Selingan

12 November 2018
Kesalahan terbesar yang dibuat remaja dalam pengelolaan keuangan
Setiap orang pasti pernah mengambil keputusan yang salah dalam pengelolaan keuangan. Biasanya, remaja kerap melakukan kesalahan-kesalahan tersebut.

Seorang ahli keuangan Kevin O'Leary mengatakan biasanya kesalahan terbesar yang kerap dilakukan remaja adalah menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak terlalu penting, membuang makanan, dan memilih untuk menyewa rumah dibandingkan membeli rumah.

"Kesalahan terbesar yang saya buat adalah utang itu gratis," kata O'Leary dilansir CNBC Make It.

Sewaktu masih muda, dirinya terlalu bebas menggunakan kartu kredit dan berpikir bahwa setiap orang bisa mendapatkan apapun tanpa harus mengeluarkan uang. Sayangnya, setiap kartu kredit memiliki suku bunga.

"Faktanya adalah, suku bunga kartu kredit sangat luar biasa. Pengembaliannya sangat tinggi, bahkan saya tidak bisa membuatnya ketika saya berinvestasi. Itulah sebabnya saya berinvestasi di perusahaan kartu kredit," imbuhnya.

Untuk itu, dia pun mengimbau agar remaja tidak menghabiskan uang lebih banyak dari yang dimiliki. Menurutnya, memakai kartu debit akan lebih bijak dibandingkan menggunakan kartu kredit.

Dengan cara tersebut, setiap orang termasuk remaja bisa membeli sesuatu tanpa harus menggunakan uang tunai. Namun, mereka tetap bisa mengecek secara online jumlah uang yang tersisa di rekening.

"Ketika tidak ada uang yang tersisa di akun, mereka tidak bisa membeli apa saja, dan itu hal yang baik," tegas O'Leary.

Survei T. Rowe Price tahun 2017 menemukan bahwa 44 persen orang tua sangat enggan mendiskusikan uang dengan anak-anak mereka. Tetapi berbicara tentang uang dan mengajar anak-anak mengenai manajemen keuangan harus dimulai jauh sebelum masa remaja mereka.

"Utang adalah hal yang buruk. Memahami dari mana uang berasal itu penting. Hasilkan uang sebagai bagian dari keluarga di meja makan. Bicarakan dari mana asalnya, bagaimana Anda membuatnya dan betapa sulitnya memiliki."(Siti Nur Azzura-Merdeka.com/jko)
08 November 2018
Menjadi Muslim Terbaik Terik gurun pasir terasa membakar ubun-ubun. Dari Madinah, tampak kedua suami istri berangkat menuju Homs. Tak banyak yang mereka miliki, kecuali bekal sejumlah uang dari sang khalifah.

Sesampainya di kota tujuan, sang istri mengusulkan, "Aku akan mempergunakan uang ini untuk membeli pakaian yang layak, hiasan, barang-barang keperluan rumah tangga, dan menyimpan sisanya. Bagaimana menurutmu?"

"Apakah engkau mau aku tunjukkan yang lebih baik dari itu? Sekarang kita berada di negeri perdagangan yang menjanjikan keuntungan dan pasar yang selalu ramai. Karena itu, mari kita berikan uang ini kepada seseorang yang bisa memakainya untuk berdagang dan menumbuhkannya untuk kita," jawab Said bin Amir, sang suami.

Perempuan itu suka cita mendengar usul suaminya. Ia bertanya, "Jika perdagangannya merugi?" Said menjawab, "Aku akan meminta jaminan kepadanya." Demikianlah, akhirnya sang istri sepakat untuk terlibat dalam perdagangan yang dikehendaki suaminya.

Khalil Muhammad Khalil dalam Biografi 60 Shahabat Rasulullah mengungkapkan, Said kemudian pergi membawa seluruh uang bekal mereka. Ia beli sedikit kebutuhan pokok untuk hidup mereka yang sederhana. Setelah itu, ia bagikan semua sisa uangnya kepada kaum fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan.

Hari demi hari terus berlalu. Berkali-kali sang istri menanyakan perihal perdagangan mereka. Said selalu menjawab, "Perdagangan kita berjalan lancar, sementara keuntungannya terus tumbuh dan berkembang."

Akan tetapi, istrinya tak percaya begitu saja. Pasalnya, ia tak pernah mendapati suaminya memegang banyak uang. Hidup mereka pun tak banyak berubah dibandingkan saat datang.

Suatu hari, sang istri kembali bertanya di hadapan karib Said yang mengetahui hal sebenarnya. Said tersenyum lantas melepaskan tawa mendengar pertanyaan itu, yang serta-merta menimbulkan kecurigaan di hati sang istri. Ia pun terus mendesak karib Said untuk menceritakan terus terang. Akhirnya, kecurigaan itu terjawab, "Said telah menyedekahkan seluruh hartanya sejak awal."

Demi mendengar kejujuran itu, meledaklah tangis sang istri. Ia menyesal tidak sempat menikmati harta tersebut. Harta itu lenyap tanpa sempat ia belanjakan untuk keperluan hidup mereka. Said pandangi istrinya yang masih berurai air mata keputusasaan.

"Bukankah engkau tahu bahwa di surga itu ada para bidadari yang berupa gadis-gadis cantik bermata jeli? Andai saja seorang dari mereka melongok ke bumi, tentulah ia akan menerangi seluruh bumi dan cahayanya akan mengalahkan cahaya bulan dan matahari sekaligus," ucap Said, menenteramkan hati sang istri.

"Karena itu, mengorbankan dirimu demi mereka adalah lebih baik dan lebih layak daripada mengorbankan mereka demi dirimu," sambungnya. Ucapan itu menyadarkan hati sang istri. Ia paham, tidak ada yang lebih baik untuknya selain meniti jalan akhirat dengan kezuhudan yang telah dicontohkan suaminya.
 

