Selingan

26 March 2018
Atasi Rasa Bosan Bekerja dengan 6 Langkah Berikut Ini
Merasa bosan dan malas dalam bekerja tentu saja menjadi hal yang wajar dan rasanya hampir sebagian orang tentu merasakannya. Dalam bekerja, tentu saja tidak setiap hari Anda akan merasa bersemangat dalam menjalankan pekerjaan.

Ada hari di mana Anda merasa jenuh dengan pekerjaan yang itu-itu saja dan hal tersebut wajar terjadi. Jika Anda merasa bosan, jangan buru-buru mengambil tindakan untuk resign. Rasa bosan yang Anda alami saat bekerja bisa segera diatasi.
 

Dikutip dari Cermati.com, berikut ini adalah tips-tips yang bisa Anda lakukan untuk atasi rasa bosan dan malas karena pekerjaan.

1. Manfaatkan Cuti untuk Piknik

Hal pertama yang mungkin bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa bosan adalah dengan mengambil cuti pekerjaan dan mencoba untuk piknik. Mungkin saja bosan yang Anda rasakan merupakan akibat dari kurangnya berlibur.

Dengan berlibur, mungkin bisa membuat pikiran dan tubuh Anda menjadi rileks sejenak sehingga dapat bersemangat kembali saat bekerja. Tidak perlu lama-lama, Anda bisa mengambil cuti dua hari saja untuk melepaskan penat sejenak dari aktivitas sehari-hari.

Anda bisa mencoba untuk merencanakan piknik ke tempat-tempat yang menyenangkan. Jika Anda merasa tidak punya cukup waktu untuk merencanakannya, saat ini sudah banyak aplikasi booking online yang bisa Anda manfaatkan. Dari kantor, penginapan dan transportasi untuk piknik bisa dipesan.
 

2. Sediakan Waktu untuk Menyenangkan Diri

Jika tidak memiliki banyak waktu untuk berlibur, Anda bisa mengatasinya dengan cara lainnya semisal meluangkan waktu untuk diri sendiri. Untuk yang wanita, mungkin Anda bisa memanfaatkan waktu untuk merawat diri semisal ke spa dan salon.

Hal seperti ini sangat efektif untuk membuat pikiran dan tubuh menjadi rileks sejenak. Untuk pria, Anda bisa mencoba melakukan hobi-hobi yang disenangi dan tentu saja membuat pikiran menjadi segar kembali.

3. Ambil Proyek Lain

Hal lainnya yang mungkin saja bisa Anda lakukan saat merasa bosan dengan pekerjaan yang Anda lakukan adalah dengan mengerjakan proyek lainnya. Anda bisa menawarkan diri untuk ikut andil ke dalam proyek lainnya yang mungkin bisa Anda bantu.

Tentunya dalam sebuah proyek, ada banyak ide segar yang dibutuhkan. Bisa jadi ide Anda nantinya bisa berguna atau malah membuat Anda menambah ilmu baru.
 

4. Mengganti Suasana di Ruang Kerja

Hal lainnya yang bisa Anda coba lakukan adalah mengganti suasana di ruang kerja. Rasa jenuh dalam pekerjaan mungkin saja bisa terjadi karena kondisi ruangan pekerjaan yang membosankan dan sama terus-menerus.

Anda bisa mencoba mengubah kondisi tempat pekerjaan Anda. Atau paling tidak Anda bisa mencoba mengubah posisi barang-barang sehingga rasa bosan pada pekerjaan bisa teratasi dan Anda bisa siap untuk bekerja maksimal kembali.

5. Lakukan Hal-Hal yang Menyenangkan untuk Diri Sendiri

Sering merasa suntuk dan bosan dengan pekerjaan yang dilakukan sehari-harinya? Anda bisa menggunakan waktu senggang selama beberapa saat saja untuk melakukan sesuatu yang sekiranya Anda sukai. Misalnya, berbelanja di minimarket, berbincang dengan orang lainnya di luar kantor, dan lainnya.

Coba untuk keluar dari tempat pekerjaan Anda selama beberapa menit saja. Hirup udara segar di sekitarnya dan cobalah untuk berinteraksi dengan orang lainnya agar bisa mengurangi rasa bosan yang mungkin Anda rasakan.
 

6. Cari Suasana yang Baru

Yang dimaksudkan dengan suasana baru adalah tempat pekerjaan lainnya yang dapat Anda jadikan alternatif. Mungkin saja Anda sedang merasa jenuh karena lingkungan dan pekerjaan yang sedang Anda jalani.

Anda bisa mencari alternatif lainnya seperti pekerjaan part time. Selain menghilangkan rasa bosan, tentu saja hal ini akan membuat Anda menambah teman juga, bukan?

Cari Motivasi yang Bisa Membangkitkan Semangat Kembali

Merasa bosan dan malas dalam pekerjaan adalah hal yang wajar-wajar saja dialami pekerja, terutama pekerja kantoran. Namun, bukan berarti hal tersebut dibiarkan saja dan memperburuk kualitas kerja Anda. Cari kembali motivasi yang bisa membangkitkan kembali semangat sehingga Anda bisa kembali bersemangat dalam menjalani pekerjaan dan lingkungan kantor.(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)

 

 

 

 

 

23 March 2018
Menghidupkan Akhir Malam

Keberuntungan besar, kebahagiaan sejati, dan ketenteraman hati akan direngkuh seorang Muslim manakala dalam hidupnya benar-benar mengikuti apa yang telah diteladankan oleh Rasulullah SAW.

Di antaranya perihal mengatur waktu pada malam hari agar berbagai kemuliaan bisa direngkuh setiap hari. Sering kali karena kenikmatan beraktivitas, seseorang lupa menjadikan malam sebagai sarana taqarrub kepada Allah Ta'ala.

"Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar" (QS Yunus[10]: 67).

Sudah sepatutnyalah, jika malam telah tiba dan tidak ada perkara penting mendesak yang harus dilakukan, menyegerakan tidur adalah perilaku menghidupkan sunah.

Abdullah bin Mas'ud RA bertutur, "Nabi SAW selalu melarang kami berbincang-bincang setelah Isya" (HR Ahmad).

Dorongan Rasulullah agar umat Islam segera beristirahat selepas shalat Isya ternyata mengandung makna persiapan agar pada akhir malam yang terdapat keistimewaan langsung dari Allah. Umat Islam tidak ada yang melewatkannya hanya gara-gara terlalu lelah karena kegiatan begadang yang tidak penting.

Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Allah turun setiap malam ke langit dunia, yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya, siapa yang meminta kepadaKu, maka Aku akan memberikannya, dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka Aku akan mengampuninya." (HR Bukhari).

