Berita- Info ANDIKA

21 March 2019
Radio ANDIKA – Kebakaran di areal RSUD dr. Iskak Tulungagung ini dilaporkan banyak pendengar Radio ANDIKA yang kebetulan sedang berada di sekitar kawasan itu. Warga banyak yang melihat asap hitam pekat membubung dari lokasi ini.

AKP SUMAJI, Kasubag Humas Polres Tulungagung, On Air di Radio ANDIKA menyampaikan, yang terbakat adalah ruang incinerator RSUD dr.  IskakTulungang. Kawasan ini masuk wilayah desa Kedungwaru, Tulungagung. Ruang Incinerator ini berfungsi sebagai tempat pembakaran dan pemusnahan limbah medis di rumah sakit tersebut.

Dari pagi, di bagian cerobong asap incenerator ada perbaikan berupa pengelasan bagian cerobong asap yang retak. Sampai sekitar jam 13.00 WIB, 3 orang pekerja pengelasan istirahat, masih belum ada tanda-tanda kebakaran. Dari pagi, instalasi incinerator ini memang dimatikan karena perbaikan cerobong asap tersebut. Sekitar jam 14.00 WIB, para pekerja memanjat kembali cerobong asap tersebut untuk melanjutkan pengelasan. Dari atas, para pekerja ini melihat ada asap mengepul dari mesin incinerator dan kelihatan ada bara api yang menyala di bagian bawah.   

Para pekerja langsung berupaya memadamkan api dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) tetapi api tidak bisa segera dipadamkan. Empat mobil PMK dari Damkar Tulungagung didatangkan ke lokasi dan langsung memadamkan api. Api berhasil dijinakkan dalam 30 menit. Selain membakar incinerator, api juga sempat menyambar panel-panel listrik di ruangan ini. Diduga, api berasal dari percikan api pengelasan yang jatuh ke mesin incinerator tersebut.

AKP SUMAJI, Kasubag Humas Polres Tulungagung menambahkan, tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini. Jumlah kerugian material masih ditaksir. Kebakaran ini tidak sampai menganggu layanan kesehatan di RSUD dr. Iskak Tulungagung. (ikj/rom)
Foto dari Pak RAKIDI, Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Tulungagung
21 March 2019
Radio ANDIKA - Merespon kekhawatiran sejumlah warganet terkait dugaan peristiwa penyekapan yang dialami EKA PUTRA PRAYOGI, Gatekeeper Radio ANDIKA sudah mengomunikasikan hal itu ke Polsek Plosoklaten Kediri.
 
YOGI adalah cucu Bu SUPARMI, warga Dusun Dawuhan Desa Kawedusan Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri yang Senin lalu dilaporkan hilang. Remaja SMP itu awalnya diduga ikut kelompok punk, namun Rabu kemarin dia tiba-tiba pulang ke rumah. Berdasarkan pengakuannya, YOGI ternyata menjadi korban penyekapan beberapa orang tak dikenal saat pulang sekolah hingga dipaksa mengamen di Surabaya. Dia bisa pulang ke Kediri setelah berhasil kabur dari pengawasan para pelaku.
 
Menepis keraguan sejumlah pihak atas keterangan YOGI,  Polsek Plosoklaten langsung mengutus Bhabinkamtibmas Desa Kawedusan Kecamatan Plosoklaten BRIGADIR AGUNG SUSILO untuk mengonfirmasi langsung ke rumah keluarga YOGI. BRIPKA MAYANTO FAJAR, Kasi Humas Polsek Plosoklaten Kediri menjelaskan, hasilnya petugas mendapat informasi bahwa memang benar peristiwa penyekapan itu dialami YOGI. Menurut Bu SUPARMI, pihak keluarga tidak melaporkan kasus itu ke polisi karena tidak ingin urusan lebih panjang. Yang penting cucunya sudah kembali ke rumah dengan kondisi sehat dan selamat. 
 
