Sampah, Rezki Untuk Mereka

| More
15 November 2014
sampah-TPA-klot.jpg
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Sampah biasa disebut barang yang sudah tidak terpakai dan tidak berguna. Sebagian orang, menganggap sampah adalah hal yang menjijikkan dan kotor. Namun, bagaimana jika sampah menjadi sebuah rezeki bagi sebagian orang ?
 
Sampah merupakan barang bekas, yang telah berkurang maupun habis nilai gunanya. Pada umumnya, masyarakat menganggap sampah malah merugikan. Padahal, ada sampah yang bisa diolah kembali dan menghasilkan keuntungan.
 
Jika setiap pribadi mengerti dan mau berusaha, bukan rahasia lagi jika sampah pun dapat menciptakan mata pencaharian, baik dari keuntungan yang minim sekalipun. Sepertihalnya pemulung. Kehidupan para pemulung sampah, hanya mengandalkan sampah yang datang dari truk sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.
 
Setiap pagi hari dan sore hari, beberapa orang saling berebut dan mengejar truk sampah yang akan membuang sampah di TPA. Setelah truk sampah menumpahkan angkutannya, mereka saling mengais, mencari barang barang yang dapat dijadikan rupiah, untuk menghidupi keluarganya.
 
Seperti penuturan Darmono, salah satu warga Kecamatan Kota Kediri, dirinya selalu mengambil sampah seperti botol plastik bekas, gelas plastik bekas, dan barang lainnya, selain untuk dijual kembali, juga dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan, seperti membuat bunga, dan hiasan lainnya. Hasilnya, juga lumayan untuk mencukupi tambahan ekonomi sehari hari.
 
Hal serupa juga dikatakan oleh Rukmini warga Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Sehari hari dirinya mampu mendapatkan barang barang plastik seberat 4 kilogram saja. dan hasil tersebut, tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari hari. Sehingga, dirinya harus lebih berusaha keras untuk mendapatkan barang barang bekas sebanyak 10 kilogram. Namun, saat ini kebanyakan sampah dari sampah rumah tangga. Dalam sehari, dirinya hanya mampu mendapatkan uang 25 ribu.

Kehidupan para pengais barang bekas, memang sangat memprihatinkan. Namun, disi lain ternyata, keberadaan mereka sangat membantu Dinas kebersihan dalam memilah sampah. Mereka, juga tidak menghiraukan akan kesehatan. Bau tidak sedap, kuman yang bertebaran, bagi mereka adalah hal yang biasa. Seperti yang dituturkan Riani, salah satu warga Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, dirinya saat ini mengidap sakit sesak nafas, namun dirinya tetap berjuang untuk dapat makan, dan mencukupi kebutuhan anaknya.
 
Kehidupan Riani yang pas pasan, terkadang membuat dirinya harus rela makan makanan sisa yang dikaisnya dari truk sampah yang datang. tak jarang, dirinya sering mendapatkan buah buahan yang masih sedikit layak untuk dibawa pulang. Hidup bergulat sampah, bukanlah suatu pekerjaan yang hina. Berjuang keras untuk hidup, lebih baik daripada hanya berpangku tangan, dan mengharap belas kasihan dari orang lain. Selama manusia masih bisa berusaha, Tuhan akan memberikan yang terbaik.(Anto kristian)