Berita- Info ANDIKA

31 May 2020
Tertular Dari Istri Pekerja Pabrik Rokok Tulungagung, Suami Positif Corona
Radio ANDIKA - Seorang suami di Kota Kediri, tertular Covid-19 dari istrinya. Pasien warga Lingkungan Kleco, Jamsaren, Pesantren, Kota Kediri ini menjadi pasien positif ke 45. Sebelumnya sang istri terlebih dahulu terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil test swab. Pasien ke 29 Kota Kediri ini merupakan pekerja di pabrik rokok Tulungagung.
 
ABDULLAH ABU BAKAR, Walikota Kediri saat On Air di Radio ANDIKA menyampaikan dengan adanya 1 tambahan ini, total ada 45 pasien terkonfirmasi possitif Covid-19 di Kota Kediri. Pasien ke 45 ini sebenarnya sudah pernah dilakukan swab test tetapi hasilnya negatif. Swab kedua dilakukan kembali dan hasilnya positif. Karena kondisi sehat atau kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), saat ini masih menjalani isolasi mandiri. Tetapi rencananya besok akan dilakukan penjemputan untuk menjalani isolasi di RSUD Kilisuci (Gambiran Lama) Kota Kediri.
 
Untuk mengantisipasi penyebaran virus covid-19, Gugus Tugas terus melakukan tracing. Tracing dilakukan kepada semua orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.
 
Walikota meminta masyarakat tidak panik dan tetap menjaga pola hidup sehat. Mengkonsumsi makanan bergizi, olahraga teratur dan istirahat yang cukup. Apabila keluar rumah selalu mematuhi protokol kesehatan. Wajib memakai masker, jaga jarak minimal 1 meter dan sesering mungkin cuci tangan.(stm/had/daf)
31 May 2020
Dua Ibu Menyusui dan Bocah 12 Tahun Menambah Jumlah Pasien Positif Corona Di Tulungagung

Radio ANDIKA - Jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tulungagung kini bertambah 7 orang pasien. Dari jumlah tersebut, di antaranya terdapat seorang anak usia 12 tahun dan dua ibu menyusui.
 
Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung GALIH NUSANTORO saat ON AIR di Radio ANDIKA mengatakan tujuh kasus baru tersebut berasal dari Kecamatan Sendang 1 orang, Karangrejo 1 orang, Pakel 3 orang dan Boyolangu 2 orang.

Pasien asal Boyolangu dan Pakel saat ini dikarantina di rusunawa IAIN Tulungagung. Termasuk bocah 12 tahun yang tertular virus corona dari neneknya yang sebelumnya dinyatakan positif. Sedangkan dua ibu yang menyusui asal Karangrejo dan Sendang menjalani isolasi di RSUD dr. Iskak Tulungagung. Meski ibunya positif corona, namun GALIH NUSANTORO memastikan bayi yang disusuinya saat dirapid test hasilnya non reaktif. Sejauh ini tim gugus tugas masih melakukan penelusuran untuk mengetahui dari mana kedua ibu menyusui itu tertular Covid-19. Dengan tambahan tujuh pasien baru tersebut, kini di Kabupaten Tulungagung total terdapat 64 orang pasien positif Covid-19.(ssi/adr)



 
31 May 2020
Pemkot Blitar Peringati Hari Pancasila Secara Sederhana
Radio ANDIKA - Memperingati Hari Pancasila tahun ini, Pemkot Blitar melakukan kegiatan sederhana. Kegiatan Grebeg Pancasila yang biasanya digelar tiap tahun ditiadakan.

Kabid Kebudayaan Disparbud Kota Blitar, WAHYUDI DWI BUDI WARSONO saat ON AIR di Radio ANDIKA mengatakan kegiatan memperingati Hari Pancasila diawali dengan apel bendera di Istana Gebang besok pagi, dilanjutkan menggelar ziarah ke Makam Bung Karno.  Pesertanya dibatasi sekitar 75 orang dan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus covid-19.

Peringatan Hari Pancasila tahun ini berbeda dan sangat sederhana karena masih dalam pandemi covid-19. Masyarakat yang ingin menyaksikan, ditempatkan diluar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Semua lokasi yang akan ditempati juga akan disediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh serta menerapkan physical distancing. Meskipun perayaan tahun ini lebih sederhana, masyarakat diminta tetap semangat memperingati Hari Lahir Pancasila dan berharap wabah virus covid-19 segera berakhir.(ssi/stm)


31 May 2020
Dua Pengamen Curi Barang Elektronik di Tulungagung
Radio ANDIKA - Dua pengamen diamankan Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota karena mencuri di Kelurahan Tertek Kabupaten Tulungagung. 

