Lintas Jawa Timur

08 September 2017
Sesaji Bumi 'East Java Art Roadshow' di Candi Simping Blitar
Dewan Kesenian Jawa Timur bersama Komunitas Seni Budaya Sulud Sukma, akan berkolaborasi menggelar sebuah kegiatan refleksi kebhinekaan dengan tajuk East Java Art Roadshow, pada hari Minggu, tanggal 17 September, pukul 19.00 s/d 22.00. Acara tersebut akan digelar di Kompleks Candi Simping, Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Candi Simping sendiri merupakan tempat abu jenazah Raden Wijaya, Proklamator Kerajaan Majapahit, disemayamkan.

Menurut Ketua Panitia kegiatan kegiatan ini, Rahmanto Adi, Acara ini didedikasikan untuk mengenang proklamator Majapahit, Nararya Sanggramawijaya. Banyak orang tak tahu jika tempat perabuannya Raja Pertama Majapahit tersebut ada di Candi Simping. Padahal sangat jelas tertulis dalam Kitab Negarakertagama bahwa makam Raden Wijaya ada disitu.”

Dalam kitab Negarakertagama, yang kini menjadi salah satu warisan budaya yang telah ditetapkan oleh UNESCO dalam Memori Dunia, disebutkan bahwa makam Raden Wijaya ada disitu. Berikut adalah petikan dari Kitab Negarakertagama Pupuh XLVII bagian ketiga :

... tahun Saka Surya mengitari bulan (1231 Saka atau 1309 M), Sang Prabu (Raden Wijaya) mangkat, ditanam di dalam pura Antahpura, begitu nama makam dia, dan di makam Simping ditegakkan arca Siwa...

Jadi sangatlah jelas jika makam atau tempat perabuan Raden Wijaya ada di Candi Simping.

Masih menurut Rahmanto Adi, acara ini adalah respon untuk mengenang produk Budaya Proklamator Majapahit yang ada di Blitar. Tanpa beliau tak akan ada konsep Nusantara, tanpa beliau tak akan ada semboyan Bhineka Tunggal Ika. Karenanya Pasca kegitan ini kita akan menggelar diskusi budaya rutin di Candi Simping, dengan harapan kita dapat memperkuat basis kebhinekaan yang akhir-akhir ini sering mendapat ujian.”

Hadirnya Dewan Kesenian Jawa Timur dalam menyelenggarakan acara ini merupakan bentuk dari program East Java Art Roadshow yang memang difungsikan untuk berkolaborasi dengan komunitas kesenian di 38 kota/kabupaten di Jawa Timur. Sebelum di Blitar, Dewan Kesenian Jawa Timur telah menggelar kegiatan di Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Lumajang.

Nantinya acara ini akan didukung oleh beberapa elemen seperti, Pemerintah Kabupaten Blitar, Graha Bangunan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Pratama, Kebun Kopi Karanganyar, dan masih banyak lagi pendukung acara yang lain.

Menurut Rangga Bisma Aditya, pendukung kegiatan ini, sekaligus Ketua PKBM Tunas Pratama, Acara seperti ini merupakan acara penting untuk diselenggarakan. Selain untuk memperkuat basis sejarah dan kebudayaan bangsa, kegiatan seperti ini dapat menjadi wahana edukasi tersendiri bagi masyarakat akan pentingnya Bhineka Tunggal Ika.

Adapun acara ini akan menghadirkan pertunjukan musik jimbe khas Blitar, kolaborasi tembang macapat oleh Budayawan Blitar dan para pelajar SD-SMP Kota dan Kabupaten Blitar, Tari Ritual Ngabekti, Doa Budaya, Orasi Budaya Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur Taufik Monyong, dan ditutup dengan Penandatanganan Deklarasi Simping oleh Bupati Blitar.(Reporter : Ribut Wijoto-Surya.co.id/jko)
08 September 2017
Sesaji Bumi 'East Java Art Roadshow' di Candi Simping Blitar
Dewan Kesenian Jawa Timur bersama Komunitas Seni Budaya Sulud Sukma, akan berkolaborasi menggelar sebuah kegiatan refleksi kebhinekaan dengan tajuk East Java Art Roadshow, pada hari Minggu, tanggal 17 September, pukul 19.00 s/d 22.00. Acara tersebut akan digelar di Kompleks Candi Simping, Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Candi Simping sendiri merupakan tempat abu jenazah Raden Wijaya, Proklamator Kerajaan Majapahit, disemayamkan.