Maka, tepatlah pandangan Umar bin Khattab. Tatkala Amirul Mukminin Umar bin Khatab memberhentikan Mu'awiyah dari jabatannya sebagai gubernur Syam, Umar mencari-cari orang yang tepat untuk memegang amanah itu.

Saat itu, Syam adalah sebuah provinsi besar. Wilayah itu menjadi pusat perdagangan penting dan medan yang luas untuk mendapat kesenangan duniawi. Sejak beberapa abad sebelum kedatangan Islam, Syam telah menikmati hasil peradaban yang tinggi.
 

Karena itu, dalam pandangan Umar, tidak ada yang tepat menjadi amir di sana selain seorang yang zuhud. Orang yang berhak memimpin Syam mestilah seorang pemimpin yang zuhud, bijaksana, dan saleh. Setelah menimbang-nimbang, Umar pun berseru, "Aku sudah tahu! Bawalah Said bin Amir ke hadapanku!"

Pilihan Umar membawa Said bin Amir menduduki jabatan penguasa Homs. Walau sempat menolak, ia tak bisa melawan kehendak Umar. "Demi Allah, aku tidak akan membiarkanmu menolak. Apakah kalian suruh aku untuk memikul amanah dan khilafah ini kemudian kalian tinggalkan aku begitu saja seorang diri?" kata Amirul Mukminin dengan suara keras.

Di kota itu, Said bin Amir menjadi penguasa yang disegani dan dicintai rakyatnya. Sampai-sampai Umar bertanya, "Mengapa penduduk Syam mencintaimu?" Said hanya bisa menjawab, "Mungkin hal itu karena aku suka membantu dan menolong mereka."

Gaji dan tunjangan Said yang besar tak pernah mempermewah hidupnya. Suami istri itu menggunakan seperlunya, sedangkan sisanya mereka sedekahkan kepada rakyat yang miskin. Ia memberi keteladanan bagi penduduk Syam yang terbiasa hidup bergelimang harta.
 

Suatu saat, Khalifah Umar mengadakan kunjungan dinas ke Homs. Ia hendak mengetahui bagaimanakah Said, sahabatnya tersebut, menjalankan roda pemerintahan. Sang khalifah mendapat jawaban yang mengejutkan dari warga Homs. Mereka mengatakan bahwa kepemimpinan Said bin Amir al-Jumahi baik, kecuali empat hal.

Mendengar jawaban itu, Umar penasaran. Keempat hal yang dimaksud itu adalah pertama, Said datang untuk bekerja tidak dari pagi hari. Kedua, ketika malam Said tidak pernah mau menerima tamu. Ketiga, satu hari dalam sebulan tidak menemui masyarakat. Terakhir, kadang-kadang Said tiba-tiba dapat jatuh pingsan. Rasa penasaran Umar kian memuncak

Ia pun lantas menanyakan kebenaran informasi itu langsung kepada Said. Said menjawab bahwa mengapa ia tidak dapat melayani warga pada pagi hari lantaran tidak memiliki pembantu dan harus mengerjakan pekerjaan rumah terlebih dahulu.

Untuk jawaban kedua, ia mengatakan, hal ini dilakukan semata untuk membagi waktu. Pagi hingga sore untuk aduan masyarakat, sedangkan malam hari adalah waktu beribadah bagi Said. Ketiga, mengapa ia tidak menemui warga sebulan sekali ini sebab ia mesti mencuci baju yang lekat di badan sebulan sekali.

Dan untuk jawaban terakhir, ternyata pingsan yang dialaminya tersebut akibat kerap teringat atas kematian Khubaib bin Adi yang dibunuh kafir Quraisy. Said merasa berdosa tak bisa berbuat apa pun ketika sahabatnya terbunuh ketika itu.

Penjelasan yang disampaikan oleh Said itu akhirnya membuat lega hati Umar. "Alhamdulillah, penilaianku terhadap Said telah terjawab dengan jawabannya. Ia adalah salah satu Muslim terbaik dan setiap pertanyaan atas diri Said bin Amir al-Jumahi telah terjawab," ujar Umar.

Zuhud adalah kunci untuk meraih cinta Allah dan sesama manusia. Imam Nawawi dalam al-Arba'in an-Nawawi mencatat sebuah hadis perihal zuhud yang diriwayatkan Ibnu Abbas. Dari Ibnu Abbas, Sahl ibn Sa'd as-Saidi mengisahkan, seseorang pernah datang kepada Rasulullah kemudian bertanya, "Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku amal perbuatan yang jika kulakukan, aku dicintai Allah dan dicintai sesama manusia."
 

Rasulullah menjawab, "Berzuhudlah dengan dunia, niscaya engkau dicintai Allah dan berzuhudlah dengan apa yang dimiliki orang lain, niscaya engkau dicintai mereka."

Zuhud tak berarti hidup miskin dan hina. Sederhana saja, Imam Ahmad mendefinisikan zuhud dengan tidak serakah dan tidak menginginkan harta yang dimiliki orang lain. Ketika dunia ada dalam genggaman, ia tidak terlenakan oleh kenikmatan itu. Seperti Utsman bin Affan atau Abdurrahman bin Auf, keduanya mampu memanfaatkan kelebihan rezeki dari Allah untuk mendukung perjuangan Islam.

Orang yang miskin belum tentu zuhud, sedangkan orang yang kaya belum tentu tak zuhud. Sebab, zuhud hakikatnya tampak dalam sikap seseorang terhadap harta yang diberikan Allah. "Orang zuhud adalah jika mendapat nikmat, ia bersyukur dan jika ditimpa musibah, ia bersabar," kata Sufyan bin Uyainah.

