Lintas Jawa Timur

27 March 2019
 1.097 CJH Lamongan Sudah Lunasi BPIH, Kemenag Minta yang Belum untuk Jangan Menunda. Ini Alasannya

Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan Jawa Timur mulai melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1440 H ini.

"Per hari ini, pukul 12.50 WIB, jumlah CJH yang melunasi sudah sudah mencapai 1.097 orang," kata Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh kantor Kemenag Lamongan, M Khoirul Anam, Rabu (27/03/2019).

Sementara tahun ini jumlah CJH asal Lamongan ada sebanyak 1.696 orang. Sebanyak 76 orang masuk cadangan yang berhak melakukan pelunasan BPIH. Besaran biaya haji ditetapkan mencapai sebesar Rp. 36.586.945 per jamaah.
 

Ketentuan, pelunasan BPIH bisa dilakukan mulai 19 Maret sampai dengan 15 April 2019.

Untuk proses pelunasan, CJH perlu menyiapkan sejumlah berkas, di antaranya berkas setoran awal, SPPH, Surat Keterangan Sehat tahap II (Istithoah kesehtan) dan dokumen kependudukan lainnya.

Ia berharap, para jamaah tidak perlu menunda-nunda pelunasan.

"Kalaupun ada kesulitan atau ketidakpahaman, jamaah bisa langsung menghubungi petugas," ujarnya.

Anam menambahkan ada sejumlah CJH di Lamongan yang memutuskan untuk menunda berangkat tahun ini.

Di antara mereka bahkan sudah membuat pernyataan menunda keberangkatan dengan alasan yang dibenarkan seperti ada yang karena ekonomi, ada yang kesehatan dan lainnya.
 

"Sedikitnya ada 20 orang CJH yang resmi menyatakan penundaan berangkat," pungkasnya.(Hanif Manshuri-Surya.co.id/jko)


 

27 March 2019
Wabup Mojokerto Diperiksa KPK Sebagai Saksi Kasus Jual Beli Jabatan
Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Pungkasiadi terseret kasus korupsi yang menjerat Bupati Nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP). Hari ini dia diperiksa penyidik KPK sebagai saksi.

Pungkasiadi tiba di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara pukul 10.16 WIB. Memakai kemeja putih lengan panjang dan celana hitam, dia masuk melalui pintu lobi.

Dengan santai sembari melambaikan tangan ke para wartawan, Pungkasiadi meniti tangga menuju ke Aula Wira Pratama di lantai dua Mapolres Mojokerto Kota. Di aula tersebut, penyidik KPK sudah menunggu untuk memintai keterangan orang nomor dua di Pemkab Mojokerto tersebut.

"Assalamualaikum," lontar Pungkasiadi sambil tersenyum ke arah wartawan, Rabu (27/3/2019).

Seperti informasi yang dihimpun detikcom, pemeriksaan Wabup Pungkasiadi terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Mojokerto, yang diduga dilakukan Bupati Mustofa Kamal Pasa.

Rumor jual beli jabatan semasa kepemimpinan Bupati Mojokerto Nonaktif itu sudah menjadi rahasia umum. Pungkasiadi dikabarkan diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Selain wabup, penyidik KPK hari ini juga memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Mojokerto. Antara lain Kepala Dinas Pertanian Suliestyawati, Kepala Inspektorat Bambang Wahyoadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Zainul Arifin serta Kepala Dispendukcapil Bambang Eko Wahyudi. Kemudian tampak pula mantan ajudan sekaligus mantan Camat Trowulan Ali Kuncoro, serta seorang kontraktor.

Pemeriksaan secara maraton oleh KPK di Kota Mojokerto terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka MKP. Lembaga antirasuah itu menemukan dugaan pencucian uang yang dilakukan MKP terhadap uang gratifikasi Rp 34 miliar.

MKP diduga menyimpan secara tunai atau sebagian ke rekening bank miliknya atau perusahaan milik keluarganya, Musika Group yaitu CV Musika, PT Sirkah Purbantara, dan PT Jisoelman Putra Bangsa. Modus yang digunakan adalah utang bahan atau beton.

MKP juga diduga menempatkan, menyimpan, dan membelanjakan hasil penerimaan gratifikasi berupa uang tunai sebesar Rp 4,2 miliar, kendaraan roda empat sebanyak 30 unit atas nama pihak lain, kendaraan roda dua sebanyak 2 unit atas nama pihak lain dan jetski sebanyak 5 unit. Dia disangka melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. KPK juga telah menyita sejumlah aset dan dokumen milik Mustofa.

