Selingan

08 October 2018
10 Hal Ini Bikin Anda Susah Naik Jabatan, Apa Saja?
Sukses dalam karier dan memiliki masa depan cerah merupakan hal yang diinginkan oleh banyak orang. Namun di dalam praktiknya, hal ini tidaklah semudah yang dibayangkan, terutama bagi para pemula yang baru saja terjun ke dunia kerja.

Ada banyak masalah yang kerap terjadi, beberapa di antaranya bahkan bisa saja tidak Anda sadari dan prediksi. Pastikan Anda mengenal berbagai masalah yang bisa menghambat karier, agar langkah Anda dalam menitinya dengan baik dan meraih kesuksesan.

Seperti dikutip dari Cermati.com, berikut sepuluh penghambat karier Anda untuk bisa berkembang. Kenali dan lakukan cara yang tepat untuk mengatasinya.

1. Tidak Berani untuk Memulai Sesuatu

Menjadi pemula selalu identik dengan berbagai ketakutan, termasuk untuk memulai karier. Rasa takut seperti ini tentu sangat wajar, namun akan sangat merugikan jika dibiarkan terus berkembang dan menjadi penghalang di dalam karier Anda.

Hindari rasa takut ini sejak awal, yakni dengan memilih bidang yang tepat dan mamulai karier sesegera mungkin.

2. Menyia-nyiakan Peluang yang Ada

Ada banyak peluang yang mungkin datang, namun bisa saja kesempatan itu menjadi satu-satunya yang terbaik di dalam hidup Anda.

Membuang banyak kesempatan, sama saja dengan menyia-nyiakan peluang sukses Anda di masa yang akan datang. Pastikan Anda memanfaatkan setiap kesempatan yang ada dan tidak membuangnya dengan sia-sia.

3. Takut Mengambil Risiko

Kesuksesan kerap bersanding dengan sejumlah risiko di dalamnya. Nah, hal ini harus Anda pahami saat berkarier. Jika takut mengambil risiko, maka Anda juga sedang menunda kesuksesan di dalam karier.

Hindari hal ini dengan tepat, yakni dengan mengenal dan berani mengambil risiko yang mungkin akan Anda hadapi di dalam perjalanan karier, termasuk mengelola berbagai risiko tersebut dengan cara-cara yang tepat.

4. Tidak Memiliki Rasa Percaya Diri

Apapun karier yang akan Anda geluti, pasti membutuhkan rasa percaya diri untuk memulainya dengan baik. Rasa percaya diri akan membuat Anda memiliki nilai lebih dan juga kenyamanan yang maksimal untuk menghadapi berbagai tantangan di dalam karier tersebut.

5. Tak Enak Hati Menolak Permintaan Orang Lain

Memiliki sifat yang baik dan murah hati adalah hal yang positif. Namun jika berlebihan, maka bisa menjadi kekurangan tersendiri di dalam diri seseorang.

Jangan selalu mengiyakan permintaan orang lain, terutama yang akan menyulitkan dan membuat Anda repot. Mulailah memilih dan membatasi sikap seperti ini, agar bisa lebih berkonsentrasi pada urusan serta karier Anda.

6. Tidak Yakin pada Keahlian Sendiri

Keahlian adalah aset berharga di dalam diri Anda. Namun jika Anda tidak yakin dengan hal tersebut, maka bagaimana Anda akan menunjukkan dan mengelolanya dengan baik di dalam karier Anda?

Untuk itu bekali diri dengan keterampilan dan kemampuan yang mumpuni serta percaya dirilah bahwa Anda bisa.

7. Tak Punya Jaringan yang Luas

Terbiasa memilih-milih teman dan hanya bergaul nyaman dengan orang-orang itu saja, maka Anda hanya akan memiliki jaringan yang sempit dan terbatas.

Hal ini bisa saja menghambat karier dan kesuksesan Anda di masa yang akan datang. Untuk itu, mulailah membuka diri dan bangun jaringan yang lebih luas, agar Anda bisa berkembang dan membuka peluang sukses yang lebih besar lagi.

8. Bersikap Sok Pintar dan Paling Tahu Segalanya

Percaya diri tentu perlu, namun bukan berarti Anda harus bersikap sok pintar dan tahu dalam segala hal. Ini akan membuat Anda besar kepala dan tidak bisa berkembang dengan baik di dalam karier.

Hindari hal ini sejak awal, agar Anda bisa bekerjasama dengan orang lain dan selalu belajar untuk memperbaiki diri.

9. Tidak Menerapkan Strategi yang Tepat

Untuk sukses di dalam karier, Anda akan membutuhkan strategi yang jitu sejak awal. Namun strategi ini bisa saja meleset dari perkiraan atau bahkan tidak sesuai dengan rencana.

Untuk mengatasi kondisi ini, atur dan terapkan strategi yang tepat, termasuk menyiapkan strategi cadangan sebagai solusi lainnya jika strategi utama tidak berhasil.

10. Ingin Bekerja Sendiri dan Tidak Bisa Bekerja dalam Tim

Banyak pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan seorang diri, di mana Anda membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikannya.

Jika ingin sukses, pastikan Anda bisa bekerja sama dengan orang lain atau tim, sehingga langkah Anda untuk meniti karier bisa berjalan dengan baik.

Menikmati Setiap Tantangan di dalam Meniti Karier

Jika Anda ingin sukses dalam meniti karier, pastikan Anda memiliki persiapan yang baik sejak awal. Hal ini penting, untuk membuat berbagai langkah Anda menjadi lebih mudah dan lancar.

Nikmati setiap tantangan yang datang di dalam karier Anda, agar semuanya terasa lebih ringan dan menyenangkan untuk dihadapi.(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)

 

 

 

 



 

28 September 2018
Dua Karunia Terbaik
Sejatinya, kehadiran Tahun Baru Islam 1440 H menjadi momentum perubahan, baik untuk diri, keluarga, masyarakat, maupun negara. Terlepas ada kaitan historis atau tidak, nyatanya setiap 10 Muharram disebut Lebaran Anak Yatim dengan berbagi kenikmatan.Hendaknya sebagai orang tua, kita berusaha sepenuh hati, seluas pikiran, dan sekuat tenaga menanamkan karakter kedermawanan kepada anak- anak sejak dini.

