takut, karena tiba-tiba saja dia muncul naik motor,” tutur Domo.

Domo berharap ada solusi agar BK benar-benar sembuh dan tidak lagi meneror warga.

Akibat teror BK ini, rumah-rumah di Dusun Dawuhan menutup pintu saat magrib menjelang.(David Yohanes-Surya.co.id/jko)



 

 
14 August 2018
Pemkot Kediri Perketat Pengawasan Penjualan Hewan Kurban Via On Line
Mendekati pelaksanaan Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri mulai melakukan pemantauan pendistribusian penjualan hewan kurban. Pemantuan mulai dilaksanakan sejak beberapa hari terakhir ini.

Menurut Ali Mansur, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, sudah melakukan pengecekan penjualan hewan kurban kambing dan sapi dengan sistem semi On Line. Pengecekan tersebut sudah dilakukan diantaranya di Wilayah Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Pada umumnya para peternak memasarkan hewan kurban di Media Sosial melalui Facebook. Di Facebook tersebut tertara identitas nama dan alamat pedagang. Pembeli kemudian mendatangi alamat rumah peternak untuk bertemu, bertransaksi secara langsung. " Upaya ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi penjualan hewan kurban yang tidak sesuai dengan ketentuan atau peruntukanya, terutama yang menyangkut kesehatan." kata Ali

Hasil dari pengecekan yang sudah dilaksanakan, sejauh ini masih bisa dikatakan relatif aman dan tidak bermasalah.(Unggul Dwi Cahyono, Beny Kurniawan-Pojokpitu.com/jko)
14 August 2018
Hama Tikus Serang Ratusan Hektar Lahan Jagung di Lamongan
Warga Lamongan resah dengan serangan hama tikus. Pasalnya, lebih dari 170 hektare lahan jagung di Desa Dradah Kecamatan Kedungpring, tidak bisa dipanen. Petani pun mengalami kerugian puluhan juta rupiah karena tidak bisa memanen hasil tanamannya.

Salah satu tanaman jagung yang terserang hama tikus yakni milik Enik, petani di Dusun Blumbang, Desa Dradah. Menurutnya, jagung yang diserang kawanan tikus mulai dari usia 60 hari, atau saat tanaman jagung mulai berbuah.

"Mulai umur 60-65an hari sudah diserang tikus. Atau pas baru keluar buahnya langsung dimakan juga," terang Enik kepada wartawan di lahannya, Rabu (14/8/2018).
Enik mengaku buah jagung yang menempel di batang pohon ludes dimakan tikus, hingga menyisakan pohon dan bonggol jagung saja. "Kita pupuknya saja sudah berapa kuintal, terus bibitnya aja Rp 50 ribu/kg," bebernya.

Lantaran mengalami kerugian, petani terpaksa menjual batang pohon jagung untuk dijadikan makan ternak. Itu pun dijual dengan harga yang cukup murah, sehingga tidak mampu menutupi biaya tanam dan perawatan. "Kalau biasanya waktu panen bisa dapat Rp 1 juta, sekarang batangnya cuma ditawar Rp 100-Rp 150 saja," ujar Enik.

Hal senada diakui Fahrudin, petani jagung yang ada di Kecamatan Sugio. Fahrudin mengaku, meski tidak ada perbedaan harga yang signifikan dengan harga jagung pada tahun lalu, tapi hama tikus tahun ini cukup meresahkan. Saat ini, kata Udin, harga sekilo jagung di daerahnya sekitar Rp 3.600.

"Kalau harga tak ada masalah, paling selisihnya juga hanya sekitar Rp 300-Rp 500 dengan tahun lalu, tikusnya itu yang tahun ini sangat banyak," kata Udin.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Lamongan, total ada seluas 170 hektare lahan tanaman jagung yang tersebar di 6 kecamatan, mengalami gagal panen karena serangan hama tikus.

