Berita- Info ANDIKA

22 January 2020
Walikota Kediri, Buka Musda DPD LDII Ponpes Wali Barokah
Radio ANDIKA - Walikota Kediri ABDULLAH ABU BAKAR hadir dan membuka secara langsung kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri yang ke-VI di Pondok Pesantren Wali Barokah. Walikota menyampaikan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri meningkat berkat salah satunya hadirnya banyak Pondok Pesantren di Kota Kediri, tidak terkecuali Ponpes LDII Wali Barokah. 
 
Mas ABU juga menyampaikan, kolaborasi baik yang selama ini telah dilakukan antara Pemerintah Kota Kediri dengan LDII bisa semakin baik lagi kedepannya. Seperti halnya apa yang disampaikan Bapak Presiden Republik Indonesia JOKO WIDODO yang selalu mengingatkan Kepala Daerah untuk selalu berkolaborasi dengan seluruh masyarakat dari berbagai kalangan. Walikota berharap kehadiran LDII di Kota Kediri dan di Indonesia bisa membantu Pemerintah dalam segala bidang.(atc/nis)
21 January 2020
Walikota : TPID Harus Responsif dan Berkolaborasi untuk Mengendalikan Inflasi Kota Kediri
Radio ANDIKA - Inflasi menurunkan daya beli masyarakat. Tak heran upaya mengendalikan inflasi terus dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri. Tantangan pengendalian inflasi semakin berat ditahun 2020 ini. 

Kenaikan cukai rokok, pencabutan subsisdi listrik, isu pencabutan subsidi elpiji 3 kg serta kenaikan volatile food bisa mendorong angka inflasi. Sebagai langkah antisipatif untuk mengatasi tantangan-tantangan pengendalian inflasi tersebut, Kota Kediri menggelar high level meeting , yang bertempat di Ruang Kilisuci Balaikota Kediri. Diharapkan, melalui high level meeting ini menghasilkan kebijakan dalam mengendalikan laju inflasi. 

Dalam rapat ini, Walikota Kediri ABDULLAH ABU BAKAR meminta agar TPID harus terus responsif dan terus berkolaborasi untuk mengendalikan inflasi di Kota Kediri. Walikota juga mengingatkan agar TPID segera mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi beberapa tantangan ditahun 2020 yang mendorong laju inflasi meningkat. 

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KpwBI) Kediri MUSNI HARDI KASUMA ATMAJA memaparkan ada beberapa hal yang harus diwaspadai di tahun 2020 ini. Harga administered price beberapa komoditi akan naik. Seperti emas yang mulai naik karena isu global. (atc/vin)
21 January 2020
Walikota : Kota Kediri, Menjadi Juara Dalam Mengendalikan Inflasi
Radio ANDIKA - Inflasi Kota Kediri pada tahun 2019 bertengger diangka 1,83 persen. Ini lebih rendah 0,14 persen dibanding inflasi tahun 2018 yakni 1,97 persen. Inflasi Kota Kediri dibawah capaian Nasional yakni 2,72 persen dan capaian Jawa Timur sebesar 2,12 persen. 

Tentunya keberhasilan Kota Kediri dalam mengendalikan laju inflasi tidak lepas dari kesolidan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri. Kesolidan TPID Kota Kediri tercipta dari pertemuan-pertemuan non formal. Dari diskusi pada forum-forum non formal itulah sering tercipta ide-ide apik dalam pengendalian inflasi Kota Kediri. 

Kesolidan dan Kehangatan TPID Kota Kediri nampak dalam berbagai kegiatan. Seperti dalam acara ramah tamah pelepasan dan perkenalan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Kediri, yang bertempat di Halaman KPwBI Kediri. 

Dimana MUSNI HARDI KUSUMA ATMAJA akan berpindah tugas di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau. Sementara Kepala KPwBI Kediri digantikan oleh SOFWAN KURNIA yang sebelumnya bertugas di Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta. 