Menurut Ketua Panitia kegiatan kegiatan ini, Rahmanto Adi, Acara ini didedikasikan untuk mengenang proklamator Majapahit, Nararya Sanggramawijaya. Banyak orang tak tahu jika tempat perabuannya Raja Pertama Majapahit tersebut ada di Candi Simping. Padahal sangat jelas tertulis dalam Kitab Negarakertagama bahwa makam Raden Wijaya ada disitu.”

Dalam kitab Negarakertagama, yang kini menjadi salah satu warisan budaya yang telah ditetapkan oleh UNESCO dalam Memori Dunia, disebutkan bahwa makam Raden Wijaya ada disitu. Berikut adalah petikan dari Kitab Negarakertagama Pupuh XLVII bagian ketiga :

... tahun Saka Surya mengitari bulan (1231 Saka atau 1309 M), Sang Prabu (Raden Wijaya) mangkat, ditanam di dalam pura Antahpura, begitu nama makam dia, dan di makam Simping ditegakkan arca Siwa...

Jadi sangatlah jelas jika makam atau tempat perabuan Raden Wijaya ada di Candi Simping.

Masih menurut Rahmanto Adi, acara ini adalah respon untuk mengenang produk Budaya Proklamator Majapahit yang ada di Blitar. Tanpa beliau tak akan ada konsep Nusantara, tanpa beliau tak akan ada semboyan Bhineka Tunggal Ika. Karenanya Pasca kegitan ini kita akan menggelar diskusi budaya rutin di Candi Simping, dengan harapan kita dapat memperkuat basis kebhinekaan yang akhir-akhir ini sering mendapat ujian.”

Hadirnya Dewan Kesenian Jawa Timur dalam menyelenggarakan acara ini merupakan bentuk dari program East Java Art Roadshow yang memang difungsikan untuk berkolaborasi dengan komunitas kesenian di 38 kota/kabupaten di Jawa Timur. Sebelum di Blitar, Dewan Kesenian Jawa Timur telah menggelar kegiatan di Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Lumajang.

Nantinya acara ini akan didukung oleh beberapa elemen seperti, Pemerintah Kabupaten Blitar, Graha Bangunan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Pratama, Kebun Kopi Karanganyar, dan masih banyak lagi pendukung acara yang lain.

Menurut Rangga Bisma Aditya, pendukung kegiatan ini, sekaligus Ketua PKBM Tunas Pratama, Acara seperti ini merupakan acara penting untuk diselenggarakan. Selain untuk memperkuat basis sejarah dan kebudayaan bangsa, kegiatan seperti ini dapat menjadi wahana edukasi tersendiri bagi masyarakat akan pentingnya Bhineka Tunggal Ika.

Adapun acara ini akan menghadirkan pertunjukan musik jimbe khas Blitar, kolaborasi tembang macapat oleh Budayawan Blitar dan para pelajar SD-SMP Kota dan Kabupaten Blitar, Tari Ritual Ngabekti, Doa Budaya, Orasi Budaya Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur Taufik Monyong, dan ditutup dengan Penandatanganan Deklarasi Simping oleh Bupati Blitar.(Reporter : Ribut Wijoto-Surya.co.id/jko)
08 September 2017
Terlalu! Motor Rongsokan Display Monumen Kecelakaan Pun Dicuri
Kawasan simpang tiga di Desa Genengan, Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, cukup rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Sebuah monumen dengan display motor yang terlibat kecelakaan dibangun.

Di monumen warna biru dengan ketinggian sekitar 3 meter itu terdapat tulisan Forum Lalu Lintas 2016. Tiga motor dalam kondisi rusak parah nangkring di atas monumen tersebut. Harapannya agar pengendara motor yang melintas perlu waspada.

