Berita- Info ANDIKA

05 July 2018
Kajian Interaktif Tombo Ati Radio ANDIKA Bersama Mbah BUN Kamis 5 Juli 2018, mulai jam 13.00 – 14.00 WIB, Kajian Interaktif Tombo Ati Radio ANDIKA Bersama H. Bundiar atau Mbah Bun dipandu Andre Susanto seputar pengetahuan Agama Islam. (rom)

05 July 2018
Bisnis Interaktif Radio ANDIKA bersama Gatekprofit.com Kamis, 5 Juli 2018, mulaijam 10.00 – 11.00 WIB, Wiwit Ardani memandu Bisnis Interaktif Radio ANDIKA bersama Gatekprofit.com. Hadir sebagai nara sumber Pak Leonardus, Owner GAPTEKPROFIT.com dan Pak JOKO PRASETYO Tim GAPTEKPROFIT.COM, membahas orang gaptek tetap bisa meraih profit dengan trading bersama GAPTEKPROFIT.COM. (rom)

13 April 2018
 Antisipasi Kasus Korban Miras Oplosan di Jabar, Polisi Blitar Razia Miras dan Temukan Ini

Petugas Satnarkoba Polres Blitar Kota menggelar razia minuman keras (miras) di sejumlah warung.

Petugas menyita 358 botol miras dan arak jowo dari sejumlah warung.

Kasat Narkoba Polres Blitar Kota, AKP Huwahilla W, mengatakan razia miras ini untuk mengantisipasi terjadinya kasus warga tewas menenggak miras oplosan seperti yang terjadi di Jabar.
 

Sebanyak 58 orang di Jabar tewas setelah menggelar pesta miras oplosan.

"Begitu ada kasus warga tewas setelah minum miras oplosan di Jabar, kami langsung bergerak melakukan razia miras di wilayah Blitar," kata AKP Huwahilla W, Jumat (13/4/2018).

Dalam razia itu, petugas menyisir sejumlah warung di sembilan kecamatan di Kota Blitar dan Kabupaten Blitar yang masuk wilayah hukum Polres Blitar Kota.

Petugas menemukan beberapa warung menjual miras berbagai merek dan arak jowo.

Total, petugas menyita 358 botol miras.

Rinciannya, sebanyak 254 botol miras berbagai merek dan 104 botol arak jowo.

Petugas menyita sejumlah botol miras itu.

Sedangkan, para pemilik warung yang menjual miras hanya dijerat dengan pasal tindak pidana ringan (tipiring).

"Pemiliknya tidak kami tahan, hanya kami jerat dengan pasal tindak pidana ringan," ujar Huwahilla.

Huwahilla menjelaskan peredaran arak jowo di sejumlah warung diduga ada kaitannya dengan penggerebekan pengepul arak jowo di wilayah Nglegok, Kabupaten Blitar.
Sebelumnya, polisi menangkap seorang janda, Dyah Retno Ningsih, yang menjadi pengepul arak jowo.

Petugas menyita 83 jeriken berisi arak jowo dari pelaku.

Pelaku memasarkan arak jowo itu ke sejumlah warung di wilayah Blitar.

Pelaku mendatangkan arak jowo dari wilayah Solo.

"Sebagian arak jowo yang kami sita dalam razia memang diambil dari pengepul yang sudah kami tangkap," kata Huwahilla.(Samsul Hadi-Surya.co.id/jko)


 

