Selingan

13 February 2019
3 Cara Cerdas Atur Duit untuk Generasi Milenial
Gaya hidup generasi milenial yang selalu ingin mengikuti tren terkini dalam segala hal, membuat mereka sering menghamburkan begitu banyak uangnya sia-sia. Selain itu, mereka juga tidak dapat mengatur dengan baik keuangan.

Awal bulan atau saat gajian, generasi milenial jadikan waktu yang sangat tepat untuk menghamburkan uang mereka. Terkadang tidak jarang, banyak dari generasi milenial yang sudah kehabisan uang di pertengahan bulan. J

angankan untuk menabung, terkadang generasi milenial sudah bingung bagaimana memenuhi kebutuhan hidup mereka saat uang yang dimiliki sudah habis dipertengahan bulan.

1. Tinggalkanlah Kebiasaan Buruk yang Membuat Boros

Jika Anda memiliki kebiasaan seperti hangout bersama teman di cafe, makan malam di restoran ternama, dan selalu membeli kopi di coffee shop, maka mulailah untuk mengurangi kebiasaan-kebiasaan tersebut.

Jangan gunakan dalil "untuk mempererat tali persahabatan" agar Anda dapat melakukan ini secara terus menerus. Semakin sering Anda melakukan kebiasaan ini, maka semakin kencang juga jeritan dompet Anda.

Mulailah untuk memiliki kebiasaan-kebiasaan yang membuat Anda lebih menghemat pengeluaran. Misalnya, berkumpul bersama teman di rumah, makan malam di rumah bersama keluarga, dan masih begitu banyak kebiasaan hemat yang dapat Anda mulai lakukan.

2. Gunakanlah Uang dengan Bijak

Mulailah menggunakan uang Anda secara bijak. Jika Anda menginginkan sesuatu yang besar dan mahal, jangan tergesa-gesa untuk membelinya. Pikirkanlah kembali apakah benda tersebut memang harus Anda beli dalam waktu dekat ini atau tidak.

Dibanding harus menghabiskan uang untuk membeli hal-hal yang tidak terlalu penting, mulailah memikirkan untuk memiliki asuransi seperti asuransi kesehatan. Meskipun tiap bulannya gaji Anda akan terpotong untuk membayar tagihan asuransi, namun hal ini akan terbayar jika suatu saat Anda terserang sakit.

3. Bersabarlah untuk Mencapai Goals Anda

Jika Anda memiliki suatu target kedepanya misal ingin membeli mobil baru ataupun menikah, maka bersabarlah. Hal ini tentunya membutuhkan uang yang begitu banyak, namun jangan memaksakan diri Anda untuk bekerja terlalu keras agar bisa mengumpulkan uang lebih cepat.

Daripada memporsir diri untuk bekerja lebih keras, ada baiknya Anda menekan bujet pengeluaran yang dimiliki. Meminimkan, dan menghemat pengeluaran Anda untuk mencapai target tersebut akan lebih baik untuk dilakukan. Anda tidak akan sakit karena terlalu keras bekerja, namun dengan hal ini akan membantu Anda untuk belajar hemat dan menabung kedepannya.(Ayu Lestari Wahyu Puranidhi-liputan6.com/jko)

 



 

11 February 2019
2 Modal Membangun Karier dan Masa Depan yang Cerah
Terkadang mencapai keberhasilan menjadi hal yang wajar dan biasa, namun untuk mempertahankannya menjadi hal yang luar biasa. Dan banyak orang yang tidak tahu bagaimana cara mewujudkannya.

Jika Anda salah satu yang sulit dalam mempertahankan kesuksesan yang dimiliki saat ini, jangan risau. Berikut adalah dua hal yang harus Anda lakukan untuk membangun karier dan bahkan untuk mempertahankankan kesuksesan yang sudah dimiliki saat ini seperti dikutip dari USA Today:

 

1. Apakah Perusahaan Anda Selalu Berkembang?

Jika saat ini Anda sudah memiliki pekerjaan, maka hal yang harus Anda lakukan yaitu cermati apakah perusahaan yang Anda jalani ini selalu berkembang dan mengikuti perubahan zaman? Jika iya, maka Anda beruntung. Jika tidak, maka ada baiknya Anda memperhitungkan perusahaan lain yang terus berkembang .

Namun, jika Anda belum memiliki pekerjaan maka yang harus dilakukan yakni mencari pekerjaan atau perusahaan yang akan selalu berkembang tidak stagnan pada suatu titik.

2. Jadilah Individu yang Dibutuhkan

Untuk mendapatkan dan mempertahankan kesuksesan yang Anda miliki yaitu dengan cara menjadi individu yang selalu dibutuhkan karena Anda mampu mengerjakan dan mengetahui banyak hal.

