Berita- Info ANDIKA

03 April 2020
Antisipasi Wabah Virus Corona, Warga Setonopande Kota Kediri Gelar Doa Bersama
Radio ANDIKA - Cara unik dilakukan warga Kelurahan Setonnopande Kota Kediri, dalam mengantisipasi penyebaran wabah virus corona (Covid-19). Seperti yang dilakukan warga di Kelurahan Setonopande Kecamatan Kota Kediri, dini hari tadi. Beberapa warga dan perangkat Kelurahan Setonopande Kota Kediri, dengan cara berjalan kaki keliling kampung, kemudian di tiap sudut empat penjuru kampung, mereka memanjatkan doa bersama – sama.

Lurah Setonopande, WIDYAPURNA NUR HUDA mengatakan, dirinya memberikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan warganya. Sedikitnya sekitar 30 warga diantaranya perwakilan LPMK, para Ketua RW, Ketua RT, tokoh masyarakat dan tokoh agama menggelar acara doa bersama tersebut. Namun, doa bersama itu menjadi unik, lantaran mereka melakukan seperti ritual bersih desa. Berkeliling dengan cara jalan kaki, kemudian di setiap sudut penjuru berhenti untuk memanjatkan doa. 
 
Lurah Setonopande menambahkan, hal ini merupakan yang keduakalinya dilakukan warga sebagai upaya memohon kepada ALLAH, agar segera diangkat musibah Covid–19. Kemudian masyarakat khususnya Setonopande bisa hidup seperti sediakala. Apalagi sebentar lagi akan memasuki Bulan Ramadhan agar bisa menjalankan ibadah dengan sempurna. Selain melakukan berdoa bersama, pihak kelurahan juga melakukan sosialisasi kepada warga untuk menjaga pola hidup sehat. Menjaga kebersihan anggota tubuh, meminta warga menjaga jarak aman agar tidak terjadi kontak langsung serta tidak bergerombol.(atc/had)#
02 April 2020
Tidak Ada Penambahan Pasien Positif Di Jatim
Radio ANDIKA - Dr. dr JONI WAHYUHADI Sp. BS - Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Provinsi Jatim menegaskan tidak ada penambahan pasien positif Covid-19 di Jawa Timur per hari ini, Kamis 2 April 2020.  Tetapi jumlah ODP dan PDP masih mengalami kenaikan.
 
Saat ON AIR di Radio ANDIKA, JONI WAHYUHADI meminta seluruh masyarakat dapat mengikuti himbauan pemerintah setempat untuk menerapkan Physical Distancing, menggunakan masker apabila terpaksa keluar rumah untuk hal darurat. Selain itu juga selalu cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air yang mengalir.
 
JONI berharap, tidak ada penambahan pasien positif Covid-19 itu pertanda baik. Ini adalah suatu tanda bahwa sudah muncul herd immunity atau kekebalan suatu kelompok masyarakat untuk melawan virus dalam tubuh mereka. Dia menyayangkan, masih banyak masyarakat yang tidak patuh terhadap himbauan pemerintah. Apalagi soal menjaga jarak dan pemakaian masker ketika ada di keramaian. Padahal penularan Covid-19 bisa melalui droplet atau percikan air liur orang positif terinfeksi virus ini.
 
Selain itu, Pemrov Jatim akan memberikan perhatian khusus untuk BMI (Buruh Migran Indonesia) yang datang ke Jawa Timur. Protokol kesehatan pun telah disiapkan untuk kedatangan WNI dari berbagai negara termasuk, Malaysia. Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan Pemrov Jatim.(eva/eko)
02 April 2020
Pemkot Kediri Fungsikan Gedung Poltek Jadi Ruang Observasi Covid-19
Radio ANDIKA-Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar meninjau persiapan ruang observasi yang bertempat di Gedung Kampus I Politeknik Kediri. Ruang observasi ini diperuntukkan bagi warga Kota Kediri yang menjadi pekerja migran atau orang-orang dari daerah epicentrum. Saat meninjau, Walikota Kediri didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu dan beberapa Kepala OPD terkait.
 
