Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Libur Nataru Ditiadakan

| More
27 October 2021
Muhadjir_effendy.jpg
Radio ANDIKA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, MUHADJIR EFFENDY, menegaskan Pemerintah akan meniadakan libur bersama dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi mencegah terjadinya gelombang ketiga Covid-19.

SAMSUL HADI Jurnalis Radio ANDIKA di Jakarta melaporkan, bahwa keputusan peniadaan libur Natal dan Tahun Baru itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama tiga menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, yang diterbitkan pertengahan tahun lalu. Peniadaan libur ini  sekaligus mengulang keputusan yang sama dengan tahun 2020 lalu. Tujuannya hanya satu, untuk mencegah jangan sampai terjadi situasi darurat Covid-19 seperti yang dulu pernah dialami. Seperti rumah sakit penuh ataupun kesulitan oksigen.
 
Keputusan peniadaan libur Natal dan Tahun Baru ini, diambil berdasarkan kajian atas kebiasaan masyarakat menggelar mudik apabila ada libur panjang. Maka dari itu, bersamaan dengan peniadaan libur juga disampaikan permintaan masyarakat tidak menggelar mudik dan liburan yang bisa mengakibatkan kerumunan massa.

Dengan ditiadakannya libur Natal dan Tahun Baru itu, tanggal 24 dan 30 Desember diputuskan sebagai hari kerja biasa. Sementara tepat di perayaan Natal, yaitu tanggal 25 Desember, jatuh di hari Sabtu yang memang sebagai hari libur tanpa adanya peliburan.

Secara terpisah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, LUHUT BINSAR PANJAITAN mengatakan, keputusan peniadaan libur Natal dan Tahun Baru ini sesuai dengan instruksi presiden JOKO WIDODO, yang menginginkan ada langkah strategis mengantisipasi mobilisasi massa besar-besaran di momen libur akhir tahun. Berdasarkan prediksi yang dibuat Litbang Kemenhub, akan ada 19,9 juta orang yang melakukan perjalanan.

Atas dasar itu LUHUT mengatakan, ketetapan peniadaan libur ini juga harus dibarengi dengan penegasan, disiplin protokol kesehatan harus tetap diutamakan. Masyarakat juga diminta dapat menghindari kerumunan massa yang berpotensi jadi sumber penyebarluasan virus Corona. [shk/kin]