Berita- Info ANDIKA

02 December 2021
Pemkot Kediri Raih Penghargaan Investment Award 2021
Radio ANDIKA - Pemerintah Kota Kediri gencar melakukan inovasi untuk menarik investasi dengan memanfaatkan teknologi digitalisasi. Upaya dan inovasi tersebut mengantarkan Kota Kediri menjadi salah satu kota/kabupaten yang berhasil menyabet penghargaan bidang percepatan investasi cluster 1 pada Investment Awards 2021.

Pada ajang yang dihelat Pemprov Jatim, Kota Kediri meraih juara 3 untuk kategori daerah dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di atas Rp 100 triliun. Penghargaan tersebut diberikan Gubernur Jatim KHOFIFAH INDAR PARAWANSA yang diwakili Plh Sekretaris Daerah Jatim HERU TJAHJONO kepada Sekretaris Daerah Kota Kediri BAGUS ALIT di Ballroom Hotel JW Marriott Surabaya.

Penghargaan yang telah diraih Kota Kediri ini menurut BAGUS merupakan hal yang membanggakan, karena Kota Kediri dapat bersaing dengan kota/kabupaten besar lainnya. BAGUS mengungkapkan, Pemkot Kediri akan terus berupaya meningkatkan pelayanan, SDM, infrastruktur dan sarana pendukung lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu EDI DARMASTO menuturkan, pada penilaian Invesmen Award terdapat 4 aspek penilaian. Kelembagaan, promosi penanaman modal, pelayanan perizinan dan kinerja penanaman modal. EDI juga mengungkapkan bahwa apresiasi yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini merupakan cambuk bagi Pemkot Kediri untuk terus meningkatkan 4 faktor tersebut.(atc/arg)
02 December 2021
Becak Dicuri, Polsek Mojoroto Lakukan Penyelidikan
Radio ANDIKA - Nasib malang dialami seorang tukang becak di Jalan Semeru Kelurahan Campurejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.  Becak milik PONIDJAN, warga setempat dicuri saat ia sedang tertidur, Rabu 1 Desember 2021 sekitar jam 21.00 WIB. Mengetahui hal itu Kapolsek Mojoroto beinisiatif untuk membelikan becak baru.
 
Kapolsek Mojoroto Polres Kediri Kota, KOMPOL MUKHLASON saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA  mengatakan sebelumnya PONIDJAN yang menaruh becaknya di teras tidak menamukan becaknya saat bangun tidur sekitar jam 05.00 WIB. PONIDJAN melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT dan diteruskan ke Polsek Mojoroto. KOMPOL MUKHLASON mengatakan, pagi ini pihaknya mendapatkan informasi jika salah satu warga Mojoroto mengalami kehilangan becak. 
 
Setelah dicek, ternyata becak itu adalah satu-satunya sarana bagi PONIDJAN untuk mencari nafkah. Sehari-hari, pria 48 tahun itu hanya tinggal sebatang kara tanpa sanak saudara. Karena merasa iba, KOMPOL MUKHLASON akhirnya membelikan becak baru agar PONIDJAN bisa bekerja kembali. KOMPOL MUKHLASON mengatakan, pihaknya kini masih melakukan penyelidikan dan memeriksa CCTV disekitar lokasi untuk mencari pelaku pencurian becak. (arg/ikj)
02 December 2021
Hadapi Ular Berbisa, Advisor WHO: First Aid dan Penanganan Harus Tepat
Radio ANDIKA - Meninggalnya seorang polisi di Blitar lantaran digigit ular berbisa jenis Luwuk pada 28 November 2021 lalu membuat masyarakat berhati-hati dan waspada. Apa sebaiknya yang harus dilakukan saat berhadapan dengan ular berbisa agar tidak membahayakan diri sendiri? Menanggapi hal itu, Dr dr TRI MAHARANI, Sp. EM., Advisor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk gigitan ular dan peneliti di Kementerian Kesehatan, angkat bicara. 
 
dr MAHA, panggilan akrabnya, saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan ular Luwuk adalah jenis ular viper yang meski sudah dipotong masih punya reflek dan kontraksi dari otot-ototnya. Dia mengimbau agar tidak panik jika tergigit. Karena jika seseorang panik, akan menyebabkan pergerakan yang memicu pompa dari kelenjar getah bening yang membuatnya menyebar ke seluruh tubuh dan merusak organ.
 
Jika kita bertemu ular, karena ada reflek dan kontraksi otot tersebut, kata dr MAHA, tidak dianjurkan membunuh ular atau memotong ular. Lebih baik kita tenang dan tidak bergerak saja sampai si ular lewat. Karena menurutnya, ular hanya mengigit kalau merasa terancam.
 
