Berita- Info ANDIKA

23 January 2021
Hasil Evaluasi PPKM di Nganjuk, Kasus Covid Terkendali
Radio ANDIKA – Hasil evaluasi perkembangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Nganjuk, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 semakin terkendali. Pemkab Nganjuk berharap, zona di Nganjuk berubah oranye dari sebelumnya zona merah penyebaran Covid-19. Sehingga PPKM tidak akan diperpanjang lagi.

Melalui On Air di Radio ANDIKA, Dr. Drs. H. MARHAEN DJUMADI, S.E., S.H., M.H., MBA., mengatakan tiap minggu dilakukan evaluasi terkait penanganan Covid 19. Terlebih di Nganjuk masih kategori zona merah penyebaran Covid-19. Berdasarkan data Satgas pada Sabtu, 23 Januari 2021, ada 27 kasus positif Covid-19 dan 42 pasien sembuh. Jum’at kemarin dan dalam seminggu terakhir, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Nganjuk relatif terkendali. Berbeda dengan kasus positif Covid-19 pada 15-16 Januari 2021 yang melonjak. Jumlah kasusnya mencapai 230 kasus pada 15 Januari, dan 167 kasus pada 16 Januari 2021.

Untuk menekan agar kasus Covid-19 tetap terkendali, MARHAEN DJUMADI mengatakan akan melakukan pengetatan protokol kesehatan. Mengingat kesadaran masyarakat masih rendah dalam mematuhi protokol kesehatan terutama di wilayah perdesaan, MARHAEN mengajak seluruh petugas gabungan selalu memberikan edukasi dan membangun kesadaran bersama untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Apabila ada pelanggaran, harus diberikan tindakan tegas.

PPKM di Kabupaten Nganjuk diperpanjang atau tidak, MARHAEN mengaku masih menunggu Kemendagri dan instruksi Gubernur Jawa Timur. Harapannya, apabila zona penyebaran Covid-19 di Nganjuk menjadi oranye, sementara kasus Covid-19 juga terkendali, maka PPKM tidak akan diperpanjang.(stm/dip)
23 January 2021
Seorang Ibu Muda Asal Trenggalek Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
Radio ANDIKA - Seorang ibu muda asal Desa Sawahan  Kecamatan  Panggul Kabupaten  Trenggalek ditemukan meninggal di dalam kamarnya dengan cara gantung diri. Korban bernama TRIYA RATNA SARI usia  22 tahun. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 23 Januari 2021 sekitar jam 11 siang tadi.
 
IPTU BAMBANG PURWANTO, Kasubag Humas Polres Trenggalek saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, awalnya Sabtu sekitar jam 8 pagi tadi, TRIYA  bersama dengan KATMIDI, suaminya, beserta keluarga sedang duduk duduk di ruang tamu. Kemudian sekitar jam 8.30 WIB,  TRIYA  masuk kedalam kamar menutup dan mengunci pintu. 
 
Sekitar jam 11 siang, KATMIDI dan JAMIL, ayah TRIYA, merasa curiga karena TRIYA tidak keluar kamar dan pintu terkunci dari dalam. Kemudian JAMIL mendobrak pintu kamar dan mengetahui anaknya sudah dalam keadaan tergantung dengan menggunakan kain jarik yang diikatkan pada kayu rangka rumah di dalam kamar. 
 
Selanjutnya JAMIL melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Sawahan dan diteruskan ke Polsek Panggul. Petugas yang datang ke lokasi bersama petugas medis dari Puskesmas Panggul disaksikan perwakilan keluarga, kepala desa, dan tokoh masyarakat memeriksa kondisi korban.  Namun tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.
 
IPTU BAMBANG PURWANTO menambahkan, berdasar keterangan KATMIDI suaminya, selama ini  TRIYA diketahui pendiam dan tidak ada masalah keluarga. Namun  dari kejadian ini, polisi akan mendalami lebih lanjut motif gantung diri tersebut.(dip/stm)
23 January 2021
Walikota Kediri Perpanjang PPKM, Karena Tingkat Kematian Akibat Covid 19 Masih Tinggi
Radio ANDIKA - Wali Kota Kediri ABDULLAH ABU BAKAR memperpanjang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari 2021. Hal itu disampaikan Wali Kota Kediri melalui unggahan akun instagram pribadinya.

