Berita- Info ANDIKA

10 April 2021
Diduga Mengantuk, Pengemudi Pick Up Tabrak Truk di Mojo Kediri
Radio ANDIKA – Diduga mengantuk, pengemudi mobil pick up menabrak truk yang berjalan dari arah berlawanan di Jalan Raya Tambibendo Mojo Kediri Sabtu siang. Akibatnya, dua korban mengalami luka-luka.
 
IPDA DYAH AYU Kanit Laka Lantas Polres Kediri Kota saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan insiden laka lantas melibatkan mobil pick up Daihatsu nopol L-9125-NB yang dikemudikan TATAK YULIANTO dengan membawa penumpang MOCH NUCYI. Keduanya warga Ngadiluwih Kediri. Kontra dengan truk nopol L-9386-UU yang dikemudikan DIFA ARIS SETYAWAN, warga Kecamatan Tanjunganom Nganjuk.
 
Insiden berawal saat pick up yang dikemudikan TATAK YULIANTO berjalan dari Kediri menuju Tulungagung. Sampai di Jalan Raya Desa Tambibendo Mojo, atau di samping SPBU Mojo, berjalan truk dari arah berlawanan. Diduga sopir mengantuk dan jarak yang begitu dekat, akhirnya pick up menabrak truk dari samping kanan yang mengakibatkan pengemudi dan penumpang pick up mengalami luka-luka. Keduanya dibawa ke RS Arga Husada Kediri untuk mendapat perawatan medis. Sementara pick up bagian depan mengalami kerusakan cukup parah. Kini kasusnya ditangani Unit Laka Satlantas Polres Kediri Kota.(stm/dip)
10 April 2021
Dampak Gempa Malang, Lima Warga Lumajang Meninggal Dunia
Radio ANDIKA - Dampak gempa bumi magnitudo 6,1 yang berpusat di Malang, Sabtu siang, mengakibatkan lima warga Lumajang meninggal dunia. Selain itu ada puluhan warga lainnya terpaksa diungsikan karena rumahnya hancur rata dengan tanah. BPBD Kabupaten Lumajang masih terus melakukan asessment di beberapa lokasi terdampak gempa.
 
Melalui ON AIR di Radio ANDIKA, Kabid Kedaruratan dan Rehap Rekon BPBD Lumajang JOKO SAMBANG merinci, tiga korban meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan dan dua lainnya merupakan suami istri meninggal dunia karena tertimpa batu besar. Pasangan suami istri yaitu AHMAD FADHOLI dan SRI YANI, warga Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari tertimpa batu besar saat berboncengan motor melewati jalur Piket Nol. Akibatnya, sang  suami meninggal dunia di lokasi, sedangkan istrinya mengalami luka berat dan dirawat ke RSUD dr Haryoto Lumajang. Namun dalam perkembangannya, SRI YANI meninggal dunia. Sedangkan tiga warga yang meninggal karena tertimpa reruntuhan yaitu  JUWANTO, NASAR dan BONANGI, ketiganya warga Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari.
 
BPBD Kabupaten Lumajang masih terus melakukan pendataan jumlah rumah yang rusak. Terutama di Kecamatan Tempursari, Pronojiwo, Gucialit, Pasrujambe, Senduro, Yosowilangun dan Tekung. Kerusakan rumah warga terparah ada di Desa Kaliuling dan Kecamatan Tempusari sehingga dibuka posko pengungsi di wilayah tersebut untuk korban gempa yang rumahnya rusak. Saat ini masih terus melakukan pengecekan dan pendataan untuk mengetahui dampak gempa.(ssi/adr)
 
10 April 2021
Korban Gempa Malang Bertambah, 7 Meninggal, Puluhan Luka-luka
Radio ANDIKA - Sebanyak tujuh warga meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah selatan Kabupaten Malang, Sabtu siang. Rinciannya, lima korban meninggal merupakan warga Lumajang, sedangkan dua sisanya warga Malang. Selain itu ada puluhan korban lainnya mengalami luka-luka tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur, di antaranya Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung dan Jember.
 
EDWIN INDRA WIJAYA, Sekretaris BPBD Provinsi Jawa Timur saat dikonfirmasi Radio ANDIKA mengatakan hingga malam ini jam 21.30 WIB, korban gempa bumi terus bertambah. Saat ini tercatat total ada 7 korban meninggal dunia. Sedangkan dampak kerusakan rumah, gedung maupun fasilitas umum lainnya terjadi di sejumlah Kabupaten. Di antaranya di kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Gresik, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Kediri, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Jember, Kabupaten Tulungagung, Kota Batu dan Kabupaten Nganjuk.
 
