Lintas Jawa Timur

22 October 2019
Tim Penanganan Karhutla Terjebak Kebakaran Di Gunung Argopuro
JEMBER - Tim penanganan kebakaran hutan dan lahan terjebak kebakaran di Gunung Argopuro, Jawa Timur, karena banyaknya titik api yang berada di sekitar lokasi dan sulitnya mencari jalur alternatif, sehingga menyebabkan sejumlah anggota tim mengalami dehidrasi berat akibat kebakaran yang mengepung lokasi setempat pada Selasa. Gunung Argopuro ini berada di beberapa wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo.

"Kami menerima laporan dari saudara Rezha yang merupakan tim penanganan karhutla Gunung Argopuro yang meminta penjemputan timnya melalui radio karena terjebak asap karhutla pada Selasa pukul 10.00 WIB di ketinggian 1.919 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo di Jember, Selasa malam.

Menurutnya ada enam orang dalam tim tersebut yakni Rezha, Juan, Farid, A. Gayug, Irfan, dan Bagus dengan kondisi empat orang mengalami dehidrasi berat dan dua orang masih dalam kondisi sehat.

"Untuk itu, kami segera menyiapkan kebutuhan logistik dan peralatan dengan memberangkatkan tim yang dipimpin Pak Asrah untuk mengevakuasi enam petugas yang terjebak karhutla di lereng Gunung Argopuro tersebut," tuturnya.

Ia menjelaskan lokasi Ketajek di Desa Suci, Kecamatan Panti dipilih sebagai titik penjemputan dan pihak BPBD Jember berkoordinasi dengan warga lokal untuk memimpin tim evakuasi penyintas yang terjebak kebakaran.

"Ada dua tim yang berangkat melakukan evakuasi terhadap penyintas yang terjebak karhutla itu dan Alhamdulillah semuanya berhasil dievakuasi dengan selamat, meskipun empat petugas mengalami dehidrasi berat," katanya.

Heru mengatakan tim penanganan karhutla sempat mencari jalur alternatif untuk keluar, namun titik api terlalu banyak, sehingga menyebabkan petugas kesulitan untuk keluar dari kawasan tersebut.

"Enam penyintas tiba dengan selamat di Posko Ketajek pada malam ini pukul 22.00 WIB, sehingga tim medis dari Puskemas Panti segera memberikan penanganan terhadap empat orang yang mengalami dehidrasi berat itu," ujarnya.

Tim penanganan karhutla BPBD Jember berangkat membantu pemadaman kebakaran di Gunung Argopuro pada Senin (21/10) dengan membawa perlengkapan yang dibutuhkan, namun saat di lapangan kendala yang dihadapi dalam upaya pemadaman karhutla di Gunung Argopuro di antaranya sulitnya akses menuju lokasi dan untuk menjangkau titik api tertinggi dibutuhkan waktu sekitar 2-3 hari dengan berjalan kaki. (ant-art)
21 October 2019
Hutan Gunung Lemongan Lumajang Terbakar
LUMAJANG - Hutan di Gunung Lemongan yang memiliki ketinggian 1.651 meter dari permukaan laut (mdpl) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terbakar lagi pada Senin.

"Kebakaran terjadi di sisi utara, yakni di salah satu dataran tinggi Pegunungan Hyang, tepatnya di atas Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang," kata relawan LSM Laskar Hijau Ahmad Doyum di Lumajang.

Menurutnya mayoritas vegetasi di kawasan tersebut adalah ilalang dan perdu, sehingga setiap musim kemarau sering terjadi kebakaran karena tanaman itu mudah terbakar, namun hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut.

"Mengacu pada pengalaman para aktivis Laskar Hijau dalam menjaga gunung itu selama 10 tahun, maka kebakaran di Gunung Lemongan selalu disebabkan oleh ulah manusia," tuturnya.

Ketua LSM Laskar Hijau A'ak Abdullah Al-Kudus, mengatakan penjagaan dan pengawasan di sisi utara Gunung Lemongan itu memang sangat lemah karena reboisasi di kawasan itu jarang sekali dilakukan akibat keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh Laskar Hijau.

"Jumlah relawan kami yang menjaga kelestarian Gunung Lemongan terbatas dan keterlibatan aparat terkait dalam hal itu sangat minim, bahkan bisa dibilang tidak ada," katanya.

