Berita- Info ANDIKA

27 July 2017
Meski Belum Mendapat Hasil Positif, Iannone Tegaskan Masa Depannya di Suzuki Aman Rider Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, tak kunjung mendapat hasil positif pada balapan MotoGP 2017. Tak pelak, banyak pihak yang beranggapan kalau Suzuki tidak akan menggunakan jasa pembalap Italia itu lagi tahun depan.

Iannone kini masih terpuruk di papan bawah klasemen sementara pembalap MotoGP 2017. Ia masih berkutat di posisi 16 dengan raihan 28 poin, terpaut 101 angka dari rider Tim Repsol Honda, Marc Marquez yang memimpin klasemen sementara.

Meski begitu, Iannone menegaskan kalau masa depannya di Suzuki masih aman. Pembalap 27 tahun itu menjelaskan, kalau dirinya sudah bertemu dengan bos Suzuki di Jerman untuk memastikan masa depannya bersama Suzuki.

 “Kami sudah bertemu di Sachsenring dan sudah jelas kalau saya akan berlanjut bersama Suzuki. Kami harus percaya pada diri kami sendiri,” ujar Iannone, seperti dikutip dari Gazetta Dello Sport, Kamis (27/7/2017).

Tidak hanya soal masa depannya di Suzuki, Iannone juga mengonfirmasi kalau timnya akan menggunakan tim satelit mulai musim depan.

“Kami sudah beberapa kali berbicara dengan presiden bahwa kami membutuhkan empat motor di grid, dan saya pikir itu akan terjadi,” pungkasnya.(okezone-ink)
27 July 2017
Persis: Uji Materi Perppu Ormas tak Terkait Pembubaran HTI Koordinator Kuasa Hukum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) Rahmat menegaskan, uji materi Perppu Ormas yang mereka lakukan ke Mahkamah Konstitusi, tak berhubungan dengan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Enggak ada hubungannya dengan (pembubaran,red) HTI. Ini murni karena kami merasa memiliki terhadap konstitusi itu sendiri dan kami ingin menjaga konstitusi," ujar Rahmat di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (26/7).

Rahmat menegaskan, Persis mengajukan uji materi agar jangan sampai hak-hak warga negara dilanggar oleh pihak-pihak tertentu, termasuk dalam hal ini pemerintah.

"Kalau HTI mungkin karena sudah menjadi pihak yang dituju oleh pihak pemerintah, artinya mereka dirugikan. Nah kami belum dirugikan, tapi berpotensi dirugikan. Karena itu kami mengajukan uji materi agar jangan sampai hak-hak konstitusi warga negara dilanggar," ucapnya.

Menurut Rahmat, ada beberapa pasal dari Perppu Ormas yang diujimaterikan. Yaitu pasal-pasal terkait kewenangan pemerintah membubarkan sebuah ormas yang dinilai anti Pancasila dan UUD 1945, tanpa melalui proses hukum terlebih dahulu.

Masing-masing Pasal 59 ayat 3 huruf a dan ayat 4 huruf c. Kemudian Pasal 61 ayat 3, Pasal 62 ayat 3 dan pasal 82a. Pasal-pasal dalam Perppu Ormas tersebut dinilai bertentangan dengan Pasal 1 ayat 3, Pasal 28 b ayat 1, Pasal 28 e ayat 2 dan ayat 3 UUD 1945.

"Persis selaku bagian dari infrastruktur politik punya kepentingan hukum menjaga konstitusi itu sendiri. Karena Persis memandang ada pengangkangan terhadap lembaga-lembaga yang ada seperti yudikatif, legislatif. Kan seolah-olah ini dilangkahi dengan adanya perppu ini," pungkas Rahma.(jpnn-ink)
 
27 July 2017
Kehilangan Rooney dan Ibrahimovic, Pogba Siap Jadi Pemimpin Man United Manchester United kehilangan dua striker pada bursa transfer musim panas 2017, yakni Wayne Rooney dan Zlatan Ibrahimovic. Rooney memutuskan untuk kembali ke mantan klubnya, Everton, sedangkan Ibra masih belum menentukan masa depannya.

Sayangnya, kedua nama tersebut bukan hanya sekadar striker bagi Man United. Mengingat Rooney merupakan kapten sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub. Selain itu, peran Ibra musim lalu juga terbilang krusial.
Mantan pemain Barcelona tersebut merupakan ujung tombak mematikan bagi Man United. Total, penggaw 35 tahun itu berhasil mengemas 28 gol dari 46 penampilannya bersama skuad asuhan Jose Mourinho.

