Teropong

30 June 2014
Air Terjun Dolo
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Gemuruh suara air memecah keheningan di sebuah hutan yang masih asri, Eksotisme Sebuah Air Terjun yang sangat indah menyambut kedatangan para penikmat surga wisata alam. suguhan panorama nan indah membuat mata ini tak ingin beranjak untuk terus memandangnya. Sepenggal bait yang terangkai untuk menggambarkan keesotisan Air Terjun Dolo ini

Air Terjun Dolo terletak di sebelah barat dari Kota Kediri atau lebih tepatnya berada di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, atau sekitar 26 kilo dari Kota Kediri Ke arah barat, Air Terjun Dolo ini menjadi salah satu ikon Wisata Alam Kabupaten Kediri. Di sepanjang perjalanan menuju Wisata Air Terjun dolo anda akan disuguhi hamparan hijau hutan pinus dengan pemandangan yang sangat indah dan jalan yang menanjak serta meliuk - liuk yang melingkar menuju puncak khas jalanan pegunungan
Bila anda dari arah Kota Kediri dan ingin ke lokasi Air Terjun Dolo ini anda harus berhenti di dusun Besuki dan melanjudkan perjalanan dengan berjalan kaki karena jalan yang yang dilewati menanjak dan tidak mungkin di lewati oleh kendaraan. Untuk mencapai lokasi anda harus melalui jalan mendaki berupa tangga yang terbuat dari bebatuan. Cukup menguras tenaga anda memang, tapi semua itu akan terbayar lunas dengan suguhan panorama indah Air Terjun Dolo.
 
Saat sampai di lokasi Air Terjun Dolo, anda akan disambut oleh udara dingin khas pegunungan, Suguhan pemandangan yang teramat indah dari sebuah air terjun yang berpadu dengan alam yang masih asri membuat para pengunjung yang datang kemari akan serasa seakan di bawa sejenak untuk melupakan hiruk-pikuk dunia.
Setelah anda cukup merasakan hawa dingin dan keindahan Air Terjun Dolo, Anda dapat menikmati fasilitas wisata lainnya yang telah tersedia di sini seperti Joging ataupun Hiking area. Dan bagi anda yang membawa keluarga dapat mengajak keluarga anda ke taman bermain yang tersedia di lokasi ini. Situs Iformasi Wisata Lengkap Di Kediri
16 June 2014
Air terjun Irenggolo – Air Terjun yang Menuruni Anak Tangga

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Air terjun Irenggolo adalah obyek wisata di Kabupaten Kediri yang terletak di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo. Air Terjun Irenggolo dikenal memiliki udara yang sejuk dengan pemandangan alam pegunungan yang sangat menawan, tak heran bila di daerah ini banyak didirikan vila-vila peristirahatan. Hijau daun dan warna-warni bunga menghiasi sepanjang jalan di lokasi kawasan wisata ini sampai dengan lokasi air terjun. Gemericik air yang jatuh di Tumpahan air dari lereng gunung ini memiliki ketinggian sekitar 80 meter dengan bentuk undakan-undakan seperti anak tangga yang terbentuk secara alami menjadikan air terjun ini menjadi wisata unik dibandingkan air terjun lainnya.

Berjarak + 28 km ke arah barat daya dari kota Kediri, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit berkendara. Akses menuju air terjun ini relatif mudah dengan kondisi jalan 85 hotmix dan dapat ditempuh dengan segala macam kendaraan hingga di kawasan wisata air terjun tersebut. Perjalanan menuju air terjun ini dapat dimulai dari kota Kediri dimana pertama-tama menyeberang ke bagian barat sungai Brantas yang membelah kota Kediri, lalu meluncur ke daerah Poh Sarang, Kecamatan Semen menuju Besuki. Selanjutnya melintasi Desa Selopanggung tempat tokoh nasional Tan Malaka dimakamkan, dan akhirnya sampai di pintu gerbang Kawasan Wisata Besuki.

Bila para wisatawan berkunjung ke kawasan wisata air terjun Irenggolo tepat pada waktu Suro, bisa menyaksikan penyelenggaraan kesenian adat tradisi upacara ritual. Masyarakat Besuki selalu mengadakan kegiatan Nyadran setiap ada hajatan maupun setiap bulan Suro pananggalan jawa. Ritual masyarakat jawa kuno yang ditujukan untuk penguasa Pegunungan Wilis serta untuk mengenang Iro Manggolo sebagai pendahulu/cikal bakal desa tersebut. Upacara adat daerah masyarakat itu disebut dengan “Sesaji Tirto Husodo”

Sarana transportasi, komunikasi, dan listrik telah mendukung keberadaan objek wisata ini. Demikian pula, berbagai prasarana fisik yang lain, seperti tempat parkir, toilet, kamar mandi, kolam renang dan musholla. Bahkan disini tersedia area untuk berkemah. Jika anda ingin menginap, disini tidak terdapat hotel karena jauh dari kota, tapi anda bisa menyewa villa yang tidak jauh dari lokasi wisata Air Terjun Irenggolo. Sehingga anda beserta keluarga atau teman bisa leluasa menikmati suasana pegunungan.

