Selingan

16 July 2018
5 Tips agar Anda bertahan di pekerjaan pertama
Anda fresh graduate, pasti sedikit sulit menemukan pekerjaan. Anda harus melewati proses seleksi yang super panjang dan melelahkan. Namun hal itu akan hilang setelah Anda bisa mendapat pekerjaan.

Meski demikian, mendapat pekerjaan pertama bukan berarti masalah selesai. Berbagai hambatan dan tekanan akan Anda alami.

Banyak karyawan yang tidak betah bekerja dan hanya bertahan selama satu minggu atau bulan. Sebab, dibutuhkan kemampuan adaptasi yang baik saat harus berganti status dari anak kuliahan ke pekerja kantoran. Jika tidak, bekerja di tempat baru pastilah menjadi sulit.

1. Hindari begadang
Sebagian besar karyawan menjadikan ini sebagai masalah terbesar saat baru pertama kali kerja. Mungkin karena saking semangatnya, sampai-sampai dengan sukarela membawa pekerjaan ke rumah. Akhirnya, mereka pun bekerja sampai larut untuk mengejar semuanya di esok hari.

Padahal, Anda membutuhkan tidur cukup di saat-saat seperti ini. Esok saat bangun, tubuh akan kembali bugar dan tidak gampang sakit karena kurang tidur. Dengan tidak begadang, Anda juga bisa bangun pagi tanpa khawatir telat ke kantor. Ingat, jangan sampai bangun kesiangan dan terlambat masuk ke kantor karena masih karyawan percobaan.

2. Cari teman baru
Meskipun mendapatkan gaji yang besar, jika lingkungan kerja tidak asyik, pasti Anda pun tidak betah, kan? Untuk itu, segeralah mencari teman baru, entah teman seangkatan, mentor, atau malah karena saking lihainya bos sendiri.

Setidaknya, carilah satu teman kerja yang bisa kamu ajak seru-seruan di kantor.

3. Tahu kelebihan diri
Anda pasti sudah tahu keunggulan diri sendiri sehingga bisa diterima kerja. Pupuk lah keunggulan Anda ini demi mendapatkan jenjang karier yang bagus.

Buat target ke depan, lalu carilah kubu di dalam perusahaan. Orang tersebut bisa mereka yang Anda incar posisinya atau siapa pun yang memang cocok buat berteman.

4. Pisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi
Pisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Tampakkan pada diri setiap kali masuk kerja harus secara efisien dan tepat waktu. Usahakan Anda tidak perlu lembur karena saat jam kerja bermalas-malasan.
5. Buat rencana liburan
Weekend adalah momen tepat buat bangun siang dan bermalas-malasan di indekos. Itu biasa dialami oleh mahasiswa. Namun, Anda kan sudah bekerja. Saatnya mengganti kebiasaan ini.

Daripada bangun siang dan bermalas-malasan, Anda bisa menyusun agenda liburan dengan wisata adventure. Wisata adventure bisa menghilangkan stres dan tekanan selama bekerja.(Fitriana Monica Sari/Sumber :liputan6.com-Merdeka.com/jko)

 

 

 

 

 

 

 



 

13 July 2018
Tips Jaga Kesehatan untuk Jamaah Haji
Jamaah haji diminta menjaga kesehatannya saat berada di Arab Saudi. Sejumlah tips diberikan agar jamaah tidak memaksakan diri sehingga melewatkan ibadah terpenting yakni saat ritual hingga puncak haji.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Eka Jusup Singka mengatakan sebaiknya jamaah menghindari aktivitas di luar pondokan yang tidak penting. Cuaca di Arab Saudi diperkirakan antara 40 hingga 50 derajat Celcius.

Sehingga aktivitas di luar dapat menguras banyak energi. Jamaah sebaiknya tahu kapasitas dirinya. Jika menetapkan target umrah atau ibadah, maka sesuaikan dengan kemampuan dan kesiapannya.

"Selain itu, minum air sesering mungkin, tidak perlu menunggu haus, selalu memakai alat pelindung diri jangan lupa," kata Eka pada Republika.co.id, Kamis (12/7).

Jamaah juga pastikan harus makan makanan bergizi dan perbanyak konsumsi buah-buahan. Kemudian, istirahat adalah bagian penting karena dapat mengembalikan energi dalam tubuh.

