Kementerian Agama: Pernikahan Sah adalah yang Tercatat di KUA

| More
27 October 2021
212d1168-7feb-4069-a41a-b8865dc1b80f.jpg
Radio ANDIKA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut pasangan suami istri yang menikah siri tetap bisa membuat Kartu Keluarga (KK). Pernyataan itu merespons pertanyaan yang ramai beredar di publik terkait hak pasangan nikah siri untuk memiliki KK. Berdasarkan data dari Dispendukcapil Kota Kediri, sudah ada ribuan pasangan pernikahan siri yang telah membuat KK. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri angkat bicara.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Kantor Kementerian Agama Kota Kediri AHMAD ZAMRONI mengatakan, pelaksanaan pernikahan mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 Pasal 2 ayat 2 yang menyebut bahwa setiap pernikahan itu dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA). Bila ada pernikahan yang belum dicatatkan, tentu pihaknya harus lebih selektif untuk melihat berkas-berkasnya terlebih dahulu.

AHMAD juga menyarankan kepada mempelai untuk mengajukan isbat nikah ke pengadilan agama agar lebih aman. Baik untuk kedua mempelai juga untuk masa depan keturunan atau anak-anaknya. Menurut AHMAD, meskipun tercatat di catatan sipil, namun pada hakikatnya pasangan nikah siri belum secara resmi punya bukti autentik berupa buku nikah. Pasangan nikah siri juga belum mempunyai kekuatan legal formal karena belum dicatatkan di KUA.

Sehingga, apapun yang terjadi dalam pernikahan siri akan rentan mengalami permasalahan berikutnya lantaran pasangan tersebut tidak memiliki pegangan dan tidak berkekuatan hukum. Jadi, Kementerian Agama berpedoman bahwa pernikahan yang sah adalah pernikahan yang dicatatkan di KUA.(atc/arg)