Lintas Jawa Timur

18 April 2018
Hasil Autopsi: Korban Meninggal dengan 18 Luka
Petugas sekuriti gudang Bulog Jombang, Slamet, meninggal secara mengenaskan, Selasa malam (17/4/2018). 

Dia dibantai oleh kakak iparnya sendiri, EY, warga Mojokerto. Hasil autopsi, terdapat 18 luka di tubuh korban.

"Ada 18 luka di tubuh korban. Meliputi, 17 luka tusuk dan 1 luka iris atau luka gorok di leher. Untuk luka tusuk di perut dan punggung korban," ujar Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi, Rabu (18/4/2018).

Gatot menjelaskan, luka yang paling parah di leher korban. "Sampai tulang tenggorokannya ikut patah. Korban digorok menggunakan pisau," kata mantan Kasat Reskrim Polres Nganjuk ini.

Sebelumnya, jasad korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di perempatan Tunggorono. Beberapa saat kemudian, pelaku EY menyerahkan diri. 

Dugaan sementara, pembunuhan yang dilakukan kakak ipar tersebut dipicu sakit hati karena korban menelantarkan istrinya.(Yusuf Wibisono-Beritajatim.com/jko)
18 April 2018
Bea Cukai Blitar Serahkan Pengusaha Rokok Ilegal ke Kejari
Bea Cukai Type Madya Pabean C Blitar menyerahkan seorang pengedar rokok ilegal ke Kejaksaan Negeri. Tersangka berinisial M itu telah merugikan negara sebesar Rp 27.430.000.

M diperkarakan karena didakwa melakukan pelanggaran terhadap pasal 54 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1995 tentang cukai. Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007.

"Kami telah menyerahkan tersangka dengan inisial M. Barang bukti dan berkas perkara yang telah dinyatakan lengkap ( P21 ) oleh Kejaksaan Negeri Blita, untuk selanjutnya dilakukan proses sidang di pengadilan," jelas Kepala KPPBC TMP C Blitar Arif Setijo Noegroho saat dihubungi detikcom, Rabu (18/4/2018).

Tersangka M, lanjut dia, tertangkap tangan oleh petugas bea cukai yang sedang mengadakan patroli pada tanggal 28 Februari 2018 sekitar pukul 18.00 WIB. Penangkapan tepatnya di daerah Gaprang Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.

"Karena diduga sedang manjual atau mendistribusikan rokok ilegal yang tidak dilengkapi pita cukai, maka kami menangkapnya," papar Arif.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas antara lain 74.480 batang rokok ilegal dan 100 bungkus Tembakau. Setiap bungkus seberat 50 gram dan Mobil Daihatsu Luxio yang digunakan tersangka sebagai sarana pengangkut.

"Diperkirakan kerugian negara yang diakibatkan oleh tersangka sebesar Rp. 27.430.000 ," ungkap Arif.

Perbuatan yang dilakukan tersangka M diduga melanggar ketentuan Pasal 54 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Rl Nomor 39 Tahun 2007.

Arif juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menyimpan, menjual, maupun mengonsumsi rokok ilegal karena dapat dikenai sanksi pidana.(Erliana Riady - detikNews/jko)
18 April 2018
Buka Pintu, Mbah Parmi Temukan Ular Phyton 4 Meter di Lirboyo
Masyarakat di Jalan Kademangan Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri geger. Seekor ular phyton berukuran besar masuk ke perkampungan padat penduduk.

Hewan melata ini kali pertama dilihat oleh Parmi (60) di belakang rumahnya, pada Rabu (18/4/2018) pagi. Ketika hendak sholat subuh, dia membuka pintu belakang dan melihatnya."Saat buka pintu belakang, saya melihat ada yang bergerak. Saya pikir ikan lele," kata Mbah Parmi.

Mbah Parmi lantas memanggil anaknya. "Ternyata yang saya lihat adalah ular. Ukurannya besar sekali," imbuh Mbah Parmi.

Mohammad Sholekan, anak Mbah Parmi berusaha menangkap ular tersebut. Perburuan terhadap ular itu melibatkan beberapa orang. Meskipun sempat melilit kaki, akhirnya ular berhasil ditangkap.

Setelah tertangkap ular ini kemudian diukur. Ternyata panjangnya mencapai 4 meter dan beratnya lebih 70 kilogram. Warga mengamankan ular di dalam sterofom besar.

Kini ular menjadi bahan tontonan warga sekitar. Bahkan anak-anak ikut melihat dan memegangi. Rencananya ular akan dijual oleh warga kepada pembeli.

