Berita- Info ANDIKA

25 April 2019
Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Neyama Radio ANDIKA - Sekitar jam 17.00 WIB, sejumlah pendengar Radio ANDIKA mengirimkan foto dan video upaya penyelamatan seorang perempuan yang menceburkan diri ke Sungai Neyama, Besuki, Tulungagung. Pak SUGITO, Pak YONO dan sejumlah netizen bertanya kebenaran berita dan video tersebut. Gatekeeper mengkonfirmasi jajaran Polsek Besuki terkait kejadian ini.   

Ternyata, kejadiannya sekitar jam 10.45 WIB siang tadi, ada orang yang mencoba bunuh diri di Bendungan Niama, Besuki,Tulungagung. AIPTU NUR MUHAIMIN, Kasi Humas Polsek Besuki Tulungagung menyampaikan, warga yang mencoba bunuh diri bernama SUNARSIH, usia 42 tahun, warga Dusun Jambu, Desa Pelem, Campurdarat, Tulungagung.

Waktu itu, ada warga Besuki yang melihat SUNARSIH menaiki pagar pembatas Jembatan Neyama. SUNARSIH langsung menceburkan diri ke aliran Sungai Neyama yang kedalamanya mencapai 20 sampai 25 meter.
Mengetahui ada orang menceburkan diri, ROHMAD SASONGKO, seorang nelayan, warga Sidem, Besole, Besuki, Tulungagung yang kebetulan ada di pinggir sungai langsung terjun berupaya menyelamatkan korban dibantu sejumlah warga lainnya. Setelah berhasil dipingirkan, SUNARSIH diangkat ke atas sungai dan langsung dibawa ke Puskesmas Besuki. Setelah dirawat, kondisi SUNARSIH sudah membaik dan bisa diajak berbicara.

Berdasarkan keterangan pada polisi, SUNARSIH nekat mencoba bunuh diri karena sedang dililit banyak hutang. Keluarga SUNARSIH yang menjemput juga membenarkan keadaan ini. Sampai saat ini keluarga masih terus mendampingi SUNARSIH yang emosinya masih belum stabil sepenuhnya. (rom/vin)
25 April 2019
TPID Kota Kediri, Sidak Harga Bawang Merah dan Putih di Pasar Grosir
Radio ANDIKA - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri menggelar sidak ke beberapa pedagang di Pasar Grosir untuk terus memantau harga bawang merah dan bawang putih, diwilayah Kota Kediri. Hal ini dilakukan agar lonjakan harga bawang putih dan bawang merah bisa terus ditekan.
 
Kepala Barenlitbang Kota Kediri EDI DARMASTO mengatakan pantauan dari sidak yang dilakukan harga bawang putih di Pasar Grosir masih berada di kisaran harga Rp 36.000 hingga Rp 39.000. Hal ini masih mencerminkan harga yang belum terlalu turun. EDI DARMASTO mengungkapkan dengan kedatangan TPID Kota Kediri, bisa membuat psikologis para pedagang di grosir untuk tidak menjual terlalu tinggi. 

Dalam kesempatan ini, perwakilan dari KPWBI Kediri NASRULLAH mengatakan sidak ini menstimulasi para pedagang agar tidak menaikkan harga terlalu tinggi. Diharapkan dengan upaya-upaya yang telah  dilakukan termasuk operasi pasar bisa menurunkan harga.(atc)
25 April 2019
Wakil Wali Kota Mojokerto Menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-23
Radio ANDIKA - Wakil Wali Kota Mojokerto ACHMAD RIZAL ZAKARIA mewakili Wali Kota Mojokerto IKA PUSPITASARI menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Otonomi Daerah ke-23 Tahun 2019. Upacara digelar Kamis (25/4) di halaman Kantor Pemkot Mojokerto.
Upacara peringatan hari Otoda diikuti oleh jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto beserta asisten, segenap kepala OPD, Camat, Lurah, serta karyawan-karyawati di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.