BRIPKA ENDRO PURNOMO, Pejabat Sementara Paur Humas Polres Tulungagung, saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, kejadian Selasa 26 Mei 2020 sekitar jam 19.00 WIB. Kedua pelaku bernisial YAN warga Kras, Kediri dan YIL warga Manisrenggo, Kota Kediri. 

Awalnya, petugas mendapatkan laporan dari pemilik toko agen tiket, MUNAJI, bahwa di toko agen miliknya diacak-acak oleh seseorang yang tidak dikenal. Setelah dicek, barang-barang berharga milik MUNAJI hilang. Mengetahui kejadian ini, MUNAJI langsung melapor ke Polsek Tulungagung Kota. Petugas yang melakukan penyelidikan, berhasil mengamankan YAN dan YIL saat mengamen di sekitar Ngantru, Tulungagung. 

Saat diamankan, petugas berhasil menyita 1 laptop, 3 handphone, dan tas ransel. Saat ini kedua pelaku berada di Mapolsek Tulungagung Kota untuk penyelidikan lebih lanjut. (vin/ikj)
31 May 2020
Rapid Test Jelang Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Belum Jadi Wacana Gugus Tugas
Radio ANDIKA - Sejumlah wali murid merasa was-was dengan rencana pemerintah untuk mengaktifkan kembali kegiatan belajar di sekolah. Sedangkan pandemi Corona di Indonesia belum bisa tertangani oleh pemerintah. Wali murid meminta dilakukan rapid test bagi tenaga pendidik dan siswa sebelum kegiatan belajar mengajar secara tatap muda resmi dijalankan.
 
Drs. BAMBANG TRIONO  Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, rapid test terhadap tenaga pengajar dan siswa sebelum kegiatan belajar mengajar belum jadi wacana untuk dilaksanakan dalam waktu dekat.
 
Sekolah nantinya hanya menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan, seperti melakukan sistem shif kegiatan pengajaran. Selain itu semua peserta didik harus mengenakan masker saat masuk sekolah dan menghindari aktifitas bergerombol di lingkungan sekolah. Guru harus mengawasi kegiatan anak didiknya secara penuh sesuai dengan ketentuan protokol dari pemerintah.
 
BAMBANG menambahkan, jika memang wacana rapid test itu akan dilaksanakan karena hasil evaluasi penting untuk dilakukan, maka koordinasi antar lembaga akan dilakukan terlebih dahulu. Nantinya dinas kesehatan, tim gugus tugas dan perwakilan tenaga pengajar duduk bersama untuk menentukan visi yang sama. Sehingga nantinya pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di masa pandemi tetap bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan orang tua siswa.(eko/eva)
31 May 2020
Spesialis Pencuri Dompet  Asal Jombang, Diamankan Polisi di Kandat Kediri
Radio ANDIKA - Pria berinisial MA warga Perak, Jombang, diamankan Polsek Kandat Polres Kediri karena mencuri dompet di Desa Pule Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. 

AKP M.S. YUSUF S.H., Kapolsek Kandat, saat On Air di Radio ANDIKA menyampaikan, kejadian pada Sabtu 30 Mei 2020 sekitar jam 17.30 WIB. MA mencuri dompet di toko milik BUDI SANTOSO warga setempat. 

Menurut keterangan BUDI, MA mencuri dompet saat toko dalam keadaan sepi, dan berkedok sebagai pembeli. Saat pemilik toko lengah, MA langsung mengambil dompet di dalam laci dan melarikan diri. BUDI yang berteriak minta tolong kepada warga sekitar, langsung melakukan pengejaran terhadap MA. Sebelum dilaporkan ke Polsek Kandat, MA sempat diamankan warga di wilayah Ringinsari, Kandat, Kediri. Saat diintrogasi petugas, MA mengaku sebelumnya juga mencuri di wilayah Brumbung, Kepung, Kediri sekitar jam 13.00 WIB pada hari yang sama. Selain di Kediri, MA pernah mencuri di Blitar dan Jombang. 

