Misteri Gadis Manis kediri-bajulan

| More
11 June 2014
JEJAK-PANGERAN-DIPONEGORO-DI-PESANTREN-TUA.jpg
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Ini adalah sebuah kisah yang dialami oleh mlokon(17) saat mengikuti acara napak tilas kediri-bajulan.Saat itu mlokon mengikuti acara tersebut bersama 3 temanya yaitu kipli(16) bendot(17) dan waluyo(18). Acara tersebut diadakan tepat pada hari sabtu untuk memperingati rute perjalanan Panglima Besar Jendral Soedirman beserta pasukannya saat bergerilya dari kediri sampai mbajulan nganjuk. Kurang lebih pukul 8 mereka mulai bergerak (mlokon dan kawan-kawan,red) dengan ribuan peserta jarak yang ditempuh 45km. diantara keempat pemuda tersebut mlokonlah yang paling bersemangat. Mlkon “ayo bro semangat jangan lelet, jangan kayak anak perempuan gitu ah, nggak baik” waluyo “tenang aja kon, perjalanan kan masih panjang simpanlah energimu” mlokon “alah akukan kuat” sepanjang perjalanan mereka isi dengan gurauan2 hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 16.00. saat itu mlkonlah yang terlihat paling lemas, karna kecape’an.

Mlokon “ prend ayo naik angkot aja yuk aku sudah lelah beud, kakiku rasanya mau copot” bendot “ alah segitu aja capek, jangan kayak anak perempuan gitu ah, nggak baik” sambil ngejek mlokon, waluyo “makanya jadi anak jangan sok! Udah kita jalan aja” mendengar jawaban teman2nya wajah mlokon semakin cemberut. Cuaca hari itu lumayan mendung nampak hujan tak tahan mau turun. Jalanan yang kiri kanannya pepohonan membuat tempat itu nampak seperti alas(hutan) dan membuat tempat itu semakin gelap. Secara tak sengaja mata mlokon terrarah pada seorang wanita yang usianya kira2 sama dengan mlokon, rasa letih yang sejak tadi menggelayuti kini tak dirasakan lagi oleh mlokon.

Mlokon “ prend taku tak nyamperin cewek itu dulu ya” waluyo “ jangan kon itu cewek jadi2an” waluyo memang punya kelebihan warisan dari bapaknya, ia dapat melihat maluk ghaib, juga bisa membedakan mana manusia asli dan mana manusia jelmaan jin. “ aku tu nggak percaya ama yang begituan, udah jangan sirik to yo” ucap mlokon sembari membenahi pakaiannya. Tak berapa lama kemudian mlokon sudah menemui cewek tersebut, bisa digambarkan cewek itu berwajah oriental dengan rambut sebahu, mirip girl band zimbabwe.

Tanpa basa basi mlokon lang sung menanyakan namanya, pada pertanyaan pertama tak dijawab sehingga mlokon bertanya untuk yang kedua kalinya “ maaf mbak kalo boleh tanya, amanya siapa ya?” gadis itu hanya menatap wajah mlokon, mlokon mlokon terkesima saat gadis menatapnya . tak berapa lama gadis itupun menjawab “ namaku may” benarkan kataku ia keturunan cina. Setelah itu mlokon berbincang dengan gadis itu ia tak sadar bahwa gadis itu adalah jelmaan jin wanita. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 17.30 sebentar lagi rombongan akan sampai di mbajulan. Kabut tipis seolah turun dari kahyangan membuat tempat itu di selimuti kengerian. Waluyo dari tadi hanya mengikuti mlokon dari belakang kaget ketika gadis yang bersama mlokon tiba2 menatapnya sambil melempar senyum kematian, sebelumnya waluyo melihat jin itu tak berniat jahat kini ia melihat bahwa jin itu jahat. Segera ia lari mendatangi mlokon tapi tak diduga kabut tebal turun dihadapan waluyo sehingga ia kehilangan jejak mlokon. Sementara itu mlokon terus berbincang dengan gadis itu tatkala sebuah dokar(delman) yang dikusiri seorang bapak setengah baya berhenti didepanya.

Kemudian gadis itu naik ke atas dokar dan mlokon mengikutinya, dalam dokarpun mereka tetap berbincang,tatkala mata mlokon tertuju pada sehelai kain didekat kusir kain itu kain mori. Mlokon “pak kok bawa kain mori, bapak mau membatik ya?” dan bapak itu menjawab “mori ini untuk membungkus tubuhmu” mlokon yang menganggap itu hanyalah gurauan tetap tenang saja. Keanehan mulai terasa saat mlokon tak melihat rombongan napak tilas, ia mulai merinding tapi merindingya hilang saat ia melihat wajah may. Perjalanan panjang itu berawal ketika ia sampai disebuah bangunan angker tapi mlokon tak mengenal tempat itu kemudian mereka sampai di sebuah pantai parang tritis mlokon memang pernah 2 kali ke sana jadi ia kenal pantai itu. Ditepi pantai mlokon melihat rombongan orang berkepala hewan tengah mengangkat tandu mlokon semakin merinding, kemudian mereka melewati sebuah gapura dan masuk ke sebuah tempat angker mlokon sempat membaca tulisan di gapura tersebut disitu tertulis pesatrean GONDO MAYIT, disitu mlokon melihat rombongan orang sedang mengangkat keranda mengikuti dari belakang dokar kaki orang tersebut tidak napak tanah. Lama perjalanan berlangsung mlokon mulai sadar bah wa ia sedang kalap. Perjalanan berlanjutu ketika dokar memesuki sebuah desa yang tak asing bagi mlokon, memang desaitu adalah desa mlokon, iapubn sangat lega karna ia berfikir ia akan segera pulang.

Ketika dokar melewati rumah mlokon rumah itu tengah dikelilingi mahluk ghaib. Didepan rumah telah berdiri beberapa pocong dan kuntilanak satu dari pocong itu wajah nya tertutup kain kafan. Dan sebuah kepala berapi mengelilingi rumahnya, mlokon juga melihat sesosok medhon melayang mengikuti dokar sontak ia sangat kaget, dan ketika ia bermaksud melihad may ia seketika pingsan karna gadis itu telah berubah menjadi kuntilanak yang lidahnya panjang menjulur.

Dan saat mlokon terbangun ia telah tergeletak di atas tanah saat itu ia melihat seseorang tengah berjalan. Mlokon “mas ini dimana ya? Itu bangunan apa?” pemuda “ ini di sidoarjo, kalo pabrik itu maspion, emangya kamu siapa dan dari mana?” mlokon “ saya mlokon saya dari kediri tadi saya pingsan, mas ini teroris ya kok wajah nya mirip dul matin.” Pemuda “ asem wajah ganteng gini di bilang teroris, namamu itu kok ndeso banget mlokon” mlokon “eh jangan salah gini gini bawa hoki, emang mas namanya siapa?” pemuda “ namaku michael tapi panggil aja udin” mlokon “ wkwkwkwk. Nama udin saja kok bilang michael nama lengkapnya siapa emang?” udin “ mahrudin” mlokon “ hahaha mahrudin” ketika secara tak sengaja mlokon melihat kaki udin seketika mlokon pingsan.