11 June 2014
Belajar Di Kampung Inggris Pare Kediri Sambil Liburan Dan Wisata
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Belajar Di Kampung Inggris Pare Kediri Sambil Liburan Dan Wisata - Memang gampang-gampang susah kalo ngomongin belajar bahasa Inggris. Di dalam benak banyak orang selama ini, yang terbayang kalau lagi mempelajari bahasa Inggris adalah dengan memperkaya vocabulary kita dengan menghapalkan kata demi kata untuk belajar tata bahasanya dan menguasai pronunciation secara tepat. Banyak sekali alternatif yang dapat kita tempuh agar bisa menguasai bahasa Inggris saat ini. Menjamurnya keberadaan lembaga kursus bahasa di kampung inggris yang banyak menyediakan berbagai pilihan jenis program kursus yang sesuai dengan kebutuhan kita, apakah itu bertujuan untuk mencari pekerjaan, untuk melanjutkan kuliah setelah lulus SMA dan tujuan-tujuan yang. Memang belajar bahasa Inggris juga dapat kita lakukan secara otodidak, seperti dengan cara membaca referensi-referensi yang berbahasa Inggris, dengan menonton film berbahasa inggris, dengan cara mendengarkan musik dan dengan cara lain sebagainya.
 
Namun pernahkah anda membayangkan belajar bahasa Inggris dengan menggunakan cara yang agak sedikit berbeda dari cara yang biasanya ? Selain dengan cara duduk di bangku kursusan dan belajar tata bahasa beserta penggunaannya, kita juga dituntut supaya langsung mempraktikkan bahasa Inggris didalam kehidupan sehari-hari kita, yang dimulai sejak bangun tidur hingga kita berangkat tidur lagi, selama 24 jam setiap harinya. Kita pasti akan membayangkan bahwa dengan metode belajar yang seperti ini mungkin hanya dapat dilakukan jika kita memang hidup di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa nasionalnya, yang tentunya, akan membutuhkan biaya yang amat mahal dan tidak semua orang akan dapat melakukannya. Namun tahukah anda bahwa tanpa harus berangkat ke negeri seberang pun Anda bisa belajar bahasa Inggris dengan metode seperti di atas?. Di Kampung Inggris Pare yang letaknya di Kediri Jawa Timur, dimana julukan sebagai Kampung Inggris telah disandang sejak tahun 70 an.

Di kampung inilah Anda dapat tinggal dan sekaligus belajar Bahasa Inggris dengan menggunakan metode yang sangat unik, yaitu sebuah metode perpaduan antara belajar bahasa Inggris di dalam kelas dan mempraktikkannya secara langsung didalam kehidupan sehari-hari anda. Dengan menggunakan metode homestay belajar bahasa Inggris menjadi terasa lebih interaktif dan juga menyenangkan, sebab kita dapat merasakan suasana belajar dan berlibur di saat yang sama.
Terdapat lebih dari 200 lembaga kursus bahasa Inggris di kampung inggris pare ini, mereka menawarkan berbagai macam program sesuai dengan kebutuhan anda, mulai dari program speaking, program vocabulary, program pronunciation, program listening, program TOEFL preparation, program IELTS preparation dan program-program yang, dengan variasi durasi dan jadwal program.

Yang lebih uniknya lagi adalah setiap peserta kursus “diharuskan” untuk tinggal di kampung inggris pare ini agar lebih merasakan atmosfer bahasa Inggris di dalam kehidupan mereka sehari-hari. Memang, di
kampung inggris ini, kehidupan sehari-hari berlangsung dalam English version, alias, Anda akan sulit menemui orang yang berbahasa Indonesia diluar camp anda. Mulai obrolan santai di warung hingga percakapan sehari-hari semua itu dilakukan dalam bahasa Inggris.

Tidak mengherankan jika Kampung Pare yang letaknya sekitar 25 kilometer dari Kota Kediri ini telah menjadi sebuah tempat tujuan bagi ribuan orang dari seluruh penjuru nusantara untuk belajar bahasa Inggris, baik tua maupun muda. Jika anda membutuhkan informasi tempat kursusan, kost-kostan, transportasi dan lain-lain anda bisa menghubungi venus original camp
kampung inggris pare
07 June 2014
Pesona Air Terjun Dolo, Kediri Jawa Timur
Radio Andika – Kediri – Jatim. Air terjun ini merupakan air terjun terindah dibandingkan dengan air terjun yang ada di sekitarnya yaitu Air Terjun Irenggolo dan Air Terjun Parijoto.Air Terjun Dolo terletak di dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kediri. Letaknya sekitar 25 kilometer dari pusat kota Kediri dan bisa ditempuh selama 45 menit saja. Bila berangkat dari Kota Surabaya, air terjun ini bisa ditempuh selama 3,5 jam dengan jarak tempuh 150 kilometer.
Lokasi air terjun ini berada di daerah pegunungan yaitu di Gunung Besuki (2.850 m) dengan ketinggian 1.800 meter dpl. Karena berada di dataran tinggi, maka pemandangan dan suasana di sekitar air terjun begitu indah dan segar.
 