Sementara itu, IPTU RONI ROBI HARSONO, Kapolsek Kepung Polres Kediri, saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA menjelaskan, ketika  di Kepung, Kediri, MA juga bermodus sebagai pembeli yang kemudian mencuri dompet di pertokoan. MA merupakan mantan narapidana yang mendapatkan program asimilasi. Setelah berkoordinasi, Polsek Kandat dan Polsek Kepung berhasil mengamankan barang bukti berupa satu dompet, uang tunai dan satu sepeda motor. Selanjutnya MA diserahkan ke Polsek Kepung untuk proses hukum lebih lanjut. (vin/nis)
31 May 2020
Klaster Baru Bermunculan, Warga Kabupaten Kediri Diminta Membatasi Pergi Ke Luar Kota
Radio ANDIKA - Warga Kabupaten Kediri diminta lebih hati hati jika terpaksa bepergian karena klaster baru pasien positif Covid-19 bertambah cukup banyak. Sebagian besar pasien terpapar virus corona dari daerah lain (imported case), saat bepergian ke luar kota.
 
Tercacat sampai 30 Mei 2020 ada penambahan 10 pasien positif corona baru di Kabupaten Kediri. Dari hasil test swab yang keluar, sebanyak 5 pasien yang memiliki riwayat perjalanan dari luar Kediri terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan 5 lainnya berasal dari sejumlah klaster lama. Dengan penambahan ini, kini total terdapat 106 orang pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kediri.
 
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, dr. AHMAD KHOTIB ketika On Air di Radio ANDIKA mengatakan, 5 pasien dari klaster baru tersebut saat ini mendapatkan perawatan medis di RS HVA Toeloengredjo Pare Kediri. Yaitu, satu pasien asal Desa Woromarto Kecamatan Purwoasri Kediri. Satu pasien asal Kelurahan Pare Kecamatan Pare Kediri. Satu pasien asal Desa Gedangsewu Kecamatan Pare Kediri. Satu pasien asal Desa Sidomulyo Kecamatan Wates Kediri. Serta satu pasien asal Desa Ngancar Kecamatan Ngancar Kediri.
 
Gugus Tugas meminta warga Kediri, untuk membatasi aktifitas keluar daerah. Terlebih perjalanan ke daerah yang memiliki pasien dengan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 dalam jumlah banyak. Masyarakat diminta tetap menerapkan pola hidup sehat dan mentaati protokol kesehatan. Seperti rajin mencuci tangan dan mengenakan masker ketika keluar rumah.
 
Selain 5 pasien positif dari klaster baru, Gugus Tugas juga mengumumkan hasil swab 5 pasien dari klaster pabrik rokok Tulungagung dan klaster Surabaya. Dari klaster pabrik rokok Tulungagung, terdapat satu pasien asal Gogorante Kecamatan Ngasem Kediri dan dua pasien asal Desa Sukorejo Kecamatan Ngasem Kediri. Ketiganya saat ini masih menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan tenaga medis. Sementara satu pasien asal Desa Plemahan Kecamatan Plemahan Kediri dan satu pasien asal Desa Kuwik Kecamatan Kunjang Kediri merupakan pasien yang kontak erat dengan pasien yang positif sebelumnya dari klaster Surabaya. Pasien mendapatkan perawatan medis di RS HVA Toeloengredjo Pare Kediri.(had/daf)
30 May 2020
Karolog Polda Jatim Tinjau Kampung Tangguh Penanganan Covid-19
Radio ANDIKA - Karalog Polda Jawa Timur (Jatim) Kombespol PRANYOTO meninjau persiapan Kampung Tangguh di wilayah hukum Polresta Kediri. Tak hanya meninjau persiapan di lokasi Kampung Tangguh, tapi juga menyerahkan perlengkapan penunjang lainnya kepada petugas di posko Kampung Tangguh. Dalam tinjauan tersebut, dari delapan lokasi, ada dua lokasi yang menjadi tujuan yaitu Kampung Tangguh di Desa Wonoasri Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri dan Kelurahan Betet Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
 
Kombespol Pranyoto bersama Kapolresta Kediri, AKBP MIKO INDRAYANA, sebelum menyerahkan bantuan perlengkapan kepada petugas, terlebih dahulu dilakukan pengecekan. Persiapan di pintu masuk wilayah tersebut, seperti gapura yang dilengkapi dengan alat penyemprot untuk seterilisasi. Setelah itu, memeriksa kesiapan di ruang isolasi warga atau tamu, kesiapan alat pelindung diri (APD), gudang logistik, serta lahan tanaman sayur dan ternak ikan.
 
