Selingan

27 May 2017
Manfaat Kurma Bagi Kesehatan di Bulan Puasa Kurma salah satu buah yang memang identik ketika datangnya bulan puasa. Buah yang satu ini memang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi pada saat buka puasa. Karena rasa manis yang didapatkan dalam buah kurma ini memberikan sumber energi yang hilang setelah seharian menjalani puasa. Selain itu mengonsumsi buah kurma ketika berbuka bisa membuat perut menjadi cepat kenyang, maka dengan begitu dapat membantu Anda dalam mengontrol nafsu makan ketika berbuka agar tidak makan berlebihan.

Buah kurma memiliki kandungan yang sangat bermanfat bagi kesehatan di antaranya mengandung gula antara 75%-87%, untuk gula yang berbentuk glukosa sekitar 55% sedangkan 45% membentuk fruktosa. Manfaat kurma sangat berguna untuk tubuh karena banyak mengandung protein, mineral, lemak dan vitamin antara lain vitamin A, B2, B12. Maka dengan begitu melihat banyak kandungan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, tidak heran jika kurma memiliki manfaat bagi kesehatan seseorang ketika menjalani puasa. Nah untuk lebih jelasnya Anda bisa memperhatikan ulasan berikut ini.

Manfaat Kurma Bagi Kesehatan
Menyeimbangkan Tingkat Keasaman Darah
Kurma memiliki kandungan yang bermanfaat untuk menyeimbangkan tingkat keasaman darah yang cenderung mengalami peningkatan ketika saat berbuka puasa. Biasanya naiknya tingkat keasaman darah karena setelah mengonsumsi daging dan karbohidrat ketika makan untuk berbuka puasa. Untuk menghindari hal itu, sangat disarankan untuk memakan kurma terlebih dahulu sebelum menyantap menu buka puasa.

Mencegah Sembelit
Tidak jarang memang ketika puasa orang banyak yang mengalami masalah dalam pencernaan seperti sembelit. Namun dengan rutin mengonsumsi kurma ketika berbuka akan mengatasi dan mencegah sembelit. Hal itu dikarenakan di dalam kurma memiliki kandungan tinggi serat yang sangat efektif sekali dalam mengatasi masalah dalam pencernaan.

Sebagai Sumber Energi
Kandungan glukosa yang sangat tinggi dalam buah kurma merupakan sumber energi yang dapat membantu tubuh kembali bugar setelah seharian menjalani puasa. Maka dengan mengonsumsi kurma setiap berbuka merupakan cara yang sangat tepat. Namun bagi Anda yang memiliki riwayat diabetes sebaiknya jangan terlalu banyak mengonsumsi buah kurma karena kandungan glukosa dalam buah kurma sangat tidak baik bagi penderita diabetes.

Menjaga Kondisi Pencernaan
Ketika puasa tentu dalam kondisi kosong, jika diharuskan menyatnap menu buka puasa yang berat seperti nasi dan lauk lainya tentu akan sedikit mengganggu kondisi kesehatan pencernaan. Namun dengan mengawali berbuka puasa dengan buah kurma tidak akan mengagetkan perut karena buah kurma sangat mudah untuk dicerna. Maka dengan begitu pencernaan Anda tidak akan mengalami masalah selama menjalankan puasa satu bulan lamanya.

Nah itulah penjelasan mengenai manfaat kurma bagi kesehatan di bulan puasa. Baca juga artikel terkait.(Disehat.com-ink)
 

24 May 2017
Temuan Fosil Menunjukkan Manusia Pertama Asal Mediterania Nenek moyang manusia telah diperdebatkan selama bertahun-tahun oleh Antropolog. Belum lama ini peneliti di Balkan menemukan fosil berusia 7,2 juta tahun yang mereka yakini milik pra-manusia atau manusia purba.