Baginda Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam at-Turmudzi menyebutkan dua karunia terbaik yang ingin diraih manusia, yakni harta dan ilmu. Keduanya dinilai sebagai kebaikan dalam kehidupan dunia yang harus dicari dan diperjuangkan (QS 2: 272, 28: 77).Dengan karunia ini, seseorang akan mudah menggapai jabatan dan kekuasaan. Namun, ia juga bisa mencelakakan manakala manusia teperdaya oleh nafsu serakah.Bukankah Qarun ditenggelamkan ke perut bumi sebab angkuh atas hartanya (QS 28: 76-29)? Begitu pun Nabi Musa AS ditegur oleh Allah SWT karena merasa paling pintar (HR Bukhari).

Dalam hal pencapaian kedua karunia tersebut, Nabi SAW membagi manusia menjadi empat macam.Pertama, orang berharta dan berilmu (razaqa hullahu maalan wa `ilman).Pencapaian inilah yang paling utama jika mampu menjaganya dengan baik (bersyukur). Mereka meraih kekayaan tetapi senang bersedekah dan memberdayakan dhuafa.

Selain itu, mereka berpendidikan tinggi hingga mampu merekayasa potensi alam dan sosial demi kemajuan umat. Walau berharta dan berilmu, mereka tetap rendah hati (QS 25: 63). Bahkan, kita pun boleh iri hati (positif) kepada orang kaya yang dermawan dan orang berilmu yang mengamalkan dan mengajarkannya (HR Muttafaq'alaih).

Kedua, orang tak berharta tetapi berilmu (razaqa hullahu `ilman wa lam yarzuqhu maalan). Orang semacam ini akan mudah menata kehidupannya menjadi lebih baik walau dalam kesahajaan. Dengan ilmunya idealisme dan kreativitas akan tumbuh sehingga bisa merancang perubahan dan menjadi rujukan atas pemasalahan (QS 21: 7). Jika mampu menggerakkan orang berharta, mereka akan menjadi kekuatan besar dalam gerakan dakwah. Mereka pun mendapat ganjaran sebesar orang yang berharta.

Ketiga, orang berharta tetapi tak berilmu (razaqa hullahu maalan wa lam yarzuqhu `ilman). Keberuntungan bisa saja menghampiri seseorang, seperti mendapat harta warisan atau dengan pengalaman bisnis seadanya bisa meraup keuntungan. Namun, orang semacam ini rapuh sebab tidak mampu mengelolanya dengan profesional atau rentan ditipu orang lain. Apalagi, jika ia tidak memahami hakikat nikmat tersebut sehingga suka membanggakan diri, kikir, dan ria (QS 4:36-38, 57: 23-24).

Keempat, orang tak berharta dan tak berilmu (lam yarzuqhu maalan wa laa `ilman). Kelompok inilah yang paling rendah derajatnya dan susah menjalani kehidupan. Mereka tak mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari hingga sebagian menjadi pengemis atau gelandangan (miskin).Mereka tak punya keahlian untuk bekerja dan mengubah jalan hidup.Boleh jadi mereka tak mendapatkan akses pendidikan atau sebab malas belajar (bodoh). Namun, miskin dan bodoh bukan takdir, melainkan pilihan sikap karena kemalasan (QS 13: 11).

Setiap orang bisa memilih dan mengubah jalan nasibnya sendiri.Sebesar apa usaha yang dilakukan, sebesar itu pula hasil pencapaian.Harta dan ilmu akan menjadi kemuliaan bila didasari keimanan dan keadaban. Jika tidak, ia bagaikan perhiasan yang sering kali menjerumuskan (QS 89: 15-16). Allahu a'lam bishshawab.(REPUBLIKA.CO.ID,OLEH DR HASAN BASRI TANJUNG/jko)

 
26 September 2018
5 Cara Agar Pegawai Tak Takut Kompetisi di Kantor
Adanya persaingan antara pegawai di kantor ternyata bisa memberikan efek positif. Asalkan kompetisi berjalan secara sehat, pihak perusahaan dan pegawai bisa sama-sama mendapat keuntungan.

Jika persaingan tidak sehat bisa mengakibatkan sabotase dan lingkungan kerja yang toxic, sebaliknya persaingan sehat di kantor bisa menciptakan inovasi dan memunculkan sikap untuk saling bekerja sama.

Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana mendorong kompetisi pegawai yang sehat di kantor? Berikut 5 tips menarik untuk mencapai hal tersebut dari Excellence.Asia.

1. Tunjukkan bahwa Kompetisi Membuat Tugas Seru

Mihaly seorang Psikolog dan Penulis Flow: The Psychology of Optimal Experience, melakukan penelitian dan menggunakan istilah ‘flow’. Ia memaparkan bahwa ketika seseorang mengalami ‘flow’ didefinisikan sebagai tenggelam dalam aktivitas sampai orang tersebut tersesat dalam tugas yang sedang dihadapinya.

Mihaly menemukan bahwa kompetisi adalah salah satu situasi utama ketika orang ‘mengalami flow’ – selama kompetisinya cukup sulit. Jika tugasnya terlalu mudah, maka orang tidak perlu banyak usaha. Jika tugas yang diberikan terlalu menantang, orang akan cenderung menyerah.

Pada tingkat kesulitan yang tepat orang dapat menenggelamkan dirinya pada tugas yang sedang dihadapi. Semua konsentrasi dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan dan yang terpenting adalah: hal ini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat.

Dari konsep tersebut, jelas sekali bahwa menciptakan kompetisi di kantor dapat mendorong pengalaman ini. Dengan membenamkan karyawan dalam mencapai tujuan, maka waktu mereka di kantor akan jadi lebih menyenangkan. Mereka akan terdorong untuk bekerja dan pada gilirannya akan mencapai tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Kenapa? Karena mereka menyerang pekerjaannya dengan kekuatan yang lebih besar.

2. Kompetisi Memunculkan Kreativitas

Ketika orang berkompetisi, mereka menuntut dirinya agar berhasil dan ini memacu kreativitas dalam dirinya. Kreativitas ini mengarah pada peningkatan produktivitas. Adanya kompetisi, orang akan berusaha mencari solusi kreatif agar bisa berhasil.

Nah, ketika karyawan ingin berhasil, mereka terdorong untuk bereksperimen dengan pendekatan yang mengarah pada hasil yang lebih baik. Biasanya hal ini sering terjadi dalam tim pemasaran atau penjualan. Seorang sales misalnya, dirinya ingin mencapai target maksimal maka ia mencoba berbagai alternatif cara kreatif untuk memasarkan produknya. Sehingga ia bisa menjadi sales yang unggul dalam timnya, sekaligus bersaing dengan kompetitor.