 
Air Terjun Dolo memiliki beberapa tingkat. Tingkat paling tinggi mencapai 125 meter. Sedangkan tingkatan yang lain hanya 4 meter. Meskipun sangat tinggi, debit airnya tidak terlalu besar sehingga pengunjung bisa bermain air dan berenang di kolam penampungan dengan aman.
Namun perlu diingat bahwa suhu air di air terjun ini sangat dingin, sehingga membutuhkan ketahanan tubuh yang prima. Jangankan menceburkan tubuh ke air, berdiri di sekitar air terjun itu saja, suhu udaranya sangat dingin. Jadi jangan lupa membawa pakaian yang agak tebal bila berkunjung ke air terjun Dolo ini. 
 
Untuk menuju lokasi Air Terjun Dolo ini memang tidak mudah. Dibutuhkan perjuangan ekstra keras yang menguras tenaga. Dari tempat parkir kendaraan, pengunjung harus berjalan kaki menuruni anak tangga yang berjumlah ratusan buah.Suara gemuruh air terjun seakan-akan memanggil siapa saja yang mendengarnya. Setelah 15 menit perjalanan menuruni tangga, akhirnya terlihat juga kemegahan air terjun Dolo. Untuk saran, bila mengunjungi air terjun ini lebih baik pada hari biasa, karena pada hari libur, lokasi air terjun ini dipadati oleh pengunjung sehingga kenyamanan akan sedikit berkurang.
 
Untuk fasilitas sudah ada beberapa kantin atau warung makan dan musholla di sekitar air terjun. Tersedia juga fasilitas berupa jogging track dan hiking area. Disini juga terdapat camping ground untuk pengunjung yang ingin bermalam dengan mendirikan tenda.
Kalau ingin bermalam yang lebih nyaman, pengunjung bisa menginap di beberapa villa yang berada tidak jauh dari lokasi air terjun sekitar 4 kilometer.
 
31 May 2014
Bendung Gerak Watu Turi

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Taman wisata Ubalan, terletak 15 Km dari kota Kediri, tepatnya berada di Kalasan, desa Minyak Jarak, kecamatan Ploso Klaten. Taman wisata ini menawarkan kesejukan di tengah hutan lindung dan mata air alami dalam kolam yang jenih.

Pada obyek wisata seluas 12 hektar ini, pengunjung bisa menikmati wana wisata dengan berenang, berperahu dan sepeda air, memancing, berkemah atau hanya sekedar menikmati taman.
Penduduk lokal percaya bahwa air dari sumber mata air Ubalan ini bisa memperpanjang umur dan bisa membuat awet muda

23 May 2014
Objek Wisata Pantai Sidem, Tulungagung Jawa Timur

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Selain pantai popoh di jawa timur, anda bisa mengunjungi pantai sidem. Letaknya di sebelah barat pantai popoh, dan terdiri dari perkampungan yang bisa di bilang padat penduduk. Letak pastinya adalah di Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Lokasinya mudah dijangkau, kondisi jalan beraspal dan halus. Perjalanan menuju lokasi dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Akan lebih mengasyikkan lagi bila Anda mau berjalan kaki. Sepanjang jalan pengunjung bisa melihat pemandangan pohon jati yang sejuk. Dari atas bukit terlihat birunya air laut serta perahu-perahu nelayan yang mencari ikan. Kondisi udara di pantai sidem sangat sejuk, karena tumbuhh beberapa pepohonan di sekitar pantai.

Harga tiket masuk hanya Rp 3000 per orang.Kalau menggunakan kendaraan menambah biaya Rp 1.000 untuk sepeda motor, Rp 2.000 untuk mobil dan Rp 2.500 untuk bus.Selain bermata pencarian nelayan, anda juga akan menemukan industri rumah tangga dengan beragam produk. Seperti ikan asin maupun terasi yang telah dikemas rapi serta siap untuk dibawa pulang sebagai buah tangan. Jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas di pantai ini, berupa rujak.

Di Pantai Sidem ini pula lah kita mendapati pemandangan bagaimana dua arus air bertemu, yakni antara air sungai dan air laut. Pertemuan air ini mengisyaratkan adanya perbedaan nyata antara warna air sungai dan air laut.