Selain TPPU, MKP juga dijerat dengan sangkaan gratifikasi terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto bersama-sama Zaenal Abidin, Kepala Dinas PUPR Pemkab Mojokerto periode 2010-2015. Salah satunya proyek pembangunan jalan pada 2015. Saat ditetapkan sebagai tersangka, KPK menduga gratifikasi yang diterima keduanya Rp 3,7 miliar. Dalam proses penyidikan, jumlah gratifikasi yang ditemukan bertambah hingga mencapai Rp 34 miliar.(Enggran Eko Budianto - detikNews/jko)
27 March 2019
Bayi Laki-Laki Ditemukan Mengapung di Bendungan
Jasad bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengapung di Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (27/3/2019).

Bayi naas itu ditemukan pertama kali oleh Kamari (68), seorang pencari rosokan sampah plastik di area bendungan. Jasad bayi mengapung di 200 m sisi timur pintu turbin, bendungan Sengguruh.

“Saksi ini dalam kesehariannya bekerja sebagai pencari rongsokan. Saat itu, ia sedang bekerja mencari barang bekas didekat Bego dan melihat ada orok bayi yang mengapung,” ungkap Kompol Bindriyo, Kepala Polisi Sektor Kepanjen.

Melihat orok bayi tersebut, lanjut Bindriyo, saksi mengangkat dan dinaikkan kedalam perahunya untuk dilaporkan ke satpam bendungan Sengguruh.

“Saksi membawa ketepi dan melaporkan penemuan orok bayi itu ke satpam yang berjaga dan diteruskan Ke Polsek Kepanjen,” jelasnya.

Mendapat laporan tersebut, tambah Bindriyo, pihaknya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Melihat kondisi fisik, bayi ini belum waktunya lahir, atau dari proses aborsi. Kami perkirakan usia kematian sekitar 6-7 hari lalu. Kami menduga jasad bayi ini sengaja sengaja dibuang disepanjang aliran DAS Brantas mulai kota Malang,” pungkasnya.

Orok bayi tersebut, akhirnya dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang, untuk dilakukan visum.(Brama Yoga Kiswara-Beritajatim.com/jko)
27 March 2019
Mantan Perawat di Blitar yang Diduga Alih Profesi Buka Jasa Aborsi
Sebuah rumah di Jalan Cokroaminoto, Kota Blitar mendadak jadi sorotan. Di rumah itu, pensiunan perawat berusia 80 tahun menjalankan praktik aborsi selama puluhan tahun.

Dalam keseharian, manula berinisial N ini menggunakan kursi roda. Namun siapa sangka, di rumah itulah N diduga melakukan praktik aborsi selama 24 tahun. Yakni sejak pensiun sebagai perawat dari sebuah rumah sakit pemerintah di Blitar.

Polisi sudah lama menerima laporan warga sekitar, terkait dugaan aborsi ilegal di rumah N. Namun baru bisa menemukan bukti ketika ada perempuan berusia 21 tahun yang rumah itu dalam kondisi hamil muda.


"Kami lakukan penggerebekan dan di dalam rumah itu ada wanita sedang hamil muda. Menurut pengakuan wanita itu, dia sudah diberi obat untuk menggugurkan kandungannya yang berusia 4 minggu," kata Kasat Reskrim Polresta Blitar AKP Heri Sugiono pada detikcom di Mapolresta, Rabu (27/3/2019).

Begitu mendengar pengakuan pasien, polisi lalu membawanya ke RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar. Hasil visum luar tim medis menyatakan, jika janin masih berada di dalam kandungan. Sang pasien mengaku tahu praktik aborsi yang dilakukan N dari temannya. Menurutnya, sang teman telah menggugurkan kandungannya di rumah N setahun yang lalu.

"Kami kembangkan penyelidikan. Di dalam rumah N, kami temukan peralatan medis lengkap untuk penanganan proses persalinan. Saat ini, kami juga menyusuri semua bagian rumah, untuk menemukan bukti-bukti pendukung adanya praktik aborsi di rumah ini," imbuh Heri.