BPBD Provinsi Jatim juga masih berkoordinasi  dengan 38 Kabupaten/ Kota untuk terus memantau perkembangan terkait dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.(stm/adr)
10 April 2021
Gempa, Akibatkan Rumah dan Fasum di Trenggalek Rusak Berat
Radio ANDIKA - Gempa berkekuatan 6,7 SR yang terjadi di Kabupaten Malang juga dirasakan di wilayah Trenggalek. Dampaknya banyak rumah warga  dan fasilitas umum mengalami rusak dengan kategori berat.
 
Saat ON AIR di Radio ANDIKA, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek mengatakan ada 21 titik di sejumlah kecamatan di Kabupaten Trenggalek yang dilaporkan mengalami kerusakan bangunan. Kerusakan akibat gempa mulai dari rusak sedang hingga berat. Bahkan ada sejumlah rumah warga yang rusak berat dan rata dengan tanah.

Beberapa rumah warga yang rusak diantaranya terjadi di Kecamatan Durenan, Kampak, Dongko, Watulimo, Munjungan, dan Tugu.  Selain itu Kantor Kecamatan Durenan juga mengalami kerusakan berupa genting dan plafon yang berjatuhan. Kondisi parah terjadi di lantai dua. Dua ruangan hampir seluruh plafonnya hancur.
 
Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka. Besok pagi Tim BPBD bersama Bupati Trenggalek akan melakukan pengecekan ke Kecamatan Watulimo untuk melihat kerusakan di sana. Selain itu BPBD juga akan melakukan evaluasi hasil kerusakan yang terjadi di beberapa kecamatan.(ssi/stm)
 
10 April 2021
Dampak Gempa, Puluhan Rumah dan Tempat Ibadah di 12 Kecamatan Tulungagung Mengalami Kerusakan
Radio ANDIKA - Sejumlah bangunan di Kabupaten Tulungagung mengalami kerusakan akibat gempa bumi 6,7 SR yang berpusat di selatan Kabupaten Malang. Kerusakan bangunan dengan kategori rusak ringan dan sedang, terjadi di 30 desa pada 12 kecamatan di Kabupaten Tulungagung.
 
SOEROTO Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung saat ON AIR di Radio ANDIKA mengatakan, akibat gempa yang berpusat di Malang Sabtu siang mengakibatkan kerusakan pada 46 rumah, 2 masjid, 2 mushola dan 2 rumah yang terbuat dari bambu ambruk. 
 
Bangunan yang rusak tersebut terjadi di Kecamatan Kalidawir 10 desa, kemudian di kecamatan Pakel dan Gondang sebanyak 3 desa. Kecamatan Bandung, Ngunut,  Campurdarat,  Besuki dan Kecamatan  Kauman masing-masing 2 desa. Sedangkan di Kecamatan Pucanglaban, Pagerwojo, Sendang dan Kecamatan  Sumbergempol masing-masing 1 desa. Kerusakan yang terjadi beragam seperti banyak genting yang jatuh, atap rumah ambrol dan tembok retak. Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Hanya ada satu korban bernama BAHRUDIN, warga Desa Domasan Kalidawir yang mengalami luka ringan karena tertimpa genting. Setelah mendapatkan perawatan dari Puskesmas, korban sudah bisa pulang kerumahnya. 
 
SOEROTO juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, jangan terlalu panik yang berlebihan, termasuk warga yang berada di pesisir pantai. Karena gempa yang terjadi tersebut, tidak berdampak tsunami.  Saat terjadi gempa, sempat membuat masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Tapi setelah usai gempa, masyarakat kembali kerumahnya dan melakukan gotong royong membersihkan rumahnya. Rencananya, besuk BPBD bersama TNI/Polri, TAGANA relawan dan masyarakat akan melakukan gotong-royong  perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.(dip/stm)
10 April 2021
BNPB Pantau Dampak Gempa Bumi di Malang, Minta Masyarakat Waspada
Radio ANDIKA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah melakukan koordinasi dengan sejumlah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang wilayahnya terdampak  gempa bumi di Malang. Saat ON AIR Jurnalis Radio ANDIKA di Jakarta SAMSUL HADI mengatakan BNPB juga meminta masyarakat mewaspadai  potensi gempa susulan.

Kepala Pusat Data, Informasi,  dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, RADITYA JATI, mengatakan pihaknya  hingga  saat ini terus melalukan pendataan terkait dampak gempa bumi magnitudo  6,7 Skala Richter yang berpusat di Malang, sekitar pukul 14.00 siang tadi, lewat koordinasi dengan sejumlah BPBD di daerah. Sejauh ini informasi  yang didapat baru sebatas gambaran situasi saat gempa mengguncang.