Lulus dari bangku perkuliahan, bukan berarti menjadi akhir dari Anda untuk mempelajari hal-hal baru. Mulailah mempelajari hal-hal baru yang belum Anda pahami, karena jika suatu saat hal itu dibutuhkan Anda sudah siap dan dapat mengerjakan itu. Hal ini juga akan membuat Anda menjadi salah satu karyawan yang diperhitungkan dan akan selalu dipertahankan oleh perusahaan.(Ayu Lestari Wahyu Puranidhi-liputan6.com/jko)

 

Doa
07 February 2019
Doa
Sebagai makhluk yang lemah, manusia memerlukan perlindungan dan landasan yang dapat menenteramkan jiwanya dan menjadi tempat segala pengharapannya. Landasan yang dimaksud itu adalah doa, dan tempat perlindungan yang dapat menenteramkan jiwa serta menjadi tempat tumpuan segala pengharapan adalah Allah SWT, Tuhan seru sekalian alam (QS al-Ikhlas [112]: 2).

Kebanyakan orang baru berdoa kepada Allah jika mendapat kesulitan, kesusahan, atau ditimpa suatu problem berat yang tidak dapat diatasi. Namun, jika berada dalam keadaan senang, sehat, dan penuh kenikmatan, kebanyakan orang melupakan Tuhannya. Bahkan, ada yang menyangka bahwa kesenangan, kesehatan, dan kenikmatan yang ia peroleh itu adalah semata-mata atas usahanya sendiri, bukan atas anugerah pemberian Tuhan.

Sikap orang yang demikian itu tidaklah benar. Sebab, ia tidak dapat meletakkan doa pada fungsi yang proporsional, tetapi doa hanya sebagai tempat pelarian untuk memperoleh jalan keluar dari suatu kesulitan yang dihadapi. Doa hanya dipandang sebagai kebutuhan temporer dan sekunder. Jika ia mendapatkan musibah berupa kesulitan dan bencana yang tak bisa diatasi, barulah ia merasa perlu untuk berdoa.

Sikap dan sifat yang seperti itu rupanya telah menjadi tabiat manusia dan dilukiskan dalam Alquran. Firman Allah SWT: "Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah ia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan." (QS Yunus [10]:12).

Orang mukmin seharusnya meletakkan doa sebagai satu ibadah yang harus dikerjakan dengan kontinu tanpa memandang waktu dan keadaan. Dengan perkataan lain, dia harus berdoa, baik pada waktu senang maupun dalam waktu susah, pada waktu luang ataupun sibuk.

Bahkan, doa yang selalu dilakukan pada waktu senang memiliki pengaruh positif dengan doa yang dipanjatkan pada waktu susah. Dalam salah satu hadis disebutkan: "Barang siapa yang ingin doanya dikabulkan Tuhan di waktu mendapat kesusahan, hendaklah ia senantiasa berdoa di waktu senang."

Oleh karena itu, berdoa adalah fitrah atau hajat rohaniah yang diperlukan manusia. Berdoa adalah suatu ibadah. Maka, haruslah dipanjatkan atau dihadapkan hanya kepada Allah SWT semata. Sebab, Allah-lah yang dapat memberikan manfaat dan faedah kepadanya.

Doa yang dipanjatkan dengan cara jujur dan tulus dapat memberikan semangat kepada seseorang untuk mencapai cita-cita dan tujuan hidupnya. Tak hanya itu, doa juga dapat menerangi seseorang untuk mengatasi berbagai problem hidup yang merintanginya. Oleh karena itu, tepatlah jika Imam al-Ghazali mengumpamakan doa sebagai perisai yang dapat menangkis senjata yang tajam sekalipun. Wallahu a'lam.(REPUBLIKA.CO.ID,Oleh: Ahmad Agus Fitriwan/jko)

 
31 January 2019
Kedermawanan Rasulullah SAW
Sayyidina Umar bin Khattab bercerita, suatu hari seorang laki-laki datang menemui Rasulullah SAW untuk meminta-minta, lalu beliau memberinya. Keesokan harinya, laki-laki itu datang lagi, Rasulullah juga memberinya.

Hari berikutnya, lelaki itu datang lagi dan kembali meminta, Rasulullah pun memberinya. Pada keesokan harinya, lelaki itu datang kembali untuk meminta-minta, Rasulullah lalu bersabda, "Aku tidak mempunyai apa-apa saat ini. Tapi, ambillah yang kau mau dan jadikan sebagai utangku. Kalau aku mempunyai sesuatu kelak, aku yang akan membayarnya."
 

Sahabat Umar lalu berkata, "Wahai Rasulullah janganlah memberi di luar batas kemampuanmu." Namun, Rasulullah tidak menyukai perkataan Umar tadi. Tiba-tiba, datang seorang laki-laki dari Anshar sambil berkata, "Ya Rasulullah, jangan takut, terus saja berinfak. Jangan khawatir dengan kemiskinan." Mendengar ucapan laki-laki tadi, Rasulullah tersenyum, lalu beliau berkata kepada Umar, "Ucapan itulah yang diperintahkan oleh Allah kepadaku." (HR Turmudzi).