Selain tidak panik, sesuai dengan guideline atau panduan yang diberikan World Health Organization (WHO), jika tergigit ular maka cara penanganan yang tepat yaitu dengan imobilisasi. Artinya, area tubuh yang terkena gigitan ular tidak boleh digerakkan. Karena jika banyak bergerak, maka hal itu membuat bisa ular menyebar dengan cepat ke organ-organ tubuh. Imobilisasi cara penanganannya dilakukan selayaknya penanganan patah tulang.
 
Tujuan dari imobilisasi adalah untuk menghindari terjadinya fase sistemik atau racun yang sudah menjalar ke seluruh tubuh.  Jika area yang digigit ular adalah tangan, maka tangan itu harus diluruskan diganjal dengan kayu sebelum kemudian diperban. Saat bagian yang digigit tidak bergerak, maka otot juga tidak akan bergerak.
 
Ketika racun sudah menjalar dan mencapai fase sistemik, maka satu-satunya cara adalah pemberian serum antivenom. Namun, dr MAHA mengatakan, antivenom untuk ular hijau tidak ada di Indonesia. Menurutnya, anti venom yang dimiliki Indonesia masih terbatas untuk lima jenis ular, di antaranya ular kobra, ular belang  dan ular tanah.
 
Dokter TRI MAHARANI mengimbau pada warga untuk melakukan pertolongan pertama (first aid) dan penanganan yang tepat jika tergigit ular. Korban gigitan ular berbisa membutuhkan penanganan serta pengobatan medis yang serius dan harus segera dilarikan ke pelayanan kesehatan terdekat. Sebab, jika salah dalam memberikan penanganan bisa membahayakan nyawa seseorang. (arg/adr)
 
02 December 2021
Tertidur Saat Mengemudi, Mobil Tabrak Apotek di Blitar
Radio ANDIKA - Akibat pengemudi tertidur, sebuah mobil menabrak apotek di Desa Tlogo Kecamatan Kanigoro Blitar, hari ini 2 Desember 2021, sekitar jam 03.00 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun, bangunan apotek hancur akibat insiden itu.
 
Kanit Laka Lantas Polres Blitar IPDA HERI IRIANTO saat dikonfirmasi Radio ANDIKA mengatakan, insiden bermula ketika mobil Toyota Rush putih bernomor polisi AG 1740 EA yang dikemudikan SUWARJI dengan penumpang KARYATI, keduanya warga Sutojayan Blitar melaju dari arah Trenggalek menuju ke Blitar.
 
Sesampainya di lokasi kejadian, SUWARJI tiba-tiba tertidur saat mengemudi (micro sleep) hingga tidak sadar hingga akhirnya menabrak bangunan Apotek Denta Farma. Akibat insiden itu bangunan apotek hancur sementara pengemudi dan penumpang selamat. IPDA HERI mengatakan, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 10 juta. Kasus tersebut dalam penanganan Unit Laka Satlantas Polres Blitar.(arg/eko)
02 December 2021
Masuk Level 2, Tempat Wisata di Trenggalek Mulai Ujicoba Dibuka
Radio ANDIKA - Setelah berada di level 3 Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Kabupaten Trenggalek saat ini telah berada di status level 2. Hal ini membuat sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Trenggalek yang sebelumnya ditutup, kini sudah mulai diujicoba untuk dibuka. Mulai dari pantai Prigi, pantai mutiara, pantai Watulimo, pasir putih dan sejumlah destinasi lain. Para pengunjung diwajibkan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk bisa masuk ke berbagai destinasi wisata tersebut.
 
Kepala Disparbud Trenggalek, Drs SUNYOTO M.Pd., saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 63 Tahun 2021 kini jadi patokan aturan PPKM Jawa Bali yang terbaru. Menurutnya, aturan ini berlaku hingga 24 Desember mendatang. SUNYOTO mengatakan, berdasarkan Inmendagri tersebut, sebanyak 28 destinasi wisata di Trenggalek kini diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 25% dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.
 
Menurut SUNYOTO, capaian vaksinasi di Trenggalek kini sudah mencapai 68 persen dan akan terus dipercepat hingga mencapai target. Meski destinasi wisata sudah di ujicoba untuk dibuka, pihaknya akan melakukan evaluasi setiap minggu untuk pengawasan dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lokasi wisata. SUNYOTO juga mengimbau pada warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam berwisata. (arg/ikj)
 
02 December 2021
Kelas Jurnalistik Profesional, Radio ANDIKA Sharing Pentingnya Penggunaan Media Bagi Pemerintahan
Radio ANDIKA - Dalam rangkaian acara HUT ke 31 tahun, hari ini Radio ANDIKA menggelar Kelas Jurnalistik Profesional bersama Pemerintah Kota Kediri di ruang Joyoboyo Pemkot Kediri. Kelas Jurnalistik Profesional ini melibatkan semua Kepala Satuan Kerja di lingkup Pemerintah Kota Kediri. Dengan pembicara CEO Andikamedianet H. ROFIK HUDA, acara ini mengambil tema tentang strategi penggunaan media untuk kepentingan pejabat pemerintah.