3. Menumbuhkan Budaya Saling Memotivasi

Kompetisi dalam perusahaan memunculkan standar kerja yang lebih tinggi. Ketika seorang rekan menjual lebih banyak produk pada kuartal ini, tentu rekan kerjanya akan bekerja dengan lebih ekstra agar bisa menjadi setara atau bahkan lebih baik.

Kamu mungkin tidak menyadari bahwa ‘kamu sering melihat upaya apa saja yang dilakukan rekan kerja mu hingga bisa sukses seperti sekarang’. Nah, dengan kompetisi di kantor bisa mendorong budaya saling memotivasi.

4. Kompetisi Perkuat Relasi Karyawan dan Pegawai

Kompetisi yang dijalankan secara kolaboratif dan efektif, bisa memberikan citra yang lebih positif bagi perusahaan di mata karyawan. Pada akhir kompetisi, karyawan dapat melihat kembali pencapaian dan kemajuan yang telah dialami.

Apalagi dengan adanya apresiasi dari perusahaan yang diberikan kepada karyawan yang berhasil. Hal itu jelas menjadi sangat berharga. Karyawan akan merasa bangga dan menumbuhkan perspektif usaha ku tidak pernah sia-sia dan membuahkan hasil untuk perusahaan.

Hal ini tidak hanya menarik perhatian, tetapi bisa memotivasi karyawan untuk merekomendasikan perusahaan kepada teman-temannya. Dan perlu diketahui, bekerja dengan teman bisa meningkatkan produktivitas.

5. Kompetisi Hargai Kerja Keras

Kita semua pernah mendengar cerita tentang seorang karyawan yang membantu perusahaan mencapai target kemudian menerima bonus uang sebagai imbalannya. Situasi seperti ini malah bisa menghambat kerja keras dan tidak membuat karyawan bahagia.

Kompetisi bisa mendorong kerja keras. Mereka yang bekerja keras dan mencapai keberhasilan, tentu akan memberikan manfaat bagi perusahaan. Kompetisi bisa menghasilkan lebih banyak penghasilan daripada biaya hadiah.

Namun perusahaan kamu tidak perlu berkompetisi secara konstan. Semua dilakukan secara bertahap. Saat menerapkan tantangan ini, penting bagi perusahaan mu untuk menyiapkan sistem kompetisi terlebih dahulu. Sehingga sistem tersebut dapat membantu mempertahankan budaya perusahaan yang positif.

Semangat bisa didorong atau dibasahi oleh kompetisi. Apabila hal ini dipersiapkan dengan baik dan diterapkan secara tepat, maka perusahaan kamu secara dramatis dapat meningkatkan kesuksesan, produktivitas, dan mencapai keberhasilan.(Tommy Kurnia-liputan6.com/jko)

 

 

 

 

 

25 September 2018
4 Strategi jitu agar bisnis di Instagram laris manis
Kehadiran online shop yang marak memenuhi dunia bisnis, memberikan kemudahan bagi manusia sekarang ini yang mencintai kepraktisan. Instagram menjadi salah satu media online shop yang paling hits saat ini.

Selain mudah diakses, banyak pebisnis yang memanfaatkan media ini untuk menjajakan bisnisnya. Akan tetapi, berbisnis online shop di Instagram berarti juga harus mampu bersaing dengan para kompetitor yang ramai.

Berikut 4 strategi jitu agar bisnis Anda laris manis di tengah persaingan yang ketat, dikutip Cermati.

Percantik feed Instagram

Langkah yang bisa diambil adalah kelola akun Instagram olshop dengan cerdas. Percantik dan rapikan feed (kreasi foto) akun olshop. Juga jangan lupa, upload berbagai foto yang menarik pelanggan.

Hal lain yang juga tak boleh dilewatkan adalah tambahkan caption (keterangan foto) yang mudah dipahami, informatif, dan disertai dengan tanda pagar (#) yang menjual.

Lakukan endorse

Membayar jasa endorse dianggap sebagai cara yang efektif untuk mempromosikan barang. Sebab popularitas yang disandang selebgram dapat menarik pembeli.

Walaupun biaya yang dikeluarkan untuk paid endorse tidak sedikit, cara ini sudah terbukti mampu meningkatkan pembelian para olshop tersebut.

Adakan giveaway

Strategi lain untuk menarik minat Instagrammers adalah dengan mengadakan berbagai kontes, kompetisi, hingga tantangan. Strategi ini efektif diterapkan sebagai upaya branding awareness sekaligus mempromosikan olshop.

Jangan lupa! Agar kontes tidak sepi peminat, sediakan hadiah-hadiah menarik untuk para pemenang seperti voucher belanja, produk olshop, dan lainnya.

Perhatikan testimoni dari pembeli

Salah satu pertimbangan calon pembeli sebelum memutuskan untuk membeli dari olshop adalah ulasan dari para pembeli. Menampilkan testimoni para pembeli yang puas akan memberikan nilai tambah bagi olshop Anda.

Untuk itu, jangan lupa memprioritaskan kepuasan pelanggan guna suksesnya keberlangsungan olshop nantinya. Lakukan ini dengan tekun.(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)

19 September 2018
Cara Mudah Dapatkan Pekerjaan meski Belum Lulus Kuliah
Siapa bilang bekerja harus menunggu lulus kuliah terlebih dahulu. Artinya, belum mengantongi ijazah yang menandakan kamu lulus kuliah bukan jadi hambatan lagi untuk memperoleh pekerjaanyang diinginkan.

Bagi kamu yang ingin mendapatkan pekerjaan meski masih kuliah, ada cara yang mudah untuk dilakukan. Di beberapa negara lain, hal seperti ini bahkan lazim dan banyak dilakukan oleh para mahasiswa.

Pada dasarnya, ada banyak pekerjaan yang bisa didapatkan, meski kamu belum lulus kuliah. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi pekerjaan tetap. Namun sebagaimana pekerja lainnya yang akan mencari pekerjaan, kamu juga harus memiliki persiapan yang matang untuk terjun ke dunia kerja dan bekerja secepatnya.

Seperti dikutip dari Cermati.com, berikut cara mudah mendapatkan pekerjaan meski belum lulus kuliah.

1. Menjadi Pekerja Lepas (Freelancer)

Tidak harus selalu bekerja kantoran dan tampil formal dengan setelan busana kerja, kamu bisa saja bekerja dari rumah atau di mana pun berada dengan mudah. Nah, menjadi seorang pekerja lepas salah satunya yang bisa dilakukan.

