Teropong

28 October 2014
Batik Garuda Muka Kediri, Kebanggan Karya Lokal
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Setiap daerah di tanah air, mempunyai batik khas yang menunjukan jati diri dan ciri tersendiri dengan sejumlah motif. Termasuk Kota Kediri, yang mempunyai batik khas diberi nama batik garuda muka,  Munculnya batik khas Kediri ini, membuat pengrajin banyak mendapatkan pesanan dari konsumen dari berbagai daerah di indonesia.
 
Batik garuda muka, memang baru saja ditetapkan oleh Pemerintah Kota Kediri, sebagai batik khas. Penetapan ini, mampu membangkitkan produksivitas dari pengrajin batik di Perum Permata Hijau Kelurahan Ngronggo Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Konsumenpun banyak yang memesan batik khas dari Kota Kediri ini, bermotif garuda muka, tahu kuning, serta getuk pisang yang juga merupakan kuliner Khas Kota Kediri.
 
Suminar, warga Perum Permata Hijau Kelurahan Ngronggo Kecamatan Pesantren Kota Kediri menuturkan, dirinya merintis kerajinan batik khas kediri, sejak tahun 1994 silam, dan hingga sekarang telah memiliki karyawan sebanyak 30 orang.
 
“awalnya memang mencoba tetapi karena semakin banyak yang menyukai akhirnya terus kami kembangkan, “kata Suminar.
 
Menurut Suminar Ide membuat batik ini berawal, dari ketertarikannya melihat batik dari kota–kota lain di Jawa Tengah. Sehingga, dirinya berminat untuk menciptakan batik khas kediri. Sedangkan pemilihan motif garuda muka karena Kediri dulunya merupakan  bekas kerajaan dimana terdapat simbol-simbol garuda muka, yang sudah dipakai ketika jaman kerajaan kediri. Sehingga sangat tepat saat ini garuda muka dijadikan motif khas batik kota kediri.
 
Batik khas Kediri buatan Suminar ini banyak diminati konsumen, karena motifnya bagus dan bahan yang digunakan nyaman dipakai dan tidak panas. Konsumen yang memesanpun dari berbagai daerah di tanah air seperti jakarta, dan kota-kota di Jawa Timur. Untuk harga, pengrajin mematok harga dari Rp 90 ribu hingga 6 ratus ribu rupiah. Tergantung bahan dan motif yang diinginkan.
 
Sementara itu, Andi Yunadi salah satu pembeli batik khas Kota Kediri mengaku bangga memakai batik khas dari Kota Kediri. Menurutnya ada rasa yang beda ketika memakai batik dengan corak umum yang diperjual belikan di toko dengan memakai batik lokal khas Kota Kediri.
 
“bukan hanya persoalan membanggakan produk Kota Kediri tetapi nilai lokal yang kental membuat saya merasa nyaman dan percaya diri,”katanya.
 
Kota Kediri memang berpotensi sebagai kota wisata. Baju batik khas Kota Kediri, diharapkan akan semakin mengundang wisatawan dari luar kota, hingga manca negara. Sehingga, usaha tersebut harus dikembangkan sebagai penunjang wisata di Kota Kediri.
 
Batik, adalah ciri khas kebudayaan suatu daerah. Sehingga, batik selalu digemari terutama dari masyarakat setempat. Batik pun kini pemakaiannya fleksibel, dapat dipakai dalam acara resmi maupun santai.(anto kristian)
03 October 2014
Toleransi Di Tengah Perbedaan
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Perbedaan penentuan hari raya baik hari raya qurban maupun hari raya Idul Fitri sudah lumrah terjadi di masyarakat kita. Termasuk pada penentuan hari raya Qurban pada 2014 ini atau pada 1435 Hijriah. Pemerintah sudah resmi mengumumkan hari raya Qurban jatuh pada Ahad 5 Oktober. Tetapi sejumlah ormas Islam meyakini hari raya Qurban pada 2014 ini jatuh pada Saptu 04 Oktober. Salah satunya Muhamadiyah. Muhamadiyah mulai dari tingkat pusat hingga daerah kompak melaksanakan pada Saptu sehingga pada hari Jumatnya sudah melaksanakan puasa Arofah. Ini sewaktu dengan pelaksanaan wuquf di padang arofah di Arab Saudi yang dilakukan seluruh jamaah haji dari seluruh penjuru negeri.

Pelaksanaan wuquf para jamaah haji di Arofah yang dilaksanakan pada hari Jumat disesuaikan dengan penentuan awal bulan Zulhijah oleh Pemerintah Arab Saudi. Namun itu tidak ada korelasinya dengan penentuan  awal bulan Zulhijah di Indonesia yang berbeda satu hari dengan Arab Saudi. Pemerintah tetap menetapkan Sholat Idul Adha pada Ahad sehingga untuk puasa Arofahnya dilaksanakan pada Saptu meski ibadah Wuquf jamaah haji sudah dilaksanakan pada Jumat. Menurut Haji Bundiyar salah satu ulama di Kediri Raya, penentuan hari raya idul adha di Indonesia tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan ibadah Wuquf di Padang Arofah. Sebab penentuan hari raya di Indonesia berdasar metode rukyatul hilal dan hisab. Tidak harus sama dengan penentuan hari raya di Arab Saudi.

Hal senada juga disampaikan Umi Retno dari PD Salimah Kota Kediri. Menurutnya Ibadah Wuquf di Padang Arofah memang dilaksanakan sehari sebelum hari raya idul Adha. Sehingga seluruh umat harus mengikutinya karena ibadah ini dilaksanakan oleh seluruh jamaah haji. Tetapi karena perbedaan waktu dan geaografis harus dipahami dan dihormati perbedaan penentuan hari raya idul Adha. Meski begitu khusus untuk puasa Arofah menurut Umi Retno puasa Arofah harus di tanggal 9 Zulhijah tepat dengan pelaksanaan  ibadah Wuquf para jamaah haji di Makah Arab Saudi.
 