Menurut Andik, salah seorang warga, ular phyton temuan ini ditengarai berasal dari area perkebunan tebu di belakang permukiman warga. Warga telah melaporkan temuan ini kepada Satpol PP Kota Kediri dan kepolisian.(Nanang Masyhari-Beritajatim.com/jko)
18 April 2018
 Dua Kali Polisi Tulungagung Ini Menggrebek Istrinya di Kamar Berduaan Bareng Laki-laki Lain

AW (31) seorang polisi yang berdinas di Polsek Tanggunggunung menggrebek istrinya yang ada di kamar kos bersama laki-laki lain, Rabu (18/4/2018) sekitar pukul 09.00 WIB.

Penggrebekan dilakukan AW bersama Provos Polres Tulungagung dan anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung.

Saat digrebek, AA (32) istri AW tengah berduaan bersama Pj, terduga selingkuhannya di rumah kost di Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru.
 

Pj dalam kondisi telanjang dada. Keduanya kemudian dibawa ke Mapolres Tulungagung.

"Keduanya datang ke kamar kos sekitar pukul 07.30 WIB. Terus saya panggil provos sama UPPA," tutur AW.
 

Penggrebekan ini sudah yang ke-2. Pada 20 Februari 2018, AW pernah menggrebek istrinya dengan laki-laki yang sama namun di lokasi yang berbeda.

Saat itu AW sudah membuat laporan resmi ke Polres Tulungagung, dengan dugaan terjadi perselingkuhan dan perzinahan.

Kini AW melaporkan kembali istrinya.

"Jadi nanti ada dua LP (laporan). Laporan yang dulu sama yang baru ini," ucap AW.

AW menegaskan, dirinya mempunyai bukti kuat perselingkuhan AA dan Pj.

Bahkan AW mengetahui AA pernah hamil karena hubungan badan dengan Pj, kemudian keguguran.

"Sudah lama saya tidak berhubungan badan dengan dia, tapi kemudian dia hamil. Saya bisa buktikan itu hasil hubungan dengan Pj," tegasnya.

Rumah tangga AW dan AA memang sedang bermasalah dan akan bercerai.

AA juga pernah menggrebek AW, Senin (26/3/2018) malam, saat di kamar kos bersama perempuan lain.

Saat itu AA resmi membuat laporan ke Polres Tulungagung, tidak terbukti ada persetubuhan.(David Yohanes-Surya.co.id/jko)


 

 



 

 
18 April 2018
Motor Tabrak Truk Mogok, Satu Keluarga Tewas
Sebuah sepeda motor yang berboncengan 3 orang menabrak truk yang sedang parkir. Kecelakaan yang terjadi pukul 08.30 WIB, menyebabkan tiga orang tewas di lokasi kejadian.

Peristiwa itu terjadi di jalan bay pass Krian tepatnya, Parengan Kraton KM 31,5 depan PT Prima Prof. Dalam kecelakaan tersebut pengendara mengendarai sepeda motor Honda Vario nopol AG 5800 ES.

Tiga korban yang mengendarai motor Honda Vario nopol AG 5800 ES yakni, Achmad Zaenudin (36) warga Dusun Ngampel RT 02/01 Desa Ngampel Kecamatan Papar Kediri, Hariyanti (34) istri dan anaknya Mareta Putri (2).

Motor yang dikemudikan menabrak truk Toyota Dyna nopol L 8112 ER, yang dikemudikan Jojon Pristiono (36) warga Dusun Sumberjo RT 2/3 Yosorati Sumberbaru, Jember.

Kanit Laka Polresta Sidoarjo AKP Tony Irawan mengaku kecelakaan itu pengendara sepeda motor kurang hati-hati.

"Diduga pengendara sepeda motor mengantuk," kata Tony kepada detikcom saat dihubungi, Rabu (18/4/2018).

Tony menambahkan, truk yang sedang berhenti di bahu jalan sedang mogok. Meski begitu sopir truk tetap dimintai keterangannya.

"Sampai saat ini ketiga korban yang meninggal dunia masih di RS Anwar Medika Balongbendo, menunggu puhak keluarga korban," jelas Tony.(Suparno - detikNews/jko)
18 April 2018
Satpam Gudang Bulog Jombang Tewas Digorok Kakak Ipar
Slamet (35), tewas digorok kakak iparnya di simpang 4 Tunggorono, Jombang. Satpam gudang Bulog Sub Divre Surabaya Selatan di Mojongapit ini tewas dengan luka di leher dan perut.

Informasi yang dihimpun detikcom, sebelum kejadian korban bertemu dengan tersangka Erwin Yulianto (33), warga Kelurahan Purwotengah, Kranggan, Kota Mojokerto di Perumahan Tunggorono.

Tersangka yang merupakan kakak ipar korban, mengajak korban ke rumah orang tuanya. Korban pun membonceng tersangka menggunakan sepeda motor Honda Revo nopol S 6291 JI.