Meski demikian,  Polsek Plosoklaten tidak tinggal diam.  Antisipasi kerawanan agar kejadian serupa tidak terulang akan dilakukan. Patroli petugas akan lebih ditingkatkan, terutama di wilayah-wilayah rawan. Masyarakat diminta segera lapor ke polisi jika ada hal-hal yang meresahkan. Selain itu warga juga diimbau agar meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terutama yang mempunyai anak remaja. (adr/ikj)


21 March 2019
Radio ANDIKA - Ditemukan jenazah seorang perempuan di Jalan Raya Kediri - Tulungagung wilayah Desa Banjaranyar Kecamatan Kras Kediri pada Kamis 21 Maret 2019 sekitar pukul 13.30 WIB, namum masih belum diketahui identitasnya.

AKP RIDWAN SAHARA S. H Kapolsek Kras Kediri, ketika On Air di Dermaga Raya Radio ANDIKA menjelaskan, Mrs. X tersebut diketahui pertama kali oleh Bu ERNA warga Desa Banjaranyar, Kras Kediri. Kemudian langsung dilaporkan ke Polsek Kras Kediri.
Sebelumnya pada hari Rabu 20 Maret 2019, sekitar pukul 21.00 WIB, Bu ERNA melihat Mrs. X tersebut masih berjalan dipinggir Jalan Raya Kediri - Tulungagung. Namun pada Kamis 21 Maret 2019, sekitar pukul 13.30 WIB Mrs. X sudah ditemukan dalam kondisi tengkurap di semak-semak sebelah timur Jalan Raya Kediri - Tulungagung Desa Banjaranyar Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekitar 3 meter dari badan jalan.

Mrs. X tersebut belum diketahui identitasnya yang diduga gelandangan/tuna wisma. Ciri-cirinya usia sekitar 48 tahun, tinggi sekitar 150 cm, rambut pendek, memakai baju lengan panjang warna biru muda kombinasi ungu dan celana warna merah. Perempuan tersebut juga menggunakan klinting di kaki sebelah kanan.
Di sekitar TKP terdapat pecahan kaca lampu dan bekas ban mobil. Pada kening Mrs. X ditemukan luka, diduga akibat benturan dengan tanah pada saat terjatuh. Ketika Mrs. X tersebut ditemukan sudah dalam keadaan kaku. Diperkirakan Mrs. X tersebut sudah meninggal sejak 6 jam sebelumnya. 

BRIPKA DIDIK WAHYUDI Kasi Humas Polsek Kras Kediri menambahkan, jenazah perempuan tersebut langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kota Kediri untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.

Foto kiriman dari IPDA JUMALI RAGIL Wakapolsek Kras Kediri.

NOTE: Foto sengaja tidak di sensor karena identitas korban belum diketahui. (vin/art)
21 March 2019
Radio ANDIKA - Dampak hujan deras di Kediri sore tadi, wilayah Lingkungan Jarakan, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri banjir. Ketinggian air sampai di atas lutut orang dewasa. Air juga sempat masuk ke dalam rumah warga. Setidaknya ada enam Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Kondisi itu memaksa warga harus mengamankan barang-barang berharga miliknya. Namun sejauh ini tidak ada korban dan kerusakan akibat banjir.
BAMBANG RIHADI, Koordinator Tagana Dinsos Kota Kediri mengatakan, saat ini air sudah mulai surut. Petugas bersama warga melakukan gotong-royong untuk membersihkan sisa-sisa material banjir yang memenuhi jalan dan rumah warga. (adr/ikj)

21 March 2019
Gudang Sampah Medis RSUD Dr Iskak Tulungagung Terbakar
Radio ANDIKA - Kebakaran di gudang pembuangan sampah medis RSUD Dr Iskak Tulungagung siang ini. Penyebab kebakaran sampai saat ini masih diselidiki oleh pihak kepolisian.

Pak RAKIDI - Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Tulungagung sewaktu ON AIR di Dermaga Raya Radio ANDIKA mengatakan, PMK Tulugagung mendapat laporan kebakaran ini sekitar jam 14.35. Saat kebakaran, sedang ada aktivitas pengelasan di atas gudang sampah tersebut. Kemudian, pekerja yang mengelas dievakuasi ke bawah. Saat ini api sudah padam dan masih proses pembasahan. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Kebakaran ini tidak menganggu layanan di RS. dr Iskak Tulungagung. Penyelidikan masih berlangsung. (ikj/rom)
21 March 2019
Penemuan Jenazah di Under Pass Tol Penompo Mojokerto
Radio ANDIKA - Korban meninggal mendadak ditemukan di underpass Tol Penompo, Mojokerto tadi pagi sekitar jam 07.00 WIB. Korban diketahui bernama MULYO WIDODO alamat Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.
 