Keistimewaan yang sedemikian ini menjadikan Rasulullah tak pernah mau meninggalkan akhir malam melainkan dengan shalat, sekalipun diirnya dalam keadaan kurang sehat.

Aisyah Radliallahu ‘anha berkata; “Janganlah kamu meninggalkan shalat malam (qiyamul lail) karena Rasulullah tidak pernah meninggalkannya, bahkan apabila beliau sedang sakit atau kepayahan, beliau shalat dengan duduk.” (HR Abu Dawud).

Momentum istimewa tersebut tentu sangat sayang jika dilewatkan. Padahal, pada waktu itu ampunan dan segala permohonan Allah dengar langsung dan Allah akan kabulkan. Dengan demikian, betapa bijaksananya jika setiap Muslim menata hidupnya sedemikian rupa sehingga pada akhir malam dapat meraih kemuliaan yang dapat menyolusikan segala macam problematik hidup yang dihadapinya.

Pendiri Hidayatullah KH Abdullah Said sangat menekankan pelaksanaan shalat tahajud pada akhir malam kepada para santri dan kader-kadernya saat membangun pesantren di Balikpapan. Bahkan, di setiap menjalankan tugas membangun pesantren di seluruh Indonesia. Jika ada hambatan, masalah, tantangan yang sulit dihadapi, selesaikanlah dengan menghidupkan akhir malam.

Bahkan, ia menganalogikan orang yang bisa bangun malam kemudian shalat Tahajud sama seperti sedang menghadap Allah di “kantor”-Nya, diterima secara khusus. Kita dapat berdialog dengan enak, mengajukan, dan mengadukan segala problem karena seolah-olah hanya kita berdua dengan Allah Ta’ala. Semoga Allah mampukan kita sepanjang hidup ini untuk senantiasa menghidupkan akhir malam.(Imam Nawawi-Republika.co.id/jko)

21 March 2018
Mau Sukses Berbisnis? Jangan Lakukan 5 Hal Ini
Ketika memutuskan untuk terjun dalam dunia bisnis, pastinya akan dihadapkan dengan kenyataan akan adanya untung dan rugi. Kedua hal ini tentunya bergantung pada bagaimana cara seseorang yang menggeluti bisnis tersebut menjalani bisnisnya.

Jika ada kerugian, bisa jadi Anda melakukan beberapa kesalahan yang sudah sepatutnya dihindari sesegera mungkin. Karena itu, seorang pebisnis harus bisa memilih strategi yang tepat agar tidak terjerumus pada kesalahan yang berdampak pada kegagalan yang fatal, apalagi jika kesalahan tersebut menjadi kebiasaan.
 

Dikutip dari Cermati.com, berikut ini beberapa kebiasaan yang harus dihindari jika Anda ingin sukses dalam berbisnis.

1. Melakukan Beberapa Pekerjaan pada Waktu yang Bersamaan

Kebiasaan yang satu ini sering dilakukan orang saat ini. Apalagi jika orang tersebut dihadapkan pada beberapa pekerjaan yang mengharuskannya untuk bekerja gesit.

Memang melakukan beberapa pekerjaan pada waktu yang bersamaan tersebut dianggap mudah untuk dilakukan. Namun, hal ini sebenarnya kurang efektif untuk dilakukan sehari-hari.

Jika Anda mengerjakan beberapa hal secara bersamaan, hal ini akan membuat otak dan tubuh Anda mudah lelah. Dengan begitu, Anda menjadi susah untuk fokus dalam menyelesaikan pekerjaan.

Sama juga dengan berbisnis. Ketika merasa berpikir dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat dari biasanya, Anda sebenarnya malah membuang-buang waktu dengan berpindah dari pekerjaan satu ke lainnya sehingga terkadang Anda menjadi kurang maksimal dalam menyelesaikan beberapa pekerjaan tersebut.
 

2. Komunikasi yang Kurang Baik

Komunikasi adalah suatu hal yang sangat penting dalam dunia bisnis. Ketika Anda menjadi pebisnis, pasti memerlukan komunikasi yang baik agar dapat berjalan lancar dan sukses.

Namun, terkadang Anda bisa saja dihadapkan pada hambatan-hambatan, seperti komunikasi bisnis tersebut tidak berjalan efektif yang dapat menyebabkan masalah serius dan bisa membuat Anda tidak bisa dipercaya di mata rekan bisnis dan juga pelanggan.

Karena itu, ketika Anda menjadi seorang pebisnis, cobalah belajar untuk berkomunikasi dengan baik. Sebab, tidak peduli seberapa berbakatnya Anda dalam mengelola bisnis, kesuksesan tidak akan bisa diraih tanpa adanya penguasaan skill dalam berkomunikasi yang baik. Skill dalam berkomunikasi yang baik tentu berpengaruh besar dalam meraih target utama dari bisnis Anda.
 

3. Tak Memiliki Rencana

Jika Anda adalah tipe orang yang memutuskan untuk melakukan hal tanpa merencanakan dan mempersiapkannya terlebih dahulu, Anda tentu kurang persiapan dalam menghadapi yang pasti akan muncul di kemudian hari. Sudah pasti hal ini patut Anda dihindari karena bisa berakibat fatal.

Sebagai seorang pebisnis yang baik, Anda harus mempersiapkan segala sesuatunya secara matang sebelum melakukan apa pun, karena ketika terjun dalam dunia bisnis akan banyak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pebisnis.

Nah, untuk itu, sudah sepatutnya Anda mengantisipasinya jauh-jauh hari. Sebab ketika dihadapkan masalah tersebut, Anda akan menjadi lebih siap dengan solusi terbaik serta rencana cadangan. Adanya rencana cadangan bisa membantu Anda dalam menghadapi hambatan tersebut.
 

4. Tak Sesuai Jadwal

Waktu merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, terutama dalam dunia bisnis. Karena jika terlambat sedikit saja, tentu akan merusak nama baik Anda dan juga bisnis yang sedang Anda geluti.

Untuk itu, jika Anda sedang melakukan sebuah pertemuan dengan rekan bisnis, sudah sepatutnya Anda untuk datang tepat waktu guna menjaga profesionalitas. Ditambah lagi, jangan pernah sekalipun menunda-nunda pekerjaan apalagi pekerjaan tersebut penting.

Sebab ketika Anda memutuskan untuk menunda, akan mengakibatkan pekerjaan keteteran semisal ada yang lupa dilakukan dan ada pula yang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dikerjakan.
 

5. Melewatkan Waktu Istirahat

Kebiasaan yang satu ini bisa berdampak buruk pada kesehatan Anda. Jangan pernah merasa ketika pekerjaan sangat banyak, Anda malah memilih untuk melewatkan jam istirahat.

Jika melakukan hal ini terus-menerus, tentu akan membuat fisik Anda menjadi mudah lelah dan bisa kurang fit dan fokus untuk menyelesaikan tugas Anda.
 

