Korupsi Ratusan Juta, Mantan Direktur PDAM Tulungagung Ditetapkan Tersangka

| More
23 September 2021
pdam.jpg
Radio ANDIKA - Kejari Tulungagung menetapkan mantan Direktur PDAM Tulungagung berinisal H, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek jaringan pipa PDAM, pada Jumat, 17 September 2021. Proyek tersebut merupakan proyek instalasi jaringan pipa PDAM bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun anggaran 2016-2018. Keuangan negara mengalami kerugian, ditaksir mencapai ratusan juta rupiah akibat korupsi tersebut.
 
Kasi Intelijen dan Keamanan Kejari Tulungagung, AGUNG TRI RADITYO saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, kasus dugaan korupsi tersebut bermula dari proyek jaringan pipa PDAM untuk masyarakat berpenghasilan rendah pada periode 2016-2018. Namun, saat pelaksanaan proyek bernilai miliaran rupiah itu, diduga banyak terjadi penyimpangan. Modus yang digunakan tersangka beragam. Mulai dari pekerjaan fiktif, hingga pinjam pakai bendera perusahaan rekanan untuk proses pengerjaan proyek. Proyek MBR yang seharusnya dikerjakan oleh rekanan, namun ternyata pekerjaan tersebut dilakukan orang PDAM sendiri.
 
Hasil dari penyidikan kejaksaan, pelaksanaan proyek MBR tersebut juga tidak sesuai dengan laporan. Jika dilihat dari nilainya, proyek jaringan pipa tersebut, seharusnya dikerjakan melalui mekanisme lelang. Namun, proyek dipecah menjadi beberapa bagian, sehingga nominalnya menjadi lebih kecil dan bisa dilakukan penunjukan langsung, tanpa melalui mekanisme lelang.
 
Saat ini Kejari Tulungagung masih belum melakukan penahanan terhadap tersangka, karena menunggu hasil audit kerugian keuangan, yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur. Namun, tersangka terjerat pasal 2 ayat 1, pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(kin/stm)