Walikota Kediri ABDULLAH ABU BAKAR yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasinya kepada Bank Indonesia dan TPID Kota Kediri. Dimana Kota Kediri bisa menjadi juara dalam mengendalikan inflasi. Walikota juga mengucapkan terima kasih kepada MUSNI HARDI atas kerjasama yang terjalin selama ini. Serta mengajak SOFWAN KURNIA untuk berkolaborasi. 

Mas ABU juga menyampaikan tantangan kedepan yang harus diselesaikan bersama. Yakni bagaimana mengedukasi masyarakat untuk berinvestasi dengan tepat. (atc/eko)
21 January 2020
Warga Srengat Blitar Meninggal Gantung Diri.
Radio ANDIKA - Warga Srengat Blitar ditemukan meninggal dan tergantung di kamar tidurnya sekitar jam 23.00 WIB semalam.  KOMPOL DOROHMAN SH Kapolsek Srengat Blitar Kota, sewaktu  On Air di Radio ANDIKA menjelaskan, warga yang nekad gantung diri adalah  SUPRIONO, 42 tahun, warga Lingkungan 1 Kelurahan Srengat Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar.
 
Sebelumnya sudah kurang lebih satu minggu ini korban sering melamun dan gelisah. Minggu, 19 Januari 2020 sekitar jam 19.00 WIB korban ditemukan di dalam sumur milik korban. Tetapi karena airnya dangkal, korban tidak sampai meninggal dunia hanya mengalami luka ringan dan berhasil ditolong.
 
Kemudian Senin, 20 Januari 2020 sekitar jam 19.00 WIB,  keluarga di rumah mengawasi gerak gerik SUPRIONO karena sejak terjatuh dari sumur SUPRIONO seperti orang kesurupan. Sekitar jam 22.00 WIB setelah berbincang-bincang dengan keluarga, SUPRIONO pamit untuk ke kamar mandi, dan langsung masuk ke kamar. Karena ditunggu tunggu kurang lebih setengah jam tidak keluar. Istri SUPRIONO, JIATI membuka pintu kamar. JIATI kaget dan teriak minta tolong saat melihat SUPRIONO sudah dalam keadaan gantung diri dengan menggunakan kabel antena televisi yang diikatkan pada kayu atap rumah di dalam kamar tidur. Kejadian ini langsung  dilaporkan ke Polsek Srengat Blitar.
 
Keluarga tidak menghendaki visum atas jenazah. Setelah pemeriksaan luar oleh petugas dan dipastikan bahwa sebab meninggal adalah karena gantung diri. Selanjutnya jenazah SUPRIONO diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (sha/rom)
 
 
20 January 2020
Mahasiswa Asal Kediri Meninggal di Jember
Radio ANDIKA - Pemuda asal Kediri ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kost sekitar jam 14.00 WIB siang tadi. Kejadian ini berada di Jalan Karimata Kelurahan Karangrejo Kecamatan Sumbersari, Jember. Informasi ini pertama kali disampaikan oleh Netizen di Wates, Kediri yang menerima pesan broadcast dari temannya di Jember. 

KOMPOL FARUK MUSTAFA KAMIL, Kapolsek Sumbersari Polres Jember ketika dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, korban bernama MOH. ANGGA, 22 tahun, warga Desa Ploso Lor Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Sesuai data yang ditemukan di lokasi, MOH. ANGGA adalah mahasiswa di Poltek Jember. 

Kejadian awal diketahui ketika teman satu kost korban, mencium bau tidak sedap dan menyengat yang berasal dari kamar korban. Ketika dicek melalui celah-celah jendela kamar, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan membusuk dengan posisi telentang di atas kasur. 

Penghuni kost dan warga setempat langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Sumbersari, Jember. Polisi bersama tim inavis Polres Jember langsung datang untuk proses identivikasi dan evakuasi jenazah. Dari hasil pemeriksaan, diduga korban sudah meninggal dunia sejak 5 hari sebelumnya. Saat ini, jenazah korban berada di RS Soebandi Jember. 