Karena itu, orang zuhud senantiasa mendapati hidupnya dalam ketenangan. Dunia adalah fana, sedangkan akhirat abadi. Seorang hamba yang zuhud menyadari bahwa rezeki setiap hamba telah ditetapkan di sisi-Nya. Rezeki tidak akan bertambah atau berkurang, sekalipun kita mengejarnya dengan cara-cara yang tidak halal.

Menjadi begitu indah perumpamaan yang dibuat Allah dalam surah al-Hadid ayat ke-20, "Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan. Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur."(Sumber : Dialog Jumat Republika/jko)

 

 

 

 

06 November 2018
Kenali Karakter dan Pola Pikir 5 Generasi Ini Agar Semakin Bijak
Perkembangan zaman dan teknologi yang berjalan cepat ini perlu disikapi dengan bijaksana dan dewasa. Salah satu cara menjadi pribadi bijaksana dan dewasa adalah mengetahui dari karakter dan pola pikir generasi-generasi yang ada saat ini.

Dalam kurun waktu satu dekade terakhir setidaknya ada 5 generasi yang ada di dunia saat ini. Setiap generasi ini memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing. Salah satu generasi yang menjadi sorotan adalah generasi milenial karena mereka dianggap generasi paling produktif saat ini dan memegang peranan penting bagi kemajuan teknologi dan kehidupan, serta membawa masa depan Indonesia untuk beberapa tahun ke depan.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu generasi milenial sering dipandang narsis, semaunya, dan tidak sabaran. Padahal, generasi-generasi sebelumnya juga tidak berbeda jauh dari mereka. Seperti apa karakter generasi milenial dan generasi-generasi lainnya, simak ulasan 5 generasi yang ada saat ini dan ketahui setiap kelebihan maupun kekurangannya sehingga bisa menjadi seseorang yang lebih bijaksana dan dewasa baik dalam bekerja maupun mengatur finansial.

1. Baby Boomers (1946 - 1960)
 

Generasi Baby Boomers lahir pada masa-masa mempertahankan kemerdekaan dan berbagai perang yang telah berakhir sehingga perlu menata kehidupan bernegara. Alih-alih bergantung pada orang tua, generasi ini cenderung hidup mandiri. Mereka memegang teguh adat istiadat sehingga cenderung kolot, namun sangat matang dalam pengambilan keputusan karena pengalaman kehidupan yang pernah dilalui.

Generasi ini cenderung tidak suka menerima kritik, sedangkan uang dan pengakuan dari lingkungan adalah target mereka. Umumnya, gengsi menjadi urutan pertama dalam kehidupan sosial. Meskipun begitu mereka mencari uang untuk keluarga, yaitu bekerja keras untuk mensejahterahkan anak-anak. loyalitas dan dedikasi dalam bekerja menjadi poin positif bagi Baby Boomers.

Generasi Baby Boomers sangat peduli terhadap keturunannya, mereka tidak ingin anak-anaknya merasakan kesusahan yang dirasakannya saat masa-masa kemerdekaan. Oleh karena itu, mereka cenderung menghabiskan penghasilannya untuk membeli tanah, rumah, kendaraan dan sisanya ditabung sebagai warisan untuk anaknya nanti.

Beruntunglah, jika orang tua Anda termasuk generasi Baby Boomers yang sukses dan berpikiran ke depan sehingga  sudah dipersiapkan oleh mereka rencana untuk warisan. Ingatlah, untuk selalu menggunakan dengan bijak harta warisan dari orang tua, supaya anak cucu Anda nantinya juga bisa menikmatinya.

2. Generasi X (Tahun Kelahiran 1961-1980)
 

Berkat warisan dan didikan generasi sebelumnya, generasi X mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Oleh sebab itu, pemikiran mereka sedikit lebih maju. Mereka cenderung suka akan risiko dengan pengambilan keputusan yang matang.

Dibanding Generasi sebelumnya, Generasi X sangat terbuka dengan kritik dan saran demi terwujudnya efisiensi dalam bekerja. Kehidupan antara pekerjaan, pribadi dan keluarga cenderung seimbang karena pemikiran bekerja untuk hidup bukan hidup untuk bekerja.

Generasi X masih mengadopsi karakter dari orang tuanya yang mencari uang demi keluarga, bedanya mereka mulai akrab dengan investasi. Berkat didikan generasi Baby Boomers, generasi ini memiliki ketekunan dalam bekerja, mereka ingin lebih sukses dari sehingga sebagian dari mereka juga mulai memiliki jiwa pengusaha. Apalagi, generasi ini mulai mengenal yang namanya komputer sehingga mulai berpikir secara inovatif untuk mempermudah kehidupan manusia.

Orang yang terlahir di generasi X, mulai sadar akan pentingnya dana pensiun untuk masa depan sehingga mereka cenderung menggunakan uang yang dimiliki untuk modal usaha, biaya anak, membeli kendaraan dan membeli properti.

3. Generasi Y – Generasi Millennial (Tahun Kelahiran 1981-1994)
 

Generasi Y atau yang lebih akrab dengan sebutan generasi millenial adalah generasi yang lahir di saat teknologi sedang berkembang pesat. Kehadiran komputer, video games, gadget, dan smartphone yang tersambung dengan kecanggihan internet membuat generasi ini mudah mendapatkan informasi secara cepat dan sebagainya.

Dengan pendidikan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya, generasi ini bisa dikatakan penuh ide-ide visioner, inovatif untuk melahirkan pengetahuan dan penguasaan IPTEK. Mereka cenderung ambisius dalam bekerja. Di samping kerja kantoran, sebagian juga membuka bisnis sendiri untuk menuju kesuksesan. Mereka memiliki jiwa entrepreneur yang tinggi.