Jubair bin Muth'im bertutur, ketika ia bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba orang-orang mencegat dan meminta dengan setengah memaksa sampai-sampai beliau disudutkan ke sebuah pohon berduri. Kemudian, salah seorang dari mereka mengambil mantelnya. Rasulullah berhenti sejenak dan berseru, "Berikan mantelku itu! Itu untuk menutup auratku. Seandainya aku mempunyai mantel banyak (lebih dari satu), tentu akan kubagikan pada kalian." (HR Bukhari).

Ummu Salamah, istri Rasulullah SAW bercerita, suatu hari Rasulullah masuk ke rumahku dengan muka pucat. Aku khawatir beliau sedang sakit. "Ya Rasulullah, mengapa wajahmu pucat begini?" tanyaku. Rasulullah menjawab, "Aku pucat begini bukan karena sakit, melainkan karena aku ingat uang tujuh dinar yang kita dapat kemarin sampai sore ini masih berada di bawah kasur, dan kita belum menginfakkannya." (HR Al-Haitsami dan hadistya sahih).

Siti Aisyah RA berkata, suatu hari, ketika sakit, Rasulullah SAW menyuruhku bersedekah dengan uang tujuh dinar yang disimpannya di rumah. Setelah menyuruhku bersedekah, beliau lalu pingsan. Ketika sudah siuman, Rasulullah bertanya kembali, "Uang itu sudah kau sedekahkan?". "Belum, karena aku kemarin sangat sibuk," jawabku.

Rasulullah SAW bersabda, "Mengapa bisa begitu, ambil uang itu!"

Begitu uang itu sudah di hadapannya, Rasulullah lalu bersabda, "Bagaimana menurutmu seandainya aku tiba-tiba meninggal, sementara aku mempunyai uang yang belum kusedekahkan? Uang ini tidak akan menyelamatkan Muhammad seandainya ia meninggal sekarang, sementara ia mempunyai uang yang belum disedekahkan." (HR Ahmad).

Beberapa kisah di atas hanyalah sekilas jejak kedermawanan Nabi Muhammad SAW. Kisah-kisah lainnya bagaikan gunung pasir tertinggi yang takkan pernah sanggup diimbangi oleh siapa pun, termasuk para sahabat terdekatnya pada masa beliau masih hidup. Sahabat-sahabat Rasulullah hanya bisa meniru kedermawanan yang diajarkan Baginda Rasul itu, yang kemudian menambah panjang jejak sejarah kedermawanan yang dicontohkan Nabi dan para sahabatnya.

Indah nian jejak-jejak kedermawanan Nabi Muhammad SAW, lebih indah lagi apa-apa yang dijanjikan Allah atas apa yang diberikan di jalan-Nya. Karena itu, seluruh sahabat pada masa itu berlomba-lomba mengikuti jejak Nabi dalam segala hal, termasuk kedermawanan. Semoga, jejak kedermawanan itu terus terukir pada umat Muhammad hingga kini, selama kita masih terus meleburkan diri pada rantai jejak indah itu, dan mengajarkannya kepada anak-anak dan penerus kehidupan ini.(Sumber : Hikmah Republika/jko)

 

30 January 2019
Tips Cepat Kaya Buat Generasi Milenial
Gaya hidup milenial yang terlalu banyak menghamburkan uang membuat mayoritasnya tidak dapat menabung. Berdasarkan penilitian yang dilakukan oleh GoBankingRates pada 2017 menemukan bahwa mayoritas generasi milenial memiliki tabungan kurang dari USD 1.000 atau setara Rp 14.09 juta dan saat ini semakin banyak yang tidak memiliki tabungan sama sekali.

Meskipun generasi milenial merupakan generasi muda namun penting bagi mereka untuk memulai menabung untuk menjaga kestabilan keuangan di masa depan. Milenial membutuhkan langkah yang nyata untuk menghemat lebih banyak uang untuk membangun masa depan. Untuk itu berikut adalah trik menabung untuk generasi milenial, mau tahu apa saja?

 

1. Memangkas Pengeluaran

Jangan lupa untuk mengatur jumlah pengeluaran selama sebulan ini. Anda dapat memisah-misahkan anggaran yang akan dikeluarkan, 50 persen dari penghasilan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok Anda. Setelah itu, 30 persen dapat Anda gunakan untuk memenuhi keinginan-keinginan, seperti berlibur, makan malam, atau bahkan untuk mendapatkan hiburan. Lalu sisanya dapat dipergunakan untuk menabung.

Sangat penting untuk mengaudit keuangan Anda sendiri, hal ini untuk melihat pengeluaran mana yang harus dipotong bahkan ditiadakan. Memangkas anggaran dibutuhkan ketegasan dan disiplin pada diri Anda karena hal ini mungkin akan terasa sulit.

