Berita- Info ANDIKA

29 March 2020
Tingkat Kepatuhan Masyarakat Kota Kediri Masih 60%, dalam Mentaati Aturan Mengantisipasi Virus Corona
Radio ANDIKA - Pemerintah Kota Kediri, berupaya keras untuk menekan penyebaran visrus corona (covid 19) diwilayah Kota Kediri, dengan berbagai upaya seperti menghimbau masyarakat agar tetap berada didalam rumah, serta penyemprotan disinfektan disemua titik di Kota Kediri. Sehingga, penyebaran virus corona di Kota Kediri masih belum parah penyebarannya.

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid 19 di Kota Kediri, dr FAUZAN ADIMA berharap, pihaknya bisa mengurangi bahkan menghentikan penyebarannya. Mulai dari sosialisasi tentang corona dan pencegahannya, Kemudian juga ada surat edaran untuk mengurangi aktifitas di luar rumah (stay at home), penutupan tempat-tempat yang berpotensi mengumpulkan orang banyak, kemudian juga penyemprotan desinfektan, dan penyediaan sarana cuci tangan memakai sabun yang ditempatkan disemua titik di Kota Kediri. Semua itu untuk mencegah dan mengurangi penyebaran virus corona tersebut.. 
 
Namun, dengan semua upaya dari Pemerintah Kota Kediri tersebut, jika tanpa adanya bantuan dan ketaatan masyarakat, maka penyebaran virus corona tersebut masih tinggi. Menurut pengamatan dr FAUZAN ADIMA, tingkat kepatuhan masyarakat dalam mentaati aturan dari Pemerintah Kota Kediri masih kurang. Tingkat Kepatuhan Masyarakat Kota Kediri masih 60 %. Sehingga penyebaran virus corona di Kota Kediri, masih belum bisa dikendalikan.

Tingkat ketidakpatuhan masyarakat Kota Kediri dalam aturan itu terlihat, masih banyaknya pengunjung mall, Café dan warung masih ada yang buka, Sholat Jum’at dan sholat berjama’ah juga masih ada, kemudian, mantenan/ijab kabul masih dilaksanakan, Rrapat RT dan arisan-arisan, tempat nongkrong masih buka, balapan liar masih ada, serta stasiun dan terminal juga masih ramai masyarakat. Hal itu yang menjadi tolok ukur penyebaran virus corona di Kota Kediri masih sulit  dikendalikan. Harapannya, masyarakat Kota Kediri patuh dengan aturan Pemerintah Kota Kediri, agar penyebaran virus corona tidak semakin meluas di Kota Kediri.(atc/had)
29 March 2020
Pemeriksaan Awal Gejala Corona Bisa Dilakukan Di Puskesmas
Radio ANDIKA - Meningkatnya kasus virus corona di Indonesia membuat banyak orang panik dan ingin memeriksakan diri. Tetapi, hanya mereka yang pernah mengunjungi negara lain yang terdampak corona, atau pernah bersentuhan langsung dengan pasien suspect Covid-19 yang wajib memeriksakan diri.
 
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pananganan Covid-19 Kabupaten Kediri, dr. AHMAD KHOTIB ketika On Air di Radio ANDIKA mengatakan, rumah sakit rujukan terkait penanganan virus corona Covid-19, saat ini hanya menangani pasien yang sudah diindikasikan memiliki gejala penyakit virus corona saja.
 
Apabila ada masyarakat umum yang ingin memeriksakan diri, bisa ke Puskesmas terdekat. Ketika hasil pemeriksaan atau screening memiliki gejala penyakit virus corona maka akan dibawa ke rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah. (had/ikj)
 
29 March 2020
Pemkab Kediri, Terapkan Sistem Shift Bagi ASN Selama Kabupaten Kediri Zona Merah Corona
Pemerintah Kabupaten Kediri, menerapkan system Shift untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri, selama Kabupaten Kediri diterapkan sebagai zona merah dalam penyebaran virus corona (covid 19). Penerapan sistem shift tersebut dimaksudkan agar tidak banyak kontak antar ASN saat berada ditempat kerja. Sehari masuk kerja, dan sehari diliburkan. Penyebaran Virus Corona di Kabupaten Kediri, cukup mengkhawatirkan, sehingga Pemerintah Kabupaten Kediri mengambil langlah-langkah cepat untuk mengantisipasi dan mengurangi penyebaran virus corona diwilayah Kabupaten Kediri.
 
KRISNA SETIAWAN, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kediri sangan serius dalam menangani penyebaran virus corona diwilayah Kabupaten Kediri. KRISNA berharap, para ASN juga bekerja seperti biasanya, saat berada di jam masuk kerja. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kediri sedang melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa wilayah di Kabupaten Kediri, untuk mengantisipasi dan mengurangi penyebaran virus corona (covid 19) di Kabupaten Kediri. KRISNA berharap pada warga Kabupaten Kediri, agar selalu taat dengan aturan yang telah dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Kediri, agar tetap berada didalam rumah, guna menekan penyebaran virus corona (covid 19).(atc/had)
29 March 2020
Pemerintah kabupaten Kediri, Rawat Kepala Dinas Kesehatan Terpapar Virus Corona
Radio ANDIKA - Pemerintah Kabupaten Kediri, mulai kemarin, langsung melakukan perawatan terhadap dr. BAMBANG TRIONO PUTRO, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri yang terpapar positif virus corona (covid 19). 

