Keukeuh Laksanakan Pilkada di Tengah Pandemi, Pemerintah Disentil oleh Gus Mus

| More
27 September 2020
1859.jpg
Radio ANDIKA - Ulama kharismatik KH. MUSTOFA BISRI atau akrab disapa Gus MUS, menyentil keputusan pemerintah yang memutuskan tetap melaksanakan Pilkada serentak 2020 di tengah Pandemi Covid-19. 
 
Saat On Air, Jurnalis Radio ANDIKA di Jakarta, SAMSUL HADI mengatakan lewat akun Twitter pribadinya, Gus MUS menulis, "Rakyat, minimal yg diwakili NU dan Muhammadiyah, telah meminta Pemerintah menunda Pilkada Serentak. Tapi tampaknya pemerintah masih yakin dengan kemampuannya menjaga dan menanggulangi dampak pandemi. Kita khawatir yg yakin hanya yg di Atas sana." 
 
Sentilan itu ditulis Gus MUS sebagai respon atas berita ketidakmampuan aparat kepolisian melarang gelaran konser dangdut di Tegal, sehingga mengundang terjadinya kerumunan massa. Gus MUS menilai, kejadian di Tegal merupakan kontradiksi atas keyakinan Pemerintah mampu menegakkan protokol kesehatan di dalam pelaksanaan Pilkada serentak. Hingga Minggu sore cuitan Gus MUS itu telah diretwet oleh 2.240 kali, dikomentari oleh 147  pengguna Twitter lainnya, dan disukai oleh 4.833 orang. 
 
Menanggapi sentilan dari Gus MUS, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, MAHFUD MD, menyampaikan tanggapannya. Lewat akun Twitter juga, MAHFUD mengawalinya dengan ucapan terimakasih atas kritik yang disampaikan. Ia lantas mencoba meyakinkan Gus MUS dan masyarakat, bahwa Pemerintah mampu menegakkan disiplin protokol kesehatan berbarengan dengan pelaksanaan Pilkada. 
 
MAHFUD mencontohkan langkah tegas yang diambil terhadap Kapolsek Tegal Selatan, Kompol JOEHARNA, yang dicopot dan diperiksa Propam Mabes Polri karena dianggap abai atas terselenggaranya konser dangdut di tengah Pandemi. Ia menegaskan, tindakan tegas yang sama bisa diambil terhadap pelanggar protokol kesehatan, termasuk peserta Pilkada serentak 2020. Dalam cuitannya MAHFUD juga mengingatkan, menegakkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 merupakan tugas semua masyarakat. (shk/nis)