Mengawali membacakan amanat dari Menteri Dalam Negeri TJAHJO KUMOLO, Cak RIZAL menyampaikan tema peringatan Hari Otoda 2019 yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik melalui penyelenggaraan otonomi daerah yang kreatif dan inovatif. TJAHJO menagatakan, tema peringatan ini, merupakan refleksi dari eksistensi dan ekspektasi masyarakat kepada pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk memberdayakan otonomi daerah dalam mewujudkan kemandirian, kemajuan dan kesejahteraan daerah.

Mendagri, lanjutnya, memberikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah dan masyarakat dengan telah mendukung terselenggaranya Pemilu serentak tanggal 17 April 2019 yang berjalan lancar, aman, dan tertib. TJAHJO juga berpesan, pasca pemungutan suara pemilu serentak ini diharapkan senantiasa menjaga suasana kondusif di masyarakat, sehingga pelayanan publik dan aktivitas pemerintahan terselenggara dengan aman, lancar dan terkendali.  (gk/art)
25 April 2019
Bayi Meninggal di Sananwetan, Blitar Radio ANDIKA - Kemarin Sore, sekitar jam 17.30 WIB, Jajaran Polres Blitar Kota menerima laporan adanya bayi yang ditemukan sudah meninggal dunia di Kelurahan  Rembang, Sananwetan, Kota Blitar. AKBP ADE WIRA NEGARA SIREGAR S.I.K., M.S.I., Kapolres Blitar Kota On Air di Radio ANDIKA menyampaikan, kronologisnya, Rabu Sore, sekitar jam 17.30 WIB, ada seorang perempuan usia 33 tahun bernama NIKEN, warga Kelurahan Rembang, Sananwetan, Blitar yang dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo, Kota Blitar. Perempuan tersebut mengeluarkan cairan ketuban dan mengalami pendarahan.

Diketahui, NIKEN sedang mengandung dengan usia kehamilan 8 bulan. Sewaktu diperiksa oleh dokter, indikasinya NIKEN baru saja melahirkan, tetapi bayi tidak ikut dibawa ke rumah sakit. Akhirnya polisi mengecek ke rumah NIKEN dan menemukan bayi di dalam kamar dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Petugas Polsek Sananwetan koordinasi dengan Reskrim Polres Blitar Kota dan membawa jenazah bayi tersebut ke rumah sakit untuk proses otopsi. Polisi masih mendalami keterangan NIKEN dan anggota keluarga lainnya untuk mengetahui apakah bayi tersebut meninggal dunia dalam kandungan atau setelah sesaat dilahirkan. (art/rom)

25 April 2019
Ketua PPK Kecamatan Semen, Kediri Tersengat Listrik

Radio ANDIKA - Tadi pagi, Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 di PPK Kecamatan Semen, Kediri sempat heboh karena Ketua PPK tersengat listrik. AIPTU DEDI SETIAWAN, Kasi Humas Polsek Semen, Kediri menyampakan, kejadian sekitar jam 07.30 WIB di gedung Balai Desa Puhsarang, Semen.

Kronologisnya, Pak SULISTYO, 48 tahun, warga Dusun Gunting, Desa Kedak, Semen, Kediri yang merupakan Ketua PPK Semen, Kediri, tadi pagi memulai persiapan Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu 2019, di Sekretariat PPK Semen. Pak SULIS membawa dua buah mikrophon yang sudah tersambung dengan kabel dan amplifier. Tiba-tiba korban langsung kejang-kejang dan terjatuh dalam posisi terlentang.

Mengetahui korban tersengat listrik, rekan-rekan PPK dan sejumlah saksi Parpol langsung berteriak-teriak dan berusaha mencabut steker aliran listrik. Petugas Puskesmas Semen yang dihubungi langsung datang dan memeriksa korban. Selanjutnya Pak SULIS dibawa ke Puskesmas Semen dengan ambulans untuk perawatan lebih lanjut.