Namun, betapa terkejutnya. Polisi yang sedang patroli melihat tiga motor yang sudah menjadi rongsokan itu telah raib. Namun, saat diperiksa satu motor Suzuki RC Jet Cooled tergeletak di selokan, di belakang monumen.

Kasat Lantas Polres Magetan, AKP Hankie Fuariputra mengungkapkan jika ketiga motor yang didisplay untuk monumen semuanya jenis bebek.

"Benar bahwa motor eks laka lantas yang menjadi ikon telah hilang dua unit dan tersisa 1 unit," terangnya, Jumat (8/9/2017).

Ia mengatakan setelah mengetahui motor display itu raib, segera melakukan penggantian. Sebagai gantinya, polisi kembali memajang dua motor jenis bebek warna hitam dan putih yang juga bekas kecelakaan lalu lintas.

Ia sangat menyayangkan ulah orang yang melakukan pencurian tersebut. Sebab, pemajangan motor bekal kecelakaan itu sebagai simbol agar masyarakat berhati-hati saat melewati kawasan itu.

"Sangat disayangkan," katanya.(Sugeng Harianto - detikNews/jko)
08 September 2017
Gus Lukman Sempat Tak Sadarkan Diri 50 Hari dan Dirawat di Ruang ICU
Rektor Universitas Brawijaya Prof M Bisri mengatakan kalau adiknya, Gus Lukman tidak sadarkan diri selama 50 hari.

Gus Lukman banyak menghabiskan waktu di ruang ICU.

Ia menjelaskan kalau gejala sakit yang dialami Gus Lukman sudah diketahui sejak setahun yang lalu.
 

Namun seiring berjalannya waktu kondisi Gus Lukman sempat membaik.

"Lebaran Idul Fitri kemarin keliatan seperti stroke, lalu sempat sembuh. Baru ketahuan 3 bulan lalu ada yang mengatakan ada virus di otaknya. Yang jelas menurut saya, kalau ke Mekkah gak pernah vaksinasi, jadi Meningitis," papar Bisri.

Bisri sempat beebicara panjang lebar dengan Gus Lukman.

Dalam pembicaraan itu, Gus Lukman minta dibuatkan kantor agar bisa stay di Malang.

"Jadi sudah ada kantornya. Belum sempat saya tengok kantornya setelah itu sudah gak sadar," ujar Bisri.

Ditanya terkait keberlangsungan pondok, Bisri menjelaskan belum memikirkan soal pondok.

Pasalnya, sejak awal Bisri dan Gus Lukman sepakat untuk fokus terhadap kegiatannya masing-masing.

"Ya saya kan sekarang posisi masih di birokrasi. Nanti lihat perkembangannya. Saya kasihan sama anak-anak pondok," kata Bisri.

Panglima Kodam V Brawijaya Mayjen Kustanto Widiatmoko menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya KH Edi Lukmanul Karim atau Gus Lukman.

Saat ditemui setelah melayat ke Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Kustanto juga membawa pesan dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Bapak Panglima juga menyampaikan duka yang mendalam. Semoga khusnul khatimah," katanya, Jumat (8/9/2017).

Kustanto yang baru menjabat Panglima Kodam V/ Brawijaya mengaku baru beberapa kali bertemu Gus Lukman.

Namun ia kerap mendengar kiprah Gus Lukman dalam syiar Islam yang damai dan sejuk.

"Dari para senior sudah lama mendengar kiprah beliau yang luar biasa. Islam yang membawa kedamaian dan kesejukkan," ujarnya.

Sementara itu, Walikota Malang M Anton juga merasa kehilangan sosok baik yang merupakan anak asli Kota Malang.

Dalam keterangannya, Anton mengenal Gus Lukman sebagai sosok yang selalu memberikan pengabdian dan pemikiran untuk Kota Malang.

"Gus Lukman juga sering memberikan masukan kepada Pemkot Malang," kata Abah, sapaan akrab M Anton.

Anton juga mengatakan kalau Gus Lukman pernah berkata kepadanya tentang keinginan menetap serta membangun Kota Malang.

Gus Lukman juga ingin membantu Pemkot Malang dalam mewujudkan Kota Malang yang lebih baik.

