Lintas Jawa Timur

16 January 2018
Tolak Pungli, Siswa SMKN I Jatirejo Demo Kepala Sekolah
Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jatirejo melakukan aksi mogok belajar di halaman sekolah. 

Mereka menuntut Kepala Sekolah (Kasek), Irni Istiqomah turun dari jabatannya karena dinilai banyak melakukan praktik pungutan liar.

Para siswa sempat melakukan penutupan akses jalan di Jalan Raya Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo. 

Namun aksi tersebut tak berlangsung lama karena petugas dari Polsek Jatirejo langsung membubarkan aksi mereka. Sehingga mereka berahli ke halaman sekolah. 

Akibatnya, aksi dari sekitar 500 lebih siswa yang didominasi peserta didik kelas XII mengganggu aktivitas belajar mengajar. 

Mereka menyampaikan aspirasi dengan membentangkan sejumlah spanduk. Antara lain, turunkan kepala sekolah, stop pungli, orang tua kami bukan ATM, uang sekolah buat holiday dan sejumlah tulisan lainnya. 

Salah satu siswa yang enggan menyebutkan namanya menjelaskan, kebijakan kasek yang dinilai memberatkan siswa. 

"Karena banyak pungutan yang tidak jelas realisasinya. Seperti kartu pelajar yang hingga sekarang masih belum ada realisasi, sumbangan pembangunan pagar," ungkapnya, Selasa (16/1/2018).

Namun, ratusan siswa gagal menemui kasek karena yang bersangkutan tidak masuk kantor. Para siswa mengaku akan tetap melakukan aksi mogok belajar hingga mendapat tanggapan dari pihak sekolah maupun Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. 

Waka Humas SMKN 1 Jatirejo, Zainul mengatakan, akan menampung aspirasi para siswa tersebut. "Kita tampung apa yang jadi permasalahan siswa dan kita tindaklanjuti ke atasan kami (kasek, red). Hari ini siswa kelas XII kita minta belajar di rumah," jelasnya. 

Setelah dilakukan mediasi antara pihak sekolah dengan para siswa,  akhirnya pihak sekolah meliburkan sementara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).(Reporter : Misti P.-Beritajatim.com/jko)
16 January 2018
Kondisi Ibu yang Ajak Tiga Anaknya Bunuh Diri Mulai Membaik
Kapolres Jombang AKBP Agung Marliyanto mendatangi RSUD Jombang, tempat Evi Suliastin Agustin alias ESA (26), ibu yang meracuni tiga naknya dirawat. Namun atas permintaan keluarga, wartawan dilarang menemui ibu asal Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Jombang tersebut.

Kepada wartawan, Kapolres menjelaskan bahwa kondisi Evi yang ikut meminum racun serangga itu sudah mulai berangsur-angsur membaik.

"Evi sudah bisa diajak berkomunikasi tapi masih belum maksimal. Seperti saat Evi menjelaskan waktu ia membawa tiga anaknya ke kamar mandi sebelum akhirnya diminumi racun di sana," ujar Agung. (Baca: Tragis, Ibu Ajak Tiga Anaknya Bunuh Diri).

Hingga saat ini, jenazah tiga anak Evi yakni Sayid Mohammad Syaiful (6), Bara Viandanda Umi Ayu Qurani (4) dan Umi Fauziyah (4 bulan) masih disemayamkan di kamar mayat RSUD Jombang.

Proses autopsi terhadap jenazah ketiganya sampai kini masih belum bisa dilakukan karena masih harus menunggu datangnya tim forensik dari rumah sakit Bhayangkara Kediri.(Mukhtar Bagus-Sindonews.com/jko)
16 January 2018
Karaoke Inul Vizta Kediri yang Pernah Sediakan Penari Telanjang Itu Kembali Beroperasi Karaoke Inul Vizta yang sempat disegel Satpol PP Kota Kediri karena menyediakan tarian telanjang kembali beroperasi.

Malah pengunjung yang datang untuk berkaraoke sudah banyak.

Operasional karaoke ini lebih fokus sebagai karaoke keluarga.
 

Sehingga tidak ada purel yang menemani tamu menyanyi di dalam room.

Dibukanya Karaoke Inul Vizta yang berlokasi di lantai 5 Kediri Mall ini dibenarkan sejumlah pelanggan.