Sampai di simpang 4 Tunggorono, Jombang Kota sekitar pukul 21.30 WIB, Erwin menggorok leher korban menggunakan sebilah pisau sepanjang 30 cm. Tersangka juga melukai perut korban hingga organnya terburai.

Akibatnya, korban terkapar di simpang 4 Tunggorono. Satpam gudang Bulog di Mojongapit, Jombang ini tewas bersimbah darah di lokasi kejadian.

"Korban digorok sama pelaku kemudian terjatuh dari sepeda motornya," kata Dani, saksi mata yang juga warga sekitar lokasi kejadian, Selasa (17/4/2018).

Usai menganiaya adik iparnya, Erwin pun kabur menggunakan sepeda motor korban ke rumah adiknya di Perumahan Tunggorono. Namun, pelarian korban berhasil digagalkan polisi yang dibantu warga.

Kapolres Jombang AKBP Fadli Widianto membenarkan adanya kasus pembunuhan ini. Namun, pihaknya masih mendalami motif pembunuhan tersebut.

"Motif sementara karena pelaku jengkel dengan korban yang sering bertindak kasar terhadap adik pelaku yang juga istri korban," tandasnya.(Enggran Eko Budianto - detikNews/jko)
18 April 2018
Bina Marga Akui Ada Kerusakan di Jembatan Widang-Babat
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya bersama dengan timnya sudah meninjau ambruknya jembatan jalur nasional Widang-Babat, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban yang mengakibatkan korban jiwa, Selasa (17/4/2018) malam.

Namun demikian, Bina Marga belum bisa menjelaskan apa penyebab ambruknya jembatan tersebut. Namun, indikasi adanya kerusakan jembatan yang sudah berusia puluhan tahun itu diakui sudah ada evaluasi dan diketahui oleh Bina Marga.

"Evaluasi sebenarnya sudah ada, makanya ini sudah ada pemeliharaan," ungkap I Ketut Dharma Wahana, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya.

Posisi jembatan Widang-Babat yang ambruk dan mengakibatkan tiga dump truk terjebur ke Bengawan Solo berada pada titik segmen 3. Yang mana sebelumnya Bina Marga mengaku sudah melakukan perbaikan pada segmen 2 yang sempat mengalami kerusakan.

"Yang segmen dua itu tahun 2017 kita adakan perbaikan. Sedang yang ambruk ini di segmen tiga. Kita tidak mengatakan apa penyebabnya, saya hanya berfikir bagaimana solusinya supaya ini cepat kita bangun," lanjutnya setelah menghentikan proses upaya evakuasi pengangkatan truk yang menjadi korban itu.

I Ketut Dharma menambahkan, jembatan yang sudah dibangun pada tahun 1983 itu masuk dalam perencanaan untuk dilakukan perbaikan. Bahkan tahun depan konstruksi jembatan yang merupakan akses nasional di jalur pantura itu akan diganti yang baru. "Nanti setelah lebaran kita planing, dan tahun depan kita ganti," paparnya.

Sementara itu, hingga tadi malam proses evakuasi terhadap tiga kendaraan dump truk yang tercebur Bengawan Solo dihentikan. Polres Tuban bersama dengan BPBD Tuban pagi ini akan melakukan rapat dengan Bina Marga membahas proses evakuasi kendaraan tersebut.(M Muthohar-Beritajatim.com/jko)
18 April 2018
Curi 1 Karung Jeruk, Duda Asal Bululawang Diamankan Polisi
Nasib sial dialami oleh 2 orang tersangka berinisial MI (28) warga Kecamatan Bululawang dan RE (16) warga Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Pasalnya, kedua tersangka ini harus diamankan aparat kepolisian sektor Karangploso, lantaran terbukti melakukan pencurian 1 karung jeruk, seberat 50 kg di salah satu kebun milik warga Karangploso.

Penangkapan kedua tersangka berawal saat petugas melakukan patroli dan menyisir di wilayah Karangploso. Saat memasuki Desa Karangjuet, pada pukul 00.30 malam petugas berhenti karena melihat kedua tersangka sedang berhenti di pinggir jalan dan sangat mencurigakan. Alhasil, petugas langsung menginterogasi kedua tersangka dan mengecek kelengkapan surat kendaraan.
 
Dirasa aman, petugas akhirnya meninggalkan keduanya dan melanjutkan patroli. Selang beberapa saat, petugas kembali mendapati kedua tersangka keluar dari wilayah perkebunan warga, petugas kembali menaruh curiga dan langsung membuntuti tersangka.
 
Menurut Pembantu Penyidik Polsek Karangploso Bripka Eko Nugroho mengatakan, bahwa berdasarkan informasi yang telah digali, para tersangka ini menyimpan barang curian di salah satu ruko di pasar induk Karangploso. Setelah nantinya, jeruk tersebut akan dijual dan hasilnya akan diperuntukkan makan sehari-hari tersangka.
 
