JOKOWI: Hindari Praktik Keagamaan yang Eksklusif dan Tertutup

| More
07 April 2021
7_april_jokowi.jpg
Radio ANDIKA - Presiden JOKO WIDODO (JOKOWI) mengajak masyarakat untuk menghindari praktik keagamaan yang eksklusif dan tertutup. Sebaliknya, presiden meminta toleran menjadi sikap yang selalu dijalankan oleh setiap umat beragama, untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
 
Pesan  ini disampaikan JOKOWI saat memberi arahan pembukaan Musyawarah Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) secara virtual dari Istana Merdeka,  Jakarta, Rabu pagi. Munas LDII sendiri dilaksanakan di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, Rabu dan Kamis besok.
 
Jurnalis Radio ANDIKA di Jakarta, SAMSUL HADI, saat ON AIR di Radio ANDIKA mengatakan JOKOWI juga meminta rakyat Indonesia harus menyukuri nikmat adanya warisan Bhineka Tunggal Ika di tengah kondisi majemuk, agama, suku, dan ras yang beragam. Demikian juga dengan keyakinan dalam  beragama yang beragam, dusebut oleh JOKOWI semuanya bisa hidup berdampingan dengan damai. 
 
Menurut JOKOWI, LDII  sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan keagamaan harus bisa memberikan teladan penolakan  terhadap praktik beragama yang eksklusif dan tertutup, karena  itu  merupakan benih lahirnya intoleransi. Presiden juga mendorong LDII sebagai salah satu ormas keagamaan untuk tak lelah mengajarkan moderasi beragama di sekolah-sekolah  yang dikelola. (shk/mld)