Belum lama ini peneliti di Balkan menemukan fosil berusia 7,2 juta tahun yang mereka yakini milik pra-manusia atau manusia purba.
Temuan ini menunjukkan bahwa perpecahan garis keturunan manusia terjadi di Mediterania Timur dan tidak seperti yang banyak diasumsikan, yakni di Afrika.

Seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (23/5/2017), para peneliti masih mengasumsikan bahwa garis keturunan antara kera besar dan manusia menyimpang antara 5 sampai 7 juta tahun yang lalu dan bahwa pra-manusia pertama berasal dari Afrika.

Namun dua peneliti yang tergabung dalam Tim Peneliti Internasional yang dipimpin oleh University of Toronto mengemukakan skenario baru tentang awal sejarah manusia. Tim tersebut menganalisis dua spesimen fosil hominid Graecopitechus freybergi – rahang bawah dari Pyrgos Vassilissis, Yunani dan sebuah petanda premolar atas dari Azmaka, Bulgaria.

Dengan menggunakan pemindai komputer, mereka dapat memvisualisasikan struktur internal fosil dan menunjukkan bahwa akar premolar banyak yang menyatu. Profesor Madelaine Böhme, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan, “Kera besar biasanya memiliki dua atau tiga akar terpisah dan berbeda, akar Graecopithecus bertemu dan sebagian menyatu - ciri khas manusia modern, manusia purba dan beberapa pra-manusia termasuk Ardipithecus dan Australopithecus”.(okezone-ink)
20 May 2017
Liburan ke Banyuwangi? Jangan Lupa Cicipi Durian Merah nan Unik Ini SEBAGAI salah satu negara beriklim tropis, Indonesia memiliki beragam kekayaan alam yang tidak dimiliki negara-negara lain. Salah satu contohnya adalah buah-buahan khas nusantara.

Mendekati musim kemarau, beberapa varian buah mulai menunjukkan geliatnya. Beberapa ruas jalan Ibu Kota mulai dipenuhi pedagang yang menjajakan buah-buahan segar, termasuk durian.

Berbicara soal durian, baru-baru ini masyarakat Indonesia kembali dikejutkan dengan kemunculan varian durian unik yang hanya dapat ditemukan di Kabupaten Banyuwangi.

Dalam sebuah foto yang diunggah oleh akun Instagram, @yukbanyuwangi, kota yang terletak di ujung paling timur Pulau Jawa ini ternyata merupakan produsen durian merah dan oranye di Indonesia.

Untuk varian durian merah, masyarakat Banyuwangi menyebutnya dengan sebutan Balqis. Durian ini memang telah lama menjadi daya tarik kota tersebut. Bahkan, Kementerian Pertanian RI telah menetapkan durian merah sebagai salah satu ciri khas Banyuwangi.
Rasa durian ini hampir sama dengan durian pada umumnya. Durian merah memiliki rasa manis yang khas, bertekstur lembut, serta tidak memiliki aroma yang menyengat.

Namun sayangnya, duriah merah hanya dapat ditemukan pada musim tertentu. Seringkali pada pertengahan tahun atau pada bulan Mei. Tidak hanya itu, jika Anda ingin mencicipinya, Anda harus rela merogoh kocek sebesar Rp250 ribu per buah.(okezone-ink)

 

19 May 2017
Berapa Hari yang Diharamkan Puasa dalam Setahun?
Ramadhan 1438 H  beberapa hari lagi tiba. Sudah seharusnya sebelum Ramadhan tiba, mereka yang punya utang puasa Ramadhan tahun lalu, segera melunasi utang tersebut.

Bagaimana kalau masih ada utang puasa, sementara Ramadhan beberapa hari lagi tiba? Atau, bahkan Ramadhan besok tiba, sementara  masih punya utang puasa satu hari, misalnya? Bolehkah melaksanakan qadha (pengganti  puasa) satu hari menjelang bulan Ramadhan?

“Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah boleh, bahkan wajib. Artinya, utang puasa harus dilunasi sebelum Ramadhan berikutnya tiba. Jadi, kalaupun besok Ramadhan tiba dan kita masih punya utang puasa satu hari, laksanakan qadha puasa pada hari itu juga,” kata Ustadz Asep Abdul Wadud saat mengisi pengajian guru Sekolah Bosowa Bina Insani di Masjid Al-Ikhlas Bosowa Bina Insani Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/5).

Ada yang mengatakan, tidak boleh melakukan ibadah puasa pada hari tertentu. Sehingga, kalaupun punya utang puasa, tidak boleh meng-qadha-nya pada hari itu.

Terhadap pendapat tersebut, Ustadz Asep Abdul Wadud membantahnya. “Hanya lima hari dalam setahun yang diharamkan berpuasa. Yakni, tanggal 1 Syawal (Iedul Fitri), 10 Dzulhijjah (Iedul Adha) dan 11-13 Dzulhijjah (Hari Tasyriq),” ujar Asep.

 Di luar lima hari tersebut, kata Asep, umat Islam boleh berpuasa. “Apalagi  menjelang Ramadhan dan kita masih punya utang puasa, berapa hari pun yang tersisa menjelang Ramadhan, utang tersebut harus segera dibayar,” tegas Asep Abdul Wadud.(Red: Irwan Kelana-Republika.co.id/jko)
18 May 2017
Ustaz Arifin Ilham: Waspadai Dosa yang Lebih Halus dari Langkah Semut
Tiada godaan terhebat dari seorang yang sukses rizkinya, jabatannya, popularitasnya, ilmunya, dan keturunannya kecuali bangga dan kagum pada dirinya sendiri. Merasa paling hebat, paling pintar, paling benar, paling suci.

“Inilah penyakit hati orang sukses termasuk orang seperti abang ini. Begini begitu kan kesannya saja padahal aib kekurangan seabrek abrek, untungnya saja aib abang dan kita semua masih ditutupi Allah. Kalau dibuka pasti sangat malu dan hina,” kata Pimpinan Majelis Az-Zikra Ustaz Muhammad Arifin melalui pesan instan kepada Republika.co.id, Kamis (18/5).

Ustaz Arifin lalu menyitir beberapa ayat Alquran dan Hadits Rasulullah SAW mengenai bahaya berbanggap-bangga dalam hidup ini. “Jangan kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang terlalu membanggakan diri.” (QS Al-Qashash 76). “Maka jangan kamu mengatakan dirimu suci. Dialah (Allah) paling mengetahui orang yang bertakwa.” (QS An-Najm 32).

“Rasulullah mengingatkan mengulang sampai tiga kali, 'Takutlah kalian pada al uzba’  yaitu bangga kagum pada diri sendiri.' Nasehat ini beliau arahkan pada para sahabat sahabat beliau yang saleh  dan hafal Alquran,” ujar Arifin.

Memang, kata Arifin, dosa ujub ini lebih halus dari langkah semut. Bisa jadi kesannya tawadhu tetapi di hati ingin dipuji. Marah dihina, ternyata karena berharap dipuji. “Inilah "dho'ful aqli wal iimaani" tanda lemahnya akal dan iman. Padahal sangat rugi, sudah cape cape beramal dihancurkan kemudian dengan ujub,” tuturnya.

Karena itu, Arifin mengajak kaum Muslim agar sering  duduk di majlis ilmu dan zikir. “Sering-seringlah duduk di majelis ilmu dan zikir. Saat menengadah menatap wajah guru, rontoklah kebanggaan dirinya. Duduklah bersama faqir miskin, yatim piatu, orang orang susah. Ziarahilah kuburan, perkuat puasa sunnah, tadabburkan Alquran, perhebat istigfar, dan selalu harus sempatkan diri secara khusus muhasabah diri selesai sholat malam: ‘siapa aku, darimana, dimana, dan mau kemana akhirnya aku?”