"Hama tikus menyebar di 6 kecamatan, Kecamatan Ngimbang, Kecamatan Sugio, Kecamatan Lamongan, Kecamatan Pucuk, Kecamatan Sukodadi, Kecamatan Kedungpring. Dengan total luas lahan 170 hektare lebih," ungkap Riyadi, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan, Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan.(Eko Sudjarwo - detikNews/jko)
14 August 2018
Limbah Pabrik Gula Cemari Irigasi Petani
Sejumlah petani di Desa Sempol Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan, mengaku resah dengan limbah yang mengotori saluran irigasi di area persawahan mereka. Pengakuan petani setempat, limbah berwarna hitam dan mengeluarkan bau tidak sedap tersebut, berasal dari limbah pabrik gula poerwodadie Kecamatan Karangrejo Magetan.

Salah satu petani setempat, Aminah, mengaku, limbah tersebut sudah berlangsung lama. Selain dikhawatirkan merusak tanaman padinya, limbah itu juga menimbulkan bau dan gatal pada apabila terkena bagian tubuh.

"Ironisnya, limbah yang mengotori area persawahan milik petani sudah berlangsung lama dan dialami petani setiap musim giling tebu," jelas Aminah.

Akan tetapi, pihak Pg Poerwodadi, membantah limbah tersebut membahayakan kesehatan. Asisten manager bagian pengolahan limbah cair pabrik gula poerwodadie, Donny Jati Setiawan, menjelaskan, pengolahan limbah pabrik melalui instalasi khusus.

Limbah yang dihasilkan sudah melalui cek lab rutin dan dilaporkan ke dinas lingkungan hidup setempat.  "Hasil dari pengambilan sampel imbah cair tersebut tidak bermasalah atau berbahaya," jelas Donny Setiawan.

Terkait adanya petani yang merasa gatal-gatal, pihak pabrik memungkinkan adanya campuran lainnya yang bukan berasal dari pabrik gula.(M. Ramzi-Pojokpitu.com/jko)
14 August 2018
 Tarik Motor Pencuri, Ibu Asal Sidoarjo Ini Gagalkan Pencurian di Rumahnya

Sulastri berhasil menggagalkan aksi pencurian di rumahnya di Desa Pabean, Sedati, Sidoarjo.

Sulastri berani menarik motor pencuri yang hendak kabur setelah beraksi di rumahnya.

Sambil berusaha menghalangi pelaku yang hendak kabur, ibu ini teriak meminta tolong.

Wargapun berdatangan, dan langsung menangkap bandit yang sedang beraksi tersebut.

Pencuri itu adalah M Ridwan (25), warga Desa Pranti, Sedati.

Setelah tertangkap, Ridwan langsung dijebloskan ke dalam penjara Polsek Sedati.

“Tersangka ketahuan mencuri dua karung tas plastik seharga RP 2 juta di rumah Miskan (suami Sulastri),” kata AKP Hardiyantoro, Kapolsek Sedati kepada SURYAMALANG.COM, Senin (13/8/3018).

Polisi menyita dua karung tas plastik, dan motor Shogun nopol L 3138 GZ yang dipakai dalam aksi pencurian itu.

Ridwan beraksi dengan membuka pagar dan menyelinap masuk saat rumah sedang sepi.

Dia langsung ke teras rumah, dan mengambil dua karung plastik berisi tas.

Ridwan mengangkut karung itu dibawa ke luar pagar satu per satu, dan ditaruh di atas motornya.

Sebelum Ridwan meninggalkan lokasi, istri korban keluar rumah setelah mendengar suara pintu pagar dibuka.

Melihat ada orang asing membawa dua sak plastik dari rumahnya, Sulastri mendekati pelaku yang sudah berada di atas motornya.

Sulastri langsung menarik motor pelaku yang hendak kabur sambil teriak minta tolong.

Pelaku sempat berusaha kabur, tapi warga berhasil menangkapnya.

Pencuri ini sempat dibawa ke Balai Desa.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung ke lokasi. Kemudian pelaku beserta barang buktinya dibawa ke Polsek,” ujar Hardiyantoro.(M Taufik-Suryamalang.com/jko)



 

 
13 August 2018
KPU Jombang Coret 65 Bakal Caleg
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jombang mencoret 65 bacaleg (bakal calon legislatif). Mereka rata-rata tidak bisa memenuhi syarat administratif yang telah ditentukan.