Jadilah Pebisnis dengan Pribadi yang Terorganisasi

Ketika terjun dalam dunia bisnis, Anda harus bersikap cerdas dalam memutuskan segala sesuatu. Selain itu, menjadi seorang pebisnis juga harus memiliki pribadi yang terorganisasi sekaligus disiplin dan memiliki integritas diri yang tinggi.

Ketika memulai hari baru, siapkanlah diri Anda untuk tetap terorganisasi dengan merencanakan dan menulis tugas pekerjaan beserta deadline untuk setiap pekerjaan bisnis sekaligus aktivitas di kehidupan pribadi Anda sehari-hari.

Dengan memiliki konsep hidup yang terencana dan terorganisasi, secara sempurna tentu akan berdampak baik pada kesuksesan bisnis Anda.(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)

 

 

 

 

 

 

19 March 2018
5 Trik Pintar Atur Uang bagi Wanita Karier
Sebagai bendahara keluarga, seorang ibu sudah seharusnya piawai dalam mengatur keuangan bersama. Namun, hal ini mungkin akan merepotkan bagi ibu yang juga memiliki karier atau bekerja, karena harus menyesuaikan dua macam pola keuangan dalam waktu bersamaan.

Ditambah lagi, wanita karier biasanya juga memiliki lebih banyak keperluan terkait finansial ketimbang ibu rumah tangga yang beraktivitas penuh di rumah.
 

Lantas, bagaimana solusinya? Tenang, ada beberapa tips manajemen keuangan untuk wanita karier guna menyeimbangkan kehidupannya sebagai ibu rumah tangga dan pekerja. Ikuti tips dari Danaxtra berikut ini.

1. Pisahkan Catatan Keuangan Keluarga dan Pribadi

Sebagai manajer keuangan keluarga, wanita karier mesti mampu menyusun rencana keuangan keluarga seperti kewajiban-kewajiban yang harus dibayar dan uang keperluan belanja keluarga. Di sisi lain, wanita karier juga memiliki lebih banyak kebutuhan pribadi seperti dana perawatan tubuh ke salon atau belanja makeup.

Agar pola keuangan Anda tidak karut marut, sebaiknya wanita karier memiliki catatan keuangan yang valid. Sebaiknya Anda membuat dua catatan keuangan terpisah antara kepentingan pribadi dengan keluarga. Pisahkan dana dari pasangan dan dana yang Anda miliki. Catat secara rinci setiap pemasukan dan pengeluaran yang Anda lakukan.

Kendati uang yang Anda dapat merupakan jerih payah sendiri dalam bekerja, dengan pemisahan tersebut, kebutuhan pribadi Anda tidak akan mengganggu kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi. Pemisahan tersebut juga bisa menyeimbangkan antara kedua kebutuhan tersebut agar tidak timpang.
 

2. Kesepakatan tentang Besaran Kebutuhan Keluarga

Anda dan pasangan memang memiliki penghasilan sendiri-sendiri. Namun, harus disepakati ada kebutuhan utama dan pokok dalam keluarga yang harus dipenuhi.

Buat kesepakatan dengan pasangan mengenai pos-pos anggaran yang penting. Terutama berapa porsi yang sesuai untuk kebutuhan keluarga. Masukkan pula dana untuk sumbangan sosial. Di sinilah catatan keuangan akan sangat berguna untuk menentukan besaran yang bisa disepakati

Rundingkan pula berapa porsi di luar kebutuhan bersama yang bisa dipakai untuk kebutuhan pribadi, seperti untuk keperluan hobi dan make up. Kesepakatan ini penting, karena saat merasa punya uang sendiri, kadang-kadang Anda juga ingin menikmati hasil jerih payah untuk bersenang-senang bukan.

Dengan catatan yang detail, keuangan menjadi lebih transparan dan tercukupi. Dengan kesepakatan yang jelas, Anda bisa menghindari percecokan dengan pasangan di kemudian hari.
 

3. Bikin Catatan Keuangan yang Detail

Bila sudah terjadi kesepakatan, anggaran untuk kebutuhan juga harus dipersiapkan. Jadi, cara selanjutnya adalah mencatat dengan detail berapa pengeluaran dan pemasukan yang terjadi. Hal ini untuk mengontrol pengeluaran agar bisa tetap terkendali.

Keuntungan mencatat keuangan ini untuk mengetahui pos-pos anggaran mana saja yang dinilai terlalu boros dan yang butuh untuk ditambahkan. Jadi, Anda bisa menekan biaya-biaya yang berlebih dan menyisakan uang untuk hal lainnya.

Kalau memang terlalu repot untuk mencatat, bisa memakai aplikasi keuangan gratis yang dapat Anda pakai untuk mencatat keuangan melalui gadget yang Anda miliki. Kelebihan memakai aplikasi keuangan tersebut sangat memudahkan Anda untuk mencatat keuangan kapanpun dan dimanapun. Jadi, sudah tidak ada alasan lagi untuk Anda sebagai wanita karier yang merasa kerepotan untuk mencatat keuangan.
 

4. Alokasikan Dana untuk Perlindungan Kesehatan

Sebagai wanita karier, risiko kesehatan adalah salah satu masalah yang harus Anda pikirkan. Apalagi jika saat ini usia Anda sudah melewati bilangan 40 tahun.

Untuk itu, Anda perlu mengalokasikan keuangan untuk keperluan kesehatan. Baik dengan cara membeli asuransi kesehatan, atau mengalokasikan dana cadangan untuk berobat, sesuai dengan riwayat kesehatan Anda.
 

5. Sisihkan Uang untuk Tabungan dan Acara Keluarga

Setelah Anda mampu mengontrol keuangan dan bisa menyisakan uang, usahakan untuk bisa menabung secara rutin. Dengan menabung, Anda akan mempunyai anggaran untuk yang lainnya di kebutuhan ke depan. Seperti untuk kebutuhan ke depan yang mendesak, dan kebutuhan untuk berekreasi bersama keluarga.

Menyediakan waktu untuk berekreasi bersama keluarga, tentunya juga dibutuhkan untuk Anda sebagai wanita karier. Dengan waktu yang terbatas karena bekerja, manfaatkan waktu luang atau kesempatan cuti untuk bersenang-senang dengan keluarga.

Jangan sampai karier mengalahkan waktu bersama keluarga. Karena waktu bersama keluarga adalah yang terutama untuk Anda sebagai wanita karier.(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)

 

 

 

 



 

16 March 2018
Perusak Hati

Rusaknya hati merupakan musibah terbesar bagi orang yang beriman. Sebab, rusaknya hati akan merusak semua kebaikan yang telah kita lakukan. Rasulullah SAW bersabda, "Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging. Apabila dia baik maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila dia buruk maka jasad tersebut akan menjadi buruk. Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah kalbu, yaitu hati" (HR Bukhori). Oleh karena itu, wajib bagi kita menjaga hati agar tetap baik dan berupaya mengobatinya bila rusak. "Obatilah hatimu karena kebutuhan Allah kepada hamba-Nya terletak pada baiknya hati" (Hilyah Auliya 2/157, lihat Ma'alim fi Suluk wa Tazkiyah Nufus hal 70).