Upayakan agar jamaah memperoleh istirahat yang berkualitas dan nyaman. Agar kegiatan di siang hari dapat berjalan dengan maksimal. 

"Cuaca nanti panas sekitar 40-50 derajat Celcius, jamaah biasanya banyak yang mimisan, pusing dan batuk-batuk karena udara kering," katanya.

Eka menyarankan jamaah untuk tidak melepaskan perlindungan diri seperti masker, payung dan penutup kulit. Masker pun sebaiknya sering-sering dibasahi untuk melindungi dari udara kering dan debu.

Jamaah juga dapat sering-sering menyemprotkan water spray yang sudah diberikan oleh pemerintah. Segala perangkat perlindungan diharapkan dapat berguna dengan maksimal.(Lida Puspaningtyas-Republika.co.id/jko)

11 July 2018
Ngantuk Usai Nonton Piala Dunia? 4 Hal Ini Bikin Semangat Bekerja
Mungkin Anda salah satu orang yang begadang untuk menonton laga semifinal Piala Dunia 2018 Prancis versus Belgia. Bila kurang tidur, keluhan seperti ngantuk, badan lemas, atau tak semangat bekerja munculpagi ini.

Jika Anda merasa ngantuk usai begadang semalam, berikut saran dokter Astrid Wulan Kusumoastuti dari Klikdokter.com agar tetap bisa produktif bekerja.

1. Berpikir

Saat membaca tips ini, mungkin Anda heran bagaimana berpikir dapat mencegah ngantuk usai begadang. Ketahuilah bahwa jika Anda memang harus menggunakan otak untuk berpikir dan bekerja, maka otak akan berusaha memberikan kompensasi akan kekurangan tidur yang terjadi. Hal ini pun telah terbukti melalui penelitian.

Dalam sebuah penelitian menggunakan pencitraan otak pada 16 orang dewasa muda yang begadang selama 35 jam, peneliti mendapatkan hasil bahwa manusia dapat menggunakan sumber daya kognitif yang normalnya tidak tergunakan saat berada dalam keadaan ‘terdesak’ akibat begadang. Hal ini akan mendukung aktivitas Anda, meskipun tentunya tidak dalam kategori normal seperti hari biasanya.

2. Olahraga

Berolahraga setelah begadang? Bukankah itu justru semakin menguras tenaga? Nyatanya tidak demikian.

Berolahraga sebelum memulai aktivitas setelah begadang nonton piala dunia, misalnya berjalan atau jogging selama 20 menit, dapat memacu produksi energi dan memberikan Anda dorongan semangat di pagi hari. Meski pasokan energi tak akan berlangsung sepanjang hari, setidaknya cukup membuat Anda merasa segar dan tidak malas saat mulai bekerja.(Liputan6.com/jko)

10 July 2018
Ingin Buka Bisnis tapi Masih Takut? Yuk, Coba Tips Ini
Bosan menjadi pegawai orang lain dan ingin menjadi bos bagi diri sendiri? Bisnis adalah kuncinya. Tak perlu langsung berbisnis di bidang properti, toh menjual sate taichan pun sudah termasuk berbisnis. Pula, berbisnis bukan bermodal keberanian saja, tetapi kejelian melihat opportunity di sekitar.

Setelah mengumpulkan niat berbisnis, masalah yang menghantui adalah rasa takut. Menurut Business Insider, ada empat rasa takut sebelum memulai bisnis, yaitu:

1. Takut gagal (bangkrut)

2. Takut kerja keras

3. Takut ketidakpastian

4. Takut sukses (karena meragukan kemampuan sendiri)

Bagaimana cara mengatasi ketakutan tersebut? Modalnya tidak sekadar nekat. Toh, nekat tanpa strategi sama saja berencana untuk gagal. Dilansir dari The Balance Small Business, ada dua cara mengusir ketakutan.

Langkah perrtama, jika ingin sukses maka bersiaplah. Sukses tidak akan datang dari langit, melainkan butuh persiapan serius, termasuk di dunia dagang. Salah satu caranya bisa dengan membantu masyarakat. Mindset tersebut sering dipakai oleh para pengusaha sukses di Silicon Valley. Membantu masyarakat artinya mencarikan produk yang mereka butuhkan.

Contoh, bila ingin memulai bisnis sebuah produk, perhatikan dulu empat hal ini. Pertama, pastikan ada orang yang ingin membelinya, yang berarti produk dibutuhkan. Kedua, produk tersebut memiliki kualitas dan harga yang bersaing yang memancing orang untuk membelinya.