Korban memang syok, tetapi masih bisa diajak berkomunikasi. Sekitar jam 10.00 WIB, Pak SULISTYO dirujuk ke RS Bhayangkara untuk perawatan yang lebih intensif. Saat ini, kondisi Pak SULISTYO sudah ebih stabil.(rom/vin)

25 April 2019
Harga Bawang Merah dan Putih Tinggi, TPID Kota Kediri Operasi Pasar
Radio ANDIKA - Pemerintah Kota Kediri melalui Disperdagin Kota Kediri dan Tim TPID Kota Kediri, mulai hari ini hingga 29 April, melakukan operasi pasar bawang merah dan bawang putih. Operasi pasar dilakukan, karena harga kebutuhan bawang putih dan bawang merah di pasaran cukup tinggi, hingga Rp. 40 ribu per kilogramnya. Pemerintah Kota Kediri, melalui Tim TPID Kota Kediri dan Disperdagin Kota Kediri, menyediakan 2 ton bawang merah dan bawang putih.
 
Dalam operasi pasar, Disperdagin Kota Kediri menjual bawang putih dengan harga Rp. 27 ribu per kilogramnya, dan bawang merah dengan harga Rp. 24 ribu per kilogramnya. ELLYN. T BRAHMANA, Tim TPID Kota Kediri mengatakan, diharapkan dengan adanya operasi pasar bawang merah dan bawang putih, harga bawang merah dan bawang putih dipasaran yang mencapai Rp. 40 ribu bisa turun. Operasi pasar dilakukan di tiga titik di wilayah Kota Kediri, yaitu di Bundaran Taman Sekartaji, depan TMP Jalan PK Bangsa Kota Kediri, dan di depan Lapangan Gajahmada Kota Kediri.(atc/eva)

 
24 April 2019
Jenazah Perempuan Telanjang Gegerkan Warga Lengkong Nganjuk Radio ANDIKA - Warga Lengkong Nganjuk digegerkan adanya penemuan sesosok jenazah perempuan dalam kondisi telanjang, sekitar jam 5 sore tadi. Jenazah itu ditemukan warga terhanyut di Sungai Widas di bawah Jembatan Lengkong. 

AKP TOMI HERMANTO, Kapolsek Lengkong Nganjuk yang dikonfirmasi Radio ANDIKA mengatakan, petugas yang tiba ke lokasi kemudian mengevakuasi jenazah ke RSUD Kertosono. Saat ini petugas masih melakukan otopsi terhadap jenazah. Sejauh ini belum diketahui identitas jenazah. Karena tidak ditemukan barang-barang atau kartu identitas di sekitar jenazah yang bisa menjadi petunjuk. Warga sekitar juga tidak ada yang mengenali jenazah tersebut. Diduga, Mrs X itu merupakan warga dari luar wilayah Lengkong. Tim Inafis Polres Nganjuk sudah melakukan upaya identifikasi terhadap jenazah. Salah satunya melalui penelusuran sidik jari yang terintegrasi ke dalam data kependudukan. Namun hasilnya nihil. Kemungkinan, korban belum melakukan perekaman e-KTP.

AKP TOMI mengatakan, hasil pemeriksaan awal petugas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh jenazah tersebut. Diperkirakan, perempuan itu meninggal belum terlalu lama atau belum ada 24 jam. Hal itu merujuk pada kondisi tubuh jenazah yang masih utuh dan belum terjadi pembengkakan. Ciri-ciri jenazah, perempuan usia sekitar 35 tahun, rambut lurus potongan cepak/pendek, kulit sawo matang agak gelap, tinggi sekitar 158 cm dan postur tubuh sedang. Sekilas, perawakannya nampak seperti laki-laki.

Bagi anda yang kehilangan anggota keluarga atau merasa mengenal perempuan dengan ciri-ciri tersebut, bisa menghubungi RSUD Kertosono Nganjuk atau melalui Gatekeeper Radio ANDIKA, telepon/WhatsApp 0354 778800. (adr/had)

*mohon maaf wajah tidak kami blur, karena identitas belum diketahui
24 April 2019
Plh Walikota Kediri, Tanda Tangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama
Radio ANDIKA - Plh Walikota Kediri BUDWI SUNU bersama 37 bupati/walikota se-Jatim menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama. Penandatanganan tersebut dilakukan dalam acara Rakor Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Penertiban Barang Milik Negara di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Pada acara tersebut, dilakukan tiga agenda penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama. Pertama, antara Bank Jatim dengan Pemda se-Jawa Timur. Kedua, Pemda se-Jawa Timur dengan Kanwil BPN Jawa Timur dan Kantor Pertanahan se-Jawa Timur. Ketiga, Pemda se-Jawa Timur dengan Kanwil Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jawa Timur I, II, III dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama se-Jawa Timur.