Ia menjelaskan di kawasan utara Kabupaten Lumajang setiap musim kemarau selalu terjadi bencana kekeringan dan penyebab utamanya adalah kawasan hutan lindung di Gunung Lemongan bagian sisi utara kritis.

"Kami berharap pemerintah segera melakukan penghijauan secara intens di kawasan itu, agar masalah kekeringan yang terjadi di Kabupaten Lumajang setiap tahun bisa teratasi secara berkelanjutan," ujarnya.

A'ak mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan penanaman bambu di lereng Gunung Lemongan, agar kabupaten setempat tidak dilanda bencana kekeringa dan krisis air bersih. Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA, karhutla di Gunung Lemongan semakin menambah daftar panjang kebakaran hutan yang terjadi di beberapa gunung aktif di wilayah Tapal Kuda yakni Gunung Ijen, Gunung Argopuro, Gunung Semeru, Gunung Ranti, dan Gunung Raung. (ant-art)
21 October 2019
BPBD Jember Bantu Padamkan Kebakaran Di Argopuro
JEMBER - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember bersama sejumlah elemen lainnya membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Argopuro. 

"Hari ini dua tim sudah berangkat untuk membantu pemadaman karhutla di Gunung Argopuro dengan membawa perlengkapan yang dibutuhkan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin.

Menurutnya Tim 1 berangkat dari Kantor Desa Kemuning Lor untuk menuju titik api kebakaran hutan yang berada di lereng Gunung Argopuro dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua, kemudian tim tiba di lokasi kebakaran untuk memadamkan api karhutla di kawasan tersebut.

"Untuk Tim 2 melanjutkan perjalanan untuk melakukan asesment luasan yang terbakar dan menjumpai titik api yang sangat besar dengan luasan kurang lebih 10 kali lapangan bola di ketinggian 1.694 meter dari permukaan laut (mdpl) hingga 1.750 mdpl," tuturnya.

Ia menjelaskan kendala yang dihadapi dalam upaya pemadaman karhutla di Gunung Argopuro di antaranya sulitnya akses menuju lokasi dan untuk menjangkau titik api tertinggi dibutuhkan waktu sekitar 2-3 hari dengan berjalan kaki.

"Kami memberikan rekomendasi bahwa pemadaman api di kawasan Gunung Argopuro memerlukan helikopter karena akses menuju titik api sulit dijangkau oleh petugas di lapangan," katanya.

Heru mengatakan BPBD Jember mengimbau semua pihak tidak boleh membuka lahan dengan cara melakukan pembakaran dan pendaki juga tidak boleh membuat api unggun atau membuang puntung rokok sembarangan karena banyak ranting yang kering mudah terbakar.

"BPBD Jember juga memberikan rekomendasi untuk optimalisasi peran TNI, Polri, Perhutani, dan BKSDA untuk melakukan penindakan terhadap pihak-pihak yang sengaja melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar hutan," ujarnya.

Karhutla di Gunung Argopuro tersebut mengakibatkan vegetasi pohon hutan terbakar dan residu karhutla menyebar dan berterbangan di beberapa wilayah Kabupaten Jember, sehingga mengganggu aktivitas warga setempat. Beberapa pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla di Gunug Argopuro yakni BPBD Jember, TNI, Polri, BKSDA, Tagana Dinsos Jember, Polhut, Perhutani, pendaki Gunung Jember dan relawan lainnya.

Sementara itu, jalur pendakian ke Gunung Argopuro ditutup sementara sejak Minggu (20/10) hingga batas waktu yang belum ditentukan karena di kawasan hutan lindung itu terjadi kebakaran sejak Sabtu (19/10) hingga Senin malam api belum bisa dipadamkan. (ant-art)
21 October 2019
Pemprov Jatim Jamin Keamanan Daerah Terdampak Bencana Angin Kencang
KOTA BATU - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjamin keamanan tempat tinggal warga khususnya di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yang terpaksa ditinggalkan pemiliknya akibat bencana angin kencang yang terjadi sejak Sabtu (19/10).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan dirinya telah meminta pihak kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjaga keamanan lingkungan wilayah terdampak, selama para pemiliknya mengungsi.