Di ruang observasi ini telah disiapkan 8 ruangan dengan kapasitas kurang lebih 50 bed. Selain itu di ruang observasi ini juga terdapat kurang lebih 15 kamar mandi yang siap untuk digunakan. Adapula fasilitas tempat cuci tangan yang ada di ruang observasi. Walikota Kediri menjelaskan nantinya warga Kota Kediri yang menjadi pekerja migran atau warga yang datang ke Kota Kediri akan di karantina selama 14 hari di ruang observasi.
 
Kedepan, Walikota Kediri mengatakan bus harus menurunkan penumpang di terminal. Bus sudah tidak boleh lagi menurunkan penumpang sembarangan. Walikota meminta kepada seluruh masyarakat mentaati aturan, instruksi yang telah diberikan pemerintah untuk keselamatan seluruh masyarakat Kota Kediri.(atc/eko)
02 April 2020
Pemerintah Kota Kediri, Belum Terapkan Rapid Test Massal
Radio ANDIKA - Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Fauzan Adima mengatakan Pemerintah Kota Kediri belum melakukan rapid test massal, karena rapid test ini idealnya untuk melakukan tracing. Mengingat kebutuhan begitu banyak dan persediaannya terbatas, rapid test tidak dilakukan secara massal. 

Gugus Tugas Percepatan Penangan Virus Corona Kota Kediri tetap memperkuat tracingnya. Prioritasnya adalah tenaga medis yang merawat pasien positif Covid-19, pasien dalam pengawasan, orang dalam pemantauan dan orang-orang yang kontak erat beresiko rendah.
 
Terkait alat pelindung diri (APD) dan keadaan tenaga medis di Kota Kediri, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. FAUZAN ADIMA menjelaskan, di awal-awal merebaknya virus Corona, stok APD memang kosong. Tetapi saat ini pengiriman  APD sudah lancar dan persediaan juga cukup. Kendalaan yang sekarang ditemui ara tenaga medis adalah kelelahan fisik dan psikis bisa. Meski demikian, kendala tersebut bisa teratasi berkat dukungan yang luar biasa dari masyarakat Kota Kediri. Banyak masyarakat yang donasi berupa makanan, APD dan vitamin. Hal Ini cukup memberi support yang positif, bagi para tenaga medis di Kota Kediri.(atc/rom)
02 April 2020
Rawat Pasien Covid-19, RSUD Gambiran Dilengkapi Ruang Isolasi Khusus 
Radio ANDIKA - Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri kini dilengkapi ruang isolasi khusus untuk merawat pasien yang terjangkit Covid-19 atau virus Corona. Masyarakat diminta tak perlu khawatir dengan sarana pelayanan kesehatan dalam kondisi siaga saat ini. Direktur RSUD Gambiran dr. Fauzan Adhima, M.Kes. mengatakan saat ini tersedia 32 bed (tempat tidur) di ruang isolasi. Terdiri dari 6 bed di ruang isolasi Instalasi Gawat Darurat, 8 bed di ruang isolasi tekanan negatif, dan 18 bed di ruang isolasi biasa. 
 
Ruang isolasi tekanan negatif adalah ruangan khusus yang dilengkapi teknik isolasi untuk mencegah kontaminasi silang dari kamar ke kamar. Ventilasi di dalam ruangan ini menghasilkan tekanan negatif lebih rendah dari lingkungan sekitar, untuk memungkinkan udara mengalir ke ruang isolasi tetapi tidak keluar ruangan. 
 
Teknik isolasi ini dipergunakan oleh rumah sakit yang memiliki standar operasional bagus, dan digunakan untuk mengisolasi pasien dengan penyakit menular melalui udara seperti TBC, campak, cacar air, Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS-CoV), Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV) influenza, dan penyakit Corona virus (Covid-19).
 
Dr.  Fauzan Adhima menambahkan, ada beberapa alur tindakan di rumah sakit sebelum pasien dinyatakan positif atau negatif terinfeksi Covid-19. Deteksi pasien suspect virus ini dapat dimulai dari orang yang melakukan perjalanan dari negara terjangkit dan atau temuan gejala di wilayah Indonesia.(atc/rom)
02 April 2020
Pasien Positif Corona Kabupaten Kediri Terus Membaik
Radio ANDIKA - Juru Bicara Gugus Tugas Corona Kabupaten Kediri, dr AHMAD CHOTIB, membantah informasi adanya warga Kabupaten Kediri yang sudah sembuh dari virus corona. Sebab sampai saat ini dua pasien yang dinyatakan positif, satu diantaranya masih mendapat perawatan di RSUD Pare dan yang satu sudah meninggal dunia. Kedua pasien tersebut warga Pare Kediri. Untuk pasien yang sedang dirawat kondisinya semakin hari semakin membaik. 
 