Perpanjangan PPKM Kota Kediri ini merujuk dari hasil evaluasi PPKM tanggal 22 Januari 2021 berdasar data per tanggal 21 Januari 2021. Pada parameter tingkat kematian akibat covid-19 masih tinggi bahkan meningkat. Parameter nasional untuk tingkat kematian sebesar 3 persen, sementara di Kota Kediri pada tanggal 6 Januari 2021 sebesar 8,48 persen dan 21 Januari sebesar 9,80 persen.

Namun dari data per 21 Januari 2021, 3 parameter lainnya yaitu Bed Occupansi Ratio (BOR), tingkat kasus aktif dan tingkat kesembuhan sudah lebih baik. Pada BOR ruang isolasi, parameter nasional sebesar 70 persen.Di Kota Kediri pada tanggal 6 Januari 2021 sebesar 75,77 persen dan berhasil turun per 21 Januari 2021 sebesar 65 persen. Pada parameter kasus aktif secara nasional sebesar 14 persen.

Di Kota Kediri pada tanggal 6 Januari 2021 sebesar 7,57 persen dan per 21 Januari 2021 berhasil turun menjadi 4,79 persen. Lalu pada parameter tingkat kesembuhan secara nasional sebesar 82 persen. Di Kota Kediri pada tanggal 6 Januari 2021 sebesar 82 persen dan per 21 Januari 2021 naik menjadi 84,74 persen.

Wali Kota Kediri menyampaikan, Pemerintah Kota Kediri memperpanjang PPKM hingga 8 Februari 2021 dengan dua upaya strategis tambahan. Pertama, orang dengan komorbid agar melakukan work from home (WFH) dan membatasi diri tidak berpergian keluar rumah. Kedua, mendorong lebih banyak penyintas covid-19 untuk melakukan donor plasma dalam Gerakan Donor Plasma Konvalesen (Gedor Pasen).(atc/ssi)
23 January 2021
Lebih Murah, Pemerintah Berencana Alihkan Tes Covid dari Rapid Antigen ke GeNose
Radio ANDIKA -  Kementerian Perhubungan mulai menguji coba penggunaan GeNose sebagai sarana uji Covid-19 bagi penumpang transportasi umum. Penggunaan GeNose ini karena dianggap lebih murah dibandingkan rapid antigen.

Saat ON AIR Jurnalis Radio ANDIKA di Jakarta, SAMSUL HADI mengatakan uji coba penggunaan GeNose mulai dilaksanakan Sabtu siang tadi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Hadir pada ujicoba tersebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, LUHUT BINSAR PANJAITAN, dan Menteri Perhubungan, BUDI KARYA SUMADI.
 
Kementerian Perhubungan, lanjut BUDI KARYA, telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan stakeholder lainnya untuk mempercepat pengadaan GeNose.
 
Sementara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, pada kesempatan yang sama mengatakan, pengalihan sarana uji Covid-19 dari rapid antigen ke GeNose karena pertimbangan biaya yang jauh lebih  murah, namun akurasi hasilnya tidak jauh beda. Ke depan, untuk sekali uji menggunakan GeNose biaya yang harus dikeluarkan penumpang diharapkan tidak lebih dari Rp20 ribu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, GeNose merupakan alat uji Covid-19 ciptaan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, yang telah dipublikasikan dan siap diproduksi massal, setelah diserahkan ke pemerintah lewat Kementerian Riset dan Teknologi. Cara kerja GeNose lebih sederhana dibandingkan Rapit Antibody, Antigen, maupun tes usap PCR. Uji Covid menggunakan GeNose hanya meminta orang yang diuji untuk menghembuskan nafasnya pada sebuah kantong, di mana jika Ia terpapar maka hembusan nafasnya akan mengandung senyawa yang dapat terdeteksi lewat analisa lanjutan.(shk/ssi)
23 January 2021
Sakit Tidak Sembuh, Warga Tulungagung Nekat Gantung Diri di Bawah Jembatan
Radio ANDIKA - Diduga karena sakit tidak sembuh, SAMIONO, warga Desa Gambiran Pagerwojo Tulungagung nekat gantung diri. SAMIONO ditemukan meninggal dunia dalam kondisi menggantung di bawah Jembatan Melok Dusun Selogiri Desa Penjor Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung. Kejadian itu diketahui Sabtu, 23 Januari 2021 sekitar jam 08.00 WIB pagi tadi. 
 