Bahkan menjadi freelancer belakang ini cukup banyak diminati, terutama kalangan anak muda. Pekerjaan yang satu ini dianggap fleksibel dan lebih nyaman untuk dilakukan, karena tidak ada keharusan untuk mendatangi kantor dan juga tidak terikat dengan jam kantor yang pada umumnya sulit dipenuhi oleh sebagian orang.

Hal ini akan sesuai denganmu, mengingat kamu masih kuliah dan belum benar-benar “bebas” dari aktivitas kampus. Ada banyak jenis pekerjaan yang biasanya dilakukan freelancer, seperti penerjemah, penulis, konsultan, dan yang lainnya.

Pilihlah salah satu jenis pekerjaan yang tepat dan sesuai dengan kemampuan, agar kamu bisa menikmatinya dengan cara yang menyenangkan pula.

2. Mulailah Magang

Belum memiliki ijazah untuk bekerja sebagai profesional, kamu bisa mengawali karier menjadi anak magang terlebih dahulu. Tidak perlu minder, ada banyak perusahaan yang dengan senang hati menerima mahasiswa magang di kantor mereka, terutama jika kamu memiliki skill yang dibutuhkan perusahaan.

Pilih pekerjaan yang tepat dan sesuai dengan minat serta kemampuan, sehingga kamu bisa nyaman dan cepat belajar di perusahaan tersebut. Siapa tahu, setelah lulus nanti perusahaan tersebut justru ingin merekrutmu menjadi karyawan mereka, bukan? (Baca Juga: Berhenti Kuliah atau lanjut? Ini Jawabannya)

3. Bangunlah Sebuah Jaringan

Sama halnya dengan bisnis, mencari pekerjaan juga kerap membutuhkan jaringan yang luas dan kamu harus menyadari hal ini dengan baik. Jaringan yang baik bisa membuat kamu lebih mudah untuk mendapatkan berbagai informasi atau bahkan pekerjaan.

Di sela-sela mencari pekerjaan saat belum lulus kuliah, manfaatkan waktumu untuk membangun jaringan seluas-luasnya. Hal ini penting dan bisa dijadikan sebagai bentuk investasi pada masa depanmu nanti.

4. Jangan Malas Ikut Pelatihan

Tentu saja, kampus tidak selalu memberikan semua yang kamu butuhkan untuk bekerja dan menjadi karyawan yang luar biasa. Beberapa ilmu lainnya perlu dan bisa diperoleh di tempat lain, terutama yang berhubungan dengan pengembangan diri serta kepribadianmu.

Mulailah mengikuti pelatihan-pelatihan yang bisa membangun dan menambah nilai jualmu di mata perusahaan, sehingga kamu memiliki lebih banyak keterampilan. Pilih pelatihan yang sesuai dengan minat dan juga jurusan pendidikan kamu, agar hal tersebut benar-benar bisa mendukungmu di masa yang akan datang. (Baca Juga: Ini Caranya Bekerja Sambil Kuliah Secara Efisien dan Efektif)

5. Kembangkan Kemampuan Diri Melalui Media Sosial

Media sosial bukan hanya wadah untuk menemukan dan berkomunikasi dengan teman, bahkan orang lain. Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk mengembangkan diri dan membangun citra profesional dalam dirimu.

Saat ini, ada banyak perusahaan yang menjadikan hal tersebut sebagai pertimbangan mereka dalam merekrut karyawan baru. Nah, kenapa tidak kamu manfaatkan kesempatan itu?

Manfaatkan Waktu untuk Mengembangkan Diri dalam Berkarier

Bekerja sebelum lulus menjadi hal menyenangkan yang bisa dilakukan, terutama jika kamu memang sudah tidak memiliki aktivitas padat di kampus.

Pilih pekerjaan yang tepat dan sesuai dengan minatmu, sehingga kamu bisa memanfaatkan waktu di akhir kuliah tersebut untuk mengembangkan diri. Selain memperkaya diri dengan pengalaman, kamu juga bisa saja mendapatkan uang dari aktivitas tersebut, bukan?(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)

 

 

17 September 2018
6 Cara Cepat Dapat Kerja Usai Lulus Kuliah
Dilema hidup sesungguhnya terjadi saat lulus kuliah. Para lulusan baru (fresh graduate) harus memikirkan mau melamar kerja di mana agar tidak berlama-lama menyandang status pengangguran.

Di tengah-tengah persaingan kerja yang sangat ketat, mustahil rasanya untuk mendapatkan pekerjaan saat pertama kali menjatuhkan lamaran. Tetapi ingatlah, tidak ada hal yang tak mungkin selama ada upaya.

Kuncinya adalah melakukan persiapan secara matang dan melakukan beberapa tips tepat untuk cepat mendapat kerja di perusahaan yang jadi incaran.

Seperti dikutip dari Cermati.com, berikut cara cepat dapat kerja di perusahaan setelah lulus kuliah.

1. Bersungguh-sungguh Selama Magang di Perusahaan

Jangan hanya terpaku pada teori yang diberikan dosen di kampus. Karena pada dasarnya teori tanpa disertai praktik sama halnya seperti masak sayur tanpa garam. Tidak komplet.

Sembari menunggu kelulusan, kamu bisa memanfaatkan waktu luang di semester akhir untuk magang di sebuah perusahaan. Tunjukkan performa semaksimal mungkin dan bersungguh-sungguh agar perusahaan dapat melihat kualitas kerja kamu.

Magang di perusahaan akan membantumu untuk beradaptasi di dunia kerja nanti. Sehingga kamu tidak terkejut melihat situasi dan kondisi di tempat kerja.

2. Menyiapkan Portofolio yang Tepat

Portofolio yang dilampirkan akan memberimu nilai lebih di mata perusahaan. Sehingga surat lamaran kamu dapat dipertimbangkan oleh bagian personalia (HRD). Portofolio yang dimaksud bisa berupa portofolio akademis dan non akademis.

Lembar nilai akademik dan sertifikat lomba termasuk dalam portofolio di bidang akademis. Sedangkan sertifikat seminar, seperti seminar kewirausahaan (entrepreneurship) nasional serta lainnya merupakan termasuk dalam portofolio non akademis.

Apapun portofolio yang kamu dapat, lampirkan dalam daftar riwayat hidup (CV/curriculum vitae) yang ditulis. Semakin banyak portofolio yang berhasil dicantumkan, maka semakin besar pula peluangmu untuk diterima bekerja di perusahaan. Manfaatkan waktu selama di bangku kuliah untuk mengumpulkan portofolio ini.