Keseimbangan gaya hidup dan pekerjaan menjadi hal yang paling penting bagi mereka Generasi Y. Karenanya, mereka cenderung mencari pekerjaan yang dapat menunjang gaya hidup. Jika tidak, mereka cenderung berhenti dari pekerjaan tersebut.

Karena terlahir di era globalisasi, generasi milenial cenderung bersifat konsumtif.  Mereka banyak menghabiskan uang yang dimiliki untuk membeli gadget keluaran terbaru, membeli kendaraan, jalan-jalan dan kuliner. Namun, mereka mulai sadar akan pentingnya properti untuk keluarga, oleh karena itu banyak juga dari mereka yang mengambil KPR atau KTA untuk rumah maupun apartemen.

4. Generasi Z (Tahun Kelahiran 1995-2010)
 

Generasi Z sudah sangat mengenal teknologi. Sejak kecil, mereka lebih gemar bermain gadget dibandingkan permainan tradisional anak di era sebelumnya. Jadi, jangan heran kalau generasi Z cenderung menyukai sesuatu serba yang instan.

Begitu akrabnya dengan internet, generasi Z suka mencari popularitas dengan aktif di berbagai sosial media dengan style masing-masing. Jadi jangan heran mereka cenderung menghabiskan uangnya untuk keperluan fashion, makan di restoran terkenal dan jalan-jalan. Selain media sosial, Generasi ini sangat gemar melakukan transaksi belanja secara online karena dinilai praktis dan bisa dilakukan di mana saja.

Kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi, membuat generasi ini juga mudah untuk mendapatkan uang secara instan. Bukan hanya dari pemberian orang tua tapi hasil berselancar internet dengan media social dan kreativitas mereka masing-masing. Tak heran banyak anak yang belum kerja formal sudah memiliki penghasilan sendiri.

5. Generasi Alpha (2011-Sekarang)
 

Generasi ini terlahir dengan teknologi yang semakin berkembang pesat. Di usia mereka yang sangat dini, mereka sudah mengenal dan menggunakan gadget, smartphone dan kecanggihan teknologi yang ada. Terlahir dari keluarga dengan masa Generasi Y yang juga terlahir pada masa-masa awal perkembangan teknologi maka pola pikir mereka juga terbuka dengan perkembangan teknologi.

Saat ini, umur paling tua dari mereka adalah 7 tahun. Jadi, belum bisa diprediksi watak mereka dalam bekerja dan bagaimana kecenderungannya menghabiskan uang. Meskipun begitu, tidak sedikit dari mereka sudah bisa menjadi sumber penghasilan bagi orang tuanya berkat kemajuan media sosial. Dulu hanya anak artis dan publik figur saja yang bisa terkenal, kini anak kecil siapa saja yang lucu dan menarik bisa menjadi sorotan dan bintang.

Belajar dari generasi ke generasi dapat disimpulkan bahwa menjadi seorang yang bijak dan dewasa dalam mengatur keuangan yang baik adalah mendahulukan kebutuhan dibanding keinginan. Untuk menatap masa depan yang lebih baik, Anda juga perlu menabung dan berinvestasi.

Untuk kebutuhan setiap generasi dalam fase kehidupannya yang berbeda-beda, kamu bisa percayakan kepada UOB. UOB memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan Anda, untuk anda seorang professional, keluarga aktif dan modern, serta generasi dengan jiwa entrepreneur.(Gilar Ramdhani-lilputan6.com/jko)


 


 


 



 




 

30 October 2018
Begini Cara Manfaatkan Teknologi dalam Bisnis Kamu
Hadirnya teknologi dalam kehidupan kita, tentu membawa banyak perubahan termasuk memodifikasi sistem kinerja yang ada. Tidak hanya bisnis dengan skala besar, tetapi small dan medium bisnis (UKM) juga perlu menerapkan teknologi dalam bisnisnya. Teknologi dapat membantu kamu sebagai pemilik bisnis UKM untuk meningkatkan efisiensi.

Dilansir dari Excellence.asia, berikut 5 cara memanfaatkan teknologi dalam bisnis kamu.

1. Tingkatkan produktivitas

Setiap bisnis tentu perlu melakukan berbagai inovasi dan improvement untuk bisa memaksimalkan produktivitas kerja. Adanya teknologi memungkinkan kamu untuk bisa menggunakan berbagai software dan hardware, misalnya untuk pencatatan waktu kerja atau alat presensi karyawan yang biasa disebut fingerprint.

Tidak hanya itu, kamu bisa memaksimalkan proses kerja dengan manajemen tugas yang baik melalui teknologi. kamu bisa memantau kinerja semua karyawan menggunakan software dan dapat diakses dimana saja serta kapan saja. Produktivitas kerja bisa ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi. Asalkan kamu dapat memilih teknologi yang tepat dan sesuai dengan fungsi yang kamu butuhkan.

2. Tingkatkan pemasaran

Apakah kamu memiliki bisnis kuliner atau mengelola travel agent? Apapun bisnis yang dimiliki, kamu perlu memasarkan bisnis kamu jika ingin sukses. Adanya teknologi membantu kamu untuk membuat rencana pemasaran terbaik yang bisa kamu perbarui dan bagikan kepada semua tim kerja. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan media sosial.

Hal ini merupakan salah satu tips paling bermanfaat untuk bisa meningkatkan pemasaran bisnis. Kamu bisa melakukan promosi melalui media sosial, termasuk membuat iklan untuk bisnis kamu di Facebook, Instagram, dan Google. Teknologi bisa membuat keajaiban untuk bisnis kamu – ketika kamu membuat suatu titik untuk memanfaatkan pemasaran menggunakan video dan membangun situs yang kuat.