Salah satu cara agar hati kita tidak rusak adalah dengan mencari tahu perkara-perkara yang bisa merusak hati. Karena, bagaimana kita bisa menghindari hal-hal yang merusak hati jika kita tidak mengetahui perkara-perkara yang bisa merusaknya? Dalam kitab Nashaihul 'Ibad karya Ibnu Hajar Al Asqolani disebutkan bahwa Hasan Al-Bashri pernah berkata, "Rusaknya hati itu disebabkan oleh enam hal; sengaja berbuat dosa dengan harapan kelak tobatnya diterima, mempunyai ilmu, tapi tidak mengamalkannya, beramal tapi tidak ikhlas, memakan rezeki dari Allah SWT, tapi tidak bersyukur, tidak ridha dengan pemberian Allah SWT, dan menguburkan jenazah, tapi tidak mengambil pelajaran darinya."

Semua perbuatan itu menjadi perusak hati karena orang yang berbuat dosa dengan harapan tobat yang akan dilakukannya kelak akan diterima oleh Allah akan menjadikan hatinya semakin hitam karena ia hanyut dalam kubangan dosa. "Jika seorang hamba melakukan satu dosa, niscaya akan ditorehkan di hatinya satu noda hitam. Seandainya dia meninggalkan dosa itu, beristighfar dan bertobat; niscaya noda itu akan dihapus. Namun, jika dia kembali berbuat dosa; niscaya noda-noda itu akan semakin bertambah hingga menghitamkan semua hatinya. Itulah penutup yang difirmankan Allah, "Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka lakukan itu telah menutup hati mereka" (QS al-Muthaffifin: 4) (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah).

Begitu pula dengan orang yang memiliki ilmu, tetapi meninggalkan amal akan menjadikan hatinya diliputi dengan kesombongan. Rasulullah SAW bersabda: "Bahaya mengerti adalah sombong." Adapun beramal, tapi tidak ikhlas bisa menjadi perusak hati karena ketidakikhlasan akan menyebabkan dirinya dirasuki kemusyrikan baik khofi maupun jali.

Begitu pula dengan memakan rezeki Allah, tapi tidak besyukur, ia akan menjadikan hati kita ingkar nikmat. Allah SWT berfirman, "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (QS 14: 7). Sementara, tidak ridha dengan pembagian Allah akan merusak hati karena perbuatan tersebut akan menjadikan dirinya buruk sangka kepada Allah SWT. Dan ketidakmampuan mengambil pelajaran dari kematian seseorang akan menjadikan hatinya keras membatu.

Semoga kita semua diberi kemampuan oleh Allah SWT untuk bisa menjaga hati kita dari sesuatu yang bisa merusaknya dan Allah SWT menetapkan hati kita ada dalam agamanya. "Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu" (HR Tirmidzi). Amin. Wallahu a'lam.(Moch Hisyam-Republika.co.id/jko)

14 March 2018
18 Langkah Sukses Merintis Usaha
Mungkin hampir semua orang memimpikan menjadi seorang pebisnis besar dan sukses. Tapi tahukah Anda bahwa hanya sebagian kecil yang benar-benar menggapai mimpi tersebut.

Alasan yang paling sering Anda dengar tergolong sederhana yaitu merintis dan mengelola usaha sendiri tidak semudah yang dibayangkan. Selain harus memiliki mental sekuat baja, ada hal penting lain yang harus dipersiapkan agar hasilnya maksimal, apa saja?

Berikut 18 tips bisnis yang sangat penting untuk Anda simak:

1. Harus percaya diri
Mulailah untuk lebih memantapkan hati sebelum memulai bisnis. Apabila masih setengah hati saat mulai membangun usaha, Anda akan lebih mudah dijatuhkan oleh keadaan. Alih-alih sukses, usaha yang Anda bangun justru berhenti di tengah jalan. Percaya diri dan yakin adalah modal awal untuk membangun bisnis.

2. Tentukan model bisnis yang akan dijalankan
Jika hati sudah mantap, cobalah untuk mulai memikirkan model bisnis apa yang akan Anda

3. Buatlah "Visi dan Misi Bisnis" yang jelas
Hal terpenting saat akan memulai usaha adalah membuat rencana bisnis yang memiliki fleksibilitas dan inovasi bisnis di dalamnya, jangan lupa sertakan "Visi dan Misi" yang jelas usaha yang tengah Anda rintis. Visi dan misi ini membuat bisnis Anda terukur serta terarah ingin seperti apa nantinya. Anda bisa mulai mencari tahu informasi tren bisnis yang sedang berkembang.

4. Berpikir "Out of The Box"
Tidak ada pebisnis yang sukses tanpa berpikir kreatif. Sudah banyak bisnis kreatif yang sudah booming. Nah dari sini Anda sudah harus terbiasa untuk mengasah kemampuan berpikir menjadi lebih kreatif ya. Ketika Anda sudah berpikir kreatif dan melihat sebuah peluang, jangan tunggu lebih lama, langsung sikat saja!

5. Rajin membuat catatan kecil
Catatlah semua hal penting yang Anda dapatkan. Mulai dari nasihat orang lain, masalah dan jawaban yang sedang di hadapi, hingga tantangan-tantangan yang Anda hadapi saat mengelola usaha Anda. Dengan harapan, bila waktunya tiba, Anda tak hanya mewariskan sebuah perusahaan melainkan juga pengalaman Anda. Ya atau Ya??

6. Fokus pada satu bisnis dulu
Jangan terburu-buru menggandakan keuntungan dengan memulai bisnis ke dua. Pastikan bisnis yang Anda kelola saat ini sudah benar-benar stabil, baik dari segi modal, SDM, maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya. Jika bisnis pertama sudah berjalan dengan baik, pikirkan secara perlahan namun pasti untuk membuka bisnis kedua. Ingat! Jangan terburu-buru ya.

7. Bersiap menghadapi situasi terburuk
Nyali besar memang diperlukan untuk menjadi pebisnis yang sukses. Namun, tidak selamanya apa yang Anda harapkan itu terjadi dengan cepat, pastilah membutuhkan proses dan di dalam proses tersebut bisa saja Anda terpuruk dalam keadaan. Yang harus di lakukan adalah menganalisa dan mempersiapkan diri pada kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.