Sebelum berangkat haji, Anton sempat menjenguk Gus Lukman di ruang ICU. Namun saat itu Gus Lukman tidak bicara.(Penulis: Benni Indo-Surya.co.id/jko)

 

08 September 2017
Lagi, Korban Miras Meninggal Dunia di RSUD dr Iskak Tulungagung
Minuman keras (miras) kembali memakan korban.

Mardianto (39), warga Nyawangan, Kecamatan Sendang akhirnya meninggal dunia.

Mardianto meninggal, Kamis (7/9/2017) sore, usai sehari menjalani perawatan.
 

Menurut Humas RSUD dr Iskak, Mohammad Rifai, kondisi pasien sangat parah, hingga sulit diselamatkan.

"Pasien keracunan ethanol. Kami sudah menjalankan protokol pertolongan ethanol, namun kondisinya sudah terlanjur parah," terang Rifai, Jumat (8/9/2017).

Mardianto merupakan pasien keracunan miras ke-2 yang meninggal dalam pekan ini.

Sebelumnya Agus Setiawan, warga kelurahan Tertek, Kecamatan Tulungagung meninggal dunia, Minggu (3/9/2017), usai pesta miras, Kamis (31/7/2017) malam.

Dalam dua bulan ada depalan warga yang meninggal karena miras.

Sebelumnya dua warga Karangsarai, Kecamatan Rejotangan, dua minggu lalu meninggal dunia usai pesta miras.

Empat orang meninggal dunia awal Agustus 2017, usai pesta miras di Cafe Bengawan, Desa Bulusari, Kecamatan Kedungwaru.(Penulis: David Yohanes-Surya.co.id/jko)

 

08 September 2017
Ini Karya Miniatur Warga Kediri dari Pohon Bambu
Memanfaatkan bambu tak terpakai, Winarso (31) warga Dusun Plosorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, meraup untung jutaan rupiah. Pria 31 tahun ini mengubah bambu yang terbuang menjadi karya seni yang apik. Keren!

Mulai dari miniatur alat transportasi hingga bangunan ikon kota Kediri, dibuat dari tangan terampil Winarso. Antara lain kereta api, kapal phinisi, hingga bangunan Simpang Lima Gumul secara detail dan persis dengan aslinya tercipta dari kreasi tangan dinginnya.

Ide awal Winarso muncul saat dirinya sering melihat bambu tak terpakai tergeletak di halaman belakang rumahnya.

"Awalnya dulu saya sering melihat bambu tidak terpakai di belakang rumah, dari situ saya coba-coba membuat kreasi barang seni, bangunan maupun bangunan," ucap Winarso saat ditemui detikcom di rumahnya, Jumat (8/9/2017).

Secara otodidak, Winarso belajar membuat dan menciptakan barang seni itu. Dia mengaku belajar dari internet ataupun melihat sendiri saat pergi ke suatu tempat.

Usaha dari pria kelahiran 31 tahun silam ini bukan tanpa kendala. Winarso mengaku sempat terpuruk dan memilih beralih profesi. Namun kini ia mampu bangkit dan kembali meneruskan usaha berkat dorongan semangat dari kedua sahabatnya.

"Saya sempat alami kendala modal usaha ini, tapi semangat sahabat membuat saya kembali bangkit," imbuh Winarso.

Sementara untuk bahan baku, Winarso menggunakan bambu Ori dan Apus. Bambu-bambu tersebut diambil secara gratis di belakang rumahnya. Untuk proses awal dia memilih bambu yang masih berkualitas lalu diolahnya dan dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Kemudian bambu disusun menjadi miniatur.

Untuk tahap akhir, bambu dihaluskan kemudian dipernis. Pernis dipilih Winarso untuk mempertahankan tekstur bambu agar tetap terlihat detail.

Kendati masih dari dalam negeri, namun karyanya mulai banyak diminati. Tawaran mulai mampir melalui media sosialnya yang menjadi satu satunya sarana pemasaran saat ini. Untuk hasil karyanya ia mematok harga mulai dari Rp 350 hingga lebih dari Rp 1 juta, tergantung kerumitan dan ukuran dari miniatur yang dibuat.

