Klaster Baru Ditemukan, PTM Ditegaskan Tetap Jalan

| More
23 September 2021
ptmt.jpg
Radio ANDIKA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset,  dan Teknologi, NADIEM MAKARIM, menegaskan temuan sejumlah klaster baru penyebarluasan Covid-19, tak akan menjadikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dihentikan. Untuk mencegah kejadian yang sama semakin banyak, kedisiplinan penerapan protokol kesehatan diminta semakin ditingkatkan.
 
Saat ditemui SAMSUL HADI Jurnalis Radio ANDIKA di Jakarta, seusai mengikuti rapat kerja dengan  DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis sore, NADIEM mengaku sudah mendapatkan laporan adanya temuan klaster baru di dunia pendidikan. Ditegaskannya, sesuai aturan yang ada PTM tidak harus dihentikan, namun sekolah bersangkutan ditutup untuk dilakukan evaluasi.
 
Kemendikbudristek diakui oleh NADIEM, terus memonitor adanya temuan klaster baru tersebut, dan langsung memberikan pendampingan terhadap sekolah bersangkutan.  Selain memerintahkan dilakukannya evaluasi, penguatan kedisiplinan terhadap penerapan protokol kesehatan juga diberikan agar ketika PTM kembali dibuka bisa berjalan semakin baik. Sekolah-sekolah yang lain, meski tidak ditemukan kasus baru, selalu dan akan terus meningatkan agar protokol kesehatan benar-benar diperhatikan.
 
Temuan klaster baru penyebarluasan Covid-19 di dunia pendidikan di tengan pemberlakuan PTM pertama kali dilaporkan pada 11 September  lalu di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Sehari setelahnya laporan yang sama muncul dari Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
 
Terbaru, laman resmi Kemendikbudristek mempublish sebuah infografis berisi evaluasi terhadap ujicoba PTM di DKI Jakarta. Di sana disebutkan dari 900 sample ditemukan sedikitnya 25 lembaga pendidikan yang melaporkan adanya temuan kasus Covid-19. Secara rinci disebutkan ada 227 pendidik dan tenaga kependidikan, serta 241 peserta didik dikonfirmasi positif Covid-19.
 
Pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikonfirmasi terkait temuan itu mengaku langsung memerintah Dinas Kesehatan melakukan pengecekan. Jika benar ditemukan adanya klaster baru penyebarluasan Covid-19, akan segera dilakukan penanganan sebagaimana prosedur yang sudah ditetapkan. [shk/kin]