Ketiga, susun cara agar produk bisa bertemu dengan konsumen. Disinilah pentingnya marketing. Dan terakhir, tentunya produk harus memiliki kelebihan agar dilirik pelanggan.

Terlihat, bahwa dalam bisnis tidak cukup sekadar membuat barang unik saja, tetapi juga harus ada perencanaan bisnis yang berperan sebagai blueprint kesuksesan.

Langkah kedua: Ganti Pandangan Tentang Kegagalan

Kenapa orang takut gagal? Kebanyakan orang takut gagal karena dua sebab berikut:

Pertama, kegagalan menjadikan seseorang menjadi "pecundang" yang direndahkan orang lain. Kedua, jika gagal maka uang dan barang akan hilang.

Ternyata hal tersebut tidak tepat. Kegagalan tidak menjadikan orang sebagai pecundang. Yang membuat orang benar-benar kalah adalah bila terus tersungkur dan lupa bangkit.

Bila kegagalan menjemput, pastinya akan ada beberapa orang yang malah merendahkan. Biarkan saja. Yang penting fokus pada kebangkitan. Jadikan kegagalan untuk memulai kembali dengan lebih bijaksana.

Selanjutnya, bangunlah kemitraan dengan mereka yang sudah berpengalaman sekaligus untuk belajar dari pengalaman mereka tentang kegagalan dan kehilangan.

Business Insider dan The Balance Small Businesss setuju bahwa kerugian memang tidak menyenangkan, tetapi situasi menantang seperti itu adalah kesempatan untuk berkembang.

Berbisnis, baik itu bisnis kecil dan besar, berpotensi menjadi salah satu pengalaman yang memperkaya diri, dan tidak sebatas kekayaan material saja. Jadi, janganlah sampai dirantai rasa takut.(Tommy Kurnia-liputan6.com/jko)

 

09 July 2018
6 Hal Menarik tentang Kopi yang Belum Diketahui
Jika meminum kopi setiap pagi, Anda termasuk ke dalam jutaan pencinta minuman berkafein di seluruh dunia. Lebih dari 2,25 juta cangkir kopi dikonsumsi yang membuatnya semakin populer, seperti dikutip dari Bright Side pada Senin (9/7/2018).

Selain memberikan energi tambahan di pagi hari, Anda mungkin belum mengetahui sejumlah fakta tentang kopi berikut ini! Penasaran?
 

1. Waktu meminum kopi yang tepat

Jika ingin meminum kopi untuk merasa lebih segar, Anda harus pilih waktu minum kopi yang tepat. Lebih baik Anda meminum kopi di saat sudah mulai merasa lelah. Ini akan membantu Anda mengisi kembali energi yang hilang. Namun, tidak disarankan untuk meminum kopi sebelum tidur.

2. Meningkatkan kerja obat

Peneliti dari Jerman menemukan bahwa interaksi antara kafein dan analgesik dapat meningkatkan efek yang ditimbulkan. Artinya, kinerja obat pun menjadi meningkat.

3. Pahami rentang waktu efek kopi

Jika Anda meminum kopi pada pukul 09.00 pagi, hanya akan tersisa 100 mg kopi yang tertinggal dalam sistem tubuh Anda. Namun, jika Anda meminumnya pada pukul 15.00 sore, ini akan membantu Anda bertahan hingga malam hari.
 

4. Kopi yang sudah digiling hanya bertahan 15 menit

Jika Anda menggiling biji kopi yang segar, jangan biarkan lebih dari 15 menit. Lebih dari itu, kopi akan kehilangan aroma, rasanya berubah, dan akan menciptakan jenis kopi yang berbeda.

5. Membantu olahraga

Kafein meningkatkan adrenalin dalam tubuh dan membebaskan asam lemak dari jaringan adiposa yang mengarah pada hasil lebih baik ketika melakukan olahraga.

6. Kopi bisa dimakan

Karena kopi diproduksi dari buah, tidak heran jika sebenarnya bukan untuk diminum. Orang Afrika menggunakan biji kopi yang dicampur dengan lemak hewan untuk menciptakan rasa yang berbeda hingga menjadi pasta. Pasta ini dibuat dalam bentuk bola yang kemudian dimakan dan kemudian memberikan tubuh energi lebih.(Vinsensia Dianawanti-liputan6.com/jko)

 

 

04 July 2018
Tidak Semangat Bekerja Setelah Liburan? Atasi dengan 2 Tips Ini
Menurut Psikolog Klinis Dewasa Inez Kristanti, meningkatkan motivasi kerja setelah liburan bisa diatasi dengan mengelola ekspektasi dan mencermati gejala post holiday blues.