3. Aktiflah Berorganisasi di Dalam Maupun di Luar Kampus

Aktif dalam organisasi adalah salah satu kunci untuk mencapai sebuah kesuksesan. Aktif berorganisasi secara tidak langsung akan mengasah kemampuan kamu, baik dalam hal manajemen waktu, kepemimpinan, kemampuan berbicara, maupun relasi.

Seseorang yang aktif berorganisasi akan terlihat berbeda jika dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah ikut organisasi di kampus. Perbedaan ini tidak hanya terlihat dari soft skill saja, tetapi juga dari semangat seseorang dalam menggapai target.

Semangat semacam inilah yang membuat mereka tidak mau diam setelah lulus kuliah. Sebaliknya, mereka akan mencari banyak sekali informasi terkait lowongan pekerjaan agar tidak terlalu lama menyandang gelar pengangguran.

4. Menjalin Relasi Sebanyak Mungkin

Kamu pasti pernah mendengar julukan ‘kupu-kupu’ alias kuliah pulang-kuliah pulang. Julukan ini diberikan kepada mahasiswa yang tidak pernah aktif dalam kegiatan di kampus. Jadi, hari-harinya hanya untuk belajar dan belajar, bukan untuk menjalin relasi dengan orang lain.

Padahal masa perkuliahan adalah waktu yang paling tepat untuk menjalin relasi. Pada masa ini, kamu dapat bertemu dengan banyak orang, terutama jika aktif mengikuti organisasi di kampus.

Dengan memanfaatkan relasi, informasi seputar lowongan kerja yang didapatkan juga semakin banyak. Sehingga kamu dapat menjatuhkan surat lamaran pada banyak tempat demi memperbesar peluang untuk bekerja.

5. Menyusun CV Kreatif

Sebelum menjatuhkan lamaran, perhatikan CV yang sudah kamu tuliskan, sudah menarik atau belum? Alangkah baiknya jika kamu menuliskan CV secara jujur. Artinya CV tersebut dapat mencerminkan kepribadian kamu yang sebenarnya.

Misalnya ketika melamar di bidang web designer, kamu dituntut untuk lebih kreatif dalam merancang sebuah situs (website) agar diminati oleh banyak orang.

Buatlah CV yang menarik dan menyajikan informasi yang detail, baik informasi mengenai data diri, pengalaman kerja, riwayat pendidikan dan keterampilan. CV inilah yang dapat kamu jadikan sebagai modal awal untuk memasuki tahap berikutnya dalam proses rekrutmen kerja.

6. Jangan Lamban, Bergeraklah Lebih Gesit dan Energik

Cobalah untuk lebih gesit saat kesempatan ada di depan mata. Jatuhkan lamaran sebanyak mungkin. Manfaatkan waktumu untuk mencari-cari lowongan kerja di internet, sehingga tidak ada satu perusahaan pun yang terlewatkan.

Selain melalui internet, informasi lowongan kerja juga bisa diakses melalui pameran lowongan pekerjaan (job fair). Menariknya, job fair dibuka untuk umum. Kamu yang masih duduk di bangku kuliah sekalipun bisa menghadiri untuk sekadar bertanya soal kriteria pelamar yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Persiapan Diri dengan Baik Sebelum Terjun di Dunia Kerja

Kerahkan seluruh tenaga dan upaya yang dimiliki untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Persiapkan diri secara matang selama proses rekrutmen, agar hasil yang kamu peroleh juga lebih maksimal. Jaga semangatmu demi meraih cita-cita, dan dapatkan pekerjaan impian tanpa berlama-lama menunggu.(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)

 

 
13 September 2018
Lokasi Berlindung Rasulullah yang Terlupakan
Ia adalah salah satu kisah paling heroik dalam sejarah awal Islam, bahkan mungkin dalam sejarah dunia. Ketika Rasulullah terpojok dalam kekalutan pasukan Muslim, dikepung pasukan Quraish, dan dilindungi para sahabat yang mengasihinya melebihi cinta terhadap kehidupan dan diri mereka sendiri.

Kisah tentang Wahb Almuzani yang melepas anak panah demi anak panah untuk melindungi Rasulullah hingga akhirnya syahid bersama sepupunya Harits. Kisah tentang Abu Dujanah sang Serban Merah Kematian dan Ali bin Abi Thalib sang pemegang Zulfikar, pedang bermata ganda, membabat pengepung Rasulullah.

Tentang Talhah bin Ubaidillah yang menjadikan dirinya perisai hidup untuk melindungi Nabi Muhammad SAW, dengan luka parahnya sendiri membopong Rasulullah ke tempat aman. Tentang Abu Ubaydah yang dengan giginya mencabut pecahan rantai baju besi yang menancap di pipi Rasulullah.

Ia juga kisah tentang Nusaibah bint Ka'ab, seorang perempuan Madinah yang mengambil pedang dan perisai dari mereka yang gugur dan dengan gagah berani pasang badan untuk Nabinya. Bertarung dengan kegigihan melebihi kebanyakan lelaki saat itu.

Kisah tentang Rasulullah yang dalam keadaan terluka menghadapi sendiri Ubay bin Khalaf yang menunggangi kuda menerjang dengan pedang untuk membunuh. Sekedipan mata, mengangkat tombak yang ia pegang dan melemparnya tepat sasaran dan merobohkan Ubay yang sedang mengayunkan pedang.
 

Periwayat awal sirah nabawiyah seperti Ibn Ishaq dan Ibn Hisham, kemudian penulis biografi modern Martin Lings alias Abu Bakar Sirajuddin belakangan, menuliskan dengan terperinci kejadian-kejadian tersebut. Saat Rasulullah sangat dekat dengan kematian menyusul kealpaan pasukan Muslim dalam Perang Uhud yang terjadi pada 625 Masehi. Saat sekitar 700 pasukan Anshar dan Muhajirin dari Madinah berhadapan dengan 3.200 pasukan Makkah di kaki Gunung Uhud.

Tapi di mana sebenarnya lokasi Rasulullah terdesak musuh tersebut?

Saat ini, yang dijadikan objek ziarah resmi oleh Kerajaan Arab Saudi adalah tanah lapang yang jaraknya sekitar 10 kilometer di utara Masjid Nabawi. Di situ, ada Bukit Rumat, lokasi 50 pemanah Muslim yang nantinya meninggalkan posisi dan mengubah jalannya Perang Uhud untuk keuntungan pasukan Quraish. Sekitar 20 meter ke utara bukit itu, ada makam para syuhada, tempat Hamzah ibn Abdul Muthalib gugur dan 70 martir Perang Uhud syahid dan dikuburkan. Persis di bagian timur makam itu, ada masjid megah.