"Semakin rumit dan sulit, bagi saya menjadi tantangan tersendiri untuk menyelesaikan hasil karya itu," tambah pria yang juga akrab dipanggil Gasho.

Saat ini karyanya hanya menghasilkan monumen Simpang Lima Gumul. Rencananya, Winarso akan membuat miniatur dari 7 keajaiban dunia. Salah satunya Candi Borobudur.

"Semakin rumit miniatur itu menjadi tantangan bagi saya. Semakin bersemangat," pungkasnya.(Andhika Dwi - detikNews/jko)
08 September 2017
Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh Gus Lukman Tutup Usia
KH Lukman Al Karim pengasuh pondok pesantren Bahrul Maghfiroh, Joyogrand, Kota Malang meninggal dunia pada Jumat, 8 September 2017. Lukman Al Karim dikenal sebagai ulama yang begitu dekat dengan tokoh-tokoh politik nasional.

Gus Lukman meninggal dunia di Rumah Sakit Persada Hospital, sekira pukul 02.10 WIB. Gus Lukman dikabarkan mengalami sakit komplikasi sejak beberapa bulan lalu.

Jenazah ulama ini langsung dibawa ke rumah duka di Tlogomas Kota Malang. Rencananya jenazah Gus Lukman dimakamkan di lingkungan Ponpes Bahrul Maghfiroh hari ini.

Rektor Universitas Brawijaya Mohammad Bisri yang juga kakak dari Gus Lukman terlihat hadir di Ponpes. Selain itu, Wali Kota Malang dan Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang, Ade Herawanto, yang dikenal dekat juga turut hadir.

Ketua PCNU Kabupaten Malang, Dr Umar Usman mengaku berduka karena kehilangan tokoh atau ulama secara berdekatan. Ia mendoakan amal ibadah Gus Lukman diterima di sisi Allah.

"Dalam waktu berdekatan kami kehilangan tokoh-tokoh penting. Setelah Kiai Maftuh, sekarang Gus Lukman. Semoga perjuangan beliau diterima sebagai amal ibadah dan mendapatkan tempat spesial di sisi Allah SWT," tandasnya.(Reporter : Lucky Aditya Ramadhan-Beritajatim.com/jko)
07 September 2017
Maling Konyol! Tak Cuma Curi Laptop dan Televisi, Bel Sekolah Pun Diembat, Untuk Apa Ya?
Selama ini pencuri menjadikan sejumlah toko modern atau swalayan di jalur sepanjang jalan raya Lamongan sebagai sasarannya.

Kali ini berbeda, para pencuri mulai mengalihkan sasarannya ke lembaga pendidikan.

Seperti yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Waru Wetan Kecamatan Pucuk Lamongan Jawa Timur, yang dibobol maling, Kamis (7/9/2017).
 

Yang dicuri sejumlah barang elctronik berupa 3 unit Laptop dan TV layar datar 32 inchi.

Konyolnya, bel sekolah yang biasa dipergunakan sebagai pertanda masuk jam pelajaran sekolah, istirahat dan pulang sekolah juga diembat pelaku.

Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan petugad Inavfs polres gabungan dengan Polsek Pucuk, Kamis (7/9) pagi ini menunjukkan, pelaku kali pertama masuk dari arah belakang gedung sekolah, yakni arah utara.
 

Para pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang ini memotong kawat duri yang terpasang di atas pagar tembok sekolah sebelum berhasil masuk ruang kepala sekolah.

Begitu berhasil melintasi pagar tembok, pelaku menuju arah ruang kepala sekolah.

Pelaku mencongkel daun pintu ventalasi ruangan kepala sekolah dan masukn menggunakan kursi yang diambil dari kantin sekolah.

Pelaku masuk dan mengacak-acak ruangan kepala sekolah.
 

Di tempat ini membawa Laptop merek Accer. Tak puas mendapatkan barang curian itu, pelaku beralih ke ruangan sebelah dan menggondol 2 unit laptop.

Ternyata para pelaku masih melirik TV layar datar yang nempel di tembok.