"Karaoke Inul Vizta memang sudah beroperasi lagi saya sudah mencoba. Tempatnya cukup nyaman untuk karaoke keluarga," ungkap Mujiono, salah satu pengunjung kepada SURYA.co.id, Selasa (16/1/2018).
 

Menurut Mujiono, cukup banyak tamu saat acara pembukaan kembali Karaoke Inul Vizta pada Sabtu (13/1/2018).

"Banyak sekali pengunjungnya, sudah mulai ramai lagi," ungkapnya.

Malahan saat Mujiono datang pada liburan akhir pekan lalu cukup banyak antrean menunggu di ruang tunggu.

Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid saat dikonfirmasi SURYA.co.id menjelaskan menjelaskan, terkait operasional Inul Vizta pihak manajemen memakai alasan putusan sela PTUN Surabaya.

Materi putusan sela terkait Inul Vizta masih multi tafsir.

Saat ini masih dalam pembahasan instansi terkait seperti Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), Bagian Hukum dan Satpol PP Kota Kediri.

Sementara Windi Kadiatri yang pernah menjadi pengelola Karaoke Inul Vizta saat dikonfirmasi Surya menyebutkan dirinya sekarang sudah tidak terlibat lagi.

"Informasinya sekarang ditangani oleh tim lawyer," tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah pengacara Karaoke Inul Vizta Kediri Tjejep M Yasien SH menjelaskan, jika pembukaan segel dan operasionalnya kembali Karaoke Inul Vizta memang mengacu pada putusan sela PTUN Surabaya.

Ditambahkan, dengan operasional kembali Inul Vizta karyawan yang sempat dirumahkan dapat bekerja kembali.

Namun terkait dengan operasional kembali Inul Vizta menjadi kewenangan pihak manajemen.

Diberitakan sebelumnya, Karaoke Inul Vizta digrebek Polda Jatim karena dipakai ajang tarian striptis.

Dua penyewa dan empat penari striptis sempat diamankan.

Namun petugas hanya menjerat Ilham selaku manajer pengelola Karaoke Inul Vizta.

Cabut Izin

Sebelumnya, pada pertengahan tahun 2017, tim Polda Jatim melakukan penggerebekan di Inul Vizta Kediri karena menyediakan tarian telanjang.

Saat itu, pihak Pemkot Kediri pun kontan merespons dengan ancaman mencabut izin usaha Inul Vizta Kediri.

"Kalau terbukti ada penyalahgunaan izin, pihak Satpol PP bisa membuat rekomendasi untuk pencabutan izinnya," ungkap Nur Khamid, Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri kepada SURYA.co.id, Jumat (14/7/2017).

Dijelaskan Nur Khamid, sejauh ini temuan tarian striptis di Karaoke Inul Vizta yang pertama kali.

Karena beberapa kali petugas melakukan razia tidak pernah ditemukan pelanggaran.

"Dengan adanya temuan ini, menjadi perhatian kami terkait usaha karaoke dan tempat hiburan malam. Kami akan meningkatkan razia lagi," jelasnya.

Menurut Nur Khamid, petugas Satpol PP mengetahui penggrebekan di Inul Vizta dari pengaduan masyarakat.

Pemain Lama

Keempat penari telanjang (Stripease) yang sebelumnya digerebek anggota Polda Jatim di tempat karaoke Inul Vista Kota Kediri memang dikenal sebagai pemain lama.

Para wanita itu sudah lama menjadi pemandu lagu alias "purel", sebutan umum yang salah dari kata public relation.

Rata-rata penari striptis itu berbodi seksi dan berpostur tinggi semampai.

Wajahnya ayu berkulit kuning langsat. Biasanya para wanita penghibur ini memakai baju super seksi.

Perempuan bermakeup tebal ini tak hanya bekerja menemani sing a song saja.

Mereka juga tak segan untuk melepas semua baju demi imbalan uang yang belimpah.

Karena hal itulah polisi dari Polda Jatim menggerebek tempat karaoke Inul Vista Kota Kediri karena menyuguhkan tarian striptis.

Bahkan, tempat karaoke itu telah menjadi target operasi (TO) kepolisan Polda Jatim.

Diduga saat digerebek empat wanita pemandu lagu itu dalam kondisi tidak mengenakan baju.

Dari hasil investigasi SURYA, praktek tarian striptis di tempat karaoke Inul Vista Kota Kediri itu sudah ada dari dulu dan berlangsung cukup lama.