“Sungguh diri hina ini tidak pantas bangga diri kecuali hanya Allah yang Maha Terpuji,” demikian Ustaz Muhammad Arifin Ilham.(Red: Irwan Kelana-Republika.co.id/jko)
17 May 2017
Studi Ini Sebut Anak Tunggal Cenderung Egois, Ini Sebabnya
Sepi rasanya bila terlahir tanpa saudara. Mungkin ini yang banyak dirasakan oleh mereka yang terlahir sebagai anak tunggal. Namun ada fakta menarik lain tentang si anak tunggal.

Penelitian terbaru yang dilakukan Southwest University di Chongqing, China menyebut, karena dibesarkan seorang diri, anak tunggal juga cenderung lebih egois.

Alasannya terungkap dari hasil scan MRI (Magnetic Resonance Imaging) terhadap 270 mahasiswa dan tes kepribadian mereka. Separuh di antaranya adalah anak tunggal dan sisanya adalah anak yang memiliki saudara kandung.

Dari hasil MRI terlihat adanya perbedaan struktur otak yang mencolok antara anak tunggal dengan anak yang punya saudara kandung.

Menurut peneliti, anak tunggal memiliki 'gray matter' ekstra di otaknya, terutama pada supramarginal gyrus, bagian otak yang bertugas membantu memunculkan gagasan baru dan pemikiran yang 'out of the box' alias tak lazim.

"Ini juga dipicu oleh kebiasaan mereka untuk memikirkan segala sesuatu secara independen atau mandiri sehingga otak mereka menjadi lebih kreatif. Dan kemandirian itu identik dengan pola pikir kreatif," tulis peneliti seperti dilaporkan Telegraph.

Namun 'grey matter' di bagian medial prefrontal cortex mereka justru lebih sedikit dari anak yang terlahir punya saudara, sehingga mereka cenderung egois.

"Ditambah perhatian lebih dari orang tua atau keluarga besar, termasuk kakek nenek membuat mereka sulit untuk membaur dengan orang lain, sering bersikap egois dan kurang bisa berempati," lanjut peneliti.

Peneliti menjelaskan, karena tak punya saudara, mereka tidak terlatih untuk menghadapi aspek rumit dari sebuah hubungan atau interaksi sosial, termasuk mengembangkan kemampuan psikososialnya. Ini juga terbukti dari hasil tes kepribadian mereka.(Radian Nyi Sukmasari - detikHealth/jko)
16 May 2017
Kiat Sukses Yang Dipakai Jack Ma Dalam Bisnis Alibaba
Dalam perjalanan karirnya, Jack Ma pernah ditolak beberapa kali saat melamar pekerjaan, satu di antaranya ketika ia melamar di KFC. Dari 24 orang pelamar, hanya dirinya saja yang tidak lolos, sedangkan 23 orang lainnya berhasil menjadi karyawan restoran cepat saji tersebut.

Namun berkat kegigihan dan kerja kerasnya, Jack Ma kini menjadi orang paling kaya di China. Ia mendirikan perusahaan e-commerce bernama Alibaba. Bagaimana cara sukses Jack Ma dalam mendirikan perusahaan Alibaba? Berikut cara Jack Ma menjadi sukses dalam bisnis:

1. Inovatif, Kreatif, dan Berpikir Unik
Orang-orang yang sukses dalam pencapaian finansial adalah orang-orang yang memiliki pemikiran kritis, kreatif, dan membuat hal-hal unik. Dan Jack Ma memiliki karakter tersebut. Pemikirian yang kreatif dan inovatif membuat perusahaan tersebut berkembang.

2. Banyak Belajar dari Pihak yang Telah Sukses
Seperti halnya dengan Amazon dan eBay, Alibaba adalah sebuah perusahaan perdagangan di internet. Tapi yang membedakannya adalah Alibaba tidak benar-benar memiliki persediaan atau menjual barang. Perusahaan ini hanya menjadi perantara, sehingga mampu mengumpulkan komisi atas jasa-jasanya. Inilah salah satu model bisnis yang paling scalable dan menguntungkan.