Fenomena perbedaan penentuan hari raya Qurban cukup menarik khususnya di Kediri. Sebab mayoritas yang melaksanakan Hari Raya Qurban pada Sabtu adalah Muhamadiyah. Sementara itu Nahdlatul Ulama mayoritas mengikuti pemerintah. Namun kalangan NU di Kediri tidak sepenuhnya kompak. Kalau kebanyakan pondok pesantren salaf yang notabene dari kalangan NU mengikuti pemerintah tetapi beda dengan Pon Pes Al-Falah Ploso Mojo. Pon Pes yang terkenal dengan ulama kharismatik KH Hamim Jazuli atau yang lebih dikenal dengan Gus Miek ini mengikuti ketentuan di Arab Saudi yakni puasa Sunah Arofah pada jumat dan Sholat Idul Adha pada Sabtu.

Sementara itu dengan perbedaan ini Kantor Kementrian Agama Kota Kediri berharap masyarakat tidak mempermasalahkan. Perbedaan ini tidak prinsipil dan hanya karena ketidaksamaan cara penentuan awal bulan. Menurut Muamal, Kasi Bimbingan Masyarakat Kantor Kementrian Agama Kota Kediri, sepertihalnya penentuan hari raya Idul Fitri yang kerap berbeda, tidak perlu dipermasalahkan. Yang penting masing masing dari kita punya keyakinan dan toleransi serta kerukunan antar umat tetap terjaga.(Hdi)
27 September 2014
  Pasir Laut Menjadi Karya Seni Bernilai Ekonomis Di Tangan Orang Kreatif
Radio ANDIKA- Kediri- Jatim - Meski hanya pasir laut bila berada di tangan orang yang kreatif dan serius, bisa menghasilkan barang yang punya nilai seni dan mendatangkan uang. Itulah yang ditekuni Ali Rahmanto seniman pasir warga desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.
 
Pasir laut di tangan Ali Rahmanto bisa dibuat berbagai karya seni. Dengan sentuhan kreatifitas yang dimiliki, bisa  tercipta produk kerajinan yang punya nilai jual  dan kemudian mendatangkan uang. Bagi Ali panggilan akrab Ali Rahmanto seniman pasir  warga desa Menang Kecamatan Pagu, seni pasir sudah ditekuninya sejak 1995 saat masih  kuliah di Malang.
 
Berbagai karya seni dihasilkan, mulai sovenir, hiasan dinding, kap lampu yang semua dibalut dengan pasir laut.  Menurutnya profesi yang ditekuni saat ini, awal masalah yang dihadapi saat kuliah. Sarjana Politeknik Mesin ini, tidak bekerja sesuai bidangnya, tapi  justru menekuni  kreatifitas seni.  
 
Saat kuliah di Malang, Ali bersama teman seniman lainnya, sempat membentuk kelompok seniman manual, bahkan memiliki bengkel seni dan kios untuk memasarkan hasil karyanya. Kenapa tertarik dengan media pasir, karena menurutnya pasir lebih fleksibel untuk dipadukan dengan bahan lain.
 
Setelah lulus kuliah, Ali Rahmanto pulang ke kampungnya dan meneruskan berkarya. Saat itu ia harus mengawali dari nol, untuk mengenalkan hasil kreatifitasnya. Dengan membuat berbagai sovenir, pigura, hiasan dinding hingga kartu ucapan yang saat itu masih laku di pasaran. 
 
Selain karya seninya dititipkan di toko sovenir, Ali juga menggelar dagangannya di emperan toko di jalan Dhoho Kediri. Tapi sekarang Ali hanya memasok beberapa toko dan supermarket di Kediri, serta mengikuti berbagai even pameran, seperti yang baru saja di gelar di Senayan Jakarta.
 
Seiring perkembangan usahanya kini Ali mulai kuwalahan untuk memenuhi pesanan. Terutama saat akan mengikuti undangan Pameran seni, Ali harus menyetok produsi seninya, terutama hiasan dinding dan kap lampu dengan balutan pasir laut. Untuk bahan pasir laut diperoleh langsung di Pantai Prigi Trenggalek, atau di Pantai Sendang Biru Malang. Ia juga memanfaatkan hitamnya pasir besi yang diperoleh dari kawasan Blitar.  Kalau sebelumnya Ali  cukup mengerjakan  sendiri, tapi kini dibantu 3 orang karyawannya. 
 
Hanya dengan ketlatenan dan keseriusan, bisa bergabung di bengkel seni Ali Rahmanto. Termasuk Arif pemuda asal Prmbon Kabupaten Nganjuk, yang sudah 5 bulan bergabung bersama Ali untuk berkarya. Selain punya jiwa seni menggabar, hasilnya bisa untuk kebutuhannya. Demikian juga menurut Prabowo warga Desa Tanjung Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri, ia tertarik ikut mengembangkan seni pasir, karena masih tergolong langka dan proseknya bagus di pasaran.
 
Sementara Ali Rahmanto berharap, ke depan usahanya bisa semakin maju dan produksi seninya lebih bervariasi. Tapi saat ini masih terbentur peralatan yang masih minim, dan masih mengandalkan pekerjaan manual.
 