Para wanita pemandu lagu atau purel itu memang sengaja didatangkan dari luar alias booking.

Kebanyakan penikmat tarian striptis itu berasal dari luar kota Kediri.

"Iya memang ada tarian striptis di Inul Vista. Sudah dari dulu itu," ujar seorang mantan wanita penari striptis yang namanya enggan disebutkan karena privasi, Sabtu (15/7/2017).

Dikatakannya, Manajer Inul Vista KTV Kota Kediri bernama Ilham berperan sebagai penyambung lidah ke pelanggan dengan pemandu lagu.

Sedangkan tarif purel untuk menemani karaoke para pelangan berharga Rp 100.000 satu jam.

Sedangkan untuk menari striptis dikenakan tarif berbeda sesuai nego sesuai kesepakatan.

Dari informasi yang diperoleh, tarif penari striptis Rp 500.000 untuk lima kali lagu.

"Ya ada yang segitu tarifnya. Tapi nggak tentu soalnya tergantung kesepakatan. Nego dulu lha, kan harganya itu bisa berbeda-beda," ungkapnya.

Menurut dia, pernah dihubungi oleh Ilham untuk menemani tamu di Inul Vista Kediri. Selain itu, biasanya ia juga membawa tamunya ke tempat karaoke tersebut.

"Enggak stand by kok. Ya dihubungi kalau saat ada tamu saja," imbuhnya.

Ditambahkannya, terkait soal empat penari striptis yang diamankan oleh polisi Polda Jatim tengah menjadi berbincangan hangat di kalangannya.

Bahkan dia juga mengenal keempat penari striptis yang sebelumnya ditangkap karena menyuguhkan tarian striptis di Inul Vista.

Adapun keempat wanita yang sempat diamankan polisi yakni berinisial RS, PI, WA, CA.

Ia tidak menyangka kalau keempatnya itu ditangkap polisi. Bahkan saat ditangkap mobil milik CA masih berada di parkiran atas Inul Vista.(Penulis: Didik Mashudi-Surya.co.id/jko)

 

 

16 January 2018
Sekitar 7 juta wisatawan kunjungin Kabupaten Malang pada 2017 lalu
Pada sepanjang 2017 ini, setidaknya terdapat tujuh juta wisatawan yang mengunjungi wilayah Kabupaten Malang. Dilansir dari Antara, hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara.

Dia mengungkapkan bahwa pada 2016, arus kunjungan wisata di Kabupaten Malang mencapai lebih dari enam juta wisatawan dan pada 2017 ditargetkan menjadi 6,4 juta wisatawan. Saat ini, jumlah tersebut disebutnya telah terlewati.

"Target kenaikan arus kunjungan wisata menjadi 6,4 juta itu kami perkirakan sudah surplus, bahkan melebihi target hingga 10 persen. Kalau dikalkulasi ya lebih dari tujuh juta wisatawan," ujarnya.

Made menyebut bahwa ada sejumlah faktor yang mampu meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke daerah itu. Di antaranya adalah inovasi dan berbagai agenda baru yang bersentuhan dengan pariwisata.

Hal ini terutama terjadi menjelang akhir 2017 lalu. Pasalnya, pada saat itu banyak kegiatan wisata digelar sebagai rangkaian HUT Kabupaten Malang.

Sejumlah kegiatan tersebut dipusatkan di beberapa pantai yang ada di sepanjang wilayah selatan Kabupaten Malang, seperti Pantai Batu Bengkung, Pantai Ungapan, Pangai Ngudel, Pantai Balekambang, Kondangmerak, hingga Pantai Sendangbiru.

"Sejumlah 'event' yang kami gelar menjelang akhir tahun sebagai rangkaian dari HUT Kabupaten Malang ini cukup efektif mendongkrak arus kunjungan wisatawan, khususnya di kawasan pantai," ucapnya.(Reporter : Rizky Wahyu Permana-Merdeka.com/jko)

16 January 2018
Ingat Bayi Ganteng yang Dibuang di Dalam Masjid Mojokerto? Identitas Pembuangnya Tak Terduga
Masih ingat bayi laki-laki yang ditemukan di tempat salat Masjid Baitur Rahman, Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlangu, Kabupaten Mojokerto, Minggu (14/1/2018)?