17 May 2014
Legenda Kediri: Ringin Sirah

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Bila kamu pernah mengunjungi Kota Kediri, pasti pernah melintasi kawasan Ringin Sirah. Kawasan ini terletak di pusat kota, persis di perempatan Jl. Hayam Wuruk - Jl. Joyoboyo. Tepatnya di sebelah selatan Kediri Mall/Sri Ratu. Di lokasi ini, terdapat sebuah lapangan yang cukup luas (kini, lapangan tersebut oleh warga Kota Kediri sering disebut Lapangan Joyoboyo), dan di lapangan itu terdapat pohon beringin dengan ukuran cukup besar (sampai sekarang ini pohon beringinnya masih ada dan bisa dilihat). Meski berada dipusat keramaian, persis di depan Joyoboyo Trade Centre, namun lapangan ini menyimpan sebuah misteri ,terkait legenda Ringin Sirah.

 

Bukan tanpa sebab kawasan itu bernama Ringin Sirah, karena menurut keyakinan turun-temurun warga kota maupun warga kabupaten Kediri, lapangan itu memang terkait erat dengan sebuah kisah tentang "sirah" atau kepala.

 

Menurut cerita "wong tuwo-tuwo mbiyen" (orang tua-tua dahulu), di lapangan itulah makam seorang tokoh legendaris Kediri berjuluk "Maling Gentiri". Maling Gentiri memang sosok maling budiman di zaman Kediri kuno. Maling Gentiri merupakan tokoh pencuri yang memiliki kesaktian "sundul langit" alias sakti mandraguna. Tapi karir Maling Gentiri dibidang mencuri, bukan semata-mata demi kepentingannya sendiri, melainkan hasilnya dibagikan pada warga miskin. Ia merampok harta orang kaya, lalu diberikan pada orang "kere" (miskin).

 

Tentunya kiprah Maling Gentiri ini disukai oleh orang miskin dan dibenci orang kaya (konglomerat) waktu itu. Para konglomerat berupaya sekuat tenaga menangkap hidup-hidup atau mati Maling Gentiri. Merekapun menjadikan Maling Gentiri sebagai buronan yang paling dicari. Akan tetapi kesaktian Maling Gentiri membuat para konglomerat itu "keder" (takut). Karena meskipun Maling Gentiri berkali-kali tertangkap, tidak pernah bisa dibunuh/mati. Maklumlah saja, Maling Gentiri memiliki aji pancasona, sebuah ilmu kadigdayan yang memungkinkan pemiliknya hidup kembali meski berkali-kali dibunuh, dengan syarat raganya tetap menyatu dan darahnya tidak menyentuh tanah.

 

Singkat cerita, para konglomerat yang ingin menamatkan riwayat Maling Gentiri, akhirnya menemukan titik kelemahan sang pendekar. Ketika Maling Gentiri tertangkap untuk kesekian kalinya, tubuh pencuri budiman itu lalu dipotong-potong dan dikubur terpisah di beberapa tempat untuk menghindari dia hidup kembali. Dan bagian kepalanya itulah, yang diyakini warga Kediri dikubur di kawasan Lapangan Joyoboyo dibawah pohon beringin. Sehingga kawasan ini disebut Ringinsirah. Ringin berarti Pohon Beringin, sedangkan Sirah adalah kepala manusia.

 

Sampai sekarang ini pun, kawasan itu masih dipercaya sebagai kawasan yang "wingit" (angker). Sehingga meski telah bersentuhan dengan suasana modern lingkungan sekitarnya, tetapi kawasan itu tetap dikeramatkan oleh sebagian warga Kediri dan menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka.

 

Iulah sedikit cerita Kediri kuno mengenai Ringin Sirah yang mulai asing bagi kita sebagai warga Kediri.

09 May 2014
Arca Totok Kerot
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Arca Totok Kerot ini terletak di Desa Bulupasar Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, dengan jarak lebih kurang 7 Km dari kota. Pengelolahnya adalah Swaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala.

Sebelumnya 
Arca Totok kerot merupakan arca dwarapala setinggi tiga meter yang terbuat dari batu andesit. Keadaan Arca Totok Kerot sangat mengenaskan, tangan kirinya sudah menghilang dan ada retakan besar pada bahu kanannya. Arca Totok Kerot memakai kalung dan anting – anting bermotif tengkorak. Ada hiasan di dadanya, serta memakai aksesori di tangan, kaki, serta perutnya. Kemungkinan besar, Arca Totok Kerot merupakan pintu gerbang sebelah barat istana kerajaan atau juga merupakan pintu masuk ke sebuah candi. Entahlah, tak ada yang tahu karena tidak pernah dilakukannya penggalian disekitar arca.apa mungkin anda mau mencoba mengali.
 