"Dari hasil penangkapan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 karung berisi jeruk dengan berat 50 kg dan 1 unit sepeda motor honda beat dari tangan tersangka," jelas Bripka Eko Nugroho.

 Guna menanggung perbuatannya, kini tersangka MI dikenakan pasal 363 tentang pencurian, dan harus mendekam di balik jeruji besi dengan ancaman 7 tahun kurungan penjara.

Sementara, tersangka RE yang masih dibawah umur, kini kasusnya telah dilimpahkan ke Unit PPA Polres Kabupaten Malang.(Rafli Firmansyah-Pojokpitu.com/jko)
17 April 2018
Sindikat Copet Antar Daerah Dibekuk Polisi Bojonegoro
Satreskrim Polres Bojogoro berhasil menangkap 7 dari 10 tersangka yang masuk dalam sindikat copet antar daerah.

Ke 7 tersangka yang berhasil dibekuk polisi adalah  SF (41) warga Kabupaten Probolinggo, HM (47) warga Kabupaten Jombang, ADK (34) warga Kabupaten Malang, SMT (48) warga Kabupaten Pasuruan, SHR Warga Surabaya, L (34) perempuan, warga Kabupaten Bangkalan, MRS (32) perempuan warga Kabupaten Probolinggo. Dari ketujuh komplotan tersebut, tiga lainya yang menjadi daftar pencarian polisi. Yaitu SPR, Kacung dan MAT yang merupakan warga Malang.

Tertangkapnya komplotan copet tersebut bermula ketika ada even sholat di Masjid Al-Birru yang terdapat di Kecamatan Dander Bojonegoro Sabtu malam kemarin. Banyak dari pengunjung yang mengaku kehilangan HP. Polisi yang berada dilokasi langsung melakukan pencarian pencopet tersebut. Hasilnya, salah satu pencopet tertangkap dan dikembangkan tujuh pelaku copet lainya.

Menurut AKBP Wahyu Sri Bintoro Kapolres Bojonegoro, dari hasil penyelidikan komplotan copet ini sebelum beraksi salah satu dari mereka mencari informasi akan adanya even di berbagai daerah.

Kemudian mereka berkumpul dan menyewa mobil ELF dan berkumpul di Kabupaten Pasuruan. Dari ke 10 tersangka copet tersebut dibagi menjadi 5 kelompok, yang masing - masing kelompok dua orang.

Tugas merekapun berbeda beda. Satu diantaranya memepet korban dan pelaku lainya mendorong dari belakang. Sehingga mempermudah pelaku lain mengambil HP korban.

Dari hasil penangkapan, polisi berhasil mengamankan 18 HP berbagai merek, serta satu mobil ELF yang digunakan untuk berangkat ke Kabupaten Bojonegoro.

Akibat perbuatan kompoltan copet ini, pelaku diancam dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penajara. (pul)

Modusnya, sebelum melakukan aksinya, mereka terlebih dahulu mencari informasi dari media sosial. Dari aksinya, komplotan ini berhasil mengambil puluhan HP berbagai merek dari satu even.(Shohibul Umam-Pojokpitu.com/jko)
17 April 2018
 Jembatan Babat Lamongan Ternyata Sudah Berusia 35 Tahun, Perawatannya Hanya Dilakukan Ini

Jembatan Babat Lamongan-Widang Tuban yang ambruk usianya sudah 35 tahun. Sejak dibangun sampai terjadi musibah ambruk hanya dilakukan perawatan secara berkala.

"Perawatan berkala itu seperti pengerasan baut dan pengisian retakan (jalan retak, red)," ungkap PPK Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik, Tugiman, kepada Surya.co.id di TKP, Selasa (17/4/2018).

Sebelum musibah terjadi, menurut Tugiman, ada rencana survei lapangan. Tapi sebelum survei ada kejadian ini.
 

Ambruknya jembatan ini sebelumnya tidak ditemukan tanda-tanda adanya kerusakan

"Dan tidak ada laporan apa-apa." sambungnya.

Meski tidak ditemukan adanya kerusakan, menurut Tugiman, selalu ada pengecekan dan perbaikan. Dan selama ini belum ada perbaikan total. Baru saja ada perbaikan atau pengerasan baut di bentang kedua.

Perawatannya perawatan ditangani rekanan. Dan menurut Tugiman kondisi jembatan secara keseluruhan tidak ditemukan adanya konstruksi yang harus diganti.(Hanif Manshuri-Surya.co.id/jko)



 

 



 

 
Page 2 of 771      < 1 2 3 4 >  Last ›