Lokasi Rasulullah terkepung, menurut berbagai riwayat, masih sedikit jauh ke utara, tepatnya sekitar satu kilometer dari kompleks ziarah, di kaki Gunung Uhud serta tebing-tebing gunung tersebut. Hal ini mengingat Rasulullah dan pasukan Muslim yang tercerai-berai memang sempat terdorong ke utara dari lokasi utama pertempuran.

Kompleks ziarah dan lokasi itu dipisahkan jalan raya yang kabarnya melintang persis di atas lokasi Rasulullah terluka dan tanggal giginya dalam Perang Uhud. Di utara jalan raya itu, kompleks perumahan padat dengan jalan-jalan sempit yang hanya bisa dilintasi satu atau dua mobil.
 

Saat mencoba mencari lokasi itu pada Rabu (12/9), saya harus mengira-ngira di antara kelindan labirin pemukiman tersebut. Sebuah bus kuning yang saya sangka mengantar peziarah dan saya ikuti ternyata hanya bus sekolah yang mengantar pulang anak-anak siang itu.

Namun berkat mengikuti bus itu pula saya bertemu dengan Mukhtar Assaleh, seorang warga tempatan. Berkulit legam seturut asalnya yang dari Afrika, Mukhtar tak banyak bicara dan langsung membimbing ke lokasi yang saya cari.

Tiba di ujung timur laut pemukiman, tepat di kaki Gunung Uhud, ia menunjuk ke atas. “Di situ tempat berlindung Rasulullah,” kata dia dalam bahasa Arab. Ia menunjuk sebuah rekahan di gunung tersebut. Dari kaki gunung, jalur menanjak yang curam ke dasar rekahan itu sekitar 20 meter jaraknya

Menurut Mukhtar, ke situ Talhah menggendong Rasulullah saat keduanya terluka dan terdesak pasukan Quraish. Diriwayatkan, pasukan Muslim bertahan dari atas tebing sembari menghalau pasukan Quraish yang mencoba naik untuk membunuh Rasulullah selepas menyadari kabar kematian beliau yang beredar sebelumnya ternyata keliru. Kegigihan sisa-sisa pasukan Muslim yang langsung merapat melindungi Rasulullah membuat pasukan Quraish menyerah dan akhirnya kembali ke Makkah.

Rekahan yang tingginya sekitar lima meter lebih itu kini sudah disemen sepenuhnya. Dua tahun lalu, peziarah masih bisa naik sampai ke dasar rekahan. Mereka mengabarkan, ada bau harum misik menguar dari lokasi tersebut. Saat ini, kaki gunung sudah diimbuhi pagar besi dan kawat duri setinggi dua meter.

“Sudah ditutup, sudah ditutup,” kata Mukhtar.
 

Sebelum ditutup sepenuhnya, peziarah dari Pakistan, India, Turki dan beberapa negara lainnya kerap memanjat dan berdoa di lokasi itu. Dilansir di Saudi Gazette, hal itu yang membuat Kerajaan Saudi menutup lokasi meski sebagian sejarawan di Saudi membenarkan rekahan itu memang tempat berlindung Rasulullah. Pada 2006, menurut Arab News, sempat juga ada rencana penghancuran yang ditentang warga sekitar.

Bagaimanapun upaya penutupan itu agaknya berhasil. Siang itu, saya menyaksikan sejumlah orang dengan raut dan ciri khas peziarah Asia Selatan hanya berkendara melintas tanpa menengok rekahan tersebut.

Kenangan dan arti penting lokasi tersebut saat ini hanya dijaga penduduk di sekitarnya. Seperti Abdul Qadir, seorang bocah 10 tahun yang tinggal di rumah paling pojok tepat di kaki gunung di bawah rekahan. “Iya, Bapak bilang di situ dulu Rasulullah berlindung dan perangnya di rumah kami,” kata dia.(Republika/Fitriyan Zamzami/jko)

 

 

 

 
06 September 2018
Saksi Bisu Kisah Cinta Rasulullah
Seturut pengembangan dan perluasan Masjdil Haram, banyak lokasi-lokasi bersejarah yang tergerus dan sukar diketahui. Berdasarkan kisah dari jamaah-jamaah haji terdahulu, wartawan Republika.co.id, Fitriyan Zamzami mencoba menelusuri beberapa di antaranya. Berikut tulisannya.
 

Tercatat dalam kumpulan hadist Shahih Imam Bukhari, Aisyah sang istri muda Nabi Muhamamd SAW mengisahkan, sekali waktu seorang perempuan mendatangi kediaman Rasulullah SAW di Madinah. Ia saat itu meminta izin untuk menemui Rasulullah.

Mendengarkan cara perempuan itu meminta izin, menurut Asiyah, Rasulullah tiba-tiba dilanda kesedihan mendalam. “Ya Allah, itu Halah binti Khuwailid,” kata Rasulullah. Menurut Aisyah, Rasulullah merasa bersedih karena cara Halah meminta izin mirip dengan cara saudarinya, Khadijah binti Khuwailid biasa meminta izin sebelum memasuki rumah.

Aisyah kemudian dilanda kecemburuan terhadap almarhumah istri Nabi SAW tersebut. “Mengapa engkau mengingat-ingat perempuan tua suku Quraish yang sudah lama wafat itu, padahal Allah sudah memberikan yang lebih baik darinya?” kata Aisyah.

Imam Ahmd bin Hanbal mencatat dalam kumpulan haditsnya, Rasulullah dengan sabar kemudian menjelaskan keutamaan Khadijah dan alasan kecintannya pada beliau. “Allah tidak menggantikan dia dengan seorang wanitapun yang lebih baik. Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang menyangkalku, ia telah membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan aku, ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya, dan Allah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Allah tak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang lain,” kata Aisyah mengutip Rasulullah.
 

Lain waktu, selepas Perang Badar, seorang pasukan Quraish, Abul As bin Arrabi, tertangkap pasukan Muslim Madinah. Pria yang saat itu belum masuk Islam itu tak lain adalah suami Zainab, putri Rasulullah. Untuk menebus suaminya, Zainab yang masih tinggal di Makkah mengirimkan sebuah kalung batu onyx milik Khadijah yang dihadiahkan untuk pernikahannya.