Perkiraan  tahun 1981, penduduk sekitar melaporkan ada benda besar dalam sebuah gundukan di tengah sawah dan berada di bawah pohon besar. Pada tahun itu pulalah gundukan tersebut dibongkar hingga memperlihatkan sosok Arca Totok Kerot. Namun, penggalian hanya menampakkan setengah badan bagian atas dari arca.
Dari Situlah ada yang legenda  mulai di tulis.
 
Arca Totok Kerot merupakan penjelmaan dari Putri dari daerah Lodoyo, Blitar. Tersebutlah pada zaman dahulu sang putri ingin melamar Raja Joyoboyo dari Kerajaan Kediri. Raja Joyoboyo menolak lamaran tersebut hingga pecahlah perang antara kedua belah pihak. Kemenanganpun diraih oleh Kerajaan Kediri dan Raja Joyoboyo mengutuk sang putri menjadi batu berwujud raksasa. 

Masyarakat Kediri juga memiliki legenda tersendiri tentang Arca Totok Kerot. 
Totok Kerot terbenam separuh badan karena arca tersebut sangat berat, hingga tanah dibawah arca tidak kuat menopang berat arca. Kenyataannya,  Totok Kerot bukan tenggelam karena kelebihan berat badan dan kurang diet, melainkan penggalian yang tidak dilanjutkan.Disebutkan bahwa Arca Totok Kerot pernah dipindah dari tempat asalnya dan diletakkan di Alun – Alun Kota Kediri. Hanya dalam waktu semalam, Arca Totok Kerot tidak betah akan tempat barunya. Arca Totok Kerot mulai menyusun rencana melarikan diri.   Pada tengah malam, tiba 2 saja terkumpulah 7 ekor sapi dan 2 ekor gajah di alun 2 Kesembilan hewan tersebut lalu menarik Totok Kerot menuju Dusun Bulupasar, tempat asal Totok -kerot. Karena  Totok Kerot  sangat berat . hanya beberapa meter saja, kesembilan hewan tersebut tidak kuat menarik Totok -kerot dan meninggal karena kecapaian.

Paginya, melihat  Totok Kerot telah berpindah tempat dan adanya hewan 2 tak bernyawa disekitarnya, akhirnya pemerintah memutuskan untuk mengembalikan lagi ke tempat asalnya. Legenda ini dipercaya terjadi sekitar tahun 80’an, berselang beberapa tahun semenjak  Totok Kerot diketemukan.dan jika anda berkunjung disana  Nantinya mungkin berpendapat berbeda beda  jika melihatnya  sebab wajah dari pada totok kerot berubah -ubah kadang  tersenyum kadang marah   itupun tergantung masing masing yang melihatnya dan satu yang perlu di ingat jangan pernah mengatai jelek di lokasi  jika anda tidak ingin terjadi apa apa....mungkin lebih jelasnya anda bisa datang ke tempatnya
05 May 2014
 Rahasia Kraton Sri Aji Jayabaya
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Kraton atau pusat istana kerajaan Kediri dengan rajanya yang termasyhur karena terbukti kebenaran ramalannya, Sri Aji Jayabaya, merupakan misteri karena lokasinya belum ditemukan siapapun. Adapun lokasi pamuksan dan makam beliau telah diketahui umum berada di daerah Mamenang, di sebelah timur Kediri.  Demikian pula menurut pengetahuan umum kraton Kediri semasa pemerintahan Jayabaya di sekitar wilayah kaki Gunung Kelud dianggap telah musnah terlanda lahar letusan gunung itu.

      Sebagai gambaran masa kini di pusat kota Kediri di sisi timur sungai Brantas terdapat sebuah pasar tradisional, Setono Bethek, istana bambu. Ada lagi Setono Gedhong, istana batu. Tempat-tempat tersebut benarkah istana kerajaan Kediri di masa silam? Atau sekadar makam para ulama penyebar agama Islam belaka? Ada sebuah nama lain di tepi Barat sungai Brantas yang menarik: Bandar Lor, Bandar Kidul. Tampaknya memang di masa silam sebuah pelabuhan kuno?
 
    Berabad-abad sosok menarik Sri Aji Jayabaya dengan ramalan-ramalannya yang sebagian orang, terutama penduduk di pulau Jawa percaya dan menganggap bahwa ramalan itu telah terbukti kebenarannya, misalnya sosok kepemimpinan Presiden Sukarno telah diramalkan beliau sebagai seorang putra dari ibu berasal dari pulau Dewata; ramalan lain lagi masuknya balatentara Dai Nippon yang seumur jagung itu diramalkan 900 tahun silam sebagai si kate cebol kepalang, dan seterusnya, maka kami ingin menambahi sekadar wawasan guna mengarahkan pembaca dan pemerhati sejarah Kediri mengenai kemungkinan adanya keraton Kediri di lokasi lain yang masih merupakan misteri.
 
