Kota Kediri, Terapkan Lima Pilar STBM

| More
20 November 2020
41_mas_abu.jpg
Radio ANDIKA - Kota Kediri menjadi salah satu daerah kota/kabupaten yang menerapkan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), sehingga berhasil meraih penghargaan dalam STBM Award yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Hari ini,  penghargaan tersebut diserahkan oleh Wali Kota Kediri ABDULLAH ABU BAKAR kepada 3 orang pemenang yaitu SUMINARTO Lurah Tempurejo sebagai Lurah Terbaik, M.FATONI dari Kelurahan Ngampel sebagai Duta Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Kota Kediri, dan Natural Leader Kelurahan Ngampel, dan TINA SRI WAHYUNI sebagai Sanitarian terbaik dari Puskesmas Perawatan Ngletih, yang bertempat di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri.

Wali Kota Kediri ABDULLAH ABU BAKAR mengatakan, bahwa penghargaan ini ibaratnya sebagai bonus, sebenarnya yang harus terus dilakukan yaitu membuat program, dan terus mengedukasi masyarakat agar mereka memahami cara hidup sehat dan akan menerapkan di kehidupannya sehari-hari. Wali Kota Kediri mengungkapkan bahwa di dalam penilaian STBM ini ada 5 pilar atau indikator yang harus dipenuhi yaitu stop buang air sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan, pengelolaan sampah serta pengelolaan limbah cair rumah tangga. Untuk pilar pertama yaitu stop buang air sembarangan, di Kota Kediri sudah tidak ada dan semoga masyarakat sudah teredukasi dengan baik agar tidak buang air sembarangan.

Kemudian pilar kedua cuci tangan pakai sabun harus terus digencarkan dan masyarakat harus selalu diberikan edukasi mengingat Covid-19 masih ada. Karena mencuci tangan dengan sabun lebih baik dan efektif daripada memakai handsanitizer.  Kemudian pengelolaan air minum dan makanan, pengelolaan sampah serta limbah cair rumah tangga, kedepan bisa dikerjakan melalui Prodamas.(atc/ssi)