“Sebenarnya dari segi psikologi tidak ada istilah resminya dari fenomena tersebut. Biasanya orang menyebutnya dengan istilah post holiday blues, di mana setelah liburan motivasi bekerja menjadi agak menurun dan terkesan kurang bersemangat,” tegasnya.

Di samping itu, sambungnya, dikenal juga contrast effect. Rutinitas yang dijalani sehari-hari itu tidak buruk.

Hanya saja karena dibandingkan dengan momen liburan yang menyenangkan dan masa santai, menjadi terkesan kurang menyenangkan. Jadi orang yang baru kembali bekerja merasa mengalami pengalaman yang drastis berbeda. Ini sebenarnya bukan karena pekerjaan menjadi buruk setelah Lebaran. Sebaliknya, itu karena pikiran saja yang membuat merasa seperti itu. “Efek dari pikiran yang mengalami pengalaman yang kontras ini yang disebut contrast effect.”

Menurutnya, ada dua kunci untuk meningkatkan semangat bekerja setelah liburan. Biasanya setelah liburan, pekerjaan menumpuk sehingga ketika balik dari liburan ada keinginan untuk mengerjakan kerjaan itu sampai selesai dalam waktu yang cepat.

Dengan demikian, pekerja memberikan ekspektasi yang tinggi atau memaksa diri pada sesuatu yang tidak sesuai dengan kapasitas atau yang tidak seharusnya.

“Beri dulu waktu bagi otak kita untuk adaptasi. Lama-lama kita akan merasa di level yang sebelumnya. Jangan sampai membuat ekspektasi di hari pertama. Intinya yang perlu dihindari adalah overwork.” Psikolog Rose Mini Agoes Salim menegaskan bahwa memompa semangat kerja usai libur panjang dari sudut pandang psikologis dapat dilakukan dengan menumbuhkan motivasi. Tanpa motivasi sulit bagi seseorang untuk semangat bekerja.

Motivasi seperti melihat pekerjaan sebagai peluang untuk mengembangkan diri merupakan cara untuk membangun semangat. Selain itu jangan terlalu terlena oleh liburan. “Sebaiknya segera move on dari liburan dan kembali ke hidup normal. Bila tidak diatasi, maka hal itu dapat menyumbat semangat dalam bekerja.”(Tempo.co/jko)

03 July 2018
Super Jenius, Bocah Ini Masuk Kuliah di Usia 8 Tahun
Selain kekayaan dan penampilan yang menawan sejak lahir, sebagian besar orang juga ingin mendapatkan anugerah kecerdasaan.

Ya, untuk menjadi orang yang lebih berbudi dan pintar, tak sedikit orang menempuh sekolah setinggi mungkin sampai waktu yang lama. Tak dapat dipungkiri juga bahwa bagi sebagaian orang, menjadi pintar merupakan kebanggaan tersendiri maupun keluarga, agar dipandang hormat.

Oleh karena itu, beruntunglah orang-orang yang mendapatkan anugerah dengan menjadi pintar sejak lahir. Seperti Laurent Simons dari Belgia merupakan salah satu anak terpintar di dunia.

Di usianya yang belum genap 10 tahun, bocah itu telah mendapat diploma tertinggi yang biasa ditempuh oleh siswa berusia 18 tahun. Simons sendiri memang dikenal bocah jenius. Meski usianya baru 8 tahun, namun ia memiliki IQ 145.
 

Punya banyak cita-cita untuk masa depannya

Menurut laporan yang diwartakan Metro, Simons sebenarnya membutuhkan waktu enam tahun untuk menyelesaikan sekolah menengahnya. Ternyata bocah itu menyelesaikan sekolah jauh lebih cepat dari yang dianjurkan dengan waktu sampai 18 bulan saja.

Setelah menyelesaikan sekolah dengan cepat, Simons mendapat waktu dua bulan liburan sebelum masuk universitas.

Dalam laporan BBC, Laurent mengatakan untuk bercita-cita menjadi ahli bedah dan astronot. Namun, bocah itu masih bimbang dengan apa yang akan ia lakukan di masa depan. Simons sempat berpikir untuk lebih mendalami komputer.