29 March 2018
Bisnis Interaktif Radio ANDIKA bersama Gaptekprofit.com Kamis, 29 Maret 2018, mulai jam 07.00 – 08.00 WIB, Bisnis Interaktif Radio ANDIKA bersama Gaptekprofit.com dipandu Andi Setiawan bersama Pak Joko Prasetyo dari gaptekprofit.com. Bisnis Interaktif ini membahas strategi bisnis yang mengungtungkan dengan trading online bahkan untuk mereka yang gagap teknologi (gaptek). (rom)
10 March 2018
Publik Interaktif Radio ANDIKA Bersama Rumah Sakit HVA Toeloengredjo Pare Kediri Low Back Pain atau Nyeri Punggung Bawah, adalah bahasan utama Publik Interaktif Radio ANDIKA Bersama Rumah Sakit HVA Toeloengredjo Pare Kediri, Sabtu, 10 Maret 2018 mulai jam 10.00 WIB – 11.00 WIB. Publik Interaktif kali ini dipandu Wiwit Ardani, menghadirkan nara sumber dr. Athira fitriah dan Mas Hendra dari RS HVA Toeloengredjo Pare Kediri. (rom)
13 January 2018
Dini hari, 1 Meninggal Dunia, Kecelakaan depan Mapolsek Mojoagung, Jombang

Dini hari tadi, 1 pengendara sepeda motor meninggal dunia dalam kecelakaan di depan Mapolsek Mojoagung, Jombang. Informasi awal dikabarkan oleh Pak Jamal, warga Perak Jombang dan Mas Khurnais, warga Sumobito Jombang. Konfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA ke Unit Laka Satlantas Polrs Jombang diterima Banpol Dedi yang mengabarkanbahwa kecelakaan terjaddi sekitar jam 01.00 WIB dinihari tadi.

Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Beat Nopol W-6491-OM yang dikendarai Nafiah Imrotul Iza, 21 tahun, warga Desa Banjar Kemantren Kecamatan Buduran Sidoarjo dengan truk gandeng Nopol H-1521-MG. Truk gandeng dikemudikan Surip, 49 tahun, warga Desa Ceweng Kecamatan Diwek, Jombang.

Kecelakaan bermula saat Nafiah melaju dari Mojowarno, di Simpang 4 Bambu Runcing Mojoagung,  belok ke kanan mengarah ke Surabaya. Sesampainya di depan Mapolsek Mojoagung, diduga karena kurang konsentrasi dan melaju terlalu ke kanan, akhirnya Nafiahmenyerempet median jalan. Setelah menyerempet, sepeda motor oleng ke kiri kemudian tertabrak truk gandeng yang melaju di belakangnya. Akibat kecelakaan ini Nafiah meninggal dunia di lokasi kecelakaan. Jenazah Nafiah sudah dibawa ke RSUD Jombang. (rom)


13 January 2018
Nenek Gantung Diri di Tugurejo, Ngasem, Kediri

Pagi tadi, warga desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, geger. Ini karena ada seorang nenek yang ditemukan gantung diri.

Informasi ini masuk pertama kali ke Redaksi Radio ANDIKA melalui  Mas Anto dan Mas Toni, keduanya warga Ngasem, Kediri. Gatekeeper Radio ANDIKA kemudian menelusuri kabar ini ke AKP Slamet, Kapolsek Gampengrejo, Kediri yang membenarkan informasi ini. Disampaikan juga bahwa anggota Polsek Gampengreo dan Subsektor Ngasem, Kediri sudah ada di lokasi untuk penanganan.

Kapolsek Gampengrejo mengatakan, warga yang gantung diri bernama Sulami, usia 80 tahun, warga setempat. Sulami diketahui gantung diri oleh cucunya sekitar jam 05.30 WIB, di samping kamar mandi rumahnya. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke perangkat desa setempat dan Sub Sektor Ngasem.

Polisi bersama dengan dokter dari Puskesmas Ngasem kemudian ke lokasi untuk melakukan identifikasi jenazah.  Sulami dinyatakan murni meninggal karena gantung diri. Tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan ditubuhnya. Dugaan sementara, Sulami melakukan gantung diri karena putus asa dengan sakit jantung menahun yang dideritanya selama ini.(rom)

02 August 2017
Meski Kemampuannya Diragukan, Iannone Tetap Yakin dengan GSX-RR Pembalap Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, mengakui kalau performanya lebih baik ketimbang Maverick Vinales (Movistar Yamaha). Namun perbandingan tersebut dilihat dari data telemetri milik Vinales di musim lalu.

