Pemerintah Harus Jamin Keamanan Data Digital Masyarakat

| More
30 September 2020
97911.jpg
Radio ANDIKA - Saat ini pemerintah meminta data pribadi siswa dan guru untuk mendapatkan subsidi kuota. Banyaknya operator telekomunikasi yang menawarkan nomor perdana kepada sekolah dan orang tua dikhawatirkan bisa menjadi pintu masuk pencurian data pribadi. Dosen Teknologi Informasi, Institut Agama Islam Negeri Kediri, ROFIK EFENDI, S.Kom., M.M., meminta pemerintah harus menjamin keamanan data digital masyarakat. 
 
Ketika On Air di Radio ANDIKA, ROFIK EFENDI mengatakan, selain percaya kepada pemerintah, masyarakat harus hati-hati dalam memberikan data pribadi khususnya Nomor Induk Kependudukan. Tidak dibutuhkan waktu lama bagi para peretas untuk mengakses akun target dengan berbekal informasi dan data pribadi target. Sebab, peretas akan memvalidasi server utama dengan NIK yang bocor. 
 
ROFIK EFENDI mengakui bahwa keamanan data pribadi sangat penting. Hal ini untuk mencegah potensi kerugian material, mengurangi risiko penyalahgunaan data dan informasi. Serta memperkecil peluang tindakan kriminal.
 
Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), MUHAMMAD HASAN CHABIBIE, menjanjikan data pribadi penerima subsidi kuota aman. Sebab, sudah menggunakan sistem perlindungan data yang sesuai dengan perundang-perundangan. Sehingga data pribadi siswa dan guru dapat dijamin keamanannya. Kemendikbud sudah meminta setiap pihak yang terkait dalam penyaluran subsidi kuota berjanji melindungi data pribadi penerima. Termasuk pihak operator telekomunikasi yang terlibat. (had/ikj)