Twitter Labeli Cuitan Berisi Misinformasi Covid-19

| More
02 March 2021
voa_74.jpg
Radio ANDIKA - Pengelola Media Sosial Twitter, mulai hari Senin kemarin waktu Amerika Serikat mulai memberi tanda atau label pada cuitan berisi informasi yang menyesatkan tentang masker, perebakan virus, hingga vaksin virus Corona. 
 
Jurnalis Voice Of America, EVA MAZRIEVA On Air di Radio ANDIKA menjelaskan pengguna Twitter tidak akan bisa melihat label pada tampilan akun mereka. Karena Twitter hanya melabeli pemilik akun pada database Twitter. Jika diketahui satu akun yang dinilai melakukan pelanggaran sebanyak 2 kali, maka akun tersebut akan di blokir selama 12 jam. Tetapi jika pelanggaaran kembali dilakukan, maka Twitter akan memblokir permanen akun itu. 
 
Kebijakan pemberian label ini adalah tindak lanjut dari rencana Twitter sejak Desember 2020 lalu yang meminta penggunanya tidak menyebarkan informasi yang salah terkait Covid-19. Hal tersebut juga bertujuan untuk menghapus konten yang terbukti salah atau menyesatkan tentang virus berbahaya itu.
 
Dalam kebijakan barunya, Twitter menggabungkan mesin dan tenaga manusia atau admin untuk pemantauan dan pengkajian cuitan setiap akun pengguna Twitter. Sementara media sosial lain seperti Facebook dan Instagram saat ini juga sedang meningkatkan upaya pencegahan misinformasi, tidak hanya terkait vaksin Covid-19 tetapi juga vaksin lainnya, seperti Vaksin hepatitis B dan Vaksin BCG. (nis/rom)