IPDA KATMANTO, Kasubag Humas Polres Mojokerto Kota menjelaskan, awalnya korban membeli rokok di warung underpass Tol Penompo, Mojokerto. Setelah membayar, korban hendak melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Saat akan menaiki kendaraannya yaitu sepeda motor Honda CB 150 R nopol AG 3157 J, korban mendadak jatuh dan kejang-kejang. Kemudian PKJR exit Tol Penompo menghubungi Polres Kota Mojokerto  dan PMI Kota Mojokerto terkait kejadian ini.  Saat ini, jenazah ada di RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Surodinawan, Kota Mojokerto.

Gatekeeper Radio ANDIKA juga koordinasi dengan Polsek Tarokan, Kediri, terkait adanya warga Tarokan yang meninggal di Under Pass Tol Penompo Mojokerto. AIPTU MURTOYO, Kasi Humas Polsek Tarokan Kediri  membenarkan bahwa MULYO WIDODO adalah warga Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Pihak keluarga korban juga sudah mengetahui kabar tersebut dan langsung menuju ke RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. (vin/rom)
21 March 2019
Radio ANDIKA - IPDA PURNOMO Kanit Patroli Satlantas Polres Lamongan sewaktu On Air di Radio ANDIKA menjelaskan, Unit Satlantas Polres Lamongan saat ini menangani truk muatan semen Nopol L 9276 UI yang posisinya melintang di jalan. Posisi truk yang melintang mengakibatkan akses jalan menuju Jombang dan Lamongan tertutup.

Diduga, driver truk tidak bisa menguasai kendaraannya ketika melintas di jalan yang menanjak dan kondisi jalan yang sempit di Gunung Girik Ngimbang, Lamongan ini. Driver salah oper presneling, sehingga truk mundur dan berhenti dengan posisinya melintang di jalan. Driver truk sampai saat ini masih belum diketahui. Warga di sekitar lokasi melihat setelah kejadian, driver meninggalkan lokasi dengan menumpang pengendara motor. Belum diketahui apakah driver mencari bantuan atau pergi kemana.

Polisi mengalihkan arus lalu lintas Jombang - Lamongan untuk menghindari jalur ini. Pengguna jalan dari arah Jombang menuju Lamongan, jalan dialihkan mulai Pasar Ngimbang belok kiri, Kecamatan Bluluk belok kanan, Kecamatan Modo Lamongan, ke kanan lewat Simpang Empat Ndradah. Jalur alternatif ini berlaku dua arah.(asr/rom)
21 March 2019
Radio ANDIKA - Kejadian tanah longsor di Pagerwojo, Tulungagung tadi malam mengakibatkan teras rumah warga Desa Samar jebol. Selain itu, plengsengan pagar tembok belakang puskesmas Pagerwojo juga ambrol.
 
BRIPKA DANNY ARISTANTO, Bhabinkamtibmas Samar Pagerwojo Tulungagung saat ON AIR di Dermaga Raya Radio ANDIKA mengatakan kegiatan kerjabakti dilakukan oleh masyarakat di Desa Samar untuk membersihkan material longsoran. Tanah longsor tadi malam sekitar jam 20.00 WIB mengakibatkan teras depan rumah  milik KARTI jebol tertimpa tanah. Lokasi berada di Desa Samar Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung. Ukuran tebing tanah  yang longsor dengan panjang 10 meter,  lebar 7 meter dan ketebalan 1,5 meter.
 
AIPTU SONI SINGGIH S. H, Kasi Humas Polsek Pagerwojo Tulungagung menambahkan tanah longsor juga terjadi pada plengsengan pagar tembok belakang puskesmas Pagerwojo sekira pukul 19.00 WIB tadi malam. Kondisi plengsengan ambrol dengan lebar sekitar 12 meter, tinggi 8 meter serta ketebalan 6 meter dan menimpa saluran irigasi desa.
 
