Vaksin Mencegah Keparahan, Tak Ada Alasan Menolak Vaksinasi

| More
01 August 2021
2142_vaksin_samsul.jpg
Radio ANDIKA - Upaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Indonesia masih menemui sejumlah kendala, antara lain informasi bohong atau hoaks seputar vaksinasi itu sendiri. Sebuah studi yang dilaksanakan di Inggris membantah peredaran hoaks tersebut, menegaskan vaksin dapat mencegah keparahan atas serangan sebuah virus.

Saat ON AIR Jurnalis Radio ANDIKA di Jakarta SAMSUL HADI mengatakan mengutip data yang dipublikasikan di laman resmi Kementerian Kesehatan, hingga 27 Juli 2021, vaksinasi secara lengkap sebanyak 2 dosis baru bisa dilaksanakan terhadap 20.673.079 orang atau 9,93% dari total jumlah penduduk Indonesia. Angka itu tergolong sangat kecil, mengingat untuk terbentuknya herd immunity atau kekebalan komunal, minimal vaksinasi harus bisa diberikan terhadap 70% dari total jumlah penduduk.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, DEDI PERMADI, dalam beberapa kesempatan konferensi pers mengatakan, masih rendahnya capaian vaksinasi tak lepas dari banyaknya hoaks seputar vaksinasi yang beredar di masyarakat. Antara lain vaksin yang di dalamnya mengandung chip tertentu, terjadinya pembekuan darah yang mengakibatkan kematian, hingga daya tahan vaksin yang tidak berusia panjang.
 
Terkait daya tahan vaksin yang tidak berusia panjang, sebuah studi yang dilaksanakan oleh sekelompok ilmuan ahli virus dan epidemologi dari Imperial College London, Universitas Birmingham, Inggris, sebagaimana dikutip dari laman CNBC, mempublikasikan bantahannya. Studi itu berhasil membuktikan  vaksin yang disuntikkan pada tubuh manusia bisa membantu mencegah keparahan terhadap paparan virus SARS-Cov2 atau Covid-19, dalam jangka waktu tertentu.(shk/ssi)