Hingga race kesembilan Iannone belum menunjukkan performa mengagumkan dalam menunggangi GSX-RR. Tercatat hasil terbaiknya didapatkan saat mengaspal di GP Amerika Serikat, pria berpaspor Italia itu finis di urutan ketujuh.
Tak pelak, kiprah Iannone sempat dipertanyakan oleh beberapa kalangan. Sebab, kemampuannya tak seperti saat tampil bersama Ducati Corse.

Meski begitu, Iannone tetap merasa yakin dengan kemampuan GSX-RR. Menurutnya, tim pabrikan asal Hamamatsu tersebut melakukan perubahan sedikit demi sedikit.       

“Saya percaya dengan GSX-RR, mereka melakukan perubahan dan itu sebuah motivasi besar bagi saya. Ini adalah tantangan besar dan terutama sekarang ini adalah bagian yang sangat sulit dari kejuaraan karena kita mengharapkan situasi yang sangat berbeda,” kata Iannone seperti dikutip dari Motorsport, Rabu (2/8/2017).

 “Kami belum membaik di beberapa area tapi sekarang selangkah demi selangkah kami fokus. Saya melihat data dari tahun lalu dan saya tidak terlalu berbeda dengan Maverick, hanya bagian akhir saja. Ia datang dengan posisi yang lebih baik,”tuntasnya.(okezone-ink)

02 August 2017
Kasus Novel tak tuntas bisa jadi catatan buruk Jokowi saat Pilpres Penyidik senior KPK Novel Baswedan ragu Polri dapat mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadapnya. Sebab, empat orang yang diduga terkait justru malah dilepaskan oleh polisi. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi, keempat orang tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan para pelaku. Karenanya, mereka akhirnya dilepaskan.
 
Kapolri lantas memperlihatkan sketsa foto orang yang diduga pelaku. Menurutnya, sketsa itu belum di-publish karena baru jadi dua hari lalu.
 
"Ini baru dua hari lalu, belum di-publish. Kalau ada di media lain saya tidak tahu," kata Tito.
 
Tito menjelaskan, sketsa itu berhasil dibuat berdasarkan keterangan dari salah seorang saksi kunci yang meminta identitasnya dirahasiakan. Saksi kunci itu memberi informasi saat subuh, sebelum peristiwa penyiraman terjadi, ada orang tak dikenal berdiri di dekat masjid.
 
Sosok orang itu sangat mencurigakan. Diduga, orang itu merupakan pengendara sepeda motor yang membonceng pelaku penyerangan terhadap Novel.
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepolisian segera menuntaskan kasus penyerangan terhadap Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Jokowi mengatakan hal ini satu hari usai mendapatkan laporan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait perkembangan kasus yang telah lebih dari seratus hari belum terungkap ini.
 
"Kasus yang menimpa Pak Novel Baswedan harus segera dituntaskan," kata Jokowi melalui akun resmi Twitternya.
 
Menurut Jokowi, kasus yang menimpa Novel Baswedan telah mengalami kemajuan. Hal ini terlihat dari langkah Kapolri yang mengumumkan sketsa dugaan pelaku.
 
"Pengusutannya terus mengalami kemajuan, -Jkw," cuit Jokowi.
 
Sementara itu, mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas menilai pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel cukup sulit. Menurutnya semakin lama penyelidikan, semakin besar pula hilangnya barang bukti.
 
Sikap Presiden Joko Widodo yang memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian, kemarin juga dianggap terlambat. "Terlambat, dan waktu 100 hari untuk pelaku kejahatan pasti sudah menghilangkan barang-barang bukti," ujar Busyro.
 