Dari perempuan muda itu, diperoleh keterangan jika proses menggugurkan kandungan tidak langsung aborsi. Namun pasien akan diberi obat peluntur terlebih dahulu. Jika obat bereaksi, pasien diminta untuk datang dan dilakukan proses pembersihan kandungan.

"Tapi kalau obat tidak bereaksi, penuturan perempuan ini, baru akan dilakukan tindakan aborsi," tambahnya.

Selama masih mencari bahan bukti, polisi belum menetapkan N sebagai tersangka. N belum ditahan, namun bersedia kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung.

"Keterangan lain yang diungkapkan perempuan muda itu, N mematok tarif Rp 5 juta untuk menggugurkan kandungannya," pungkasnya.(Erliana Riady - detikNews/jko)
27 March 2019
KPU Tulungagung Disribusikan Logistik Bilik dan Kotak Suara ke Kecamatan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung mulai melakukan distribusi kebutuhan logistik ke 19 kecamatan. Pendistribusian logistik ini dibagi dalam beberapa tahap, untuk tahap pertama KPU mengirimkan bilik dan kotak suara. Selanjutnya logistik ini akan disimpan di tiap kecamatan, untuk dirakit sebelum didistribusikan ke desa dan tempat pemungutan suara.

Dalam proses pendistribusian ini, KPU menggunakan armada enam buah truck, setiap hari mereka melakukan pengiriman maksimal ke lima kecamatan.

Distribusi ini ditargetkan rampung dalam waktu lima hari, nantinya setelah bilik dan kotak suara dirakit di kecamatan sudah selesai, KPU kemudian mengirimkan kebutuhan logistik lainnya, seperti surat suara dan formulir kelengkapan lain.

Semua kebutuhan logistik tersebut akan disimpan di kecamatan hingga tiga hari sebelum pelaksanaan pemilu. Setelah itu akan didistribusikan ke setiap desa dan disimpan hingga satu hari sebelum pencoblosan, selanjutnya logistik ini akan didistribusikan ke tempat pemungutan suara.

Ketua KPU Tulungangung, Suprinho, menjelaskan, proses pendistribusian logistik ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian bersenjata, yang ikut langsung di kendaran pengangkut logistik.

"Pengawalan ini untuk memastikan tidak terjadi masalah keamanan dalam proses distribusi," jelas Suprinho.

Pihak KPU sendiri menyatakan semua kebutuhan logistik sudah lengkap dan tidak ada kekurangan.

Pemilihan umum ini akan berlangsung 17 April mendatang, masyarakat diminta untuk datang ke tempat pemungutan suara yang telah ditentukan, untuk menggunakan hak pilihnya.(Agus Bondan-Pojokpitu.com/jko)
27 March 2019
Candi Pra-Majapahit, Jasa Marga: Jalur Tol Malang Tunggu Rakor
PT Jasa Marga Tbk menyatakan belum memutuskan untuk memindahkan jalur tol Pandaan-Malang karena adanya situs purbakala Pra-Majapahit di wilayah itu, dan masih menunggu hasil rapat koordinasi antarinstansi yang dijadikan dasar keputusan.

"Hingga hari ini masih belum ada keputusan, dan tetap seperti semula," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Pandaan Malang (JPM) Agus Purnomo dikonfirmasi Selasa, 26 Maret 2019, di Surabaya.
 

Sebelumnya, pihak JPM mendukung pengembangan dan pelestarian Situs Sekaran yang ditemukan di area pembangunan tol Pandaan-Malang Seksi V, di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Project Manager II PT Jasa Marga Lawang-Malang Indrawan mengaku bersedia untuk memberikan fasilitasi berupa akses jalan, apabila nantinya Pemerintah Kabupaten Malang memutuskan untuk mengembangkan dan melestarikan situs pra-Majapahit itu menjadi salah satu destinasi wisata.

"Pengembangan dan pelestarian situs, Jasa Marga mendukung. Jika nanti Pemerintah Kabupaten mengembangkan lokasi itu menjadi daerah destinasi wisata, atau rest area, kami akan mendukung untuk menyediakan akses meskipun tidak ada rencana dari kami," katanya.

Indrawan mengemukakan, keputusan untuk menjadikan area temuan Situs Sekaran tersebut menjadi salah satu destinasi wisata, sepenuhnya menjadi keputusan Pemerintah Kabupaten Malang. Pihaknya hanya berupaya untuk menyediakan fasilitas berupa akses jalan.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur menemukan struktur bangunan batu bata, yang ukurannya lebih besar dari batu bata di Kawasan Cagar Budaya Trowulan. Kesimpulan sementara para arkeolog, bangunan di Desa Sekarpuro itu berasal dari masa pra Majapahit.
 