Satreskrim Polres Mojokerto akhirnya menangkap sepasang muda-mudi pembuang bayi tersebut. 

Mereka adalah BG dan BA, keduanya sama-sama berusia 22 tahun dan berasal dari Jember.
 

Di Mojokerto, keduanya sama-sama perantauan.

BA masih tercatat sebagai mahasiswi aktif di salah satu perguruan tinggi di Mojokerto.

Sementara BG, ayah biologis bayi itu, pengangguran.

Diduga, bayi itu dibuang lantaran pelaku malu telah melakukan hubungan di luar nikah.
 

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP M Solikhin Fery membenarkan penangkapan orangtua tua bayi. Namun ia enggan membeberkan kronologi penangkapan.

"Iya benar sudah ditangkap, tapi maaf untuk jelasnya besok (16/1) saja waktu rilis," katanya singkat.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, seorang bayi berjenis laki-laki ditemukan tergeletak di mihrab Masjid Baitur Rahman pada Minggu (14/1).

Sontak saja, penemuan bayi yang diperkirakan berusia lima hari itu menggemparkan warga Dusun Ketangi.

Bayi yang memiliki panjang 51 sentimeter dengan berat 3,20 gram ini, pertama kali ditemukan oleh Karnadi ketika akan mengumandangkan adzan dhuhur.
 

Saat ditemukan, bayi tanpa nama ini masih lengkap mengenakan bedong dan jarik gendong.

Lalu pria berusia 60 tahun in membawa bayi itu ke rumahnya baru kemudian melaporkan ke kepala dusun.

"Tadi mau adzan saya lihat ada bayi di atas sajadah. Langsung saya bawa pulang," kata Karnadi saat ditemui Surya, Minggu (14/1/2018).

Bayi yang masih merah ini, tega dibuang oleh keluarganya di masjid perkampungan pada penduduk.

Bayi ganteng ini kemudian dibawa Karnadi bersama perangkat desa ke Pukesmas Dlanggu untuk diperiksa kondisinya.(Penulis: Rorry Nurwawati-Surya.co.id/jko)

 

 

 

16 January 2018
Polisi Masih Selidiki Motif Ibu Minum Racun Bersama 3 Anaknya
Polisi belum bisa memastikan apa motif seorang ibu bernama Evi nekat minum racun serangga bersama tiga anaknya yang masih kecil. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan.

Penyelidikan tersebut mengalami kendala karena si ibu menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Jombang karena kondisinya kritis. Sedangkan para tetangga juga banyak yang tidak tahu kebiasaan korban selama ini. Karena Evi dikenal tertutup di mata tetangganya.

"Mungkin siang nanti baru bisa kita mintai keterangan. Karena kabar terakhir, si ibu sudah siuman. Sementara tiga anak korban yang meninggal saat ini berada di kamar mayat," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi, Selasa (16/1/2018).

Sebelumnya, ketenangan warga Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Jombang, berubah menjadi kepanikan. Hal itu menyusul ditemukannya tiga jasad anak kecil di kamar mandi salah satu warga.

Tiga bocah itu masing-masing berusia tujuh tujuh, tiga tahun dan tujuh bulan. Mereka semua sudah tak bernyawa. Di kamar mandi tersebut juga ditemukan sang ibu bernama Evi yang kondisinya kritis.(Reporter : Yusuf Wibisono-Beritajatim.com/jko)
15 January 2018
Cari Rongsokan di Perkampungan Warga, Nyatanya Pria Blitar Ini Lakukan Hal yang Bikin Jengkel
David Supriyadi (21), mengakui semua perbuatannya di hadapan petugas Polres Blitar Kota, Senin (15/1/2018).

Bujangan asal Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, ini telah mencuri sepeda motor milik Soekarianto (47), warga Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

"Saya nekat, karena kepepet kebutuhan," kata pemuda berperawakan kurus tinggi ini saat polisi merilis kasus itu di Mapolres Blitar Kota.
 

Saat mencuri, David menyaru sebagai pencari barang rosokan.

Pemuda yang bekerja serabutan ini berkeliling di perkampungan warga sambil membawa karung berisi barang rongsokan.

Ketika melintas di lokasi, David melihat Suzuki Shogun milik korban yang diparkir di teras rumah.

David mendekati sepeda motor itu. Kebetulan kunci sepeda motor masih menempel.