Pada kira-kira 1135 maraklah raja Kediri kelak kemudian menjadi raja besar Nusantara: Joyoboyo, Jayabaya, atau Jayabhaya. Kekuasaannya berpusat di Kediri, Jatim, dan wilayah di bawah pengaruh kekuasaannya mencakup seluruh Pulau Jawa (Java) ditambah Jambi, Tidore, dan Kalimantan.
 
    Kediri, kini yang kita kenal sebagai kotamadya, dulu merupakan pusat pemerintahan sebuah kerajaan maritim Jawa yang berhasil mempersatukan sebagian besar wilayah Nusantara, selalu mendapat serbuan dari berbagai pasukan asing: pada 1007 Sriwijaya menyerbu kerajaan Medang Kamulan di Kediri untuk menggulingkan prabu Dharmawangsa sebagai balasan atas serangan Medang terhadap kerajaan Sriwijaya pada 990, Arok mengalahkan pasukan Kediri di Ganter 1222 yakni di sebuah desa di sekitar daerah Pujon, Malang, selanjutnya pada 1292 pasukan Mongol Kublai Khan menyerbu dengan 1000 kapal yang berlayar langsung dari Tiongkok untuk membalas dendam pada Sri Krtanegara. Apa lacur? Oleh mantu raja Jawa (Krtanegara) tersebut, Raden Wijaya, pasukan Mongol digiring dipersilahkan menggempur kraton Kediri Jayakatwang, hingga musnah. Dan pada 1527 Brawijaya terakhir dari kerajaan Daha (Kediri) digempur oleh pasukan Mataram Islam Trenggono. Terakhir pejuang nasional Trunojoyo berhasil dikalahkan oleh Belanda di Kediri.
 
    Pada masa pemerintahan Jayabaya kekuatan militer kerajaan maritim Kediri terletak pada angkatan lautnya yang kuat pada masanya hingga mampu menjaga wilayah kerajaan di seberang pulau yang jauh dari pusat kekuasaan di pedalaman Jawa bagian timur itu.
 
    Kota Kediri yang kita kenal sekarang dibelah oleh sungai Brantas, sungai itu lebarnya kurang lebih 1000 meter. Di masa silam, kapal-kapal perang dan dagang diperkirakan bisa melayari sungai Brantas sepanjang aliran mulai dari pelabuhan laut di Surabaya terus masuk ke pedalaman hingga merapat pusat kota Kediri, sekarang lokasi pelabuhan di tepi sungai di Kediri itu diberi nama pelabuhan Jayabaya, lokasinya di daerah yang kini bernama Bandar Lor.
 
   Satu kilometer ke barat sejak pelabuhan Bandar atau pelabuhan Jayabaya tersebut terbentang jalan lurus menuju bukit Klotok (arti harfiahnya: kolo thok, banyak kolo, banyak penyakit).
 
   Sebuah prasasti batu raksasa masih menjadi misteri asal-usulnya, diperkirakan dibangun di masa jaman keemasan kerajaan Kediri, yaitu era Jayabaya. Prasasti berbentuk goa berukuran 3 x 10 meter itu diberi nama Mangleng (artinya museum). Bangunan goa Mangleng atau Selomangleng, yang juga disebut museum Jayabaya yang didirikan sekitar tahun 1150-an pada masa Jayabaya itu letaknya cukup terlindung berada di antara bukit-bukit. Di sebelah depan (50 meter) adalah bukit Mas Kumambang yang menurut penduduk setempat terkenal dengan legenda maling sakti. Maling sakti yang hidup di masa kolonial Belanda itu bernama Ki Boncolono bersama dua sahabatnya Tumenggung Poncolono dan Tumenggung Mojoroto. Kuburan ketiganya berada di puncak bukit Mas Kumambang. Pemkot Kediri telah membangun tangga cor menuju puncak Mas Kumambang.
 
     Mengapa cuma membangun sebuah goa batu alam dibandingkan tigaratus tahun sebelum itu telah berdiri Candi Borobudur yang megah di Jawa Tengah? 
 
    Diperkirakan Goa Selomangleng merupakan bagian dari bukit Mas Kumambang (emas terapung), akan tetapi kemudian dipisahkan oleh jalan melingkari bukit tersebut, sehingga goa itu dapat dicapai dari dua jurusan.
 
    Jika kita mendaki bukit Klotok itu lurus saja tepat setelah menempuh sekitar dua kilometer ke arah puncak bagian tengah, kita dapat menjumpai dan menemukan petilasan Dewi Kilisuci, tepat di sisi air terjun kecil mengalir ke bawah, menjadi sungai kecil. Dewi Kilisuci merupakan salah seorang anak Prabu Erlangga atau Airlangga yang bertakhta di Kediri pada 1035.
 
    Petilasan Prabu Jayabaya yang dikenal sekarang di desa  Mamenang atau Pamenang kec. Pagu berada sekitar enam kilometer ke arah timur pusat kota Kediri berada di kawasan kaki gunung Kelud.
 