Meski masih menghabdalkan pekerjaan manual, dengan 3 tenaga kerjanya, per bulan menghasilkan karya antara 150 hingga 200 unit. Hasil karya seni pasir buatan Ali Rahmanto dan kawan-kawanya ini, sudah masuk diberbagai toko seni, swalayan  dan supermarket di Kediri. Harganya bervasiatif, untuk hiasan dinding antara Rp 20 sampai Rp 40 ribu rupiah per unit. Sedangkan untuk kap lampu hias, harga per unitnya antara Rp 50 sampai Rp 150 ribu tergantung ukuran dan motifnya.(Diki Pramana)
 
29 July 2014
Tempat Wisata Di Kediri Menjadi Sasaran Pengunjung Saat Lebaran
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Lokasi Depan Stadion Brawijaya, Kediri Kota, Jawa Timur
Tiket 6000 – 9000 untuk orang dewasa dan 4000 – 6000 untuk anak anak
Waktu Buka 07.00 – 17.00
Fasilitas/ Obyek Wisata Pemandian, Taman bermain, Pemancingan, Panggung kesenian

Taman Wisata Pagora Kediri merupakan tempat wisata keluarga yang terletak di tengah kota Kediri berhadapan dengan stadion brawijaya kediri, sangat mudah ditempuh dari arah mana saja. Taman wisata pagora kediri merupakan yang pertama sebagai tempat wisata dan kolam renang di kediri. Suasananya yang sejuk, nyaman dan aman sangat cocok untuk tempat bermain adik-adik kita. Ada kolam renang, kolam pancing, mandi bola, perahu bebek, kereta kelinci, dan masih buanyak lainnya. Tiket masuknya pun cukup murah. setiap hari libur ada juga pentas musik dan pentas seni yang enak di tonton sambil nyantai.

Taman wisata pagora kediri diprakarsai oleh Soekertijo pada tanggal 14 juli 1963, sudah hampir setengah abat yang lalu taman wisata pagora kediri berdiri dan tetap jaya sampai sekarang, bersaingnya tempat obyek wisata dan kolam renang yang lebih modern di kediri tidak bisa mengikis kepopuleran taman wisata pagora kediri ini.

Selain tarif tiket masuk yang relatif murah sekitar 6000 – 9000 untuk orang dewasa dan 4000 – 6000 untuk anak anak, tiket hanya untuk sekali masuk saja dan tanpa wahana, jadi kalau ingin naik wahana yang ada harus bayar sesuai tarif yang berlaku sekitar 2000 – 4000 rupiah, kecuali berenang tanpa adanya tambahan biaya lagi, sekali masuk langsung bisa renang sampai kedinginan.

