Pasir Laut Menjadi Karya Seni Bernilai Ekonomis Di Tangan Orang Kreatif

| More
27 September 2014
Pigura-dari-kerang-laut.jpg
Radio ANDIKA- Kediri- Jatim - Meski hanya pasir laut bila berada di tangan orang yang kreatif dan serius, bisa menghasilkan barang yang punya nilai seni dan mendatangkan uang. Itulah yang ditekuni Ali Rahmanto seniman pasir warga desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.
 
Pasir laut di tangan Ali Rahmanto bisa dibuat berbagai karya seni. Dengan sentuhan kreatifitas yang dimiliki, bisa  tercipta produk kerajinan yang punya nilai jual  dan kemudian mendatangkan uang. Bagi Ali panggilan akrab Ali Rahmanto seniman pasir  warga desa Menang Kecamatan Pagu, seni pasir sudah ditekuninya sejak 1995 saat masih  kuliah di Malang.
 
Berbagai karya seni dihasilkan, mulai sovenir, hiasan dinding, kap lampu yang semua dibalut dengan pasir laut.  Menurutnya profesi yang ditekuni saat ini, awal masalah yang dihadapi saat kuliah. Sarjana Politeknik Mesin ini, tidak bekerja sesuai bidangnya, tapi  justru menekuni  kreatifitas seni.  
 
Saat kuliah di Malang, Ali bersama teman seniman lainnya, sempat membentuk kelompok seniman manual, bahkan memiliki bengkel seni dan kios untuk memasarkan hasil karyanya. Kenapa tertarik dengan media pasir, karena menurutnya pasir lebih fleksibel untuk dipadukan dengan bahan lain.
 
Setelah lulus kuliah, Ali Rahmanto pulang ke kampungnya dan meneruskan berkarya. Saat itu ia harus mengawali dari nol, untuk mengenalkan hasil kreatifitasnya. Dengan membuat berbagai sovenir, pigura, hiasan dinding hingga kartu ucapan yang saat itu masih laku di pasaran. 
 
Selain karya seninya dititipkan di toko sovenir, Ali juga menggelar dagangannya di emperan toko di jalan Dhoho Kediri. Tapi sekarang Ali hanya memasok beberapa toko dan supermarket di Kediri, serta mengikuti berbagai even pameran, seperti yang baru saja di gelar di Senayan Jakarta.
 
Seiring perkembangan usahanya kini Ali mulai kuwalahan untuk memenuhi pesanan. Terutama saat akan mengikuti undangan Pameran seni, Ali harus menyetok produsi seninya, terutama hiasan dinding dan kap lampu dengan balutan pasir laut. Untuk bahan pasir laut diperoleh langsung di Pantai Prigi Trenggalek, atau di Pantai Sendang Biru Malang. Ia juga memanfaatkan hitamnya pasir besi yang diperoleh dari kawasan Blitar.  Kalau sebelumnya Ali  cukup mengerjakan  sendiri, tapi kini dibantu 3 orang karyawannya. 
 
Hanya dengan ketlatenan dan keseriusan, bisa bergabung di bengkel seni Ali Rahmanto. Termasuk Arif pemuda asal Prmbon Kabupaten Nganjuk, yang sudah 5 bulan bergabung bersama Ali untuk berkarya. Selain punya jiwa seni menggabar, hasilnya bisa untuk kebutuhannya. Demikian juga menurut Prabowo warga Desa Tanjung Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri, ia tertarik ikut mengembangkan seni pasir, karena masih tergolong langka dan proseknya bagus di pasaran.
 
Sementara Ali Rahmanto berharap, ke depan usahanya bisa semakin maju dan produksi seninya lebih bervariasi. Tapi saat ini masih terbentur peralatan yang masih minim, dan masih mengandalkan pekerjaan manual.
 
Meski masih menghabdalkan pekerjaan manual, dengan 3 tenaga kerjanya, per bulan menghasilkan karya antara 150 hingga 200 unit. Hasil karya seni pasir buatan Ali Rahmanto dan kawan-kawanya ini, sudah masuk diberbagai toko seni, swalayan  dan supermarket di Kediri. Harganya bervasiatif, untuk hiasan dinding antara Rp 20 sampai Rp 40 ribu rupiah per unit. Sedangkan untuk kap lampu hias, harga per unitnya antara Rp 50 sampai Rp 150 ribu tergantung ukuran dan motifnya.(Diki Pramana)