David segera menuntun sepeda motor keluar dari pekarangan rumah korban.

Lalu, dia menyalakan sepeda motor dan membawanya kabur.

"Belum saya jual, masih saya pakai sendiri. Pelat nomornya saya lepas," ujar David.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan pelaku ditangkap saat menaiki sepeda motor hasil curian di jalan.

Polisi curiga dengan sepeda motor yang dinaiki pelaku.

Ciri-ciri sepeda motor yang dinaiki pelaku mirip seperti yang diceritakan korban saat laporan.

"Sebelumnya kami menerima laporan dari korban. Korban melapor telah kehilangan sepeda motor. Ciri-ciri sepeda motor korban ini mirip dengan yang dibawa pelaku dan ternyata benar," kata Heri.(Penulis: Samsul Hadi-Surya.co.id/jko)

 

15 January 2018
Disdik Kota Kediri Ralat Materi Yerusalem Ibukota Israel di Buku IPS SD
Diknas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri langsung menindaklanjuti temuan buku pelajar IPS kelas VI SD memuat materi Yerusalem ibukota Israel. 

Disdik tidak akan menarik buku cetakan PT Intan Pariwara tersebut, melainkan melarat bagian yang salah.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Kediri, Cevy Ning Suyudi mengakui adanya kesalahan pada buku pelajaran IPS Kelas VI SD yang beredar di Kota Kediri. 

Menurutnya, kesalahan buku BSE atau buku teks terjadi pada penulis dan peneliti di Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. "Terima kasih atas informasi yang diberikan oleh temen temen media. Ada kesalahan dalam buku teks IPS Kelas VI milik PT Intan Pariwara yang sudah beredar di sekolah. Tetapi hal itu sudah diketahui oleh Kementrian Pendidikan. Karena para penerbit ini juga mengambil dari Pusat Perbukuan," ujarnya, Senin (15/1/2018).

Disdik Kota Kediri sudah menerima surat dari Kementrian Pendidikan pada tanggal 24 Desember 2017 yang isinya adalah ralat pada kesalahan buku yang menyebutkan Yerussalem ibu kota Israel itu. Namun, dari kesalahan itu, Disdik Kota Kediri tidak akan menarik buku pelajaran IPS Kelas VI yang sudah terlanjur beredar di sekolah. 

"Akan dilakukan ralat atau revisi pada halaman yang salah. Pertimbangannya jika ada penarikan buku, dikhawatirkan dapat mengganggu pembejaran siswa karena  siswa nanti tidak memiliki buku teks," jelasnya.

Dia mengakui banyak kepala sekolah yang belum mengetahui isi pelajaran buku IPS Kelas VI cetakan PT Intan Pariwara. Pasalnya, ada beberapa kepala sekolah baru menjabat dan tidak tahu tentang masalah tersebut. "Hari ini kita langsung memanggil UPTD dan Ketua Komite Kepala Sekolah (K3S) serta kepala sekolah untuk mensosialisasikan," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, buku IPS kelas VI jenjang SD/MI yang menyebut Yerussalem ibukota Israel juga beredar di Kota Kediri. Buku cetakan penerbit PT Intan Pariwara yang masih menggunakan metode pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidik (KTSP) atau Buku Sekolah Elektronik (BSE) ditemukan di SDN Sukorame 1 Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Buku pelajaran SD mata pelajaran IPS terbitan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009 dan diperbanyak oleh PT Intan Pariwara. Didalam buku pelajaran KTSP atau BSE pengarang I.S. Sadiman - Shendy Amalia  terdapat Bab pelajaran tentang ibu kota negara-negara Asia.

Pada halaman 64 dalam materi nama-nama negara yang termasuk ke dalam wilayah Benua Asia Barat, disitu tertulis jika Yerussalem merupakan ibu kota Israel.(Reporter : Nanang Masyhari-Beritajatim.com/jko)
15 January 2018
Puluhan Siswa SD di Malang Keracunan Jajanan
Puluhan pelajar SD Negeri Ngabab 3, Pujon, Kabupaten Malang, keracunan kudapan atau jajanan. Mereka pun dibawa ke puskesmas setempat, untuk mendapat perawatan medis.

Awalnya, belasan siswa mengeluh pusing dan sakit perut. Beberapa di antaranya juga muntah-muntah, usai mengonsumsi makanan seperti pisang coklat, makaroni dan tela-tela. Namun korban akhirnya bertambah.

