Epidemiolog: 3T Pemerintah dan 3M Masyarakat Harus Disinergikan Beriringan Untuk Redam Covid-19

| More
30 September 2020
UNAIR_LAURA_EPIDEMIOLOG.jpg
Radio ANDIKA - Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia semakin bertambah. Solusinya, penerapan 3T (tracing, test, treatment) yang dilakukan Pemerintah harus disinergikan berbarengan dengan disiplin 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun) dari masyarakat. Hal ini disampaikan Dosen Epidemiologi Fakultas  Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, LAURA NAVIKA YAMANI, Ph.D saat on air di Radio ANDIKA. 
 
LAURA mengatakan, sesuai data Satgas Penanganan Covid-19 Pusat, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia per hari ini, 30 September 2020 sudah menembus 10.740 orang. Tingginya angka kematian itu membuktikan bahwa virus corona harus tetap diwaspadai masyarakat.
 
Menurut LAURA, selama ini masyarakat cenderung abai jika merasakan sakit, malah kadang cenderung menyepelekan penyakit tersebut. Tetapi jika sudah parah, baru mau ke rumah sakit. Hal ini yang memberatkan tenaga medis, karena kondisi penyakit pasien sudah akut dan memburuk. Pemerintah seharusnya memberikan sosialisasi dan edukasi kepada kelompok rentan, karena adanya penyakit penyerta (komorbid) yang disertai Covid-19 bisa memperparah penyakit. Bahkan bisa berakibat fatal jika tidak segera mendapat penanganan.

Selain itu menurut LAURA, kapasitas pemeriksaan juga perlu lebih dimaksimalkan lagi sehingga bisa menjangkau semua lapisan masyarakat. Namun yang tak kalah penting adalah partisipasi dan kedisplinan masyarakat dalam mendukung protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, agar bisa meredam penyebaran virus Covid-19.(sha-adr)