3. Berikan layanan pelanggan yang lebih baik

Pelanggan adalah sumber kehidupan bisnis – inilah alasan penting untuk memprioritaskan perawatan terbaik bagi pelanggan kamu setiap hari. Apakah kamu tidak yakin dalam memastikan kepuasan pelanggan terhadap produk/jasa yang kamu jual? Teknologi adalah jawaban kamu; menemukan berbagai informasi terkait survei kepuasan pelanggan.

Bahkan kamu bisa melakukan survei online kepada para pelanggan. Tidak hanya itu, adanya media sosial bisa membantu kamu bisa mendapatkan review dari pelanggan terkait produk yang kamu jual. Nantinya hasil survei ini sangat bermanfaat buat kamu sebagai pemilik bisnis untuk bisa meningkatkan customer service dan kualitas dari produk yang dijual.

4. Berkomunikasi dengan lebih efektif

Teknologi telah mengubah berbagai sistem kerja di perusahaan-perusahaan besar. Tidak sedikit pula perusahaan baru yang muncul dan menawarkan sistem kerja yang jauh lebih modern dan menarik. Terutama dengan hadirnya generasi milenial saat ini. Komunikasi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam bisnis.

Sebagai pemilik bisnis, kamu tidak boleh mengesampingkan ‘komunikasi’ dalam bisnis. Memanfaatkan teknologi untuk membangun komunikasi yang lebih efektif bisa diterapkan. Kamu bisa mulai mencoba menggunakan aplikasi untuk komunikasi internal tim, misalnya Google Chat dan Slack.

Dua aplikasi ini mempermudah kamu untuk saling berbagi informasi tentang pekerjaan serta dalam melakukan monitoring. Jika kamu belum memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan komunikasi, sekarang adalah saat yang tepat untuk memulai.

5. Membangun tingkat keamanan informasi bisnis

Keamanan informasi bisnis dapat dikompromikan tanpa teknologi dan perangkat lunak yang tepat.Banyak peretas/hacker untuk mendapatkan akses ke informasi sensitif. Inilah mengapa kamu harus menerapkan teknologi sebagai tempat berlindung yang aman untuk mencoba mencegah pelanggaran keamanan ini.

Teknologi memastikan bahwa informasi dapat diakses oleh orang yang tepat melalui permintaan kata sandi maupun email yang terkonfirmasi, sehingga dapat menghindari kebocoran data pribadi.

Sebagai pemilik bisnis, kamu perlu memahami dan menerapkan teknologi canggih untuk menjaga persaingan bisnis kamu. Tidak dapat disangkal bahwa teknologi membentuk kembali setiap aspek tempat kerja, dan memiliki alat yang tepat di tempat akan membantu bisnis kamu tetap di depan.(Felicia Margaretha-liputan6.com/jko)

 

 

29 October 2018
Ragam Sedotan Unik Tanpa Bahan Plastik, Mulai Pakai Sekarang Yuk!
Sedotan mengancam keberlangsungan hidup makhluk hidup? Siapa bilang? Hasil penelitian Divers Clean Action menunjukkan pemakaian sedotan di Indonesia setiap harinya mencapai 93,2 juta batang.

Jika jutaan batang sedotan itu dibentangkan, jaraknya sama seperti lima kali perjalanan pulang pergi Jakarta-Papua. Kebanyakan sedotan yang dipakai berbahan plastik dan sekali pakai. Tak heran, jika kita mudah menemukan sampah sedotan plastik di mana-mana.

Gerakan tolak sedotan plastik mulai menggaung di mana-mana. Dataran Eropa yang mulai menerapkannya. Bagaimana dengan Indonesia? Meski lambat, sejumlah restoran, terutama yang menawarkan konsep hijau, mulai mengadopsi dengan mengubah sedotan plastik menjadi sedotan yang lebih ramah lingkungan.

Sedotan ramah lingkungan terbuat dari beragam bahan. Yang paling banyak terbuat dari stainless steel. Dengan material itu, sedotan lebih awet, aman, dan tahan karat. Anda bisa mudah menemukannya melalui sejumlah akun media sosial.

Di antaranya ditawarkan akun Instagram @projectecoearth. Anda bisa memiliki sedotan stainless strong hanya dengan merogoh kocek mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu, tergantung jumlah dan kualitas yang ditawarkan masing-masing oleh penjual.

Varian warna yang dimiliki juga beragam, ada hitam, keemasan, rose gold, silver dan multi-color. Selain itu, sedotan ini memberikan dua tipe mode, yaitu lurus dan melengkung.

Selain itu, ada sedotan bambu. Batang bambu yang lentur, dipelitur agar serat kasarnya menjadi halus. Sejumlah produsen bahkan memberi nilai tambah dengan bisa dinamai. Harganya mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 10 ribu per batang dengan sikat pembersih dijual terpisah.

Ada pula sedotan kertas. Daya tahannya jauh lebih singkat dibandingkan sedotan berbahan bambu maupun stainless steel. Namun, harganya relatif lebih murah. Salah satu produsen menawarkan Rp 12 ribuan untuk satu paket isi 25 batang.

Selain itu, ada pula sedotan berbahan kaca borosilikat. Material tersebut biasa dipakai untuk tempat makan kedap udara yang tahan gores. Meski begitu, penggunaannya harus lebih telaten mengingat bahan kaca tentu lebih rentan pecah jika jatuh. Harganya? Ada yang menawarkan mulai Rp 8 ribuan hingga Rp 55 ribu.(Dinny Mutiah-liputan6.com/jko)
25 October 2018
Menjaga Pandangan

Mata adalah jendela hati. Ia juga sahabat sekaligus penuntun hati. Mata mentransfer objek dan berita-berita yang dilihatnya kehati sehingga menggerakkan pikiran lalu berkelana dan berpetualang di ruang hampa imajinasinya.

Jika liar tak tertuntun, mata pada akhirnya bisa mengotori, bahkan mengeraskan hati. Namun, jika terjaga, mata bisa membuat hati lapang, hidup-menghidupkan, bersih, dan membeningkan.