    Pusat kerajaan Kediri diperkirakan berada di sekitar Goa Selomangleng, ada sebuah daerah Boto Lengket yang sekarang dijadikan markas Brigif (Brigade Infantri) XVI. Di lokasi Boto Lengket dekat desa Bujel itu tanpa sengaja telah ditemukan batu-batu bata berukuran besar terpendam dalam tanah yang mungkin merupakan bekas bahan pondasi bangunan. Penemuan itu belum pernah dipublikasikan, karena masih bersifat penemuan pribadi. Diperkirakan tepat di markas Brigif XVI yang baru dibangun dalam dua tahun terakhir itulah letak pusat Kerajaan Kediri di masa pemerintahan Prabu Sri Aji Jayabaya.
 
    Mengapa Brigif XVI Kediri berada secara kebetulan dibangun di sana? Dari segi strategi perang, maka lokasi itu sangat strategis untuk medan pertahanan dari serangan musuh. Letaknya berada di antara bukit-bukit yang berhutan lebat di masa lalu, cocok untuk berlindung sementara bila diserang musuh. Dan untuk mengundurkan diri dari serangan besar-besaran dapat masuk hutan di kaki bukit Klotok. Ditambah lagi pada masa silam, dari puncak bukit Mas Kumambang seorang prajurit dapat mengawasi pelabuhan dan seluruh kota Kediri, sekaligus memberikan isyarat kedatangan musuh yang menyerang dari sungai atau dari daratan.
Memang benar-benar strategis tempat itu dalam strategi perang kuno.
 
    Di sekitar daerah hipotesis kraton di bagian sebelah utara kawasan itu terdapat sumber mata air yang sampai hari ini tidak pernah kering sekalipun kemarau panjang.
 
    Demi efektifnya roda pemerintahan maka lokasi kraton itu tidak begitu jauh dari pelabuhan hipotesis Bandar. Tatkala tamu kehormatan kerajaan datang melalui sungai brantas, perjalanan tidak begitu jauh untuk sampai tujuan di kraton Kediri.
 
    Museum Airlangga di sisi selatan bukit Mas Kumambang yang dibangun oleh Pemkot Kota Kediri letaknya persis di seberang Museum Jayabaya yang dibangun Prabu Jayabaya, Goa Selomangleng. Goa Selomangleng selama ribuan tahun menjadi prototipe rumah-rumah penduduk di tanah Jawa. Ada senthong kiri, ada senthong kanan. Dan ada dua ruang tengah.  Dalam tradisi Jawa senthong tengah tidak boleh dihuni. Dan hanya dipergunakan untuk upacara tertentu atau meletakkan sesaji. 
 
    Goa Batu itu di dalamnya penuh dengan hiasan gambar-gambar dinding, dan pada senthong kanan (dilihat dari luar goa) terdapat tempat pemujaan patung prabu Airlangga penjelmaan Wishnu yang masih mulus belum dirusak tangan jahil. Pada pintu masuk dari depan sebelah kiri (terdapat dua "pintu" utama di bagian depan goa) ada penyambut berupa patung batu berbentuk garuda tumpangan Sang Prabu Erlangga yang mulai rusak oleh tangan jahil.
 
    Salah satu ramalan Jayabaya, Ronggowarsito, dan uga wangsit Siliwangi yakni menyangkut kemunculan ratu adil atau lebih populer dan salah kaprah disebut sebagai "satrio piningit" yang berwujud bocah angon bertempat tinggal di tepi sungai,  bukankah hingga sekarang  nama sungai tersebut masih misteri? "Satrio Piningit" itu tinggal di rumah tingkat tiga yang di depan rumahnya terdapat dua jenis pohon: Hanjuang, dan Handeuleum (konon pohon ini yang cuma setinggi setengah meter dan berbatang lunak ini serta berdaun merah hati tua ini di Jawa Barat digunakan sebagai tanaman obat, rebusan daun Handeuleum dipercaya dapat menyembuhkan wasir atau ambeien). Bisa jadi sungai yang dimaksud bila menurut ramalan itu sang ratu adil muncul dari sebelah timur Gunung Lawu, maka terdapat Sungai Madiun, dan jika sebelah timur Gunung Lawu yakni Gunung Wilis maka sebelah timurnya (daripada G. Wilis) terdapat Sungai Brantas, kedua sungai tersebut berada di wilayah Jawa Timur.
 