Kehilangan dua sosok penting membuat Man United seperti kehilangan seorang pemimpin di atas lapangan. Namun, pemain termahal di dunia saat ini, Paul Pogba, mengaku siap untuk menjadi pemimpin Setan Merah.

 “Tentu, Zlatan (Ibrahimovic) adalah seorang pemimpin, ia adalah pemimin besar, karena ia selalu membantu tim dan bahkan saat ia tidak bermain ia selalu menjadi pemimpin di luar lapangan,” ujar Pogba, seperti dikutip dari laman resmi Man United, Kamis (27/7/2017).

“Saya sudah berada di sini selama satu musim dan saya datang ke sini dengan harapan menjadi pemimpin tim ini. Ini sangat masuk akal. Anda ingin tumbuh menjadi seorang pemain dan sebagai pemimpin yang baik,” jelas pemain berkebangsaan Prancis tersebut.(okezone-ink)
27 July 2017
Putuskan Keluar Pansus Angket, Gerindra Dituding Plin-Plan Pengamat politik dari Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Indonesia Arif Susanto mengatakan, keputusan Gerindra untuk mundur dari Pansus Angket KPK mengesankan inkonsistensi sikap partai. Mulanya Gerindra walk out saat Rapat Paripurna memutuskan persetujuan angket untuk KPK.
 
"Kemudian, Gerindra memutuskan untuk terlibat dalam Pansus Angket tersebut dengan alasan untuk mengawasi kinerja Pansus. Kini, mereka memutuskan untuk keluar dari Pansus," kata Arif saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (27/7).
 
Padahal, menurutnya sejak awal telah terbaca bahwa pembentukan Pansus Angket KPK adalah bagian dari upaya pelemahan KPK oleh DPR. Jejak pelemahan tersebut bahkan terentang mulai dari upaya revisi UU KPK oleh DPR pada 2012, yang kemudian berlanjut hingga 2015 dan 2016, meskipun kesemuanya gagal. Awal 2017, DPR juga permah melakukan sosialisasi revisi UU KPK.
 
"Artinya, seluruh fraksi sesungguhnya telah memiliki pengetahuan dan kesadaran tentang posisi sikap DPR terhadap KPK," ucap Arif.
 
Arif mengatakan, kini Gerindra menyatakan mundur, ini tidak lebih daripada langkah politik untuk memberi kesan baik, bukan secara esensial menunjukkan komitmen terhadap agenda anti-korupsi. Terlebih jika fraksi-fraksi lain turut melakukan hal serupa, sehingga kemudian terbentuk dua kubu, pendukung dan penolak Pansus Angket seperti sebelumnya.
 
Permainan politik semacam ini bisa menghasilkan efek positif, jika kesan buruk berhasil disematkan kepada para pendukung Pansus Angket KPK. Namun, efek negatif menurutnya mungkin akan dituai jika Gerindra gagal menegaskan kontra-posisi mereka dibandingkan fraksi-fraksi lain di DPR.
 
"Pada akhirnya, publik perlu menyikapi secara kritis posisi sikap DPR terhadap agenda anti-korupsi, terutama setelah pengusutan mega-korupsi KTP elektronik," kata Arif.(republika-ink)
27 July 2017
Pancasila Tangkal Radikalisme, Narkoba, Sampai Korupsi Dekan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM), Arqom Kuswanjono merasa, Indonesia tengah menghadapi empat persoalan besar yaitu radikalisme, terorisme, narkoba dan korupsi. Ia menilai, masalah-masalah itu sebenarnya bisa diselesaikan dengan Pancasila.

"Hal ini terjadi akibat Pancasila tidak dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," kata Arqom di konferensi internasional Indonesia Philosophy and Peace of the war, Rabu (26/7).

Ia merasa, nilai-nilai Pancasila sesungguhnya dapat menghadapi berbagai tantangan itu, termasuk hasil survei Kementerian Agama yang tegaskan Pancasila sebagai ideologi terbaik bangsa. Karenanya, Arqom berpendapat, penting untuk membangun dan memantapkan kembali ideologi Pancasila di tengah masyarakat.