Karena melihat secara bebas bisa menjadi faktor timbulnya keinginan dalam hati, maka syariat yang mulia ini telah memerintahkan kepada kita untuk menundukkan pandangan terhadap sesuatu yang dikhawatirkan dan menjerumuskan. Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat (QS an-Nur [24]: 30).

Menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan. Oleh karena itu, dalam ayat ini Allah SWT terlebih dulu menyebutkan perintah untuk menahan pandangan mata daripada perintah untuk menjaga kemaluan.

Jika seseorang mengumbar liar matanya, dia telah mengumbar syahwat hatinya. Dengan begitu, mata pun bisa berbuat durhaka karena memandang dan itulah zina mata. Rasulullah bersabda, Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata adalah dengan melihat (yang diharamkan), zina hati adalah dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu (HR Ahmad).

Dalam hadis ini, Rasulullah SAW menyebutkan zina mata pertama kali karena inilah dasar dari zina tangan, kaki, hati, dan kemaluan. Kemaluan akan tampil sebagai pembukti dari semua zina itu jika akhirnya benar-benar berzina atau mendustakannya jika tidak berzina. Oleh karena itu, marilah kita menundukkan pandangan kita. Karena jika mengumbar liar, berarti kita telah membuka berbagai pintu kerusakan yang besar.

Pada zaman sekarang, fitnah mengepung kita. Ketika kita keluar rumah, segera mata menyapa sesuatu yang bikinmiris iman kita. Perempuan-perempuan di negeri ini sudah biasa dan merasa tidak berdosa keluar rumah tanpa penutup aurat.

Benar, mereka sudah berpakaian, tetapi sejatinya telanjang. Bisa jadi ketika iman dan rasa takut kita kepada Allah SWT sedang di level rendah, maka dengan mudah kita mengumbar pandangan dan syahwat kita itu. Dan saat pandangan ini membangkitkan berahi, terperosok sudah mata ini pada kerusakan yang besar, seperti onani, masturbasi, sampai zina yang sesungguhnya. Naudzubillah.

Ikhwah berbahagilah kita yang bisa menahan pandangan kita. Sabda Nabi SAW, Jaminlah aku dengan enam perkara, dan aku akan menjamin kalian dengan surga: jujurlah (jangan berdusta) jika kalian berbicara; tepatilah jika kalian berjanji; tunaikanlah jika kalian dipercaya (jangan berkhianat); peliharalah kemaluan kalian; tahanlah pandangan kalian; dan tahanlah kedua tangan kalian (HR Ahmad no 22757.Wallahu a'lam.(REPUBLIKA.CO.ID, OLEH Muhammad Arifin Ilham/jko)

24 October 2018
Jangan Remehkan, Cara Masuk Kantor Baru Ini Tentukan Kesuksesan
Ketika Anda pertama masuk di lingkungan baru, pasti ada kesan pertama yang akan Anda tangkap ketika bertemu orang-orang. Terutama saat Anda baru saja diterima di kantor baru. Anda diwajibkan untuk mudah beradaptasi dengan lingkungan, rekan kerja, serta peraturan yang berlaku di dalamnya.

Untuk itu, mari simak lima hal penting yang dapat Anda coba di hari pertama kerja sebagai karyawan baru di kantor baru seperti dikutip dari Cermati.com. Sebab cara masuk kantor baru ini bisa menentukan tingkat kesuksesan Anda nantinya.

1. Jangan Pernah Terlambat, Datanglah Tepat Waktu

Ketika Anda baru mulai bekerja di kantor baru, pada hari pertama kerja, biasanya Anda akan disibukkan dengan berbagai urusan administrasi serta pengenalan dengan seluruh bagian kantor.

Oleh karena itu, dengan datang tepat waktu ke kantor, akan membuat Anda lebih tenang dan rileks untuk menghadapi hari dan juga mengeluarkan aura positif Anda.

2. Berpakaianlah yang Menarik dan Sopan

Hal kedua yang bisa Anda lakukan sebagai karyawan baru di kantor adalah dengan mengenakan pakaian terbaik. Tak harus mahal, tapi berpakaianlah yang menarik dan sopan.

Jangan lupa mencari tahu kapan Anda sebagai karyawan di sana harus memakai baju yang wajib dipakai di hari tertentu. Pilihlah baju terbaik yang Anda punya untuk meningkatkan rasa percaya diri ketika memasuki kantor baru.

3. Waspadalah tapi Tidak Berlebihan

Sudah hal yang lumrah bahwa ketika Anda berada di sebuah tempat akan menemukan berbagai macam karakter dan sifat seseorang. Sama seperti situasi Anda ketika di kantor terdahulu atau kantor baru yang sekarang, tentu Anda akan dihadapkan bermacam-macam karakter dan sifat dari rekan kerja.

Oleh sebab itu, sebaiknya perhatikan seperti apa situasi kantor baru tersebut yang sesungguhnya. Tidak lupa untuk memelajari setiap karakter orang-orang yang berada di sana, karena bisa jadi mereka akan menuntun Anda menjadi hebat atau bisa juga malah menghancurkan karier Anda.

4. Luwes dalam Beradaptasi

Kantor baru, tentu Anda akan mendapatkan pekerjaan baru. Walaupun ternyata tugas Anda tidak jauh berbeda dengan pekerjaan sebelumnya. Namun Anda tetap harus bertanya dan berbagi dengan rekan kerja atau senior di kantor baru agar bisa mendapatkan hasil yang dibutuhkan oleh kantor.

Jangan lupa untuk beradaptasi dengan kebiasaan yang dilakukan oleh rekan kerja sehingga Anda bisa jadi lebih mudah berbaur dengan mereka. Dengan luwes dalam beradaptasi, maka Anda akan cepat nyaman di lingkungan baru.