Mulailah untuk menjalani gaya hidup sederhana, meskipun terasa sedikit pilu namun hal ini akan membuat akan bahagia di masa depan karena Anda tidak perlu takut akan terlilit hutang.

2. Hindari menggunakan kartu kredit

Sangat penting untuk menghindari jeratan kartu kredit untuk pengeluara sehari-hari. Anda boleh menggunakan kartu kredit disaat berada dalam keadaan yang genting ataupun darurat.

Semakin sering Anda menggunakan kartu kredit sama saja Anda akan terjebak hutang yang akan melumpuhkan Anda di masa depan. Hiduplah sesuai kemampuan Anda, maka hal ini akan mempermudah dan membuat kehidupan masa depan Anda akan lebih baik lagi.

3. Hidup Hemat

Ketika generasi milenial yang dulunya hidup menjadi 'anak kos' dan baru lulus dari perguruan tinggi, maka mereka akan sering tergoda untuk memulai hidup lebih mewah disaat mereka memiliki pekerjaan.

Namun hal ini yang harus Anda hindari, tetap hiduplah dengan berhemat disaat Anda menjadi anak kos. Ini akan membantu Anda untuk dapat menabung dalam jumlah yang lebih besar.

4. Hindari Membeli Mobil Baru

Saat ini mobil baru seperti kacang, yang selalu ada edisi terbaru di setiap tahunnya. Terkadang generasi milenial senang sekali untuk berlomba-lomba dalam membeli mobil edisi terbaru yang ada.

Jauh lebih bijaksana jika Anda membeli mobil yang berumur dua atau tiga tahun sebelumnya yang masih berada dalam keadaan baik. Hal iini akan membuat Anda menghemat uang dalam skala yang besar.

Yang terpenting untuk generasi milenial adalah untuk hidup sesuai kemampuan dan hindarilah untuk mengambil pinjaman ke orang lain ataupun ke bank. Perhatikan pengeluaran keuangan Anda, ini akan membuat kehidupan di masa depan Anda akan lebih baik dan sejahtera tanpa ada sangkut pautannya dengan hutang.(Ayu Lestari Wahyu Puranidhi-liputan6.com/jko)

 

 

 

 

28 January 2019
4 Cara Mengukur Kesuksesan Bisnis Anda
Kebanyakan orang mengukur kesuksesan suatu bisnis, ketika bisnis tersebut telah menghasilkan untung besar. Namun hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa hal yang menjadikan suatu bisnis atau pembisnis dikatakan berhasil.

Apakah Anda termasuk salah satu yang mengukur kesuksesan dari uang? Sebaiknya Anda mengubah pola berpikir tersebut, berikut adalah 4 cara untuk mengukur kesuksesan bisnis Anda yang dilansir pada laman Life Hack:

 

1. Mencapai semua tujuan bisnis Anda

Mengetahui dan mencapai tujuan bisnis Anda adalah hal terpenting. Bisnis Anda dapat mencapai kesuksesan, apabila Anda mengetahui terlebih dahulu apa tujuan atau pencapaian apa yang akan perusahaan capai.

Pencapaian dalam bisnis biasanya tidak jauh-jauh dari seberapa besar keuntungan yang didapat, seberapa banyak penilaian pelanggan Anda atas layanan yang telah perusahaan diberikan, mengurangi kegagalan produk, dan masih banyak lagi. Tentunya untuk mencapai ini semua tidaklah mudah, karen tidak ada kesuksesan yang diraih dengan mudah.

2. Sejauh mana perkembangan bisnis Anda

Bisnis layaknya sebagai 'anak kecil' dan Anda adalah 'orang tua', untuk itu Anda harus membesarkannya, membantunya melewati masa-masa sulit, serta melihatnya berkembang hingga dewasa.

Hal itu semua dapat menjadi tolak ukur untuk kesuksesan yang telah Anda raih, karena dalam prosesnya Anda telah berhasil memberikan kehidupan dan kekayaan terhadap karyawan, menjadi pemegang saham dalam komunitas bahkan negara.

3. Turnover karyawan yang rendah

Jumlah turnover karyawan menjadi angka yang tertinggi selama satu dekade ini. Anda dapat dikatakan sukses jika, tingkat turnover karyawan di perusahaan berada di level terendah.

Hal ini berarti, perusahaan atau bisnis Anda memiliki lingkungan yang baik, sehat dan nyaman bagi para karyawan Anda sehingga mereka tidak memiliki keinginan untuk mengundurkan diri sedikitpun.

4. Apakah perusahaan Anda sudah dapat beramal?

Berbagi atau beramal menjadi tolak ukur untuk kesuksesan Anda. Karena dengan berbai sama saja Anda telah membantu orang lain untuk lebih merasakan hidup yang lebih bahagia, aman, dan nyaman.