Ya, tentu dengan kerja kerasnya dilengkapi bersama kecerdasannya, bukan menjadi tak mungkin bagi Simons untuk mencapai cita-cita yang ia impikan.
 

Diberikan pilihan untuk menjadi apapun yang disuka

Ayah Simons pernah mengatakan bahwa putranya memang cerdas sejak kecil. Namun, ia mengalami kesulitan untuk bermain bersama anak-anak lain. Anak-anak seusianya seharusnya terbiasa dengan bermain atau punya perhatian yang besar terhadap mainan, namun simons berbeda dari anak-anak seusianya.

Saat melakukan sesi wawancara bersama stasiun radio Belgia, Simons mengatakan bahwa mata pelajaran favoritnya yakni matematika.

"Karena itu sangat luas, ada statistik, geometri, alegbra," ujar bocah itu.

Meski sang anak tampaknya masih kebingungan memilih mana profesi yang akan ia pilih saat sudah besar nanti. Tapi ayahnya tak keberatan dengan pilihan apapun.

"Jika nanti ia memutuskan untuk menjadi tukang kayu, itu tidak akan menjadi masalah buat kami, asalkan dia bahagia," lanjut ayahnya.(Nur Aida Tifani-liputan6.com/jko)

 

 

29 June 2018
Mengenal Abu Ayub, Sang Penjamu Nabi
Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dan penyambutan hangat kaum Anshar merupakan kejadian bersejarah yang tidak akan terlupakan. Begitu pula nama Abu Ayyub yang dipilih Allah untuk memuliakan kekasih-Nya, Nabi Muhammad, ketika berhijrah ke Madinah.

Rumah Abu Ayyub adalah satu-satunya tempat yang dimuliakan untuk menampung Rasulullah selama pembangunan Masjid al-Aqsha. Pada saat itu, kebahagiaan memayungi hati Abu Ayyub al- Anshari, dia bergegas mendekat kepada Rasulullah SAW untuk menyambutnya, membawa perlengkapan beliau di depannya, seolah-olah dia membawa harta perbendaraan dunia seluruhnya dan membawanya ke dalam rumahnya.

Rumah Abu Ayyub terdiri dari dua lantai. Dia telah mengosongkan bagian atas dari semua keperluan pribadinya dan keperluan istrinya agar Rasulullah SAW tinggal di sana. Namun, Rasulullah lebih memilih tinggal di bawah, maka Abu Ayyub menuruti kemauan Nabi dan membiarkan beliau tinggal sesukanya.

Namun, semalaman Abu Ayyub dan istrinya tak mampu memejamkan mata karena takut berdosa berdiri di atas tempat Rasulullah tidur. Maka, dia dan istrinya pun duduk di tempat yang sekiranya Rasulullah tidak berada di bawah mereka.

Pada pagi harinya, Abu Ayyub menemui Rasulullah dan berkata kepada beliau: Aku korbankan bapak dan ibuku demi dirimu ya Rasulullah, aku tetap tidak suka berada di atasmu dan engkau berada di bawahku.

Kemudian aku menceritakan berita gentong yang pecah di lantai atas dan mereka menggunakan selimut untuk melapnya agar tidak membasahi Rasulullah yang berada di lantai bawah. Maka Rasulullah menyanggupi dan beliau naik ke atas, aku dan Ummu Ayyub turun ke bawah.

Nabi SAW tinggal di rumah Abu Ayyub selama kurang lebih tujuh bulan sampai rampungnya pembangunan Masjid al-Aqsha. Setelah pembangunan selesai, Rasulullah membangun kamar-kamar untuk dirinya dan keluarganya tepat di sebelah kediaman Abu Ayyub.

Rasulullah juga mengangkat sekat di antara beliau dengan Abu Ayyub, sehingga dapat melihat keluarga Abu Ayyub seperti keluar- ganya sendiri. Abu Ayyub sendiri selalu menyimpan makanan untuk Rasulullah dan jika Rasulullah tidak datang kepadanya maka dia akan memberikannya kepada keluarganya.

Dalam riwayatnya, Abu Ayyub tidak pernah tert-inggal dalam satu peperangan pun sejak zaman Rasulullah SAW hingga zaman Muawiyah. Kecuali jika dia mempunyai kesibukan yang perlu didahu-lukan.