Pasien nomer dua terinveksi corona ini sesuai trackingnya pulang bekerja dari Bekasi, karena merasa kurang enak badan dia memeriksakan diri ke RSUD Pare. Semenjak itu pasien nomer dua ini menjalani perawatan dan dinyatakan positif. 
 
Sejauh ini Pasien Dalam Pengawasan ( PDP) asal Kabupaten Kediri yang dirawat sebanyak lima orang. Satu orang dirawat di RS Gambiran, dua orang di rawat di RSUD Pare dan dua orang dirawat di RS HVA Tulungrejo Pare. Kelimanya dirawat sesuai dengan prosedur pasien corona. Kondisi mereka semakin hari semakin membaik. Untuk ketersediaan APD di rumah sakit rujukan masih tercukupi, namun di Puskesmas dan Klinik sangat terbatas. (ikj/daf)
 
02 April 2020
UPTD Pasar Kabupaten Kediri, Wajibkan Pedagang Gunakan Masker
Radio ANDIKA - Kepala UPTD Pasar Kabupaten Kediri, TITO BUDI, M.M., menjelaskan terkait dengan sosialisasi penggunaan masker di lingkungan Pasar diwilayah Kabupaten Kediri. Hampir semua pasar di Kabupaten Kediri, sudah diberi sosialisasi oleh muspika, terkait dengan penggunaan masker untuk semua pedagang. Setiap pasar di wilayah Kabupaten Kediri juga sudah disiapkan wastafel, papan himbauan, dan semua pedagang sudah diberi masker. Kesehatan para pedagang juga sudah dipantau oleh puksesmas terdekat.

Petugas pasar juga melakukan penjagaan di gerbang pasar. Setiap orang diwajibkan mencuci tangan ketika masuk dan keluar dari pasar. Setiap pasar juga mendapatkan bantuan watafel besar, dan sudah dibagikan ke 18 pasar di wilayah Kabupaten Kediri. Petugas pasar juga sering mengingatkan pada warga maupun pedagang, agar sering mencuci tangan.

Hingga saat ini memang masih belum ada pengecekan suhu tubuh pada warga yang berkunjung ke pasar maupun para pedagang. Namun menurut TITO, hal itu sudah dalam rencana. Hari ini, akan ada pembagian masker bagi pedagang diseluruh Pasar diwilayah Kabupaten Kediri, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona. (atc/nis)
02 April 2020
Nganjuk Masuk Zona Merah, Empat Warga Positif Corona Radio ANDIKA - Wakil Bupati Nganjuk, DR. Drs. H. MARHAEN DJUMADI S.E., S.H., M.M., M.BA, mengatakan, 4 warganya positif Covid-19. Dua orang pasien berasal dari wilayah Gondang, sedangkan sisanya dari Prambon dan Patianrowo. Saat ini mereka dirawat di RSUD Nganjuk. Diduga mereka terpapar Covid-19 setelah mengikuti pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada 9-18 Maret lalu.

Hal ini diketahui, saat mereka mengalami batuk-batuk selesai mengikuti pelatihan. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya mereka positif Covid-19. Gerak cepat Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk dengan melakukan rapid test kepada keluarga pasien. Sejauh ini hasilnya negatif. Tapi mereka tetap diharuskan melaksanakan isolasi mandiri. Dengan adanya kejadian ini, MARHAEN DJUMADI ikut prihatin. Harapannya supaya kegiatan yang mengundang massa ataupun kerumunan, meski itu kegiatan formal perlu ditiadakan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk kini berkoordinasi dengan kepala desa, puskesmas dan dinas kesehatan untuk melakukan isolasi, terutama pada daerah sekitar tempat tinggal keempat pasien positif Corona. Selain itu juga dilakukan tracing atau penelusuran terhadap seluruh kontak yang pernah dilakukan pasien. MARHAEN mengatakan, selain empat positif Covid-19, di wilayah Nganjuk saat ini terdapat  8 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 27 orang dalam pemantauan (ODP).(stm/adr)

01 April 2020
Pasien Positif Corona Tulungagung Curhat Usai Dinyatakan Sembuh Radio ANDIKA - Setelah sembuh dari virus corona, Pak AGUNG HARTADI warga asal Bandung Tulungagung tetapi domisili di Jepun Tulungagung berbagi pengalaman melalui On Air Radio ANDIKA selama menjalani masa isolasi.