Mantan ketua KPK tahun 2010 itu juga menyarankan keterlambatan tersebut harus dijadikan sebagai momentum bagi Presiden Joko Widodo untuk membentuk tim gabungan independen. "Walaupun sudah terlambat, kalau Presiden mau menunjukkan konsistensinya dibentuk tim gabungan yang independen," tandasnya.
 
"Kata independen itu terdiri dari sejumlah orang yang memiliki track record dari kapasitas yang memadai untuk kasus ini. Dan tidak terdiri dari orang-orang yang diduga memiliki kepentingan individu maupun konstitusional," imbuhnya.
 
Selain itu, Busyro menilai kasus Novel juga menjadi pertaruhan reputasi Presiden Jokowi. "Enggak ada celah lain, kalau presiden mau apresiatif tinggi. Kalau tidak, ya catatan besar untuk presiden untuk 2019 nanti kalau mau maju lagi. Catatan serius," ujarnya.
 
Dia menjelaskan penyerangan terhadap mantan Kasatgas kasus simulator SIM itu bukan penyerangan personal, melainkan penyerangan terhadap institusi KPK. "Fenomena Novel ini soal penyerangan kepada institusi KPK, bukan hanya Novel sendiri. Kepada KPK sebagai sistem yang legal," tandasnya.(merdeka-ink)

02 August 2017
Anggaran Kesehatan Indonesia Terendah di ASEAN Infrastruktur kesehatan per daerah di Indonesia mengalami disparitas yang cukup tinggi. Alhasil kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbeda-beda. Hal itu tercermin dari rasio jumlah tempat tidur di rumah sakit—yang menjadi infrastruktur utama sektor kesehatan—per daerah di Indonesia masih belum merata.

“Rasio jumlah tempat tidur di RS di Indonesia, terlalu besar disparitasnya. Jika dilihat data per provinsi, Yogyakarta paling tinggi hampir tiga tempat tidur per 1.000 orang. Sedangkan di Indonesia bagian timur kecil sekali,” kata Luthfi Mardiansyah, ketua Center for Healthcare Policy and Reform Studies (CHAPTERS) dalam pemaparan di Deloitte Hospital Summit 2017 di Jakarta, Selasa (1/8).

Dia memaparkan, di Jawa Barat rasio jumlah tempat tidur di RS hanya 0,84 per 1.000 orang, sementara di Jakarta sudah 2,43. Hal ini mencerminkan jumlah rumah sakit di Indonesia tergolong rendah dibanding jumlah populasi.

Menurut dia, disparitas itu terjadi karena alokasi belanja sektor kesehatan (healthcare) yang belum merata di daerah. “Jakarta spending healthcare-nya paling tinggi, saya tidak heran kalau RS swasta ingin bangun ya di sekitar Jakarta. Tapi kalau diihat daerah lain masih kecil, Jawa Barat juga masih kecil,” katanya.

Luthfi juga menilai disparitas itu juga terjadi karena alokasi pemerintah di sektor kesehatan masih tergolong rendah dibanding negara-negara ASEAN lain, meski sudah ada perbaikan dengan program Jaminan Kesehatan nasional (JKN). “Belanja kesehatan Indonesia terkecil dibanding negara-negara ASEAN. Kita hanya lebih baik dibanding Laos, Brunei, dan Myanmar,” ucapnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjut dia, belanja kesehatan di Indonesia memang tumbuh pesat sekitar 10 sampai 20 persen per tahun, terlebih lagi didorong program JKN sejak 2015. Namun percepatan pertumbuhan itu belum mampu membuat Indonesia mengejar ketertinggalan dibanding negara lain. Bahkan dibanding dengan Vietnam, Indonesia masih jauh tertinggal.

“Salah satu faktor adalah banyak masyarakat kita yang mencari pelayanan kesehatan di luar negeri. Ini perlu dicermati,” tuturnya.(jpnn-ink)
 

Page 1 of 748      1 2 3 >  Last ›