"Dari kepolisian dan TNI, juga ikut menjaga keamanan lingkungan di rumah mereka. Karena rumah ditinggalkan, termasuk ada yang punya hewan ternak," kata Khofifah usai menemui para pengungsi di Balai Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, Senin.

Khofifah menambahkan, langkah untuk mengamankan wilayah terdampak bencana khususnya di tiga desa, yakni Desa Sumber Brantas, Desa Gunung Sari, dan Desa Sumebrgondo, untuk memberikan ketenangan kepada para pengungsi. Saat ini, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, lebih kurang sebanyak 1.182 pengungsi dan satu orang meninggal dunia akibat bencana angin kencang yang menerjang Desa Sumber Brantas.

"Supaya ada ketenangan, bahwa ada yang ikut membantu menunggu rumah mereka, barang-barang milik mereka, termasuk hewan ternak," kata Khofifah.

Saat ini, ribuan pengungsi tersebut ditempatkan di tujuh titik pengungsian, yakni di SDN 01 Punten, Balai Desa Punten, Balai Desa Sidomulyo, Posko BPBD Kota Batu, Balai Desa Sidomulyo, Posko Tulungrejo dan rumah dinas Wali Kota Batu. Pihak BPBD Kota Batu mengimbau kepada masyarakat yang akan menyalurkan bantuan makanan siap saji dan nasi kotak, untuk hari ini dihentikan karena bantuan yang sudah diterima sudah mencukupi.

Sementara bantuan lain yang dibutuhkan adalah selimut, alas tidur, popok bayi, obat-obatan dan vitamin, susu bayi, peralatan bersih diri dan ibadah, bahan makanan seperti bumbu dan telur, baju anak, masker, air mineral dan lainnya. Akibat bencana angin kencang tersebut, setidaknya 20 rumah rusak di Desa Sumbergondo, serta kerusakan pada fasilitas umum, jaringan komunikasi, dan jaringan listrik. Selain itu, jalur lintas Kota Batu-Kabupaten Mojokerto via Cangar diimbau untuk ditutup sementara.  (ant-art)
17 October 2019
519 Pengungsi Wamena Tiba Di Surabaya
SURABAYA - Sebanyak 519 pengungsi asal Wamena, Papua, tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dengan menumpang kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Kapal Motor (KM) Dobonsolo. Felari, salah seorang pengungsi, setibanya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis, kepada wartawan mengungkapkan kondisi di Wamena masih belum kondusif.

"Warga pendatang diusir. Kalau tidak, kami diancam mau dibubuh," ujarnya.

Felari yang telah menetap di Wamena dengan membuka usaha warung selama lebih dari lima tahun berencana mengungsi ke rumah keluarganya di Lumajang, Jawa Timur.

"Ini saya bawa seluruh keluarga untuk mengungsi ke Lumajang," ucapnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemerintah Provinsi Jawa Timur Jonathan Judianto memastikan kedatangan pengungsi dari Wamena seluruhnya ditanggung pemerintah.

"Mereka adalah warga Jawa Timur yang merantau ke Papua," ujarnya.

Dia menjelaskan, masing-masing pengungsi yang hari ini tiba dengan menumpang KM Dobonsolo hanya membayar biaya restribusi senilai Rp6.000.

"Selebihnya biaya kepulangan mereka sampai ke daerah asal di berbagai kabupaten/ kota wilayah Jawa Timur kami tanggung," ucapnya.

Jonathan menandaskan, sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing keluarganya, para pengungsi terlebih dahulu ditampung di Asrama Transito, Jalan Margeroje Surabaya, untuk dilakukan pendataan sekaligus pemeriksaan kesehatan.

"Dinas Kesehatan dan juga Kantor Kesehatan Pelabuhan Surabaya akan memeriksa kesehatan para pengungsi, salah satunya kami mengantisipasi agar tidak ada yang terjangkit penyakit malaria," katanya.