Bahwa berdasarkan hasil test dan mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas untuk pencegahan penularan, maka dr. BAMBANG TRIONO PUTRO, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri terkonfirmasi Covid - 19 saat ini sedang dirawat intensif di RSUD SLG Kabupaten Kediri dan dalam kondisi baik. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid - 19 Kabupaten Kediri, dr. AHMAD KHOTIB mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah - langkah yang diperlukan untuk menindaklanjuti hal tersebut terutama guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid - 19. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri, KRISNA SETIAWAN mengatakan, pihaknya berharap, masyarakat agar lebih tenang dalam menyikapi adanya virus corona. Yang terpenting, masyarakat harus mematuhi aturan dari Pemerintah Kabupaten Kediri agar tidak berada diluar rumah. (atc/vin)
28 March 2020
Depresi, Pemuda Nganjuk Terjun ke Sungai Brantas
Radio ANDIKA - AGUNG ANDRI ASMOKO, pemuda asal Desa Trayang Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk menceburkan diri ke sungai Brantas. AGUNG melompat dari perahu tambangan sekitar jam 07.30 WIB tadi pagi. Menurut keterangan pihak keluarga, semenjak pulang kerja dari Kalimantan AGUNG mengalami depresi.
 
Kapolsek Ngronggot Polres Nganjuk, AKP SUGENG SUHARYONO mengatakan, tadi pagi AGUNG naik perahu tambangan dari arah timur Sungai Brantas. Saat berada di tengah sungai, AGUNG tiba-tiba terjun ke dalam sungai
 
Dua orang warga yang mengetahui kejadian ini tidak berani melakukan pertolongan. Karena arus Sungai Brantas yang deras. Hingga sore tadi, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk dan TNI-Polri yang melakukan pencarian, belum membuahkan hasil. Pencarian akan dilanjutkan besok. (had/adr)
28 March 2020
Gugus Tugas Bantah Tidak Punya APD
Radio ANDIKA-Sebuah unggahan di media sosial menjadi viral karena menggambarkan seorang petugas medis di Puskesmas Ngadiluwih Kabupaten Kediri mengenakan Alat Pelindung Diri-APD dari jas hujan serta sepatu yang dibungkus dengan tas plastik. Sejumlah netizen memberikan komentar beragam tentang foto yang viral tersebut.
 
dr. AHMAD KHATIB juru bicara sementara gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, foto yang beredar itu hanya diperuntukkan kegiatan sesi foto atau selfie saja. Bukan menunjukkan bahwa  pakaian tersebut layak digunakan untuk APD penanganan pasien terinfeksi Covid 19.
 
Semua petugas medis dalam pelayanannya tetap menggunakan APD standard sepeti masker jenis N-95, sarung tangan maupun baju hazmat saat menangani pasien diduga terinfeksi virus Covid 19.
Tetapi dalam kondisi tertentu pakaian tersebut bisa digunakan tenaga perawat atau  petugas pelayanan yang menangani pasien infeksi ISPA ringan dengan gejala batuk atau pilek.
 
AHMAD KHATIB menambahkan, saat ini sudah tersedia baju hazmat yang standard digunakan oleh tenaga medis, dokter atau perawat yang bertugas menangani ODP. Hanya saja baju ini jumlahnya memang cukup terbatas karena puskesmas harus melakukan pengadaan secara mandiri.
Bagi Puskesmas yang sudah melakukan sertifikasi BLUD ( Badan Layanan Umum Daerah ) seluruhnya sudah tersedia baju hazmat beserta perlengkapannya, meskipun penggunaannya hanya pada saat darurat seperti saat penanganan pasien Covid 19. Nantinya pengadaan APD standard seperti baju hazmat akan dilakukan secara bertahap karena fungsinya sangat penting.(eko-dip)
28 March 2020
Kota Kediri Zona Merah, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Radio ANDIKA - Walikota Kediri, ABDULLAH ABUBAKAR mengumumkan  satu warga Kota Kediri positif terinveksi virus corona di Kota Kediri. Warga tersebut seorang PNS dan berdomisili di Tinalan, Pesantren, Kota Kediri.

dr. FAUZAN ADIMA M.Kes, Kepala Dinkes Kota Kediri sekaligus sebagai Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 saat On air di Radio ANDIKA mengatakan pasien positif corona di Kota Kediri baru diumumkan secara resmi oleh Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, ACHMAD YURIANTO sore tadi. Saat ini pasien dirawat di ruang isolasi RSUD Kabupaten Kediri. Berdasar pantauan, kondisi pasien masih bagus.