Di Pagora terdapat banyak taman bermain yang bisa dinikmati anak-anak kecil, ada juga taman untuk bersantai para muda-mudi menghabiskan waktu ngobrol di tempat yang rindang. Pagora menjadi tempat yang pas untuk menghabiskan liburan akhir pekan.
26 July 2014
Bendungan Kediri
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim – Taman  wisata ini berada ± 15 km, ± (10 menit) dari Kota Kediri atau dari arah Surabaya ± 110 km (± 2,5 jam). Panjang Bendungan yang 150 meter digunakan sebagai pengendali air Sungai Brantas, dan sebagai tempat wisata, tempat ini juga dilengkapi :
· Perahu motor dan sepeda air
· Kolam pancing dan kolam renang
· Driving range
· Padang golf
· Taman bermain anak anak
· Taman air yang indah dan asri
· Panggung hiburan
Kawasan Bendung Gerak Waru Turi merupakan salah satu obyek wisata yang ada diwilayah Kabupaten Kediri, lebih tepatnya berlokasi di wilayah Kecamatan Gampengrejo. Di lokasi bendungan yang memiliki panjang kurang lebih sekitar 150 Meter ini, pengunjung akan disuguhi dengan situasi dan kondisi alamnya yang tergolong alami. Karena itulah, ditempat tersebut cukup menarik untuk dijadikan sebagai tempat menikmati hari libur atau di kala senggang bersama anggota keluarga, bahkan disekitar area dalam lokasi juga bisa dijadikan tempat piknik.
Disamping itu lokasinya relatif mudah dijangkau dari dua arah yang berbeda dari Timur dan Barat, jika pengunjung sedang berada di jalur Kertosono-Kediri pengunjung bisa masuk melalui pintu sebelah timur yang berlokasi di wilayah Desa Gampengrejo Kecamatan Gampengrejo, sedangkan jika pengunjung yang berada di jalur jalan Raya Bulak Jabon, pengunjung bisa memanfaatkan pintu di sebelah barat yang masuk dalam wilayah Desa Jabon Kecamatan Banyakan.
Menariknya ketika melintas menuju Bendung Gerak Waru Turi melalui pintu sebelah barat, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam pedesaan dengan semilir angin yang terasa tak pernah henti berhembus disekitar area persawahan milik beberapa warga sekitar.
Jika anda pengunjung berada di wilayah pusat (tengah) Kota Kediri, untuk menuju Bendung Gerak Waru Turi diperkirakan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat dengan jangka waktu kurang lebih sekitar 20 menit. Menurut keterangan warga sekitar, Bendung Gerak Waru Turi merupakan bendungan yang seringkali dipergunakan untuk mengatur pengairan irigasi bagi area persawahan milik warga sekitar lokasi. Sekaligus sebagai control debit air yang mengalir menuju Mojokerto hingga Surabaya.
Layaknya tempat wisata lainnya, di dalam area Bendung Gerak Waru Turi juga disediakan berbagai sarana penunjang seperti kolam renang, kandang kijang, golf driving range, wisata air dan pemancingan. Diharapkan dengan adanya fasilitas tersebut, semakin memanjakan pengunjung yang datang di wisata Bendung Gerak Waru Turi Kabupaten Kediri.
Selain itu, tersedianya warung-warung penjaja makanan di pinggiran taman yang teduhmemanjakan para wisatawan yang datang dengan hidangan khas ikan bakar maupun ikan goreng hasil dari tangkapan disungai Brantas.  Terlebih lagi jika bertepatan dengan ritual tahunan ikan mabuk, dimana ikan-ikan sedang melimpah lantaran dibukanya pintu waduk – waduk yang membendung sungai Brantas terutama pintu waduk yang ada diwilayah Blitar dan Tulungagung. Dihari itu, penjual ikan segar yang masih hidup maupun yang matang dijual sangat murah sehingga dapat memuaskan para wisatawan yang datang.
 Radio ANDIKA – Kediri – Jatim – Taman  wisata ini berada ± 15 km, ± (10 menit) dari Kota Kediri atau dari arah Surabaya ± 110 km (± 2,5 jam). Panjang Bendungan yang 150 meter digunakan sebagai pengendali air Sungai Brantas, dan sebagai tempat wisata, tempat ini juga dilengkapi :
· Perahu motor dan sepeda air
· Kolam pancing dan kolam renang
· Driving range
· Padang golf
· Taman bermain anak anak
· Taman air yang indah dan asri
· Panggung hiburan
Kawasan Bendung Gerak Waru Turi merupakan salah satu obyek wisata yang ada diwilayah Kabupaten Kediri, lebih tepatnya berlokasi di wilayah Kecamatan Gampengrejo. Di lokasi bendungan yang memiliki panjang kurang lebih sekitar 150 Meter ini, pengunjung akan disuguhi dengan situasi dan kondisi alamnya yang tergolong alami. Karena itulah, ditempat tersebut cukup menarik untuk dijadikan sebagai tempat menikmati hari libur atau di kala senggang bersama anggota keluarga, bahkan disekitar area dalam lokasi juga bisa dijadikan tempat piknik.
Disamping itu lokasinya relatif mudah dijangkau dari dua arah yang berbeda dari Timur dan Barat, jika pengunjung sedang berada di jalur Kertosono-Kediri pengunjung bisa masuk melalui pintu sebelah timur yang berlokasi di wilayah Desa Gampengrejo Kecamatan Gampengrejo, sedangkan jika pengunjung yang berada di jalur jalan Raya Bulak Jabon, pengunjung bisa memanfaatkan pintu di sebelah barat yang masuk dalam wilayah Desa Jabon Kecamatan Banyakan.
Menariknya ketika melintas menuju Bendung Gerak Waru Turi melalui pintu sebelah barat, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam pedesaan dengan semilir angin yang terasa tak pernah henti berhembus disekitar area persawahan milik beberapa warga sekitar.
Jika anda pengunjung berada di wilayah pusat (tengah) Kota Kediri, untuk menuju Bendung Gerak Waru Turi diperkirakan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat dengan jangka waktu kurang lebih sekitar 20 menit. Menurut keterangan warga sekitar, Bendung Gerak Waru Turi merupakan bendungan yang seringkali dipergunakan untuk mengatur pengairan irigasi bagi area persawahan milik warga sekitar lokasi. Sekaligus sebagai control debit air yang mengalir menuju Mojokerto hingga Surabaya.
Layaknya tempat wisata lainnya, di dalam area Bendung Gerak Waru Turi juga disediakan berbagai sarana penunjang seperti kolam renang, kandang kijang, golf driving range, wisata air dan pemancingan. Diharapkan dengan adanya fasilitas tersebut, semakin memanjakan pengunjung yang datang di wisata Bendung Gerak Waru Turi Kabupaten Kediri.
Selain itu, tersedianya warung-warung penjaja makanan di pinggiran taman yang teduhmemanjakan para wisatawan yang datang dengan hidangan khas ikan bakar maupun ikan goreng hasil dari tangkapan disungai Brantas.  Terlebih lagi jika bertepatan dengan ritual tahunan ikan mabuk, dimana ikan-ikan sedang melimpah lantaran dibukanya pintu waduk – waduk yang membendung sungai Brantas terutama pintu waduk yang ada diwilayah Blitar dan Tulungagung. Dihari itu, penjual ikan segar yang masih hidup maupun yang matang dijual sangat murah sehingga dapat memuaskan para wisatawan yang datang.
 
22 July 2014
Tutup Lokalisasi, Pemkot Kediri Siapkan Dana Rp 3 Milyar
Kediri (beritajatim.com) - Proses penutupan kawasan prostitusi di bawah Jembatan Semampir Kota Kediri, Jawa Timur terus dirumuskan oleh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) setempat. Berdasarkan hasil rapat terakhir, muspida sepakat untuk menindak tegas para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang kembali beroperasi di kawasan eks lokalisasi tersebut.

Masih hasil rapat muspida, di lokasi bawah Jembatan Semampir tersebut, nantinya hanya untuk rumah tangga saja. Sementara itu, sampai sejauh ini pemkot menghimbau kepada sejumlah satuan kerja untuk ikut mensukseskan penutupan kawasan eks Lokalisasi Semampir.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Agus Wahyudi mengatakan, penegakan aturan akan diterapkan mulai sekarang. Selanjutnya, pemkot akan bergerak cepat untuk merealisasi seluruh proses itu, sesuai rencana yang sudah dibuat.

"Pemkot Kediri sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 milyar untuk peralihan profesi para PSK. Berbagai ketrampilan yang sudah ditawarkan, diantaranya,  ketrampilan menjahit, salon dan lain sebagainya," ujar Agus Wahyudi, Sabtu (19/7/2014).

Sesuai hasil pemetaan permasalahan sebelumnya, masyarakat yang berada di kawasan eks Lokalisasi Semampir meminta ada sertifikasi tanah.  Karena mereka disana hanya menyewa, sedangkan hak milik tanah dan bangunan adalah Pemkot. Tetapi permintaan tersebut tidak disepakati oleh Pemkot Kediri.
 