"Sesuai penjelasan pihak sekolah ada tiga paptop dan TV yang hilang," ungkap Kapolsek Pucuk, AKP Siswoyo kepada wartawan di TKP, Kamis (7/9/2017).
 

Kejadian ini pertama kali diketahu penjaga sekolah, Sariman.

Seperti biasa, setiap pagi ia bertugas membuka semua pintu ruangan untuk rutinitas bersih-bersih, termasuk halaman sekolah.

Ia melihat ada yang ganjil ketika mihat ruangan kepala sekolah acak-acakan dan ada bekas orang masuk.

Sementara semua kunci pintu ruangan ada di tangannya. Sariman lebih terperangah saat mendapati ventilasiruang kepala sekolah rusak.

Sariman mencoba mengecek beberapa ruangan dan mendapati adanya barang yang hilang. "Saya takut," kata Sariman.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Kepala Sekolah SDN Waru Wetan, Suprapto dan dilanjutkan ke Polsek Pucuk.(Penulis: Hanif Manshuri-Surya.co.id/jko)

 

 

 

 

07 September 2017
Nama Kejaksaan Kediri Dicatut Untuk 'Cari Cari' di Dinkes
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kediri berang, karena namanya dicatut oleh seseorang untuk mencari-cari sesuatu di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri.

Pencatutan nama Korps Adhyaksa ini diketahui setelah salah seorang pegawai Dinkes menghubungi kejaksaan perihal kedatangan seseorang mengaku bernama Jamil dari Kejaksaan Negeri Kediri hendak menemui Pejabat Pembuatan Komitmen (PPkom) Dinkes.

"Saya baru saja dihubungi Dinas Kesehatan. Mereka bilang ada yang mendatangi Dinkes, namanya pak Jamil dari Kejaksaan Negeri Kediri, apakah benar? Saya pastikan itu tidak benar, dan nama tersebut tidak ada di Kejaksaan Negeri Kediri," tegas Kasi Intelijen Kejari Kediri Priyadi.

Atas nama Kejaksaan, Priyadi sangat menyayangkan perilaku pencatut nama instasinya. Dia curiga pelaku sengaja mengambil keuntungan dari Pencatutan nama untuk mencari-cari sesuatu di Dinkes. Mengingat, tujuan pelaku datang untuk menemui PPkom yang erat kaitannya dengan proyek.

"Tujuannya apa temui PPKom. Saya bilang supaya jangan menemuinya," tegas jaksa berkumis tebal ini.

Kejari Kediri memastikan kejadian ini yang pertama. Namun, pihaknya berharap tidak akan terulang kembali. Untuk itu, kepada semuanya, khususnya instansi instansi pemerintah maupun swasta supaya segera menghubungi pihak kejaksaan jika menerima tamu serupa.

"Agar ini tidak terulang, apabila seseorang mengaku nama kejaksaan, tolong kami dihubungi. Barukali ini terjadi. Tetapi kami khawatir bisa terulang seperti ini lagi," pinta mantan Kasi Intelijen Kejari Ngasem, Kabupaten Kediri ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Fauzan Adhima ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengaku, belum tahu. Tetapi pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pegawainya.(Reporter : Nanang Masyhari-Beritajatim.com/jko)
07 September 2017
Geger Warga Malang Temukan Jasad Bayi di Sungai
Puluhan warga Karang Besuki, Sukun, Kota Malang dihebohkan dengan penemuan jasad bayi yang masih lengkap dengan tali pusar diduga sengaja dibuang ke sungai.

Diduga, dari kondisi jasadnya bayi yang beum diketahui jenis kelaminnya itu langsung dibuang sesaat setelah dilahirkan.

Kondisi jasad bayi sangat memprihatinkan karena penuh luka akibat benturan batu sungai. "Jasanya penuh luka karena benturan dengan batu sungai," ujar Rukyatul Ahmad, salah seorang petugas SAR.

Usai dievakuasi, jasad bayi langsung dibawa ke Instalasi Forensik Rumah Sakit Saiful Anwar. Sementara di lokasi, polisi langsung mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan melacak kemungkinan pelaku pembuang bayi.(Deny Irwansyah-Sindonews.com/jko)
Page 1 of 719      1 2 3 >  Last ›