Hal ini sama saja telah membuktikan bahwa pendapatan bisnis yang Anda jalani sudah tinggi karena tidak merasa kekurangan sehingga dapat berbagi untuk yang lainnya.(Ayu Lestari Wahyu Puranidhi-liputan6.com/jko)

 

21 January 2019
5 Jurus Bangkitkan Semangat Kerja, Apa Saja?
Sebagai seorang pegawai di suatu perusahaan tentunya akan memiliki pekerjaan yang sangat monoton setiap harinya. Hal ini terkadang akan membuat Anda merasa cepat bosan dan tidak bersemangat, bukan?

Meskipun hal ini wajar, namun jangan biarkan Anda untuk larut dalam keadaan seperti ini. Berikut berdasarkan lifestyle.abs, ada 5 hal yang dapat membantu untuk membangkitkan semangat kerja Anda:

–– ADVERTISEMENT ––

1. Kelilingi diri Anda dengan rekan kerja yang memiliki semangat tinggi

Bertemannya dengan rekan kerja yang bisa memberi pengaruh baik bagi Anda. Jika Anda memiliki rekan kerja yang baik, memiliki semangat kerja yang tinggi setiap hari, maka semangat yang mereka miliki setidaknya akan tertular kepada Anda.

2. Cobalah untuk mengerjakannya secara satu per satu

Saat ini multitasking memang menjadi salah satu syarat yang diajukan oleh pihak perusahaan bagi para pegawainya.

Namun, di saat semangat kita sedang turun, cobalah untuk mengerjakan tugas-tugas Anda secara perlahan dan satu per-satu.

Hal ini dapat mengistirahatkan otak Anda dari kepenatan akibat tumpukan tugas yang Anda kerjakan secara bersamaan.

3. Buat segalanya menjadi lebih mudah

Jika Anda merasa naik bis atau angkutan umum untuk pergi ke tempat kerja terasa menyulitkan, dan membuat Anda terasa begitu lelah, maka cobalah menggunakan kendaraan umum yang akan mempermudahkan Anda.

Cobalah untuk menggunakan ojek online atau bahkan taksi. Selain mempermudahkan Anda hal ini juga dapat membuat Anda merasa lebih nyaman.

Selain itu, jika Anda merasa pekerjaan Anda akhir-akhir ini begitu menyulitkan maka Anda dapat meminta pasangan, teman atau sahabat, bahkan keluarga Anda untuk menyemangati Anda.

Jika hal tersebut belum berhasil, hal lain yang harus Anda lakukan adalah memberi keyakinan pada diri Anda bahwa semuanya akan mudah untuk Anda lalui.

4. Rehatlah sebentar

Jika Anda masih merasa semangat Anda belum sepenuhya kembali, maka lakukanlah istirahat sejenak seperti menonton Youtube, membaca buku, atau menonton sebuah film kesukaan Anda.

Beristirahat sejenak tidak membuat tugas-tugas Anda menumpuk, bahkan hal tersebut dapat menyegarkan kembali pikiran Anda dan memberi semangat baru untuk menyelesaikan semua pekerjaan Anda.

5. Apresiasi setiap hasil kerja Anda

Jangan tunggu gajian atau bahkan akhir pekan untuk mengapresiasi hasil kerja Anda, hal tersebut pastinya akan membuat Anda tidak bersemangat.

Terkadang Anda harus merayakan dengan sederhana pencapaian yang telah didapatkan, karena hal ini akan membuat Anda lebih bersemangat lagi untuk melanjutkan segala tugas-tugas mendatang.

Mungkin mengembalikan semangat kerja Anda akan terasa begitu sulit. Namun satu hal yang terpenting adalah Anda harus yakin jika itu akan terjadi maka semangat Anda akan kembali pulih lagi nantinya.(Ayu Lestari Wahyu Puranidhi-liputan6.com/jko)

 

17 January 2019
Teladan Rasulullah Menjaga Kelestarian Air
Air adalah sumber kehidupan bagi makhluk hidup di Bumi. Ketiadaan air bisa mengancam kelangsungan hidup dan ekosistem alam. Bagi manusia, selain sebagai konsumsi sehari-hari, benda cair itu juga bermanfaat untuk mandi dan mencuci.

Air juga menopang pembangunan infrastruktur, seperti rumah, masjid, perkantoran, dan lainnya. Ini merupakan makna bahwa segala apa yang ada di Bumi memang diperuntukkan bagi kepentingan manusia (QS Luqman [31]:20).

Kebutuhan air bersih dan terlindungi sehingga aman untuk minum di Indonesia masih belum maksimal. Sebuah data menyebut, capaian proporsi akses penduduk terhadap sumber air minum terlindungi (akses aman) secara nasional sampai dengan 2011 masih sebesar 55,04 persen. Persentase ini masih belum optimal. Padahal, target MDGs untuk akses itu pada 2015  sebesar 68,87 persen.  