8. Jalankan bisnis yang Anda sukai
Menjalani sesuatu sesuai dengan passion akan membuat seseorang lebih rileks, bahkan saat sedang diterjang situasi sulit sekalipun. Hal ini juga berlaku di dalam dunia bisnis. Dengan begitu, Anda dijamin tak akan kesulitan dalam mempertahankan komitmen untuk sukses

9. Terbuka terhadap kritik & evaluasi yang membangun
Salah satu rahasia kesuksesan adalah memanfaatkan "proses belajar". Jadilah orang yang selalu terbuka terhadap kritik dan nasihat dari orang lain. Cobalah untuk melakukan evaluasi terhadap kekurangan diri pada saat berbisnis.

10. Terus belajar dan jangan cepat puas diri
Setiap perjalanan bisnis pasti ada siklus "naik dan turun". Saat bisnis yang Anda kelola sedang di atas angin, jangan cepat berpuas diri apalagi sombong. Gunakan momentum ini untuk semakin mengakselerasi bisnis. Begitupun pada saat bisnis Anda sedang lesu, jangan lantas putus asa. Buka hati dan jangan malu untuk bertanya kepada orang yang lebih sukses dari Anda!bangkit.

11. Jalankan bisnis yang Anda kuasai
Bicara bisnis tentu juga bicara keuntungan. Ada kalanya hal yang Anda sukai kurang menguntungkan, baiknya Anda kesampingkan dulu hal yang Anda sukai dan fokus kepada yang Anda kuasai. Pahami potensi Anda, lalu terapkan ke dalam fokus bisnis Anda.

12. Siapkan modal bisnis
Sekarang kita bahas faktor eksternal dalam memulai usaha. Pertama adalah modal bisnis. Pastikan apakah modal dalam bisnis Anda berasal dari dana pribadi, hasil patungan atau meminjam dari bank. Bila dari hasil patungan, pastikan semuanya diatur secara jelas, hitam di atas putih. Agar nantinya tak ada yang merasa dirugikan saat bagi hasil.

13. Selalu lihat peluang dan trend yang berkembang
Sedikit bocoran untuk Anda, sejak beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah Indonesia sedang menaruh perhatian besar di sektor perdagangan dunia digital. Hal ini adalah contoh peluang bisnis yang bisa Anda manfaatkan. Anda bisa memulainya dengan berdagang secara online, atau bahkan mendirikan perusahaan startup berbasis digital.

14. Tentukan target pasar
Seorang calon pengusaha yang sukses haruslah pandai menganalisa target pasar. Meski ia memiliki produk dengan kualitas terbaik, namun, jika ia tidak memiliki pasar yang tepat, maka penjualan produk yang dilakukan akan mengalami kesulitan.

15. Pahami kompetisi bisnis
Dunia bisnis adalah dunia yang penuh akan kompetisi. Untuk memenangkan persaingan, cara terbaik adalah mempelajari dan belajar dari pesaing Anda. Jangan malu untuk mengakui keunggulan pesaing Anda, tetapi juga jangan mau kalah dari mereka. Belajarlah dari keunggulan

16. Pilih SDM yang tepat
Sumber daya manusia adalah salah faktor krusial apakah bisnis Anda dapat bertahan atau tidak. Sebab tak mungkin Anda mengelola semuanya sendirian. Pastikan SDM yang Anda pekerjakan mendatangkan manfaat. Carilah SDM yang jujur, dapat di percaya dan loyal.
pesaing Anda, sikapi dengan positif dan cari cara bagaimana Anda bisa menjadi lebih unggul.

17. Mental yang keras
Satu kali pasti bisnis Anda akan mengalami penurunan, bahkan tidak jarang yang mengalami kebangkrutan. Jika dihadapkan pada kondisi ini, jangan memutuskan untuk berhenti. Sebab apa yang sudah dimulai sangat merugikan jika tak diselesaikan. Semua yang Anda butuhkan sudah ada di genggaman, pengalaman. Jadikan pengalaman sebagai modal berharga agar nantinya sukses bisa Anda raih!

18. Action
Hal terpenting dari membangun bisnis adalah "memulai". Memang tidak gampang, tapi langkah pertama sangat diperlukan. Sukses bukan jatuh dari langit, ia tidak datang sendiri. Sukses didapat lewat perjalanan dan usaha tak kenal lelah. Jadi mulai pijakkan langkah pertama Anda menuju kesuksesan. Ini adalah elemen terpenting jika Anda ingin membangun bisnis karena percuma semuanya sudah Anda siapkan tapi tidak take action! Take action, miracle happens!(Tung Desem Waringin - detikFinance/jko)
13 March 2018
Modal Minim, Ini 7 Pekerjaan Sampingan dengan Untung Gede
Zaman yang semakin canggih menuntut kita harus lebih bisa dalam segala hal. Termasuk dalam hal menghasilkan uang. Apa pun yang kita lakukan dipercaya akan membuahkan hasil yang luar biasa jika tahu cara memanfaatkan teknologi dengan baik.

Menghasilkan uang tidak lagi harus pergi pagi pulang malam. Dengan ambil pekerjaan sampingan, Anda dapat memenuhi pundi-pundi rupiah sebagai bekal di masa depan. Kebanyakan pekerjaan sampingan membutuhkan modal yang lumayan besar.
 

Namun, seperti yang dikutip dari Cermati.com, pekerjaan-pekerjaan sampingan di bawah ini bisa Anda geluti tanpa modal sepeser pun:

1. Penulis

Hobi tulis-menulis yang Anda miliki bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan uang. Anda bisa mendaftarkan diri di platform freelancer yang sekarang banyak tersedia. Platform tersebut sama sekali tidak memungut biaya untuk registrasi. Anda dapat menjual hasil tulisan dan memperoleh penghasilan.

Agar hasil tulisan semakin baik, luangkan waktu untuk lebih sering membaca. Entah itu membaca buku, novel, koran, ataupun artikel di internet. Semakin bagus tulisan yang dibuat, upah yang Anda dapatkan pun semakin besar. Kesempatan untuk berkarier di bidang tulis-menulis pun semakin terbuka lebar.
 

2. Translator

 

Pekerjaan sampingan selanjutnya adalah menjadi seorang translator. Pekerjaan ini sangat cocok bagi Anda yang menguasai bahasa asing. Contohnya, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, dan lain sebagainya. Sama seperti penulis, Anda bisa mendaftarkan diri pada sebuah platform khusus yang mempekerjakan para translator.

Kalau punya teman atau sanak saudara yang membutuhkan jasa penerjemah, Anda bisa meminta mereka untuk menggunakan jasa Anda. Dengan demikian, Anda dapat memperoleh penghasilan. (Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah. Apa Hubungannya dengan Harga Barang di Pasar?)