Rakor Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Penertiban Barang Milik Negara ini dihadiri oleh Wakil Ketua KPK BASARIA PANJAITAN, Gubernur Jawa Timur KHOFIFAH INDAR PARAWANSA, Dirut Bank Jatim R.SOEROSO, Kepala Daerah serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seluruh Jawa Timur.(atc/vin)
24 April 2019
Polda Jatim Menggelar 38 Adegan Rekonstruksi Mutilasi BUDI HARTANTO
Radio ANDIKA - Polda Jawa Timur hari ini melaksanakan 38 adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi BUDI HARTANTO. Reka ulang adegan dimulai dari lokasi pembunuhan, lanjut ke tempat pembuangan jenazah, hingga ke lokasi pembelian tiket menuju Jakarta. Tujuan rekonstruksi tersebut, agar polisi mendapatkan gambaran detail kasus pembunuhan untuk melengkapi berkas perkara.
 
Kabid Humas Polda Jatim, KOMBES POL FRANS BARUNG MANGERA ketika On Air di Radio ANDIKA mengatakan, Kasubdit III Jatanras Polda Jatim, AKBP LEONARD SINAMBELA memimpin langsung rekonstruksi adegan kasus mutilasi BUDI HARTANTO. Pengamanan rekonstruksi melibatkan jajaran Polda Jatim, Polres Kediri, Polres Kediri Kota, Polres Blitar dan Polres Blitar Kota.
 
Adegan rekonstruksi dimulai dari kejadian tanggal 2 April 2019 jam 18.30 WIB, saat ARIS SUGIANTO berkomunikasi lewat HP dengan BUDI HARTANTO. Kemudian jam 21.30 WIB, BUDI berangkat dari sanggar tari yang berada di GOR Jayabaya Kota Kediri menuju warung yang disewa ARIS SUGIANTO di Desa Sambi Kecamatan Ringinrejo Kediri. BUDI HARTANTO berangkat mengendarai sepeda motor Honda Scoopy. Sekitar jam 22.05, BUDI HARTANTO sampai di warung ARIS SUGIANTO. ARIS meminta BUDI agar memarkirkan sepeda motornya di dalam warung. Saat itu ARIS SUGIANTO sedang ngobrol dengan AZIZ PRAKOSO di kursi warung.
 
Kemudian, BUDI dan ARIS masuk ke kamar untuk melakukan hubungan seksual. Selesai melakukan hubungan, ARIS dan BUDI bertengkar karena hal yang berhubungan dengan transaksional. Saat pertengkaran terjadi, BUDI marah sampai membanting pintu. AZIZ PRAKOSO menegur dan mengingatkan BUDI agar tidak membuat keributan karena sudah malam. BUDI tidak terima dan berkata kepada AZIZ agar tidak ikut campur. Menurut AZIZ, karena BUDI tidak terima diingatkan, BUDI sempat menampar dan memukul AZIZ. AZIZ membalas tamparan BUDI sampai terjatuh. Polisi sempat menduga AZIZ menggunakan narkoba karena begitu kuat menampar BUDI sampai terjatuh. Dan ternyata terbukti.
 
BUDI lalu mengambil sebilah parang besar di dekat dia terjatuh, bermaksud membacok AZIZ. Tetapi gagal, karena AZIZ berhasil merebut parang dari tangan BUDI. Lalu AZIZ membacok BUDI mengenai lengan kiri atas dan 2 kali menyabet leher. BUDI sempat berteriak minta tolong.
 