Di sisi lain, muncul paradoks. Air bersih justru dieksploitasi secara berlebihan. Syekh Yusuf al-Qaradhawi dalam makalahnya berjudul “Al-Biah fil Islam” mengatakan, pentingnya menjaga air sebagai sumber kehidupan telah ditegaskan dalam Alquran Surah al-Anbiyaa' ayat 30. “Dan, dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.”

Karena itu, air adalah kekayaan paling berharga dan warisan penting bagi generasi mendatang. Allah SWT memberikan nikmat air itu secara gratis. Sayangnya, nikmat tersebut tidak dipergunakan dan dimanfaatkan dengan baik dan proporsional oleh manusia.
 

Sering kali pendayagunaan air, kata Sekjen Ulama Internasional ini, tidak optimal dan bahkan di banyak kesempatan cenderung eksploitatif. Hal ini tidak bisa dibiarkan dan harus dicegah. Pasalnya, berbeda dengan kekayaan Bumi atau alam lainnya, air bersifat surut dan tidak bisa dibudidayakan.

Ia menegaskan, jika pemakaian yang tak tepat guna dan konsumsi berlebihan tetap terjadi maka tak mustahil krisis air pun akan terjadi. “Dan, Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di Bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.” (QS al-Mu'minuun [23]:18).
 

Syekh al-Qaradhawi mengajak umat Muslim tampil sebagai garda terdepan menjaga kelestarian air. Ajakan ini bukan tanpa alasan. Islam memiliki segudang tuntunan agar air tetap terjaga, bersih, bebas dari pencemaran, dan laik dikonsumsi.

Contoh perhatian Islam terhadap pelestarian air ialah larangan mencemari air sungai ataupun sumber air pegunungan, misalnya, dengan limbah manusia, seperti air seni dan tinja. Dalam hadis riwayat Bukhari Muslim, Rasulullah SAW melarang para sahabatnya buang air besar di sumber air.

Di riwayat lain dari Abu Dawud, larangan itu ditekankan pula atas kencing di air kolam ataupun air danau yang tidak mengalir. Sementara, lokasi itu dipergunakan sehari-hari oleh warga sekitar.

Menurut Syekh al-Qaradhawi, bentuk pencemaraan saat ini tak hanya terbatas pada kotoran manusia. Melainkan, limbah rumah tangga dan industri. Limbah-limbah tersebut justru lebih berbahaya.

Sampah kerap menggunung di kali-kali atau bantaran sungai. Dampaknya pun cukup jelas, paling  utama banjir. Soal bahaya limbah industri tak lagi diragukan. Kandungan bahan kimia bisa merusak ekosistem sungai. Akibatnya, air yang telah tercemar tak lagi laik dikonsumsi.

Satu lagi bentuk pelestarian terhadap air, katanya, ialah larangan untuk eksploitasi air yang berlebihan. Rasulullah pernah mengingatkan Saad bin Abi Waqash agar berwudhu dengan air secukupnya. Tidak usah berlebih sekalipun berada di lokasi dengan air yang melimpah.
 

Di riwayat lain bahkan Rasul mewanti-wanti munculnya fenomena terlalu berlebihan ketika bersuci (mempergunakan air). Karena itu, hendaknya pendayagunaan air harus dikedepankan untuk dikonsumsi untuk diminum. Peruntukkan yang lain tentu hendaknya didistribusikan secara proporsional.

Teladan Nabi agar menjaga kelestarian air mengilhami para sahabatnya. Hal itu seperti yang tergambar dari sikap Bilal bin Rabah. Muazin pertama tersebut selalu mendambakan tinggal di Makkah dan sekitarnya dengan air melimpah, gunung menjulang tinggi, dan pepohonan tumbuh sumbur.

Ia pun bersenandung, “Andai saja aku bisa bermalam di lembah dan sekitarku rerumputan hijau membentang dan seandainya aku menikmati gemericik air surga yang mengalir.(Sumber : Dialog Jumat Republika/jko)

 

 

 

 
14 January 2019
Wajib Coba, 6 Tips agar Tak Mudah Putus Asa
Rasa putus asa bisa menghampiri siapa saja dan hampir semua orang sepertinya pernah merasakannya ketika gagal menggapai sesuatu. Namun dapat melaluinya dengan memperoleh kembali rasa optimistis seringkali tak semudah yang diharapkan.

Tentu saja, rasa optimis itu akan membuat seseorang lebih mudah menjalani hidup dengan cara yang menyenangkan dan mengabaikan rasa pesimis yang kerap hinggap. Memang tak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa diupayakan bila Anda benar-benar menginginkannya.

Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang berpandangan pesimis, baik itu yang berasal dari dalam diri orang itu sendiri atau bahkan yang berasal dari orang lain dan juga lingkungan di sekitarnya.