Demikian ditegaskan Divisi Teknis KPU Jombang M Ja'far, Senin (13/8/2018). "Ada 65 bacaleg yang TMS (tidak memenuhi syarat). Mereka tidak masuk dalam DCS (daftar caleg sementara)," ujar Ja'far ketika dikonfirmasi.

Jafar menjelaskan, ada 14 parpol yang mendaftarkan bacaleg ke KPU Jombang. Dari jumlah itu, terdapat 574 bacaleg. KPU kemudian melakukan seleksi adminstratif. Hasilnya, terdapat 65 bacaleg yang tidak memenuhi syarat. Sehingga jumlah bakal calon yang masuk dalam DCS sebanyak 509 orang.

"Tidak memenuhi syarat administratif yang dimaksud semisal, ijazah bacaleg tersebut tidak dilegalisir, tidak menyertakan surat keterangan sehat jasmani rohani, serta tidak melampirkan surat keterangan dari pengadilan," kata Jafar.

Jafar merinci, parpol yang bacalegnya banyak dicoret adalah Partai NasDem. Tidak tanggung-tanggung, terdapat 34 bacaleg yang terganjal syarat admintrasi. Kemudian Partai Hanura sebanyak 13 bacaleg yang dicoret.

"Partai lainnya hanya satu atau dua bacaleg yang dicoret karena tidak bisa memenuhi syarat administrasi. Totalnya ada 65 bacaleg," kata Jafar menegaskan.(Yusuf Wibisono-Beritajatim.com/jko)
13 August 2018
Awas, Hewan Kurban Cacat Masih Ditemukan di Mojokerto
Masyarakat diimbau lebih teliti saat membeli hewan kurban di Mojokerto. Pasalnya, masih ditemukan sapi dan kambing yang kondisinya cacat di lapak pedagang.

Hal itu terkuak saat Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Salah satunya di lapak pedagang hewan kurban Perumahan Pondok Teratai, Kecamatan Sooko.

Di lapak ini terdapat sapi yang kondisinya lumpuh. Ada juga sapi yang luka di bagian kakinya. Kondisi serupa juga dialami beberapa kambing di lapak milik M Sholeh tersebut.
"Lumpuhnya karena proses pengangkutan. Yang itu tak akan saya jual, saya rawat saja," kata Sholeh kepada wartawan di lokasi, Senin (13/8/2018).

Menjelang Idul Adha, lanjut Sholeh, harga hewan kurban naik sekitar 20% dari sebelumnya. Harga kambing saat ini naik dari Rp 2 juta/ekor menjadi Rp 2,6 juta/ekor. Sementara sapi naik Rp 20 juta/ekor menjadi Rp 2,3 juta/ekor.

"Karena tingginya permintaan sehingga naik. Namun, penjualan tetap tinggi karena umat muslim butuh untuk berkurban," ujarnya.

Dalam pemeriksaan kali ini, petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto mengecek setiap hewan kurban di lapak pedagang. Upaya ini untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan yang menular ke manusia.

"Kami antisipasi hewan kurban kena penyakit antraks juga penyakit lain yang bisa menular ke manusia," kata Kasi Kesehatan Masyarat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto Heru Tristiono.

Sejauh ini, kata Heru, pihaknya belum menemukan hewan kurban yang terinfeksi antraks. Kendati begitu, antisipasi tetap dilakukan. Khususnya pengawasan hewan kurban dari Jawa Tengah.

"Sampai sekarang di Jateng masih ada kasus antraks positif. Sehingga tak boleh masuk ke wilayah benas antraks. Kami juga antisipasi dengan pemberian vaksin setiap setahun sekali," terangnya.

Adanya hewan kurban yang cacat, Heru mengimbau agar pedagang tak menjualnya ke masyarakat. "Hewan kurban harusnya tak cacat dan sehat. Kami sarankan supaya tak dijual," tegasnya.(Enggran Eko Budianto - detikNews/jko)
Page 2 of 808      < 1 2 3 4 >  Last ›