Cacar Monyet, Begini Gejala dan Penularannya

| More
26 July 2022
freepi.jpg
Radio ANDIKA - Cacar monyet atau yang lebih dikenal Monkeypox saat ini tengah mendapatkan perhatian dan perbincangan di tengah masyarakat. Meskipun tidak ada kasus yang dilaporkan terjadi di Indonesia, tetapi perlu diketahui gejala, penularan maupun cara pecegahannya.
 
Dokter Spesialis Anak RSUD SLG Kediri, dr. BAYU PRABOWO Sp.A.,  sewaktu On Air di Radio ANDIKA mengatakan, cacar monyet merupakan penyakit lama karena ditemukan tahun 1958 di Denmark pada monyet. Penyakit ini baru dilaporkan menular ke manusia tahun 1970 di Afrika. Sementara akhir-akhir ini menjadi perbincangan karena kasus cacar monyet sudah masuk di Inggris. Cacar monyet merupakan salah satu penyakit zoonosis. Artinya, cacar monyet tak hanya dapat ditularkan terhadap sesama hewan, tetapi juga dari hewan ke manusia. Bahkan saat ini berkembang dari manusia ke manusia.
 
Gejala cacar monyet diantaranya demam tinggi disertai nyeri kepala, lemas dan menimbulkan pembesaran kelenjar getah bening pada leher, ketiak dan sela tangan. Setelah 3 hari biasanya muncul ruam mulai dari wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam tersebut berawal dari kecil lalu semakin membesar. Pada hari ke-7, ruam tersebut membesar dan berisi cairan. Semakin lama cairan itu akan berganti menjadi nanah. Apabila nanah pecah, maka akan mengering dan bisa hilang setelah 2 minggu.
 
dr. BAYU menambahkan, potensi cacar monyet bisa terjadi ketika ada gejala demam tinggi dan sebelumnya ada riwayat kontak dengan orang yang sakit cacar monyet atau bepergian ke negara yang terserang wabah penyakit cacar monyet. Dilaporkan angka kematian dari penyakit cacar monyet sebesar 10 %, sebagian besar menyerang anak-anak. Menurut dr. BAYU, pada dasarnya virus bisa sembuh sendiri asalkan daya tahan tubuh baik. Sementara penularan penyakit cacar monyet bisa dari kontak hewan ke manusia atau dari manusia ke manusia misalnya melalui droplet atau kontak dengan ruam.
 
Warga perlu diingatkan bahwa penyebab cacar monyet adalah virus. Penyakit dari virus bisa sembuh sendiri. dr. BAYU juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan, diantaranya pola hidup bersih dan sehat, pakai masker, rajin cuci tangan, hindari kontak dengan orang yang demam dan hindari makan daging hewan liar yang tidak diolah dengan baik.(stm/eko)