3. Blogger

Pekerjaan menjadi seorang blogger semakin diminati dari tahun ke tahun. Tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga di seluruh dunia. Pekerjaan ini sangat fleksibel, tapi membutuhkan ketekunan dan kreativitas yang tinggi untuk membuat konten-konten yang menarik.

Tulisan yang dibahas para blogger tergantung dari passion masing-masing. Kebanyakan blogger berkelut di bidang fashion, beauty, maupun culinary. Jika blog milik Anda memiliki traffic yang tinggi, bayaran yang Anda terima semakin besar.

Para blogger terkenal biasanya akan diajak berkolaborasi untuk mempromosikan produk tertentu. Jika Anda memiliki passion di bidang ini, tidak ada salahnya untuk mencoba. Lagi pula penghasilan seorang blogger cukup menggiurkan. Jangan pernah disia-siakan.
 

4. Vlogger

 

Jika blogger berkelut di bidang tulis-menulis, vlogger berkelut di bidang pembuatan video. Video yang Anda buat dapat diunggah ke platform YouTube.

Upah yang didapatkan seorang vlogger tergantung dari jumlah pemirsa yang menonton video tersebut. Semakin banyak jumlah penonton, semakin banyak uang yang dihasilkan.

Seorang vlogger harus memiliki konsistensi yang tinggi untuk membuat video. Selain itu, konten yang dibagikan juga harus bermanfaat bagi para penonton. Tujuannya agar penonton tetap stay tune di channel YouTube milik Anda.

5. Pembuat Website

Anda termasuk orang yang beruntung bila menguasai bidang IT dengan baik. Soalnya kemampuan IT Anda bisa dimanfaatkan untuk membantu orang lain dalam pembuatan website.

Jasa pembuatan website memiliki prospek yang sangat menjanjikan beberapa tahun yang akan datang. Apalagi dunia internet semakin berkembang pesat. (Baca Juga: Kartu Kredit Gratis Fasilitas Airport Lounge Terbaik)
 

6. Jasa Les Privat

 

Ilmu yang Anda dapatkan di bangku kuliah bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan uang juga. Caranya dengan membuka jasa les privat bagi mereka yang membutuhkan. Anda tidak butuh modal untuk melakukan pekerjaan ini. Sebab kunci utama bisnis ini adalah wawasan di bidang tertentu.

7. Reseller

Menjalankan bisnis online rasanya sudah biasa. Bagaimana kalau mencoba untuk menjadi reseller? Pekerjaan menjadi reseller tetap akan membawamu pada bisnis online. Namun, pekerjaanmu bukan sebagai tangan pertama melainkan sebagai perantara ke konsumen.

Harga barang yang diberikan kepada reseller jauh lebih murah dibandingkan harga ke konsumen. Perbedaan harga inilah yang diakui sebagai keuntungan bagi para reseller. Kunci utama seorang reseller adalah kelihaian mengamati kondisi pasar. Terlebih untuk mengamati barang yang lagi jadi tren di kalangan anak muda.

Sukses Itu Butuh Kerja Keras

Melakukan pekerjaaan sampingan tidak selamanya membutuhkan modal besar. Anda bisa memanfaatkan hobi atau passion untuk mendapatkan penghasilan. Yang terpenting adalah kegigihan, kerja keras, dan keuletan dalam menjalankan bisnis agar apa yang dikerjakan bisa menuai hasil yang maksimal.(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)

 

 

 

 

 

 

12 March 2018
Tips Jitu Hadapi Pertanyaan Wawancara Kerja yang Tak Sesuai
Ada banyak artikel dan sumber di luar sana yang berfokus pada tip penulisan resume terbaru, strategi pencarian kerja, dan teknik wawancara untuk mengesankan para perekrut. Namun yang langka adalah sumber daya yang berhubungan dengan hak pencari kerja.

Meskipun tidak semua negara memiliki undang-undang yang tepat untuk melindungi hak-hak karyawan, fokus yang berkembang pada praktik ketenagakerjaan yang setara telah menghasilkan momentum global untuk memerangi praktik perburuhan yang tidak sesuai.

Di Asia, undang-undang ketenagakerjaan untuk masing-masing negara melindungi karyawan dan pencari kerja dalam berbagai tingkat namun memiliki prinsip serupa, terutama melindungi kesetaraan jender dan memberikan kesempatan kerja yang setara.
 

Kebijakan semacam itu telah membuat beberapa pertanyaan wawancara kerja tidak sesuai, bahkan ilegal. Dan sementara Anda mungkin ingin melakukan yang terbaik saat wawancara, namun sama pentingnya bagi Anda untuk melindungi hak privasi Anda dan tetap melakukan wawancara dengan pertanyaan terbatas yang sesuai dengan kemampuan Anda untuk memenuhi persyaratan pekerjaan dan bukan hal lainnya.

Berikut adalah sembilan pertanyaan wawancara kerja yang tidak sesuai dan cara yang tepat untuk menanganinya, seperti yang dikutip dari Jobstreet.com, Senin (12/3/2018):

1. Berapa usia Anda?

Ini mungkin tampak seperti pertanyaan yang biasa untuk diajukan, namun masalahnya adalah jika usia Anda tersebut memengaruhi kemampuan Anda untuk melakukan pekerjaan, maka informasi ini sama sekali tidak ada hubungannya dalam wawancara.

Anda dapat membelokkannya dengan sebuah lelucon seperti, “Cukup tua untuk bisa menyetir!” dan menertawakannya. Mudah-mudahan pewawancara akan mendapatkan petunjuk dan melanjutkan pertanyaannya.

2. Apakah Anda lajang?

Beberapa perekrut mengira sangat normal untuk menanyakan status perkawinan Anda, tapi sekali lagi, ini bukan urusan mereka.

Dalam situasi ini, Anda mempunyai hak untuk mengatakan, “Saya lebih memilih untuk tidak mendiskusikan kehidupan pribadi saya, tapi saya lebih dari senang untuk membicarakan pengalaman dan keterampilan saya.”

3. Apakah Anda punya anak?

Salah satu cara cerdas untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan mengembalikannya kepada perekrut dan menanyakan apakah perusahaan memiliki masalah dengan karyawan yang memiliki keluarga.

Tapi ingat, jangan bersikap sinis, pertahankan nada Anda tetap ramah dan mudah diwawancara. Hal ini akan membuat pesan tersampaikan dengan jelas.

4. Apakah suku Anda?

Agar tetap netral, jawablah yang menyebutkan kewarganegaraan Anda dan beritahu pewawancara bahwa Anda memiliki kuasa hukum untuk bekerja di negara ini.

Jika pewawancara bertahan, Anda mungkin harus memberitahunya dan mengatakan bahwa Anda tidak melihat bagaimana hal itu mempengaruhi kemampuan Anda untuk melakukan pekerjaan, sambil mempertahankan nada ramah.
 