Hal tersebut didukung dari temuan lepas berupa fragmen porselen dan mata uang Tiongkok yang didominasi berasal dari masa Dinasti Song, atau abad X hingga XIV.

Pada situs yang dinamakan Sekaran itu juga telah ditemukan tiga sisa pondasi struktur bata yang berdasarkan denahnya memiliki orientasi Barat laut-Tenggara, dan masih memiliki potensi yang cukup besar untuk ditemukan sisa-sisa pondasi lainnya di area singkapan seluas 380 meter persegi.

Berita lain tentang situs Majapahit lainnya, bisa Anda ikuti di Tempo.co.(Yudono Yanuar-tempo.co/jko)
 

 

 

26 March 2019
Warga di Nganjuk Demo Tuntut Perbaikan Jalan Rusak
Parahnya kerusakan jalan di Nganjuk membuat marah warga, ratusan warga melampiaskan kekesalannya dengan aksi demo di depan kantor kecamatan. Warga meminta agar pemerintah segera memperbaiki jalan yang rusak.

Ratusan warga Sukomoro mendatangai kantor kecamatan menuntut perbaikan jalan di wilayah Kelurahan Sukomoro diperbaiki, karena seama ini jalan lingkungan templek sukomoro kondisinya rusak parah.

Dengan menggunakan pengeras suara, warga menuntut untuk secepatnya akses jalan diperbaiki, karena sangat mengganggu aktifitas warga, juga anak sekolah.

Hendro Santoso, koordinator aksi, mengatakan, camat saat musrenbang pernah menjanjikan akan membangun akses jalan yang rusak. "Tetapi hingga saat ini akses jalan lingkungan templek masih rusak," kata Hemdro Santoso.

Usai orasi seluruh pendemo diterima, Tri Basuki, Camat Sukomoro, berdialog menyampaikan pendapatnya, seperti dalam orasi tuntutan warga pavingisasi jalan lingkungan templek segera direalisasikan.

Tri Basuki, mengatakan, tuntutan warga itu sudah masuk dalam daftar rencana pembangunan kecamatan, semua tuntutan masyarakat telah diajukan ke Bappeda.

"Saya meminta kepada masyarakat untuk ikut serta mengawal pengajuannya supaya segera direalisasi pemerintah daerah," ujar Tri Basuki.

Usai mendapatkan penjelasan dari camat, seluruh peserta demo membubarkan diri dengan tertib. Warga mengancam bila jalan tidak juga diperbaiki maka warga akan menggelar aksi yang lebih besar.(Achmad Syarwani-Pojokpitu.com/jko)
26 March 2019
 Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Hutan Lamongan, Tubuhnya Melepuh, Rambut Rontok & Tangan Hancur

Mayat yang belum identitasnya ditemukan dalam kondisi membusuk di hutan Kali Lunyu, Desa Moronyamplung, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan, Selasa (26/03/2019) siang.

Saat ditemukan, mayat itu tidak bisa dikenali.

Bagian tubuh mayat itu sudah melepuh, rambut rontok, dan tangannya hancur.
 

Wayat itu ditemukan warga yang hendak ke hutan.

Tim Inafis Polres Lamongan harus ekstra hati-hati untuk mengevakuasi jasadnya.

“Tubuhnya sudah hancur. Kami belum tahu mayat itu perempuan atau laki - laki.”

“Bagian tubuhnya sudah rapuh semua. Tapi kelihatannya mayat ini adalah wanita,” kata AKP M. Andi Lilik, Kapolsek Kembangbahu kepada SURYAMALANG.COM.

Pihaknya masih mengidentifikasi untuk memastikan penyebab kematian korban.
 

“Sekarang mayat itu dalam penanganan Tim Inafis,” kata Lilik.(Hanif Manshuri-Surya.co.id/jko)


 

26 March 2019
Puluhan Siswa SMP di Kota Mojokerto Mendadak Kesurupan
Puluhan siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Mojokerto mendadak kesurupan. Kesurupan massal ini terjadi saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sedang berlangsung.

Salah seorang siswa kelas IX, Haikal mengatakan, kesurupan massal ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu siswa kelas VIII sedang belajar, sedangkan siswa kelas IX baru menyelesaikan ujian sekolah mata pelajaran Matematika.