Perang terakhir yang diikuti oleh Abu Ayyub adalah ketika Muawiyah menyiapkan bala tentara dengan komando putranya Yazid untuk menaklukkan Konstantinopel. Pada saat itu Abu Ayyub sudah menjadi seorang laki-laki tua berumur lanjut, usianya mendekati 80.

Namun, hal itu bukan penghalang baginya untuk bergabung di bawah panji-panji Yazid dan meretas ombak lautan sebagai seorang mujahid di jalan Allah.

Namun, tidak lama berselang setelah peperangan dimulai, Abu Ayyub sakit yang mem- buatnya tidak kuasa untuk meneruskan peperan-gan. Yazid datang kepadanya untuk menjenguknya.

Yazid bertanya: Apakah engkau mempunyai suatu permintaan wahai Abu Ayyub?

Abu Ayyub menjawab: Sampaikan salamku kepada bala tentara kaum Muslimin dan katakan kepada mereka `Abu Ayyub mewasiatkan kepada kalian agar kalian masuk ke bumi musuh sejauh mungkin, membawa jasadnya bersama mereka lalu menguburkannya di bawah telapak kaki kalian di pagar kota Konstantinopel'. Lalu dia mengembuskan napas terakhirnya.

Bala tentara kaum Muslimin melakukan permintaan Abu Ayyub seorang shahabat Rasulullah SAW, mereka menyerang pasukan musuh berkali- kali. Mereka tiba di benteng kota Konstantinopel dalam keadaan membawa jasad Abu Ayyub. Di sana, mereka menggali dan menguburkannya.(Dea Alvi Soraya-republika.co.id/jko)

28 June 2018
Generasi X Lebih Cerdas Kelola Uang Ketimbang Milenial, Benarkah?
Generasi Milenial sering disebut sebagai generasi dengan pemikiran super cepat, cerdas, dan melek teknologi. Sementara Generasi X (Gen Xers) sempat disebut sebagai generasi lemot alias lambat. Hanya saja, untuk urusan mengatur keuangan, ternyata, Gen Xers lebih cerdas daripada Milenial.

Ada beberapa alasan. Sekadar gambaran, seiring perkembangan teknologi dan media sosial, Generasi Milenial disebut-sebut menjadi penghamba kepuasaan dan kebahagiaan hidup. Traveling, misalnya, mendadak jadi way of life Generasi Milenial di seluruh dunia.

Traveling menjadi tujuan hidup orang muda melebihi impian memiliki rumah mewah, mobil mewah, atau pun instrumen ekonomi lainnya. Sebaliknya, Gen Xers masih menomorsatukan kepemilikan rumah. Gen Xers menyadari, sebuah rumah bukan sekadar tempat tinggal, namun aset finansial.

Dengan kata lain, bukan kesenangan sesaat. Gen Xers melihat kepemilikan rumah sebagai aset jangka panjang. Sementara, Milenial menganggap rumah sebagai bukan kebutuhan saat ini. Apalagi, di masa depan. Ini salah satu alasan mengapa Gen Xers lebih cerdas daripada Milenial soal kelola uang.
 

Gen Xers adalah Entrepreneur

Sebelum mengupas lebih jauh mengapa Gen Xers lebih cerdas dari Milenial soal kelola uang, ada baiknya mengetahui siapa sih Gen Xers dan Milenial.

Gen Xers adalah mereka-mereka yang lahir pada kurun 1965-1983. Sedangkan Milenial adalah anak-anak muda kelahiran 1984-2004. Sebelum Gen Xers ada generasi Baby Boomer yang lahir pada kurun 1946-1964.

Gen Xers saat ini berusia 34-54 tahun. Satu hal yang menandai perjalanan Gen Xers secara ekonomi adalah adanya resesi hebat. Akibatnya, generasi ini mengalami kesulitan mengelola keuangan (kendati sebetulnya masalah sama juga dialami generasi Boomer atau pun Milenial). Hanya saja, resesi hebat membuat Gen Xers lebih tangguh dan mandiri. Mau bukti?

Ternyata, lebih dari 55 persen pendiri startup adalah Gen Xers. Orang-orang yang masuk Gen Xers menginginkan keamanan kerja tertinggi setelah sempat mengalami gejolak ekonomi. Sementara Milenial lebih memilih pekerjaan yang mereka sukai.