Kemudian BUDI diseret ke lesehan warung dengan posisi tertelungkup. AZIZ membalikkan badan BUDI, sehingga posisinya terlentang. Saat itu ARIS ikut membantu AZIZ melakukan pembunuhan terhadap BUDI. ARIS membantu memegang tangan dan menduduki perut BUDI, agar AZIZ lebih mudah membunuhnya. AZIZ yang marah gara-gara dendam ditampar BUDI, kembali membacokkan parang ke leher BUDI beberapa kali. Saat membunuh BUDI, AZIZ membungkam mulut BUDI dengan kain. Setelah dipastikan meninggal dunia, jenazah BUDI dimasukkan ke dalam koper. Karena tidak muat, kepala BUDI dipenggal menggunakan parang.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, jenazah BUDI HARTANTO warga Tamansari, Tamanan Mojoroto Kota Kediri ditemukan di pinggir sungai bawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar, Rabu 3 April 2019. Jenazah ditemukan tanpa kepala. Kepala BUDI baru ditemukan tim gabungan Inafis Polda Jatim dan Polres Kediri di Sungai Kras, Dusun Plosokerep, Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jumat 12 April 2019.
 
Sementara itu Ditreskrimum Polda Jatim, KOMBES POL GUPUH SETIYONO mengatakan ancaman hukuman terhadap AZIZ PRAKOSO dan ARIS SUGIANTO diatas 15 tahun. Polda Jatim masih mendalami kasus mutilasi BUDI HARTANTO, apabila ditemukan unsur perencanaan pembunuhan, pelaku akan dihukum seumur hidup dan maksimal hukuman mati.(eva/aut)
24 April 2019
Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Gandeng Dispendukcapil Kabupaten Kediri, Telusuri Keluarga Mbah PARDI
Radio ANDIKA - Dinas Sosial Kabupaten Kediri, sudah melakukan assesment atau penilaian yang didampingi Tim Homecare RSUD Gambiran 2 Kota Kediri, terhadap Mbah PARDI, yang beberapa waktu lalu ditemukan dalam keadaan sakit di Pasar Setono Betek Kota Kediri. Saat ini, Mbah PARDI, masih dirawat di RSUD Gambiran 2 Kota Kediri. Kondisi Mbah PARDI, saat ini sudah mulai membaik, dan sudah diperbolehkan untuk pulang. Namun, Mbah PARDI masih belum bisa pulang, karena masih belum jelas rumahnya dan keluarganya. Bu DIAH SAKTIANA Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Kediri, saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA menjelaskan, berdasarkan hasil Assesment yang dilakukannya, Mbah PARDI juga mengaku berasal dari Nganjuk. Berdasarkan keterangan tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Kediri akan melakukan penelusuran hingga ke wilayah Nganjuk. Terkait dengan fotocopy KTP Mbah PARDI yang beralamatkan di Wates Kabupaten Kediri, Dinas Sosial Kabupaten Kediri, langsung berkoordinasi dengan Dispendukcapil Kabupaten Kediri untuk melakukan pengecekan identitas Mbah PARDI yang beralamatkan di Wates Kabupaten Kediri. Dinas Sosial Kabupaten Kediri, beberapa hari kedepan akan kembali melakukan Assesment terhadap Mbah PARDI. Karena hasil Assesment yang pertama dilakukan, Mbah PARDI masih belum maksimal, karena kondisinya masih lemah.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Mbah PARDI, laki-laki lanjut usia yang ditemukan warga Setono Pande Kota Kediri terlantar di Pasar Setono Betek Kota Kediri ditemukan dalam kedaan sangat lemah karena sakit. Bahkan Mbah PARDI tidak bisa berjalan. Radio ANDIKA kemudian berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Kediri untuk membawa Mbah PARDI ke RSU Daha Husada Mojoroto. Namun, pasien tidak bisa ditangani karena kendala identitas yang tidak jelas. Selain itu tidak ada surat pengantar dari Dinas Sosial. Pak NUR KHAMID, Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri lalu berkoordinasi dengan Home Care Kota Kediri agar bisa dirawat di RSUD Gambiran. Selain itu Satpol PP melakukan penelusuran alamat Mbah PARDI yang diduga berasal dari Sumberagung Wates Kediri.(atc/ssi)
Page 1 of 403      1 2 3 >  Last ›