Dalam artian, Pemerintah Daerah dapat melakukan sosialisasi dan penyampaian program pada masyarakat melalui media yang kredibel, terpercaya serta menjadi rujukan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat. Kepala Dinas Kominfo Kota Kediri APIP PERMANA mengatakan, program ini memang diperlukan oleh Pemerintah Daerah sebagai bentuk peningkatan pelayanan terhadap publik. Selain itu juga agar penyampaian program-program Pemerintah Daerah bisa tersampaikan dengan baik pada masyarakat.

Sementara itu, CEO Andikamedianet H. ROFIK HUDA saat menyampaikan materi di depan Kepala satuan kerja mengatakan, media harus mempunyai aspek yang ideal dan bisa memproduksi informasi yang memenuhi kebutuhan publik. Selain itu, media harus mempunyai kecepatan dan mampu menggerakkan masyarakat.(atc/arg)
02 December 2021
Ribuan Barang Bukti Tindak Pidana Dimusnahkan Kejaksaan Negeri Tulungagung
Radio ANDIKA - Ribuan barang bukti tindak pidana umum yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) dimusnahkan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung, Rabu pagi 1 Desember 2021. Barang bukti yang dimusnahkan antara lain pil double L sebanyak 24.987 butir dari 50 perkara, narkotika jenis sabu sebanyak 145.246 gram dari 67 perkara, pil dextro 80 butir, pil Alprazolam 263 butir dan  7 buah senjata tajam. Selain narkotika, petugas juga memusnahkan barang bukti minuman beralkohol  yakni ciu 140 botol kemasan 1.500 ml, ciu 2 jerigen kapasitas 30 liter, arak Bali 357 botol dan 178 botol minuman keras aneka merk.
 
Kasi Humas Polres Tulungagung IPTU NENNY SASONGKO SH saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan barang bukti yang dimusnahkan tersebut jika dikalkulasi bisa mencapai ratusan juta rupiah atau sekitar Rp 400-500 juta. Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung MUJIARTO mengatakan, dalam kegiatan pemusnahan barang bukti tindak pidana umum ini merupakan hasil sitaan selama tahun 202. Barang bukti yang dimusnahkan adalah barang bukti yang perkaranya sudah inkracht untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan termasuk adanya penyalahgunaan oleh pihak tertentu. Selain itu, karena kapasitas tempat penyimpanan barang bukti yang terbatas, sedangkan jumlah barang bukti tambahan juga bertambah dikhawatirkan ruang penyimpanan akan penuh.
 
Sementara itu Kasat Resnarkoba Polres Tulungagung IPTU DIDIK RIYANTO, SH, MH dalam kesempatan ini juga mengatakan, jaringan pelaku peredaran narkoba mempunyai berbagai teknik dalam melancarkan aksinya diantaranya adalah memakai sistem ranjau, memakai sistem langsung (antara pemakai dan pengedar langsung bersentuhan), dan memakai sistem yang baru yaitu sistem pengendalian dari dalam lapas. Dari berbagai modus pelaku diantaranya banyak  yang menggunakan sistem ranjau dan dikendalikan oleh pelaku yang rata - rata merupakan napi narkotika dari dalam lapas, seperti lapas Madiun dan lapas Madura.(arg/eko)
 
02 December 2021
Puting Beliung Terjang Kabupaten Kediri, Sejumlah Rumah Rusak dan Dua Korban Luka-luka
Radio ANDIKA - Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang Dusun Batuasri Desa Batuaji Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri, Rabu sore, 1 Desember 2021.  Akibat pusaran angin yang cukup kencang disertai hujan deras, sejumlah rumah warga rusak tertimpa pohon. Meski tidak ada korban jiwa, insiden itu mengakibatkan dua warga mengalami luka-luka akibat tertimpa atap runtuh.
 
