Pandemi Covid-19 Tingkatkan Jumlah Keluarga Miskin Baru

| More
17 October 2020
Pengamat_Sosial_Unair.jpg
Radio ANDIKA - Pandemi Covid-19 yang belum selesai ditangani saat ini berdampak pada berbagai bidang, sehingga berpeluang meningkatkan jumlah keluarga miskin baru. Hal ini harus menjadi perhatian pada peringatan hari pemberantasan kemiskinan sedunia.

Prof. Dr. EMY SUSANTI, Pengamat Sosial dari Universitas Airlangga Surabaya On Air di Radio ANDIKA mengatakan, peningkatan jumlah keluarga miskin baru ini disebabkan dampak pandemi pada sejumlah sektor industri dan berkurangnya lapangan kerja. Masyarakat pekerja yang sebelumnya mendapatkan penghasilan, akhirnya kehilangan pendapatan karena tempat mereka bekerja berhenti operasional. Keluarga yang sebelumnya cukup dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari, saat ini justru mendapatkan beban biaya yang besar. Sementara pendapatan mereka tidak berubah atau bahkan tidak memiliki pendapatan.

Fenomena peningkatan keluarga miskin baru ini harus jadi perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Kelompok ini akan berdampak secara sosial, sehingga penanganannya juga dilakukan melalui kelompok sosial. Pendekatan kelompok sosial atau social community approach penting dilakukan agar keluarga miskin baru ini bisa bangkit. Kelompok wanita seperti organisasi PKK juga bisa dijadikan sarana meningkatkan kesejahteraan.

EMY menambahkan, penggalangan dana tidak bisa dilakukan karena banyak perusahaan yang biasa melakukan penyerahan corporate social responsibility (CSR) tetapi saat ini tidak lagi melakukannya. Alasannya banyak perusahaan yang terdampak sehingga laba menurun dan program CSR akhirnya dihentikan.

Yang perlu dilakukan menurut EMY, memperkuat jaringan sosial berbasis komunitas. Termasuk peningkatan pengetahuan kader kesehatan yang bisa disampaikan ke masyarakat. Terlebih, Dinas Sosial juga mempunyai banyak progam bantuan sosial. Dalam hal ini, diharapkan ada kerjasama antara Dinas, Puskesmas dan Desa untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Sehingga bantuan bisa tepat sasaran.(eko/stm)