3. Melihat Peluang
Di balik masalah besar ternyata kemungkinan ada peluang besar. Ketika Jack Ma mulai mendirikan bisnis e-commerce, ia melihat bahwa masalah utama yang sering dihadapi oleh pengusaha kecil di China kala itu adalah minimnya infrastrutur dan pihak-pihak mentor yang menjadi jembatan bagi para pengusaha kecil. Dan akhirnya Jack Ma membaca lalu memanfaatkan kondisi tersebut menjadi peluang potensial.

4. Memiliki Visi Besar dan Membangun Jaringan
Ketika merintis bisnisnya, Jack Ma memiliki keyakinan bahwa internet akan mampu menjembatani dunia bisnis, khususnya bagi warga China. Untuk mewujudkan visinya tersebut, Jack Ma membangun koneksi yang kuat, di mana awalnya ia menarik dana investasi dari teman-temannya.

5. Memilih Nama Perusahaan yang Tepat
Sederhana tapi memiliki impresif yang kuat. Jack Ma mencetuskan memilih nama Alibaba pada tahun 2006 ketika sedang minum teh di sebuah kedai di San Francisco. Nama itu terinspirasi dari cerita Negeri 1001 Malam, yakni si Ali Baba yang berhasil mengecoh dan mengambil harta 40 orang pencuri. Karakter Ali Baba sangat sesuai dengan visi bisnisnya, yakni ingin menyulap kondisi perekonomian para pengusaha kecil menjadi sejahtera. Selain itu, pemilihan nama Alibaba karena sangat gampang diucapkan dan mudah diingat.

Itulah beberapa kiat sukses Jack Ma membangun bisnisnya. Semoga dapat menginspirasi Anda.(Tung Desem Waringin - detikFinance/jko).
15 May 2017
Perjalanan Penemuan Golongan Darah Manusia
Mengapa kita memiliki golongan darah? Dari manakah ia berasal dan apa gunanya? Peneliti dari berbagai bidang telah mempertanyakan hal itu untuk waktu yang lama. Penelusuran itu pun terus berlanjut hingga saat ini.

Seperti dikutip dari Science Alert, pada 1900, dokter asal Austria Karl Landsteiner pertama kali menemukan golongan darah. Dari penemuan itu ia memenangkan hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada 1930.

Sejak saat itu, para ilmuwan telah mengembangkan alat yang lebih kuat untuk menyelidiki biologi jenis darah. Mereka telah menemukan beberapa petunjuk menarik tentang golongan darah secara lebih mendalam.

Misalnya yakni mendeteksi pengaruh golongan darah pada kesehatan manusia. Meski begitu, masih banyak hal tentang golongan darah yang tetap misterius dan belum ditemukan jawaban yang kuat.

Pengetahuan tentang pembagian golongan darah pada manusia memberikan terobosan penting dalam dunia kedokteran. Ketika dokter mengetahui golongan darah seseorang, ia bisa menyelamatkan nyawa dengan melakukan transfusi darah.

Dalam sejarah, contohnya pada era Renaisans, beberapa dokter pernah mencoba melakukan transfusi darah namun berujung pada hasil yang tak diinginkan. Sampai akhirnya, pada awal abad ke-20, Landsteiner berhasil menemukan pembagian golongan darah manusia.

Ia membaginya menjadi tiga yakni A, B, dan C. Golongan darah C kemudian berubah nama menjadi O dan ditemukan pula golongan darah AB.

Pada pertengahan abad ke-29, peneliti asal Amerika Serikat Philip Levine berhasil mengkategorikan golongan darah secara lebih mendetail. Hal itu yang kini dikenal sebagai faktor rhesus darah. Dalam dunia kedokteran rhesus diberikan simbol plus dan minus di akhir huruf-huruf Landsteiner.(Rep: Ahmad Fikri Noor-Republika.co.id/jko)

13 May 2017
Waspada, Kandungan dalam Makanan Ini Memicu Peradangan! TERKADANG, kita tidak sadar kandungan di dalam makanan dapat membahayakan kesehatan. Karena, biasanya kita telah terlena dengan nikmatnya makanan tersebut.