    Sebagai sebuah hipotesis saat ini samar-samar sang ratu adil dengan ciri-ciri tersebut memang sudah muncul bahkan mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di NKRI, akan tetapi belum berhasil karena terganjal undang-undang pemilihan calon presiden yang hanya dapat dilalui dari satu pintu, yakni melalui pencalonan yang diajukan oleh satu atau gabungan daripada partai politik. Diharapkan di masa depan diupayakan solusi yang lebih baik serta lebih adil lagi guna mendapatkan pemimpin yang terbaik di Nusantara, yakni dengan merevisi undang-undang yang terkait sistem pencalonan presiden sehingga memungkinkan tampilnya calon presiden dari wakil independen. Satrio piningit (yang dimaksud di sini Ratu Adil) itu mendapat dukungan kuat langsung maupun tak langsung dari sebuah perusahaan raksasa G2 yang berada di tepi Sungai Brantas kota Kediri, kantor pusatnya yang berlantai tiga tepat di seberang pelabuhan wisata Jayabaya. Satrio Piningit yang masih samar-samar itu berasal dari daerah yang lokasinya tepat simetris di tengah daripada ujung barat dan timur pulau Jawa.
 
    Saat ini permunculan samar-samar Satrio Piningit (yang dimaksud di sini ratu adil) yang kelak memimpin Nusantara memang belum menerima wahyu illahi atau pulung keprabon, momen itu akan datang kelak usai terjadi goro-goro/huru-hara besar terjadi atas kehendak tuhan; huru-hara usai akan terbentuklah tatanan dunia baru berikut peran dan kedudukan Nusantara tertinggi di bumi selatan. Tatanan pemerintahan baru di Nusantara kelak itulah yang dipimpin oleh sang ratu adil.
25 April 2014
Menelusuri Jejak 8 Tempat Misteri di Ponpes Lirboyo Kediri
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Siapa yang tidak kenal dengan nama Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo. Pondok pesantren yang berdiri di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, dikenal tak hanya umat Islam di pelosok tanah air tapi juga mashyur hingga negara tetangga.Sejumlah cerita pun mengiringi berdirinya ponpes tersebut. Dari kisah nyata hingga berbau mistis pun beredar dari mulut ke mulut.

Pondok Pesantren Lirboyo didirikan oleh KH Abdul Karim tahun 1910 atau 100 tahun silam. Sejumlah peninggalan sang pendiri itulah yang saat ini banyak diceritakan memiliki kisah unik berbau mistis, satu diantaranya adalah Masjid Lawang Songo. Dinamakan seperti itu karena memiliki 9 pintu pada bangunannya, yang tersusun masing-masing 3 di bagian depan dan di sisi kanan dan kiri bangunan.

Masjid Lawang Songo dibangun bersamaan dengan dimulainya pendirian pesantren. Saat ini kondisinya sudah sangat berbeda dengan saat pertama kali didirikan, yang ditandai dengan terbentuknya 3 bagian, masing-masing ruang utama Masjid Lawang Songo, serambi kuning dan kantor muktamar berupa serambi dengan keramik warna hitam.

"Dinamakan serambi kuning karena ubinnya warna kuning, itu dibangun zamannya KH Mahrus Ali dan KH Marzuki Dahlan. Beliau adalah putra KH Abdul Karim. Sedangkan yang kantor muktamar dibangun sekitar 8 tahun lalu," jelas Ahyar, salah seorang santri Ponpes Lirboyo

Ahyar mengatakan, di Masjid Lawang Songo inilah sejumlah cerita mistis Pesantren Lirboyo dimulai. Diantaranya adanya perasaan ramai pada diri setiap orang yang menginjakkan kakinya di dalam masjid, meski di saat bersamaan kondisinya sedang sepi. "Itu bukan rahasia lagi, karena termasuk saya juga sering merasakannya," tuturnya.
Ketika mengenai asal muasal kejadian tersebut, Ahyar tidak bisa memberikan penjelasan. Informasi yang didapat dirinya dari sejumlah seniornya ada perasaan aneh yang dirasakan setiap orang dalam Masjid Lawang . Banyak santri merasa ada 'santri lain' di Ponpes Lirboyo.
 
"Di Lirboyo ini kan santrinya tidak hanya dari yang kasaran, tapi juga golongan halus, makanya saya sebut santri lain. Ya percaya nggak percaya ini memang nyata, ustadz juga mengakui kalau ada santri dari golongan itu," ungkapnya tanpa mau menjelaskan tentang santri golongan halus tersebut.

Masjid Lawang Songo bagi ribuan santri Lirboyo tak hanya dikenal karena adanya kisah misteri tersebut, melainkan juga sebagai 'penasehat' kasat mata. Hampir semua santri sungkan melaksanakan salat berjamaah apabila dilakukan melebihi jadwal salat.

Di Lirboyo sendiri banyak santri yang terkadang tak bisa menjalani salat berjamaah, karena jadwalnya berbenturan dengan jam belajar di ibtidayah, tsanawiyah, aliyah hingga diniyah.

"Biasanya kalau telat jamaah ya salatnya di serambi, karena ada perasaan sungkan untuk masuk ke dalam masjid. Aneh memang, dan ini sebenarnya tidak ada dalam aturan pondok," pungkas Ahyar.
Page 3 of 10      < 1 2 3 4 5 >  Last ›