"Informasi awal seperti itu, ada puluhan siswa mengalami keracunan," kata Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto saat dikonfirmasi detikcom, Senin (15/1/2018).

Melihat kondisi itu, guru segera membawa para siswa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Budi menyebut, para siswa diduga mengalami keracunan makanan ringan itu, tengah menjalani perawatan medis di puskesmas.

"Siswa diduga mengalami keracunan, merasakan pusing, sakit perut dan muntah-muntah," bebernya.

Dalam penanganan pertama, setidaknya ada 28 siswa diduga mengalami keracunan. Dari jumlah itu, 10 siswa harus menjalani perawatan intensif. "Yang 18 mendapatkan rawat jalan," terangnya saat dihubungi.

Polisi tengah menyelidiki kandungan zat dalam makanan yang dikonsumsi para siswa. Makanan itu ditenggarai dikonsumsi para siswa ketika waktu istirahat. Pasca itu, mereka merasakan pusing dan mual.

"Lagi ditangani tim dokter. Kami juga masih mendalami zat apa yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi," tandasnya.(Muhammad Aminudin - detikNews/jko)
15 January 2018
Petani Bawang Merah Nganjuk Desak Bulog Lakukan Penyerapan
Para petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk minta Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) segera melakukan penyerapan. Penurunan harga bawang merah secara drastis di tingkat petani hingga Rp 5-6 ribu per kilogram (kg) membuat mereka merugi.
 
“Seharusnya pemerintah sudah ambil tindakan pembelian. Karena harga bawang merah di pasaran sangat rendah, tidak sebanding dengan harga pokok produksi (HPP),” kata Ketua Asosiasi Bawang Merah Jawa Timur, Akad kepada beritajatim.com, Senin (15/1/2018) pagi.
 
Dari catatan asosiasi, penurunan harga bawang merah sudah terjadi sejak 1 bulan terakhir. Harga ideal bawang merah seharunya berkisar antara Rp 12-13 ribu per kg. Mengingat Harga Pokok Produksi (HPP) bawang merah cukup tinggi mencapai Rp 10.800 per kg.
 
Biaya tersebut mulai untuk pembelian benih, pengobatan dan biaya panenan. Makanya, jika harga bawang merah hanya berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu dipastikan banyak petani yang merugi. “Kalau tidak rugi ya impas,” lanjut Akad.
 
Penurunan harga bawang merah pada panen ketiga ini, menurut Akad dipengaruhi oleh waktu panen yang bersamaan. Beberapa daerah di Jawa Tengah juga mengalami masa panen. Sehingga stok bawang merah di pasaran melimpah. Asosiasi tidak dapat melakukan pembatasan, karena sudah menjadi hukum pasar.
 
“Yang bisa kami lakukan adalah meminta pemerintah agar tidak merekomendasi impor bawang merah. Yang jelas, dulu pemerintah sudah berkomitmen dengan para petani, untuk menjaga kestabilan harga bawang merah di pasar, katanya Bulog akan beraksi menyelamatkan harga papsar. Ini yang sedang kita tagih realisasinya,” desaknya.
 
Diberitakan sebelumnya, meskipun musim panen, tetapi para petani bawang merah di Kabupaten Kediri justru menangis. Harapan mereka untuk mendapatkan untung tinggi pupus, karena harga bawang merah justru turun drastis.
 
Hermawan (35) petani di Dusun Ngrandu, Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso mengatakan, harga bawang merah turun dikisaran Rp 6 ribu per kg dari harga sebelumnya diatas Rp 10 ribu per kg. “Pengepul hanya berani membeli dengan harga Rp 6 ribu per kg. Kami belum bisa melepasnya, karena tidak sebanding dengan biaya operasional yang sudah keluar,” keluh Hermawan, Senin (14/1/2018).
 
Menurut pria yang juga menjabat sebagai perangkat di Desa Mlorah ini, petani bawang merah seakan menangis, meskipun saat ini memasuki musim panen. Terlebih bagi mereka yang hasil panennya buruk akibat pengaruh cuaca maupun serangan hama penyakit ulat daun.(Reporter : Nanang Masyhari-Beritajatim.com/jko)
Page 1 of 747      1 2 3 >  Last ›