Beda pemahaman dengan Gen Xers yang benar-benar bisa meraih kesuksesan dengan melakukan sesuatu yang mereka disukai. Gen Xers adalah pemilik jiwa entrepreneur.
 

Gen Xers Berpikir Jangka Panjang

Kendati memiliki rata-rata penghasilan lebih tinggi dari Milenial, Gen Xers terus berjuang dengan uang yang mereka punya. Bahkan, generasi ini masih menopang anak-anak atau orang tua mereka. Alias, generasi Boomer dan Milenial.

Satu hal paling membedakan antara Gen Xers dan Milenial adalah fokus perencanaan keuangan. Berdasarkan penelitian Financial Finesse, sebuah perusahaan pendidikan keuangan, Gen Xers memiliki skor kesehatan finansial tertinggi dibanding Boomer dan Milenial. Sementara Milenial memiliki skor terendah. Bukan lain karena Milenial fokus pada perencanaan keuangan jangka pendek.

“Milenial tak menyadari krisis pensiun senilai USD 14 triliun yang dihadapi Amerika. Mereka berasumsi, perencanaan pensiun bisa dimulai besok, bukan hari ini,” ungkap Bill Harris, CEO Personal Capital.

Sebaliknya, Gen Xers memiliki pandangan tentang pensiun yang lebih realistis. Bahkan, 76 persen Gen Xers mulai menabung untuk masa pensiun di usia dua puluhan.

Dan ingat, menurut laporan Deloitte, Gen Xers akan mengalami peningkatan tertinggi dalam pangsa kekayaan nasional selama 15 tahun ke depan. Tepatnya, meningkat dari 14 persen total kekayaan bersih 2015 menjadi hampir 31 persen pada 2030. Ini akan menjadi tambang emas perusahaan jasa keuangan di masa depan.
 

Gens Xers, Pragmatis dan Mandiri

Banyak Gen Xers mengembangkan rasa percaya diri, pragmatis, dan waspada terhadap otoritas. Mereka lebih suka melakukan penelitian sendiri sebelum bicara dengan profesional. Mereka lebih suka menentukan pilihan sendiri daripada diberi tahu apa yang harus mereka lakukan.

Artinya, Gen Xers lebih mandiri dan menangani masalah secara masuk akal dan realistis. Dengan begitu, mereka mampu menimbang risiko dan manfaat atas tindakan yang mereka ambil.

Hal positif lainnya, kendati telah menyiapkan pensiun dengan baik, Gen Xers tak mau berdiam diri. Berdasarkan survei Ameriprise, 73 persen Gen Xers berencana bekerja paruh waktu, musiman, atau tampil sebagai konsultan saat pensiun untuk membiayai berbagai keperluan hidup mereka. Bahkan, mengembangkan dana pensiun yang ada. Mereka tetap aktif secara mental maupun fisik.

“Mereka berharap bisa mendefinisi ulang pengertian pensiun,” kata Marcy Keckler, CFP® dan VP pada Ameriprise.

Fakta lainnya, akibat resesi hebat yang pernah dialami, menyisihkan dana darurat menjadi prioritas Gen Xers. Financial Finesse menyebut, 50 persen Gen Xers memiliki dana darurat, sedangkan Milenial hanya 47 persen. Gen Xers juga berjuang dengan pengelolaan uang. Mereka sadar pentingnya pensiun dan investasi. Itulah sebabnya mereka sangat hati-hati untuk menarik tabungan.

“Sejak 2010, generasi ini cenderung tak menarik uang, apalagi dengan ancaman penalti, dari rekening pensiun mereka,” kata Anum Yoon, pendiri Current Currency.

Nah, barangkali Generasi Milenial bisa mengaku sangat melek teknologi, gesit, dan piawai melakukan berbagai manuver. Generasi Milenial juga memiliki mobilitas tinggi dan atraktif dalam berbagai aktivitas. Namun, untuk urusan pengelolaan keuangan agaknya Milenial masih harus berguru pada Gen Xers.(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)

 


 

 

 

 

25 June 2018
Selalu Ingat 7 Tips Penting Ini agar Bertahan di Pekerjaan Pertama
Dalam mendapatkan pekerjaan di perusahaan incaran, tentu kamu harus melewati proses seleksi yang super panjang dan melelahkan. Namun, bukan berarti kamu bisa santai-santai saja.