Di Asrama Transito, lanjut Jonathan, masing-masing pengungsi juga akan menerima bantuan sosial dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Akomodasi kepulangan mereka ke masing-masing rumah keluarganya di berbagai daerah kabupaten/ kota wilayah Jawa Timur juga telah kami siapkan," ucapnya. (ant-art)
16 October 2019
Bupati Madiun Nilai Pelaksanaan Pilkades Serentak 2019 Aman
MADIUN - Bupati Madiun Ahmad Dawami menilai pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak tahun 2019 di 57 desa di wilayah setempat yang digelar pada hari ini, Rabu tanggal 16 Oktober dapat berjalan aman dan lancar.

"Pelaksanaan pilkades pada saat ini alhamdulillah berjalan dengan lancar. Meskipun ada kendala sedikit yaitu penataan tempat yang masih kurang, namun itu menjadikan bahan evaluasi kita ke depannya," ujar Bupati Ahmad Dawami saat memonitor pelaksanaan Pilkades Serentak tahun 2019, di Desa Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Rabu.

Menurut dia, pelaksanaan pilkades yang aman menjadi sebagai indikator kedewasaan masyarakat dari 57 desa yang melaksanakan pilkades.

"Kami bersama Forkopimda Kabupaten Madiun, sebelumnya sudah memberikan pembekalan, bahwa hendaknya pelaksanaan pilkades dapat berlangsung dengan baik dan tetap aman sesuai dengan harapan masyarakat sampai proses perhitungan suara," kata dia.

Bupati berharap panitia harus tegak lurus dengan aturan. Dan masyarakat tetap mengedepankan kebersamaan.

"Mudah-mudahan yang terpilih nantinya benar-benar pilihan masyarakat. Yang menang dan yang kalah harus tetap bersatu membangun desa," ujarnya, berharap.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Madiun Joko Lelono mengatakan dari pantauan sampling di titik 10 desa yang dilakukan monitor, tingkat partisipasi warga tergolong tinggi.

"Alhamdulillah partisipasi masyarakat sangat bagus. Ini terlihat pada jam 10 pagi tadi saat pencoblosan sudah 70-80 persen tingkat kehadiran masyarakat di TPS. Harapannya tetap maksimal pelaksanaan pilkades serentak kali ini," tutur Joko Lelono.

Pihaknya juga mengklaim hingga proses penghitungan suara, tidak ada problem dan laporan-laporan indikasi pelanggaran yang diterimanya. Ia juga melibatkan TNI, Polri, dan linmas untuk mengamankan jalannya semua tahapan pilkades serentak.

"Mudah-mudahan sampai nanti setelah penghitungan suara dan penetapan calon dapat tertib sesuai dengan regulasi yang ada," tambahnya.

Sesuai data, jumlah desa yang akan melaksanakan Pilkades Serentak tahun 2019 di Kabupaten Madiun mencapai 57 desa. Adapun ke-57 desa yang akan menggelar pilkades serentak tersebut adalah, Kecamatan Jiwan sebanyak dua desa, Kecamatan Madiun tujuh desa, Kecamatan Balerejo empat desa. Kecamatan Sawahan enam desa, Kecamatan Mejayan dua desa, dan Kecamatan Wonoasri empat desa. Kecamatan Pilangkenceng enam desa, Kecamatan Saradan empat desa, Kecamatan Wungu tiga desa.

Kemudian, Kecamatan Kare empat desa, Kecamatan Gemarang tiga desa, Kecamatan Geger enam desa, Kecamatan Dagangan empat desa, Kecamatan Dolopo satu desa, dan Kecamatan Kebonsari satu desa. Dengan jumlah cakades mencapai 141 orang. (ant-art)
15 October 2019
Pemadaman Api Gunung Arjuno Datangkan Helikopter
KOTA BATU - Upaya memadamkan api di hutan pada kawasan Gunung Arjuno, khususnya pada wilayah Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Mojokerto, harus mendatangkan helikopter water bombing untuk melakukan operasi penyiraman air dari udara.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kota Batu Achmad Choirur Rochim mengatakan setidaknya ada tujuh titik api yang hingga saat ini masih terdeteksi.

"Helikopter mendarat di Bandara Abdul Rachman Saleh Malang untuk melakukan operasi pemadaman Gunung Arjuno dengan teknik water bombing," kata Rochim, di Kota Batu, Jawa Timur, Selasa.