Sementera itu, Satpol PP Kota Kediri bakal menyiagakan pasukan agar para PSK yang saat ini sudah kembali ke kampung halaman tidak kembali kesana.
21 July 2014
Air Terjun Irenggolo Kediri
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim – Air terjun Irenggolo adalah obyek wisata di Kabupaten Kediri yang terletak di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, air terjun ini dikenal memiliki udara yang sejuk dengan pemandangan alam pegunungan yang sangat menawan, tak heran bila di daerah ini banyak didirikan vila-vila peristirahatan. Hijau daun dan warna-warni bunga menghiasi sepanjang jalan di lokasi kawasan wisata ini sampai dengan lokasi air terjun. Gemericik air yang jatuh di trap-trap bebatuan air terjun ini menambah suasana yang alami dan menenangkan jiwa.
Kawasan ini menjadi obyek wisata yang sampai saat ini terus mendapatkan penanganan dan pengembangan untuk menuju kawasan wisata yang representatif. Pada tahun 2004 pengembangannya mulai menyentuh kawasan air terjun Dolo yang akan dijadikan menjadi satu paket tujuan wisata.
Bila para wisatawan berkunjung ke kawsan wisata air terjun Irenggolo tepat pada waktunya, bisa menyaksikan penyelenggaraan  kesenian adat tradisi upacara ritual. Masyarakat Besuki selalu mengadakan kegiatan Nyadran setiap ada hajatan maupun setiap bulan Suro pananggalan jawa. Dengan harapan mendapat perlindungan serta ucapan terima kasih atas limpahan rizki pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa. Disamping untuk ngaweruhi penghuni/penguasa Pegunungan Wilis serta untuk mengenang Iro Manggolo sebagai pendahulu/cikal bakal desa tersebut.
Disamping itu juga tetap dilestarikan upacara adat daerah masyarakat yaitu “Sesaji Tirto Husodo”. Upacara Adat Sesaji Tirto Husodo merupakan kegiatan ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat di Pegunungan Wilis sisi timur tepatnya berada di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo dan berlokasi di air terjun Irenggolo. Kegiatan yang dilaksanakan setiap Bulan Sura pada kalender penanggalan Jawa ini dilaksanakan untuk mengenang tokoh cikal bakal desa setempat yaitu Resi Wasis Curigonoto dan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dibalik keindahan alamnya, air terjun dan kawasan wisata ini juga air terjun Irenggolo memiliki legenda yang sangat menarik untuk diketahui. Yang berkaitan dengan sejarah nama Irenggolo.
Alkisah pada suatu masa, di sebelah barat wilayah Pegunungan Wilis, terdapat sebuah kerajaan yang sangat berambisi menaklukkan Kerajaan Kediri. Raja ini mengirimkan seorang Panglima Perangnya yang sakti mandraguna yang bernama Iro Manggolo.
Sebelum berangkat  ke medan  laga  panglima Iro Manggolo dipesan oleh sang raja agar tidak pulang apabila tidak menuai kemenangan. Kerajaan Kediri  juga memiliki Panglima Perang  yang pilih tanding. Sampai pada akhirnya kedua panglima ini bertemu satu lawan dalam adu kesaktian. Kedua panglima perang ini beradu dengan berbagai ilmu kesaktian dengan berbagai senjata pusaka, pada akhirnya kemenangan di pihak panglima Perang Kediri.
Panglima Iro Manggolo tidak dibunuh dan diberi kesempatan untuk kembali kekerajaanya. Namun Karena merasa tidak dapat menunaikan tugasnya, panglima Iro Manggolo mengasingkan diri (bertapa), di sisi timur lereng Pegunungan Wilis sampai akhir hayatnya. Sisa pasukannya yang setia menjaganya menjadi cikal bakal masyarakat setempat. Untuk menghormati dan mengenang panglima ini masyarakat setempat secara turun menurun menamakan lokasi ini “IRENGGOLO” sesuai nama Panglima Perang yang dikalahkan oleh panglima perang Kerajaan Kediri.
 
15 July 2014
Gua Selomangleng Kediri
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim – Gua Selomangleng merupakan objek wisata populer di Kotamadya Kediri yang berada di utara kota dan dilengkapi akses jalan raya yang mulus, tersedia angkutan kota dan dekat dengan universitas serta SMA Negeri di Kota Kediri.
 
Dinamakan Selomangleng dikarenakan lokasinya yang berada di lereng bukit (Jawa=>Selo=Batu, Mangleng=Miring), kira-kira 40 meter dari tanah terendah di kawasan. Gua ini terbentuk dari batu andesit hitam yang berukuran cukup besar, sehingga nampak cukup menyolok dari kejauhan.
 
Keistimewaan Gua Selomangleng
Sepintas tidak ada yang istimewa di gua batu ini, keunikan baru terlihat begitu mendekati pintu gua. Beberapa meter dibawah mulut gua terdapat beberapa bongkahan batu yang berserakan. Sebagian diantaranya terdapat pahatan, menandakan bahwa tempat ini sudah pernah disentuh manusia. Berbagai corak relief menghiasai dinding luar gua, diantaranya ada yang berbentuk manusia.
 
Melongok ke dalam gua, suasana gelap gulita dan aroma dupa yang cukup menyengat datang menyambut pengunjung. Tidak heran bila ada beberapa pengunjung yang takut atau berfikir panjang sebelum memutuskan untuk memasukinya. Kesan mistis terasa kental sekali saat berada di dalamnya. Beberapa pengunjung nampak buru-buru keluar setelah tidak lama memasuki ruang karena, dikarenakan tidak kuat dengan aroma dupa yang menyengat.
 
Gua yang terbuat dari batuan andesit ini menjadikannya kedap air. Tidak ada stalagtit maupun stalagmit yang umum dijumpai pada gua-gua alam. Terdapat tiga ruangan dalam gua, dari pintu masuk kita akan tiba di ruangan utama yang tidak begitu lebar dengan sebuah pintu kecil di sisi kiri dan kanan untuk menuju ruangan lain dari dalam gua.
 