Kasi Humas Polsek Pagerwojo Polres Tulungagung, AIPTU SONI SINGGIH S.H., yang dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA menjelaskan awalnya SAMIONO pergi meninggalkan rumah sekitar jam 05.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio nopol AG 5393 RDV. Sekitar jam 08.00 WIB SLAMET WIDODO, anak korban, mendapat kabar dari perangkat desa bahwa SAMIONO sudah dalam kondisi menggantung di bawah Jembatan MELOK. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Pagerwojo Polres Tulungagung. Petugas kepolisian dan petugas medis yang datang ke lokasi melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh SAMIONO. 
 
Setelah proses identifikasi, jenazah SAMIONO langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Menurut keterangan dari pihak keluarga, SAMIONO memang mengalami depresi karena sakit komplikasi yang tidak kunjung sembuh.(sha/stm)
 
23 January 2021
Pasar Tamanan Tulungagung Ditutup, Tiga Pedagang Positif Covid-19 Meninggal
Radio ANDIKA - Berawal dari tiga pedagang meninggal dunia karena positif Covid-19, Pasar Tamanan Tulungagung akan ditutup selama dua hari. Penutupan akan dilakukan hari Minggu dan Senin, 24 dan 25 Januari 2021.

Saat ON AIR di Radio ANDIKA, Kapolsek Tulungagung Kota  KOMPOL RUDI PURWANTO mengatakan, selama ditutup, kawasan Pasar Tamanan Tulungagung akan disterilkan dengan penyemprotan disinfektan secara intensif.  Tim gabungan dari Satgas Covid-19 Tulungagung, Polri serta pihak kecamatan akan menambah sarana prasrana protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan menyediakan masker di pasar.
 
Petugas akan melakukan penjagaan di pasar selama penutupan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan. Sambil menunggu hasil tracing yang dilakukan oleh Satgas Covid-19, tim gabungan akan melakukan sosialiasai dan pemberitahuan kepada warga bahwa pandemi Covid-19 saat ini masih ada, untuk itu perlu kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

KOMPOL RUDI PURWANTO menambahkan dengan sosialisasi dan edukasi dari petugas, para pedagang di Pasar Tamanan Tulungagung tidak keberatan dengan penutupan selama dua hari ini. Para pedagang meminta supaya petugas tetap menjaga pasar dengan ketat untuk menghindari pencurian barang-barang dagangan yang ditinggal di kawasan pasar.(ssi/rom)
23 January 2021
Pasien Covid-19 Membludak, Lima Puskesmas di Blitar Jadi Ruang Isolasi
Radio ANDIKA - Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Blitar terus meningkat secara signifikan. KRISNA YEKTI, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Blitar mengatakan, untuk menangani sekian banyak pasien Covid-19 Pemkab Blitar mengubah fungsi lima Puskesmas di Kabupaten Blitar menjadi ruang isolasi pasien Covid-19. Kebijakan ini untuk menambah kapasitas ruang isolasi yang semakin terbatas.

KRISNA YEKTI menambahkan, lima Puskesmas yang dijadikan ruang isolasi pasien Covid-19 di wilayah Kabupaten Blitar adalah Puskesmas Binangun, Kesamben, Sutojayan, Ponggok, dan Puskesmas Srengat.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Blitar menyampaikan, Lima Puskesmas tersebut akan diisi oleh pasien yang mengalami  gejala ringan sampai sedang. KRISNA YEKTI menegaskan, seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Blitar sudah penuh terisi. Saat ini Satgas masih melakukan persiapan tenaga kesehatan dan penambahan peralatan medis di lima puskesmas tersebut. KRISNA berharap dengan dijadikannya Puskesmas sebagai ruang isolasi ini, seluruh pasien Covid-19 di wilayah Kabupaten Blitar bisa tertangani dengan baik selain itu, angka kematian pasien juga bisa ditekan semaksimal mungkin.

Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Blitar meminta masyarakat bekerja sama dengan baik dengan cara mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan peraturan pemerintah yang sudah ditetapkan. Masyarakat juga diminta menahan diri untuk tidak menggelar kegiatan hajatan, seperti resepsi pernikahan, arisan, ulang tahun, dan kegiatan yang menyebabkan kerumunan banyak orang. Masyarakat harus mempertimbangkan bahwa saat ini antrian pasien Covid-19 di rumah sakit sangat banyak.(sha/rom)
23 January 2021
Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri Dimakamkan
Radio ANDIKA - Suasana duka mendalam menyelimuti rumah duka korban jatuhnya pesawat Sriwijaya air SJ182 rute Jakarta Pontianak pada 9 Januari lalu, saat kedatangan jenazah RAHMANIA EKANANDA dan Putrinya FATHIMA ASHALINA (2.5) dirumah duka di Jalan Yos Sudarso Tulungrejo Pare Kediri.