Selain itu, alat penunjang lainnya yang tidak kalah penting, yaitu keranda serta alat pemakaman sesuai protokol kesehatan yang berlaku. Sementara itu, saat berada di Kampung Tangguh Kelurahan Betet, peninjauan dan pemberian bantuan perlengkapan juga dilakukan. Selain itu, sarana dan prasana (sarpas) penunjang Kampung Tangguh juga tak luput dari pemeriksaan. Mulai dari APD, cairan disinfektan dan hand sanitizer, alat penyemprot, genset dan alat Penerangan, peralatan pemakaman, lumbung logistik, pos pengamanan lingkungan, serta ruang observasi. Menurut Kombespol PRANYOTO, segala persiapan di posko Kampung Tangguh sudah tidak perlu diragukan. 
 
Sementara itu, AKBP MIKO INDRAYANA menjelaskan, Kampung Tangguh yang berada di Kelurahan Betet sudah berdiri dan sudah ada semenjak ada wabah Covid-19. Untuk warga Kelurahan Betet Kecamatan Pesantren Kota Kediri, yang terpapar Covid-19 hanya satu orang dari jumlah penduduk Kelurahan Betet sekitar 5.600 orang.(atc/had)
30 May 2020
210 Orang di Tulungagung Jalani Test Swab Lewat Mobile PCR
Radio ANDIKA - Sebanyak 200 lebih warga di Tulungagung menjalani test swab di Wisma RSUD Dokter Iskak menggunakan Mobile PCR bantuan pemerintah Propinsi Jawa Timur. Ratusan orang itu terdiri dari PDP, tenaga medis di puskesmas penyangga dan tim surveilance dari dinas kesehatan yang bersentuhan langsung dengan pasien.
Hasil swab akan bisa diketahui dalam waktu dua hari, lebih cepat dari sebelumnya karena harus menunggu 7 hari atau lebih.
 
Drs. BAMBANG TRIONO Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung ketika On Air di Radio ANDIKA mengatakan, mobil tiba pada hari Jumat kemarin sekitar jam 12.00 WIB dengan jumlah kru 9 orang. 
Kedatangan tim tersebut diterima langsung Bupati MARYOTO BIROWO di Pendopo Kongas Arum Kusumaning bangsa.
 
Kegiatan ini merupakan tahapan awal karena Kabupaten Tulungagung termasuk yang mendapatkan perhatian dari Pemprov Jawa Timur. Dengan hasil swab yang dapat diketahui lebih cepat dari sebelumnya, akan mempermudah tim gugus tugas kabupaten untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
 
Sebelumnya Pemprov Jawa Timur mendapatkan bantuan dua kendaraan PCR dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19. Dua kendaraan Combat PCR itu langsung dikirim ke dua kabupaten, masing-masing Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Tulungagung.(eko/daf)
30 May 2020
Disdikpora Tulungagung Tunggu Instruksi Pemerintah Terkait Jadwal Belajar Mengajar di Sekolah
Radio ANDIKA-Kebijakan masuknya siswa tingkat SD dan SMP ke sekolah di wilayah Tulungagung masih belum ditentukan. Hal ini dikarenakan situasi masih pandemi virus corona. 
 
Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tulungagung, HARYO DEWANTO WICAKSONO,  saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan kebijakan pembelajaran disekolah masih menunggu hasil koordinasi dengan Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tulungagung. Sampai hari ini belum ada kepastian pembelajaran disekolah akan dimulai kembali. Sesuai edaran dari Pemprov Jatim, siswa masuk kembali mulai 2 Juni 2020. Sedangkan dari Kemendikbud, sebagian besar daerah masih akan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), terutama di daerah zona merah dan kuning. Sementara itu, kegiatan belajar tatap muka mungkin dilakukan di zona hijau Covid-19. Sehingga saat pembelajaran dimulai akan dilakukan melalui jarak jauh/ daring.
 
Apabila situasi sudah kondusif, sekolah akan disterilkan terlebih dahulu seperti dilakukan penyemprotan disinfektan, dibersihkan, disiapkan tempat cuci tangan dan diwajibkan memakai masker. Kebijakan lain yang akan dilakukan, siswa akan dimasukkan separuh dulu, sementara sisanya libur. Hal ini untuk mengurangi adanya siswa yang terlalu banyak di sekolah.(stm/eko/daf)
Page 1 of 850      1 2 3 >  Last ›