Di dalam gua ini banyak sekali dijumpai relief yang menghiasi dinding gua. Diperlukan penerangan tambahan untuk bisa melihatnya dengan jelas. Saya sendiri menggunakan sinar lampu dari telepon genggam yang kebetulan bisa difungsikan sebagai lampu penerangan (senter). Pada dasar lantai banyak sekali ditemukan bunga-bunga sesajen berwarna merah dan kuning yang masih segar. Suatu pertanda bahwa tempat ini cukup sering digunakan untuk mengasingkan diri, bertapa atau tirakat bagi kalangan masyarakat tertentu.
 
Memasuki ruangan sebelah kiri dari pintu masuk gua, pengunjung mesti sedikit merangkak dikarenakan ukuran pintunya yang cukup kecil. Ketika mencoba memasuki ruangan tersebut, praktis cahaya yang ada semakin minim dikarenakan tidak adanya penerangan pada ruang tersebut. Ditambah ruangannya yang kecil dengan atap yang rendah sehingga kesan sempit dan sumpek mendominasi suasana dalam ruangan tersebut. Sulit kali untuk melihat apa saja yang ada di dalam ruangan tersebut. Ketika mencoba menelusuri dinding gua dengan penerangan dari telpon genggam, barulah terlihat bahwa bagian dalam gua tersebut juga memiliki relief-relief yang senada dengan bagian luar gua.
 
Berbeda dengan ruang sebelah kiri gua, pada sisi kanan gua, terdapat relief pada bagain atas dari pintu masuk. Mirip dengan relief yang sering menghiasi bagian atas dari pintu masuk candi. Ruangan ini sedikit lebih lebar dari sisi kiri. Pada dinding gua, terdapat bagian yang menonjol dengan cerukan kecil dibagian bawahnya, membentuk tungku. Sebatang dupa yang masih menyala nampak berada didalam tungku tersebut, menebarkan aroma menyengat yang memenuhi seluruh ruangan. Relief-relief yang ada masih bisa terlihat cukup jelas untuk dinikmati.
 
Sejarah Gua Selomangleng
Dari cerita yang beredar, Gua Selomangleng dulu pernah digunakan oleh Dewi Kilisuci sebagai tempat pertapaan. Dewi Kilisuci adalah putri mahkota Raja Erlangga yang menolak menerima tahta kerajaan yang diwariskan kepadanya, dan lebih memilih menjauhkan diri dari kehidupan dunia dengan cara melakukan tapabrata di Gua Selomangleng.
 
Terlepas dari gelap dan pengapnya suasana dalam gua, objek wisata Gua Selomangleng patut dikunjungi saat anda berada di Kediri. Tak jauh dari lokasi gua ini juga terdapat museum Airlangga yang merupakan museum purbakala yang bisa dikunjungi dan banyak sekali menyimpan benda-benda arkeologi berupa patung/arca. Dan sekarang, Goa Selomangleng diberi fasilitas lain seperti kolam renang dengan aneka wahananya dan juga arena bermain anak.
 
Selain mengunjungi goa pengunjung juga dapat "sedikit" olahraga dengan naik ke Gunung Maskumambang yang hijau dan asri serta banyak terdapat ayam hutan yang berada di samping Museum Airlangga. Untuk naik gunung, pengunjung tidak berlu bersusah - susah karena telah dibangun tangga untuk naik ke atas.
 
Atau pengunjung yang ingin mencoba tantangan dapat naik ke atas Gunung Klothok yang dipuncaknya terdapat sumber mata air yang bernama 'Elo'. Selain berwisata sejarah, pengunjung dapat berwisata outbound, jadi badan bisa sehat dan wawasan akan sejarahpun bertambah.
goa selomangkleng
Selomangleng berasal kata dari Selo artinya “Batu” dan mangleng artinya “Menggantung”. Jadi Selomangleng adalah batu yang menggantung. Kata “Selomangaleng” biasanya dihubungkan dengan nama “Goa” yaitu Goa Selomangaleng, hal ini dikarenakan goa tersebut terdapat pada batu yang menggantung, seperti misalnya di Kediri terdapat “Goa Selomangleng” yang terletak di kaki Gunung Klothok, Desa Waung, Kota Kediri. Sepanjang jalan menuju goa tersebut setelah perempatan Sukorame melewati beberapa sekolah yaitu SMA Negeri 5 kediri dan Universitas Kadiri. Goa Selomangleng di kota Kediri menurut sejarah merupakan goa tempat peristirahatan “Dewi Kilisuci”
 
Di sebelah goa, terdapat kolam renang. Kolam renang selomangleng merupakan salah satu objek wisata keluarga yang ada di kota kediri. Kolam renang selomangleng merupakan tempat pemandian keluarga yang menyediakan fasilitas lebih dari kolam pemandian yang ada di kota kediri,selain kolam tersebut bernuansa alam kolam-kolamnya juga menyediakan fasilitas khusus bagi anak-anak seperti seluncuran,kolam khusus anak2 dan masih banyak lg yg lain nya,kolam renang selomangleng juga menerapkan fasilitas keamanan yang cukup ketat terbukti dengan banyaknya pelampung dan banyaknya petugas kolam jadi anda tidak perlu kuatir dengan keselamatan keluarga anda.
Kolam renang selomangleng terletak di bawah wisata gua selomangleng tepat nya di kaki gunung klotok,jadi begitu anda memasukinya nuansa alam sangat kental sekali udara alam sekitarpun masih terasa sangat segar sekali.jika anda berlibur bersama keluarga tidak ada salahnya anda mengunjungi wisata kolam renang selomangleng.
 