Polisi masih mengumpulkan data dan saksi untuk mengungkap latar meninggalnya MOH. ANGGA. Gatekeeper Radio ANDIKA juga menghubungi Polsek Plosoklaten Polres Kediri untuk koordinasi dengan keluarga MOH. ANGGA. (vin/rom)
20 January 2020
Satu Meninggal, Kecelakaan Motor vs Bus di Tarik, Sidoarjo
Radio ANDIKA - Kecelakaan antara bus Sugeng Rahayu dengan sepeda motor terjadi di Jalan Raya Keramat Temenggung Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo, sekitar jam 14.00 WIB. 

IPDA IRWAN SISWANTO S.H., Kanit Lantas Polsek Tarik Polres Sidoarjo mengatakan, bus W 7095 UZ dikemudikan SUBIYANTO warga Jalan Sumpil, Purwodadi, Malang dengan sepeda motor Honda Vario S 5099 DB   dikendarai SUPRAPTO warga Dlangu, Mojokerto. 

Kejadian berawal saat motor melaju dari Surabaya menuju Mojokerto. Sesampainya di lokasi kejadian, motor hendak mendahului mobil pick up yang melaju di depannya. Diduga karena jarak yang terlalu mepet, motor tertabrak bus yang melaju dari arah berlawanan. 

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara motor meninggal dunia di lokasi kejadian dan dilakukan visum di RSU Anwar Medika, Sidoarjo. (vin/rom)
20 January 2020
Pemkot Kediri Pertama Kali Raih Penghargaan SPIP
Radio ANDIKA - Prestasi berhasil diraih lagi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Kali ini Pemkot Kediri menerima penghargaan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai pemerintah daerah yang memperoleh penilaian maturitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) level 3 atau Terdefinisi, salah satu penghargaan bukti pengendalian intern telah terdokumentasikan dengan baik. 
 
Penghargaan yang diraih ini merupakan hasil penilaian maturitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) tahun 2018. Pemkot Kediri telah melaksanakan tiga hal pada level 3 maturitas SPIP hingga berhasil memperoleh penghargaan. Pertama , kebijakan atau SOP telah diimplementasikan oleh sebagian besar pejabat dan pegawai terkait dan unit kerja sampel di lingkungan Pemda. Kedua , bukti adanya implementasi kebijakan telah didokumentasikan dengan baik. Penggunaan aplikasi dimungkinkan untuk mendukung implementasi dan pendokumentasian. Ketiga, implementasi kebijakan telah mampu mengarahkan pencapaian tujuan pemda yang antara lain ditunjukkan dengan tidak adanya permasalahan kelemahan pengendalian yang material dan hasil pemeriksaan BPK dan APH dikaitkan dengan sub unsur SPIP.
 
Penghargaan diterima langsung oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dari Plt Deputi Pengawasan Internal Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman. Penghargaan diberikan dalam acara Pelantikan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur, yang  bertempat di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Pemkot Kediri baru pertama kali meraih penghargaan tersebut. Maturitas penyelenggaraan SPIP level 3 diimplementasikan dalam beberapa hal. Pertama, memberikan jaminan bahwa operasi atau kegiatan instansi menjadi efektif, efisien dan ekonomis. Kedua, mendeteksi terjadinya kesalahan (miss management) dan fraud dalam pelaksanaan aktivitas organisasi. Ketiga, membantu pengamanan asset terkait terjadinya fraud, pemborosan, dan salah penggunaan yang tidak sesuai tujuan. Keempat, memberikan keyakinan atas keandalan laporan keuangan. Kelima, memberi keyakinan akan ketaatan terhadap peraturan perundangan. Keenam, membantu manajemen merespon perubahan.(atc/adr)
20 January 2020
Mobil Rental Kecelakaan Rusak Parah, Penyewa Pasrah
Radio ANDIKA - Mobil Suzuki Ertiga warna putih nopol AG 1373 FC, yang mengalami kecelakaan tunggal di Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang sejak Sabtu malam sekitar jam 22.30 WIB belum dievakuasi. Menurut keterangan warga sekitar, pengemudi mobil langsung pulang ke Kediri sesaat setelah kecelakaan.
 