Ingat, awal dari segala perjuangan yang harus kamu lakukan agar bisa bertahan di perusahaan pertama baru saja dimulai.

Banyak karyawan yang tidak betah bekerja dan hanya bertahan selama satu minggu atau bulan. Pasalnya, dibutuhkan kemampuan adaptasi yang baik saat harus berganti status dari anak kuliahan ke pekerja kantoran. Jika tidak, bekerja di tempat baru pastilah menjadi sulit.
 

Oleh karena itu, Anda butuh tips agar bisa survive di pekerjaan pertama. Seperti dikutip dari Swara Tunaiku, ini dia 7 tips yang bisa Anda coba.

1. Hindari Bergadang

Sebagian besar karyawan menjadikan ini sebagai masalah terbesar saat baru pertama kali kerja. Mungkin karena saking semangatnya, sampai-sampai dengan sukarela membawa pekerjaan ke rumah. Akhirnya, mereka pun bekerja sampai larut untuk mengejar semuanya di esok hari.

Padahal, Anda membutuhkan tidur cukup di saat-saat seperti ini. Esok saat bangun, tubuh akan kembali bugar dan tidak gampang sakit karena kurang tidur. Dengan tidak bergadang, Anda juga bisa bangun pagi tanpa khawatir telat ke kantor. Ingat, jangan sampai bangun kesiangan dan terlambat masuk ke kantor karena masih karyawan percobaan.

2. Cari Teman Baru

Meskipun mendapatkan gaji yang besar, jika lingkungan kerja tidak asyik, pasti Anda pun tidak betah, kan? Untuk itu, segeralah mencari teman baru, entah teman seangkatan, mentor, atau malah karena saking lihainya--bos sendiri.

Setidaknya, carilah satu teman kerja yang bisa kamu ajak seru-seruan di kantor.
 

3. Tahu Kelebihan Diri

Anda pasti sudah tahu keunggulan diri sendiri sehingga bisa diterima kerja. Pupuklah keunggulanmu ini demi mendapatkan jenjang karier yang bagus.

Buat target ke depan, lalu carilah kubu di dalam perusahaan. Orang tersebut bisa mereka yang Anda incar posisinya atau siapa pun yang memang cocok buat berteman.

4. Selalu Berikan yang Terbaik

Bekerja berarti siap berhadapan dengan tantangan yang mesti ditaklukkan setiap hari. Tidak usah takut! Lakukan yang terbaik dalam setiap hal. Jika Anda melakukan kesalahan, itu hal yang wajar. Ingat, tidak perlu ada drama dalam pekerjaan.
 

5. Pisahkan antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Pisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Tampakkan pada diri setiap kali masuk kerja harus secara efisien dan tepat waktu. Usahakan Anda tidak perlu lembur karena saat jam kerja bermalas-malasan.

6. Buat Rencana Liburan

Weekend adalah momen tepat buat bangun siang dan bermalas-malasan di indekos. Itu biasa dialami oleh mahasiswa. Namun, Anda kan sudah bekerja. Saatnya mengganti kebiasaan ini.

Daripada bangun siang dan bermalas-malasan, Anda bisa menyusun agenda liburan dengan wisata adventure. Wisata adventure bisa menghilangkan stres dan tekanan selama bekerja, lo.
 

7. Minum Air yang Cukup

Saat diberi seabrek pekerjaan, Anda bisa saja lupa minum air putih. Hal ini bisa mengurangi konsentrasi dan pekerjaan pun tidak selesai sesuai target. Biasakan buat istirahat sebentar untuk mengambil segelas air putih.

Air putih sangat mendukung kinerja otak agar bisa bekerja dengan kondisi prima. Lagi pula, Anda bisa sekalian beristirahat sejenak dari pekerjaan.

Nantinya, jika jam kerja sudah berakhir, segeralah pulang dari kantor. Tidak usah cek e-mail sebelum pulang karena sudah saatnya Anda kembali pada kehidupan pribadimu. Selanjutnya, Anda pun bisa mencari hiburan.

Selain 7 tips di atas, selalu tanamkan mindset untuk memberikan yang terbaik buat perusahaan. Pasalnya, musuh terbesar adalah dirimu sendiri.

Di tengah perjalanan mungkin kamu melakukan kesalahan. Nah, yang harus kamu lakukan adalah mengambil pelajaran dari sana.(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)

 

 

 

 

Page 2 of 64      < 1 2 3 4 >  Last ›