Helikopter yang dipergunakan pada operasi pemadaman kebakaran di Gunung Arjuno tersebut bertipe MI8-MTV dengan nomor registrasi RDPL-34260, dengan lima orang personel. Air akan diambil dari Waduk Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Titik pertama yang akan dilakukan pemadaman adalah pada Blok Curah Sriti, Blok Putuk Lembu, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Titik kedua adalah Watu Ging, Malang.

"Namun, dikarenakan kendala cuaca yang berkabut, mengakibatkan titik api tidak terlihat, sehingga helikopter hanya melakukan observasi lapangan," kata Rochim.

Menurut Rochim, rencananya operasi pemadaman api menggunakan helikopter tersebut akan dilanjutkan esok hari. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, untuk wilayah Kabupaten Pasuruan, saat ini titik api berada di Garotan, Putuk Dali, Curah kebon, dan Tung Medot. Sementara untuk wilayah Kabupaten Mojokerto, titik api ada di Putuk kencur, Kukusan, dan Kali Jarak.

Sebagai catatan, kebakaran di lereng Gunung Arjuno tepatnya berada di Blok Curah Sriti dan Blok Pusung Lembu, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kebakaran di area tersebut, terjadi sejak Kamis (10/10). Dari titik tersebut, dikarenakan angin berhembus sangat kencang, membuat kebakaran melebar ke Blok Candi Teleh, Desa Klampok, Kacamatan Singosari, dan Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Selain itu, kebakaran juga terjadi pada lereng Gunung Welirang Blok Sawahan Gunung Ringgit, Desa Ledug, dan Blok Gumandar Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Sementara di pegunungan Anjasmoro, kebakaran terjadi di wilayah Desa Gumeng, Ngembat, Begaganlimo, Kecamatan Gondang, dan Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. (ant-art)
14 October 2019
Kebakaran Gunung Arjuno Mulai Terkendal
MALANG  - Kebakaran Gunung Arjuno di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, saat ini sudah mulai bisa dikendalikan, demikian keterangan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Ahmad Wahyudi mengatakan bahwa, saat ini memang kondisi kebakaran sudah mulai terkendali, namun, pihaknya masih tetap melakukan pemantauan pada beberapa titik yang masih mengepulkan asap.

"Untuk sementara ini, kebakaran sudah bisa dikendalikan. Saat ini sedang pemantauan di beberapa titik yang masih ada asap," kata Wahyudi, saat dikonfirmasi ANTARA dari Kota Malang, Jawa Timur, Senin.

Kebakaran Gunung Arjuno, tepatnya di lerengnya yang berada di Blok Curah Sriti dan Blok Pusung Lembu, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, terjadi sejak Kamis (10/10).

Dari titik tersebut, dikarenakan angin berhembus sangat kencang, membuat kebakaran melebar ke Blok Candi Teleh, Desa Klampok, Kacamatan Singosari, dan Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Selain kebakaran Gunung Arjuno, kebakaran juga terjadi pada lereng Gunung Welirang Blok Sawahan Gunung Ringgit, Desa Ledug, dan Blok Gumandar, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Sementara di Pegunungan Anjasmoro, kebakaran terjadi di wilayah Desa Gumeng, Ngembat, Begaganlimo, Kecamatan Gondang, dan Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Dalam upaya untuk memadamkan api yang berkobar di lereng Gunung Arjuno tersebut, UPT Tahura Raden Soerjo telah mendapatkan bantuan dari Kepolisian Resort Malang, Komando Distrik Militer (Kodim) Malang, Perhutani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, dan para relawan.

"Kemarin sudah diterjunkan kurang lebih 200 personel pemadam gabungan," kata Wahyudi.

Kebakaran Gunung Arjuno tersebut mengancam kelestarian ekosistem hutan pegunungan dengan keanekaragaman hayati. Apabila kerusakan berlanjut, dan musim hujan datang, maka ada potensi terjadinya banjir dan longsor.

Selama musim kemarau 2019, setidaknya ada sepuluh kali kejadian kebakaran. Pada Agustus 2019, kebakaran di lereng Gunung Arjuno harus dipadamkan melalui operasi pemadaman api dari udara menggunakan helikopter water bombing. (ant-art)
12 October 2019
TSI Prigen Pastikan Kondisi Satwa Masih Aman Meski Kebakaran Hutan
PASURUAN - Taman Safari Indonesia (TSI) Prigen di Pasuruan, Jawa Timur, memastikan kalau kondisi satwa mereka masih aman meskipun saat ini sebagian lereng Gunung Arjuno sedang dilanda kebakaran.