5. Jangan Enggan Bergaul dengan Teman Baru

Ketika Anda sudah berada di kantor baru, jangan pernah malu atau ragu untuk memulai pertemanan dengan para senior atau rekan kerja.Mulailah berinteraksi dengan mereka bahkan sebelum mereka mengajak karena hal ini bisa menguntungkan bagi Anda. Waktu yang tepat untuk berbaur bersama rekan kerja baru Anda adalah saat istirahat makan siang.

Lakukan dengan Baik saat di Kantor Baru

Banyak yang akan terpikirkan di benak Anda saat berada di lingkungan baru, seperti rasa penasaran, takut, minder dan sebagainya. Hal ini bisa membuat Anda merasa kurang nyaman dengan lingkungan baru. Untuk itu, lakukan cara-cara di atas agar pekerjaan baru Anda berjalan dengan baik dan mengantarkan kesuksesan dalam berkarier.(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)

 

 
22 October 2018
Ingin Sukses Investasi Sejak Muda? Intip 6 Trik Ini
Investasi merupakan kebiasaan yang harus ditanamkan sejak muda. Perkataan tersebut tentu sudah sering Anda dengar.

Selain bisa mengembangkan keuangan, berinvestasi juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi inflasi agar kondisi finansial tidak terhambat.

Menurut perencana keuangan Finansia Consulting Eko Endarto, semakin muda seseorang mulai berinvestasi semakin bagus. Bahkan pengusaha dan investor sukses asal AS Warren Buffett mulai berinvestasi sejak berusia 11 tahun.

Mengelola keuangan dengan benar bisa membuat Anda merdeka finansial sejak muda. Namun yang seringkali menjadi pertanyaan adalah dari mana harus memulainya? Ada begitu banyak jenis investasi yang bisa dipilih dengan keuntungannya masing-masing.

Seringkali ini malah membuat anak muda yang berencana  investasi menjadi bingung. Akhirnya, niat untuk berinvestasi malah diurungkan. Agar bisa merealisasikan niat berinvestasi di usia muda, simak 6 tips di berikut ini, seperti ditulis Minggu, (21/10/2018):

1. Tentukan target

Eko menyatakan, langkah paling pertama yang harus dilakukan seseorang dalam berinvestasi adalah punya mimpi. "Jadi mau diapain ini uangnya, sehingga kita tahu kapan mau tercapai investasi tadi,” ujarEko saat dihubungi Liputan6.com.

Tujuan ini  akan menentukan arah investasi, seperti jangka waktu investasi yang dipilih dan investasi jenis apa yang sesuai. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak sekadar ikut-ikutan atau terpengaruh orang lain dalam berinvestasi.

2. Pilih jenis investasi yang tepat

Setelah menentukan tujuan yang ingin dicapai, barulah Anda memilih investasi yang cocok dengan target. Jika target berjangka panjang, Anda bisa memilih jenis investasi yang berisiko tinggi tetapi memiliki hasil (return) yang juga tinggi.

"Misal targetnya tidak tercapai pun masih ada waktu untuk memperbaiki. Misalnya investasi saham dan emas. Walaupun bisa naik turun, secara historical dalam jangka panjang emas dan saham selalu naik,” lanjut Eko.

Sebaliknya, jika target yang ingin dicapai merupakan jangka pendek, pilihlah investasi berisiko rendah, misalnya lewat deposito.

3. Mempelajari investasi yang dipilih

Setelah memilih, pelajari benar-benar produk investasi tersebut, mulai dari cara kerja produk hingga legalitas penerbit.

"Jadi harus pelajari misalnya kalau emas bagaimana naik turunnya, saham juga. Harus tahu juga kalau saham sekuritasnya bagus atau enggak, legal atau enggak. Kalau emas siapa yang mengeluarkan emasnya, terdaftar atau enggak," tutur Eko.

4. Berhati-hati dengan investasi bodong

Dalam memilih produk, Anda juga harus berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan berkedok investasi. Eko menyampaikan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi legalitas perusahaan investasi.

Pertama, Anda harus mulai was-was apabila tingkat return yang ditawarkan terlalu tinggi. Cari tahu bagaimana hasil tinggi tersebut didapatkan. Selain itu, Anda juga mengecek apakah perusahaan tersebut terdaftar di Otorotias Jasa Keuangan (OJK), misalnya lewat portal Investor Alert Portal (IAP).

5. Mulai secepatnya

Yang paling penting dari berinvestasi di usia muda adalah mulai secepatnya. Jangan menunggu atau menunda-nunda. Mulai dengan menyisihkan minimal 10 persen dari penghasilan setiap bulannya.

Apalagi, beberapa jenis investasi bisa dimulai dengan jumlah yang tak begitu besar, seperti tabungan emas dan reksadana. "Karena emas dan reksa dana bisa dimulai dari Rp 100 ribu. Bahkan Rp 50 ribu pun bisa untuk tabungan emas," ujar Eko.

6. Jadikan kebiasaan

Berinvestasi tidak bisa main-main dibutuhkan kekonsistenan dan komitmen agar hasil yang ditargetkan bisa dicapai. Apalagi bila investasi yang disasar adalah yang berjangka panjang.

"Kalau masih muda, mulai saja dulu. Tidak usah lihat hasilnya setiap hari. Yang penting komitmen untuk jangka panjang. Nanti akan berkembang sendiri," tutur Eko.(Felicia Margaretha-liputan6.com/jko)

 

 

 

18 October 2018
Istana Sang Khalifah
Seorang utusan Romawi tengah mencari istana Khalifah Umar bin Khattab untuk sebuah urusan. Setelah beberapa saat tak menemukan istana tersebut, ia akhirnya bertanya kepada orang-orang. Saat ia menanyakan di mana istananya, mereka menjawab: “Ia tidak punya istana.” Lalu, ia bertanya di mana bentengnya. “Tidak ada,” jawab mereka.