Apapun alasan yang menyebabkan Anda berpandangan pesimis, hal ini tentu perlu diatasi dengan baik. Anda bisa mendapatkan hidup yang lebih baik ketika selalu optimis untuk menjalani seluruh kehidupan, sehingga kualitas hidup bisa lebih baik lagi.

Tidak selalu rumit, perubahan ini bahkan bisa saja dilakukan dengan beberapa langkah yang mudah dan sederhana. Berikut beberapa langkah agar tak mudah putus asa dan membuat diri selalu optimistis, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Lebih Bersyukur dan Menikmati Hidup

Melihat keberhasilan orang lain dan juga berbagai hal lainnya yang tidak Anda miliki, bisa saja membuat Anda bersemangat untuk mencapainya juga atau bahkan malah membuat Anda pesimis.

Sangat wajar jika Anda memiliki keinginan untuk sukses seperti orang lain. Namun Anda juga tetap harus melihat hal ini dengan optimis sebagai sebuah bentuk dorongan positif yang akan membuat Anda lebih maju di masa yang akan datang.

Agar hal ini tidak membuatmu pesimis dan merasa tidak mampu yang berujung pada rasa putus asa, cobalah untuk melihat kembali dan mensyukuri apa yang sudah Anda miliki saat ini.

Kemudian, bersemangatlah untuk mencapai sesuatu yang lebih baik di masa yang akan datang. Hal ini akan membuat Anda lebih bersyukur dan bisa menikmati hidup dengan tenang.

2. Ubahlah Pola Pikir dan Sudut Pandang ke Arah yang Lebih Positif

Ada banyak orang yang pada dasarnya suka melihat sesuatu dengan cara yang negatif. Sikap seperti ini bisa saja terjadi secara alami dan bahkan tanpa di sadari. Jika Anda termasuk orang yang seperti ini, maka mulailah mengubah cara pandang menjadi lebih positif.

Hindari untuk segera menilai sesuatu dengan cepat dan terburu-buru, sehingga Anda hanya melihat hal negatif saja di dalamnya. Cobalah untuk melihat dengan baik berbagai hal positif di dalam hidup Anda, sehingga Anda lebih optimistis dan tidak mudah putus asa.

3. Berani Bermimpi dan Mau Mewujudkannya

Untuk orang yang pesimistis, mimpi dan harapan hanyalah seperti sebuah dongeng yang tidak akan menjadi kenyataan, bahkan meski dia belum melakukan usaha apapun untuk mewujudkannya.

Hindari pandangan yang seperti ini, sebab hanya akan membuat Anda pesimis dalam meraih kesuksesan dan juga pencapaian positif di dalam hidup Anda.

Cobalah untuk lebih berani bermimpi dan memiliki sejumlah keinginan sukses di dalam diri, sehingga Anda memiliki niat yang besar untuk mewujudkannya menjadi kenyataan.

4. Jangan Pernah Takut Gagal

Jika ada yang namanya keberhasilan, maka juga akan ada yang namanya kegagalan. Seperti yang pepatah lama katakan bahwa kegagalan adalah proses menuju keberhasilan.

Maka, jangan pernah takut untuk gagal dalam menggapai sebuah impian dan keinginan. Anda hanya perlu belajar dari kegagalan yang pernah dialami itu untuk selanjutnya bisa mencapai apa yang diinginkan.

5. Lebih Menghormati Diri Sendiri

Hindari untuk selalu memandang rendah diri sendiri, sebab hal ini akan membawa banyak dampak negatif di dalam kehidupan Anda. Sebab Anda akan merasa “kecil” dan tidak memiliki kemampuan untuk melakukan banyak hal untuk mencapai kesuksesaan, bahkan untuk hal-hal yang pada dasarnya belum pernah Anda coba lakukan.

Cobalah untuk lebih menghormati dan mengakui bahwa diri sendiri mampu. Sehingga Anda lebih percaya diri untuk memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan berbagai hal di dalam hidup.

6. Memilah Aktivitas dan Juga Orang-orang Terdekat

Ada banyak aktivitas yang pada dasarnya bisa membuat Anda selalu berpikir negatif dan menjadi pesimis, termasuk orang-orang yang berada di sekitar Anda juga. Cobalah untuk segera memilah berbagai aktivitas dan orang-orang ini.

Dengan demikian, mereka tidak selalu memberikan pengaruh negatif di dalam diri Anda. Jika memungkinkan, Anda bahkan bisa mencoba untuk mengubah aktivitas serta orang-orang ini menjadi lebih positif juga.

Mulai dari Hal-Hal Kecil

Menginginkan perubahan dan menjadi lebih optimis dalam menjalani hidup, Anda tentu membutuhkan waktu untuk melakukannya. Mulailah perubahan ini dari hal-hal kecil yang mudah untuk dilakukan, sehingga Anda bisa menikmati setiap prosesnya dan tidak memaksakan diri untuk melakukan perubahan yang terlalu besar.