Kasi Kedaruratan Bencana BPBD Kabupaten Kediri, JOHAN MARAS PONDA saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan peristiwa itu terjadi saat hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur sejak sore. Bersamaan dengan itu, beberapa pohon roboh menimpa rumah-rumah warga. Menurut JOHAN, selain merusak 7 rumah warga, angin puting beliung juga menerjang tiang listrik hingga roboh dan memutuskan saluran kabel PLN. JOHAN mengatakan, aliran listrik yang sempat terputus akibat tiang listrik roboh tertimpa pohon tumbang itu kini sudah diperbaiki oleh PLN. 
 
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya saja dua warga terpaksa dilarikan ke Puskesmas terdekat, akibat luka ringan tertimpa bangunan rumah yang ambrol.  JOHAN menyebut, hari ini Petugas BPBD bersama warga melakukan pembersihan dan mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa atap rumah warga. Memasuki musim hujan seperti ini, selain musibah banjir, masyarakat diminta untuk waspada terhadap cuaca buruk seperti puting beliung seperti yang terjadi di  Ringinrejo. (arg/ikj)
 
02 December 2021
Terobos Lampu Merah, Mobil Tabrak Motor di Kota Kediri
Radio ANDIKA - Akibat nekat menerobos lampu merah, sebuah mobil menabrak motor di  simpang empat Toga Mas Kota Kediri, pada 1 Desember 2021 sekitar jam 22.15 WIB. Insiden itu melibatkan mobil Honda CRV warna silver bernomor polisi AG-1491-BV dan sepeda motor Honda Vario warna merah bernomor polisi AG-5392-RBV. Satu korban mengalami luka-luka akibat insiden itu.
 
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri Kota IPDA PURWANTO PRASETIJO SH saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, insiden bermula ketika mobil yang dikemudikan SODIK, warga Kelurahan Tamanan Kecamatan Mojoroto Kota Kediri melaju dari arah Jalan PK Bangsa Kota Kediri. Disaat yang bersamaan, melaju sepeda motor Honda Vario yang dikendarai ALFIN , warga Kelurahan Tosaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri dari arah Jalan Adi Sucipto Kota Kediri. 
 
Sesampainya di lokasi kejadian tepatnya di simpang empat Toga Mas, SODIK pengemudi mobil tidak menghentikan laju kendaraannya ketika lampu traffic light menyala merah. Mobil kemudian menabrak bagian samping kiri motor ALFIN hingga jatuh. Akibat insiden tersebut ALFIN mengalami luka-luka dan di bawa ke RS Bhayangkara Kota Kediri untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan kedua kendaraan yang terlibat laka lantas di bawa ke Mako Satlantas Polres Kediri Kota guna proses lebih lanjut.(arg/atc)
 
02 December 2021
Diduga Sakit, Kakek di Gondang Tulungagung Ditemukan Meninggal Dunia di Sawah
Radio ANDIKA - Seorang kakek ditemukan meninggal dunia di area persawahan Dusun Ngampon Desa Blendis Kecamatan Gondang Tulungagung, Rabu 1Desemeber 2021 sekitar jam 16.00 WIB. Korban berinisial MS, 64 tahun, warga Dusun Krajan Desa Blendis Kecamatan Gondang itu diduga meninggal dunia karena sakit.
 
Kasi Humas Polres Tulungagung IPTU NENNY SASONGKO SH saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, awalnya pada Rabu sekitar jam 10.00 WIB, MS mengeluh kepada anaknya, ZAENAL bahwa badannya terasa sakit.  Kemudian, sekitar jam 13.30 WIB, MS berangkat kesawah miliknya yang berada di dusun Ngampon desa Blendis Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung dengan jarak kurang lebih satu kilometer dari rumah.
 
Namun sekitar jam 16.00 WIB kakak perempuan MS yaitu MUR, 70 tahun, warga Dusun Ngampon Desa Blendis Kecamatan Gondang mendatangi sawah tempat MS bekerja dan melihat MS sudah tergeletak meninggal dunia dengan posisi tubuh miring menghadap keselatan. Melihat hal tersebut MUR berteriak minta tolong dan kemudian warga datang untuk mengevakuasi korban. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Gondang dan selanjutnya petugas dari Polsek Gondang, Polres Tulungagung bersama bidan Puskesmas Tiudan Gondang melakukan olah TKP.
 
Dari hasil pemeriksaan,  tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh MS. Menurut keterangan ZAENAL, tiga tahun yg lalu MS pernah menjalani operasi prostat dan setelah itu MS sering pingsan. MS juga mempunyai riwayat penyakit jantung. Diduga MS meninggal dunia karena sakit. Keluarga  sudah menerima kejadian tersebut dengan membuat surat pernyataan dan surat permohonan untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jenasah MS.(arg/ssi)
 
 
Page 3 of 1494      < 1 2 3 4 5 >  Last ›