Arqom menekankan, mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang plural sangat perlu untuk dilaksanakan. Selain itu, ia mengingatkan kalau banyak negara-negara dunia yang mengapresiasi Pancasila sebagai falsafah ideologi bangsa dan negara.

"Hal ini menimbulkan optimisme kalau Indonesia mampu terus berkembang mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Arqom.(republik-ink)
27 July 2017
Cara Indonesia Lawan Terorisme Diapresiasi Banyak Negara Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Jenderal (Purnawirawan) Wiranto menyebut, Indonesia sekarang sudah cukup dikenal sebagai negara yang dapat melakukan langkah-langkah efektif dalam melawan terorisme. Dia mengatakan cara Indonesia mendapatkan apresiasi karena tidak hanya melaksanakan dari sudut hard approach yaitu dengan langkah-langkah tegas dan keras, tetapi juga dengan cara soft approach atau halus, yakni melalui pembinaan.

"Di hulu kita cegat dengan operasi soft approach, pembinaan dan deradikalisme," kata Wiranto di Jakarta, kemarin.
Menurut Wiranto, pembinaan ini dilakukan umtuk menjadi kekuatan kembali melawan aksi-aksi terorisme. Dia mengatakan, upaya itu yang membuat Indonesia saat ini mendapatkan apresiasi dari negara-negara lain.

"Indonesia termasuk negara sangat maju menanggulangi terorsime. Desember 2016 kita jadi tuan rumah mengundang 36 negara membicarakan bagaimana mengadapi terorisme," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (26/5).

Soft approach atau metode lebih manusiawi dilihat negara lain cukup berhasil diterapkan di Indonesia. Soft approach menurut Wiranto dilakukan pemerintah Indonesia dengan membina teroris setengah sadar yang kemudian dicuci otaknya untuk dikembalikan pemahamannya bahwa dia merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang punya hak dan kewajiban seperti warga negara yang lain.

Wiranto mengatakan ternyata soft approach diminati negara lain. Belum banyak negara yang mengimplementasikan metode ini. "Karenanya, pemerintah Indonesia juga sejauh ini telah mendapat banyak undangan ke negara lain untuk menjelaskan pola deradikalisasi. Pola ini dianggap cukup efektif, sebab tidak melulu harus melalui jalan kekerasan," kata Wiranto.(republika-ink)
 
27 July 2017
Soal Juara Dunia MotoGP 2017, Vinales Tidak Bisa Prediksi Rider Tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales, mengaku sulit untuk memprediksi siapa yang akan keluar sebagai juara dunia MotoGP 2017. Ia menjelaskan, saat ini ada banyak pembalap yang berpeluang untuk keluar sebagai juara dunia.

Namun, Vinales merasa setidaknya ada satu faktor yang bisa menentukan jalannya balapan. Adalah kondisi ban Michelin yang memang selalu membuat jalannya balapan sangat sulit untuk ditebak.

“Ada banyak calon juara dunia musim ini. Ban memegang faktor penting. Hal ini sudah terjadi dengan saya. Saya memenangkan dua balapan dan kemudian terjerembab,” ungkap Vinales, seperti disadur dari Tuttomotoriweb, Kamis (27/7/2017).

Oleh karena itu, Vinales menjelaskan, untuk menjadi juara dunia, dirinya harus bisa mengatasi permasalahan ban sebaik mungkin. Rider 22 tahun itu tidak ingin hasil buruk balapan di Amerika Serikat dan Belanda terulang lagi.

 “Untuk bisa meraih juara dunia MotoGP Anda haru bisa mengatasi permasalahan ban sebaik mungkin. Dan Anda tidak boleh membuat kesalahan seperti di Austin dan Assen,” terang mantan rider Suzuki Ecstar tersebut.

Vinales saat ini masih bertengger di posisi dua klasemen sementara MotoGP 2017. Rekan setim Valentino Rossi itu sukses mengumpulkan 124 poin hasil dari tiga kemenangan dari sembilan seri yang sudah berlangsung. Ia hanya terpaut lima angka dari pembalap Repsol Honda, Marc Marquez yang ada di tempat pertama.(okezone-ink)
27 July 2017
Ketua MPR: Jika HTI tak puas dipersilakan tempuh jalur hukum Organisasi Kemasyarakatan atau ormas yang ada saat ini, tidak perlu mempermasalahkan hadirnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perppu Nomor 2 Tahun 2017 yang mengatur tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Hal ini ditegaskan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR RI Zulkifli Hasan, kepada sejumlah wartawan seusai menghadiri Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana Universitas Mercu Buana di Gedung ICE BSD City Tangerang Banten kemarin.