Sejumlah makanan lezat memang memanjakan lidah. Tapi, terkadang tersembunyi kandungan-kandungan tertentu yang membahayakan kesehatan, termasuk memicu peradangan.
Berikut kandungan dalam makanan yang dapat memicu peradangan seperti dilansir dari laman Boldsky:

Minyak nabati
Beberapa makanan yang mengandung minyak nabati adalah dressing salad, saus barbekyu, dan keripik kentang. Minyak nabati memiliki konsentrasi tinggi lemak inflamasi, omega 6, dan akan menimbulkan malapetakan bagi kesehatan Anda. '

Tepung yang dimurnikan
Tepung terigu halus telah diketahui tanpa serat dan nutrisi yang mudah larut. Karena itu, ketika tubuh mencerna makanan yang mengandung glukosa ini, kadar gula darah Anda bisa meningkat, sehingga juga dapat menyebabkan lonjakan kadar insulin.

Pemanis buatan
Pemanis buatan diketahui meningkatkan risiko intoleransi glukosa dengan cara mengubah mikrobioma usus. Bila tubuh tidak dapat memetabolisme glukosa dengan benar, maka dapat menyebabkan pelepasan sitokin inflamasi yang lebih besar.

Pewarna buatan
Bahan pewarna buatan yang terbuat dari minyak tertentu diketahui mengganggu fungsi hormon, dan menyebabkan tumor. Selanjutnya, sistem kekebalan tubuh mencoba untuk mempertahankan tubuh dari pewarna sintetis ini, akhirnya mengaktifkan kaskade inflamasi.

Lemak jenuh
Lemak jenuh diketahui memicu peradangan jaringan adiposa putih. Seiring sel-sel lemak menjadi lebih besar dengan asupan lemak jenuh yang lebih besar, mereka melepaskan agen pro-inflamasi yang meningkatkan peradangan sistematik.(okezone-ink)
 

12 May 2017
Meskipun shalat berjamaah di masjid itu sangat besar keutamaannya, nyatanya masih banyak Muslim laki-laki yang merasa berat untuk melaksanakannya. Dengan berbagai alasan, mereka lebih memilih  mengerjakannya secara sendirian di rumah atau di ruang kantor.

Demikian pula, meskipun balasan pahala dan manfaat sedekah itu luar biasa (dalam salah satu ayat Alquran, Allah menyebutkan ganjaran sedekah itu sampai 700 kali lipat, bahkan tak terbatas), nyatanya masih banyak Muslim yang enggan bersedekah alias bakhil.

“Terhadap mereka yang enggan shalat fardhu berjamaah di masjid dan bakhil untuk bersedekah, kisah Sya’ban berikut ini semoga jadi inspirasi  untuk selalu menegakkan shalat fardhu berjamaah di masjid dan memperbanyak sedekah,” ujar Ustadz Taufiqurrohman saat mengisi pengajian guru Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) di Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/5).

Ustadz Taufiqurrohman menjelaskan, Sya’ban merupakan salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang selalu aktif shalat fardhu berjamaah bersama dengan Rasulullah. Pada suatu Shubuh, Sya’ban tidak hadir.

Rasulullah bertanya, ke manakah Sya’ban? Apakah ia sakit? “Sahabat tidak ada yang tahu. Ketika Rasulullah SAW bertanya, adakah yang tahu rumah Sya’ban, salah seorang sahabat mengacunkan tangannya. Akhirnya Rasulullah minta diantar ke rumah Sya’ban. Beliau datang ke rumah Sya’ban bersama dengan para sahabat yang lain,” tutur Taufiqurrohman.

