PPKM Darurat, Kasus Kecelakaan di Trenggalek Turun Hingga 22,2 Persen

| More
31 July 2021
b9a9b146-ac27-4cb2-a7ca-6f080a69359b.jpg
Radio ANDIKA - Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, berdampak pada penurunan kasus kecelakaan di Trenggalek. Tercatat, mulai 6 hingga 22 Juli 2021, kasus kecelakaan di Trenggalek turun hingga 22,2 persen. Hal itu disebabkan lantaran mobilitas masyarakat baik yang masuk maupun keluar Kabupaten Trenggalek mengalami penurunan signifikan. 
 
Kanit Laka Lantas Polres Trenggalek IPDA SINGGIH MARSUDI S.H., saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, sebelum diberlakukan PPKM Darurat pada bulan Juni, jumlah kecelakaan 22 kasus. Setelah PPKM di bulan Juli, kecelakaan di Trenggalek turun menjadi 14 kasus. Selain menurunkan angka kecelakaan, kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas juga berkurang drastis. Penurunan mobilitas masyarakat juga dipengaruhi karena adanya pos penyekatan di sejumlah titik seperti pos penyekatan di perbatasan Trenggalek-Ponorogo, Trenggalek-Pacitan dan Trenggalek-Tulungagung.
 
Penyekatan di  titik - titik perbatasan selama PPKM membuat mobilitas masyarakat yang keluar masuk Trenggalek jauh berkurang. IPDA SINGGIH mengatakan, setelah masa PPKM berakhir, pihaknya akan tetap mempertahankan patroli lalu lintas terpadu dan sosialisasi pada masyarakat terutama di sejumlah jalur yang rawan kecelakaan. Selain itu, menurutnya pemadaman lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) mulai pukul 20.00 WIB juga menjadi salah satu faktor yang mampu menurunkan mobilitas masyarakat. (arg/stm)