Masih Labil, Faktor Penyebab Anak Mudah Terjerumus Prostitusi

| More
07 April 2021
998.jpg
Radio ANDIKA - Terbongkarnya kasus prostitusi online di Blitar yang melibatkan anak-anak, membuat prihatin berbagai kalangan, termasuk dari kalangan psikolog. VIVI ROSDIANA, psikolog di Kota Kediri saat On Air di Radio ANDIKA menyebutkan, keterlibatan anak-anak bekerja dalam dunia prostitusi, karena faktor anak yang masih labil dan tidak bisa mengambil keputusan, apalagi usianya masih di bawah 18 tahun. Terlebih mereka sudah mengenal media sosial atau medsos sebagai sarana komunikasi dan bergaul dengan berbagai kalangan.

Selain itu menurut VIVI, ada tuntutan gaya hidup yang konsumtif yang dipengaruhi dari pergaulan dan tayangan yang mereka akses. Untuk memenuhi itu, begitu mendapat penawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji yang menjanjikan, akhirnya diterimanya. Meski usianya masih anak-anak, tantangan bekerja sebagai pemandu lagu hingga sebagai Penjaja Seks Komersial (PSK) berani mereka ambil. Karena menurut VIVI, dalam kejadian ini si anak merasa nyaman karena ada teman komunikasi dan ada imbalan materi.

VIVI mengatakan, usia anak-anak yang masih belia sangat rentan dipengaruhi sehingga mudah direkrut dalam prostitusi. Apalagi jika mendapat iming-iming materi yang besar dan pekerjaan yang relatif ringan. Menurut VIVI, dari kejadian tersebut, peran orang sangatlah penting. Para orang tua selain harus dekat dengan anaknya, juga harus ada komunikasi yang baik. Jika anak ada masalah, orang tua bisa segera mengetahuinya. Hal ini untuk membentengi dari pengaruh-pengaruh negatif dari luar.(dip/adr)