Menurut Zulkifli Hasan, HTI saat ini sudah ditutup atau dibubarkan melalui Perppu No 2 Tahun 2017, dan jika muncul ketidakpuasan atas keputusan tersebut merupakan hal yang biasa.

"Tentunya jika HTI tidak puas dipersilakan saja, tetapi hendaknya ketidakpuasan tersebut disalurkan melalui atau menggunakan jalur hukum," ucap dia.

Zulkifli Hasan yang datang memberikan sambutan pada acara wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana Universitas Mercu Buana di ICE BSD City Tangerang Banten itu, berpesan agar dunia kampus kembali kepada nilai-nilai yang dimiliki negara ini, diantaranya adalah empat pilar kebangsaan yaitu NKRI, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.(merdeka-ink)
27 July 2017
Catat! Ini Pentingnya Kartu Identitas Anak Menurut Mendagri Kementerian Dalam Negeri berencana meluncurkan kartu identitas anak (KIA), minimal untuk pelajar di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mendagri Tjahjo Kumolo menjelaskan, KIA penting agar anak-anak terdata kependudukannya sejak dini.

Selain itu, ia menilai KIA ini penting untuk anak-anak belajar menabung. Sebagaimana menabung di bank membutuhkan KTP. Namun kartu identitas tersebut baru bisa didapatkan oleh mereka yang berusia di atas 17 tahun.

"Dengan KIA ini anak-anak kan nanti bisa belajar menabung sejak dini. Masa menabung harus pinjam kartu identitas orangtua?" katanya kepada awak media di Kemenhan, Jakarta Pusat, Rabu 26 Juli 2017.

Lebih lanjut, Tjahjo meyakinkan keberadaan KIA ini berbeda dengan kartu pelajar yang terbatas pendataannya di sekolah. KIA terdata secara nasional, sehingga kelak ketika anak-anak itu sudah mencapai batas usia kedewasaan. Mereka tinggal menggantinya ke e-KTP. Dengan NIK-nya sudah sama, jadi tidak repot lagi mengurusnya.

"Untuk sekarang saya usulkan minimal KIA untuk anak SMP dulu. Tapi katanya ada daerah yang mau mengeluarkan KIA sejak tingkat SD. Itu tidak masalah, kita lihat nanti mekanismenya," papar politisi PDI-P tersebut.(okezone-ink)
27 July 2017
Hubungan dengan Rossi Diisukan Renggang, Vinales: Kami Menghormati Satu Sama Lain  
Pembalap Tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales, angkat suara mengenai hubungan dengan rekan setimnya, Valentino Rossi yang diisukan tengah renggang. Rider berkebangsaan Spanyol itu menegaskan baik dirinya dan The Doctor –julukan Rossi– saling menaruh rasa hormat satu sama lain.

Movistar Yamaha musim ini memutuskan untuk merekrut Vinales dari Suzuki. Rider 22 tahun itu dipilih untuk menggantikan posisi Jorge Lorenzo yang hengkang dan bergabung dengan Tim Ducati.

Kedatangan Vinales ternyata semakin menambah aroma persaingan di kubu Yamaha. Bagaimana tidak, dalam dua seri awal yakni di Qatar dan Argentina, pembalap berjuluk Top Gun tersebut sukses keluar sebagai juara.

Tak pelak, nama Vinales digadang-gadang akan menjadi salah satu penantang gelar juara dunia MotoGP 2017. Top Gun saat ini sukses menempati posisi dua klasemen sementara pembalap dengan raihan 124 poin, terpaut lima angka dari Marc Marquez (Repsol Honda) yang ada di tempat pertama.

Di sisi lain, penampilan Rossi bersama Yamaha masih naik turun. Meski mampu meraih juara pada balapan di Assen, nyatanya The Doctor saqat ini masih bertengger di posisi empat klasemen sementara pembalap dengan 119 poin.

“Saat ini, kami setuju. Kami saling menghormati satu sama lain. Kami tahu kami harus mengembang motor. Kami sangat cerdas dan kami ingin memenangkan balapan,” jelas Vinales, seperti dikutip dari Tuttomotoriweb, Kamis (27/7/2017).(okezone-ink)
Page 1 of 766      1 2 3 >  Last ›