Kebijakan Kemendikbud Beri Kewenangan Pembelajaran Tatap Muka Dinilai Sah-Sah Saja Asal Laksanakan 3 M dan 3T

| More
21 November 2020
tatap.jpg
Radio ANDIKA – Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang memberi kewenangan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membuka pembelajaran tatap muka tahun 2021 dinilai sah sah saja. Menurut Pengamat Kebijakan Publik, YANA SYAFRIYANA HIJRI S.IP., M.IP., pembelajaran secara luring atau tatap muka juga sudah dilaksanakan di sejumlah kampus. Yang terpenting, gerakan 3 M (Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga Jarak) dan 3 T (Testing, Tracing, Treatment) harus dilaksanakan sebagai langkah pencegahan penyebaran covid-19.

Saat On Air di Radio ANDIKA, YANA juga mengatakan pembelajaran tatap muka dalam situasi pandemi covid-19 tidak sama seperti sebelum adanya pandemi. Misalnya, ruangan yang biasanya diisi 50 orang, maka akan diisi setengahnya saja. YANA mengingatkan protokol kesehatan harus dipatuhi. Sehingga kebijakan pembelajaran tatap muka ini harus dikawal Pemerintah. Zona penyebaran covid di Jawa Timur masuk zona kuning dan oranye. Jangan sampai karena tidak mematuhi protokol kesehatan, zona berubah menjadi merah atau hitam.

Meskipun pembelajaran tatap muka diserahkan ke Pemda, koordinasi harus tetap dilakukan. Dalam hal ini, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota maupun Kabupaten harus bekerjasama untuk melaksanakan kebijakan ini.

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudyaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim telah mengumumkan diperbolehkannya kegiatan belajar tatap muka untuk kembali digelar. Nadiem menyebut, kebijakan ini berdasarkan keputusan bersama empat menteri, yakni Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri. Berdasarkan keputusan itu, pemerintah memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah (pemda) atau kantor wilayah kementerian agama untuk menentukan pembelajaran tatap muka. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 atau mulai Januari tahun depan.(stm/eko)