5. Apakah Anda merokok atau minum?

Cobalah menjawab dengan, “Apakah Anda memerlukan perokok atau peminum untuk pekerjaan ini?” Dengan tatapan bingung di wajah Anda untuk menyampaikan keingintahuan yang tulus.

6. Apakah Anda religius?

Jawablah dengan mengatakan, “Hei, bukankah kita harus menjauh dari topik sensitif seperti agama dan politik selama pertemuan bisnis?” Ini sama dengan membunuh dua burung dengan satu batu (mendapatkan dua hal sekaligus--ini mengalihkan pertanyaan dan memastikan pewawancara selanjutnya tidak bertanya tentang politik!
 

7. Partai politik mana yang Anda dukung?

Lihat poin sebelumnya (nomor 6) agar tak ada pertanyaan seperti ini.

8. Apakah Anda memiliki cacat?

Anda bisa mengatakan, “Tidak ada yang akan mempengaruhi kemampuan saya untuk melakukan pekerjaan itu,” yang akan menjawab pertanyaan tersebut tanpa mengungkapkan rincian pribadi yang belum siap Anda bagikan.

Meskipun penting bagi Anda untuk mempertahankan profesionalisme Anda dan menjawab pertanyaan para perekrut dengan sebaik mungkin, namun hal itu juga menggambarkan banyak tentang budaya kerja perusahaan jika mereka minta maaf tentang pertanyaan wawancara pekerjaan yang tidak pantas tersebut.(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)

 

 

 

 

09 March 2018
Yuk, Perhatikan Adab di Masjid
Masjid menjadi tempat beribadah kaum Mus limin. Khususnya dalam menunaikan shalat berjamaah. Sebagai tempat yang dimuliakan, ada adab-adab yang harus diperhatikan seorang saat memasuki masjid. Rasulullah SAW sangat memperhatikan adab di dalam masjid.

Bukan hanya tingkah laku, bau badan pun diperhatikan bagi jamaah yang hendak masuk ke masjid. Kita bisa menemukan dalam hadis yang berasal dari Jabir, betapa Nabi memperhatikan bebauan.
 

Ketika itu, Nabi SAW melarang orang yang memakan bawang putih, bawang merah, dan kucai untuk mendekati masjid agar malaikat tidak terganggu. Sebaliknya, Rasulullah SAW seperti dikisahkan Aisyah RA mengungkapkan, beliau memerintahkan masjid untuk dibersihkan dan diharum-harumi. Bukan cuma itu, Anas RA mengisahkan, Rasulullah SAW bersabda bahwa pahala membersihkan satu kotoran oleh seseorang dari masjid tampak di hadapan Nabi SAW. Berikut adab selama di masjid yang dikutip dari kitab Fikih Sunnah karangan Sayyid Sabiq.

Orang yang hendak masuk ke masjid disunahkan untuk menggunakan kaki kanan dan membaca doa ketika masuk ke masjid. "Aku berlindung kepada Allah Yang Mahaagung, dengan wajah-Nya yang Mahamulia serta kerajaan-Nya yang azali, dari godaan setan yang terkutuk. Dengan nama Allah, ya Allah, berikanlah rahmat kepada Muhammad. Ya Allah, ampunilah segala dosaku dan bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu."

Ketika hendak keluar dari masjid, disunahkan untuk melangkahkan kaki kiri lebih dahulu. Layaknya masuk ke dalam masjid, seseorang pun dianjurkan untuk melafazkan doa saat keluar masjid. "De ngan nama Allah ya Allah, berikanlah rah mat kepada Muhammad. Ya Allah, am puni lah segala dosaku, dan bukakanlah un tukku semua pintu keutamaan-Mu. Ya Allah, lindungilah diriku dari godaan setan yang terkutuk."

Setelah masuk ke dalam masjid, disu nahkan untuk melakukan shalat tahiyatul masjid sesuai dengan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW. Sesuai dengan hadis yang bersumber dari Abu Qatadah. "Apabila salah seorang di antara kamu datang ke masjid, maka hendaklah ia datang dua rakaat sebelum duduk!"

Saat berada di dalam masjid, diimbau untuk tenang. Janganlah mengeraskan suara di dalam masjid. Ketika ada yang mengeraskan suara, sementara ada orang yang sedang melaksanakan shalat maka hukumnya haram. Meskipun, orang itu sedang membaca Alquran. Kecuali bila sedang mempelajari suatu ilmu.

Hal tersebut sesuai dengan hadis yang berasal dari Ibnu Umar RA. Pada suatu ketika, Rasulullah SAW pergi ke masjid. Didapatinya ada banyak orang bersembahyang dan banyak pula yang mengeras kan suara dalam membaca Alquran. Maka sabdanya: "Sesungguhnya orang yang bersembahnyang itu sedang munajat atau bercakap-cakap dengan Tuhannya Azza Wajalla maka seharusnya ia mengetahui apa yang dipercakapkan itu! Dan janganlah pula sebagianmu mengeraskan suara nya mengatasi yang lain dalam membaca Alquran."

Bercakap-cakap di dalam masjid pun harus sesuai dengan aturan. Imam Nawawi membolehkan bercakap-cakap dalam mas jid baik soal keduniaan atau soal lainnya. Asal apa yang dipercakapkan itu hal yang mubah atau boleh menurut agama. Seka lipun menimbulkan gelak tawa, asalkan apa yang ditertawakan mubah.

Berdasarkan HR Muslim, pada masa Rasulullah, orang meninggalkan masjid di waktu Subuh ketika matahari telah terbit. Ap abila matahari sudah terbit, baru me reka pulang sesuai dengan apa yang dicontohkan Nabi SAW. Selama menunggu di dalam masjid, beberapa di antara ja maah memperbincangkan peristiwa yang mereka alami ketika zaman jahiliyah. Terkadang, mereka tertawa bersama. Nabi SAW pun tersenyum.

Bagaimana dengan makan, minum, dan tidur di dalam masjid? Tidak ada la rang an untuk melakukan semua hal tersebut. Ibnu Umar dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah berkisah, pada masa Ra sulullah SAW, para sahabat pernah tidur siang di masjid. Tidak hanya Muslim yang tidur di masjid pada masa itu, kaum mu syrikin juga diperbolehkan untuk tidur di masjid.

Contohnya adalah Tsumamah yang pernah tidur di masjid sebelum masuk Is lam. Imam Syafii dalam Kitab Al Umm pun berkata, "Jika seorang musyrik diperkenankan tidur, apalah lagi seorang Muslim." Sementara itu, kitab Al Mukhtasar meng ungkapkan, seorang musyrik diperboleh kan untuk tidur di masjid manapun, ke cuali di Masjid al-Haram.