Terkait seberapa besar dampak gempa bumi tersebut, RADITYA menyebut BNPB masih menunggu laporan dari BPBD  yang  daerahnya terdampak. Berdasarkan laporan sementara, getaran gempa bumi itu dirasakan hingga wilayah Magelang,  Jawa Tengah, dan  Yogyakarta.   

Sementara dari hasil koordinasi dengan Badan Metereologi   Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Raditya menyebut gempa bumi di Malang merupakan kategori menengah yang diakibatkan oleh aktivitas subduksi.(shk/ssi)
10 April 2021
Gempa Akibatkan Puluhan Bangunan Rusak dan 9 Orang Luka-luka di Blitar
Radio ANDIKA-Gempa magnitudo 6,7 yang berpusat di Kabupaten Malang, tadi siang, juga berdampak di wilayah Kabupaten Blitar. Sejumlah gedung dan bangunan mengalami kerusakan. Bahkan data hingga jam 17.00 WIB, dilaporkan ada 9 orang yang mengalami luka-luka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, ACHMAD CHOLIK S.Sos, M.M., On Air di Radio ANDIKA mengatakan saat ini BPBD mengutamakan fokus pada penanganan korban manusia. Dilaporkan, hingga sore tadi ada 9 korban luka-luka. Mereka rata-rata mengalami luka akibat tertimpa atap bangunan. Kesembilan korban sudah ditangani tim medis di sejumlah puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Setelah penanganan korban, ACHMAD CHOLIK mengatakan akan melakukan assesment dan pendataan kerusakan bangunan. Data yang diterima BPBD Kabupaten Blitar, sejumlah gedung dan bangunan mengalami kerusakan mulai kerusakan ringan hingga sedang. Di antaranya gedung DPRD Kabupaten Blitar, Kantor Kecamatan Binangun, Kantor KUA Bakung, Kantor Kecamatan Wates, RS Wava Husada Kesamben dan sejumlah rumah warga tersebar di  wilayah Kademangan, Kanigoro, Kesamben, Doko, Wlingi, Sutojayan, Binangun, Kanigoro dan Wates Blitar.

ACHMAD CHOLIK mengatakan, BPBD juga membentuk posko di Kantor Pemkab Blitar sebagai bentuk tanggap darurat bencana gempa bumi. Posko juga akan didirikan di lapangan Kecamatan Wates yang lokasinya paling dekat dengan pusat gempa. Posko ini disiapkan untuk menerima laporan dari masyarakat apabila ditemukan ada korban luka atau korban jiwa maupun kerusakan bangunan.(stm/adr)

**Update data BPBD Kabupaten Blitar per jam 19.00 WIB, ada tambahan dua korban luka-luka berasal dari Kademangan dan Bakung. Sehingga total jumlah korban luka-luka mencapai 11 orang.
10 April 2021
Satu Korban Meninggal di Lumajang Tertimpa Reruntuhan Batu Akibat Gempa Malang
Radio ANDIKA-Satu orang warga meninggal dunia di Lumajang akibat gempa bumi magnitudo 6,7 yang berpusat di Kabupaten Malang, Sabtu siang. Korban meninggal setelah tertimpa batu besar dari atas bukit saat gempa terjadi. Pasca terjadinya gempa BPBD Provinsi Jawa Timur bergerak cepat dengan melakukan mapping dan asessment ke sejumlah daerah terdampak. Puluhan infrastuktur dan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. 
 
EDWIN INDRA WIJAYA, Sekretaris BPBD Provinsi Jawa Timur On Air di Radio ANDIKA mengungkapkan hasil pendataan sementara dan koordinasi dengan BPBD kota/kabupaten, tercatat ada sejumlah bangunan rusak akibat gempa. Banyak rumah warga di Malang, di antaranya Jabung, Pakis, Kalipare, Pagak, Bantur, Sumbermanjing Wetan dilaporkan rusak dengan berbagai level, mulai ringan hingga berat. Selain itu gedung puskesmas Bantur Malang juga dilaporkan mengalami kerusakan.

EDWIN menyebut, dampak gempa Malang juga dirasakan banyak wilayah lain di Jawa Timur. Antara lain Kediri, Lumajang, Pasuruan, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan Gresik. Banyak rumah warga rusak, bangunan Kantor Kecamatan Durenan Trenggalek juga ambrol di bagian atap. Selain itu banyak rumah warga yang temboknya retak.
 
Bahkan akibat gempa tersebut, seorang warga di Lumajang meninggal dunia. Korban dilaporkan mengalami insiden saat berboncengan motor dengan istrinya melintas di Piket Nol, Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang. Karena guncangan gempa, pasangan suami-istri itu tertimpa batu besar yang jatuh dari atas bukit. Akibatnya, sang suami meninggal dunia dan istrinya kondisinya kritis. Korban dilarikan ke rumah sakit.
 