Pasien dinyatakan positif terinfeksi corona berawal dari tanda-tanda yang dikeluhkan seperti demam, batuk dan pilek. Selain itu karena punya riwayat kontak erat dengan penderita Covid-19 asal Pare, Kediri. Selanjutnya dilakukan swap tenggorokan, diketahui hasilnya positif. Setelah dinyatakan data pasien positif, maka dilakukan tracing. Dengan siapa saja pasien melakukan kontak erat. Terutama keluarga, orang terdekat dan teman kerja. Disamping itu juga dipantau kondisinya sehat atau ada gejala demam dan flu. Rapid tes juga akan dilakukan.

dr. FAUZAN ADIMA juga menghimbau kepada masyarakat tetap tenang dan tidak panik dengan adanya pasien positif terinfeksi corona di Kota Kediri. Disarankan warga tetap berada di rumah saja. Kalau tidak ada kepentingan yang urgent, lebih baik tetap dirumah. Diingatkan juga supaya selalu makan makanan bergizi, berdoa dan beribadah agar sistem imun juga meningkat.(stm/had)
28 March 2020
Walikota Kediri Umumkan Satu Warganya Positif Covid-19
Radio ANDIKA - Walikota Kediri, ABDULLAH ABU BAKAR hari ini mengumumkan, salah satu warga Kota Kediri positif terinfeksi virus Corona. Pasien yang positif corona berdomisili di Kecamatan Pesantren. Artinya Kota Kediri masuk dalam salah satu wilayah zona merah pandemi Covid-19 di Jawa Timur. Walikota meminta warga Kota Kediri patuhi semua protokol dan surat edaran untuk pencegahan Covid-19, agar pandemi Corona ini tidak meluas.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr. FAUZAN ADIMA M.Kes mengatakan, pihaknya akan melakukan tracing dan penyelidikan epidemiologi terkait kasus tersebut, warga yang pernah kontak erat dengan pasien tersebut akan dilakukan rapid test. Petugas akan melakukan penyemprotan desinfektan di lokasi rumah pasien. Masyarakat tidak perlu panik, yang terpenting tetap tinggal di rumah agar tidak terpapar virus Corona.

Walikota Kediri ABDULLAH ABUBAKAR juga berpesan, jika nanti pasien ini sudah sembuh, jangan ada stigma di masyarakat. Karena covid-19 ini bukan aib. Masyarakat yang merasa pernah punya kontak erat dengan pasien juga lebih baik jujur, agar semakin mudah ditangani.(atc/stm)
28 March 2020
Satu Warga Kota Kediri Positif Corona
Radio ANDIKA - ANTO CRISTIAN  dari melaporkan dari Coment Center Pemerintah Kota Kediri. Ada salah satu warga Kota Kediri yang positif terinfeksi virus Corona. Pasien tersebut merupakan warga Kelurahan Tinalan Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Wali Kota Kediri, ABDULLAH ABU BAKAR menghimbau agar semua warga mematuhi protokol tentang pencegahan virus Corona.(dip/had)
 
28 March 2020
DPRD Kabupaten Kediri Setujui Anggaran Tak Terbatas Demi Perangi COVID-19
Radio ANDIKA - DPRD Kabupaten Kediri berkomitmen  mendukung upaya yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi wabah Virus Corona dengan berbagai cara. Berapapun anggaran dana yang diminta Pemkab Kediri untuk penanggulangan Virus Corona, DPRD akan menyetujui melalui fasilitas dana tidak terduga (DTT) dan anggaran mendahului perubahan APBD.

DODI PURWANTO, Ketua DPRD Kabupaten Kediri melalui On Air di Radio ANDIKA mengatakan, pimpinan dewan sudah menggelar rapat koordinasi dengan ketua fraksi dan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kabupaten Kediri. Awalnya, anggaran diajukan sebesar Rp 20 Miliar untuk pengadaan APD (alat pelindung diri) dan sarana pendukung bagi tenaga medis, non medis dan relawan. Tapi karena angka itu dirasa kurang, DPRD menyarankan agar penetapan anggaran didasarkan prinsip bottom-up atau berasal dari pengajuan masing-masing puskesmas dan rumah sakit. Kebijakan itu diambil untuk mendukung percepatan penanganan virus corona. Apalagi Kabupaten Kediri sudah masuk dalam zona merah. Sementara fakta di lapangan kalangan dewan juga prihatin dengan adanya tenaga medis yang memakai APD dari bahan tidak layak, seperti jas hujan dan tas kresek.

Kebijakan kelonggaran pengajuan anggaran itu sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 4 tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta PBJ dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19. Instruksi Presiden ini untuk melawan semakin meluasnya penyebaran wabah COVID-19. Ketua DPRD Kabupaten Kediri DODI PURWANTO mengatakan, saat ini estimasi APD yang dibutuhkan mencapai sekitar 2500 unit. Rinciannya, RSUD Pelem Pare membutuhkan sejumlah 1000 APD, RSUD SLG mencapai 500 APD, sedangkan Dinkes dan 37 puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Kediri total sekitar 1000 unit APD. (adr/had)
Page 1 of 789      1 2 3 >  Last ›