Lebih Murah, Pemerintah Berencana Alihkan Tes Covid dari Rapid Antigen ke GeNose

| More
23 January 2021
03_samsul_hadi.jpg
Radio ANDIKA -  Kementerian Perhubungan mulai menguji coba penggunaan GeNose sebagai sarana uji Covid-19 bagi penumpang transportasi umum. Penggunaan GeNose ini karena dianggap lebih murah dibandingkan rapid antigen.

Saat ON AIR Jurnalis Radio ANDIKA di Jakarta, SAMSUL HADI mengatakan uji coba penggunaan GeNose mulai dilaksanakan Sabtu siang tadi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Hadir pada ujicoba tersebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, LUHUT BINSAR PANJAITAN, dan Menteri Perhubungan, BUDI KARYA SUMADI.
 
Kementerian Perhubungan, lanjut BUDI KARYA, telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan stakeholder lainnya untuk mempercepat pengadaan GeNose.
 
Sementara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, pada kesempatan yang sama mengatakan, pengalihan sarana uji Covid-19 dari rapid antigen ke GeNose karena pertimbangan biaya yang jauh lebih  murah, namun akurasi hasilnya tidak jauh beda. Ke depan, untuk sekali uji menggunakan GeNose biaya yang harus dikeluarkan penumpang diharapkan tidak lebih dari Rp20 ribu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, GeNose merupakan alat uji Covid-19 ciptaan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, yang telah dipublikasikan dan siap diproduksi massal, setelah diserahkan ke pemerintah lewat Kementerian Riset dan Teknologi. Cara kerja GeNose lebih sederhana dibandingkan Rapit Antibody, Antigen, maupun tes usap PCR. Uji Covid menggunakan GeNose hanya meminta orang yang diuji untuk menghembuskan nafasnya pada sebuah kantong, di mana jika Ia terpapar maka hembusan nafasnya akan mengandung senyawa yang dapat terdeteksi lewat analisa lanjutan.(shk/ssi)