Setelah diposting di media sosial Radio ANDIKA, Mas PRASETYO, driver dari mobil tersebut menghubungi Radio ANDIKA. Mas PRASETYO mengaku, mobil Suzuki Ertiga tersebut dia sewa dan mengalami kecelakaan di Kasembon. Mobil memang belum dievakuasi karena menunggu pemilik rental.
 
KSPK Polsek Kasembon Polres Batu, AIPTU SUASONO saat dihubungi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Saat anggota ke lokasi kecelakaan, tidak ditemukan pengemudi maupun penumpangnya. Diduga, penyebab kecelakaan karena sopir ngantuk dan kondisi tikungan yang tajam. Sampai pagi ini, mobil masih berada di lokasi kejadian. Kondisi mobil terbalik dan bbmnya terus menetes keluar. Dikhawatirkan, ada tangan usil yang membuang puntung rokok sembarangan dan menimbulkan kebakaran.

Menurut AIPTU SUASONO, penyewa mobil tidak bisa bertanggung jawab karena tidak mempunyai biaya menanggung kerusakan mobil. Penyewa pasrah kepada pemilik mobil untuk pengurusan mobil. Sampai sekarang belum ada yang datang ke Mako Polsek Kasembon untuk menyelesaikan administrasi. Rencanya, kasus ini akan dilimpahkan ke Polres Batu untuk penderekan mobil.(eva/ikj)
20 January 2020
Menyeberang, Satu Korban Meninggal Tertabrak Mobil
Radio ANDIKA - LENI DWI ANDRIANI, warga Desa Bangle Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tadi malam. Kecelakaan melibatkan mobil nopol B 1249 WOD dikemudikan SULISTIONO, warga Desa Pamongan, Mojo, Kediri dengan sepeda motor Honda Beat nopol AG 4402 GL yang dikendarai LENI DWI ANDRIANI, warga Desa Bangle, Ngadiluwih, Kediri.
 
AKP MUKHLASON S.H., Kapolsek Ngadiluwih Polres Kediri saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan kecelakaan terjadi di Jalan Raya Bangle, Ngadiluwih, Kediri atau tepatnya di timur Jembatan penghubung antara Mojo dengan Ngadiluwih. Kejadian berawal saat mobil melaju dari Ngadiluwih menuju Mojo. Pada saat bersamaan, sepeda motor hendak menyeberang ke sisi bahu jalan sebelah utara. Karena jarak terlalu dekat, sedangkan mobil melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Ngadiluwih, sehingga tabrakan antara dua kendaraan tidak bisa dihindari.
 
Akibatnya, pengendara sepeda motor, LENI DWI ANDRIANI, mengalami luka berat hingga akhirnya meninggal dunia.(stm/atc)
20 January 2020
Kecelakaan Sepeda Pancal vs Bus di Tulungagung, Satu Korban Meninggal
Radio ANDIKA - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Jayeng Kusuma Desa Tapan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, tadi malam sekitar jam 20.30 WIB. Kecelakaan melibatkan bus Hino nopol N 7009 UL dengan sepeda pancal.
 
Kanit Laka Lantas Polres Tulungagung, IPTU DION FITRIANTO S.H menjelaskan, bus dikemudikan WAHYUDI PRAYOGI, warga Kelurahan Petahunan Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan. Sedangkan sepeda pancal dikayuh TOIMAN warga Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.
 
Kronologinya, bus melaju dari Tulungagung ke Kediri. Sedangkan sepeda pancal melaju dari barat ke timur. Sesampainya di lokasi kecelakaan di Desa Tapan, diduga sopir bus kurang memperhatikan lalu lintas. Sehingga menabrak sepeda pancal yang ada di depannya.
 
Akibat kecelakaan ini, pengayuh sepeda pancal yang bernama TOIMAN, meninggal dunia di lokasi kecelakaan.(eva/atc)
Page 1 of 769      1 2 3 >  Last ›