Rahasia Goa Selo Mangleng
 
Julukan goa pertapaan Dewi Kilisuci adalah Selo Bale, artinya kurang-lebih bangunan tempat tinggal. Goa inilah pusat perhatian di masa pemerintahan Baginda Erlangga 1035-an sewaktu beliau memutuskan turun takhta dan menjadi pertapa di lereng gunung Penanggungan. 
    Dalam kurun singkat beberapa minggu pada1990-an siapa pun yang mengunjungi goa batu alami di punggung gunung Klotok sebelah Timur segaris lurus dengan Goa Selomangleng akan menjumpai seorang lelaki berusia delapan puluhan. Tampilannya biasa saja seperti petani, ia tidak mengenakan apapun selain celana panjang dan baju safari, pakaiannya itu pun tampak sudah tua.
    Lelaki itu berambut putih, bertubuh langsing, wajahnya tampak berseri-seri. Ia tidak banyak bicara kalau tidak ditanya.
   "Bapak tinggal sendirian di sini sedang melakukan apa?"
    "Saya hanya menjaga tempat ini atas perintah kraton Solo. Di sinilah tempat pertapaan Dewi Kilisuci yang sebenarnya, dan bukan di Goa Mangleng di bawah sana, itu hanya museum belaka," katanya penuh keyakinan. "Kami dari kraton Solo menganggap leluhur kami berasal dari sini (dari Kediri, Jawa Timur)." Ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengapa tempat itu harus dijaga saat ini. Ia mengalihkan pembicaraan pada bangunan di luar goa, tepatnya di seberang jurang menganga di lubang goa berukuran empat kali lima meter itu. Mengenai sedikit hipotesis mengenai misteri goa Selo Mangleng yang belum pernah dipublikasikan baca tulisan kami yang lain di blog ini berjudul, "Rahasia Kraton Sri Aji Joyoboyo".
    "Di tiga ceruk batu itulah para prajurit kerajaan bertugas mengawasi tempat ini," ujarnya. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut.
    Memang samar-samar tampak dinding bukit batu tegak lurus terdapat goa-goa kecil yang berukuran mini.
    "Tempat ini dulu tidak seperti ini, Ada jalan penghubung antara penjaga di seberang dan goa Selo Bale ini. Wilayah ini sekarang dikuasai pihak militer dan dijadikan ajang latihan perang-perangan menggunakan amunisi sungguhan. Mortir atau meriam biasa digunakan jika sedang masa latihan pada tahun 70-an. Dan senapan serbu laras panjang tidak terhitung lagi jumlah pelurunya yang berhamburan di sini."
    Memang benar semua itu, penduduk di kawasan ini  sudah tahu hal itu dan menganggap sebagai hal biasa. Memang tidak ada unsur kesengajaan dari militer untuk merusak situs itu, akan tetapi situs itu secara tak langsung terkena dampak buruknya.
 
    "Goa Selo Bale inilah yang benar-benar jadi tempat pertapaan putri Erlangga itu, bukan di Goa Selo Mangleng, itu hanya museum semata-mata," ujar lelaki tua mengulangi apa yang sudah dikatakannya belum beberapa bentar, kembali suaranya terdengar mantap dan meyakinkan.
    "Dulu tempat ini tidak sedalam ini, hanya sampai sebatas sini," katanya menunjuk lantai goa. "Orang-orang yang mencari harta-karun mencoba menggali dinding ini hingga bertambah sekitar setengah meter. Tampaknya tidak berhasil mendapatkan apapun."
    "Sampai sekarang orang belum berhasil menemukan peninggalan heboh kerajaan Kediri. Mungkin berada di balik bukit ini!" katanya serius, sambil menunjuk suatu sudut punggung gunung. Jika kita berjalan melingkari bukit dan tiba di balik bukit itu memang terdapat air terjun kecil, Tretes. Dan di seberang sana sebelah selatan terdapat daerah dengan julukan Gemblung, bila orang berjalan di atas daerah itu seolah ada suara dari dasar tanah berbunyi "bung, bung, bung." Mungkin ada semacam ruang bawah tanah berukuran besar.
    Di balik bukit sebelah timur terdapat sumber air suci Gunung Klotok, tempat itu terkenal dengan sebutan Sumber Loh, karena di hulu aliran air yang lumayan deras itu kebetulan terdapat sebatang pohon Lo berukuran raksasa, dan dari lobang-lobang di sekitar akar pohon itulah awal mula mata air yang terus memancar sepanjang masa, tak kenal musim, dan tak kenal jaman.
    Beberapa tahun kemudian jika orang tersasar atau sedang mendaki gunung Klotok dan tiba di tempat itu akan menjumpai kembali goa tersembunyi itu sunyi seperti sediakala. Tidak seorang pun berada di sana. Sesunyi sebuah goa misteri yang lain di balik bukit yang sama tempat itu disebut "Goa Kikik", arti harfiahnya kurang lebih goa mini. Barangsiapa mencari goa yang satu itu akan kesulitan menemuinya karena tiada bedanya dengan bongkahan batu biasa saja. Akan tetapi goa itu memang asli pahatan tangan nenek-moyang di masa silam. Goa Kikik seperti garis pertahanan lain dari arena perbukitan itu untuk memapak pendatang dari jurusan barat laut yang sedang mengarah ke Goa Selo Bale.
 