Hans Manansang selaku Deputy Director Taman Safari Indonesia (TSI) Group saat dikonfirmasi di Pasuruan, Sabtu, mengatakan lokasi kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno dengan lokasi TSI Prigen masih cukup jauh.

"Masih jauh, masih sangat aman," katanya di sela kegiatan lomba foto satwa bertajuk, International Animal Photo Competition (IAPC) 2019 di Taman Safari Prigen.

Meskipun cukup jauh, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan Perhutani selaku pemilik wilayah yang mengalami kebakaran tersebut.

"Meskipun jauh, tetapi musim hujan juga masih jauh. Kami akan melaporkan kembali kepada Perhutani karena kami tidak ingin kebakaran itu makin lama mendekati wilayah kami," ujarnya.

Ia mengatakan tidak bisa berbuat banyak terkait dengan peristiwa kebakaran yang ada di lereng Gunung Arjuno tersebut.

"Terkait dengan antisipasi, kami juga tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.

Kegiatan lomba foto diikuti sekitar 150 orang peserta dengan tujuan untuk mengenalkan satwa liar kepada masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan yang ke-29 kalinya kami gelar, dengan harapan mengenalkan satwa liar melalui fotografi," katanya.

Tahun ini, peserta diarahkan ke lokasi Australia Zone, dimana peserta bisa memotret satwa dari Australia seperti Kanguru.

"Kami berharap dengan kegiatan ini kepedulian terhadap satwa liar bisa terjaga dengan baik di tahun-tahun yang akan datang," katanya. (ant-art)
12 October 2019
40 Personel Tahura Dikerahkan Untuk Padamkan Kebakaran Gunung Arjuno
MALANG  - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo mengerahkan 40 personel untuk memadamkan api dalam kebakaran hutan dan lahan di wilayah Gunung Arjuno, Jawa Timur.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Ahmad Wahyudi, yang dihubungi dari Kota Malang, Sabtu, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih belum bisa mengendalikan api yang berkobar, sehingga membutuhkan bantuan dari berbagai pihak terkait untuk upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di gunung tersebut.

"Kami terjunkan kurang lebih 40 personel. Kami sangat butuhkan bantuan pemadaman, karena spektrumnya luas, dan dampaknya juga akan luas jika kebakaran tidak segera teratasi," kata dia.

Pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memberikan gambaran bahwa upaya pemadaman api di Gunung Arjuno cukup sulit.

Pihak UPT Tahura Raden Soerjo juga mengharapkan adanya bantuan pemadaman api dari udara menggunakan helikopter pengebom air (water bombing).  Pada Agustus 2019, telah dilakukan operasi tersebut saat terjadi karhutla yang menghanguskan lahan seluas 300 hektare.

"Kami mengharapkan bantuan (helikopter pengebom air, red.) tersebut, kami sudah berkomunikasi dengan BPBD untuk menggambarkan kesulitan kami dalam mengendalikan kebakaran saat ini," ujar Wahyudi.

Kebakaran di lereng Gunung Arjuno Blok Curah Sriti dan Blok Pusung Lembu, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang terjadi sejak Kamis (10/10). Kebakaran tersebut juga telah meluas ke Blok Candi Teleh, Desa Klampok, Kacamatan Singosari, dan Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Kebakaran juga terjadi di lereng Gunung Welirang Blok Sawahan Gunung Ringgit, Desa Ledug, dan Blok Gumandar Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Di Pegunungan Anjasmoro, kebakaran terjadi di wilayah Desa Gumeng, Ngembat, Begaganlimo, Kecamatan Gondang, dan Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Selama musim kemarau 2019, telah terjadi kebakaran hutan pada wilayah kerja Tahura Raden Soerjo kurang lebih 10 kali. Kondisi tersebut akan mengancam kelestarian ekosistem hutan pegunungan dengan keanekaragaman hayati yang khas. Apabila kerusakan terus berlanjut dan dengan datangnya musim penghujan maka ada potensi banjir dan longsor. (ant-art)
Page 1 of 190      1 2 3 >  Last ›