Jeli Berinvestasi Saat Pandemi, Kunci Sukses Raih Keuntungan Maksimal

| More
17 October 2020
HARI_KURNIAWAN_ASIA_MALANG.jpg
Radio ANDIKA – Jeli berinvestasi dalam berbagai bidang usaha di saat pandemi Covid-19 menjadi kunci sukses menghasilkan keuntungan maksimal. HARI KURNIAWAN, SE, MM, Dosen Manajemen Institut ASIA Malang melalui On Air di Radio ANDIKA mengatakan, pandemi Covid-19  yang diprediksi berlangsung 2 hingga 3 bulan ternyata masih berlangsung hingga saat ini. Masyarakat yang ingin berinvestasi harus jeli dalam memilih produk investasi maupun sektor usaha agar tidak menangguk kerugian besar.
 
HARI mengatakan, kunci menentukan jenis investasi yang tepat adalah knowledge atau pengetahuan yang memadai atas produk tersebut. Misalnya, jika kita belum paham soal investasi saham, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk terjun di bidang tersebut. Apalagi hanya alasan latah atau ikut-ikutan saja. Karena risiko kerugiannya besar.
 
Masa pandemi seperti saat ini, menurut HARI, bisnis di bidang jasa, kuliner, atau alat pelindung diri seperti masker, bisa menjadi pilihan investasi. Prospeknya bagus dan modal yang dikeluarkan pun relatif terjangkau. Namun investor pemula harus melihat dengan jeli behaviour atau perubahan perilaku yang terjadi saat pandemi, termasuk daya beli masyarakat.
 
HARI menambahkan, jika memilih produk saham atau reksadana, sebaiknya investor harus menelisik dulu karakter dan eksistensi perusahaannya. Apakah perusahaan yang listing di bursa saham itu sehat dan bisa bertahan dengan bisnisnya di masa mendatang atau justru rentan kolaps. Logam mulia seperti emas juga bisa dijadikan pilihan karena fluktuasi harga yang rendah dan cenderung stabil. Hanya saja logam mulia harus dipilih sebagai investasi jangka panjang jika ingin keuntungan besar.
 
HARI KURNIAWAN menyarankan, bagi investor pemula sebaiknya tidak bermain di sektor agresif seperti saham, kecuali memang benar-benar paham. Selain harus paham karakter dari produk investasi tersebut, likuiditas dananya juga harus jelas, sehingga risiko kerugian akibat investasi macet bisa dihindari. Banyaknya penawaran secara daring harus diperhatikan, tidak saja aspek legalitasnya, tapi juga kondisi kesehatan korporasinya. (eko/adr)