08 July 2014
Pantai TambakRejo Blitar
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim – Pantai Tambakrejo terletak di Desa Tambakrejo Kecamatan Wonotirto, kurang lebih 30km ke arah selatan dari kota Blitar dan bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam.
Pantai Tambakrejo merupakan pantai yang banyak dikunjungi di Kabupaten Blitar, dengan pemandangan yang indah, pantai yang cukup bersih, air laut yang biru dan pasir putih yang terbentang menjadi sebuah teluk dengan panjang sekitar 10 Km. Ombak pantai Tambakrejo pun tidak terlalu besar, sehingga aman untuk bermain-main atau bahkan mandi di pantainya khususnya pada saat menjelang sore di mana air pantai sudah mulai surut.
Di kawasan bibir pantai Tambakrejo juga terdapat kampung nelayan dengan perahu-perahu nelayan, mencari ikan merupakan sumber mata pencarian warga di sekitar pantai Tambakrejo. Di kawasan ini juga terdapat tempat pelelangan ikin dan pasar ikan dimana para wisatawan dapat membeli ikan-ikan segar hasil tangkapan para nelayan.
Selain keunikan dan keindahan pantainya Pantai Tambakrejo juga terkenal dengan budaya larung sesaji yang dilakukan setiap tahun di bulan Oktober, pada acara ini banyak sekali wisatawan lokal maupun internasional akan berdatangan untuk menyaksikan ritual tradisional ini.
05 July 2014
Pesona Gua lowo di Trenggalek
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim – Gua Lowo terletak di Desa Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek kurang lebih 30 KM dari Kota Trenggalek, juga 30 km dari Kota Tulungagung atau kurang lebih 180 km dari Kota Surabaya ke arah pantai selatan tepatnya ke arah Pantai Prigi Kecamatan Watulimo. Tempat yang strategis dan mudah dijangkau serta satu jalur dengan obyek wisata Pantai Prigi inilah yang membuat makin mudah bagi pengunjung kerena bisa dalam bentuk satu paket wisata.

Begitu tiba di Guo Lowo pengunjung akan disambut suasana udara pegunungan yang sejuk dengan aroma hutan jati yang khas, karena lokasi Guo Lowo dikelilingi hutan jati yang rimbun. Dari tempat parkir menuju mulut gua, jalan yang sudah dipaving bersih membelah diantara teduhnya pepohonan kayu jati ini.

Begitu melewati mulut gua, kita langsung disambut ruang gua pertama yang sangat luas bagaikan aula. Langit – langit gua setinggi kurang lebih 20-50 meter, lebar gua sekitar 50 m. Mulai dinding gua dipenuhi dengan panorama dan beraneka macam bentuk.

Keindahan dinding gua dengan stalagtit menggantung maupun stalagmit yang mencuat disana sini, semakin terlihat artistik dengan sinar tata sedemikian rupa menambah warna semakin menarik. Berdasarkan survei ahli gua Mr. Gilbert Manthovani dan Dr. Robert K Kho tahun 1984 dinyatakan bahwa Guo Lowo gua alam terbesar di Asia Tenggara bahkan di Asia dengan panjang gua 800 Meter dengan rata – rata ruang luas terdapat 9 (sembilan) ruang utama dan beberapa ruang kecil.
Luas kawasan ± 20 ha terdiri dari kawasan luar goa berupa lahan parkir, badan jalan menuju goa, untuk sarana fasilitas pendukung, utilitas dan hutan jati. Kawasan dalam goa terdiri dari jembatan pengunjung, lampu penerangan, rest area, stalaktit dan stalagmit beraneka bentuk yang indah dan menakjubkan. Letak ketinggian dari permukaan air laut sekitar 200 meterdengan struktur lokasi tanah berbatu kapur dan marmer.

KISAH PENEMUAN GUO LOWO
Seorang bernama Lomedjo masuk hutan mencari tempat untuk melaksanakan semedi. Dan diketemukan gua kecil yang dianggap cocok untuk bertapa yakni sebuah gua dekat dengan kedung yang berwarna kebiru-biruan. Yang pada akhirnya gua tersebut dinamakan Kedung Biru. Letak Kedung kurang lebih 600 meter timur laut Guo lowo Petilasan ini ternyata sampai saat ini masih digunakan orang – orang untuk bertapa. Hal ini melihat bekas – bekas peralatan tertinggal di gua Kedung Biru.

Dari hasil upaya puasa, semedi dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa ini, akhirnya mendapatkan hasil. Mbah Lomedjo mendapat mimpi bahwa sekitar tempat dia bertapa ada sebuah gua besar te bersembunyi hewan – hewan buruan dengan aman.


Suatu ketika, diketemukan mulut gua yang besar, gelap dipenuhi kelelawar dengan bau yang menyengak hidung. Tanpa disadari mereka selalu menyebut gua dengan;Guo Lowo( Bahasa Jawa Kelelawar adalah Lowo). Hingga sekarang gua tersebut bernama Guo Lowo, pertapaan Kedung terletak 600M timur Gua Lowo.

KEADAAN GOA LAWA
Mengagumi keindahan Guo Lowo yang dengan warna warni stalagtit dan stalagmit, di suasana alam lingkungan gua yang sejuk dan asri itu, sebenarnya Pemerintah Kabupaten Trenggalek tahun 1984 sudah ada upaya untuk mempromosikannya sebagai obyek wisata. Kendatipun demikian keterbatasan dana dan situasi yang kurang menunjang saat itu, maka pengembangannya sangat lamban sehingga belum banyak dikenal dan dikunjungi wisatawan.

Gua yang besar dan panjangnya kurang lebih 800 M ini telah dilengkapi sarana penerangan listrik dan jalan buatan sehingga mudah untuk mengamati macam bentuk artistik alami dari stalagtit dan stalagmit. Suasana sejuk dan segar karena air bersih yang gemercik mengalir di bawa gua membuat suasana yang nyaman.

Di luar gua telah dibangun, dilengkapi arena mainan anak – anak. Pada hari libur seringkali juga ada hiburan musik yang diatraksikan dipanggung gembira. Ada Angkutan umum dari kota Trenggalek ke Durenan kemudian ke Guo Lowo.
Page 2 of 10      < 1 2 3 4 >  Last ›