EDWIN mengatakan, koordinasi sudah dilakukan antara Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Tim Kaji BPBD Provinsi Jatim untuk terus memantau perkembangan dampak gempa. Sejauh ini, kata EDWIN, belum diputuskan apakah akan membentuk posko khusus bagi korban gempa. Hal itu menurutnya, baru akan diputuskan setelah melihat hasil asessment di lapangan. Pihaknya juga akan terus melakukan pemutakhiran data terkait korban dan kerusakan yang terjadi.

Namun demikian, EDWIN meminta masyarakat supaya tetap tenang, tidak panik namun tetap waspada. Selain itu segera berkoordinasi dan melaporkan pada perangkat desa/kelurahan atau BPBD di masing-masing kota/kabupaten jika ada warga yang terdampak gempa.(adr/stm)
10 April 2021
Gedung RSUD Mardi Waluyo Blitar Rusak Akibat Gempa
Radio ANDIKA - Gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Malang, hari ini, juga dirasakan hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Sejumlah infrastruktur dan bangunan rusak akibat gempa. Salah satunya gedung RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Akibatnya, atap di tiga ruangan rumah sakit tersebut roboh dan merusak fasilitas dalam kamar. Beruntung, reruntuhan atap tidak menimpa pasien yang sedang dirawat di kamar tersebut. 
 
Direktur Umum RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr. RAMIADJI, Sp.B., On Air di Radio ANDIKA menyebutkan kerusakan dialami atap bangunan paviliun lantai 2 di tiga ruangan RSUD Mardi Waluyo. Pada saat terjadi gempa, ada pasien di dua ruangan tersebut. Tetapi material bangunan yang jatuh tidak sampai menimpai pasien, hanya mengenai bagian kanan dan kiri tempat tidur pasien.  Selain paviliun lantai 2, ada beberapa bangunan lain yang temboknya retak.
 
Sampai saat ini, petugas Instalasi Pemeliharaan Sarana (IPS) RSUD Mardi Waluyo masih melakukan pendataan dan pembenahan pada peralatan saluran oksigen, kelistrikan, dan air agar pelayanan pada rumah sakit tidak terganggu. Sedangkan pasien yang berada di ruangan yang rusak, langsung dipindahkan ke ruangan lain. Sementara area ruangan yang terdampak masih dikosongkan. Dr. RAMIADJI mengimbau agar karyawan dan pasien tetap tenang dan tidak panik.(nis/adr)
 
10 April 2021
Korban Tenggelam di Dam Kedunggerit Nganjuk Ditemukan Meninggal
Radio ANDIKA - Tim gabungan  BPBD, TNI, dan Polri berhasil menemukan MUHAMMAD ALI, 15 tahun, siswa SMP Al A'la Loceret Nganjuk yang tenggelam di dam Sungai Kedunggerit Brebek Nganjuk. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal, Sabtu 10 April 2021 sekitar jam 08.55 WIB
 
Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Nganjuk GUNARTO  On Air di Radio ANDIKA mengatakan, korban ditemukan tim gabungan dilokasi awal tenggelam. Pencarian korban dilakukan sejak Jumat pagi kemarin setelah Polsek Brebek Polres Nganjuk menerima informasi insiden air.
 
GUNARTO menambahkan, sebelumnya 25 orang murid SMP Al A'la Loceret Nganjuk bersama AGUS SULISTIONO guru olahraga, melakukan kegiatan latihan renang di aliran irigasi dekat dam Sungai Kedunggerit. Sesampainya di lokasi, AGUS sempat memberikan pengarahan melarang siswa berenang atau masuk ke DAM karena berbahaya. Setelah memberi pengarahan, AGUS pergi meninggalkan lokasi karena ada urusan keluarga.
 
Karena tidak ada pengawasan guru, korban langsung lari terjun ke dam. Meski sudah diingatkan teman korban tetap meneruskan aksinya. Saat mengulang kembali aksinya terjun kedalam dam, selanjutnya korban tenggelam. Korban sempat terlihat muncul ke permukaan untuk minta bantuan, tetapi karena aliran air deras, teman korban tidak bisa menolong hingga korban tenggelam.
 
Menurut GUNARTO dam Kedunggerit Berbek Nganjuk memiliki kedalaman sekitar empat meter dibagian ceruknya. Dengan berhasil ditemukannya korban, tim gabungan selesai menjalankan tugasnya. Posko yang sebelumnya didirikan depan Koramil Berbek Nganjuk sudah dibongkar.(sha/eko)
 
 
Page 1 of 1174      1 2 3 >  Last ›