Rasulullah menangis terkenang Khadijah saat memegang kalung tersebut dan langsung memerintahkan Abul As dibebaskan dengan syarat Zainab dijemput ke Madinah. Riwayat mencatat, cinta Rasulullah kepada Khadijah memang bukan cinta biasa. Selama 25 tahun pernikahan mereka, sebelum akhirnya Khadijah wafat, Rasulullah tak mengambil istri lain seperti awamnya para pria saat itu.

Khadijah, seorang saudagar kaya atas usahanya sendiri sebelum menikahi Rasulullah. Ia sempat dijuluki Putri Suku Quraish. Setelah memekerjakan Rasulullah dan mendengar soal keluhuran budi beliau, Khadijah jatuh sayang dan menugaskan pelayannya melamar Muhammad SAW, sebuah tindakan yang juga janggal pada masanya. Mereka menikah saat Rasulullah berusia 25 tahun dan Khadijah sekitar 40 tahun.

Khadijah mengorbankan banyak hal untuk agama Allah. Alih-alih takut statusnya dan kekayaannya berkurang, Khadijah mendukung perjuangan suaminya sejak wahyu pertama diturunkan. Beliau yang menenangkan dan meyakinkan Rasulullah soal kenabiannya.

Dengan kekayaannya, ia membeli para budak yang memeluk Islam dan membebaskan mereka. Hartanya juga ia habiskan guna menyokong para pemeluk Islam saat suku-suku Quraish memboikot Bani Hashim terkait dakwah Rasulullah selama tiga tahun.

Saat boikot tiga tahun itu pungkas, kesehatan khadijah juga tergerus. Ia kemudian menderita sakit yang singkat namun berakibat fatal. Rasulullah terus menemaninya selama sakit tersebut. Rasulullah berulang kali mengabarkan terkait kemuliaan yang akan didapat Khadijah di surga.

Saat akhirnya Siti Khadijah wafat, Rasulullah sendiri yang masuk ke liang lahat untuk membaringkan Radiallahuanha. Beliau sendiri juga yang meratakan tanah di atas makam istrinya tersebut.

Saya mengunjungi lokasi Rasulullah mengantarkan jasad kekasihnya tersebut di Kompleks Pemakaman Mu’alla atau Ma’la, tiga kilometer ke arah utara Ka’bah, akhir pekan lalu. Tak seperti biasanya, pekuburan tersebut dibuka untuk umum sore itu. Biasanya, jamaah haji atau umrah hanya diberi kesempatan memberikan salam dari dalam bus yang melintasi pemakaman tersebut.

Kompleks pemakaman itu terletak di wilayah perbukitan. Sebab itu, bagian-bagian makam tersebut berundak-undak. Seluruh bagian makam diratakan, dan hanya ditandai dengan batu-batu putih.

Sebagian besar kompleks pemakaman tersebut lapangan terbuka, kecuali sekutip wilayah di bagian tengah yang dipagari beton dan besi-besi. Di ujung selatan kompleks yang dipagari itu, ada sebuah makam yang dikitari tembok putih semata kaki orang dewasa yang membentuk persegi panjang seluas kira-kira 1,5 kali 3 meter.

Petugas Arab Saudi yang menjaga Pemakaman Ma’la mengatakan, di lokasi itulah Siti Khadijah dikuburkan. Kebanyakan pengunjung juga diarahkan ke bagian pagar bagian selatan yang paling dekat dengan kuburan itu untuk meyampaikan salam dan doa. Sore itu, banyak pengunjung dari Asia Selatan dan sebagian dari Indonesia bergerombol di bagian tersebut.

Meski begitu, peziarah dari Turki menuju lokasi lain. Mereka menelusuri tembok bagian timur wilayah berpagar tersebut, ke arah dataran yang lebih tinggi di bagian utara. Menjelang ujung utara kompleks tersebut, mereka berhenti dan bergerombol menghadap ke sebuah makam di ujung barat wilayah berpagar tembok yang dekat dengan bebukitan.

Persis di samping makam itu, berdiri satu-satunya pohon di kompleks Pekuburan Ma’la. “Khadijah, Khadijah,” kata salah seorang di antaranya saat saya tanyai terkait lokasi tersebut.

Di jalan bagian timur itu, tak seperti di bagian selatan, mondar mandir petugas dengan mobil patroli. Dengan pengeras suara dari mobil, ia mengusir jamaah yang terlalu lama berdiam di pagar. “Ziarah hanya sunah! Yang wajib di Masjidil Haram! Bergerak, bergerak, ya Haji!” teriaknya melalui pelantang.

Pada masa lalu, tak terjadi kebingungan soal di mana sejatinya makam Siti Khadijah. Saat Turki Utsmaniyah menguasai Makkah pada abad ke-16, kuburan itu dinaungi kubah putih yang membedakan dari makam-makam lainnya. Seturut penguasaan Bani Saud di Hijaz pada 1925, kubah itu dan yang lainnya yang berdiri di Pekuburan Ma’la maupun Pekuburan Baqi di Madinah diratakan dengan tanah.(Republika/Fitriyan Zamzami/jko)

 

 

 

05 September 2018
5 Hal yang Bisa Merusak Kesan Pertama Anda Saat Wawancara Kerja
Banyak orang mengira bahwa wawancara kerja adalah momen yang sangat mengerikan, apakah Anda juga merupakan salah satunya? Faktanya, wawancara kerja tidak sesulit kelihatannya.

Namun, bukan berarti wawancara kerja tidak memiliki tantangan tersendiri. Dilansir dari aol.com, Rabu (5/9/2018), berikut ini adalah beberapa hal yang bisa merusak kesan pertama Anda saat wawancara kerja, penasaran apa saja?

1. Terlambat

Tidak ada alasan untuk terlambat datang wawancara kerja. Jika Anda berencana menggunakan kendaraan umum, pertimbangkan waktu tambahan untuk memungkinan penundaan yang tidak terduga, seperti macet agar tidak datang terlambat saat wawancara kerja.

Ketidaksiapan dan tidak membawa apapun saat wawancara kerja

2. Ketidaksiapan

Anda harus siap untuk menjelaskan mengapa pekerjaan itu cocok dan bagaimana cara menangani situasi tertentu. Penting juga untuk Anda mempersiapkan beberapa pertanyaan tentang perusahaan dan posisi yang ditawarkan, menampilkan ketertarikan dan keseriusan saat wawancara kerja.

3. Tidak membawa apapun

Anda harus membawa salinan CV atau daftar referensi saat wawancara kerja. Mungkin tidak dibutuhkan, namun Anda akan terlihat lebih baik ketika siap dengan materi yang ada.