Jenazah RAHMANIA EKANANDA dan putrinya FATHIMA ASHALINA, teridentifikasi pada 18 Januari. Kedua jenazah,  dimakamkan di Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, yang berjarak 1 KM dari rumah duka.

Berdasarkan hasil diskusi keluarga, teknis kedatangan jenazah diatur, untuk protokol Kesehatan. Pada saat ambulance datang, berhenti sejenak di depan rumah duka. Peti jenazah akan tetap berada didalam ambulance. Pihak Keluarga menunggu di teras rumah dan melihat peti yang ada didalam ambulance.

Kemudian, ambulance masuk ke halaman Masjid Al Itqon yang ada didepan rumah duka. Jenazah disholatkan di Masjid. Kemudian, Jenazah kembali masuk kedalam ambulance, untuk dibawa ke TPU Desa Tulungrejo Pare Kediri.

BUDI MARTONO, selaku perwakilan keluarga menyampaikan terimakasih pada semua pihak, yang telah membantu dalam pencarian jenazah RAHMANIA EKANANDA dan putrinya FATHIMA ASHALINA. Permohonan maaf dari keluarga juga disampaikan BUDI MATTONO, apabila korban ada kesalahan.(atc/ssi)
23 January 2021
Mundur, Kedatangan Vaksin Covid-19 di Tulungagung
Radio ANDIKA - Kedatangan Vaksin Covid-19 Sinovac produk Indofarma di Tulungagung dipastikan mundur. Sesuai jadwal,  vaksin ini akan tiba di Tulungagung Jumat kemarin, 22 Januari 2021. Tetapi, sampai sekarang ini vaksin tersebut belum tiba.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. KASIL ROKHMAD M. MRS, On Air di Radio ANDIKA mengatakan, pendistribusian vaksin tahap satu termin pertama di Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik sudah terlaksana. Rencananya kemarin, 35 kota/kabupaten dijadwalkan akan menerima distribusi vaksin Covid-19, salah satunya Tulungagung.

Tetapi sampai hari ini, 10.800 dosis vaksin Covid-19, Sinovac Produk Indofarma untuk Tulungagung belum tiba. dr. KASIL tidak tahu pasti penyebab mundurnya distribusi vaksin Covid-19 ini. Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung menduga,  distribusi vaksin terkendala wilayah Indonesia yang sangat luas dengan jumlah penduduk yang banyak, sementara produksi vaksin hanya dari satu pabrik.

dr. KASIL menambahkan kemungkinan vaksin Covid-19 akan didistribusikan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur pada tanggal 25 Januari 2021, untuk kemudian dikirimkan ke 35 kota/kabupaten penerima dalam waktu satu pekan. dr. KASIL juga menegaskan, targetnya pada bulan Februari, vaksinasi pada 5.371 tenaga kesehatan di Tulungagung harus selesai. (mld/rom)
22 January 2021
Pelanggar Protokol Kesehatan Selama PPKM Di Blitar Kota, Paling Banyak Ditemukan di Tempat Nongkrong
Radio ANDIKA - Pelanggar protokol kesehatan terjaring razia selama diterapkan penyesuaian PPKM di Kota Blitar paling banyak ditemukan di tempat nongkrong. Selama 11 hari berlangsung , Satpol PP Kota Blitar berhasil menjaring ratusan pelanggar protokol kesehatan.

Saat ON AIR di Radio ANDIKA, Plt Kepala Satpol PP HADI MASKUN mengatakan pelanggaran yang dilakukan bervariasi, ada yang sengaja tidak membawa masker, ada yang nongkrong dan berkerumun di cafe dan angkringan, setelah makan atau minum, lupa kembali memakai masker. Selama 11 hari, sudah ada tindakan yang  dilakukan oleh Satpol PP Kota Blitar. Dengan rincian teguran tertulis 479 orang, teguran lisan 702 orang serta 4 orang dilakukan tindak pidana ringan (tipiring) dengan membayar denda sesuai Pergub dan Perwali karena fatal dalam melanggar protokol kesehatan.

Menurut HADI, tim gabungan setiap hari gencar melakukan operasi yustisi. Operasi yustisi dilakukan di fasilitas umum, pusat perbelanjaan, pasar bahkan perkantoran. HADI menambahkan akan menggencarkan sosialisasi dan operasi yustisi gabungan di sejumlah tempat yang berpotensi menularkan Covid-19.(ssi/hil)

Page 1 of 1089      1 2 3 >  Last ›