Kemudian, mereka menunjukkan rumah Sang Khalifah yang terlihat seperti rumah kaum tak berpunya. Lantas, ia mendatanginya dan menanyakan keberadaan Amirul Mukminin. Alangkah terkejutnya ia saat mendengar jawaban dari keluarga Umar: “Itu dia di sana sedang tertidur di bawah pohon.”

Tentu bukan tanpa alasan bagi seorang dengan gelar Amirul Mukminin (pemimpin kaum Mukmin) yang kekuasaannya terbentang dari Mesir sampai Irak untuk memilih sebatang pohon sebagai istananya. Selain agar rakyat dapat dengan mudah menemui dan mengadu padanya, juga karena ia mempelajari hal itu dari Sang Teladan, Nabi Muhammad SAW.

Dahulu, Umar pernah menemui Nabi SAW ketika beliau bangun dari pelepah kurma tempatnya berbaring. Umar melihat guratan pelepah kurma membekas di punggung Nabi SAW. Ia pun menangis. Dengan lembut Nabi SAW bertanya: “Apa yang membuatmu menangis?” Umar menjawab: “Wahai Rasulullah, sungguh Raja Kisra dan Kaisar Romawi dalam keadaan (kafir). Mereka (bergelimang harta), sedang Engkau ialah Utusan Allah (tetapi tidak memiliki apa-apa).” Dengan bijak Nabi SAW bersabda: “Wahai Umar, tidakkah engkau rida jika mereka mendapat dunia dan bagi kita akhirat?” Pelajaran ini tidak pernah dilupakan oleh Umar seumur hidupnya.

Umar bukannya tidak mampu untuk membangun istana atau hidup mewah bak seorang raja. Tetapi, Umar lebih memilih kesederhanaan sebagai perhiasan dirinya. Bagaimana tidak, ia adalah khalifah yang memperoleh gaji hanya sebatas kebutuhan pokoknya, memakan roti yang hampir mengeras, dan memiliki dua belas tambalan pada pakaian lusuhnya. Ia adalah pemimpin yang bergantian mengendarai keledai bersama budaknya dalam penaklukkan Kota Al-Quds.

Sungguh, Umar telah mengajarkan kepada kita bahwa menjadi pemimpin tak harus bergelimang fasilitas. Maka, ia pun tidak pernah menuntut berbagai fasilitas untuk tugas kepemimpinannya. Karena ia tahu, fasilitas-fasilitas yang ia nikmati tidak lain hanyalah ujian yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. Wallahu ‘alam bish shawab.(REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ahmad Syahirul Alim/jko)

16 October 2018
5 Cara Jitu Jaga Hubungan Baik dengan Klien
Kepuasaan klien memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam proses pembentukan citra suatu bisnis atau perusahaan. Agar hubungan baik dengan klien tetap terjaga, pelbagai cara pun dilakukan. Seperti dengan melihat penilaian kepuasaan sampai mendekati klien agar kerja sama bisa terus berlanjut.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan beberapa cara yang dibeberkan oleh Swara Tunaiku, berikut ini agar dapat menjaga hubungan baik dengan klien.

1. Melemparkan pertanyaan

Kita tak perlu ragu untuk membawa diskusi ke arah yang lebih mendalam saat melakukan brainstorming dengan klien. Misalnya, dengan menanyakan tentang tujuan utama dari suatu promosi atau kampanye yang tengah dilakukan klien.

Tanyakan juga tentang harapan klien dari kerja sama yang ada. Catat setiap jawaban klien secara mendetail, siapa tahu akan berguna di masa depan.

2. Mendengarkan

Dengan mendengarkan klien, maka suatu hubungan baik akan tercipta. Kita mesti memerhatikan keluhan, kritik, dan saran. Semua masukan ini adalah feedback positif untuk perusahaan atau bisnis.

Nantinya, feedback ini bisa dipakai sebagai acuan untuk melakukan evaluasi. Kita akan termotivasi untuk lebih baik dari feedback positif. Dan segera memperbaiki kinerja dengan melihat feedback negatif.

3. Selalu menghormati kredibilitas kompetitor

Kompetitor bisa ditemukan di mana saja, termasuk dalam dunia bisnis. Tak menutup kemungkinan, nantinya kita akan berhadapan dengan kompetitor yang superior. Meski bersaing, jangan lupa untuk mempelajari kekurangan dan kelebihan dari produk mereka.

Belajar dari kompetitor, kita bisa menciptakan suatu inovasi produk dengan kualitas yang lebih baik. Tetapi, tidak perlu menyebarkan citra jelek atau gosip tentang kompetitor. Sikap seperti ini dapat menurunkan citra perusahaan yang kita kelola.

4. Memakai umpan balik secara online

Kita bisa memakai jalur online untuk memajukan produk atau perusahaan. Bisa dimulai dengan bergabung pada forum online dan memberikan suatu penilaian pada produk yang telah dirilis kepada klien. Cara ini sangat bagus untuk memperbaiki kualitas produk.

5. Menyusun strategi perencanaan bersama klien

Jika perusahaan mempunyai program tahunan, usahakan agar klien bisa terlibat di dalamnya. Cara ini dapat ditempuh dengan mengadakan pertemuan atau konsultasi. Ada baiknya, kita mempersiapkan secara matang konsep terbaik yang akan ditawarkan kepada klien.

Ini dia lima cara yang bisa kita coba untuk mendekati klien. Semoga saja kelima cara ini bisa membantu kita dalam membina hubungan baik dengan klien.(Fitriana Monica Sari-liputan6.com/jko)

 

 

Page 1 of 67      1 2 3 >  Last ›