Membahas tentang gaji dan tidak menindaklanjuti setelah wawancara kerja

4. Membahas tentang uang

Jika ini merupakan wawancara kerja pertama, bagaimanapun Anda tidak boleh membahas masalah kompensasi, kecuali jika si pewawancara menanyakannya terlebih dahulu. Akan ada waktu tersendiri berbicara tentang gaji atau uang di panggilan wawancara kerja selanjutnya.

5. Tidak menindaklanjuti

Saat wawancara kerja selesai, kirim ucapan terima kasih dalam 24 jam. Jangan hanya mengucapkan terima kasih, gunakan kesempatan ini untuk memperkuat poin apapun yang Anda perlukan, entah melalui email atau SMS.(Annissa Wulan-liputan6.com/jko)

 

 

03 September 2018
7 Langkah Mudah untuk Cepat Naik Jabatan
Menduduki posisi tertinggi di kantor menjadi sesuatu yang sangat membanggakan. Tapi, tak sedikit orang pada akhirnya gagal karena tingkat persaingan dalam merebutkan jabatan sangat tinggi. Ditambah bila ada sikap pilih kasih yang biasa terjadi di dunia kerja.

Namun dengan menunjukkan performa terbaik, kesempatan untuk naik jabatan akan terbuka lebar. Tapi sejatinya ada langkah mudah untuk cepat naik jabatan, seperti dikutip dari Cermati.com.
 

1. Disiplin dan Datang ke Kantor Lebih Awal

Bagi yang bekerja di Ibukota Jakarta, berangkatlah setidaknya 1,5 jam sebelum jam masuk kantor untuk menghindari kemacetan lalu lintas. Dengan berangkat lebih awal, Anda dapat sampai di kantor lebih cepat dibandingkan karyawan lain. Hal ini tentu akan menjadi nilai plus bagi Anda sendiri.

Atur waktu dengan baik. Mulai dari waktu bangun tidur sampai waktu tidur di malam hari. Kalau perlu, buat timeline yang mencakup seluruh kegiatan Anda sepanjang hari agar semua kegiatan dapat berjalan lancar sesuai yang dijadwalkan. Jadi, disiplinlah dan datanglah ke kantor lebih awal.

2. Berani Berbicara

Takut berbicara membuat perjalanan karier Anda terhenti atau tidak ada kemajuan. Tentu soal bicara ini bukan berarti asal bicara yang tidak bermanfaat, seperti ngerumpi, banyak bercanda, dan lainnya yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan.

Untuk itu, beranilah berbicara! Sampaikan ide-ide kreatif Anda dalam sebuah rapat. Siapa tahu ide kreatif tersebut dapat membawa perubahan bagi kegiatan operasional di perusahaan.

Jika ide yang Anda sampaikan ditolak, jangan sakit hati. Ini berarti Anda perlu meningkatkan kualitas dari ide yang disampaikan agar ide tersebut diterima.

3. Berpakaian Rapi dan Menarik

Kita diajarkan untuk tidak menilai seseorang dari cara berpakaian saja. Tapi sadar atau tidak, cara berpakaian dapat mewakili baik buruknya perilaku seseorang.

Dimanapun Anda bekerja, berpakaianlah serapi mungkin. Sebab, penilaian seorang atasan tidak dilihat secara keseluruhan, termasuk cara berpakaian. Luangkan waktu setidaknya 20 menit sebelum berangkat kerja agar Anda lebih leluasa saat bersolek.

4. Memberikan Solusi

Setiap masalah yang ada di kantor menjadi bagian dari masalah Anda juga. Apabila perusahaan menghadapi masalah, pikirkan solusi terbaik agar masalah tersebut cepat selesai. Apapun solusi yang Anda berikan, solusi tersebut sangat bermanfaat bagi perusahaan.

Meskipun solusi tersebut pada akhirnya tidak disetujui oleh atasan, setidaknya Anda sudah ikut berkontribusi dalam memecahkan masalah yang ada di perusahaan. Kontribusi seperti inilah yang akan membuat Anda semakin dikenal oleh atasan dan rekan kerja.

5. Konsisten

Konsisten tidak hanya sebatas datang tepat waktu, tapi juga saat mengerjakan tugas di kantor. Kerjakan apa yang menjadi bagian Anda dan maksimalkan pekerjaan tersebut. Jangan habiskan waktu untuk mengurusi hal-hal yang tidak penting seperti bergosip.

Jika Anda butuh waktu untuk beristirahat, sebaiknya gunakan waktu makan siang untuk rehat sejenak sembari menikmati kudapan lezat. Hindari kebiasaan bersantai di kantor. Jika sikap Anda ini dilihat oleh atasan, bukan surat naik jabatan yang akan Anda terima, tapi surat peringatan untuk berkelakuan baik di kantor.

6. Bisa Kerja Tim (Team Work)

Tidak dapat dimungkiri, sebagian permasalahan di kantor akan dikerjakan bersama tim. Jika Anda tidak mampu bekerja sama, kontribusi di kantor akan berkurang sehingga peluang untuk naik jabatan juga akan berkurang.

Untuk itu, jadilah karyawan yang kreatif, fleksibel, dan mampu bekerja sama dengan karyawan lain. Berbaur dengan orang lain tidak sulit, kok. Jika Anda mau membuka diri, orang lain dengan sendirinya akan masuk dan menjadi bagian dalam kehidupan Anda.

7. Mampu Memimpin

Mampu tidaknya Anda memimpin sebuah tim dapat dilihat dari seberapa besar pengaruh Anda bagi pekerja lain. Pengaruh yang diberikan tidak hanya sebatas kata-kata motivasi saja, tapi juga tindakan yang Anda lakukan di kantor.

Pemimpin yang baik tahu apa yang dibutuhkan karyawannya, sehingga karyawan tidak pernah merasa kekurangan saat bekerja. Dengan memiliki jiwa pemimpin, peluang Anda untuk dipromosikan akan terbuka lebar, apalagi jika Anda mampu memimpin tim dalam skala besar.

Raih Sukses, Berawal dari Kebiasaan Sederhana

Berpindah ke jabatan yang lebih tinggi membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang besar. Manfaatkan potensi yang ada dalam diri untuk mempermudah proses naik jabatan. Mulailah dari kebiasaan sederhana, seperti datang tepat waktu dan mengumpulkan tugas sesuai deadline. Berawal dari hal sederhana, raihlah karier yang sukses dengan jenjang yang lebih tinggi. Semangat!(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)

 

 

 

 

 

Page 3 of 68      < 1 2 3 4 5 >  Last ›