Namun ternyata rumah Sya’ban sangat jauh dari Masjid Nabawi. Satu jam, dua jam, tiga jam, hingga akhirnya 3,5 jam, barulah Rasulullah SAW tiba di rumah Sya’ban. “Subhanallah, berarti setiap hari Sya’ban memerlukan waktu tujuh jam untuk pulang-pergi dari rumah ke masjid,” tutur Taufiqurrohman.

Sesampainya Rasulullah di rumah Sya’ban, beliau ditemui oleh istri Sya’ban. Ketika Rasulullah SAW menanyakan di manakah Sya’ban, wanita itu mengatakan bahwa Sya’ban telah wafat tadi malam.

Akhirnya Rasulullah SAW dan para sahabat mengurus jenazah Sya’ban hingga selesai dikuburkan. Ketika Rasulullah SAW dan para sahabat hendak pulang, istri Sya’ban bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, tadi malam sebelum meninggal, tiba-tiba Sya’ban berteriak tiga hal sebagai berikut, ‘Seandainya bisa lebih jauh, seandainya aku berikan yang lebih bagus, seandainya aku berikan semuanya’. Apakah maksudnya,  ya  Rasulullah?”

Rasulullah tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Ia membacakan Surah Qaf ayat 22, yang artinya, “Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.”

Lalu Rasulullah SAW menjelaskan, menjelang wafatnya Sya’ban diperlihatkan oleh Allah SWT balasan akan amal perbuatannya.

Pertama, mengenai jarak yang harus ditempuhnya dari rumah ke masjid untuk melaksanakan shalat fardhu berjamaah. Jarak tersebut harus ditempuh pulang pergi tujuh jam. Saat mengetahui betapa besar pahala yang Allah berikan, Sya’ban pun berseru, “Seandainya bisa lebih jauh.” “Artinya, kalau seandainya jarak rumah-masjid itu lebih jauh, niscaya Sya’ban bisa mendapatkan pahala yang lebih besar lagi. Itulah yang disesali oleh Sya’ban,” tutur Taufiqurrohman.

Kedua, istri Sya’ban mengatakan kepada Rasulullah, setiap pergi ke masjid untuk shalat Shubuh berjamaah, Sya’ban selalu mengenakan dua lapis baju. Baju yang lebih bagus dia pakai di sebelah dalam. Baju yang lebih jelek dia pakai sebagai baju luar. Ketika ada orang yang kedinginan memerlukan baju, Sya’ban membuka baju luar tersebut dan memberikannya kepada orang yang membutuhkan itu. “Itulah yang disesali oleh Sya’ban. Seandainya aku berikan yang lebih bagus. Setelah mengetahui pahala kebaikan yang dia terima dari sedekah baju tersebut dia merasa menyesal kenapa tidak memberikan baju yang lebih baik,” papar Taufiqurrohman.

Satu hal lagi, keluarga Sya’ban merupakan keluarga sederhana. Makanan mereka hanyalah roti kering yang harus direndam dulu agar bisa dimakan. Suatu saat Sya’ban akan menikmati roti tersebut ketika datang peminta-minta kepadanya. Dia membagi dua roti tersebut, dan memberikan separohnya kepada peminta-minta. “Nah, ketika dia mengetahui betapa besar pahala sedekah itu, ia menyesal mengapa hanya memberikan separoh. Dia pun berteriak, ‘Seandainya aku berikan semua’. Subhanallah, orang yang saleh dan diperlihatkan kepadanya balasan apa yang akan diterima di akhirat nanti, masih menyesali amalnya yang  menurut dia masih kurang. Bagaimana dengan kita? Sudah seharusnya kita berlomba-lomba untuk beramal saleh, antara lain selalu berusaha menegakkan shalat fardhu berjamaah di masjid dan memperbanyak sedekah,” tutur Ustadz Taufiqurrohman.(Red: Irwan Kelana-Republika.co.id/jko)
Page 1 of 51      1 2 3 >  Last ›