Kerja bakti dilakukan oleh warga, perangkat desa, BPBD, TNI dan Polri untuk membersihkan material longsoran.(stm/eva)
21 March 2019

Radio ANDIKA - Bu SUPARMI dari Dusun Dawuhan Desa Kawedusan Kecamatan Plosoklaten Kediri, kembali datang di Radio ANDIKA. Kali ini datang bersama cucunya EKA PUTRA PRAYOGI, yang sebelumnya dikabarkan hilang.
Meninggalkan rumah sejak Senin siang, 18 Maret 2019 sepulang sekolah dan baru pulang tadi malam sekitar jam 10 malam.

Awalnya Senin siang sepulang sekolah YOGI dijemput temannya berboncengan bertiga mengendarai motor ke arah Brenggolo Plosoklaten, untuk membeli kentrung atau gitar kecil. Setelah itu kembali diantar pulang ke rumahnya. Kemudian YOGI bermaksud menemani Bu SUPARMI neneknya yang membuka usaha warung yang lokasinya masih di Dusun Dawuhan.

Karena tidak terlalu jauh, YOGI jalan kaki. Dalam perjalanan ke warung itu, ada mobil warna putih yang berhenti didekatnya dan menanyakan arah Dusun Sadon Desa Kawedusan Plosoklaten. Saat itu dua orang turun dari mobil dan langsung menyekap mulut YOGI kemudian dimasukkan ke dalam mobil. Didalam mobil YOGI merasa mendapat suntikan di lengan tangan kanannya. Setelah itu ia tidak sadar dan baru diturunkan di suatu rumah dan tidak jelas tempatnya. Baru Selasa pagi ketika YOGI sadar, langsung diberi gitar untuk mengamen di traffic light simpang empat di daerah Surabaya.

Saat mengamen itu, ia juga diawasi sorang laki-laki yang ikut menyekap. Usai mengamen uang yang didapat juga langsung disetor kan kepada orang tersebut. Baru siang hari saat pengawasnya lengah YOGI menyelinap diantara mobil dan truk yang berhenti di simpang empat tersebut. YOGI melarikan diri dengan menumpang truk kosong ke arah Jombang. Karena tidak punya uang, YOGI menjual HP miliknya untuk membeli makan. Setelah dari Jombang, ia dibantu pengamen untuk menumpang bus ke arah Pare Kediri.

Karena sudah larut malam, YOGI menginap disebuah mushola dan baru melanjutkan perjalanan pulang ke Kediri Rabu pagi dengan menumpang truk, turun di simpang empat Sukorejo Gurah. Karena kecapekaan, Ia tidak langsung pulang, tapi tidur di pasar Sukorejo dan baru pulang ke rumah malam hari dengan jalan jalan kaki sekitar 5 Km. Sampai dirumah jam 10 malam. Bu Suparmi menyampaikan terimakasih kepada pendengar Radio ANDIKa yang sudah ikut mendoakan dan cucunya sudah kembali pulang.(dip/aut)
Foto : Bu SUPARMI, YOGI bersama tim gatekeeper Radio ANDIKA.


21 March 2019
Radio ANDIKA - Kecelakaan antara sepeda motor dengan pejalan kaki terjadi di jalan Panglima Sudirman Kediri sekitar jam 09.30 WIB. Dua korban mengalami luka-luka dan dibawa ke RS Bhayangkara, Kota Kediri.

Kecelakaan melibatkan pengendara sepeda motor Honda Scoopy nopol AG 6155 CO dikendarai M. MUNIF, 50 tahun, warga Kalimantan (sementara ini tinggal bersama kerabatnya di Desa Sidomulyo, Semen, Kediri). Dengan pejalan kaki atas nama LAILATUL BADRIK, 62 tahun, warga Kelurahan Ringinanom, Kota Kediri.

IPDA YULIANA PLANTIKA, Kanit Laka Satlantas Polres Kediri Kota menjelaskan sepeda motor Honda Scoopy berjalan dari arah Alun-alun menuju jalan Dhoho Kota Kediri. Sampai di jalan Panglima Sudirman, tepatnya depan king living interior, ada wanita menyeberang dari arah timur ke barat. Karena kurangnya kehati-hatian dan jarak terlalu dekat, akhirnya sepeda motor menabrak pejalan kaki.

Akibat kejadian ini pengendara sepeda motor, M. MUNIF dan pejalan kaki, LAILATUL BADRIK, terjatuh. Kemudian keduanya langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk segera mendapatkan perawatan.(stm/dip)
 
 
Page 2 of 418      < 1 2 3 4 >  Last ›