Pertahanan Kesehatan Masyarakat Hadapi Covid-19 Sudah Jebol!

| More
14 January 2021
rsud_dr_iskak1.jpg
Radio ANDIKA – Makin melonjaknya kasus Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia, Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr. SUPRIYANTO DARMOREJO, Sp.B, M.Kes menyebut pertahanan kita sudah jebol. Kondisi ini makin mengkhawatirkan karena sekarang banyak ruang isolasi rumah sakit dan fasilitas kesehatan penuh, tidak mampu menampung pasien Covid-19. Hal itu diungkapkan dr. PRI, panggilan akrab dr. SUPRIYANTO DARMOREJO saat On Air di Radio ANDIKA.

Tenaga kesehatan (nakes) selama ini berperan sebagai garda terdepan penanganan pandemi. Kata dr. PRI, mereka sudah melakukan tugasnya membantu pasien Covid-19 dengan menguras seluruh energi. Tapi, di sisi lain, harus berhadapan dengan banyak masyarakat yang tidak patuh pada protokol kesehatan. Akibatnya, pandemi tidak kunjung selesai. Setelah sempat melandai pada Oktober-November 2020 lalu, kini kasusnya justru makin meledak.

Menurut dr. PRI, kunci utama keluar dari pandemi adalah kolaborasi antara nakes sebagai garda terdepan, didampingi TNI/Polri dan Satpol PP dalam penegakan protokol kesehatan. Dan yang lebih penting lagi, harus didukung partisipasi aktif masyarakat. Tanpa itu semua, dr. PRI pesimistis bahwa pandemi bisa berakhir. Protokol kesehatan harus menjadi gaya hidup (life style) masyarakat. Dia mencontohkan, dulu orang awalnya malas pakai helm. Tapi begitu ada sanksi tegas, masyarakat jadi terbiasa memakai helm saat berkendara, sekalipun tanpa diancam sanksi. Karena menyadari manfaatnya untuk menjaga keselamatan. 

Pada berbagai kasus, dr. PRI mengatakan, seringkali masyarakat baru sadar setelah ada anggota keluarga atau orang terdekatnya terpapar virus corona. Untuk itu Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung mengajak masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan sebelum ada penyesalan.(adr/aut)