Jalanilah hidup dengan optimis, agar Anda bisa lebih menikmatiya dengan bahagia dan penuh semangat serta terhindar dari rasa putus asa.(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)

 

 

 

10 January 2019
Pelajaran dari Doa Rasulullah

Pada suatu hari Nabi Muhammad SAW berdoa, "Ya Allah, berikan diriku ini takwanya. Sucikanlah diri ini karena Engkaulah sebaik-baik Zat yang menyucikan diri ini. Engkau adalah pelindung dan penolongnya. Ya Allah, berilah aku inspirasi jalan kebenaran, dan jagalah (jauhkanlah) aku dari keburukan diriku" (HR Ahmad dan at-Turmudzi).

Mengapa beliau berdoa seperti itu? Bukankah beliau itu maksum (dijaga oleh Allah kesucian dirinya dari berbuat dosa) dan digaransi oleh-Nya bahwa dengan rahmat-Nya beliau pasti masuk surga? Nabi SAW memang pandai "merasa" berdosa dan memandang perlu berdoa seperti itu, meskipun sebagian umatnya terkadang belum memiliki kedalaman dan kekuatan iman yang sama dengan beliau.

Setidaknya ada empat pelajaran penting dari doa beliau tersebut. Pertama, sebagai uswah hasanah, beliau merasa perlu memberi contoh doa terbaik bagi umatnya dalam memohon kepada Allah untuk penyucian dan penakwaan dirinya. Jika Nabi Muhammad SAW yang maksum saja berdoa seperti itu, sudah semestinya kita harus lebih rajin berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT agar tidak larut dalam kemaksiatan.

Kedua, penyucian diri (tazkiyat an-nafsi) menurut Imam al-Ghazali, hukumnya adalah fardhu ain (wajib individual). Karena tidak ada manusia yang luput dari perbuatan salah dan dosa. Setiap manusia pasti pernah mengidap penyakit hati sekecil apa pun, seperti nifaq, riya, dengki, sum'ah, dan sebagainya. Dengan penyucian diri, manusia bisa berubah menjadi lebih sehat ruhani dan lebih bersih secara spiritual.

"Sesungguhnya Allah sangat menyukai orang-orang yang selalu bertobat dan menyukai orang yang menyucikan dirinya (QS al-Baqarah [2]: 222). Oleh sebab itu, merasa diri paling suci itu bertentangan dengan sifat Allah yang Mahasuci.

Ketiga, sifat-sifat positif dan sifat-sifat negatif dalam diri manusia itu cenderung "tarik-menarik" dalam sebuah "konflik batin" dan terus berebut pengaruh dalam diri setiap manusia. Jika hawa nafsu dan bisikan setan dominan, ia cenderung berperilaku seperti binatang. Sebaliknya, jika kekuatan hati nurani dan pendekatan diri kepada Allah itu lebih dominan, spirit tazkiyat an-nafs itu dapat melapangkan jalan kebenaran dan pendakian menuju pendekatan diri kepada Allah.

Keempat, dengan penyucian diri dari dosa dan sifatsifat tercela, iman tahqiqi (keyakinan aktual) dan kesadaran spiritual Muslim akan menyuburkan sifat-sifat terpuji dan mulia. Penyucian diri merupakan jalan iman yang membawa keberuntungan dan kebahagiaan. "Demi jiwa dan yang menyempurnakannya, Allah lalu memudah kan jalan kemaksiatan dan ketakwaan baginya. Sungguh beruntung orang menyucikannya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya." (QS asy-Syams [91]: 7-10).

Dengan demikian, merasa diri tidak suci lalu melakukan penyucian diri merupakan sifat dan tindakan terpuji. Karena Allah SWT sangat menyukai orang-orang yang menyucikan diri dengan selalu bertobat, berbuat baik, memperbaiki masa lalu dengan amal kebaikan, dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya.

Oleh sebab itu, Allah SWT melarang orang-orang beriman untuk merasa paling suci atau merasa tidak memiliki dosa karena semua manusia pasti pernah berbuat salah dan melakukan dosa. Namun, sebaik-baik orang yang pernah berbuat salah dan dosa itu adalah orang yang mau bertobat, kembali kepada jalan yang benar, jalan Allah yang mengantarkan kepada surga-Nya.

Allah SWT berfirman, "Janganlah kamu merasa sudah bersih, Dia (Allah) lebih mengetahui siapa yang bertakwa" (QS an-Najm: 32). Merasa paling bersih dan suci hanyalah asumsi dan prasangka subyektif terhadap diri sendiri yang pasti keliru, karena Allahlah yang Maha Mengetahui semua yang pernah diperbuat manusia. Merasa paling suci merupakan sebuah kesombongan dan sikap berlebihan, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah SWT.(REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhbib Abdul Wahab/jko)

Page 2 of 24      < 1 2 3 4 >  Last ›