Dimakruhkan mempersilangkan jari-jari waktu hendak pergi shalat dan juga ketika dalam masjid saat menunggu shalat. Selain pada saat-saat tersebut, tidak di mak ruhkan kecuali di dalam shalat. "Apa bila salah seorang di antaramu berwudhu dan menyempurnakan wudhunya itu, lalu keluar dengan sengaja hendak pergi ke masjid, maka janganlah ia mempersilang kan jari-jarinya, karena di saat itu ia berarti telah dalam keadaan shalat." (HR Ahmad, Abu Daud, dan Turmudzi).

Shalat di antara tiang sebenarnya dibo leh kan baik dia menjadi imam atau munfarid. Said bin Jubeir, Ibrahim at-Taimi, dan Suwaid bin Ghuflah sering shalat se bagai imam bagi kaumnya di antara tiangtiang. Namun, bagi makmum dihukumi makruh karena memotong shaf. Namun, jika tempat itu sempit maka tidak makruh.

Hukum makruh juga dikenakan bagi orang yang mencari benda hilang. Sesuai dengan hadis yang berasal dari Abu Hurai rah RA. "Barang siapa mendengar seseorang mencari sesuatu yang hilang dalam masjid, hendaklah dikatakannya: 'Semoga Allah tiada mengembalikannya kepada mu!' Sebab masjid didirikan bukan buat itu." (HR Muslim).

Tidak hanya itu, seseorang juga dilarang untuk melakukan jual beli. Rasulullah SAW sendiri, dalam hadis yang masih berasal dari Abu Hurairah RA menyuruh agar orang-orang berdagang dalam masjid didoakan. "Semoga Allah tiada akan meng untungkan daganganmu!" (HR Nasai dan Turmudzi).

Rasulullah SAW pun melarang seorang Muslim bersyair di dalam masjid. Hanya saja, syair yang tidak diperbolehkan adalah yang mengandung ejekan terhadap seorang Muslim atau pujian bagi orang-orang zalim. Syair juga dilarang jika mengandung kata-kata cabul.(A Syalabi Ichsan-republika.co.id/jko)

 

05 March 2018
5 Tips Dapatkan Asuransi yang Tepat untuk Orang Tua
Usia lanjut memang erat kaitannya dengan banyak penyakit yang datang. Memiliki asuransi menjadi salah satu pilihan yang tepat bagi Anda yang sudah lanjut usia.

Dengan adanya produk asuransi, kesehatan dapat menjadi kelegaan tersendiri. Apalagi dengan kondisi biaya kesehatan yang terus meningkat setiap waktunya.

Tentu saja Anda tidak ingin bukan merasakan sakit dan kesulitan membayar?Tak heran jika sebagai anak, Anda menginginkan perlindungan yang dapat menjamin kesehatan.
 

Tak hanya bagi diri sendiri, tapi untuk orang tua Anda. Memilihkan asuransi untuk orang tua sah-sah saja Anda lakukan asalkan jangan sampai salah pilih. Berikut ini hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam memilih asuransi untuk orang tua seperti dikutip dari Cermati.com:

1. Cari yang Sesuai dengan Kondisi Kesehatan

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memahami bagaimana kondisi kesehatan orang tua Anda. Ada banyak manfaat yang ditawarkan tiap-tiap asuransi.

Namun, Anda harus mencari informasi sebanyak mungkin tentang manfaat-manfaat tersebut sehingga nantinya tidak ada cerita jika manfaat asuransi tidak bisa dirasakan dan sia-sia.

Untuk itu, pertimbangkan bagaimana kondisi kesehatan orang tua. Anda bisa mencoba membawa orang tua ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sebagai langkah untuk menentukan jenis asuransi kesehatan mana yang akan dipilih.

2. Cari Tahu Batas Usia di Setiap Asuransi

Sebelum mendaftar asuransi, perhatikan batas usia masuk karena tiap-tiap asuransi memiliki aturan yang berbeda satu sama lainnya. Biasanya rentan usia yang digunakan adalah maksimal 50, 60, hingga 70 tahun. Setelah itu, perhatikan peraturan mengenai pre-existing condition yang mana merupakan kondisi semua penyakit, medis, hingga luka yang pernah dialami.

Ada beberapa perusahaan yang tidak menanggung biaya ini, tapi ada beberapa yang mau menanggung pre-existing condition. Jangan lupa untuk memerhatikan periode eliminasinya yang mana periode ini memiliki beberapa syarat eliminasi pada beberapa penyakit yang didasarkan pada kurun waktu tertentu.
 

3. Lihat Nilai Biaya Kesehatan

Yang harus Anda perhatikan selanjutnya adalah mengenai nilai biaya kesehatan yang ditawarkan asuransi. Mengingat jika biaya kesehatan terus meningkat, tentukan jenis produk asuransi mana yang ingin Anda gunakan. Meningkatnya biaya kesehatan juga akan membuat nilai premi meningkat. Karena itu, perkirakan berapa nilai inflasi sehingga nantinya nilai pertanggungan asuransi tersebut bisa menutupi biaya kesehatan Anda.

4. Pertimbangkan Asuransi Kesehatan yang Memiliki Proteksi hingga Usia Lanjut

Kita tidak pernah tahu sampai usia berapa orang dapat terus hidup. Karena itu, mempertimbangkan hal tersebut akan lebih baik untuk mendapatkan asuransi yang bisa memberikan perlindungan dalam waktu yang cukup lama. Bahkan, ada beberapa pihak asuransi yang mau memberikan perlindungan hingga melebihi usia 100 tahun.
 

5. Pilih yang Memberikan Perlindungan hingga Ke Penyakit Kritis

Tidak ada salahnya untuk memilih perlindungan yang dapat memberikan jaminan hingga ke penyakit yang kritis. Sakit bisa datang kapan pun tanpa orang tersebut mengetahuinya, termasuk penyakit kritis.

Namun, memang agak sulit untuk mendapatkan jenis asuransi seperti ini mengingat tidak semua pihak asuransi menawarkan perlindungan lengkap hingga ke penyakit kritis.

Pahami Polis dengan Benar Sebelum Memutuskan

Karena asuransi merupakan hal penting yang dapat menjamin dan memberikan perlindungan di masa yang akan datang. Tentu saja untuk memutuskannya tidak boleh gegabah dan terburu-buru.

Pahami terlebih dahulu polis dengan benar sebelum Anda menandatanganinya. Jika belum mengerti benar, Anda bisa menanyakan kepada pihak asuransi. Anda juga bisa  terbuka dengan kondisi sebenarnya sehingga nantinya Anda memahami tentang risiko yang bisa saja terjadi.(Nurseffi Dwi Wahyuni-liputan6.com/jko)

 

 

 

 

Page 2 of 61      < 1 2 3 4 >  Last ›