Setelah menjalani masa isolasi di RSUD dr ISKAK Tulungagung, akhirnya dinyatakan sembuh. Awalnya Pak AGUNG pulang dari Umroh. Kemudian tanggal 13 Maret 2020 atau lima hari setelah kepulangannya dari tanah suci Pak AGUNG merasakan gejala batuk dan demam, saat periksa di RSUD dr ISKAK gejala mengarah ke corona covid 19. Akhirnya langsung dilakukan penindakan dengan isolasi di rumah sakit, dilakukan test darah dan swab.
Perasaan selama di isolasi di rumah sakit, Pak AGUNG merasa sepi. Dukungan dari keluarga selalu support dan memberi motivasi.

Saat diitanya di mana terpapar Covid-19, dirinya menceritakan ada dua kemungkinan yang diduga kuat tertular virus yang kini menjadi pandemi global itu. Pertama saat di makkah dan sholat berjamaah dengan orang dari berbagai negara. Di dekat pak AGUNG ada orang batuk dengan nafas terlihat sesak. Karena sedang sholat, tidak bisa menjauh. Kedua, saat di pesawat menuju ke Surabaya. Bangku berisi tiga orang, salah satu penumpang yang tidak dikenal tiba-tiba sesak sampai memanggil pramugari untuk minta pertolongan. Kemudian diberi pertolongan dengan diolesi semacam ramuan.

Sampai saat ini Pak AGUNG masih menjalani aktivitas karantina mandiri di rumahnya di Kelurahan Jepun. Pak AGUNG tetap jaga jarak terutama dari keluarga terdekat. Tidak boleh bersinggungan langsung, bahkan peralatan makan juga sendiri.

Pak AGUNG saat ini dinyatakan sembuh, dan menanti hasil test kedua menghimbau masyarakat jangan menganggap remeh virus corona. Jika dibandingkan dengan penyakit influenza memang mirip. Bedanya, jika flu hanya mengalami demam, Pak AGUNG mengalami demam yang terlalu tinggi dengan rasa ngilu yang sangat kuat ditambah serasa sesak atau berat bernafas. Menurutnya, informasi yang tidak akurat sangat mengganggu psikis. Jangan terlalu takut, dan patuhi protokol dari pemerintah. (sha/daf)


01 April 2020
Pemkot Kediri dan Si Jamal Bantu Sayur dan Lauk Mentah Warga Diisolasi di Perum Permata Jingga
Radio ANDIKA - Memasuki hari ke-empat isolasi lingkungan di kompleks Perumahan Permata Jingga, Kota Kediri, Pemerintah Kota Kediri dan Si Jamal turun tangan untuk memberikan bantuan berupa sayuran dan lauk mentah bagi 122 KK di perumahan tersebut. Si Jamal adalah akronim dari Sinergi untuk Jaring Pengaman Sosial, sebuah gerakan amal Pemerintah Kota Kediri yang menggandeng sejumlah lembaga amil zakat dan infaq. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr FAUZAN ADHIMA M.Kes mengatakan, bantuan sembako sudah ada dari Dinas Sosial Kota Kediri, dan hari ini Pemerintah Kota Kediri dan Si Jamal yang menyalurkan sayuran dan lauk mentahnya.

Karena isolasi lingkungan, warga Perumahan Permata Jingga memang tidak bisa keluar untuk membeli bahan makanan dan lauk pauk, peran Si Jamal membuat warga yang berada di perumahan Permata Jingga bisa tenang sepanjang 14 hari masa isolasi lingkungan. dr FAUZAN juga menambahkan, pihaknya juga menyiapkan mobil ATM keliling di depan gerbang perumahan, sehingga warga juga masih bisa melakukan transaksi perbankan atau mengambil uang jika dibutuhkan.(atc/stm)
Page 1 of 793      1 2 3 >  Last ›