"Awalnya yang kesurupan siswa kelas VIII A, lalu merembet ke kelas VIII H dan I," kata Haikal kepada detikcom di SMPN 1 Kota Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Selasa (26/3/2019).

Mendengar keributan dari kelas VIII A, I dan H, Haikal datang untuk membantu. Dia menghitung lebih dari 20 siswa yang mengalami kesurupan. Mayoritas yang kesurupan merupakan siswa perempuan.

"Yang kesurupan 20 lebih. Mereka mengerang kesakitan di dada kiri, telinganya seperti tuli, ada yang kepala dan kakinya sakit, ada juga yang matanya seperti buta," ujarnya.

Kesurupan massal ini sempat membuat para guru kewalahan. Pihak sekolah sampai mendatangkan 2 orang pintar untuk menyembuhkan para siswa yang kesurupan. Puluhan siswa itu bisa ditenangkan setelah kesurupan sekitar 15 menit.

"Yang menyembuhkan guru sini satu orang sama dua orang dari luar sekolah. Siswa yang kesurupan dibawa ke musala, ruang Kepala Sekolah dan di ruang kelas," terangnya.

Pantauan di lokasi pukul 12.00 WIB, kondisi di SMPN 1 Trowulan sudah kembali tenang. Sebagian besar siswa korban kesurupan sudah dipulangkan. Hanya ada beberapa yang menunggu dijemput orang tuanya di depan ruang Kepala Sekolah.

Salah seorang di antaranya adalah Salsa (14), siswi kelas VIII A SMPN 1 Kota Mojokerto. Sebelum kesurupan, dia sempat merasakan pusing di kepala dan tubuhnya menggigil kedinginan.

"Rasanya pusing, dingin sampai menggigil, setelah itu saya tidak ingat," ungkapnya sembari merebahkan diri di kursi didampingi sejumlah teman sekelasnya.(Enggran Eko Budianto - detikNews/jko)
26 March 2019
Sopir Ekspedisi Tewas di SPBU, Polisi Amankan Obat Herbal
Ketenangan di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Karangkletak, Kecamatan Perak, berubah menjadi kepanikan, Selasa (26/3/2019). Hal itu menyusul ditemukannya sopir ekspedisi yang meninggal di area parkir SPBU tersebut.

Korban adalah Mujiono (64), warga Banyakan, Kabupaten Kediri. Dugaan sementara, korban meninggal akibat kelelahan. Guna penyelidikan, polisi menyita satu bungkus bekas obat herbal masuk angin yang diduga sempat dikonsumsi korban sebelumnya.

Selanjutnya, jasad korban dibawa ke kamar jenazah RSUD Jombang. “Tidak ada bekas kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit dan kelelahan,” ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu.

Azi mengatakan, Mujiono bekerja di perusahaan ekspedisi makanan ringan asal Semarang. Saat itu, korban dalam perjalanan pulang menuju Kediri. Sebelum ditemukan meninggal, beberapa jam sebelumnya, sopir ini mengeluh sakit pada bagian dada sebelah kiri.

“Dia mengeluh kepada rekannya sesama sopir, yaitu Hadi asal Kecamatan Diwek, Jombang. Rekannya sudah menyarankan agar Mujiono periksa ke rumah sakit. Namun saran itu ditolaknya,” kata Azi menambahkan.

Hadi membenarkan permasalah tersebut. Menurut Hadi, pada Senin malam, saat bongkar muatan di gudang Indomaret, Mujiono mengeluhkan sakit di dada kiri. Bibir korban juga nampak pucat. Hadi kemudian mengajak rekannya itu berobat ke rumah sakit.

Hanya saja, yang bersangkutan tidak mau. Mujiono sempat pamit hendak tidur di truk nopol AG 8187 AG yang ia parkir di SPBU Karangkletak. Hadi baru mengetahui rekannya ini meninggal setelah mendapat kabar melalui grup Whatsapp.

“Saya kemudian bergegas ke lokasi untuk memastikan kabar tersebut. Ternyata benar, kawan saya meninggal di dalam truk. Semalam dia memang mengeluhkan sakit di dadanya,” ujar Hadi ketika dikonfirmasi.(Yusuf Wibisono-Beritajatim.com/jko)
Page 1 of 163      1 2 3 >  Last ›